Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM KOMPREHENSIF DAN RENCANA MENURUNKAN

RESIKO INFEKSI PADA PASIEN RUMAH SAKIT BUMI WARAS


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2014

RUMAH SAKIT BUMI WARAS


Jl.W.Mongonsidi, No.235, Teluk Betung
TAHUN 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang melimpahkan Rahmat-Nya,
sehingga program komprehensif dan rencana menurunkan resiko infeksi pada pasien di RS
Bumi Waras dapat di susun dengan baik.
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit senantiasa mengutamakan mutu sehingga di
butuhkan upaya Rumah Sakit Bumi waras untuk senantiasa terus menerus meningkatkan
kualitas pelayanan yang di berikan salah satunya melalui upaya seluruh petugas untuk
senantiasa mencegah atau menurunkan terjadinya infeksi pada pasien sehingga keselamatan
pasien dapat lebih terjamin.
Demikian program komprehensif dan rencana menurunkan resiko infeksi pada
pasien rumah sakit bumi waras ini disusun untuk dapat dilaksanakan dalam setiap pelayanan
di RS Bumi Waras Bandar Lampung dengan baik dan benar.

Bandar Lampung, ......2014


Direktur Utama
RS Bumi Waras Bandar Lampung

dr. Kuswandi, Sp.JP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah Sakit adalah salah satu unit atau sarana kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan selama 24 jam melalui upaya kuratif dan rehabilitatif tanpa
mengabaikan preventif dan promotif. Dalam penyelenggaraan pelayanan RS harus
melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan secara terus-menerus (continous
improvement).
Health-care Associated Infections (HAIs) merupakan komplikasi yang paling sering
terjadi di pelayanan kesehatan. HAIs selama ini dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau
disebut juga sebagai Infeksi di rumah sakit Hospital-Acquired Infections merupakan
persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung
kematian pasien. Kalaupun tak berakibat kematian, pasien dirawat lebih lama sehingga
pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak.
HAIs adalah penyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal
dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk
rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah
pasien keluar dari rumah sakit. Dalam hal ini termasuk infeksi yang didapat dari rumah
sakit tetapi muncul setelah pulang dan infeksi akibat kerja terhadap pekerja di fasilitas
pelayanan kesehatan.
Angka kejadian terus meningkat mencapai sekitar 9% (variasi3-21%) atau lebih dari 1,4
juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh dunia.Kondisi ini menunjukkan penurunan
mutu pelayanan kesehatan. Tak dipungkiri lagi untuk masa yang akan datang dapat
timbul tuntutan hukum bagi sarana pelayanan kesehatan, sehingga kejadian infeksi di
pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bagi Rumah Sakit.
Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang
berisiko mendapat HAIs. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada

petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun
dari petugas kepada pasien.
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit sangat Penting untuk
melindungi pasien, petugas juga pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi
karena dirawat, bertugas juga berkunjung ke suatu rumah sakit atau fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya. Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas profesional:
Klinisi, Perawat, Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS, Sanitasi
& Housekeeping, dan lain-lain sehingga perlu wadah berupa Komite Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi.
Beberapa rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan merupakan lahan orientasi kerja
bagi karyawan baru agar memahami proses terjadinya infeksi, mikroorganisme yang
sering menimbulkan infeksi, serta bagaimana pencegahan dan pengendalian infeksi di
rumah sakit. Sebab bila sampai terjadi infeksi nosokomial akan cukup sulit
mengatasinya, pada umumnya kuman sudah resisten terhadap banyak antibiotika,
sehingga semua karyawan baru yang akan bertugas harus diberikan Layanan Orientasi
dan Informasi (LOI) tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Rumah sakit Bumi Waras merupakan Rumah Sakit umum (melayani semua kasus) yan g
banyak menerima pasien rujukan dari berbagai rumah sakit atau pelayanan kesehatan
yang lainnya diseluruh lampung sehingga rumah sakit dituntut untuk tidak menambah
resiko infeksi tambahan melalui komitmen seluruh petugas dalam identifikasi pasien
resiko infeksi yang dimulai pada saat pertama pasien masuk sampai pasien pulang.untuk
hal tersebut diperlukan program komprehensif rumah sakit bumi waras dalam
menurunkan resiko infeksi pasien.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Peningkatkan mutu layanan rumah sakit melalui pencegahan dan pengendalian
infeksi di rumah sakit yang dilaksanakan oleh semua unit di Rumah Sakit Bumi
Waras
2. Tujuan Khusus
1. Teridentifikasinya pasien- pasien yang memiliki resiko infeksi di lingkungan
rumah sakit.
2. Adanya kegiatan rumah sakit dalam mencegah infeksi silang.
3. Terlaksananya budaya pencegahan infeksi disemua unit/bagian yang berada di
Rumah Sakit Bumi Waras
4. Penurunan angka infeksi Rumah Sakit dibawah 8%

