Anda di halaman 1dari 113

DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA

KULIAH AGAMA ISLAM


DENGAN DOSEN

Dr.Drs. HM. Ali Syamsudin, S.Ag.,M.Si

Oleh :
Dudin Qohar
10114152
IF 4
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

2015
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun
mampu menyelesaikan tugas ini guna memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam.
Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat manusia
dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang. Islam sebagai agama yang telah
berkembang selama empat belas abad lebih menyimpan banyak masalah yang
perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan pemikiran keagamaan maupun
realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis
hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini
tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendalakendala yang penulis hadapi teratasi.
Karya tulis ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Agama
Islam, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi,
referensi, dan berita.

Bandung,

Januari 2015

penyusun

DAFTAR ISI

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Bab 1: Aqidah (Filsafat Ketuhanan)


1.1
1.2
1.3

Defini Aqidah
Bukti Adanya Allah
Konsep Taqdir Dalam Islam

Bab 2: Konsep Manusia Dalam Islam


2.1 Hakekat Manusia
2.2 Tujuan penciptaan manusia

Bab 3: Ibadah Dalam Islam


3.1 Definisi Ibadah Dalam Islam
3.2 Pembagian ibadah

Bab 4 : Hikmah
4.1 Hikmah dalam alquran
4.2 Hikmah Menurut hadis syahih
4.3 Pengertian Hikmah hasil wawancara

Bab5 : Hikmah Yang Terkandung dalam buku Asembling The Spiritual Power
Daftar Pustaka

BAB 1
Aqidah (Filsafat Ketuhanan)
1.1 Defini Aqidah

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Akidah (Bahasa Arab: ; transliterasi: al-'Aqiydah) dalam istilah Islam


yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai
salah satu akidah. Pondasi akidah Islam didasarkan pada hadits Jibril, yang memuat
definisi Islam, rukun Islam, rukun Iman, ihsan dan peristiwa hari akhir.
Dalam bahasa Arab akidah berasal dari kata al-'aqdu ( )yang berarti ikatan,
at-tautsiiqu ( )yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (

) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah () (


yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang teguh dan pasti,
yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.[1]
Jadi, Akidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah
dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid[2] dan taat kepadaNya, beriman
kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, takdir baik dan
buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip
Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi
ijma' (konsensus) dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik
secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan
As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih.[3]
Walaupun masalah qadha' dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan
umat Islam, tetapi Allah telah membukakan hati para hambaNya yang beriman, yaitu
para Salaf Shalih yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam
pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha' dan qadar adalah termasuk
rububiyah Allah atas makhlukNya. Maka masalah ini termasuk ke dalam salah satu di
antara tiga macam tauhid menurut pembagian ulama:

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Tauhid

Al-Uluhiyyah,

(al-Fatihah

ayat

dan

an-Nas

ayat

3)

mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan
karenaNya semata.

Tauhid

Ar-Rububiyyah,

(al-Fatihah

ayat

2,

dan

an-Nas

ayat

1)

mengesakan Allah dalam perbuatanNya, yakni mengimani dan meyakini


bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.

Tauhid Al-Asma' was-Sifat, mengesakan Allah dalam asma dan sifatNya,


artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah,
dalam dzat, asma maupun sifat.

Iman kepada qadar adalah termasuk tauhid ar-rububiyah. Oleh karena itu Imam
Ahmad berkata: "Qadar adalah kekuasaan Allah". Karena, tak syak lagi, qadar
(takdir) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh. Di samping itu, qadar
adalah rahasia Allah yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahui
kecuali Dia, tertulis pada Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat
melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita
maupun untuk makhluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang
benar.
Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah
Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang
baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah, maka
hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang
dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka hal
ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah dan tidak
boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata. Lihatlah firman Allah
pada surat Yusuf ayat 40.

Penggunaan Istilah Lain Selanjutnya ada beberapa istilah yang sering digunakan
untuk menyebut ajaran akidah ini, yaitu:

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

1.

Akidah : Seperti telah disinggung di atas, akidah berasal dari kata aqidah
yang artinya simpul. Mengapa dikatakan simpul? Karena ajaran-ajaran
yang berkenaan dengan akidah merupakan simpul utama ajaran Islam.
Akidah adalah ajaran pokok yang menjadi titik tolak dan kunci diterima
ajaran-ajaran Islam yang lain. Jadi akidahlah simpulnya, akidahlah
pengikatnya.

2. Tauhid : Tauhid bersal dari kata wahhada-yuwahhidu-tauhida yang artinya

esa/tunggal. Ini merujuk pada sifat Allah yang tunggal. Mengapa


merujuk pada keesaan Allah? Karena inti utama dari ajaran ini adalah
mengesakan Allah, makanya orang sering menyebut disiplin ajaran ini
3.

dengan ilmu tauhid.


Ushuluddin : Ushuluddin merupakan bahasa Arab yang artinya pokokpokok agama. Ajaran ini merupakan ajaran pokok agama. Orang yang akan
memeluk Islam pertama-tama harus memahami tentang ajaran ini. Jadi ini
adalah ilmu dasar yang harus dipahami

4.

Fikih Akbar : Fiqh akbar artinya pemahaman terbesar, atau pemahaman


yang paling penting. Ajaran ini adalah ajaran yang harus mendapat
prioritas, pemahaman yang sangat penting sehingga disebut fiqh akbar.
Namun istilah ini sekarang jarang digunakan.

Ruang Lingkup Akidah Apa yang akan kita pelajari dalam akidah ini? Ulama telah
membagi ruang lingkup pembahasan akidah ke dalam 4 (empat) pembahasan, yaitu: Ilahiyat, yaitu pembahasan yang berkenaan dengan masalah ketuhanan utamanya
pembahasan tentang Allah. - Nubuwwat, yaitu pembahasan yang berkenaan dengan
utusan-utusan Allah, yaitu para nabi dan para rasul Allah. - Ruhaniyat, yaitu
pembahasan yang berkenaan dengan makhluk gaib, seperti Jin, Malaikat, dan Iblis. Samiyyat, yaitu pembahasan yang bekenaan dengan alam ghaib, seperti alam kubur,
akhirat, surge, neraka, dan lain-lain.
1.2. Bukti Adanya Allah

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Keberadaan Allah, Tuhan yang telah menciptakan dan memelihara alam semesta
dengan kekuasan dan kasih sayang-Nya adalah hal yang tak terbantahkan.
Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang
kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele). Namun, di sini
akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud (adanya) Allah swt, untuk
memberikan pengertian secara rasional. Mengimani Wujud Allah Subhanahu wa
Taala Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah,akal,syara,dan indera.
Hal itu didasarkan pada banyak dalil yang kuat dan bukti yang nyata, di antaranya:
1. Bukti Fitrah
Fitrah adalah sifat azasi (dasar yang masih murni) yang belum terpengaruh oleh
faktor-faktor eksternal. Kalau manusia dibiarkan dalam fitrahnya tentu ia akan
mengakui

adanya

Dzat

Mahahebat

yang

telah

memberinya

rezeki,

menghidupkan, dan mematikannya. Demikian itu karena manusia diciptakan di


atas fitrah itu.
2. Bukti Inderawi
Indera kita dapat menangkap bukti-bukti keberadaan-Nya dengan melihat,
mendengar, merasakan, atau menyentuhnya. Berbagai objek dan peristiwa yang
ada di sekitar kita menunjukkan keberadaan-Nya itu. Ada yang lahir ada pula
yang mati; ada laki-laki ada perempuan; ada yang sehat ada pula yang sakit; ada
yang baik dan menyenangkan, namun ada pula yang buruk dan menyebalkan;
ada yang besar ada yang kecil; ada kikir dan sombong, namun ada pula yang
dermawan dan rendah hati; ada yang mampu ada pula yang tidak mampu; dan
sebagainya. Itulah bukti inderawi yang nyata. Mengapa manusia tidak dapat
melahirkan anak dengan sifat-sifat sempurna sebagaimana yang ia inginkan?

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

3. Bukti Rasional
Bukti Rasional dapat kita analisa dengan teori sebab-akibat. Segala yang terjadi
pasti ada penyebabnya; namun logika akan mengatakan bahwa pasti ada
penyebab pertama dan utama yang memulai sebab-sebab itu, yang ada tanpa
disebabkan oleh sesuatu yang lain. Yang demikian itulah Allah: Al-Ahad, AlAwal, As-Shamad, lam yalid walam yulad.
4. Bukti Nash
Banyak ayat-ayat suci Al-Quran dan kitab-kitab suci sebelumnya yang
membicarakan tentang Allah dengan berbagai sifat-Nya. Demikian pula haditshadits yang ada dalam sunnah Nabi-Nya
5. Bukti Sejarah
Banyak peristiwa bersejarah di masa lampau semenjak Nabi Adam as. Hingga
hari ini yang menunjukka keberadaan, keagungan, dan kekuasaan Allah. Banyak
peninggalan bersejarah yang menunjukkan kejayaan bangsa-bangsa di masa
lampau. Berbagai bukti sejarah tersebut memberikan pelajaran sangat berharga
kepada manusia yang hidup di masa kini bahwa segala bentuk kebesaran dan
keangkuhan mereka tidak kuasa menghadapi kekuasaan Allah. Kebesaran
manusia sangat tidak ada artinya untuk dibandingkan dengan keagungan Allah
Kalau manusia mempelajari dan memahami dalil-dalil dan dan bukti-bukti
tersebut di atas, hati nurani mereka yang bersih akan mengakui keagungan Allah
yang telah menciptakan dan mengaturnya sedemikian rupa. Pengakuan ini dalam
Islam disebut sebagai tauhid rububiyah. Pengakuan akan rububiyatullah ini
menuntut komitmen dari manusia untuk mentauhidkan (mengesakan) -Nya
dalam uluhiyah.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Islam mengajarkan bahwa Dzat yang kita agungkan itu adalah Dzat yang telah
menciptakannya, memberinya rezeki, memeliharanya dan memilikinya. Oleh
sebab itu Allah pulalah yang berhak untuk mendapatkkan perlakuan sebagai
Tuhan yang dicintai, ditakuti, dirindukan, diikuti, ditaati, dan disembah. Islam
tidak membedakan antara Tuhan yang telah menciptakan, melindungi, dan
memiliki itu dengan Tuhan yang dicintai, diikuti, ditaati, dan disembah.
1.3. Konsep Taqdir Dalam Islam
Memahami Takdir Dengan Benar Keimanan seorang mukmin yang benar harus
mencakup enam rukun. Yang terakhir adalah beriman terhadap takdir Allah, baik
takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Salah memahami keimanan terhadap
takdir dapat berakibat fatal, menyebabkan batalnya keimanan seseorang. Terdapat
beberapa permasalahan yang harus dipahami oleh setiap muslim terkait masalah
takdir ini. Semoga paparan ringkas ini dapat membantu kita untuk memahami
keimanan yang benar terhadap takdir Allah. Wallahul mustaan.
1. Antara Qodho dan Qodar Dalam pembahasan takdir, kita sering mendengar
istilah qodho dan qodar. Dua istilah yang serupa tapi tak sama. Mempunyai
makna yang sama jika disebut salah satunya, namun memiliki makna yang
berbeda tatkala disebutkan bersamaan. Jika disebutkan qodho saja maka
mencakup makna qodar, demikian pula sebaliknya. Namun jika disebutkan
bersamaan, maka qodho maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan
Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun
perubahan terhadap sesuatu, Sedangkan qodar maknanya adalah sesuatu yang
telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan demikian qodar ada lebih
dulu kemudian disusul dengan qodho.
2. Empat Prinsip Keimanan kepada Takdir Pembaca yang semoga dirahmati oleh
Allah. Perlu kita ketahui bahwa keimanan terhadap takdir harus mencakup
empat prinsip. Keempat prinsip ini harus diimani oleh setiap muslim.
Pertama: Mengimani bahwa Allah Taala mengetahui dengan ilmunya yang

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

azali dan abadi tentang segala sesuatu yang terjadi baik perkara yang kecil
maupun yang besar, yang nyata maupun yang tersembunyi, baik itu perbuatan
yang dilakukan oleh Allah maupun perbuatan makhluknya. Semuanya terjadi
dalam pengilmuan Allah Taala.
Kedua: Mengimanai bahwa Allah Taala telah menulis dalam lauhul mahfudz
catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang
sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat.
Dalil kedua prinsip di atas terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. Dalam
Al Quran, Allah Taala berfirman Apakah kamu tidak mengetahui bahwa
sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?;
bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh).
Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah
3. Antara Kehendak Makhluk dan Kehendak-Nya Beriman dengan benar
terhadap takdir bukan berarti meniadakan kehendak dan kemampuan manusia
untuk berbuat. Hal ini karena dalil syariat dan realita yang ada menunjukkan
bahwa manusia masih memiliki kehendak untuk melakukan sesuatu. Dalil dari
syariat, Allah Taala telah berfirman tentang kehendak makhluk, Itulah hari
yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia
menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. (QS. An Nabaa:39)
dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At Taghobun
:16).
4. Macam-macam Takdir Pembaca yang dirahmati Allah, perlu kita ketahui
bahwa takdir ada beberapa macam:
a. Takdir Azali. Yakni ketetapan Allah sebelum penciptaan langit dan bumi
ketika Allah Taala menciptakan qolam (pena). Allah berfirman,
Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang
telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya
kepada Allah orangorang yang beriman harus bertawakal. (QS. At
Taubah:51).

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

b. Takdir Kitaabah. Yakni pencatatan perjanjian ketika manusia ditanya oleh


Allah:Bukankah Aku Tuhan kalian?. Allah Taala berfirman Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab:
Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang
demikian

itu)

agar

di

hari

kiamat

kamu

tidak

mengata-kan:

Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah


terhadap ini (keesaan Tuhan). atau agar kamu tidak mengatakan:
Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan
sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang)
sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena
perbuatan orang-orang yang sesat dahulu ? (QS. Al Araaf 172-173).
c. Takdir Umri. Yakni ketetapan Allah ketika penciptaan nutfah di dalam
rahim, telah ditentukan jenis kelaminnya, ajal, amal, susah senangnya,
dan rizkinya. Semuanya telah ditetapkan, tidak akan bertambah dan tidak
berkurang. Allah Taala berfirman, (
keraguan

tentang

kebangkitan

Hai manusia, jika kamu dalam

(dari

kubur),

maka

(ketahuilah)

sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari


setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal
daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami
jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami
kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami
keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsurangsur) kamu
sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan
dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun,
supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah
diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah
Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (QS. Al


Hajj:5).
d. Takdir Hauli Yakni takdir yang Allah tetapkan pada malam lailatul qadar,
Allah menetapkan segala sesuatu yang terjadi dalam satu tahun. Allah
berfirman,
5. Bersemangatlah, Jangan Hanya Bersandar Pada Takdir Sebagian orang
memiliki anggapan yang salah dalam memahami takdir. Mereka hanya pasrah
terhadap takdir tanpa melakukan usaha sama sekali. Sunngguh, ini adalah
kesalahan yang nyata.

Bukankah Allah juga memerintahkan kita untuk

mengambil sebab dan melarang kita dari bersikap malas? Apabila kita sudah
mengambil sebab dan mendapatkan hasil yang tidak kita inginkan, maka kita
tidak boleh sedih dan berputus asa karena semuanya sudah merupakan
ketetapan Allah. Akan tetapi hendaklah kau katakan: Ini sudah jadi takdir
Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. Karena perkataan
law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.
6. Faedah Penting Keimanan yang benar terhadap takdir akan membuahkan halhal penting, di antaranya sebagai berikut : Pertama: Hanya bersandar kepada
Allah ketika melakukan berbagai sebab, dan tidak bersandar kepada sebab itu
sendiri. Karena segala sesuatu tergantung pada takdir Allah. Kedua: Seseorang
tidak sombong terhadap dirinya sendiri ketika tercapai tujuannya, karena
keberhasilan yang ia dapatkan merupakan nikmat dari Allah, berupa sebabsebab kebaikan dan keberhasilan yang memang telah ditakdirkan oleh Allah.
Kekaguman terhadap dirinya sendiri akan melupakan dirinya untuk
mensyukuri nikmat tersebut. Ketiga: Munculnya ketenangan dalam hati
terhadap takdir Allah yang menimpa dirinya, sehingga dia tidak bersedih atas
hilangnya sesuatu yang dicintainya atau ketika mendapatkan sesuatu yang
dibencinya. Sebab semuanya itu terjadi dengan ketentuan Allah. Allah
berfirman,

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 2
Konsep Manusia Dalam Islam
Pengantar Proses penciptaan manusia Asal usul manusia dalam pandangan islam
tidak terlepas dari figur Adam sebagai manusia pertama. Adam adalah manusia
pertama

yang

diciptakan

Allah

di

muka

bumi

dengan

segala

karakter

kemanusiaannya.

2.1 Hakekat Manusia


Menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah; ia tidaklah muncul
dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Al-Quran surat al-Alaq ayat 2
menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dari segumpal darah; Al-Quran
surat al-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah; Al-Quran
surat al-Rahman ayat 3 menjelaskan bahwa Al-Rahman (Allah) itulah yang
menciptakan manusia. Masih banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa
yang menjadikan manusia adalah Tuhan. Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Allah.
Hakikat wujudnya yang lain ialah bahwa manusia adalah makhluk yan
perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Dalam teori yang
dikembangkan di dunia Barat, dikatakan bahwa perkembangan seseorang hanya
dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme). Sebagai lawannya berkembang pula teori
yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang hanya

Dudin Qohar [10114117] IF 4

ditentukan oleh

111

lingkungannya (empirisme). Sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang


mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan
lingkungannya (konvergensi).
Dalam Alquran ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia,
yaitu
1. insan / ins / annas
2. basyar
3. bani adam / dzurriyat adam
Sedangkan yang paling banyak di jelaskan dalam alquran adalah Basyar dan
insan . kata Basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya ( fisik) serta
persamaanya dengan manusia seluruhnya , sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya
kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu
( Muhamad ) maka apabila kamu mati apakah mereka akan kekal ? tiap tiap yang
berjiwa akan mati. kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami kamu dikembalikan (AlAnbiya : 34-35)
Kata Insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya ,
fisik psikis, jasmani dan rohani. di dalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yang
sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan , yaitu nafsu , akal dan rasa.
Nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dan
dinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah , yaitu kebaikan dan
kejahatan.
Akal sebagai potensi intelegensi berfungsi sebagai filter yang menyeleksi
mana yang benar dan mana yang salah yang didorong oleh nafsu akal akan membawa
manusia untuk memahami , meneliti dan menghayati alam dalam rangka memperoleh
ilmu pengetahuandan kesejahteraan .
Rasa merupakan potensi yang mengarah kepada nilai nilai etika, estetika
dan agama.
Sesungguhnya orang yang mengatakan : tuhan kami adalah Allah, kemudian
mereka berIstiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada
pula berduka (Qs Al Ahqaf : 13)
Ketiga potensi Dasar diatas membentuk Struktur kerohaniahan yang berada Di
dalam diri manusia yang kemudian akan membentuk manusia sebagai insan. Konsep

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

basyar dan insan merupakan konsep islam tentang manusia sebagai individu .
Sedangkan dalam Hubungan social Alquran memberikan istilah Annas yang
merupakan jamak dari kata insane dan perwujudan kualitas keinsanian manusia ini
tidak terlepas dari konteks sosialnya dengan lingkungan.
Menurut al- Toumy al- Syaibani definisi manusia adalah:
1. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia di muka bumi.
2. Manusia sebagai khalifah di muka bumi.
3. Insan makhluk sosial yang berbahasa.
4. Insan mempunyai tiga dimensi yaitu: badan, akal dan ruh
5. Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah
hasil pencapaian 2 faktor, yaitu faktor warisan dan lingkungan
6. Manusia mempunyai motivasi, kecenderungan dan kebutuhan awal baik

yang diwarisi mauun yang diperoleh dalam proses sosialisasi.


7. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang

lainnya.
8. Insan mempunyai sifat luwes, lentur, bisa dibentuk , bisa diubah
Hakikat manusia menurut Allah adalah makhluk yang dimuliakan,
dibebani tugas, bebas memilih dan bertanggung jawab.
2.2. Tujuan penciptaan manusia
Tujuan Umum Adanya Manusia di Dunia, Dalam al-quran Q.S. Al-Anbiya ayat 107
yang artinya, Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk Rahmat bagi
semesta alam
Ayat ini menerangkan tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT dan berada di dunia
ini adalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Arti kata rahmat adalah karunia,
kasih sayang dan belas kasih. Jadi manusia sebagai rahmah adalah manusia
diciptakan oleh Allah SWT untuk menebar dan memberikan kasih saying kepada
alam semesta. Manusia juga dibebankan menjadi

Khalifah Allah, Khalifah

sebenarnya adalah perwakilan Allah untuk memakmurkan bumi.


