Anda di halaman 1dari 3

Langkah yang dilakukan oleh inspektor SKPI pada saat Precommissioning,

Commissioning, dan Witness:


1. Review terhadap dokumen dengan melakukan checklist document
2. Verifikasi dokumen terhadap kondisi di lapangan
3. Witness ketika commissioning dan start up
Review Dokumen
Sebelum melakukan review terlebih dahulu mengumpulkan dokumen-dokumen:
1. Status dokumen dimana penomorannya mengikuti list dokumen client,
kalau tidak ada mengikuti format PTIA.
2. Status SKPP via PM (kelengkapan Sertifikat kelayakan
terhadap
equipment yang sesuai penunjukan)
3. Hasil inspeksi dari Inspector di lapangan (Site Inspection Record)
4. Prosedur precommissioning, commissioning, start up.
5. Hasil review inspector terhadap precommissioning yang telah dilakukan
6. Peralatan proses, utilitas, dan pengolahan limbah
7. SISTEM ALAT UKUR DAN METERING
8. Sistem Perpipaan (SKPI Piping)
9. Sistem instrumentasi
10.Piranti pengaman (safety equipment)
11.Sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran
12.Sistem pencegahan dan pemantauan pencemaran lingkungan (AMDAL)
13.Diagram alir proses dan diagram pipa dan Instrumentasi (P&ID)
14.Prosedur Penanggulangan keadaan darurat
15.SOP (Standard Operation Procedure), Prosedur kerja pengoperasian
peralatan
Verifikasi Dokumen
Kemudian
melakukan
verifikasi
dokumen
terhadap
keberadaan
peralatan/instalasi di lapangan
1. Equipment layout, review posisi lapangan sesuai dengan drawing atau
tidak
2. Safety and fire equipment layout dan safety tool (Alat pemadam
kebakaran,
gas-smoke-toxic-flame-heat
Detector,
perlengkapan
penyelamatan dan perlindungan perorangan (eyewash, first aid kit),
sistem komunikasi, Emergency Shutdown System (PAF, ESD, PSD, USD)
3. Grounding layout, biasanya kabel hijau/les kuning, installed or not.
4. P&ID, Instrumentasi yang terpasang seperti transmitter, indikator,
shutdown valve dll
5. Hazardous area (API 500), misal di tangki seperti (EX) explosion prove.
6. Shutdown procedure/Cause and Effect Diagram (SAFE) Chart.
7. Kelengkapan mutu peralatan, teknik keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan.
8. Warning and safety sign.
Witness
Witness precom, comm, and start up
1. Sebelum melakukan precom minta dulu mechanical completion record.
Kemudian disaat precom, persiapkan precom prosedur untuk beberapa
spot yang disaksikan dan kemudian precom dossier (system and

subsystem) dikumpulkan. Setelah dilakukan precom kemudian akan


dikeluarkan Ready For Commissioning Certificate (RFCC). Bersamaan
dengan keluarnya RFCC, inspector mengumpulkan record-record yang
telah di-precom (untuk contoh kasus di JOB-PMTS semua record,
mechanical completion dan precom record serta RFCC terangkum dalam
Mechanical Completion Dossier yang sudah dipilah sesuai dengan
penomoran system dan subsystem)
2. Pada
tahap
commisioning
persiapkan
commissioning
prosedur
(Operational Test Procedure), serta inspector sudah memperoleh
commisioning dosir. Setelah commissioning dianggap telah selesai
dilakukan akan dikeluarkan Ready for Start Up Certificate (RFSUC).
3. Kemudian masuk ke tahap start up. Terlebih dahulu sediakan prosedur
start up dan saksikan dan ikuti langkah-langkah start up dengan
menyesuaikan dengan prosedur.

Hal yang harus dilakukan sebelum melakukan mobilisasi adalah sebagai berikut:
1. Email ke pihak yang mewakili pjit (seharusnya client) dilapangan untuk
kelengkapan dokumen penting (dokumen cheklist)
2. Dokumen yang utama: equipment list, plot pan, P&ID, dan PFD. Input
semua equipment ke file mechanical completion (excell). Pilah menurut
kategori SKPP.
3. Hubungi via telpon atau email perwakilan pjit di lapangan tentang
kesiapan inspector dilapangan seperti penjemputan di bandara dan
penginapan
4. Semua data lainnya (bukan dokumen utama), dilengkapi oleh perwakilan
tersebut.
Hal yang perlu dilakukan saat di site:
1. Usahakan untuk site visit terlebih dahulu untuk perkenalan site
2. Ambil foto setiap alat sesuai equipment list dan utamakan yang masuk
kategori SKPP.
3. Kumpulkan semua dokumen diawali dengan permintaan lisan, vendor,
kontraktor, dan Client. Langkah terakhir yang sangat ampuh adalah
dengan mengirim permintaan dokumen via email dengan cc orang terkait
atau seluruh masyarakat Indonesia.
4. Usahakan input data yang dapat meringankan pekerjaan pada saat
penyusunan final report.
5. Membuat Loogbook, Inspection Report, dan Progress (jika ada). Mengisi
SKPI Document Requirement.
Commissioning
1. Pada saat akan dilakukan Comm. perlu disiapkan Sequence/Procedure dari
Commissioning untuk review dan verify
2. Kemudian disiapkan PSSR (pre-start up safety review) untuk meyakinkan
bahwa instalasi sesuai dengan design dan operasional, untuk
mengidentifikasi
3.

ensure that installations meet the original design or operating intent, to catch
and re-assess any potential hazard due to changes during the detailed
engineering and construction phase of a project. In other words, it ensures the
Ready for Start-up status of process facility/units