BAB II

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan pokok
Kegiatan pokok dalam program komprehensif dan rencana menurunkan resiko
infeksi pada pasien di Rumah Sakit Bumi Waras, diperuntukkan untuk semua
pemberi pelayanan meliputi : Dokter, perawat, bidan, petugas laundry, petugas
gizi, petugas laboratorium, petugas radiology, petugas cleaning service dan
petugas farmasi atau bahkan Pasien dan keluarga pasien di RS Bumi Waras.
Kegiatan Pokok program komprehensif dan rencana menurunkan resiko
infeksi
pada pasien rumah sakit bumi waras Meliputi :
1. Hand Hygiene
2. Pengunaan sarung tangan secara benar
3. Penanganan limbah medis dan non medis
4. Penerapan Tekhnik dekontaminasi dan sterilisasi peralatan
5. Melengkapi standar prosedur operasional ( SPO )
6. Kebersihan ruangan atau lingkungan

II.RINCIAN KEGIATAN

Rincian kegiatan program komprehensif dan rencana menurunkan resiko infeksi

pada pasien rumah sakit bumi waras rumah sakit bumi waras adalah penjabaran dari
kegiatan pokok yang lebih spesifik pada kegiatan tertentu.kegiatan pokok bisa terdiri dari
beberapa kegiatan ( rincian terlampir dalam tabel dibawah ini )
Rincian kegiatan program merupakan proses yang spesifik pada aktifitas tertentu dalam
pencehan dan pengendalian infeksi yang memudahkan untuk dilakukan evaluasi program .
hal ini perlu dilakukan agar ada fitback dari hasil kegiatan sehingga diharapkan muncul
adanya perbaikan sistem dalam program pencegahan dan pencegahan infeksi.

BAB III
LANGKAH-LANGKAH PROGRAM KERJA

Pada program kerja komprehensif dan rencana menurunkan resiko infeksi pada pasien
ini, langkah-langkah yang dipakai berikut ini :
1. Pelatihan pengendalian dan Pencegahan infeksi
Dalam kegiatan ini dipaparkan tetang pencegahan pengendalian infeksi,struktur
organisasi TIM dan uraian tugas serta tanggung jawab masing-sing anggota.
2. Pelatihan Hand Hygiene
Berisi hal-hal yang harus dilakukan oleh petugas dalam menangani pasien tanpa
mengetahui terlebih dahulu diagnosanya, pelatihan cuci tangan 6 langkah sesuai
estndar WHO harus diajarkan kepada seluruh karyawan, mulai dari teori sampai
mendemonstrasikannya.
3. Pelatihan pemasangan kateter
Berisi mengenai pentingnya prinsip sterl dalam pemasangan kateter, cara
pemasangan kateter yang benar, komplikasi pemasangan pemasngan kateter urin
4. Pelatihan pengelolaan limbah / sampah
Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh staf medis ataupun non medis serta
cleni g service outsurcing tentang penempatan sampah sesuai dengan estndar
pencegahan dan pengendalian infeksi dan dipaparkan mulai proses pemilahan
sampai dengan proses pemusnahan sampah/ limbah rumah sakit.
5. Pelatihan pemakaian alat pendukung diri (APD)
Pelatihan ini dilakukan untuk mencegah petugas dari penularan yang dapat
ditimbulkan dari berbagai macam jenis infeksi melalaui kegiatan yang dilakukan
di rumah sakit. Pelatihan ini meliputi pengenalan berbagai macam APD yang
harus dipakai untuk masing-masing unit kerja, cara pemakaian, cara melepas,
serta kegunaannya.
6. Pelatihan pemasangan inta vena line
Pelatihan ini berisi mengenai cara pemasangan infus yang benar, sehingga
meminimalkan terjadinya komplikasi. Dalam pelatihan ini juga akan
disampaikan apa yang dimaksud dengan plebitis, tanda dan gejalanya, dan
penanganannya.
7. Pengadaan sarana dan prasarana hand higiene
Dalam rangka menunjang keberhasilan program hand higiene maka diperlukan
sarana dan prasarana yang mendukung seperti handscrub disetiap pintu masuk,
koridor, leaflet cuci tangan, tissu/ lap tangan , banner tentang hand higiene,
sabun cair, pamflet hand higiene.
8. Pelatihan hand higiene untuk pengunjung
Hand higiene tidak hanya dibudayakan pada petugas yang ada di rumah sakit,
tetapi juga kepada seluruh keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit Bumi
Waras. Pelatihan ini dikhususkan untuk keluarga dan pengunjung pasien seluruh