Dengan berpedoman pada QS Al Baqarah:30-36, maka status dasar manusia adalah
sebagai khalifah (makhluk penerus ajaran Allah) sehingga manusia harus :

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Belajar. Obyek belajar nya adalah ilmu Allah yang berwujud Al Quran dan
ciptaanNya.Hal ini tercantum juga di dalam QS An Naml: 15-16 dan QS Al
Mukmin: 54.
Mengajarkan Ilmu. Khalifah yang telah diajarkan ilmu Allah maka wajib
untuk mengajarkannya kepada manusia lain.Yang dimaksud dengan ilmu
Allah adalah Al Quran dan juga Al Bayan.
Membudayakan Ilmu. Ilmu Allah tidak hanya untuk disampaikan kepada
manusia lain tetapi juga untuk diamalkan sehingga ilmu yang terus diamalkan
akan membudaya. Hal ini tercantum pula di dalam QS Al Mumin:35
.
Tujuan Khusus Adanya Manusia di Dunia Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat: 56).
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara
mainmain (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembali-kan kepada Kami? (AlMukminun: 115).
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa
pertanggungjawaban)? (Al-Qiyamah: 36).
Jadi berdasarkan ayat diatas tujuan penciptaan dari manusia tak lain adalah untuk
ibadah. Ibadah sendiri artinya tunduk dan patuh kepada allah taala dengan penuh
kecintaan dan pengagungan dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya dan
menjauhi segala laranganlarangan-Nya sesuai dengan tuntutan yang ditetapkan dalam
syarita-syariat-Nya.
Tujuan Individu Dalam Keluarga Tujuan manusia berkelurga menurut Q.S. Al-Ruum
ayat 21 yang artinya: "Dan

diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia

menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram,
dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang . Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaaum yang mau berfikir."
Tujuan hidup berkeluarga dari setiap manusia adalh supaya tentram. Untuk menjadi
keluarga yang tentram, Allah SWT memberikan rasa kasih sayang. Oleh sebab itu,
dalam kelurga harus dibangun rasa kasih sayang satu sama lain.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Tujuan Individu Dalam Masyarakat Apabila berada di lingkungan masyarakat tidak


beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan siksa dan jauh dari keberkahan.
Oleh sebab itu, apabila dalam suatu masyarakat ingin hidup damai dan serba
kecukupan, maka kita harus mengajak setiap anggota masyarakat untuk memelihara
iman dan takwa. Allah berfirman :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al-Araaf :
96).
Pada dasarnya manusia memiliki dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu:
Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu

masyarakat
Keinginan untuk menjadi satu dengan suasan alam di sekelilingnya

Tujuan Individu Dalam Bernegara Sebagai makhluk hidup yang selalu ingin
berkembang menemukan jati diri sebagai pribadi yang utuh, maka manusia harus
hidup bermasyarakat/bersentuhan dengan dunia sosial. Lebih dari itu manusia sebagai
individu dari masyarakat memiliki jangkauan yang lebih luas lagi yakni dalam
kehidupan bernegara. Maka, tujuan individu dalam bernegara adalah menjadi
warganegara yang baik di dalam lingkungan negara yang baik yaitu negara yang
aman, nyaman serta makmur.
Tujuan Individu Dalam Pergaulan Internasional Setelah kehidupan bernegara, tidak
dapat terlepas dari kehidupan internasional / dunia luar. Dengan era globalisasi kita
sebagai makhluk hidup yang ingin tetap eksis, maka kita harus bersaing dengan ketat
untuk menemukan jati diri serta pengembangan kepribadian. Jadi tujuan individu
dalam pergaulan internasional adalah menjadi individu yang saling membantu dalam
kebaikan dan individu yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam
dunia globalisasi agar tidak kalah dan tersesat dalam percaturan dunia.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 3
Ibadah Dalam Islam
3.1. Definisi Ibadah Ibadah
secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan
menurut syara (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan
maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: 1. Ibadah adalah taat kepada Allah
dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya. 2. Ibadah adalah
merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling
tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. 3. Ibadah adalah
sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla,
baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini
adalah definisi yang paling lengkap.
Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut),
raja (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang),
dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan
tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah
qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah
yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi
tujuan penciptaan manusia.
3.2. Pembagian Ibadah
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan bahwa ibadah ada dua
macam yakni perkara syariat dan amal kebaikan.
Perkara syariat, yaitu segala hal yang wajib dijalankan dan wajib dijauhi
meliputi menjalankan kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, menjauhi apa yang
telah dilarangNya dan diharamkanNya yang jika dilanggar/dikerjakan berdosa.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya Allah telah
mewajibkan beberapa kewajiban (ditinggalkan berdosa), maka jangan kamu siasiakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan (dikerjakan berdosa),
maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu (dikerjakan
berdosa), maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan
beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu
perbincangkan dia. (Riwayat Daraquthni, dihasankan oleh an-Nawawi).
Amal kebaikan ada dua macam yakni; Amal kebaikan yang telah
dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Amal kebaikan yang tidak
dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun tidak bertentangan
dengan Al Quran dan Hadits seperti Sholawat Nariyah, Sholawat Badar, Ratib Al
Haddad, Maulid Barzanji, Maulid Nabi selama pengisian acaranya tidak bertentangan
dengan Al Quran dan Hadits , dll.
Perkara di luar perkara syariat atau perkara di luar dari apa yang telah
disyariatkanNya atau diwajibkanNya berlaku kaidah hukum asal segala sesuatu
adalah mubah sampai ada dalil yang melarangnya. Amal kebaikan adalah sarana
untuk meraih cintaNya. Kita tidak cukup hanya menjalankan perkara syariat, perlu
amal kebaikan untuk meraih cintaNya

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Persoalan-persoalan qaul Imam Syafii ini telah dijelaskan oleh salafus shalih,
diataranya Abdul Qayyum bin Muhammad bin Nasir as-Shaibani rahimahullahu
dalam kitabnya Beliau menjelaskan qaul Imam Syafii tersebut diantaranya:
Tidak diterima seharusnya perkataan sesorang manusia yang bertentangan
dengan sabda Rasulullah sholallahu alaihi wasallam walau siapapun orangnya. Sabda
Nabi adalah hujjah bagi setiap orang dan bukan perkataan seseorang itu menjadi
hujjah untuk menentang/meninggalkan sabda Nabi sholallahu alaihi wasallam
sedangkan nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam telah bersabda tentang
bidah:
Dalam hal ini juga Abdulah bin Abbas Radhiallahuanhuma berkata, yang
artinya: Tidak ada pendapat seseorang (yang) dapat diambil atau ditinggalkan kecuali
sabda Nabi sholallahu alaihi wasallam.[Fatawa aimatul Muslimin I/138 karya
Mahmud Khatab as-Subki]. Sebagai kesimpulan bahwa pendapat seseorang itu tidak
bisa berketerusan diterima bila bertentangan dengan sabda Nabi sholallahu alaihi
wasallam.
Bagi siapa yang mau mencoba untuk memahami tentang qaul Imam Syafii
maka dia tidak akan ragu-ragu lagi bahwa yang dimaksudkan dengan Imam Syafii
bidah dari segi bahasa ( ) bukan syari (). Ini berdalilkan kenyataan dari
Imam Syafii sendiri sesungguhnya setiap bidah dalam syara bertentangan dengan al
Quran dan As-Sunnah. Imam Syafie sendiri mengaitkan bidah yang baik dengan apa
yang tidak bertentangan dengan al Quran dan asSunnah karena setiap bidah
bertentang dengan firman Allah dan hadist Nabi sholallahu alaihi wasallam. Seperti
firman-Nya
Mengapa Islam keras terhadap permasalahan Bidah? Permasalahan bidah
memanglah sangat ditentang oleh agama karena bidah akan membawa kesesatan dan
setiap kesesatan itu berasal dari neraka, bahkan Nabi kita sendiri yang menyebutnya
bahwa setiap bidah itu adalah sesat. Maka dari itu sangatlah berbahaya sekali
bidah ini, karena bidah bisa mematikan sunnah dan merupakan seburuk-buruknya
perkara. Saya kutipkan dari beberapa kitab hadist yang menyatakan bidah itu adalah

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

sesat, dan perlu kita ketahui yang mengatakan sesat ini bukanlah dari seorang ulama
akan tetapi dari Nabi kita shalallahualai sallam, diantaranya:

BAB 4
Hikmah
4.1 Hikmah Dalam Al-Quran
Redaksi hikmah dalam al-Quran diulang sebanyak 20 kali. Dalam menjelaskan dan
menafsirkan hikmah, para penafsir mengemukakan dalil-dalil dimana yang
terpenting dari dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut:
1.

Yang dimaksud dengan hikmah adalah kenabian. Sebagaimana hal ini


disinggung pada ayat, Mereka (bala tentara Thlt) berhasil mengalahkan
bala tentara Jlt dengan izin Allah, dan (dalam peperangan itu) Dawud
berhasil membunuh Jlt. Kemudian Allah menganugrahkan kerajaan dan
hikmah kepada Dawud, dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendakiNya. (Qs. Al-Baqarah 251)

2.

Yang dimaksud dengan hikmah adalah syariat-syariat (ilmu tentang halal dan
haram). Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran, Dan Allah mengajarkan
kepadanya al-kitab dan hikmah (ilmu tentang halal dan haram) dan Taurat.
(QS. Ali Imran 48)

3.

Sebagian besar penafsir berpandangan bahwa yang dimaksud dengan hikmah


adalah pengetahuan al-Quran dan ilmu tentang nsikh dan mansukh, muhkam
dan mutasyabih, muqaddam dan muaakkhar dan sebagainya.Dan dalam alQuran disebutkan: Allah akan menganugrahkan hikmah kepada siapa yang
Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah tersebut, ia benarbenar telah dianugerahi kebaikan yang yang tak terhingga. Dan hanya orang-

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dan memahami hal
ini). (Qs. Baqarah 269)
4.

Disebutkan dari sebagian penafsir bahwa yang dimaksud dengan hikmah


adalah sampainya kepada hakikat pesan Tuhan dalam wilayah ucapan dan
perbuatan.

5.

Sebagian lainnya berkata, yang dimaksud dengan hikmah adalah pengetahuan


luas agama.

6.

Sebagian berkata bahwa yang dimaksud dengan hikmah adalah pemahaman


dan penerimaan yang benar dari agama.

7.

Dan sesuai dengan pandangan penafsir lainnya hikmah adalah pengetahuan


yang manfaat dan faidahnya adalah untuk membangun manusia.

8.

Dan akhirnya, Allamah Thaba-thabai berkata, Hikmah adalah muhkam


(kokoh) dan mutqan (mantap)-nya bentuk ilmu. Dimana tampaknya makna
yang disampaikan oleh Allamah Thab-thabai ini dapat dipandang sebagai
pandangan lengkap dan menyeluruh (jmi) atas pandangan lainnya.

4.2 Menurut Hadits Shahih


Imam Bukhari berkata, Al-hikmah artinya tepat dan benar, selain bermakna
nubuwwah.
Ibnu Hajar ( Pensyarah Hadits Bukhari ) berkata, berkenaan dengan hadits di atas,
terdapat perbedaan pendapat tentang makna Al-Hikmah, ada yang mengatakan bahwa
maknanya adalah tepat dan benar dalam perkataan; kebenaran yang dibuktikan oleh
akal; cahaya yang membedakan antara ilham dan bisikan; cepat menjawab secara
benar; dan di antara mereka juga ada yang mengatakan bahwa hikmah, dalam hadits
di atas berarti Al-Quran.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Menurut Hadits Dlaif


Adapun al-hikmah yang disebutkan dalam hadits dlaif namun maknanya bagus dan
tidak dinafikan sebagai hikmah bila benar datang dari Rasulullah, adalah :
Hikmah adalah barang berharga orang mumin yang hilang, barangsiapa yang
menemukannya kembali, maka dialah yang lebih berhak atasnya. Hadits ini
diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallahu anhu dan Ali radliyallahu, dengan
sanad yang lemah sekali.
Arti Hikmah hubungannya dengan filsafat

Al-Farabi berkata: Failusuf adalah orang yang menjadikan seluruh kesungguhan dari
kehidupannya dan seluruh maksud dari umurnya mencari hikmah yaitu memarifati
Allah yang mengandung pengertian memarifati kebaikan.
Ibnu Sina mengatakan, hikmah adalah mencari kesempurnaan diri manusia dengan
dapat menggambarkan segala urusan dan membenarkan segala hakikat baik yang
bersifat teori maupun praktik menurut kadar kemampuan manusia.
Muhammad Abduh mengatakan bahwa hikmah adalah ilmu yang berhubungan
dengan rahasia-rahasia, yang kokoh/rapi, dan bermanfaat dalam menggerakkan amal
pekerjaan.
Sementara itu ada yang berpendapat bahwa asal makna hikmah adalah tali kendali
untuk kuda dalam mengekang kenakalannya. Dari sini makna diambillah kata hikmah
dalam arti pengetahuan atau kebijaksanaan karena hikmah ini menghalang-halangi
dari orang yang mempunyai perbuatan rendah. Kemudian hikmah diartikan perkara
yang tinggi yang dapat dicapai oleh manusia dengan melalui alat-alatnya yang
tertentu yaitu akal dan metode-metode berpikirnya.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Hikmah yang diidentikkan dengan filsafat adalah ilmu yang membahas tentang
hakikat sesuatu, baik yang bersifat teoritis (etika, estetika maupun metafisika) atau
yang bersifat praktis yakni pengetahuan yang harus diwujudkan dengan amal baik.
Pengertian HIKMAH Dari Sumber Lain
Definisi AL-HIKMAH secara bahasa menurut kamus bahasa Arab, AL-HIKMAH
berarti : kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat,
kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al-Quranul karim.
Definisi Al- Hikmah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Hikmah:
Kebijaksanaan, Sakti, arti atau makna yg dalam, manfaat berhikmah berguna,
bermanfaat, memiliki kesaktian (kekuatan gaib dsb)
Hikmat atau Hikmah (bahasa Inggris: Wisdom adalah suatu pengertian dan
pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang
menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan
sesuai pengertian tersebut. Seringkali membutuhkan penguasaan reaksi emosional
seseorang (passions) supaya prinsip, pertimbangan dan pengetahuan universal dapat
menentukan tindakan seseorang. Hikmat juga berarti pemahaman akan apa yang
benar dikaitkan dengan penilaian optimal terhadap suatu perbuatan. Sinonimnya
termasuk: kebijaksanaan, kecerdasan, akal budi, akal sehat, kecerdikan; bahasa
Inggris: sagacity, discernment, or insight.
Menurut Filsafat
istilah hikmah,yang tampaknya sengaja dipakai agar terkesan bahwa filsafat itu
bukan barang asing, akan tetapi berasal dari dan bermuara pada al-Quran. al-Kindi,
yang menerangkan bahwa falsafah itu artinya hubb al-hikmah (cinta pada kearifan).
Sementara Ibn Sina menyatakan bahwa: hikmah adalah kesempurnaan jiwa manusia
tatkala berhasil menangkap makna segala sesuatu dan mampu menyatakan kebenaran
dengan pikiran dan perbuatannya sebatas kemampuannya sebagai manusia (istikmal

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

an-nafs al-insaniyyah bi tashawwur al-umur wa t-tashdiq bi l-haqaiq an-nazhariyyah


wa l-amaliyyah ala qadri thaqat al-insan).

Sedangkan Imam al-Jurjani rahimahullah dalam kitabnya memberikan makna ALHIKMAH secara bahasa artinya : ilmu yang disertai amal (perbuatan), atau perkataan
yang logis dan bersih dari kesia-siaan.
AL-HIKMAH juga bermakna : kumpulan keutamaan dan kemuliaan yang mampu
membuat pemiliknya menempatkan sesuatu pada tempatnya (proporsional/ADIL)
AL-HIKMAH juga merupakan ungkapan dari perbuatan seseorang yang dilakukan
pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula.
Para ulama tafsir rahimahumullah juga mempunyai definisi masing-masing tentang
ilmu AL-IKMAH. Yang mana antar pendapat tersebut saling berkaitan dan
melengkapi satu sama lain.
1.

Imam Mujahid mengartikan AL-HIKMAH, Benar dalam perkataan dan

2.
3.

perbuatan.
Ibnu Zaid memaknai, Cendekia dalam memahami agama.
Malik bin Anas mengartikan, Pengetahuan dan pemahaman yang dalam

4.

terhadap agama Allah, lalu mengikuti ajarannya.


Ibnul Qasim mengatakan, Memahami ajaran agama Allah lalu mengikutinya

5.

dan mengamalkannya.
Imam Ibrahim an-Nakhoi mengartikan, Memahami apa yang dikandung al-

6.

Quran.
Imam as-Suddiy

7.
8.

(kenabian).
Ar-rabi bin Anas berkata, Rasa takut kepada Allah.
Hasan al-Bashri memaknai, Sifat wara (hati-hati dalam masalah halal dan

9.

haram).
Imam al-Qurthubi berkata, Semua makna di atas saling berkaitan satu sama

mengartikan

AL-HIKMAH

dengan

an-Nubuwwah

lain, kecuali pendapat as-Suddi, ar-Rabi dan al-Hasan. Ketiga pendapat mereka

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

saling berdekatan satu sama lain. Karena AL-HIKMAH sumbernya dari ALAHKAM. Yang artinya mumpuni dalam perkataan dan perbuatan. Dan semua
makna yang disebutkan di atas adalah bagian dari AL-HIKMAH. Al-Quran itu
HIKMAH, sunnah Rasulullah juga HIKMAH.
10. Imam at-Thabari rahimahullah menambahkan, Menurut kami, makna
HIKMAH yang tepat adalah ilmu tentang hukum-hukum Allah yang tidak bisa
dipahaminya kecuali melalui penjelasan Rasulullah. Dengan begitu alHIKMAH disini berasal dari kata al-Hukmu yang bermakna penjelasan antara
yang haq dan yang bathil. Seperti kalimat al-Jilsah berasal dari kata al-Julus.
Kalau dikatakan bahwa si Fulan itu orang yang Hakiim, berarti dia itu orang
yang benar dalam perkataan dan perbuatan.
Sehingga orang yang dianugerahi HIKMAH adalah:
1.

Orang yang mempunyai ilmu mendalam dan mampu mengamalkannya.

2.

Orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan.

3.

Orang yang menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya (adil).

4.

Orang yang melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang
seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan.

5.

Orang yang mampu memahami dan menerapkan hukum Allah.

4.4 PENGERTIAN HIKMAH MENURUT NARASUMBER (WAWANCARA)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Drs. Muhammad Yadi


Hikmah adalah suatu pemikiran baik yang lahir sebagai suatu sisi di samping
sisi lainnya yang negatif, dan terjadi setelah kejadian dan dianggap sebagai
kejadian yang bersifat negatif.
Cara mendapatkannya adalah berusaha berpikir yang bersifat positif, dan
jangan berpikir yang bersifat negatif.
Drs. Asep D.S., M.E.
Hikmah adalah suatu hasil dari kejadian yang positif untuk dijadikan pelajaran
agar lebih baik lagi di masa mendatang.
Cara mendapatkannya adalah dengan cara mengambil pelajaran atas setiap
kejadian baik yang positif atau negatif.
H. Tonton, S.H
Hikmah sesuai dalam Al-Quran adalah segala kegiatan dan perkataan yang
sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.
Cara mendapatkannya adalah mempelajari Al-Quran.
Kiai Soleh
Hikmah adalah pengetahuan dan pemahaman yang terkandung dalam AlQuran.
Cara mendapatkannya adalah memahami Al-Quran.
Drs. Abdul Syauqy
Hikmah adalah aspek positif dari segala hal yang terjadi, baik kejadian
tersebut dipandang baik maupun tidak baik/merugikan.
Cara mendapatkannya selalu berpikir positif bahwa apapun yang terjadi pasti
untuk kebaikan.
Drs. Encu Nasrullah
Hikmah adalah suatu kejadian baik yang muncul dari kejadian-kejadian yang
tidak menggembirakan dan baru diketahui setelah kejadian yang tidak
menyenangkan tersebut dialami seseorang.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Cara mendapatkannya adalah menyesali atas perbuatannya yang tidak


menyenangkan.
Drs. Wahyu Tri
Hikmah adalah keutamaan dan kemuliaan yang mampu membuat pemiliknya
menempatkan sesuatu pada tempatnya/adil.
Cara menpatkannya adalah berusaha selalu dekat dengan Allah SWT. Dan
mempelajari Al-Quran dan Hadist.
Drs. Undang D.
Hikmah adalah dampak positif dari suatu kejadian, dimaksudkan positif
karena rencana Allah dengan iman dan ikhlas apapun kejadian tersebut kita
harus menerima dan memahami.
Seperti pengertian hikmah diatas kita dapat menilai kejadian apapun yang
menimpa kita secara positif, tidak berpikiran negatif terutama kepada Allah
SWT, maka kita akan mendapatkan hikmah tersebut.
Anton Sultoni, SE.
Hikmah adalah perbuatan yang didapat dari hasil ikhtiar dari suatu niat dan
kegiatan
Cara mendapatkannya adalah ikhtiar pada Allah SWT.
Drs. Ade Subhan
Hikmah adalah hasil suatu yang pengertian positif tidaknya tergantung cara
pemikkiran manusia sebagai makhluk beragama
Hikmah dapat didapat dari proses perumpamaan suatu kejadian yang otomatis
kita dapatkan dengan cara pandang yang positif maka itulah yang kita sebut
hikmah.
Drs. Dicky
Hikmah adalah merupakan suatu kejadian positif yang terjadi setiap umat
(khususnya) muslim. Sehingga setiap umat muslim bisa mengambil pelajaran
kehidupan.
Cara mendapatkannya adalah hikmah tersebut dengan cara berpikiran positif

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Ustad Djaja
Hikmah adalah Kesempurnaan dalam perbuatan manusia yang terjadi ketika
sesudah melakukan perbuatan.
Cara Medapatkannya adalah selalu berikhtiar pada Allah SWT.
Dr. A. Rizal
Hikmah adalah capaian tertinggi yang didapat manusia mengenai kebesaran
Yang Maha Kuasa (Allah SWT.) terkait tujuan manusia dan alam semesta
yang tercipta.
Cara mendapatkannya adalah mendekatkan diri pada Allah SWT.
Ustd. Agus Sunayo
Hikmah adalah ilmu tentang hukum-hukum Allah.
Cara mendapatkannya adalah mempelajari ilmu hukum Allah.
Drs. Oboy S.
Hikmah adalah hasil kegiatan positif dari semua kegiatan yang dicapai.
Cara mendapatkannya adalah melakukan kegiatan kegiatan positif.
Drs. Dedy K.
Hikmah menurut Imam Ibrahim An-Nakhoi : memahami apa yang
terkandung dalam Al-Quran.
Cara mendapatkannya adalah memahami Al-Quran.
Prof. Dede Mariana
Hikmah adalah ketika kita ridha pada sesuatu yang mengecewakan hati kita,
maka percayalah Allah SWT Akan menggantikan kesusahan itu dengan yang
lebih baik.
Cara mendapatkannya adalah selalu berbuat ridha.

Kiai Jafar Sidiq


Hikmah adalah kebijaksanaan dalam perbuatan yang bersifat positif.
Cara mendapatkannya adalah berpikir postif.
Dr. Drs. Darmawan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Hikmah adalah suatu keputusan yang baik dan bermanfaat dan dapat diperoleh
dengan cara tahajud.
Cara mendapatkannya adalah dengan cara tahajud.
Dr. Husin, M.Si
Hikmah adalah segala sumber kebaikan, ilmu tentang trategi.
Cara mendapatkannya adalah pendekatan vertikal di malam hari dan melalui
penelitian mendalam.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 5
HIKMAH YANG TERDAPAT DARI BUKU ASSEMBLING
(THE SPIRITUAL POWER)

BAB1 THERE IS NO GOD BUT I


Basmalah Sumber Segala Sesuatu
Ini adalah Rahasia terbesar dalam Islam yang pada saat ini para Umatnya belum
mampu memanfaatkannya. Ada energi besar yang terkandung Basmalah ini. Namun,
kehingar-bingaran dunia menjadikannya tak berampuh lagi tak bertuan. Seakan-akan
keberadaannya hanyalah sebuah simbolik dalam melafaskan ayat-ayat yang lain. Ini
hanyalah sebuah kritik bahwa Islam itu memiliki momen dan peluang energi yang
besar dalam bentuk real namun jadi begitu polemik dalam kalangan Islam sendiri.
kita sibuk mengkafirkans sesama.
6 kelebihan bacaan Bismillah diantaranya :
1. Membaca Bismillah sebanayk 21 kali sebelum tidur, dapat mengelakkan

gangguan syaitan, kecurian dan bala


2. Ucapkan salam dan Bismillah setiap kalli hendak memasuki rumah,

Insyaallah rumah tangga akan diberkati dan mendapat keharmonian


Bacakan Bismillah sebanyak 41 kali ke telinga orang yang pengsan.
Insyaallah akan dapat memulihkannya

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

3. Jika membaca Bismillah sebanyak 19 kali ketika bertemu orang yang dalam

keadaam marah, InsyaAllah dapat melembutkan hatinya


4. Lafaz Bismillah jika diucapkan sebanyak 100 kali dan dihembuskan kepada

orang yang berpenyakit selama tiga hari berturut-turut, inysallah penyakitnya


akan sembuh
5. Jika mahukan hajat seseorang itu dimakbulkan, dia hendaklah membaca

Bismillah apabila selesai solat Asar pada hari jumaat dalam keadaan suci
6.

dari hadas dan najis.


