Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Ikatan Logam

PENDAHULUAN
Lebih dari delapan puluh unsur yang ada di sistem periodik unsur adalah logam. Logam bersifat
padat pada temperatur dan tekanan standar, dengan pengecualian unsur merkuri dan galium yang
keduanya berupa cairan. Sebagai pengingat, sifat-sifat logam adalah sebagai berikut:
1. Mempunyai konduktivitas termal dan listrik yang tinggi.
2. Berkilau dan memantulkan cahaya.
3. Dapat ditempa.
4. Mempunyai variasi kekuatan mekanik.

PENGERTIAN
Ikatan logam adalah suatu kekuatan utama yang menyatukan atom-atom logam. Ikatan
logam merupakan akibat dari adanya tarik menarik muatan positif dari logam dan muatan negatif
dari elektron yang bergerak bebas. Sifat-sifat logam tidak dapat dimasukkan dalam kriteria ikatan
seperti ikatan kovalen maupun ikatan ion. Senyawa ionik tidak dapat mengantarkan listrik pada
fase padatan, dan senyawa ionik bersifat rapuh (berlawanan dengan sifat logam). Atom dari
senyawa logam hanya mengandung satu sampai tiga elektron valensi. Dengan demikian atom
tersebut tidak mampu membentuk ikatan kovalen. Senyawa kovalen merupakan penghantar
listrik yang buruk dan umumnya berupa cairan (dengan sifat berkebalikan dengan pembentukan
logam). Dengan demikian, logam membentuk model ikatan yang berbeda.
TEORI IKATAN LOGAM
Sifat fisika ikatan pada logam tidak dapat di jelaskan dengan teori ikatan ionik dan ikatan
kovalen. Untuk menjelaskan sifat fisika ikatan logam , di kemukakan beberapa teori yang sejalan
dengan perkembangan teori mengenai struktur atom dan teori ikatan utuk senyawa kovalen
1. Teori Lautan Elektron
Terdapat beberapa teori yang menerangkan ikatan pada logam, di antaranya adalah teori
lautan elektron dan teori pita. Teori ikatan logam kali pertama dikembangkan oleh Drude
(1902), kemudian diuraikan oleh Lorentz (1916) sehingga dikenal dengan teori elektron bebas
atau teori lautan elektron dari Drude-Lorentz. Menurut teori ini, kristal logam tersusun atas
kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron
Ikatan Logam

22

valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation
logam dan elektron valensi.

Gambar. Kation-kation logam yang kaku dikelilingi lautan elektron valensi yang bergerak bebas
Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisikisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi
dapat berpindah jikan dipengaruhi oleh medan listrik atau panas.
Teori lautan atau awan elektron ini dapat menjelaskan berbagai sifat fisika dari logam.
a. Berupa padatan pada suhu ruang
Atom-atom bergabung oleh ikatan logam yang sangat kuat membentuk struktur kristal
yang rapat. Hal ini menyebabkan atom-atom tidak memiliki kebebasan bergerak seperti
halnya pada zat cair. (pengecualiannya adalah Hg)
b. Bersifat keras tetapi lentur/tidak mudah patah jika ditempa
Logam dapat ditempa, dapat dibengkokkan, direntangkan dan tidak rapuh Hal ini
disebabkan atom-atom logam tersusun secara teratur dan rapat sehingga ketika diberi
tekanan atom-atom tersebut dapat tergelincir di atas lapisan atom yang lain