unit rawat inap dan rawat jalan yang melakukan pengobatan ataupun control ke
rumah sakit Bumi Waras
9. Pelatihan perawatan luka
Pelatihan ini berisi tentang cara perawat melakukan perawatan luk secara
benar dan sesuai dengan prinsip steril.
10. Pelatihan pengelolaan Linen
Pelatihan ini berisi pengelolaan linen kotor dan linen bersih mulai dari
pemisahan sampai pendistribusian.
11. Pelatihan kebersihan ruangan
Pelatihan ini dilakukan secara berkala dan dititik beratkan pada cara
kebersihan setiap ruangan dirumah sakit meliputi ruang rawat inap, ruang rawat
jalan, kantor, laboratorium, farmasi dan ruang-ruang khusus untuk pemeriksaan
penunjang.
12. Pelatihan tentang dekomentasi alat dan sterilisasi
Pelatihan berisi cara pengelolaan alat kesehatan mulai dari dekontaminasi
sampai dengan sterilisasi.
13. Pengadaan ruangan bertekanan negatif
Dalam rangka menunjang kebeersihan program kewaspadaan isolasi maka
diperlukan sarana dan prasarana yang mendukung seperti ruangan bertekanan
negatif untuk pasien pasien dengan penyakit menular.
14. Pemeriksaan kesehatan karyawan (berkala)
Pemeriksaan kesehatan karyawan ini dilakukan secara rutin setiap tahun
berupa pemeriksaan HbsAg dan anti HAV yang diberlakukan kepada seluruh
karyawan rumah sakit.
15. Imunisasi hepatitis
Imunisasi hepatitis diberikan kepada karyawan yang hasil cek Hbsa

ny positif.
16. Sosialisasi kejadian tertusuk jarum
Sosialisasi ini dilakukan kepada seluruh staf medis maupun staf non medis
yang bertugas dirumah sakit Bumi Waras dalam hal ini kemungkinan kejadian
tertusuk jarum dan cara pelaporan apabila terjadi kejadian tersebut.
17. Revisi SPO
Revisi SPO dilakukan setiap 3 tahun sekali apabila dijumpai ketidaksesuaian
antara SPO sebelumnya dengan praktik di lapangan.
18. Identifikasi tanggal kadaluwarsa peralatan dan obat
Identifikasi ini dilakukan oleh pihak logistik farmasi yang bekerjasama dengan
Tim PPI dalam pengawasan obat dan alat yang kedaluwarsa dimana setiap bulan
akan diadakan penarikan pada alat dan obat 6 bulan sebelum masa berlaku
kadaluarsanya.
19. Evaluasi kelengkapan sarana pengelolaan limbah / sampah

Evaluasi kelengkapan sarana pengelolaan limbah/ sampah dilakukan setiap


bulan, dimana masing-masing ruangan akan menyerahkan langsung permintaan
sarana yang terkait dengan pengelolaan limbah ke bidang pengadaan sarana dan
prasarana rumah sakit.
20. Kampanye hand higiene
Kampanye hand hygene dilakukan dalam waktu 1 bulan dimana setiap 1
minggu dilakukan 2 kali kampanye yang bergiliran disetiap ruangan perawtan,
ruang tunggu, rawat jalan, ruang tunggu rawat inap, kampanye ini dilakukan
dengan metode demonstrasi, membagikan leaflet.
21. Surveilans infeksi saluran pernafasan (VAP)
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang terpasang bventilator menggunakan formulir yang sudah disediakan.