Hendaklah juga mengadap kiblat sehingggalah matahari terbenam

Selain itu, sesungguhnya Bismillah mempunyai berbagai khasiat lain. Diantaranya


adalah:
Barang siapa membaca Bismillah dan diikuti dengan lafaz, maka dia akan
dihindarkan daripada 70 musibah, kesusahan, penyakit akal dan bebal.
Sesiapa yang mengamalkan membaca Bismillah sebanyak 21 kali ketika hendak
tidur, nescaya dia aman dan bebas daripada syaitan, kecurian, maut yang mengejut
dan sebarang bencana
Apabila di baca sebanyak 19 kali apabila bertemu dengan orang yang berpangkat
besar,

yang

sombong

dan

garang,

InsyaAllah

akan

menjadi

lembut

Setiap kali bila memasuki rumah bacalah kalimah Bismillah itu sekali, insyaAllah
diberkati dan mendapat kebahgiaan dalam rumahtangga tersebut
Apabila dibaca sebanyak 100 kali dan dihembuskan kepada penyakit selama 3 hari
berturut-turut, Insyaallah sembuh penyakitnya
Barang siapa membaca Bismillah ketika hendak bersetubuh (jimak) maka anaknya
kelak akan menjadi orang yang cerdas dan terbuka hatinya sehingga anak-anak yang
soleh
Jika didapati seseorang yang sedang pingsan, maka hendaklah dibacakan Bismillah
sebanyak 41 kali pada telinganya, insya-Allah, dia akan sedar dan kembali siuman
dengan serta merta Sesiapa yang membaca Bismillah sebanyak 313 kali dan selawat
ke atas Nabi Muhammad s.a.w. sebanyak 100 kali pada hari ahad di saat matahari

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

terbit dengan mengadap kiblat.Maka Allah s.w.t. akan menganugerahkan rezeki tanpa
diduga sama sekali
Seseorang yang membaca Bismillah sebanyak 786 kali lalu ditiupkan pada air
sebelum diberi minum kepada seseorang yang bebal selama tujuh hari sebelum
matahari terbit, maka akan lenyaplah kebebalannya dan insya-Allah dia akan mudah
hafal terhadap apa yang didengarnya Sesiapa yang membaca Bismillah sebanyak 50
kali dihadapan orang zalim atau penguasa yang bengis, maka dia akan segera tunduk
atau ketakutan.
Barang siapa menulis Bismillah 101 kali lalu diletakkan di sawahnya, maka insyaAllah sawah itu akan menjadi subur dan terjaga daripada sebarang bencana
Sesiapa yang menpunyai hajat kepada Allah s.w.t maka sebaiknya dia berpuasa pada
hari Rabu, Khamis dan Jumaat.
Bagi seseorang yang ingin sentiasa dilapangkan dan dipermudahkan rezekinya serta
mempunyai keberkatan luar biasa, disegani dan dimuliakan oleh makhluk, maka
hendak membaca Bismillah sebanyak 66 kali dengan memanjangkan lafaz jalahannya
Untuk mengubati sesuatu penyakit, boleh diikhtiarkan dengan menulis Bismillah
sebanyak 66 kali lalu diberi air diberi minum kepada orang yang berpenyakit dan
orang yang terkena cubaan Untuk mengubati sakit pening pula hendaklah dituliskan
lafaz Bismillah sebanyak 21 kali ke atas kertas lalu dikalungkan kepada orang sakit
kepala itu
Bagi orang yang mengharap supaya hajatnya dikabulkan oleh Allah s.w.t. dia
hendaklah membaca Bismillah selesai sembahyang Asar pada hari Jumaat dalam
keadaan suci dari hadas dan najis dan menghadap kiblat sehinggalah matahari
terbenam. Kemudian, mohonlah kepada Allah mengenai hajat yang dimintanya,
insya-Allah dengan semalam kemurahan dan sifat Rahman dan Rahimnya akan
dikabulkan Oleh Allah
Barang siapa yang menulis lafaz Bismillah sebanyak 50 kali dengan huruf jawi lalu
dibawa dan pergi ke depan orang zalim, maka dia kan terhindar daripada sebarang
niat jahat itu. Ketika menghadapnya, hendaklah dia membaca Bismillah sebanyak 50
kali pula

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Dengan Basmalah kita mampu meredam kejahatan memasuki arena kehidupan kita,
dengan basmalah kita mampu menarik segala kebaikan. Namun, Basmalah tidak
sekedar ucapan saja tapi ada substansi dasar yang harus dimengerti dan dipraktekkan.
Disitulah letak rahasianya. Bismillah (Dalam Nama Allah) adalah awal dari segala
sesuatu yang baik, jadi kita akan mulai dengan itu. Frase ini terpujilah tanda Islam,
satu terus-menerus dibacakan oleh semua makhluk melalui lidah mereka disposisi.
Jika Anda ingin melihat sumber yang tak habis-habisnya kekuatan dan berkat, maka
manfaatkanlah power Basmalah ini.
Bismillahirrahmanirrahim adalah tujuan memerintah manusia untuk mulai bertindak
setiap dalam nama Allah? Kata operasi di sini adalah nama. Ketika kita memakai
nama merek misalnya kita melakukan itu untuk tujuan - untuk bisa mendapatkan
berdiri di sebuah masyarakat di mana nama-nama ini diakui. Seorang bayi, misalnya
diberi nama setelah seseorang yang satu suka dihormati, sehingga menghidupkan
kembali memori nama.
Shaheed Murtaza Muthahhari dalam bukunya 'Memahami Alquran' menulis bahwa
alasan mengapa kita mulai dalam nama Allah. Dia mengatakan "Ini adalah untuk
tujuan memberikan yang bertindak sentuhan suci dan membuatnya diberkati. Ketika
seorang manusia yang memiliki sentimen alami dari Allah dan menganggap Dia
esensi suci dan sumber dari semua Grace, dimulai suatu tindakan dalam nama-Nya ,
itu berarti bahwa karena, bangsawan kesucian dan kebesaran-Nya, tindakan untuk
menjadi suci. "
Sebuah kisah Nabi Muhammad (SAW) kemudian menjelaskan bahwa ada seorang
anak di antara mereka yang lupa untuk mengatakan Bismillahirrahmanirrahim
(Dengan menyebut nama Allah, yang Pengasih dan Penyayangi) dan Setan, setan
duduk untuk makan dengan dia.
Anak itu baru saja ingat dan berkata: Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut
nama Allah, yang Pengasih dan Penyayang), dari awal sampai akhir.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Setan, setan sehingga muntah dan dengan demikian Nabi Muhammad (SAW) telah
tersenyum.
Signifikansi dan Pentingnya Bismillah: Berhenti dari neraka
Signifikansi dan Pentingnya BismillahProphet Muhammad (SAW) telah mengatakan
bahwa pada hari penghakiman akan ada beberapa orang yang akan harus pergi ke
neraka (neraka) karena perbuatan buruk mereka.
Namun, dari orang-orang ini, akan ada beberapa orang yang memiliki kebiasaan
untuk mengatakan Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah, yang
Pengasih dan Penyayang) sebelum mereka melakukan sesuatu atau masuk mana saja.
Jadi, ketika mereka akan dibawa ke neraka (neraka) oleh para malaikat, mereka akan
sangat sedih tapi mereka akan mengatakan Bismillahirrahmanirrahim (Dengan
menyebut nama Allah, yang Pengasih dan Penyayangi) Allah akan memberitahu para
malaikat - "STOP"
Allah akan memberitahu mereka bahwa Dia tidak bisa membiarkan seseorang yang
mengatakan Bismillahirrahmanirrahim (artinya Dengan menyebut nama Allah, yang
Pengasih dan Penyayang) panggilan-Nya Rahman dan Rahim masuk neraka
Daya dan Nilai Bismillah: Bisa berjalan di atas air. Daya dan Worth dari
BismillahSyed Murtadha adalah seorang aalim besar (ulama) yang hidup bertahuntahun yang lalu. Dia telah banyak siswa yang menghadiri kelas itu.
Pada salah satu kelas, ia menyadari bahwa salah satu siswa selalu datang terlambat.
Suatu hari Syed Murtadha bertanya kepada siswa "Kenapa kamu selalu terlambat?"
Mahasiswa itu menjawab bahwa ia tinggal di seberang sungai dan selalu mengambil
feri pertama di tapi layanan feri tidak memulai lebih awal.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Syed Murtadha menulis sesuatu di selembar kertas, melipatnya dan memberikannya


kepada siswa. "Terus ini dengan Anda" katanya "dan Anda akan dapat berjalan
menyeberangi sungai dari besok - namun jangan membuka kertas.
Keesokan harinya siswa harus sungai dan ragu-ragu meletakkan kakinya di atas air.
Dia tidak bisa percaya bahwa ia benar-benar bisa berjalan di atas air.
Selama beberapa hari berikutnya, ia tiba di kelas tepat waktu.
Suatu hari, ia tidak dapat menahan rasa ingin tahunya. Dia tampak dalam selembar
kertas terlipat. Di atasnya tertulis Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama
Allah, yang Pengasih dan Penyayang).
Untuk sesaat ia berpikir - "Apakah ini semua yang membantu saya berjalan di atas
air!" Dia meletakkan kertas dalam saku seperti biasa dan pergi ke sungai untuk pergi
ke kelas nya. Kali ini ia tidak bisa berjalan di atas air dan harus menunggu feri. Ini
berarti bahwa ia sudah terlambat untuk kelasnya.
Ketika kelas berakhir, Syed Murtadha memanggil dia dan berkata, "Anda melihat ke
kertas ketika aku telah memberitahu Anda untuk tidak!"
Dengan Bismillahirrahmanirrahim(Dengan menyebut nama Allah, yang Pengasih dan
Penyayang) , Anda dapat memindahkan gunung asalkan Anda memiliki kepercayaan
dan iman kepada Allah.
Demikianlah Power, Daya dan Nilai dari Basmalah. Semoga Saudaraku sekalian bisa
memanfaatkan sebaik-baiknya Ilmu ini.

Basmalah Induk Matematika

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Kalimah Basmalah terdiri dari 19 huruf yang nyata. Dari 19 huruf yang nyata
tersebut, terdapat susunan 4 kelompok kalimat dan kata yaitu Bism (3 huruf),
Allah (4 huruf), ar-Rahmaan (6 huruf), dan ar-Rahiim (6 huruf). Sehingga
diperoleh jumlah huruf dari ke-4 kalimat dan kata yang membangun kalimah
Basmalah menjadi 19 huruf.

Didalam al-Quran jumlah dari 4 kata yang membangun kalimat Basmalah yaitu
Bism, Allah, ar-Rahmaan, dan ar-Rahiim ditemukan dengan suatu jumlah
yang mengikuti suatu komposisi perkalian dimana bilangan 19 menjadi faktor pengali
yang tetap. Jadi secara umum berlaku nx19. Hubungan yang berlaku atas fakta-fakta
demikian adalah (Lihat M. Quraish Shihab, Membumikan al-Quran, Mizan,
1998) :
Bism : 1x19=19 kali, jadi kata Bism ditemukan sebanyak 19 kali didalam alQuran pada beberapa surat.
Allah : 142x19=2698 kali
ar-Rahmaan : 3x19=57 kali
ar-Rahiim : 6x19 = 114 kali

Jumlah kata ar-Rahiim ditemukan sebanyak 114 kali yaitu sejumlah surat alQuran. Sebenarnya terdapat 1 kalimat ar-Rahiim yang menjadi kata ke-115 namun
kata ini tidak merujuk kepada penyifatan Allah namun kepada sifat-sifat Nabi
Muhammad SAW yaitu pada QS 9:128.
Dengan fakta demikian, para ahli Ijaz Adadi sepakat bahwa angka 19 menjadi basis
dasar bilangan yang menentukan kodefikasi penyusunan al-Quran. Hal ini menjadi
sangat penting karena dengan adanya fakta demikian maka kodefikasi al-Quran
sebenarnya sangat akurat dan eksak mengikuti suatu sistematisasi yang sebenarnya

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

menggambarkan makna yang sangat luas bahwa al-Quran adalah rahasia semesta
alam yang tersirat dalam QS,

Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu)
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang
telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan
semesta alam.(QS 10:37)

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka
(katakanlah olehmu): "Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan
ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah
diri (kepada Allah)?"(QS 11:14)
Dua frase kalimat yang penting yang menjadi salah satu kunci pemahaman dalam 2
ayat diatas adalah (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan
menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di
dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. Yang menegaskan kalimat
sebelumnya bahwa AlQuran adalah firman Tuhan sehingga apa yang ada
didalamnya merupakan suatu keputusan Allah SWT yang telah ditentukan sebelum
semua makhluk diciptakan-Nya, semua kitab suci Wahyu yang pernah diturunkan
adalah al-Quran sebagai satu-satunya Ummul Kitab, dan mengandung suatu
ketetapan dan kepastian yang tidak akan mungkin untuk diubah sampai akhir zaman
seperti tersirat dalam QS 48:23 yang menjadi basis kajian otentifikasi al-Quran
Musaf Utsmani ini.
Dalam frase maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?, Allah sebenarnya
memberikan kisi-kisi bagaimana cara untuk memahami al-Quran yaitu dengan
berserah diri dan tentunya berendah hati dengan instrumen yang diberikan kepada alInsaan yaitu akal pikiran dengan Iqra (QS 96:1-5) yang benar dan Penyucian Jiwa

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

(QS 91:9). Dalam arti yang luas, kedua aspek penting dari pendekatan untuk
memahami al-Quran tersebut tidak lain menjadi akhlak dan perilaku yang
ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan utuh dan benar (jadi bukan sekedar
berbaju atau berteriak mengatasnamakan Islam namun akhlak dan perilakunya jauh
dari akhlak Rasulullah SAW yang berendah hati di hadapan Allah sehingga iapun
menjadi hamba dan Kekasih-Nya. Simak juga maksud ayat QS 9:128-129).
Hikmah BAB 1
Para ulama menerangkan hikmah bacaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim. Dari semua
itu dapat disimpulkan, bahwa dengan bacaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim yang
diucapkan di awal aktivitas berarti:
1. Kita telah menghubungkan diri kita dengan Allah.
2. Kita menyadari sepenuhnya bahwa perbuatan itu dilakukan karena Allah dan
untuk meraih ridha-Nya.
3. Kita menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kekuatan yang diberikan Allah kita
tidak akan mampu melakukan aktivitas apapun.
Basmallah sebuah kalimat yang tidak asing bagi seorang muslim. Basmallah
diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Rasulullah bersabda,
Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan
mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.
Syekh Muhd.Abdul berkata didalam tafsirnya : Al-Quran itu Imam dan ikutan
kita,karena itu Al-Quran dimulai dengan kalimat ini,yaitu dengan Bismillah.Itu satu
petunjuk bagi kita agar sekalian perbuatan kita dimulai dengan membaca Bismillah.

THE POWER OF BASMALAH

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Setiap

Muslim

pasti

pernah

membaca

bismillah

atau

bismillahirrahmanirrahim. Selain menjadi bacaan rutin atau harian, bismillah juga


merupakan bacaan mulia yang didesain Allah SWT sebagai bacaan pembuka semua
surat dalam Alquran kecuali surat at-Taubah atau al-Barah.
Membaca bismillah memang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW
ketika kita hendak memulai aktivitas yang baik. Sabda Nabi, "Segala sesuatu
(aktivitas yang baik) yang tidak dimulai dengan bismillah, akan terputus (nilai
keberkahannya)". (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dengan kata lain, kunci kebaikan dan pangkal keberkahan dalam meraih citacita mulia adalah membaca bismillah.
Bismillah bukan sekadar bacaan pembuka, tetapi merupakan zikir hati yang
dapat memancarkan cahaya keagungan Sang Pencipta.
Menurut Bediuzzaman Said Nursi dalam karya monumentalnya, Rasail anNur, bismillah itu bacaan yang supermulia sehingga Allah SWT memilihnya sebagai
bacaan pembuka bagi Kitab Suci-Nya, Alquran. Menurutnya, bismillah memiliki tiga
keagungan yang indah dan perlu dimaknai oleh setiap Muslim.
Pertama, keagungan uluhiyyah (ketuhanan). Semua makhluk bersandar,
bergantung, dan memerlukan pertolongan-Nya. Menyebut "Dengan nama Allah yang
Mahapengasih Mahapenyayang" berarti meyakini sepenuh hati, Allah SWT adalah
sumber kehidupan, poros kebajikan, tujuan pengabdian, dan muara segala nilai
keberkahan.
Bismillah memberikan motivasi dan spirit ketuhanan untuk 'menghadirkan'
dan 'mengikutsertakan' Tuhan dalam kehidupan kita. Bismillah adalah gerbang
menuju keikhlasan dan harapan mulia, yaitu meraih mardhatillah (ridha Allah).
Membiasakan membaca bismillah sama dengan belajar untuk tidak melupakan Allah.
Sebab lupa kepada Allah merupakan penyakit hati yang dapat menyebabkan
kefasikan dan hilangnya keberkahan hidup ini.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang
yang fasik." (QS Al-Hasyr [59]: 19).
Kedua, keagungan rahmaniyyah (kasih). Melafalkan bismillah merupakan doa
bagi Muslim untuk memperoleh kasih-Nya yang tak terbatas. Bismillah menjadi
pintu tercurahnya rahmat Allah dalam menggapai kebahagiaan hidup ini.
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk
orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman
kepada

ayat-ayat

Kami." (QS

Al-A'raf

[7]:

156).

Ketiga, keagungan rahimiyyah (kasih sayang). Jika kasih Allah diberikan kepada
semua makhluk-Nya, kasih sayang-Nya hanya diberikan kepada Muslim, terutama di
akhirat kelak.
Bismillah menumbuhkan keyakinan kasih sayang Allah itu mengatasi
segalanya, sehingga hanya Allah-lah yang akan memberi ampunan dan pertolongan
pada hari perhitungan (yaumul hisab) nanti.
Dengan bismillah, Muslim diingatkan agar selalu beristighfar kepada-Nya karena
Allah Mahapengampun dan Mahapenyayang.
Keagungan bismillah tidak hanya karena ia merupakan salah satu ayat dari
surat Alfatihah, tapi juga induk Alquran itu sendiri.
Dari Abu Hurairah ra Nabi Muhammad saw bersabda: Jika kamu membaca
Alhamdulillah, maka bacalah Bismillahirrahmanirrrahim, karena ia adalah ummul
Quran (induk Alquran) dan Assabul matsani (tujuh ayat yang dibaca berulangulang atau Alfatihah), sedangkan bismillah itu termasuk salah satu ayatnya. (HR
Addaruqutni).
Bismillah termasuk etika (adab) spiritual untuk 'menyapa' dan mengakrabkan diri
dengan Allah SWT.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Keagungan bismillah juga tercermin dari esensi al-Asma al-Husna (arRahman ar-Rahim) yang terkandung di dalamnya. Bahkan dua nama dan sifat utama
Allah ini sesungguhnya merupakan intisari dari al-Quran.
Dalam buku Kanzul Ummal fi Sunan al-Aqwal wal Afal karya Alauddin
al-Muttaqi dinyatakan Semua kitab suci yang pernah diturunkan oleh Allah itu
(esensinya) ada dalam Alquran.
Semua yang ada dalam Alquran itu ada dalam surat al-Fatihah. Sedangkan
semua yang ada dalam al-Fatihah itu ada dalam bismillah.
Oleh karena itu, kita harus selalu membaca bismillah dalam memulai segala
sesuatu yang positif agar aktivitas kita bernilai ibadah dan mendapatkan berkah.
Kita pun harus yakin aktivitas yang didahului dengan bismillah dapat mendatangkan
kebaikan dan kemuliaan; sebaliknya bismillah dapat menjauhkan kita dari kesia-siaan
dan boleh jadi kemaksiatan.