Ikatan Logam

23

Gambar. Sifat fisika logam dapat dibegkokkan dan ditempa


c. Sifat Mengkilap
Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas. Sewaktu cahaya jatuh pada
permukaan logam, maka elektron-elektron bebas akan menyerap energi cahaya tersebut.
Elektron-elektron akan melepas kembali energi tersebut dalam bentuk radiasi
elektromagnetik dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi cahaya awal. Oleh karena
frekuensinya sama, maka kita melihatnyta sebagai pantulan cahaya yang datang. Pantulan
cahaya tersebut memberikan permukaan logam tampak mengkilap. Bila Cahaya tampak
jatuh pada permukaan logam, sebagian elektron valensi yang mudah bergerak tersebut
akan tereksitasi. Ketika elektron yang tereksitasi tersebut kembali kepada keadaan
dasarnya, maka energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu akan dipancarkan
kembali. Peristiwa ini dapat menimbulkan sifat kilap yang khas pada logam.
d. Daya hantar listrik
Di dalam ikatan logam, terdapat elektron valensi yang bebas (mudah bergerak) yang
dapat membawa muatan listrik. Jika diberi suatu beda tegangan, maka elektron-elektron
ini akan bergerak dari kutub negatif menjadi kutub positif.
e. Daya hantar panas
Elektron-elektron yang bergerak bebas di dalam kristal logam memiliki energi kinetik.
Jika dipanaskan, elektron-elektron akan memperoleh energi kinetik yang cukup untuk
dapat bergerak/bervibrasi dengan cepat. Dalam pergerakannya, elektron-elektron
tersebut akan bertumbukkan dengan elektron-elektron lainnya. Hal ini menyebabkan
terjadinya transfer energi dari bagian bersuhu tinggi ke bagian bersuhu rendah.

Gambar Sifat logam menghantarkan panas


f. Titik didih dan titik leleh tinggi Pada logam, Ikatan logam tidak sepenuhnya putus sampai
logam mendidih ini menunjukkan bahwa ikatan logam memiliki titik didih yang tinggi.
Hal ini dikarenakan atom-atom logam terikat oleh ikatan logam yang kuat. Untuk
mengatasi ikatan tersebut, diperlukan energi dalam jumlah yang besar.
g. Memberi efek fotolistrik
Apabila eketron bebas pada ikatan logam memperolah energi yang cukup dari luar, maka
elektron tersebut dapat lepas dari logam. Elektron tersebut dapat ditarik keluar oleh suatu
beda potensial positif. Jika energi yang diperoleh elektron bebas berasal dari berkas
Ikatan Logam

24

cahaya, maka fenomena pelepasan elektron dari logam disebut efek fotolistrik.
Sedangkan jika energi tersebut berasal dari pemanasan, maka disebut efek termionik.
2. Teori Pita
Dikenal logam yang tidak begitu baik menghantarkan listrik yang disebut semikonduktor,
di samping logam yang menghantarkan listrik dengan baik yaitu konduktor. Sifat logam
konduktor, semikonduktor dapat dijelaskan melalui Teori Pita. Teori Pita yang menggunakan
pendekatan Teori Orbital Molekul, mulai dikembangkan pada tahun 1970. Melalui pendekatan
tersebut dianggap orbital atom logam dalam kisi kristalnya, membentuk orbital molekul berupa
pita.
Misalnya kisi kristal Li dalam satu dimensi. Konfigurasi elektron Li adalah 1s2 2s1. pada
pemebentukan rantai Li Li Li .......Li Li Li, 2 atom Li membentuk Li2, 3 atom Li
membentuk Li3 dan seterusnya. Pembentukan Li2 , orbital 2s dari masing masing atom Li
menghasilkan sebuah orbital bonding dan sebuah orbital anti bonding. Elektronelektron yang
berasal dari orbital 2s kedua atom Li , akan menempati orbital molekul bonding sedangkan
orbital molekul anti bonding tidak ditempati elektron. Pada pembentukan Li3 dihasilkan 1 orbital
molekul bondingyang ditempati 2 elektron , 1 orbital anti bonding dimana terdapat sebuah
elektron dan 1 orbital molekul anti bonding yang masih kosong. Pada pembentukan
Li4 dihasilkan 2 orbital molekul bonding yang masing masing ditempati 2 elektron dan 2 orbital
molekul anti bonding yang masih kosong.
Kita dapat bayangkan bahwa N atom Li yang terdapat dalam kisi Kristal Li dapat
membentuk N/2 orbital molekul bonding dan N/2 orbital molekul anti bonding. N/2 orbital
molekul bonding yang terbentuk mempunyai tingkat energy yang sama dan menempati ruang
yang sangat berdekatan sehingga menjadi kontinu. Hal sama juga terjadi pada N/2 orbital
molekul anti bonding yang kontinu menyerupai pita.
3. Ikatan logam berdasarkan teori resonansi
Pada tahun 1965 Pauling mengemukakan ikatan logam dengan menetapkan konsep
resonansi. Menurut teori ini ikatan logam merupakan ikatan kovalen dan sesuai dengan struktur
kristal logam yang dapat diamati pada eksperimen maka dapat diperkirakan teradi resonansi.
Dalam mengembangkan teorinya Pauling meninjau kristal logam Li. Dari tafsiran analisis
terhadap pola difraksi sinar-X oleh kristal logam Li dapat diketahui bahwa setiap atom Li
dikelilingi oleh 8 atom Li yang lain. Karena elekton valensi Li adalah 1, maka tidak mungkin 1
atom Li mengikat 8 atom Li lainnya.
Bila atom Li menggunakan elektron valensinya, maka resonansi pasangan ikatan Li-Li
terjadi secara serempak didalam kisi kristalnya. Dinyatakan dalam 2 dimensi, resonansi yang
memungkinkan adalah:
Ikatan Logam