BAB IV
SASARAN

A. SASARAN PROGRAM
Sasaran program komprehensif dan rencana menurunkan resiko infeksi pasien di rumah
sakit bumi waras meliputi :
1. Dokter, perawat, bidan, petugas gizi, petugas laboratorium,
2. Pasien dan keluarga pasien
3. Lingkungan rumah sakit bumi waras meliputi ruang rawat inap, ruang rawat
jalan,ruang tunggu, CSSD ( Central sterilisasion system Delivery)
4. Peralatan medis dan non medis
5. Standar operasional prosedur
Pelaksanaan komprehensif pencegahan infeks imencakup pasien dan tenaga
kesehatan , hal ini dapat dicapai melalui perencanaan program yang harus dilakukan
secara terus menerus agar tujuan program tercapai.
1. Keterlibatan petugas kesehatan dalam program pengendalian infeksi sangat
berpengaruh karena petugas kesehatan seperti dokter, perawat , bidan petugas
laboratorium yang kontak langsung dengan pasien sehingga berpengaruh untuk
terjadinya cross infeksion.setiap tindakan pelayanan harus dilakukan dengan
memperhatikan tekhnik septic aseptic, decontaminasi dan memperhatikan
sterilisasi

2. Keterlibatan pasien dan keluarga


Pasien dan keluarga yang berada dirumah sakit masing-masing memiliki potensi
sebagai sumber infeksi baru sehingga penempatan pasien infeksius dan non
infeksius harus dilakukan serta pembatasan keluarga / pengunjung pasien harus di
atur jumlah maupun waktu kunjungan pasien.
3. Lingkungan rumah sakit bumi waras meliputi ruang rawat inap, ruang rawat
jalan, ruang tunggu, CSSD ( Central sterilisasion system Delivery)
Sumber infeksi di rumah sakit salah satunya bersumber dari lingkungan rumah
sakit. Airbhone menjadi salah satu potensi baru dirumah sakit sehingga
lingkungan rumah sakit menjadi salah satu hal penting dalam program
komprehensif dan perencanaan penurunan resiko infeksi.
4. Peralatan medis dan non medis
Peralatan rumah sakit memiliki pembiayaan yang harus diperhitungkan oleh
rumah sakit sebagai investasi yang harus dipelihara sehingga selalu dalam
keadaan baik dan siap digunakan. Pemeliharaan mencakup fungsi peralatan dan
frekuensi penggunaan peralatan dalam proses pengobatan pasien. Pada tindakan
invasive peralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril dan tindakan
dengan prinsip septic aseptic. Semakin sering pnggunaan peralatan yang bukan
disposible menyebabkan resiko tinggi dalam terjadinya infeksi baru
5. Standar operasional prosedur
Dalam program penurunan infeksi diperlukan adanya SOP , SOP digunakan
sebagai acuan untuk melakukan kegiatan dan pelayanan kepada pasien secara
khomprehensif dan operasional untuk mencegah terjadinya infeksi pada pasien.

BAB V
MONITORING DAN EVALUASI PELAPORAN KEGIATAN

A. Jadwal Pelaksanaan kegiatan


Jadwal pelaksanaan kegiatan terdiri dari :
1. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dilakukan selama 1 tahun ke depan (dari bulan
Januari s/d Desember)
2. Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan kegiatan bersifat in-house yang dilakukan di tiap-tiap ruangan
unit perawatan RS
3. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan
Metodologi dalam pelaksanaan kegiatan adalah melalui aplikasi langsung di lapangan

B.

Metodologi Pelaksanaan Kegiatan


1. Pelaksanaan
Setiap unit kerja pelayanan membuat pelaporan pelaksanaan kerja secara berkala yang
mengacu pada ketetapan program kerja
2. Monitoring
Setiap bulan masing-masing penanggung jawab pelayanan melakukan monitoring
sensus harian dan pencapaian kinerja pelayanan di ruang masing-masing
3. Pencatatan dan Pelaporan
a. Pelaporan berkala dibuat oleh masing-masing penanggung jawab pelayanan
sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali

b. Laporan tahunan pencapaian kinerja masing-masing unit pelayanan dilakukan oleh


penanggung jawab pelayanan untuk dilaporkan kepada Direktur dan Dewan
Pelaksanan dalam laporan tahunan RS.

BAB VI
MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM

Bandar Lampung, ..... 2014


Ditetapkan Oleh :
Direktur Utama
RS Bumi Waras Bandar Lampung

dr. Kuswandi Sp.JP