Pertama, dilindungi dari gangguan Jin & Setan


Dan sabda Rasulullah: Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila
salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.
Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika
masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: Tidak ada tempat istirahat dan
makan malam untuk kalian. Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika
masuk, maka setan berkata: Kalian telah mendapatkan tempat istirahat. Dan apabila
ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:Kalian mendapatkan tempat
istirahat dan makan malam
Kedua, dilindungi dari gangguan orang yang bermaksud jahat
Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, Berhatihatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu, maka

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

ia berkata, berikanlah kepadaku, dan ia pun mengambil dengan tangannya dan


membaca: Bismillah, lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan
bahaya kepadanya. Hadist tersebut diatas memperjelas betapa pentingnya
mengucapkan basmallah ketika akan memulai suatu pekerjaan sehari-hari yang
bersifat positif.
KISAH BERKAH DI BALIK BASMALLAH
Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik
dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.
Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap
kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya
tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejak, Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap
Bismillah.
Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya
memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : Suatu hari
nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan uang yang
banyak kepada isterinya dengan berkata, Simpan duit ini. Isterinya mengambil duit
itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat
tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu
mengambil uang tersebut dan mencampakkan dompet berisi uang itu ke dalam perigi
di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata,
Berikan padaku uang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan.
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh
suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan uang itu dia

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

membuka dengan membaca, Bismillahirrahmanirrahiim. Ketika itu Allah S.W.T.


menghantar malaikat Jibril untuk mengembalikan dompet yang berisi uang itu dan
menyerahkan uang itu kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala
perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan
perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak melekukan suatu
pekerjaan.
Dari semua itu dapat disimpulkan, bahwa dengan bacaan Basmalah yang diucapkan
di awal aktivitas berarti

Kita telah menghubungkan diri kita dengan Allah.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa perbuatan itu dilakukan karena Allah dan
untuk meraih ridha-Nya.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kekuatan yang diberikan Allah kita
tidak akan mampu melakukan aktivitas apapun.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 2 I AM ALLAH
KEBERADAAN ALLAH MENURUT AL-QUR'AN DAN AS SUNNAH

Ketika para ulama salaf ditanya tentang kaiffiyah istiwa (cara Allah
bersemayam) mereka menjawab: "Istiwa (bersemayam) Allah itu sudah dipahami,
sedangkan cara-caranya tidak diketahui; mengimaninya (istiwa) adalah wajib dan
bertanya tentangnya adalah bid'ah." Jadi, kaum salaf sepakat bahwa kaiffiyah istiwa
itu tidak diketahui oleh manusia dan bertanya tentang hal itu adalah bid'ah. Karena
hal itu tidak dilakukan oleh para salaf di zamannya.
Jika ada orang yang bertanya, "Bagaimana cara Allah turun ke langit dunia?"
Maka tanyakanlah kepadanya, "Bagaimanakah DIA?" Jika dia mengatakan, "Saya
tidak tahu kaiffiyah (kondisi)-Nya." Maka jawablah, "Maka dari itu kita tidak
mengetahui kaiffiyah turun-Nya. Sebab untuk mengetahui kaiffiyah sifat harus
terlebih dahulu mengetahui kaiffiyah dzat yang disifati itu." Karena sifat itu adalah
cabang dan mengikuti yang disifatinya. Begitu juga ketika kita ingin menanyakan
sifat keberadaan Allah. Kita harus tahu kondisi Allah. Jadi bagaiman mungkin kita
menjelaskan cara Allah mendengar, melihat, berbicara, bersemayam, turun, padahal
kita tidak mengetahui bagaimana kaifiyyah dzat-Nya?
Satu-satunya yang bisa menjelaskan keberadaan Allah, hanyalah Allah
subhanahu wata'ala sendiri. Dan Allah sendiri telah menjawab pertanyaan ini lewat
nash-nash dalam Alqur'an atau As Sunnah. Keterangan dari keduanya itulah yang
sebenarnya bisa diterima dan diakui dalam aqidah Islam, jauh dari konsep pemikiran
akal manusia. Sebab jawaban kita hanya semata-mata dari keterangan Allah
Subhanahu Wata`ala sendiri yang secara formal telah memperkenalkan diri-Nya
kepada kita.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

1. Allah Berada di Atas Arsy


Keterangan dari Allah ini dapat kita temukan pada ayat-ayat-Nya di bawah ini:
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam
kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintangbintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah
hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS.Al-Araf : 54)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala
urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya.
yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu
tidak mengambil pelajaran? (QS. Yunus : 3)
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian.
Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masingmasing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan, menjelaskan
tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Rad : 2)
Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy .(QS. Thaha : 5)
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam
enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy , Yang Maha Pemurah, maka
tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (QS. Al-Furqan : 59)
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara
keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy . Tidak ada

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi
syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(QS. As-Sajdah : 4)
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia
bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa
yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadaNya . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat
apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hadid : 4)
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu
delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (QS. Al
Haaqqah: 17)

2. Allah Berada di Langit


Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia
akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu
berguncang. Atau apakah merasa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia
akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui
bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku. (QS Al-Mulk : 16-17).
Selain itu ada hadits dari Rasulullah SAW yang juga menjelaskan tentang di
manakah Allah SWT itu .
Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Kasihanilah yang
di bumi maka kamu akan dikasihani oleh YANG DI LANGIT". (HR. Tirmiziy).

Rasulullah bersabda: Tidakkah kalian mau percaya kepadaku padahal aku

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

adalah kepercayaan dari Tuhan yang ada di langit. [Bukhari no.4351 kitabul
Maghazi; Muslim no.1064 Kitabuz Zakat]
Namun tentang bagaimana keberadaan Allah SWT di langit dan di asry, kita
tidak punya keterangan pasti. Maka kita imani keberadaannya sedangkan teknisnya
seperti apa, itu majhul atau tidak dapat diketahui karena keterbatasaan panca indera
serta keterbatasan akal manusia. Dan bertanya tentang seperti apa teknisnya adalah
bidah. Ini adalah jawaban paling aman dan inilah yang diajarkan Imam Ahmad
kepada kita.
3. Tentang Allah Dekat dan Ada di Mana-mana
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa
yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya." (QS. Qaaf : 16)
Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo'a
apabila ia berdo'a kepada-Ku...(QS Al-Baqarah: 186).
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat
apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid : 4)
Namun kata maa tidak berarti menunjukkan tempat seseorang berada. Sebab
dalam percakapan kita bisa mengatakan bahwa aku menyertaimu, meski pada
kenyataannya tidak berduaan. Sebab kebersamaan Allah SWT dalam ayat ini adalah
berbentuk muraqabah atau pengawasan.
Seperti ketika Rasulullah berkata pada Abu Bakar saat berada di dalam gua,
"Jangan kamu sedih, Allah beserta kita". Ini tidak berarti Allah SWT ikut masuk gua.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Tapi, lebih bermakna bahwa mereka berada dalam pengawasan Allah. Jadi,
keterangan yang mengatakan Allah ada di mana-mana bukan merujuk pada tempat
atau keberadaan-Nya, melainkan kebersamaan-Nya melalui pengawasan serta ridaNya bagi orang-orang yang teguh berada di jalan-Nya.
Perpaduan antara ma'iyah (kebersamaan) dan 'uluw (keberadaan di atas) bisa
terjadi pada makhluk. Seperti dikatakan: "Kami masih meneruskan perjalanan dan
rembulan pun bersama kami". Kalimat ini tidaklah dianggap bertentangan, padahal
sudah barang tentu bahwa orang yang melakukan perjalanan itu berada di bumi
sedangkan rembulan berada di langit. Apabila hal ini bisa terjadi pada makhluk, maka
bagaimana pikiran Anda dengan Al-Khaliq yang meliputi segala sesuatu?
Apakah tidak bisa dikatakan bahwa Dia bersama Makhluk-Nya di samping
Dia Maha Tinggi berada di atas mereka, terpisah dari mereka, bersemayam di atas
'arsy-Nya? (Kaidah-kaidah Utama..., hal. 156).
Syeikh 'Utsaimin menjelaskan tentang, ayat "...Dan Dia bersama kamu di
manapun kamu berada." (QS 57: 4), bahwasannya ma'iyah (kebersamaan) dalam ayat
ini sama sekali tidak menunjukkan pengertian Allah Subhanahu Wata'ala bercampur
dengan makhluk atau tinggal bersama di tempat mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-'Aqidah Al-Waasithiyah (hal. 115,


cetakan ketiga, komentar Muhammad Khalil Al-Harras), mengatakan:
"Dan pengertian dari firman-Nya: 'Dan Dia bersama kamu', bukanlah berarti bahwa
Allah itu bercampur dengan makhluk-Nya karena hal ini tidak dibenarkan oleh
bahasa. Bahkan, bulan sebagai satu tanda dari tanda-tanda (kemahatinggian dan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

kebesaran) Ilahi, yang termasuk di antara makhluk-Nya yang terkecil dan terletak di
langit itu, tetapi dia dikatakan bersama musafir dan yang bukan musafir di mana saja
berada padahal musafir tentunya berada di bumi, terpisah dari bulan yang berada di
langit)."
Menurut Syeikh 'Utsaimin: Tidak ada orang yang berpendapat dengan makna
bathil (Allah bercampur dengan makhluk atau tinggal bersama di tempat mereka) ini
kecuali Al-Hululiyah (Pantheisme) seperti orang-orang terdahulu dari Jahmiyah dan
mereka yang mengatakan bahwa Allah dengan dzat-Nya berada di setiap tempat.
Maha suci Allah dari perkataan mereka dan amat besar dosanya atas ucapan yang
keluar dari mulut mereka. Apa yang
mereka katakan tiada lain adalah kebatilan.
Perkataan mereka ini telah dibantah oleh para ulama Salaf dan imam yang
sempat

menjumpainya,

karena

perkataan

tersebut

menimbulkan

beberapa

konsekwensi yang tidak dapat dibenarkan yang menunjukkan bahwa Allah


mempunyai sifat-sifat kekurangan dan mengingkari keberadaan Allah di atas
makhluk-Nya.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Umar membacakan ayat "Dan
kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah
wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui".
(QS. Al Baqarah: 115) kemudian menjelaskan peristiwanya sebagai berikut. Ketika
Rasulullah SAW dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah shalat sunnat di atas
kendaraan menghadap sesuai dengan arah tujuan kendaraannya. (Diriwayatkan oleh
Muslim, Tirmidzi dan Nasa'i yang bersumber dari Ibnu Umar.)
Kalimat maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah
maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia
berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan Allah ada di mana-mana
adalah bathil karena itu merupakan perkataan golongan bid'ah dari aliran Jahmiyah
dan Mu'tazilah serta aliran lain yang sejalan dengan mereka. Jawaban yang benar
adalah yang diikuti oleh Ahli Sunnah wal Jama'ah, yaitu Allah subhanahu wa ta'ala
ada di langit di atas Arsy, di atas semua makhlukNya. Akan tetapi ilmu-Nya ada di
mana-mana (meliputi segala sesuatu).
Bagaimana seseorang bisa mengatakan bahwa dzat Allah berada pada setiap
tempat, atau Allah bercampur dengan makhluk, padahal Allah SWT itu "KursiNya
meliputi langit dan bumi" (QS 2:255), dan "Bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya
pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya" (QS 39:67)?

4. Tentang Allah Ada di Dalam Diri dan Hati Manusia


Dalam hadis qudsi (hadis yang maksudnya berasal dari Allah SWT, lafalnya
berasal dari Nabi SAW) disebutkan bahwa Allah SWT berfirman:
"Barang siapa memusuhi seseorang wali-Ku, maka Aku mengumumkan
permusuhan-Ku terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan hamba-Ku
kepada-Ku yang lebih kusukai daripada pengamalan segala yang Kufardukan atasnya.
Kemudian, hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan
melaksanakan amal-amal sunnah, maka Aku senantiasa mencintainya. Bila Aku telah
cinta kepadanya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku
penglihatannya yang dengannya ia melihat, aku tangannya yang dengannya ia
memukul, dan Aku kakinya yang dengan itu ia berjalan. Bila ia memohon kepada-Ku,
Aku perkenankan permohonannya, jika ia meminta perlindungan, ia Kulindungi."
(HR. Bukhari).

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Hadis ini sering digunakan sebagai dalil oleh para sufi untuk menunjukan
kebersatuan Allah dengan makhluk-Nya. Atau istilahnya, manunggaling kawula
Gusti. Ini jelas pendapat yang tidak benar. Bagaimana mungkin Dzat Allah bercampur
dengan Makhluk-Nya?
Firman Allah Ta'ala: "Bila Aku telah cinta kepadanya, jadilah Aku
pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku penglihatannya yang dengannya
ia melihat, aku tangannya yang dengannya ia memukul, dan Aku kakinya yang
dengan itu ia berjalan. Bila ia memohon kepada-Ku, Aku perkenankan
permohonannya, jika ia meminta perlindungan, ia Kulindungi",
sesungguhnya memiliki makna bahwa Allah membenarkannya, menjaganya
mengenai pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan kakinya, maka ia tidak
menggunakan anggota-anggota badannya ini untuk bermaksiat, dan ia hanya
menggunakannya dalam ketaatan pada Allah Azza wa Jalla.
Ibnu Daqiq Al-Ied berkata: "Arti firman Allah itu bahwa ia (yang dicintai
Allah ini) tidak mendengarkan apa yang tidak diizinkan Allah baginya untuk
mendengarnya, dan tidak melihat sesuatu yang tidak diizinkan Allah untuk
melihatnya, dan tidak mengulurkan tangannya kepada sesuatu yang tidak diizinkan
Allah untuk menjangkaunya, dan tidak berjalan kecuali kepada hal yang diizinkan
Allah baginya untuk menuju padanya..." selesailah artinya itu, dan tafsiran itu
ditunjukkan pula oleh firmaNya dalam akhir hadits Qudsi tersebut: Bila ia memohon
kepada-Ku, Aku perkenankan permohonannya, jika ia meminta perlindungan, ia
Kulindungi."

Artinya,

Allah

Ta'ala

menyertainya

dengan

menyetujuinya,

menolongnya, dan menjaga anggota-anggota badannya dari segala larangan, karena


balasan itu adalah setimpal dengan perbuatan.
Dengan penjelasan-penjelasan di atas, maka terbantahlah pendapat yang
mengatakan bahwa Allah bersemayam dalam hati dan diri manusia.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

5. Tentang Allah Seperti Udara, Angin, Cinta, dll


Nu'aim bin Hammad, guru Imam Al Bukhari mengatakan, "Barang siapa
menyamakan Allah dengan makhluk, maka ia kafir. Barang siapa menolak sifat Allah
yang disandangkan-Nya untuk Diri-Nya atau disandangkan oleh Rasul-Nya maka ia
kafir. Dan dalam sifat-sifat Allah yang disandangkan oleh-Nya atau oleh Rasulullah
saw. tidak ada kesamaan atau kemiripan dengan sifat-sifat makhluk-Nya.
Sebagaimana firman Allah:
Tidak ada yang sama dengan-Nya sesuatu apapun (QS.Asy-Syuura: 11)
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya (QS. Al-Ikhlas: 4)
Maka janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah (QS.AnNahl: 47).
Ketidaktahuan dalam masalah ini merupakan sesuatu yang masih dapat
dimaafkan. Demikian juga halnya dengan kekeliruan dan kesalahan dalam
memberikan penafsiran. Seandainya hal tersebut tidak dapat dimaafkan, tentu apa
yang dilakukan oleh para mutakallimin (teolog) yang menafsirkan nash-nash yang
menjelaskan sifat-sifat Allah dihukumi sebagai kekufuran. Di mana mereka
membawa nash-nash tersebut kepada pemahaman yang majazi/kiasan (bukan arti
yang sebenarnya), dan menganggap hal itu bukan merupakan sesuatu yang tetap bagi
Allah dalam pengertian yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan prasangka mereka yang
mendorong mereka untuk menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Dengan
demikian, maka penolakan mereka terhadap nash-nash yang berkaitan dengan
masalah sifat-sifat Allah ini didasarkan kepada keinginan untuk menyucikan Allah
SWT dari penyerupaan terhadap makhluk-Nya, menurut prasangka mereka. Dengan
demikian, maka dapat dipahami bahwa sebenarnya, mereka tidak bermaksud menolak
atau mengingkari nash-nash tersebut dengan maksud ingin mendustakannya.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata, "Imam Ahmad ra


menaruh belas kasihan kepada mereka (yakni, aliran Jahmiyyah) dan memaafkan
mereka. Karena, menurut pandangan beliau bahwa mereka itu tidak mendustakan
Rasulullah saw dan tidak mengingkari risalah (ajaran) yang dibawanya. Akan tetapi,
mereka keliru dalam memberikan
penafsiran dan mereka mengikuti pendapat orang yang mengatakan hal itu kepada
mereka."
Manhaj dalam memahami nama dan sifat Allah yang disebutkan dalam Alqur'an dan
Sunnah tanpa melakukan:
1. Tasybih, yakni menyerupakan Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya;
2. Tahrif, yakni mengubah atau mengganti lafal-lafal nama dan sifat Allah.
Atau mengganti artinya;
3. Ta'thil (pengabaian, membuat tidak berfungsi)l, yakni menampik sifat
Allah dan menyangkal keberadaannya pada Dzat Allah Swt;
4. Takyif (mengondisikan), yakni menentukan kondisi dan menetapkan
esesi-Nya. Inilah mazhab para salafsahabat, tabi'in, serta tabi'ut
tabi'in.
Wallahu'alam bishshawab

Hikmah beriman kepada Allah.


1.

Kemerdekaan jiwa kekuasaan orang lain.

2.

Dapat menimbulkan keberanian untuk terus maju dalam membela kebenaran.

3.

Menimbulkan keyakinan untuk terus maju dalam membela kebenaran.

4.

Mendapatkan kehidupan yang baik, adil dan makmur akan dipercepat oleh

Allah.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 3 AYAT KAUNIYAH


Perkara yang tidak mungkin sampai kepada Muhammad Saw melalui kecerdasan
fitrah dan akal yang cemerlang adalah perkara ilmiah yang tertera di dalam Al
Quranul Karim. Perkara-perkara ilmiah itu membuktikan kebenaran Kitab Suci
tersebut dan membuktikan secara umum bahwa Al Quran memang benar-benar di
wahyukan dari sisi Allah Azza wajalla. Sekalipun Al Quran turun berabad-abad
sebelum ilmu pengetahuan modern namun tidak ada seorangpun yang mampu
menetapkan satu kesalahan ilmiah yang ada di dalamnya. Seandainya Al Quran
ucapan manusia biasa tentu sesuatu yang mustahil. Pemikiran-pemikiran manusia
pada jaman Muhammad Saw tentang masalah alam dan cabang-cabang ilmu
pengetahuan yang lain akan merupakan suatu permainan yang batil seandainya
diterapkan melalui kacamata ilmu pengetahuan modernsekarang ini.
1. Informasi Allah tentang Bersatu-padunya Alam pada Awalnya
Allah Swt berfirman :
Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulunya adalah sesuatu yang padu kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. (Al Anbiya 30) Berdasarkan tafsir ayat tersebut diatas, maka alam pada
mulanya bersatu padu, kemudian terpisah dan terhampar di angkasa raya. Ini adalah
suatu teori ilmiah modern tentang alam. Para ilmuwan berpendapat , berdasarkan
penyelidikannya terhadap penomena alam berpendapat, pada mulanya bendanya
pada, tidak bergerak, berbentuk gas panas dan tebal serta bersatu padu. Dalam alam
ini telah terjadi suatu ledakan teramat dahsyat, minimal sebelum 5.000.000.000.000
tahun. Kemudian baru terpisah dan saling berjauhan bagianbagiannya. Hal itu
menghasilkan gerakan benda tersebut menjadi sesuatu yang harus tetap berlanjut
sesuai dengan hokum alam yang mengatakan bahwa kekuatan gravitasi yang terdapat
di dalam bagian-bagian benda tersebut berkurang secara bertahap karena saling
berjauhan. Oleh karena jaraknya menjadi luas. (Al Islam Yatahadda: 214)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Barangkali saja dalam hal ini adalah tafsiran ayat kauniyah:


Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami
benar-benar telah meluaskannya.(Adz Dzariyat 47).
Maksudnya, Allah Azza Wajalla telah menjadikan langit itu luas atau dia memperluas
di
dalamnya , Wallahu Alam.
2. Informasi Allah tentang Pergantian yang Cepat Antara Siang dan Malam.
Allah Swt berfirman:
Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Al
Araf 54)
Maksud ayat di atas adalah bahwa siang dan malam , masing2 mengikuti secara cepat
dengan tidak terputus. Ayat tsb mengandung suatu isyarat tentang rotasi bumi yang
menyebabkan datangnya siang dan malam. Ayat ini sesuai dengan ilmu pengetahuan
modern kita. Demikian pula firman Allah Swt:
Dia menutupkan malam kepada siang dan menutupkan siang kepada malam. (AzZumar 5)
Dia memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan siang ke dalam
malam. (Faathir 13)
Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masingmasing
beredar pada garis edarnya. (Al Anbiya 33)
Seorang angkasawan Rusia, Gagarin setelah terbang ke angkasa sekitar bumi
mengatakan bahwa dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri pergiliran gelap dan
cahaya yang cepat dipermukaan bumi karena adanya rotasi bumi. (Al Islam
Yatahadda 213)
3. Informasi Allah tentang Tiang Langit yang Tak Terlihat
Allah Swt berfirman:

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Allah lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. (Ar
Raad 2)
Ayat tersebut sesuai dengan pendapat orang dahulu bahwa dia pernah menyaksikan
alamyang besar yang berdiri tegak di angkasa raya yang terdiri dari matahari, bulan
dan
planet-planet, namun dia tidak melihat satu tiang pun. Di dalam ayat tsb orang
modern mendapatkan tafsiran penyelidikannya yang menetapkan bahwa benda2
langit berdiri tegak tanpa tiang di angkasa.
Hanya saja disana ada tiang yang tak terlihat yang etrcermin di dalam hokum
gravitasiyaitu yang membantu setiapbenda tsb untuk tetap berada pada tempatnya
yang telah ditentukan. (AL Islam Yatahadda: 212)
Al Hafidzh Ibnu KatsirRahimahullah berkata dalam tafsir ayat tersebut,
Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas, Mujahid, Hasa, dan Qotadah mengatakan bahwa
langit mempunyai tiang namun tidak terlihat. (Tafsir Ibnu Katsir surat Ar Raad 2).
Cobalah anda perhatikan persesuaian antara tafsir lama tersebut dengan apa yang
di tetapkan oleh penemuan ilmiah modern.
4. Informasi Allah tentang Tekanan Udara
Allah Swt berfirman:
Dan barangsiapa yang di kehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan
dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. (Al Anam 125)
Sekarang ini yang kami ketahui, gas oksigen yang amat penting untuk bernafas dan
hawa udara (secara umum) semakin jauh dari permukaan bumi semakin berkurang.
Oleh karena itu menusia akan merasakan sesak bila naiksemakin tinggi, bahkan bisa
mengakibatkan pingsan. Ayat tsb mengandung suatu dalil nubuwah dan sebagai bukti
bahwa Al Quran berasal dari sisi Robb langit dan bumi. Pada jaman Muhammad
Saw ilmu tsb tidak dikenal, baik oleh orang alim maupunjahil. Ilmu ini hanya
diketahui setelah manusia naik ke tingkat udara yang lebih tinggi pada jaman modern.
Maha benar
Allah dengan Firmannya:

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Katakanlah:Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia langit
dan bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al
Furqan 6)
5. Informasi Allah tentang Peredaran Bumi
Allah Swt berfirman:
Dan kamu lihat gunung- gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia
berjalan seperti jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah yang membuat dengan
kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (An Naml 88)
Demi jiwaku yang ada di tangan Nya. Ayat tersebut merupakan ayat yang paling
agung yang menunjukan kebenaran Rasulullah Saw dalam hal bahwa Al Quran
adalah firman Allah, bukan ucapan manusia. Seperti yang telah diketahui sekarang
ini, bumi berputar pada garis edarnya secara sempurna setiap 24 jam. Hal ini
(Wallahualam) sesuai dengan yang disyariatkan Allah Swt dalam ayat diatas. Orang
yang melihat ke gunung secara dekat mengira gunung tetap pada tempatnya, tidak
bergerak. Tetapi seorang antariksawan memastikan bahwa sekalipun gunung tersebut
dilihatnya tetap pada tempatnya namun sebenarnya dia berjalan seperti jalannya
awan. Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Sesungguhnya Dia
Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
6. Informassi Allah tentang Fungsi Angin bagi Tumbuhan.
Allah Swt berfirman
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuhtumbuhan) dan Kami
turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali
bukanlah kamu yang menyimpannya. (Al Hijr 22)
Orang2 dahulu berpendapat, kalau awan tebal maka akan turun hujan, Namun
sekarang sudah maklum. Ketebalan uap air dalam bentuk titik-titik hujan tidak akan
menimbulkan hujan sekalipun kadar kelembaban yang ada di dalam gumpalan udara
tsb mencapai 400 % kalau tidak mengandung unsur garam atau es yang sangat kecil.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Sesungguhnya anginlah berperan memindahkan unsur2 tsb sampai apabila bertemu


dengan ijin Allah di gumpalan udara yang lembab terjadi kondensasi kemudian turu
hujan. Angin juga berperan membentuk awan yang berguruh. Angin memindahkan
udara panas yang sangat lembab dari permukaan bumi ke tingkat udara yang tertinggi
yang sangat dingin. Kemudian uap air yang dibawanya berkondensi membentuk awan
yang berguruh, lalu turun hujan dengan ijin Allah. Disamping itu angina juga
memindahkan tepung2 sari dari bunga jantan ke bunga betina, yang kemudian dengan
ijin Allah menghasilkan buah. Ilmu semacam ini bagaimana terlintas di akal orangorang buta huruf?
7.Informasi Allah tentang Angin Pembawa Hujan
Allah Swt berfirman:
Dan Dia lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum
kedatangan rachmat-Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan
mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di
daerah itu. (Al Araf 57)
Ini adalah yang kita lihat sekarang melalui foto bumi dan awan yang ada di atasnya,
dan yang di siarkan pula oleh satelit buatan sehari-hari. Kemudian kita lihat, suhu
yang rendah dan awan yang dikandungnya yang ada di atas Aljazair di ujung barat
mulai bergerak menuju arah timur melalui timur afrika, lalu ke Mesir, jazirah Arab,
kemudian ke Negara Persi. Ini semua dalam rangka memberi hujan yang telah
ditakdirkan

Allah

Bagi

daerah-daerah

tersebut.