25

Pada struktur III, IV, V, VI terdapat sebuah atom Li yang bermuatan negatif membentuk
ikatan kovalen dengan 2 atom Li yang lain. Terjadinya ikatan kovalen dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Empat atom Li yaitu Lia Lib Lic Lid masing-masing mempunyai struktur elektron 1s 2 2s1 2 2 2 .
Bila atom Lid memberikan elektron valensinya pada atom Libmaka Lid menjadi ion (1s2)dan
atom Lib menjadi Lib- (1s2 2s1 2 2 2 ). Orbital 2s1 dan 2 pada ion Lib membentuk orbital hibrida
sp yang masing-masing dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom Li a dan Lic. Orbital 2 dan
2 pada ion Lib- yang disebut orbital logam dapat menerima aliran elektron dan memberi
sumbangan pada daya hantar listrik.
PEMBENTUKAN IKATAN LOGAM
Logam memiliki sedikit elektron valensi dan memiliki elektronegativitas yang rendah.
Semua jenis logam cenderung melepaskan elektron terluarnya sehingga membentuk ion-ion
positif /kation logam. Kulit terluar unsur logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron terdelokalisasi, yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tidak tetap
posisinya pada suatu atom, tetapi senantiasa berpindah pindah dari satu atom ke atom lainnya.
Elektron valensi logam bergerak dengan sangat cepat mengitari intinya dan berbaur
dengan elektron valensi yang lain dalam ikatan logam tersebut sehingga menyerupai awan atau
lautan yang membungkus ion-ion positif di dalamnya. Elektron bebas dalam orbit ini bertindak
sebagai perekat atau lem. Kation logam yang berdekatan satu sama lain saling tarik menarik
dengan adanya elektron bebas sebagai lemnya. Dapat digambarkan seperti gambar di bawah
ini.
Contoh-contoh Ikatan logam adalah:
1. Ikatan Logam Natrium
Natrium memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s1. Tiap atom Natrium tersentuh oleh
delapan atom natrium yang lainnya dan terjadi pembagian (sharing) antara atom tengah dan
orbital 3s di semua delapan atom yang lain. Dan tiap atom yang delapan ini disentuh oleh
delapan atom natrium lainya secara terus menerus hingga diperoleh seluruh atom dalam
bongkahan natrium. Semua orbital 3s dalam semua atom saling tumpang tindih untuk
memberikan orbital molekul dalam jumlah yang sangat banyak yang memeperluas keseluruhan
tiap bagian logam.
Elektron dapat bergerak dengan leluasa diantara orbital-orbital molekul tersebut, dan
karena itu tiap elektron menjadi terlepas dari atom induknya. Logam terikat bersamaan melalui
kekuatan daya tarik yang kuat antara inti positif dengan elektron yang terdelokalisasi.

Ikatan Logam

26

Gambar inti positif Na yang terikat pada elektron yang terdelokalisasi


2. Ikatan Logam Magnesium
Ikatan logam magnesium lebih kuat dan titik leleh juga lebih tinggi dibanding dengan
ikatan logam pada natrium. Magnesium memiliki struktur elektronik terluar 3s2. Diantara
elektro-elektronnya terjadi delokalisasi, karena itu lautan yang ada memiliki kerapatan dua kali
lipat daripada yang terdapat pada natrium. Sisa ion juga memiliki muatan dua kali lipat dan
tentunya akan terjadi dayatarik yang lebih banyak antara ion dan lautan. Atom-atom
magnesium memiliki jari-jari yang sedikit lebih kecil dibandingkan atom-atom natrium dan
karena itu elektron yang terdelokalisasi lebih dekat ke inti.

Ikatan Logam

27