Demikianlah

Allah

Swt

mengendalikan awan mendung. Semua ini tidak diketahui oleh orang2 terdahulu yang
ada di wilayah timur, seperti jazirah Arab, pada musim dingin langit cerah apabila
angina barat laut. Namun mendekatidaerah2 yang bersuhu rendah sampai angina
tersebut beralih menuju barat daya, langit berawan, kemudian turunlah hujan. Angin
tersebut pembawa berita gembira akan turunnya hujan. Maha Suci Allah yang Maha
Mengetahui segala sesuatu.
8. Informasi Allah tentang Langit Sebagai Atap

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Allah Swt berfiman:


Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara sedang mereka
berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (Al
Anbiya 32)
Para

ilmuwan

sekarang

menjelaskan

kepada

kita

bahwa

udara

yang

bertumpuktumpuk di atas bumi, seandainya ketinggiannya lebih rendah dari yang ada
maka berjutajuta meteor yang setiap hari terbakar di angkasa akan jatuh mengenai
seluruh bagian bola bumi dan mungkin akan membakar segala sesuatu. Namun
karena langit adalah atap yang kokoh maka bumi dan segala isinya terpelihara dari
meteor-meteor tersebut.
9. Informasi Allah tentang Jarak Antar Planet
Allah Swt berfirman:
Maka Aku bersumpah dengan letak planet-planet, sesungguhnya sumpah itu adalah
sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Al Waqiah 75-76)
Orang2 dahulu jika melihat langit dan segala planet yang ada di dalamnya seperti
melihat lampu2, namun mereka belum mengetahui jarak masing2 antara planet itu
dan berapa besarnya planet-planet tersebut. Akalnya tidak mengetahui berapa jarak
antara planet-planet tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa jaraknya mencapai
batas yang hayali. Maka selayaknyalah jika Allah bersumpah dengannya karena
keagungannya (karena sangat jauhnya). Kelompok planet yang paling dekat saja
dengan kita jaraknya sekitar 700.000 tahun cahaya, padahal satu tahun cahaya sama
dengan 10.000.000.000.000 km (sepuluh Triliun km).
Abul Hasan Al Mawardi Rahimahullah berkata di dalam Alamun Nubuwah, Apabila
telah terbukti kemukjizatan Al Quran dari segi ini secara keseluruhan, maka
masingmasing layak untuk menjadi mukjizat. Kalau AL Quran mencakup seluruhnya
maka kemukjizatannya berarti lebih kuat, hujjah-hujjahnya lebih jelas, dan seolaholah seperti membelah lautan dan menghidupkan orang mati. (Alamun Nubuwah:
73)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Namun saya berpendapat, Al Quran lebih besar dan lebih jelas dari pada itu karena
Al Quran adalah mukjizat yang tetap ada sampai sekarang dan seterusnya, sekalipun
mukjizat para Rasul yang terdahulu telah lenyap dengan kematian mereka.

Hikmah
-

Kita dapat Hidup didunia ini


Dengan adanya oksigen di bumi, kita dapat hidup seperti ini dan tidak perlu
besusah payah untuk mencari oksigen dan tidak mengganggu aktifitas setiap

harinya.
Kita dapat menikmati ciptaan allah, dan jangan lupa untuk mensyukurinya

BAB 4 AYAT TANZILIAH


Nabi Adam As., memiliki ilmu yang begitu luhur, pangkat yang paling tinggi
sehingga Malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepadanya. Nabi Adam
juga telah diberikan oleh Allah kebebasan untuk menggunakan segala fasilitas yang
ada di surga. Tetapi akhirnya, karena tergoda oleh rayuan iblis, maka dia dan istrinya
harus turun ke bumi.
Kisah yang dapat kita baca didalam al-Quran tersebut, menjadi sebuah contoh bagi
kita bahwasnya kekayaan yang melimpah, pangkat yang tinggi, ilmu yang luhur tidak
akan menjadikan iblis berhenti menggoda manusia supaya lupa kepada Allah. Oleh
karena itu kita harus mencari petunjuk.
Petunjuk tersebut tidak lain adalah al-Qur'an. Allah Swt. berfirman :

Artinya : Alif Laam Miim. Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi orang yang bertaqwa.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Apakah kita sudah menjadi orang yang bertaqwa? Jika belum menjadi orang yang
bertaqwa, bagaimana mungkin al-Qur'an sebanyak 30 juz tersebut menjadi petunjuk
bagi kita. Oleh karena itu carilah orang yang bertaqwa. Dalam ayat selanjutnya Allah
menjelaskan ciri-ciri orang yang bertaqwa itu yaitu mereka yang beriman kepada
yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang dianugerahkan
Allah, beriman kepada kitab al-Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya serta mereka yakin
akan kehidupan akhirat.
Jangan salah pilih! Karena Allah menjelaskan pada ayat berikutnya tentang golongan
orang Kafir dan golongan orang Munafiq. Alhamdulillah kita telah bertemu dengan
pangersa Abah. Dia telah memberikan petunjuk kepada kita melalui amalan Tharekat
Qodiriyyah Naqsyabandiyyah ini. Sehingga jika petunjuknya kita amalkan niscaya
petunjuk tersebut akan menjadi rahmat, menjadi penawar, menjadi obat penyembuh
penyakit-penyakit hati.

Artinya : Dan Kami turunkan dari al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang dzalim selain kerugian.

Artinya : Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu
dan jadi penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk
serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Hikmah
1. Menghilangkan Dosa
2. Obat Mata
3. Menjaga Lisan Dari Fitnah dan Memfitnah
4. Meraih Ilmu Pengetahuan
5. Tabungan Akhirat
6. Mengetahui Status
7. Aplikasi Segala Kehidupan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 5 PRESPEKTIF TAUDILLAH


Tidak dapat dipungkiri, bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya satu. Meski
demikian, banyak orang yang menyembah Tuhan yang berbeda-beda. Ada yang
menyembah matahari sebagai Tuhannya. Ada yang menyembah Tuhan Bapak, Tuhan
Anak, dan sebagainya. Ada juga yang hanya menyembah Allah semata.
Lalu, manakah Tuhan yang benar menurut Islam? Bagaimana ciri-cirinya?
Sesungguhnya, kita tidak mengetahui sedikit pun tentang Tuhan, meski demikian,
dalam Al Quran, Tuhan menjelaskan sifat-sifatnya.
Menurut ajaran Islam, Tuhan adalah pencipta segalanya:
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)
sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah
ia. [Al Baqoroh:117]
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan)
Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:
Jadilah (seorang manusia), maka jadilah dia. [Ali Imran:59]
Katakanlah: Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan
makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? katakanlah:
Allah-lah

yang

memulai

penciptaan

makhluk,

kemudian

mengulanginya

(menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada


menyembah yang selain Allah)? [Yunus:34]
Tuhan juga memiliki semua yang ada, baik di bumi, langit, mau pun yang ada di
antara keduanya:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu
ialah Al Masih putera Maryam. Katakanlah: Maka siapakah (gerangan) yang dapat

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera


Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia
menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
[Al Maaidah:17]
Tuhan juga telah ada sebelum segala sesuatu ada (awal). Tuhan juga akan tetap ada,
ketika yang lain telah musnah (akhir):
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. [Al Hadiid:3]
Oleh karena itu, tidak mungkin Tuhan lahir, ketika makhluk lain sudah ada, atau pun
meninggal, ketika makhluk lain masih ada. Jika ada, itu tidak lain hanyalah makhluk
ciptaan Tuhan belaka.
Hanya ada satu Tuhan, yaitu: Allah.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwasanya Allah salah
satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,
pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [Al
Maa-idah:73]
Allah tidak punya sekutu.
Katakanlah: Siapakah Tuhan langit dan bumi? Jawabnya: Allah. Katakanlah:
Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal
mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka
sendiri?. Katakanlah: Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau
samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa
sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka? Katakanlah: Allah adalah Pencipta
segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. [Ar Rad:16]
Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak
mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan
penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. [Al
Israa:111]
Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan sekutu.
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain)
beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa
makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan
sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, [Al
Muminuun 91]
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. [Al Ikhlas:4]
Allah Maha Mengetahui, baik yang zahir mau pun yang ghaib.
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). [Al Anaam:59]
Allah Maha Kuasa. Sering kita terpukau akan kegagahan/keperkasaan seseorang.
Namun mereka semua tidak ada yang kekal. Orang-orang yang besar dan ditakuti
seperti Jengis Khan, Hitler, Roosevelt, semua musnah di tangan Allah yang Maha
Kuasa dan Maha Mematikan.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia
datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa
berbuat demikian. [An Nisaa:133]
Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah),
yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan
dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula
untuk mengambil) sesuatu kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan,
menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. [Al Furqaan:3]
Allah Maha Mengatur. Sering kita lihat jembatan yang telah dirancang oleh para ahli
dan dibangun ratusan tukang dengan tiang-tiang yang kuat, roboh seketika. Atau lalulintas udara yang diatur dengan radar, pengawas udara, serta pilot dan co-pilot, tetap
selalu mengalami kecelakaan setiap tahunnya.
Namun tidak pernah sekalipun langit yang tanpa tiang ambruk menimpa bumi.
Matahari tidak pernah menabrak bulan atau bumi, meski semuanya telah beredar
selama milyaran tahun. Itulah bukti bahwa keteraturan itu terjadi karena adanya Sang
Maha Pengatur: Allah.
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,
kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan.
Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan
(makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini
pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. [Ar Rad:2]
Allah juga telah memberikan banyak nikmatnya kepada manusia:
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,
dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu
segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan
sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [Al Baqarah:22]

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan
siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan
apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi
sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan
pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh
(terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
[Al Baqarah:164]
Itulah beberapa sifat dari Allah, Tuhan kita. Sifat-sifat Allah lainnya tercermin dalam
99 nama Allah (Asma ul Husna).
Hikmah
-

Kita Mempercayai bahwa tuhan kita adalah Allah


Beriman Kepada Allah
Allah itu bukan satu dari tiga
Allah itu bukan satu dari dua
Allah tidak beranak

BAB6 HAKIKAT MANUSIA


Al-Qur'an menegaskan kualitas dan nilai manusia dengan menggunakan tiga
macam istilah yang satu sama lain saling berhubungan, yakni al-insaan , an-naas ,
al-basyar , dan banii Aadam .
Manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga
diperlukan teguran dan peringatan.
Sedangkan kata an-naas (terambil dari kata an-nawsyang berarti gerak; dan
ada juga yang berpendapat bahwa ia berasal dari kata unaas yang berarti nampak)
digunakan untuk menunjukkan sekelompok manusia baik dalam arti jenis manusia
atau sekelompok tertentu dari manusia.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Manusia disebut al-basyar, karena dia cenderung perasa dan emosional


sehingga perlu disabarkan dan didamaikan. Manusia disebut sebagai banii Aadam
karena dia menunjukkan pada asal-usul yang bermula dari nabi Adam as sehingga dia
bisa tahu dan sadar akan jati dirinya. Misalnya, dari mana dia berasal, untuk apa dia
hidup, dan ke mana ia akan kembali.
Penggunaan istilah banii Aadam menunjukkan bahwa manusia bukanlah
merupakan hasil evolusi dari makhluk anthropus (sejenis kera). Hal ini diperkuat lagi
dengan panggilan kepada Adam dalam al-Qur'an oleh Allah dengan huruf nidaa (Yaa
Adam!). Demikian juga penggunaan kata ganti yang menunjukkan kepada Nabi
Adam, Allah selalu menggunakan kata tunggal (anta)dan bukan jamak (antum)
sebagaimana terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 35.
Manusia dalam pandangan al- Qur'an bukanlah makhluk anthropomorfisme
yaitu makhluk penjasadan Tuhan, atau mengubah Tuhan menjadi manusia. Al-Qur'an
menggambarkan manusia sebagai makhluk theomorfis yang memiliki sesuatu yang
agung di dalam dirinya. Disamping itu manusia dianugerahi akal yang
memungkinkan dia dapat membedakan nilai baik dan buruk, sehingga membawa dia
pada sebuah kualitas tertinggi sebagai manusia takwa.
Al-Qur'an memandang manusia sebagaimana fitrahnya yang suci dan mulia,
bukan sebagai manusia yang kotor dan penuh dosa. Peristiwa yang menimpa Nabi
Adam sebagai cikal bakal manusia,yang melakukan dosa dengan melanggar larangan
Tuhan, mengakibatkan Adam dan istrinya diturunkan dari sorga, tidak bisa dijadikan
argumen bahwa manusia pada hakikatnya adalah pembawa dosa turunan.
Al-Quran justru memuliakan manusia sebagai makhluk surgawi yang sedang
dalam perjalanan menuju suatu kehidupan spiritual yang suci dan abadi di negeri
akhirat, meski dia harus melewati rintangan dan cobaan dengan beban dosa saat
melakukan kesalahan di dalam hidupnya di dunia ini. Bahkan manusia diisyaratkan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

sebagai makhluk spiritual yang sifat aslinya adalah berpembawaan baik (positif,
haniif).
karena itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan
indah. Tidak ada makhluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia
itu. Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa kualitas dan hakikat baik benar dan
indah itu selalu mengisyaratkan dilema-dilema dalam proses pencapaiannya.
Artinya, hal tersebut mengisyaratkan sebuah proses perjuangan yang amat
berat untuk bisa menyandang predikat seagung itu. Sebab didalam hidup manusia
selalu dihadapkan pada dua tantangan moral yang saling mengalahkan satu sama lain.
Karena itu, kualitas sebaliknya yaitu buruk, salah, dan jelek selalu menjadi batu
sandungan bagi manusia untuk meraih prestasi sebagai manusia berkualitas mutaqqin
di atas.
Gambaran al-Qur'an tentang kualitas dan hakikat manusia di atas megingatkan
kita pada teori superego yang dikemukakan oleh sigmund Freud, seorang ahli
psikoanalisa kenamaan yang pendapatnya banyak dijadika rujukan tatkala orang
berbicara tentang kualitas jiwa manusia.
Menurut Freud, superego selalu mendampingi ego. Jika ego yang mempunyai
berbagai tenaga pendorong yang sangat kuat dan vital (libido bitalis), sehingga
penyaluran doronganego (nafsu lawwamah/nafsu buruk) tidak mudah menempuh
jalan melalui superego (nafsu muthmainnah/nafsu baik). Karena superego (nafsu
muthmainnah) berfungsi sebagai badan sensor atau pengendali ego manusia.
Sebaliknya, superego pun sewaktu-waktu bisa memberikan justifikasi
terhadap egomanakala instink, intuisi, dan intelegensi - ditambah dengan petunjuk
wahyu bagi orang beragama- bekerja secara matang dan integral. Artinya superego
bisa memberikan pembenaran pada ego manakala ego bekerja ke arah yang positif.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Ego yang liar dan tak terkendali adalah ego yang negatif, ego yang merusak kualitas
dan hakikat manusia itu sendiri.
Sebagai kesimpulan dapatlah diterangkan bahwa kualitas manusia berada
diantara naluridan nurani. Dalam rentetan seperti itulah manusia berperilaku, baik
perilaku yang positif maupun yang negatif. Fungsi intelegensi dapat menaikkan
manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Namun intelegensi saja tidaklah cukup
melainkan harus diikuti dengan nurani yang tajam dan bersih. Nurani (mata batin,
akal budi) dipahami sebagai superego, sebagiconscience atau sebagai nafsu
muthmainnah (dorongan yang positif). Prof. Dr. Fuad Hasan mengatakan bahwa bagi
manusia bukan sekedar to live (bagaimana memiliki) dan to survive (bagaimana
bertahan), melainkan juga to exist (bagaimana keberadaannya). Untuk itu, maka
manusia memerlukan pembekalan yang kualitatif dan kuantitatif yang lebih baik
daripada hewan.
Manusia bisa berkulitas kalau ia memiliki kebebasan untuk berbuat dan
kehendak. Tetapi kebebasan disini bukanlah melepaskan diri dari kendali rohani dan
akal sehat, melainkan upaya kualitatif untuk mengekspresikan totalitas kediriannya,
sambil berjuang keras untuk menenangkan diri sendiri atas dorongan naluriah yang
negatif dan destruktif. Jadi kebebasan yang dimaksudkan disini adalah upaya sadar
untuk mewujudkan kualitas dan nilai dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi
secara bertangung jawab.
Kualitas dan nilai manusia akan terkuak bila manusia memiliki kemampuan
untuk mengarahkan naluri bebasnya itu berdasarkan pertimbangan aqliah yang
dikaruniai Allah kepadanya dan dibimbing oleh cahaya iman yang menerangi
nuraninya yang paling murni.
Hikmah
1. Tidak Syirik.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

2. Memiliki ketakwaan.
3. Terhindar dari kemaksiatan.
4. Berjiwa sosial,
5. Tidak kikir.

BAB7 DIIN AL ISLAM


Diin Al-Islam adalah merupakan aturan hidup yang dimana banyak membahas
tentang aturan main hidup manusia, maka di dalamnya termasuk tata cara hidup
sosila, ekonomi, berpolitik, berbudaya, berteknologi, berbahasa cdan sebagainya.
Jadi Diin Al-Islam merupakan tatacara

hidup dan kehidupan yang saling

menyelamatkan.

Makna Diin Al-Islam, dapat diketahui dan dirasakan oleh seluruh umat
manusia yang dimana dia menggunakan akal fikiran sebagai tanda kesempurnaan
manusia. Imam Ghajali berpendapat bahwa manusia itu disebut Haytun natik
( Hewan Berpikir ). Jadi perbedaan antara manusia dengan hewan lain ialah terletak
dalam penggunaan akal pikirannya untuk menghasilkan sebuah tujuan yang dia
harapkan. Akal pikiran yang digunakan manusia merupkan alat menetalisir hawa
napsu yang ada dalam diri manusia. Hawa nafsu pun bagian dari unsur yang ada
dalam diri manusia, kalau manusia banyak menggunakan hawa nafsunya maka
diaakan terjerumus terhadap hal yang sangat merugikan, kehancuran. Agar manusia
tidak terjerumus kepada kehancuran di dunia dan akherat maka manusia harus

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

mengikuti pembinaan yang sudah tersusun secara rapih ialah Diin Al-Islam. Sebab
tidak ada agama yang sesempurna dalam aturanya kecuali Agama Islam. Manusia
yang terbina dengan ajaran Agama Islam, maka mereka akan mendapatkan
keberkahan, rahmat, dan selalu memperoleh petunjuk kepada jalan yang benar. Pada
dasarnya pola pikir yang digunakan manusia merupakan pemikiran yang benar sebab
otak manusia apabila dipergunakan kepada yang tidak benar dia akan mengalami
beban yang berat. Jadi pandangan benar itu sampai mana ?. Pandangan benar dalam
ajaran Agama Islam ialah bukan sebatas benar menurut sendii saja akan tetapi benar
menurut Agama, dan lingkungan dimana dia diam. Sesungguhnya asas pertama kali
yang tegak diatasnya masyarakat Islam adalah aqidah, itulah aqidah Islam. Maka
tugas masyarakat yang pertama adalah memelihara aqidah, menjaga dan memperkuat
serta memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru dunia. Aqidah Islam ada pada
keimanan kita kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari
kemudian, sebagaimana firman Allah SWT: "Rasul telah beriman kepada Al Qur'an
yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman.
Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasulrasul-Nya. (Mereka mengatakan:) "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang
pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya, " dan mereka mengatakan: "Kami
dengar dan kami taat," (Mereka berdo'a:) "Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan
kepada Engkaulah tempat kembali." (Al Baqarah: 285) . Islam merupakan Diin
yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, yang berkembang sampai saat ini. Diin AlIslam Menurut Kontek al-Quran itu bermacam-macamSecara umum, Ibnu faris dalam
maqaayis al-lughah mengatakan, bahwa diin ada pokonya punya semacam
pengertian tunduk dan merendah. Dari pendapat di atas ternyata kata diin
mempunyai banyak makna, perbedaan makna tersebut biasa terjadi pada diri manusia
yang mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda atau pendidikan yang berbeda pula
Hikmah
-Tujuannya sama sama menyembah Allah

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

-Walaupun berbeda kita tetap satu agama yaitu ISLAM

BAB 8 HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AGAMA


Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya
fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a
moral atau degradasi nilai-nilai keimanannya. Fenomena yang cukup berpengaruh itu
adalah :
1.

Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan,
dan film-film yang berbau porno.

2.

Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar
aurat.

3. Krisis ketauladanan dari para pemimpin, karena tidak sedikit dari mereka itu

justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama.


4. Krisis

silaturahmi

antara

umat

islam,

mereka

masih

cenderung

mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masingmasing.


Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan
bagi umat itu sendiri, terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang
mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. Kondisi umat islam seperti inilah
yang akan menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan
ikatan ukuwah umat islam itu sendiri. Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat
yang mampu menwujudkan misi Rahmatan lilalamin maka seyogyanya mereka
memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak
hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam
bidang iptek (ilmu dan teknologi).
Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual
dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

sehari-hari, seperti : pengendalian diri, sabar, amanah, jujur, sikap altruis, sikap
toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain.
Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara milanilai

ibadah

mahdlah

(hablumminalaah)

dengan

ibadag

ghair

mahdlah

(hamlumminanas) dalam rangka membangun Baldatun thaibatun warabun ghafur


Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT.
Agama sangat penting dalam kehidupan manusia antara lain karena agama
merupakan : a. sumber moral, b. petunjuk kebenaran, c. sumber informasi tentang
masalah metafisika, dan d. bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun
duka.
a. Agama Sumber moral
Dapat disimpulkan, bahwa pentingnya agama dalam kehidupan disebabkan oleh
sangat diperlukannya moral oleh manusia, padahal moral bersumber dari agama.
Agama menjadi sumber moral, karena agama mengajarkan iman kepada Tuhan dan
kehidupan akhirat, serta karena adanya perintah dan larangan dalam agama.
b. Agama Petunjuk Kebenaran
Sekarang bagaimana manusia mesti mencapai kebenaran? Sebagai jawaban atas
pertanyaan ini Allah SWT telah mengutus para Nabi dan Rasul di berbagai masa dan
tempat, sejak Nabi pertama yaitu Adam sampai dengan Nabi terakhir yaitu Nabi
Muhammad SAW. Para nabi dan Rasul ini diberi wahyu atau agama untuk
disampaikan kepada manusia. Wahyu atau agama inilah agama Islam, dan ini pula
sesungguhnya kebenaran yang dicari-cari oleh manusia sejak dulu kala, yaitu
kebenaran yang mutlak dan universal. Dapat disimpulkan, bahwa agama sangat
penting dalam kehidupan karena kebenaran yang gagal dicari-carioleh manusia sejak
dulu kala dengan ilmu dan filsafatnya, ternyata apa yang dicarinya itu terdapat dalam
agama. Agama adalah petunjuk kebenaran. Bahkan agama itulah kebenaran, yaitu
kebenaran yang mutlak dan universal.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

c. Agama Sumber Informasi Metafisika


Sesungguhnya persoalan metafisika sudah masuk wilayah agama tau iman, dan hanya
Allah saja yang mengetahuinya. Dan Allah Yang Maha Mengetahui perkara yang gaib
ini dalam batas-batas yang dianggap perlu telah menerangkan perkara yang gaib
tersebut melalui wahyu atau agama-Nya. Dengan demikian agama adalah sumber
infromasi tentang metafisika, dan karena itu pula hanya dengan agama manusia dapat
mengetahui persoalan metafisika. Dengan agamalah dapat diketahui hal-hal yang
berkaitan dengan alam barzah, alam akhirat, surga dan neraka, Tuhan dan sifat-sifatNya, dan hal-hal gaib lainnya. Dapat disimpulkan bahwa agama sangat penting bagi
manusia (dan karena itu sangat dibutuhkan), karena manusia dengan akal, dengan
ilmu atau filsafatnya tidak sanggup menyingkap rahasia metafisika. Hal itu hanya
dapat diketahui dengan agama, sebab agama adalah sumber informasi tentang
metafisika.
d. Agama pembimbing rohani bagi manusia
Dengan sabdanya ini Nabi mengajarkan, hendaknya orang beriman bersyukur kepada
Allah pada waktu memperoleh sesuatu yang menggembirakan dan tabah atau sabar
pada waktu ditimpa sesuatu yang menyedihkan. Bersyukur di kala sukadan sabar di
kala duka inilah sikap mental yang hendaknya selalu dimiliki oleh orang beriman.
Dengan begitu hidup orang beriman selalu stabil, tidak ada goncangan-goncangan,
bahkan tenteram dan bahagia, inilah hal yang menakjubkan dari orang beriman
seperti yang dikatakan oleh Nabi. Keadaan hidup seluruhnya serba baik.Bagaiman
tidak serba baik, kalau di kala suka orang beriman itu bersyukur, padahal Jika
engkau bersyukur akan Aku tambahi , kata Allah sendiri berjanji (Ibrahim ayat 7).
Sebaliknya, orang beriman tabah atau sabar di kala duka, padahal dengan tabah di
kala duka ia memperoleh berbagai keutamaan, seperti pengampunan dari dosadosanya(H.R Bukhari dan Muslim), atau bahkan mendapat surga (H.R Bukhari), dan
sebagainya. Bahkan ada pula keuntungan lain sebagai akibat dari kepatuhan
menjalankan agama, seperti yang dikatakan oleh seorang psikiater, Dr. A.A. Brill,

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Setiap orang yang betul-betul menjalankan agama, tidak bisa terkena penyakit
syaraf. Yaitu penyakit karena gelisah rsau yang terus-menerus.

Hikmah
1. Berada di jalan Allah
2. Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
3. Agar tidak terlaknat
4. Ditinggikan derajatnya
5. Dimudahkan jalan menuju surge

BAB 9 KERANGKA AGAMA ISLAM


Islam pada hakekatnya adalah aturan atau undang-undang Allah SWT yang
terdapat dalam kitab Allah dan Sunnah Rasulnya yang meliputi perintah-perintah dan
larangan-larangan, serta petunjuk-petunjuk untuk menjadi pedoman hidup dan
kehidupan ummat manusia guna kebahagiaanya di dunia dan akhirat. Adapun secara
garis besar ruang lingkup ajaran Islam meliputi tiga hal pokok,yaitu:
1. AKIDAH
Sistem kepaercayaan Islam atau akidah dibangun di atas enam dasar keimanan
yang lazim disebut Rukun Iman. Rukun Iman meliputi keimanan kepada
Allah,malaikat, kitab-kitab, rasul, haru akhir dan qodha dan qadar. sebagaimana
firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 136.
" Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kapada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang diturunkan
sebelumnya. Barang siapa inkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Nya, rasul-rasul-Nya,dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya
adalah:
a. Meyakini bahwa Islam adalah agama yang terakhir, mengandung syariat yang
menyempurnakan syariat-syariat yang diturunkan Allah sebelumnya.Sebagaimana
Allah berfirman:
b. Meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar di sisi Allah karena
Islam adalah agama yang

dianut oleh para Nabi sejak Nabi Adam as sampai Nabi

Muhammad SWT. Islam datang dengan membawa kebenaran yang bersifat absolut
guna menjadi pedoman hidup dan kehidupan manusia selarasnya dengan fitrahnya.
Allah berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 19:
c. Meyakini Islam adalah agama yang universal dan berlaku untuk semua manusia,
serta mampu menjawab segala persoalan yang muncul dalam segala lapisan
masyarakat dan sesuai dengan tuntutan budaya manusia sepanjang zaman.
Sebagaimana firman Allah dalam surah As-Saba,ayat28:
"Dan tiadalah kami utus kamu (Muhammad) melainkan untuk semua manusia
sebagai berita gembira dan peringatan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui."

2. SYARIAH
Komponen Islam yang kedua adalah Syariah yang berisi peraturan dan
perundang-undangan yang mengatur aktifitas yang seharusnya dikerjakan dan yang
tidak boleh dikerjakan manusia.
Syariat adalah sistem nilai Islam ditetapkan oleh Allah sendiri dalam kaitan ini
Allah disebut sebagai Syaari' atau pencipta hukum.
Sistem nilai Islam secara umum meliputi dua bidang :

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

a.

Syariat yang mengatur hubungan manusia secara vertikal dengan Allah, seperti

sholat, puasa, dan haji, serta yang juga berdimensi hubungan dengan manusia, seperti
zakat . Hubungan manusia dalam bentuk peribadatan biasa dengan Allah disebut
ibadah mahdhah atau ibadah khusus, karena sifatnya yang khas dan tata caranya
sudah ditentukan secara pasti oleh Allah dan dicontohkan secara rinci oleh
Rasulullah.
b.

Syariat yang mengatur hubungan manusia secara horizontal, dengan sesama

manusia dan makhluk lainnya disebut muamalah. Muamalah meliputi ketentuan atau
peraturan segala aktivitas hidup manusia dalam pergaulan dengan sesamanya dan
dengan alam sekitarnya.
3. AKHLAK
Akhlak merupakan komponen dasar Islam yang ketiga yang berisi ajaran tentang
perilaku atau moral. Dalam kamus Bahasa Indonesia,kata akhlak diartikan sebagai
budi pekerti atau kelakuan.Kata akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk
artinya dayan kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan
tanpa dipikir dan direnungkan lagi. Dengan demikian, akhlak pada dasarnya adalah
sikap yang melekat pada diseseorang yang secara spontan diwujudkan dalam tingkah
laku atau perbuatan.
Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam
jiwa seseorang. Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan
seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari.Inilah
misi diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Menurut obyek atau sasaranya pembahasan tentang akhlak biasanya
dikategorikan menjadi:
a.

Akhlak kepada Allah, meliputi beribadah kepada Allah, berzikir kepada Allah,

berdoa kepada Allah,dan tawakkal kepada Allah.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

b. Akhlak kepada manusia, meliput : pertama sabar,yaitu prilaku sesorang terhadap


dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa
yangmenimpanya. Kedua Syukur yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat.
Ketiga Tawadhu' yaitu rendah hati,selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya,
orang tua,kaya,miskin,tua dan muda.
c.

Akhlak kepada orang tua adalah berbuat baik kepadanya dengan ucapan dan

perbuatan.
d.

Akhlak kepada keluarga, yaitu mengembangkan kasih sayang di antara anggota

keluarga yang diungkapkan dalam bentuk komunikasi melalui kata-kata maupun


prilaku.
e. Akhlak kepada lingkungan hidup.
Misi agama Islam adalah mengembangkan rahmat, kebaikan dan kedamaian
bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada alam dan lingkungan hidup,
sebagaimana firman Allah:
" Tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat
bagi seluruh alam" (Al-Anbiya.ayat 107).
Hikmah
Jadi hikmah disini adalah perintah-perintah Allah yang ada pada ayat sebelumnya
yang juga menonjol dalam agam-agama samawi selain islam dan tak pernah
dihapuskan. Dalam ayat sebelumnya menjelaskan tentang larangan kekafiran sesuai
dengan surah Al-Muminum 1-11, bahwa (perintah) itu adalah sebagian dari hikmah
yang wiwahyukan Tuhan kepadamu

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 10 DZIKRULLAH
Kata Arab untuk ingatan ialah dzikr. Ada beberapa jenis atau tingkatan ingatan. Ada
ingatan akan hal-hal fisik yang berada di depan kita, dan ada ingatan akan hasrat,
kecemasan, dan sebagainya.
Sepanjang jalan rohani, ingatan berhubungan dengan apa yang berada dalam fitrah
manusia.Yakni ingatan akan Hakikat Allah Yang Mahakuasa, Sumber segala wujud
dan sifat. Sumber itu berada dalam diri setiap orang. Pada jalan sufi, orang dituntut
untuk tidak mengingat segala sesuatu lainnya yang dapat dilihat, segala sesuatu selain
Allah, untuk kembali kepada ingatan yang sejati, Allah. Kata Arab untuk ingatan
kepada Allah ialah Dzikrullah.
Jadi, ingatan sejati akan Allah telah ada dalam setiap hati, baik orang menyadarinya
atau tidak. Melalui bimbingan seorang guru rohani, si pencari dibawa ke luar, ke
suatu tingkatan di mana tidak ada ingatan akan apa pun yang dapat disebutkan.
Kemudian apa yang telah selalu ada di sana, meliputi segala sesuatu, dialami dan
disaksikan dengan jelas. Tujuan praktik sufi adalah untuk secara spontan sadar akan
hakikat mutlak seraya tetap menyadari keterbatasan fisik dan material dari dunia
fenomena yang mengelilingi kita. Yang pertama adalah kesadaran batin di luar indera,
dan yang kedua adalah kesadaran lahiriah yang berdasarkan indera. Jadi, tujuan
seorang guru sufi ialah memberikan praktik- praktik yang sesuai kepada muridnya
dan mengawasi hasilnya.
Secara umum, sekitar dua jam dibutuhkan untuk mencapai maslahat Dzikrullah.
Dalam setengah jam pertama pelaku berusaha menenangkan pikirannya. Selama
setengah jam berikutnya, ia mulai memasuki keadaan meditasi. Pada setengah jam
ketiga biasanya tidak ada pikiran atau pandangan batin, dan meditasi pun

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

berlangsung. Selama setengah jam terakhir, manfaat nyata mulai muncul. Meditasi
yang benar mulai bila seluruh kesadaran berangsur hilang dan keberadaan sederhana
yang lebur muncul.
Setiap kesadaran selama Dzikrullah merupakan rintangan untuk memasuki alam
kesadaran murni. Kesadaran murni tak dapat dibicarakan. la harus dialami, dan
merupakan keadaan maujud.
Umumnya, semua proses mental dipandang sebagai kesadaran rendah. Semua aspek
kehidupan fisik, material, dan kausal termasuk dalam kategori ini. Pikiran abstrak dan
emosi dipandang sebagai lebih halus dan karena itu lebih tinggi. Dalam semua
persepsi manusia ada skala kesadaran. Skala dalam kesadaran kita tentang
pendengaran, penglihatan, pengertian dan sebagainya. Jadi kesadaran mengiuti skala
vertikal. Orang dapat mengatakan hal yang sama tentang sifat-sifat Tuhan. Ada
beberapa sifat yang berhubungan dengan mekanisme fisik yang menguasai zat, yang
semuanya terserap oleh perintah Ilahi.
Kesadaran fisik berhubungan dengan zat dan massa, dan skala kesadarannya rendah
karena ia kasar. Pada skala yang lebih tinggi ialah kesadaran pikiran, seperti perasaan,
emosi, dan misalnya, ketidaksukaan akan sakit fisik. Lebih tinggi lagi adalah
kesadaran intelektual akan nilai-nilai moral, perasaan akan keadilan dan persaman,
dan seterusnya.
Tujuan seorang sufi ialah naik ke janjang yang lebih tinggi dari semua kesadaran
intelektual. Dalam keadaan meditasi, pada awalnya, ada kesadaran akan jasad fisik.
Kemudian jasad itu dilupakan, tetapi masih ada kesadaran tentang gagasan dan
pikiran. Melalui teknik meditasi konsentrasi satu arah, semua gagasan dan pikiran
dihaluskan. Di luar itu ialah keadaan kesadaran murni atau tertinggi di mana tidak ada
kesadaran terhadap sesuatu yang dapat dilihat. Inilah kesadaran sederhana yang tak
terlukiskan. Adapun ini bukanlah akhir dari latihan meditasi, tetapi sebenarnya

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

menandakan suatu permulaan baru. Akhjr dari semua pikiran adalah awal dari suatu
dimensi baru.
Perumpamaan untuk proses meditasi ialah proses tidur. Apabila seseorang hendak
tidur, ia mulai dengan melipat kain penutup lalu naik ke tempat tidur. Setelah itu
bersiap untuk santai dan secara berangsur-angsur hilang kesadaran pikirannya sampai
kesadaran fisik berakhir sama sekali. Tidur, sebagaimana meditasi, adalah bersifat
subjektif dan eksperimental. Ha1 itu harus teIjadi, dan tidak dibicarakan. Tahap akhir
dari meditasi tak dapat dilukiskan karena berhubungan dengan kesadaran murni.
Setiap yang dapat digambarkan termasuk ke dalam wilayah dunia fisik. Kenyataan
bahwa orang yang berbicara tentang pengalaman memberikan batasan-batasan
kepadanya. Begitu orang me- masuki zona kesadaran yang lebih tinggi, ia tidak
menyadari apa pun secara spesifik. Awal dari kesadaran yang lebih tinggi ialah akhir
dari kesadaran lain. Maka, gambaran dan pembicaraan tentang itu juga berakhir.
Memang ini suatu keadaan menakjubkan yang tak terlukiskan, luas dan tak berbatas
waktu serta nondimensional. Bahagia!

Hikmah
(1) Dengan dzikir akan mengusir setan.
(2) Dzikir mudah mendatangkan ridho Ar Rahman.
(3) Dzikir dapat menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
(4) Dzikir membuat hati menjadi gembira dan lapang.
(5) Dzikir menguatkan hati dan badan.
(6) Dzikir menerangi hati dan wajah pun menjadi bersinar.
(7) Dzikir mudah mendatangkan rizki.
(8) Dzikir membuat orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan
keceriaan.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 11 BERSYUKUR DAN BERSABAR


DIANTARA hal yang sangat berat diamalkan oleh seorang muslim adalah syukur dan
sabar. Sabar dan syukur juga sifat Allah karena Allah menyebut diri-Nya sebagai
Yang Mahabersabar dan Mahabersyukur.
Saat seseorang sedang ditimpa musibah, maka orang itu bersabar atas segala cobaan
tersebut. Namun setelah itu ia pun harus mengucap syukur atas nikmat yang telah
Allah berikan selama itu. Karena dengan bersyukur maka Allah akan tambahkan
nikmatnya.
Sebagaimana firman Allah SWT, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka pasti
Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS. Ibrahim: 7).
Kebanyakan dari kita, saat mendapat cobaan kita terus mengelus dada seraya berucap
sabar. Tetapi melupakan nikmat lain yang Allah telah berikan selama ini. Syukur dan
sabar sepertinya bisa dikatakan sebagai dua sisi mata uang yang tidak dapat
terpisahkan.
Bersyukur atas segala nikmat Allah merupakan kewajiban bagi setiap hamba yang
beriman. Firman Allah SWT, Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat
kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur (ingkar) kepadaKu, (QS. Al Baqarah: 152).
Dalam keadaan senang, kita tidak hanya dituntut untuk bersyukur agar mendapat
nikmat lebih. Namun juga bersabar. Sebagai contoh, seseorang yang telah mendapat
jabatan tinggi di suatu tempat maka selain bersyukur ia pun harus bersabar. Bersabar
terhadap apa? Bersabar jika ada yang mengajaknya untuk bermaksiat. Karena
bersabar juga dapat diartikan menahan diri dari perbuatan maksiat. Begitu juga dalam
menghadapi cobaan, kita pun harus bersabar serta bersyukur.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Firman Allah SWT, Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak
bersyukur (QS Luqmaan: 31).
Allah SWT juga berfirman, Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah
yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10)
Sebagaimana dalam surat Az-Zumar ayat 10 bahwa Allah akan mengganjar orang
yang bersabar tanpa batas, apalagi jika seseorang itu juga bersyukur, maka Allah akan
tambahkan nikmatnya QS.Ibrahim ayat 7.
Maka beruntunglah kita sebagai seorang muslim. Karena Allah selalu memberi pahala
kepada kita baik dalam keadaan senang maupun susah.
Hikmah
1.

Mengetahui adalah sebuah nimat. Arti dia menghadirkan ddalam benak

mempersaksikan dan memilahnya. Hal ini akan bisa terwujud dalam benak
sebagaimana terwujud pada kenyataan. Sebab banyak orang yang jika engkau berbuat
baik kepada namun dia tidak mengetahui. Gambaran ini bukan termasuk dari syukur.
2.

Menerima nimat tersebut dengan menampakkan butuh kepadanya. Dan

bahwa sampai nimat tersebut kepada bukan sebagai satu keharusan hak bagi dari
Allah Subhanahu wa Taala dan tanpa membeli dengan harga. Bahkan dia melihat diri
di hadapan Allah Subhanahu wa Taala seperti seorang tamu yang tidak diundang.
3.

Memuji yang memberi nimat. dalamm hal ini ada dua bentuk yaitu umum

dan khusus. Pujian yang bersifat umum adalah menyifati pemberi nimat dgn sifat
dermawan kebaikan luas pemberian dan sebagainya. Pujian yang bersifat khusus
adalah menceritakan nimat tersebut dan memberitahukan bahwa nimat tersebut
sampai kepada dia karena sebab Sang Pemberi tersebut.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 12 SYARIAH: WUJUD KEKUATAN SPIRITUAL

Secara etimologi syariah berarti aturan atau ketetapan yang Allah perintahkan kepada
hamba-hamba-Nya, seperti: puasa, shalat, haji, zakat dan seluruh kebajikan. Kata
syariat berasal dari kata syara al-syaiu yang berarti menerangkan atau menjelaskan
sesuatu. Atau berasal dari kata syirah dan syariah yang berarti suatu tempat yang
dijadikan sarana untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang
mengambilnya tidak memerlukan bantuan alat lain. Syariat dalam istilah syari
hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya, baik hukumhukum dalam Al-Quran dan sunnah nabi Saw dari perkataan, perbuatan dan
penetapan. Syariat dalam penjelasan Qardhawi adalah hukum-hukum Allah yang
ditetapkan berdasarkan dalil-dalil Al-Quran dan sunnah serta dalil-dalil yang
berkaitan dengan keduanya seperti ijma dan qiyas. Syariat Islam dalam istilah adalah
apa-apa yang disyariatkan Allah kepada hamba-hamba-Nya dari keyakinan (aqidah),
ibadah, akhlak, muamalah, sistem kehidupan dengan dimensi yang berbeda-beda
untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
Demikian juga istilah hukum Islam sering diidentikkan dengan kata norma Islam
dan ajaran Islam. Dengan demikian, padanan kata ini dalam bahasa Arab barangkali
adalah kata al-syariah. Namun, ada juga yang mengartikan kata hukum Islam
dengan norma yang berkaitan dengan tingkah laku, yang padanannya barangkali
adalah al-fiqh.
Penjabaran lebih luas dapat dijelaskan sebagai berikut: bahwa kalau diidentikkan
dengan kata al-syariah, hukum Islam secara umum dapat diartikan dalam arti luas
dan dalam arti sempit.
Syari'ah Dalam Arti Luas

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Dalam arti luas al-syariah berarti seluruh ajaran Islam yang berupa norma-norma
ilahiyah, baik yang mengatur tingkah laku batin (sistem kepercayaan/doktrinal)
maupun tingkah laku konkrit (legal-formal) yang individual dan kolektif.
Dalam arti ini, al-syariah identik dengan din, yang berarti meliputi seluruh cabang
pengetahuan keagamaan Islam, seperti kalam, tasawuf, tafsir, hadis, fikih, usul fikih,
dan seterusnya. (Akidah, Akhlak dan Fikih).

Syari'ah Dalam Arti Sempit


Dalam arti sempit al-syariah berarti norma-norma yang mengatur sistem tingkah
laku individual maupun tingkah laku kolektif. Berdasarkan pengertian ini, al-syariah
dibatasi hanya meliputi ilmu fikih dan usul fikih. Syari'ah dalam arti sempit (fikih) itu
sendiri dapat dibagi menjadi empat bidang:

ibadah
muamalah
uqubah dan
lainnya.

Perbedaan Syari'ah dan Fikih


Abu Ameenah menambahkan tiga perbedaan lain antara syariah dan fiqh,
yaitu: Pertama, Syariah merupakan hukum yang diwahyukan Allah yang
terdapat dalam al-Quran dan sunah, sementara fiqh adalah hukum yang
disimpulkan dari syariah yang merespon situasi-situasi tertentu yang tidak
secara langsung dibahas dalam hukum syariah. Kedua, syariah adalah pasti

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

dan tidak berubah, sementara fiqh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana
diterapkan.

Ketiga,

meletakkan

prinsip-prinsip

spesifik; menunjukkan

hukum

syariah
dasar,

bagaimana

sebagian

sebaliknya
prinsip-prinsip

besar
hukum

bersifat
fiqh

dasar

umum;
cenderung

syariah

bisa

diaplikasikan sesuai dengan keadaan. Akan tetapi, walaupun sesungguhnya


makna syariah dan fiqh memiliki perbedaan, namun kemudian diterjemahkan
secara longgar sebagai hukum Islam.
Hikmah
1.
2.
3.
4.
5.

Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din)


Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi)
Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi)
Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli)
Memelihara harta benda (Hifzh al-mal)

BAB 13 TAUBAT

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Taubat memiliki arti: berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan.
Taubat adalah amalan yang sangat dicintai Allah Subhanhu Wa Ta'ala:

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orangorang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
Taubat hukumnya wajib atas setiap mukmin:

Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
sungguh-sungguh. (QS. At-Tahrim : 8)
Taubat bisa mendatangkan kemenangan:

Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian


beruntung. (QS. An-Nur : 31)
Dan keberuntungan akan dicapai manusia tatkala dirinya merasa sangat butuh
kepada-Nya hingga Allah Subhanhu Wa Ta'ala menyelamatkan jiwa yang terperosok
mengikuti hawa nafsunya itu.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas


dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak.

Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya


sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.
Az-Zumar: 53)
Saudaraku yang berbuat dosa, jangalah kalian berputus asa terhadap rahmat Rabb mu
karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah Subhanhu Wa Ta'ala membentangkan tangan-Nya di malam
hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Subhanhu
Wa Ta'ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba
yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat. (HR. Muslim).
Betapa banyak orang yang bertaubat atas dosa-dosanya yang besar dan Allah
menerima taubat mereka. Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman,
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesembahan lainnya
dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar,
dan tidak berzina dan barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia
mendapat hukuman yang berat. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada
hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali
orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun , Maha
Penyayang.(QS. Al-Furqan : 68-70)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Taubat yang nasuhah (serius) tidak terlepas dari 5 syarat:


1. Ikhlas karena Allah Subhanhu Wa Ta'ala yaitu berniat semata-mata mengharap

wajah Allah, pahala atas taubatnya serta berharap selamat dari siksaan-Nya.
2. menyesali kemaksiatan yang ia lakukan, merasa sedih dan berjanji untuk tidak
mengulanginya.
3. menjauhkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin. Jika perbutan tersebut

melanggar hak-hak Allah maka segera tinggalkan. Karena perbuatan tersebut


haram dilakukan sehingga wajib ditinggalkan. Adapun jika berkaitan dengan
hak-hak makhluk maka bergegaslah meminta maaf baik dengan mengembalikan
haknya atau meminta kelapangan hatinya agar mau memaafkan.
4. bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut di waktu-waktu

5.

mendatang.
hendaknya taubat dilakukan sebelum ditutupnya pintu taubat, yaitu sebelum ajal
menjemput dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat. Allah Subhanhu Wa
Ta'ala berfirman,

Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga
apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, Saya
benar-benar taubat sekarang. (QS. An-Nisa : 18)
Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,
Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah
terima taubatnya. (HR Muslim)

Ya Allah berilah kami taufik agar senantisa bertaubat dengan sungguh-sungguh dan
terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha
mengetahui.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?


Syarat Taubat Diterima
Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:
1.
2.
3.

Menyesal,
Berhenti dari dosa, dan
Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan.
Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan
perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya.
Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho
masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad
yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada
sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi
perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan
dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama
tidak mensyaratkan hal ini.

Hikmah
a. Mendapatkan Cinta dari Allah ; (QS. Al Baqarah: 222).
b. Mendapatkan do`a dari para malaikat (QS.Ghaafir: 7-9).
c. Masuk dalam golongan `Ibadurrahman ;(QS. Al-Furqon:71-76)
d. Mendapatkan Ampunan Allah; (QS. Asy-Syuuraa: 25)
e. Sebagai penolak bala dan azab dari Allah SWT.(QS. Al-Anfaal:33)
f. Memperlancar rizki (QS. Nuh:10-12, Hud: 52).
g. Taubat menjadi Obat mandul (QS. Nuh:10-12).

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB14 TAKWA
Pengertian Taqwa Secara etimologis , kata taqwa berasal dari bahasa arab.
Kata taqwa memiliki kata dasar waqa yang berarti menjaga, melindungi, hati-hati,
waspada, memerhatikan, dan menjauhi. Adapun secara terminologis, kata taqwa
berarti menjalankan apa yang diperintahankan oleh Allah dan menjauhi segala apa
yang dilarang-Nya. Para penerjemah Al-Quran mengartikan taqwa sebagai
kepatuhan, kesalihan, kelurusan, perilaku baik, teguh melawan kejahatan, dan takut
kepada Tuhan. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
Keadaan beragama Islam. (Ali Imran 102) Definisi Taqwa Taqwa adalah kumpulan
semua kebaikan yang hakikatnya merupakan tindakan seseorang untuk melindungi
dirinya dari hukuman Allah dengan ketundukan total kepada-Nya. Asal-usul taqwa
adalah menjaga dari kemusyrikan, dosa dari kejahatan dan hal-hal yang meragukan
(syubhat). Seruan Allah pada surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi,Bertaqwalah
kamu sekalian dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu sekali-kali mati
kecuali dalam keadaan muslim, bermakna bahwa Allah harus dipatuhi dan tidak
ditentang, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri. Taqwa adalah
bentuk peribadatan kepada Allah seakan-akan kita melihat-Nya dan jika kita tidak
melihat-Nya maka ketahuilah bahwa Dia melihat kita. Taqwa adalah tidak terus
menerus melakukan maksiat dan tidak terpedaya dengan ketaatan. Taqwa kepada
Allah adalah jika dalam pandangan Allah seseorang selalu berada dalam keadaan
tidak melakukan apa yang dilarang-Nya, dan Dia melihatnya selalu. Umar bin Abdul
Aziz rahimahullah juga menegaskan bahwa ketakwaan bukanlah menyibukkan diri
dengan perkara yang sunnah namun melalaikan yang wajib. Beliau rahimahullah
berkata, Ketakwaan kepada Allah bukan sekedar dengan berpuasa di siang hari,
sholat malam, dan menggabungkan antara keduanya. Akan tetapi hakikat ketakwaan
kepada Allah adalah meninggalkan segala yang diharamkan Allah dan melaksanakan
segala yang diwajibkan Allah. Barang siapa yang setelah menunaikan hal itu dikaruni
amal

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

kebaikan maka itu adalah kebaikan di atas kebaikan Termasuk dalam cakupan
takwa, yaitu dengan membenarkan berbagai berita yang datang dari Allah dan
beribadah kepada Allah sesuai dengan tuntunan syariat, bukan dengan tata cara yang
diada-adakan (baca: bidah). Ketakwaan kepada Allah itu dituntut di setiap kondisi, di
mana saja dan kapan saja. Maka hendaknya seorang insan selalu bertakwa kepada
Allah, baik ketika dalam keadaan tersembunyi/sendirian atau ketika berada di tengah
keramaian /di hadapan orang (lihat Fath al-Qawiy al-Matin karya Syaikh Abdul
Muhsin al-Abbad hafizhahullah. Makna Taqwa Dalam Al-Quran hanya terdapat satu
ayat yang secara eksplisit menyebut kata haqiq (haqiqat), tapi ada 227 ayat yang
tafsirnya lain, akan tetapi memiliki hakikat yang sama dengan hakikat tersebut.
Diantaranya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
Keadaan beragama Islam. (Ali Imran:102) Apa yang telah kami ciptakan itulah yang
benar, yang datang dari tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang yang
ragu-ragu (Ali Imran:60) Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam
kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat
menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran. (Al Ashr:1-3) Tiga Tingkatan Pribadi Muslim 1. 2. 3. Disebut Islam
(Muslim), yaitu baru tingkat penyerahan diri kepada Tuhan. Misalnya sholat, maka ia
akan melakukan dalam kondisi yang formal dan tidak membantah. Disebut Iman
(Mukmin), yaitu apabila yang dilakukan dan diucapkan tergurat sampai kedalam hati
dan tidak puas, karena baru sebatas menjalankan rukun islam. Disebut Ihsan
(Muhsin), tingkatan ini adalah tingkatan kepastian dan kesadaran batin, yaitu dalam
menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya. (H.R. Muslim). Dari tiga tahap tersebut,
maka tahapan ketigalah yang tertinggi, karena telah terbuka kesadarannya (tabir
marifat).

Selanjutnya

menjadikan

dirinya

sebagai

batas

tertinggi

dalam

merealisasikan perintah pada awal waktu, dan terpelihara dari segala yang dilarang
(termasuk makruh sekalipun). Jadi, seorang muslim yang berlatih meningkatkan
kadar keislamannya dari tahap ke tahap, maka ia termasuk yang berlayar di atas
perahu ke tingkat taqwa. Artinya mukmin yang tidak pernah naik ke kelas yang lebih

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

tinggi, ialah kelompok yang hanya melaksanakan sebagian perintah, ala kadarnya dan
selalu dipenghujung waktu. Kelompok seperti inilah yang masih jauh dari hakikat
taqwa.
Seringkali kita mendengar dan mengucapkan kata taqwa, tetapi kita sebagai
muslim belum memahami dan mengerti apalagi memaknai taqwa dalam kehidupan
kita yang singkat ini. Sangat bersyukur sekali kita semua dikaruniakan hadiah
terindah dalam hidup kita yakni hidayah islam dan selalu berdoa untuk setia hingga
akhir dalam pelukan hidayah Islam.
Seiring dengan krisis yang datang silih berganti, ibarat kata keimanan dan
ketaqwaan kita diuji dengan berbagai cobaan hidup baik itu kemiskinan, kemelaratan,
sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya kebutuhan hidup dan banyak hal lainnya
yang menuntut kesabaran dan keihlasan hati kita untuk tetap setia berdzikir
mengingat kebesaran dan karunia Allah SWT. Cobaan yang datang bukan saja
menguji hakikat hati dan kadar keimanan tetapi menguji ketulusan dan keridhaan kita
akan menrima dan mensyukuri nimat yang diberikan Allah. Banyak Saudara kita
yang tergelincir imannya dan menukar dengan kebutuhan pokok, kepopuleritasan dan
hal lainnya yang gencar dilakukan pihak-pihak yang membenci ISLAM. Mari kita
bersama memperkuat tali silaturrahim diantara kita dan memperkokoh iman kita agar
terhindar dari hal-hal yang merusak dan menukar hidup kita dengan kemurkaan
danazab dari Allah SWT. Semoga dengan tulisan yang sederhana ini proses
penguatan iman dan taqwa kita selalu kuat dan kuat tak tergoyahkan dan tergantikan
dengan keimanan lainnya yang sungguh- sunguh sesat dan menyesatkan. Amin ya
Rabbal Alamien.
Islam dengan ajarannya yang indah mengajarkan bahwa perbedaan hakiki
manusia tidak berada pada kedudukan, jabatan, pangkat, kekayaan dan lainnya.
Manusia dibedakan dengan kadar dan bobot nilai mereka di mata Allah. Perbedaan
antar manusia di dalam Islam terletak pada sejauh mana manusia mampu
mengoptimalkan kadar ruhaninya untuk mendekat pada Tuhannya. Perbedaan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

manusia dan kemuliaan manusia ditentukan oleh nilai dan kadar taqwanya yang
bergolak dalam dadanya. (QS. Al-Hujurat: 13)
Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara.
"memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk allah" Adapun dari
asal bahasa arab quraish taqwa lebih dekat dengan kata waqa Waqa bermakna
melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari berbagai hal yang
membahayakan dan merugikan. Itulah maka, ketika seekor kuda melakukan
langkahnya dengan sangat hati-hati, baik karena tidak adanya tapal kuda, atau karena
adanya luka-luka atau adanya rasa sakit atau tanahnya yang sangat kasar, orang-orang
Arab biasa mengatakan Waqal Farso Minul Hafa (Taj).
Dari kata waqa ini taqwa bisa di artikan berusaha memelihara dari ketentuan
allah dan melindungi diri dari dosa/larangan allah. bisa juga diartikan berhati hati
dalam menjalani hidup sesuai petunjuk allah.
Kedudukan Taqwa : Wasiat seluruh Nabi : 4 : 131 Dan sesungguhnya kami
telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan kamu juga,
untuk bertaqwa kepada Allah 26 : 10-11 Dan ingatlah ketika Tuhanmu menyeru
Musa, "Datangilah kaum yang Zalim itu", Yaitu kaum Fir'aun, mengapa mereka tidak
bertaqwa ? 26 : 123-124 Kaum Aad telah mendustakan para Rasul, ketika saudara
mereka, Hud berkata, "Mengapa kamu tidak bertaqwa?" 26 :141-142 Kaum Tsamud
telah mendustakan para Rasul, ketika saudara mereka, Saleh berkata, " Mangapa
kamu tidak bertaqwa ?" 26 : 160-161 Kaum Luth telah mendustakan para Rasul,
ketika saudara mereka, Luth berkata, " Mengapa kamu tidak bertaqwa?" 26 :176-177
Kaum Aikah telah mendustakan para Rasul, ketika saudara mereka, Syu'aib berkata, "
Mangapa kamu tidak bertaqwa ?" 37 : 123-124 2 : 21, Wahai orang-orang yang
beriman, sembahlah Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang sebelum
kamu, agar kamu bertaqwa

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Taqwa sebaik-baik bekal 49 : 73 Persiapkanlah bekal, sesungguhnya sebaikbaik bekal adalah taqwa 7 ; 26 Taqwa : keselamatan 27 :53 demikianlah telah kami
selamatkan orang yang beriman dan mereka itu selalu bertaqwa
Yang diterima dari amal : taqwanya Daging-daging dan darah-darah unta itu
sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi taqwamulah yang
mencapainya Ciri-ciri TAQWA 2 : 2- 5 Itulah kitab yang tiada keraguan di dalamnya.
Petunjuk bagi orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang beriman kepada yang ghaib,
dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizkinya, dan orang-orang yang
yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada
orang-orang sebelum kamu dan yaqin kepada hari akhir 2 :177 Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke barat dan ke timur itu suatu kebaikan. Melainkan
kebaikan itu ialah barang siapa yang beriman kepada Allah , malaikat,

kitab, dan

para Nabi, dan memberikan harta yang dicintai kepada kerbat dekat, anak-anak yatim,
orang miskin, orang yang dalam perjalanan, dan memerdekakan budak, dan
mendirikan shalat, menunaikan zakat , dan menepati janji apabila berjanji, dan sabar
baik dalam kesulitan, penderitaan dan peperangan, yang demikan itulah yang benar,
dan yang demikian itu lah orang-orang yang bertaqwa 3 : 133-135 dan bersegeralah
kepada ampunan Tuhanmu dan surga seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang bertaqwa, Yaitu orang-orang menginfaqkan rizkinya baik dalam
kemudahan maupun kesusahan, yang menahan marahnya, dan memaafkan kepada
manusia. Dan Allah menyukai orang yang berbuat baik Dan orang-orang yang apabila
berbuat kekejian atau zalim kepada diri sendiri, maka ia segera ingat kepada Allah,
dan beristighfar kepada Allah atas dosa-dosanya. Dan siapakah yang lebih
mengampuni dosa selain Allah ? Kemudian dia tidak meneruskan perbuatannya,
meskipun dia mengetahuinya 3 : 15-17 Untuk orang-orang yang bertaqwa pada sisi
Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di
dalamnya dan ada istri yang suci serta keridaan Allah. dan Allah Maha Melihat
hamba-hambanya. Yaitu orang yang berdoa, " ya Tuhan kami, sesunguhnya kami
telah beriman, maka ampunilah kami dan peliharalah kami dari siksaan neraka" Dan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

orang orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di
jalan Allah) dan memohon ampun di waktu sahur 21 :48- 49 Dan sesungguhnya telah
kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran
bagi orang yang bertaqwa, Yaitu orang yang takut akan azab Tuhan mereka sedang
mereka tidak melihatnya dan mereka takut akan tibanya hari kiamat 51:15-19
sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman dan di mata
air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka.
Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur
di waktu malam. Dan mereka di akhir-akhir malam mohon ampun kepada Allah
Anugerah bagi Orang Taqwa 8 : 29 Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberi kamu furqon (petunjuk
membedakan baik dan buruk), dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu dan
menghapus dosa-dosamu 65 : 2-3 Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah
memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari
tempat yang tidak terduga 65 :4 Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah
akan menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusan 65 :5 Barang siapa
bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan
melipat gandakan pahala baginya 7 ; 96 Jika seandainya penduduk suatu negeri Iman
dan taqwa, pastilah Kami akan melipatgandakan kepada mereka berkah dari langit
dan bumi,
Keagungan Taqwa Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada
disangka-sangkanya. . Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan
takwa. Imam ar-Raghib al-Ashfahani mendefinisikan Takwa yaitu menjaga jiwa dari
perbuatan yg membuatnya berdosa dan itu dgn meninggalkan apa yg dilarang
menjadi sempurna dgn meninggalkan sebagian yg dihalalkan. Imam an-Nawawi
mendefinisikan takwa dgn menaati perintah dan larangan-Nya. Maksudnya
menjaga diri dari kemurkaan dan azab Allah. Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh
Imam al-Jurjani Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yg mengakibatkan siksa

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

baik dgn melakukan perbuatan atau meninggalkannya. Karena itu siapa yg tidak
menjaga dirinya dari perbuatan dosa berarti dia bukanlah orang bertakwa. Maka
orang yg melihat dgn kedua matanya apa yg diharamkan Allah atau mendengarkan
dgn kedua telinganya apa yg dimurkai Allah atau mengambil dgn kedua tangannya
apa yg tidak diridhai Allah atau berjalan ke tempat yg dikutuk oleh Allah berarti tidak
menjaga dirinya dari dosa. Jadi orang yg membangkang perintah Allah serta
melakukan apa yg dilarang-Nya dia bukanlah termasuk orang-orang yg bertakwa.
Orang yg menceburkan diri ke dalam maksiat sehingga ia pantas mendapat murka
dan siksa dari Allah maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yg
bertakwa. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan Maknanya barangsiapa
yg bertaqwa kepada Allah dgn melakukan apa yg diperintahkan-Nya dan
meninggalkan apa yg dilarang-Nya niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta
rezeki dari arah yg tidak disangka-sangka yakni dari arah yg tidak pernah terlintas
dalam benaknya. Alangkah agung dan besar buah taqwa itu! Abdullah bin Masud
berkata Sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji jalan keluar adalah
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar
baginya. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi mereka
mendustakan itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri. .
Dalam ayat yg mulia ini Allah menjelaskan seandainya penduduk negeri-negeri
merealisasikan dua hal yakni iman dan takwa niscaya Allah akan melapangkan
kebaikan utk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah.
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan Taurat Injil dan yg diturunkan
kepada mereka dari Tuhannya niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas
mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan pertengahan.
Dan alangkah buruknya apa yg dikerjakan oleh kebanyakan mereka. . Allah
mengabarkan tentang ahli kitab Bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yg ada
di dalam Taurat Injil pada dan Alquran demikian seperti dikatakan oleh Abdullah bin
Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut niscaya Allah memperbanyak rezeki yg
diturunkan kepada mereka dari langit dan yg tumbuh utk mereka dari bumi. Syekh

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Yahya bin Umar al-Andalusi berkata Allah menghendaki wallahu alam bahwa
seandainya mereka mengamalkan apa yg diturunkan di dalam Taurat Injil dan
Alquran niscaya mereka memakan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Maknanya
wallahualam niscaya mereka diberi kelapangan dan kesempurnaan nimat dunia
Dalam menafsirkan ayat ini Imam al-Qurthubi mengatakan Dan sejenis dgn ayat ini
adl firman Allah Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yg tidak disangka-sangkanya. .
Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan di atas jalan itu benar-benar Kami akan
memberi minum kepada mereka air yg segar . . Jikalau sekiranya penduduk negerinegeri beriman dan bertakwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka
berbagai keberkahan dari langit dan bumi. . Sebagaimana disebutkan dalam ayatayat di atas Allah menjadikan ketakwaan di antara sebab-sebab rezeki dan
menjanjikan utk menambahnya bagi orang yg bersyukur. Allah berfirman Jika kalian
bersyukur niscaya Aku tambahkan nimat-Ku atasmu. . Oleh krn itu tiap orang yg
menginginkan keluasan rezeki dan kemakmuran hidup hendaknya ia menjaga dirinya
dari segala dosa. Hendaknya ia menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi
larangan-larangan-Nya. Juga hendaknya ia menjaga diri dari yg menyebabkan berhak
mendapat siksa seperti melakukan kemungkaran atau meninggalkan kebaikan.
Sumber Diadaptasi dari Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Quran & As-Sunnah
Dr.Fadhl Ilahi Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Taqwa : Mutiara Penuh Pesona Surat AliImran Ayat 133: Dan bersegeralah kamu
kepada ampunan dari Tuhanmu (Allah SWT) dan surga yang luasnya seluas langit
dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang taqwa (muttaqin).
Allah SWT menguraikan tanda-tanda orang yang taqwa, dalam Surat AliImran Ayat
134:
(yaitu) Orang-orang yang berinfaq (karena Allah SWT), baik diwaktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mereka yang pemaaf terhadap
(kesalahan) manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Marilah terlebih dahulu kita coba memahami apakah itu Taqwa. Taqwa memiliki tiga
tingkatan.
Pertama : Ketika seseorang melepaskan diri dari kekafiran dan mengada-adakan
sekutu-sekutu bagi Allah, dia disebut orang yang taqwa. Didalam pengertian ini
semua orang beriman tergolong taqwa meskipun mereka masih terlibat beberapa
dosa.
Kedua : Jika seseorang menjauhi segala hal yang tidak disukai Allah SWT dan
RasulNya (SAW), ia memiliki tingkat taqwa yang lebih tinggi.
Ketiga : orang yang setiap saat selalu berupaya menggapai cinta Allah SWT, ia
memiliki tingkat taqwa yang lebih tinggi lagi.
Allah SWT menjelaskan dalam Surat AliImran Ayat 102: Wahai orang-orang yang
beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan
janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim (beragama Islam)
Allah SWT telah menjabarkan berbagai ciri-ciri orang yang benar-benar taqwa.
Mereka menafkahkan rizkinya di jalan Allah SWT dalam keadaan lapang maupun
sempit. Menafkahkan rizki di jalan Allah SWT adalah jalan-hidup mereka. Allah
SWT (atas kehendakNya) menjauhkan mereka dari kesulitan (bala) kehidupan
lantaran kebajikan yang mereka perbuat ini.
Lebih dari itu, seseorang yang suka menolong orang lain tidak akan mengambil atau
memakan harta orang lain, malahan ia lebih suka berbuat kebaikan bagi sesamanya.
Aisyah RA sekali waktu pernah menginfaqkan sebutir anggur karena pada waktu itu
ia tidak memiliki apa-apa lagi. Beberapa muhsinin (orang yang selalu berbuat baik)
menginfaqkan sebutir bawang. Nabi Muhammad SAW bersabda:
Selamatkanlah dirimu dari api nereka dengan berinfaq, meskipun hanya dengan
sebutir kurma. (Bukhari & Muslim)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Didalam Tafsir Kabir Imam Razi diceritakan bahwa suatu kali Nabi Muhammad
SAW mengajak umatnya untuk berinfaq. Beberapa dari mereka memberikan emas
dan perak. Seseorang datang hanya menyerahkan kulit kurma, Saya tak memiliki
selain ini. Seorang lain lagi mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW, Saya tak
punya apapun untuk diinfaqkan. Saya infaqkan harga-diri saya. Jika ada seseorang
menganiaya atau mencaci-maki saya, saya tidak akan marah. Demikianlah, kita
dapat mengambil pelajaran bahkan orang miskin pun terbiasa memberikan apapun
yang dia miliki untuk menolong orang lain di masa hidup Rasulullah SAW.
Ayat diatas tidak menjelaskan apa yang harus diinfaqkan. Berinfaq tidak hanya berarti
sebagian dari hartanya tetapi juga waktu dan keahlian. Ada kebijaksanaan yang besar
dalam penjabaran mengenai mukmin yang shaleh yang berinfaq dikala lapang
maupun sempit. Kebanyakan orang melupakan Allah SWT ketika berada dalam
keadaan sangat lapang. Mereka juga lupa kepada Allah SWT dikala sempit karena
terlalu larut dalam kesedihan menanggung kesempitannya.
Awal surat Al Baqarah memberikan petunjuk bagi kita tentang ciri-ciri orang yang
bertaqwa. Salah satu diantaranya adalah mereka yang menafkahkan Rizqi yang
dianugrahkan kepadanya di jalan Alloh. "Alif Laam Miim.Kitab (Al Qur'an) ini tidak
ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang
beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka," (QS Al Baqarah 2:1-3)
Sedangkan ganjaran pahala bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh
akan dilipat gandakan sebagaimana disebutkan pada ayat berikut. "Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiaptiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS Al
Baqarah 2:261)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Lalu bagaimana cara menafkah harta sesuai tuntunan Alloh dan Rasul-Nya ? Secara
global Al Qur'an menerangkan sebagai berikut. "Mereka bertanya tentang apa yang
mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah
diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat,
maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (QS Al Baqarah 2:215)
Secara lebih detil Rasululloh SAW Sang Uswatun Hasanah memberikan petunjuk
sebagai berikut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. menceritakan seorang petani
yang diberkahi usaha dan hartanya, dan beliau bersabda; ., maka sesungguhnya
aku memperhitungkan hasil yang didapat dari kebun ini, lalu aku (1) bersedekah
dengan 1/3 (sepertiganya), dan aku (2) makan beserta keluargaku (biaya konsumsi)
1/3 (sepertiganya) lagi, kemudian aku (3) kembalikan (untuk menanam lagi) 1/3
(sepertiganya). hadis No. 2984 Kitab Sahih Imam Muslim; Zuhud & Kelembutan
Hati, Bab Sedekah terhadap orang-orang miskin, yang dimasukkan sebagai hadis ke
19 dalam kitab Riyadus Shalihin Bab 60 tentang Kedermawanan oleh Imam Nawawi.
Nabi Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda : Bersedekahlah kamu!
Seorang laki-laki bertanya : Saya punya satu dinar. Nabi bersabda: Sedeqahkanlah itu
untuk dirimu sendiri. Laki-laki itu berkata: Saya punya satu dinar lagi, Nabi bersabda:
Sedeqahkanlah untuk istrimu. Padaku masih ada satu dinar lagi: Nabi bersabda:
Sedeqahkanlah untuk anak-anakmu. Padaku masih ada satu dinar lagi: Nabi bersabda:
Sedeqahkanlah untuk pembantumu. Padaku masih ada satu dinar lagi, Nabi bersabda:
Kamu mengetahui dengannya [HR Abu Dawud, Nasa'i dan Imam Hakim
menshahihkannya. Lihat: Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq bab Shadaqah Tathawu']
Dari keterangan-keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam
menafkahkan rizqi berupa harta kita hendaknya mengikuti proporsi yang telah
disampaikan oleh Rasululloh yaitu. - 1/3 bagian untuk modal kerja. - 1/3 bagian
untuk nafkah konsumsi pribadi/keluarga. Pos ini termasuk di dalamnya ada
komponen orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

yang sedang dalam perjalanan. - 1/3 bagian untuk sedeqah. Pos ini secara lebih detil
bisa dibagi lagi menjadi. - 1/5 untuk diri sendiri - 1/5 untuk istri - 1/5 untuk anakanak - 1/5 untuk orang-orang yang membantu kita - 1/5 untuk lain-lain
Petunjuk proporsi cara menafkahkan rizqi tersebut, kalau kita lihat ternyata tidak
hanya berlaku bagi rizqi berupa harta saja, namun bisa rizqi berupa apa saja, misal
umur, waktu, ilmu, kasih sayang dan sebagainya. Sebagai ilustrasi saja, bisa benar
bisa salah, wa Allohu 'alam.. Rizqi Umur. Umur Rasululloh adalah 63 tahun, kalau
kita lihat berdasarkan proporsi di atas, terlihat periode 1/3 bagian (1-20 tahun) bisa
dikatakan sebagai perode pengumpulan modal, 1/3 bagian (20-40) bisa dikatakan
sebagai periode konsumsi keluarga, 1/3 bagian (40-63) sebagai periode sedeqah.
Bagaimanakah dengan umur kita? Rizqi Waktu. Waktu kita dalam sehari 24 jam,
kalau dibagi berdasarkan proporsi di atas, 1/3 bagian (8 jam) untuk modal kerja, 8
jam untuk konsumsi keluarga, dan 8 jam untuk sedeqah untuk pemberdayaan. Rizqi
Ilmu, Di dalamnya ada 1/3 bagian ilmu untuk modal menambah ilmu lagi, 1/3 bagian
ilmu untuk dimanfaatkan bagi kebaikan diri, 1/3 bagian ilmu untuk disedeqahkan
dengan dakwah Rizqi kasih sayang, 1/3 bagian untuk meningkatkan kasih sayang
Alloh kepada kita, 1/3 bagian untuk dinikmati dan disyukuri, 1/3 bagian untuk
disedeqahkan dengan silaturahim.
Bahkan dalam bisnis, misal perdagangan juga mengikuti proporsi ini, dalam
komponen harga suatu barang akan meliputi 1/3 bagian adalah ongkos produksi
(modal), 1/3 bagian adalah keuntungan produsen (konsumsi), 1/3 bagian adalah
keuntungan distributor (sedeqah).
Subhanalloh, sungguh Alloh benar-benar telah memberikan tuntunan yang demikian
sempurna bagi kita untuk dapat mengemban amanah khalifah fil ard. Dapat
disimpulkan bahwa dalam setiap rizqi yang kita terima dari Alloh, pasti ada dimensi
hak-hak orang lain di dalamnya. Mudah-mudahan kita dapat mengemban seluruh
amanah Rizqi dalam bentuk apapun yang dititipkan kepada kita ini dengan baik,
sehingga tidak ada satupun hak-hak orang lain yang tidak terpenuhi karena kelalaian

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

kita. Karena bagaimanapun itu akan menjadi hutang kita, yang pasti akan ditagih di
akhirat kelak.
Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, Apakah kalian tahu siapa
orang yang mengalami kebangkrutan (muflis) itu? Para sahabat yang ditanya
menjawab, Orang yang bangkrut itu adalah yang tidak memiliki uang dan
kekayaan. Rasulullah menanggapi, Seorang yang muflis dari umatku ialah yang
mempunyai simpanan pahala shalat, puasa, dan zakat namun ia telah menghina
seseorang, memberi tuduhan kepada orang lain, mengambil harta bukan miliknya
pernah membunuh, dan memukul si ini dan itu. Ia akan disidangkan di hadapan
peradilan Allah, dan diberi hukuman sepadan dengan kesalahannya, yang mengurangi
kebiujakan-kebijakannya. Apabila kebajikan-kebajikannya dikurangi sampai habis
sebelum dapat menutup dan melunasi kesalahan-kesalahan yang ia lakukan,
kesalahan-kesalahan orang lain ditimpakan kepadanya, sehingga ia dimasukan ke
neraka. Tirmidzi berkata, Hadits ini termasuk hasan sahih.
Dari beliau juga diriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda, Allah memberikan
rahmat-Nya kepada seseorang, yang dulu dianiaya kehormatannya dan hartanya
diambil secara tidak sah oleh orang lain. Orang yang menganiaya dirinya datang
kepadanya untuk minta maaf sebelum diambil --yakni bukan uang atau kekayaan,
melainkan pahala kebajikan-kebajikannya darinya kepada si teraniaya. Jika kebaikankebaikan yang ada padanya telah habis, dosa-dosa si teraniaya itu ditimpakan
kepadanya. Tirmidzi berkata, Riwayat ini termasuk hadits hasan sahih.
Dari Abu Hurairah juga, bahwa Rasulullah SAW memperingatkan, Pada hari kiamat,
hak-hak seseorang pasti akan ditunaikan, sampai-sampai peradilan domba yang tidak
bertanduk yang mendapat yang mendapat kesusahan dari domba yang bertanduk.
Tirmidzi berkata, Ini adalah hadits-hadits Hasan Sahih. (Lihat: Jamial-Tirmidzi, juz
vii, halaman 98 hadits no: 1049 (Tuhfat al-Ahwa))

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Inilah yang menyebabkan para sahabat ketakutan dan menangis waktu ditunjuk
menjadi pemimpin/amir, karena terbayang betapa besarnya tanggung jawabnya,
terbayang betapa banyaknya orang-orang yang berhak atas dirinya. Seandainya dia
tidak bisa menunaikan hak-hak orang-orang tersebut, betapa besar hutang yang akan
dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh kelak.

Allah SWT menyatakan bahwa tanda ketaqwaan mukmin yang ke-dua ialah mereka
dapat mengendalikan amarah. Tanda ke-tiga, selain mengendalikan amarah mereka
juga memaafkan kesalahan orang lain dengan sepenuh hati. Terakhir (ke-empat), yang
tidak kalah pentingnya, mereka bersikap baik terhadap sesama manusia.
Memaafkan orang lain akan mendapatkan pahala yang besar di Hari Pembalasan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, Allah SWT akan memberikan pengumuman di
Hari Pembalasan, barang siapa yang memiliki hak atas Allah SWT agar berdiri
sekarang. Pada saat itu berdirilah orang-orang yang memaafkan orang-orang kejam
yang menganiaya mereka.
Nabi Muhammad SAW juga bersabda, Barang siapa berharap mendapatkan istana
yang megah di surga dan berada di tingkatan yang tinggi dari surga, hendaknya
mereka mengerjakan hal berikut ini: 1.Memaafkan orang-orang yang berbuat aniaya
kepada mereka. 2.Memberi hadiah kepada orang yang tidak pernah memberi hadiah
kepada mereka. 3.Jangan menghindari pertemuan dengan orang-orang yang dengan
sengaja memutuskan hubungan dengan mereka.
Dalam kesempatan ini kita saling mengingatkan agar sesama Muslim hendaknya
saling memberi hadiah sesering mungkin sesuka mereka. Hal ini hendaklah menjadi
kebiasaan, dan janganlah membatasi di hari-hari spesial sebagaimana yang dilakukan
orang-orang yang tidak beriman pada perayaan tertentu atau moment tertentu.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Allah SWT memberi petunjuk dengan sangat indah bagaimana hendaknya kita
berperilaku terhadap musuh-musuh kita yang paling jahat dalam Surat Fushshilat : 34
Tidaklah sama perbuatan baik dengan perbuatan jahat. Jika kamu membalas
perbuatan jahat dengan kebaikan, maka musuh-musuhmu yang paling keras akan
menjadi teman karib dan sejawatmu.
Teladan mulia yang dapat kita ambil dari ulama besar, dimana ada seseorang berbuat
kasar dan mencaci-maki Imam Abu Hanifah. Beliau tidak membalas dengan sepatahkatapun padanya. Ia pulang ke rumah dan mengumpulkan beberapa hadiah, lalu pergi
mengunjungi orang tersebut. Beliau memberikan hadiah-hadiah itu kepadanya dan
berterimakasih atas perlakuan orang itu kepadanya seraya berkata: Kamu telah
berbuat untukku hal yang sangat aku sukai, yaitu memindahkan catatan perbuatan
baikmu menjadi catatan perbuatan baikku dengan cara berlaku kasar seperti tadi
kepadaku.
Lebih lanjut Allah SWT berfirman di dalam Surat AliImran Ayat 135 dan 136,
menambahkan tanda-tanda ketaqwaan orang-orang beriman.
Ketika mereka (orang-orang beriman) itu terlanjur berbuat maksiat, jahat dan aniaya,
mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan tidak
ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah. Dan mereka tidak tetap berbuat
aniaya ketika mereka mengetahui. Untuk mereka balasannya adalah ampunan dari
Tuhan mereka, dan surga yang mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di
dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala atas amal-perbuatan mereka.
Perhatikanlah bahwa dalam ayat ini ampunan Allah SWT mendahului balasan masuk
surga. Maka, dari ayat ini jelaslah bahwa untuk masuk surga haruslah melalui
ampunan dan rahmat atau kasih-sayang Allah SWT dan bukan tergantung pada amalperbuatan kita saja. Untuk mendapat ampunan Allah hendaklah banyak membaca
Sayyidul Istighfar

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Perlu juga kita garis-bawahi, Allah SWT berfirman bahwa bobot surga itu jauh lebih
berharga dari gabungan bumi dan seluruh langit. Hal ini bisa memberikan pengertian
lain dari ayat ini. Jika lebar surga sama dengan lebar langit dan bumi, bagaimanakah
dengan panjangnya, sedangkan ukuran panjang selalu lebih besar daripada lebar.
Singkat kata, ayat ini memberikan pernyataan bahwa surga itu telah dipersiapkan bagi
orang-orang beriman yang telah mencapai tingkat taqwa.
Menurut beberapa ulama muslim yang termasyhur, surga itu berada di atas langit ketujuh dan jiwa para syuhada telah menikmati surga sebagai hasil dari perjuangan
mereka.Hikmah
1. Dicintai Allah,
2. Termulia disisi Allah,
3. Wafatnya husnul khotimah,
4. Itulah bekal terbaik saat menghadap Allah,
5. Tidak ada rasa khawatir dan bersedih atas apa yang terjadi,
6. Meraih jalan keluar dari setiap masalahnya bahkan rizki yang tidak
terduga,
7. Kemudahan jalan menuju SyurgaNya,
8. Memiliki kekuatan membedakan dan menegakkan yang Haq dan
menghancurkan
9. yang bathil,
10. Penyebab amalnya diterima Allah,
11. Diampuni Allah karena sifat mulianya,
12. Akan diberi kedudukan kharisma mulia di muka bumi,
13. Selamat dari marabahaya,
14. Kunci Syurga,
15. Melahirkan sifat-sifat mulia,
16. Hidup penuh berkah,
17. Dibanggakan Allah,

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

BAB 15 AKHLAK
Arti Akhlak
Dalam kamus besar bahasa indonesia online kata akhlak diartikan sebagai budi
pekerti; kelakuan.[1]. Sebenarnya kata akhlak berasal dari bahasa Arab, dan jika
diartikan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti perangai, tabiat[2] . Sedang arti
akhlak secara istilah sebagai berikut; Ibnu Miskawaih (w. 421 H/1030 M)
mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang
mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan. Sementara itu, Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) mengatakan akhlak
adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan
dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah segala
sesuatu yang berkaitan dengan perilaku/perbuatan manusia.
Pembagian Akhlak
Secara umum akhlak atau perilaku/perbuatan manusia terbagi menjadi dua; pertama;
akhlak yang baik/mulia dan kedua; aklak yang buruk/tercela.
Macam-macam akhlak
1.

Akhlak terhadap diri sendiri

2.

Aklak terhadap keluarga (Orang tua, akhlak terhadap adik/kakak)

3.

Akhlak terhadap teman/sahabat, teman sebaya

4.

Akhlak terhadap guru

5.

Akhlak terhadap orang yang lebih muda dan lebih tua

6.

Akhlak terhadap lingkungan hidup/linkungan sekitar.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

Dan inti dari berkakhlak tersebut diatas intinya adalah berakhlak baik kepada Allah
SWT. Karena Allah SWT telah menjadikan diri dan lingkungan sekitar dengan
lengkap dan sempurna.
Tugas Manusia/Tindakan Manusia
Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan utama penciptaannya adalah untuk
beribadah. Ibadah dalam pengertian secara umum yaitu melaksanakan segala perintah
dan menjauhi segala larangannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Manusia
diperintahkan-Nya untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan semua yang ada
untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Dan Allah SWT sangat membeci
manusia yang melakukan tindakan merusak yang ada. Maka karena Allah SWT
membenci tindakan yang merusak maka orang yang cerdas akan meninggalkan
perbuatan itu, dia sadar bahwa jika melakukan per buatan terlarang akan berakibat
pada kesengsaraan hidup di dunia dan terlebih-lebih lagi di akhirat kelak, sebagai
tempat hidup yang sebenarnya. Maka intinya manusia harus berakhlak yang
mulia.

Hikmah Akhlak Dalam Islam


Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat
yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat
bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah , kembali kepada
jalan islam. Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada
kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah :
38)
Akhlak Dalam Semua Sisi Kehidupan
Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam
jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap, natural, dan

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

refleks. Jadi, jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia, maka
perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu.
Akhlak = Iman + Amal Shalih
Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu :
1. fitriyah, yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia
diciptakan, baik sifat fisik maupun jiwa.
2. Muktasabah, yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melalui
lingkungan alam dan sosial, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman
Proses pembelajaran
Dalam konsep Islam, karakter tidak sekali terbentuk, lalu tertutup, tetapi terbuka bagi
semua bentuk perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan, sebab sumber karakter
perolehan ada dan bersifat tetap. Karenanya orang yang membawa sifat kasar bisa
memperoleh sifat lembut, setelah melalui mekanisme latihan. Namun, sumber
karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadu dengan
kemauan kuat untuk berubah dan berkembang, dan latihan yang sistematis.
Rasulullah berkata, Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling
kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?
Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab Iya, ya
rasulullah ! Lalu rasul bersabda, Orang yang paling baik akhlaknya.
( Hadist riwayat Imam Ahmad )

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

1.

Hikmah hubungannya dengan Al-Kitab dan As-Sunah sebagai ilmu

pengetahuan yang dibawa oleh Nabi Allah SWT.

(Q.S Al-Baqarah : 129)

(Q.S Al-Baqarah : 151)

(Q.S Al-Baqarah : 231)

(Q.S Al-Imran : 48)

(Q.S Al-Imran : 58)

(Q.S Al-Imran : 79)

(Q.S Al-Imran : 81)

(Q.S Al-Imran : 164)

(Q.S An-Nisaa : 113)

(Q.S Al-Maidah. : 110)

(Q.S Luqman : 12)

(Q.S Al-Ahzab : 34)

(Q.S Shaad : 20)

(Q.S Al-Jumah : 2)

(Q.S Az-Zukhruf : 63)

(Q.S Al-Qamar : 5)
2.

Hikmah

hubungannya

dengan

pengetahuan

Kenabian

sebagai

kepemimpinan atas umat manusia

(Q.S An-Nisaa : 54)

(Q.S Al-Anam : 89)

(Q.S Al-Baqarah. : 251)

(Q.S Shaad : 20)


3.

Hikmah hubungannya dengan hukum-hukum Allah yang mengatur

kehidupan manusia

(Q.S Al-Baqarah : 269)

(Q.S Luqman : 12)

(Q.S An-Nahl : 125)

(Q.S Al-Isra : 39)


4.

Hikmah hubungannya dengan larangan Allah SWT


(Q.S Al-Isra : 39)

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111

5.

Hikmah sebagai balasan atas perbuatan manusia


(Q.S Yusuf : 22)
(Q.S Shaad : 27)
(Q.S Al-Anbiya : 74)
(Q.S Al-Qashash : 14)

6.

Hikmah hubungannya dengan Al-Quran sebagai petunjuk


(Q.S Yunus : 1)
(Q.S Luqman : 2)
(Q.S Yasin : 2)
(Q.S Maryam : 12)
(Q.S Al-Anbiya : 79)
(Q.S Asy-Syura : 83)
(Q.S Az-Zukhruf : 4)
(Q.S Ad-Dhukhan :

DAFTAR PUSAKA

www.Wikipedia.com/Al-Hikmah
http://id.wikipedia.org/wiki/Aqidah
https://rasmulbayantarbiyah.wordpress.com/2013/05/20/b-4-bukti-keberadaan-

allah/
http://madrasahmassahar.blogspot.com/2010/03/takdir-dalam-pengertian-

islam.html
http://mahad-ib.blogspot.com/2012/02/kamus-makna-al-hikmah-bijak-menurut-

al.html
https://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/apa-sebenarnya-hikmah-

itu-/454215280848
http://artikata.com/arti-329938-hikmah.html
http://www.ilmuhikmah.com/?pengertian-ilmu-hikmah,51
http://mahad-ib.blogspot.com/2012/02/kamus-makna-al-hikmah-bijak-menurut-

al.html
Amin, Dr. M. Ali Syamsuddin,M.Si.2010.Assembling The Spiritual Power.
Bandung: Prisma Press Prodaktana.

Dudin Qohar [10114117] IF 4

111