Anda di halaman 1dari 37

Dengue Hemorrhagic Fever

Dr Abednego Agung Wicaksono

Unit Gawat Darurat BRSUD Luwuk


2014

Identitas Pasien

Nama
Umur
Jenis kelamin
Status
Alamat
Tgl Masuk RS

:Ny. S
: 55 Tahun
: Perempuan
: Menikah
: Toili
:29 desember 2014

Anamnesis
Keluhan Utama
Demam sejak 3 hari SMRS
Keluhan Tambahan
Menggigil, mual, muntah, nyeri
sendi, BAK disertai darah

Riwayat Penyakit Sekarang

Nyeri menelan dan


nyeri di belakang
mata disangkal.

Bintik-bintik merah
di tangan dan kaki,
gusi berdarah,
mimisan, BAB
disertai darah
disangkal.

Kejang, Mengigau,
batuk, sesak nafas,
nyeri saat BAK, BAB
cair disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat DBD, Demam tifoid, Malaria, dan Hepatitis disangkal
Riwayat TB disangkal
Riwayat DM disangkal
Riwayat hipertensi sejak 4 tahun SMRS dan minum obat
antihipertensi yaitu amlodipine 5 mg.
Riwayat Asma Disangkal
Riwayat BAK keruh (+) sejak 3 bulan SMRS. BAK disertai batu
(+)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat DBD, Demam tifoid, Malaria, dan Hepatitis disangkal


Riwayat TB disangkal
Riwayat DM disangkal
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat Asma Disangkal

Riwayat Psikososial
Tidak ada tetangga pasien yang sakit DBD, namun keluarga ada yang
sakit demam beberapa hari terahir

Riwayat Alergi debu, obat, cuaca dingin


dan makanan disangkal

Pasien hanya mengatasi keluhannya


dengan meminum sari kurma yang
disarankan oleh tetangga pasien.
Pasien menyangkal minum obat
paracetamol ataupun antibiotik.

Riwayat
Alergi
Riwayat
Pengobatan

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum:
tampak sakit
sedang
Kesadaran:
composmentis
Tanda vital

Status Gizi

Suhu
: 39,7oC
Nadi : 120 x/menit
RR : 20 x/menit
TD : 140/90 mmHg

BB : 70 kg
TB : 160 cm
IMT : Obese I

Pemeriksaan Fisik
Kepala : Normocephali
Mata : CA -/- ; SI -/ Leher: KGB dan tiroid tidak teraba membesar

Head and Neck

Pemeriksaan Thoraks
Paru-paru

Inspeksi

: Gerak Simetris Statis dan Dinamis

Palpasi

: Vokal fremitus simetris kanan dan kiri

Perkusi

: Sonor

Auskultasi
-/-

: Suara nafas vesikular, ronkhi -/-, wheezing

Thorax

Jantung

Inspeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: Ictus cordis ICS VI 1 cm medial LMCS

Perkusi

: Batas jantung normal

Auskultasi

: Bunyi jantung I - II Regular, murmur (-) , gallop (-)

Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi
datar, supel, smiling umbilicus (-)

Palpasi
Hepar teraba 2 jari bac
Lien tidak teraba membesar
Nyeri Tekan Epigastrium (+)

Perkusi
Timpani
Shifting dullness (-)

Auskultasi
bising usus (+) normal

Pemeriksaan Ekstremitas
Akral hangat

Oedem

Kulit
terdapat ptechie pada dada, lengan dan tungkai
Rumpleed +

Pemeriksaan Laboratorium
Test

Hasil

Unit

Normal

14,3

g%

12-17

Leukosit

18.000

g/dL

5.000-10.000

Thrombosit

33.000

g/dL

150.000 - 450.000

Hematokrit

52

37-48 %

GDS

110

mg/dL

80-140

14,9

g%

12-17

10.600

g/dL

5.000-10.000

Hematokrit

43

37-48 %

Trombosit

94.000

g/dL

150.000 - 450.000

27 desember 2014
Hemoglobin

29 desember 2014
Hemoglobin
Leukosit

Resume
Ny S, Perempuan 53 tahun, 4 hari SMRS, pasien
mengeluh febris, cephalgia, myalgia, arthalgia, dan
nausea. 1 hari SMRS, keluhan tetap dirasakan ditambah
dengan vomittus dan sesak nafas.
Pada Pemeriksaan Fisik: Suhu: 39,7oC, TD 90/60
mmHg, N 112 x/ mnt, nyeri tekan epigastrium(+), uji
tourniket : rumpleed (+)
Pada pemeriksaan laboratorium:
Leukosit 18.000 g/dL
Thrombosit 33.000 g/dL
Hematokrit 52 %

Diagnosis Kerja
Dengue Haemorrhagic Fever derajat III

Assessment DHF Derajat III


Subjektif : Febris hari ke 4 terus menerus, chepalgia,
myalgia, arthalgia
Objektif :Suhu: 39,7 oC, td 90/60 , N 112x/m, nyeri tekan
epigastrium(+), uji tourniket : rumpleed (+)
Leukosit 18.000 g/dL
Thrombosit 33.000 g/dL
Hematokrit 52 %

Diagnosis Differential:
Demam Tifoid
Malaria

Rencana Diagnosis:

Urin Lengkap
Pantau Hb, Ht, dan trombosit tiap 6 jam
Hapusan darah tepi/6 jam
Pantau tanda-tanda vital

Tatalaksana di UGD

O2 3 lpm nasal kanul


Pasang 2 iv line, 20ml/kgbb/30 menit
Cek vital sign/ 10 mnt
Syok teratasi tetesan diturunkan 10
tpm/kgbb/jam 24 jam( sampai HT rurun <
40%

Follow Up
Tgl

29/12/2014 Lemas,
pegal linu

O
mual, S: 37,50C
N: 98x/menit,

Demam hari

RL 500ml/4 jam

ke 5 dengan

Paracetamol 500 mg 3 x 1

RR : 18x/menit, DHF derajat

bila demam

TD : 120/80

III yang telah Ranitidine inj/12 jam

mmHg,

teratasi

Antasida 3 x 1

Ptekie

Ceftriaxon 2 x 1 gr

ekstremitas atas

R/ Ro Thoraks

dan bawah (-)

Follow up
30/12/101 Lemas,

S: 37 0C

DHF

N: 88x/menit,

III yang telah Paracetamol 500 mg 3 x 1

RR : 18x/menit,

teratasi

bila demam

TD : 120/80

dalam

Ranitidine inj /12 jam

mmHg

perbaikan

Antasida 3 x 1

Ptekie
ekstremitas atas
dan bawah (-),

derajat RL 500ml/4 jam

Ceftriaxon 2 x 1 gr

Tinjauan Pustaka
Dengue haemorrhagic fever (DHF)

Batasan
Infeksi virus dengue
tergantung dari faktor
yang mempengaruhi
daya tahan tubuh dengan
faktor-faktor yang
mempengaruhi virulensi
virus.

Dengue is a tropical febrile disease

http://gamapserver.who.int/mapLibrary/Files/Maps/World_DengueTransmission_Extension_2008.png

Etiology
Family Flaviviridae
Ada 4 serotipe yaitu DEN-

1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.


Same family as Yellow

Fever
RNA virus
http://www.microbiologybytes.com/virology/3035pics/dengue.j
pg

How is it spread??

http://www.metapathogen.com/IMG/Aedes-aegypti.jpg

THE VECTOR: Aedes aegypti

Mekanisme Penularan

Patogenesis
Secondary heterologous dengue infection
Replikasi virus

Anamnestic antibody respons

Teori secondary
hipotesis
Aktifasi komplemen
Komplemen menurun
heterologous
immune
Anafilatoksin (C3a, C5a)
infection
enhancement.
Histamin dalam urin
Kompleks virus-antibodi

Permeabilitas kapiler meningkat

30% kasus
syok

Anoksia

Perembesan plasma
Hipovolemia
Syok
Meninggal

Asidosis

Ht meningkat
Natrium turun
Cairan dalam
rongga serosa

DHF berdasarkan WHO


Confirmed DHF:
Kasus dengan konfirmasi laboratorium sebagai berikut deteksI antigen dengue,
peningkatan titer antibodi > 4 kali pada pasangan serum akut dan serum konvalesens, dan
atau isolasi virus.
Demam tinggi selama 2 7 hari.
Terdapat minimal 1 dari manifestasi perdarahan berikut :
Uji bendung positif
Ptekie, ekimosis, purpura
Perdarahan mukosa (tersering epistaksis atau perdarahan gusi)
Hematemesis atau melena
Trombositopenia ( PLT< 100.000/ul)
Terdapat minimal 1 dari tanda plasma leakage:
Hematokrit meningkat > 20% dibanding standar umur dan jenis kelamin
Hematokrit turun >20% setelah mendapat cairan

DD/DBD

Derajat

DD

Gejala

Lab

Demam disertasi 2 atau lebih

Leukopenia

tanda : sakit kepala, nyeri retro-

Trombositopenia, tdk

orbital, mialgia, artralgia


DBD

ada kebocoran plasma

Gejala diatas, ditambah dgn uji

Trombositopenia

bendung (+)

(<100.000), bukti ada


kebocoran plasma

II

Gejala diatas, ditambah dgn

Trombositopenia

perdarahan spontan

(<100.000), bukti ada


kebocoran plasma

III

IV

Gejala diatas ditambah dengan

Trombositopenia

kegagalan sirkulasi (kulit dingin

(<100.000), bukti ada

dan lembab, serta gelisah)

kebocoran plasma

Syok berat disertai dengan

Trombositopenia

tekanan darah dan nadi tidak

(<100.000), bukti ada

terukur

kebocoran plasma

Serologi
dengue (+)

Protokol 1 Tersangka DBD di UGD


Periksa Hb, Ht,
trmbosit

Trombosit 100150 ribu/mm3

Hb, Ht normal,
trombosit < 150
ribu/mm3

Hb, trmbosit
normal, Ht

Dipulangkan
kontrol 24 jam
periksa Hb,
Ht, trmbosit

Dirawat

Dirawat

Protokol 2

Beri cairan
1500+[20x (BB-20)]
ml/hari observasi
Hb, Ht, trombosit
tiap 24 jam.

Hb, Ht 10-20%,
trmbosit < 100
ribu/mm3

Hb ,Ht > 20%,


trmbosit < 100
ribu/mm3

Beri cairan
observasi tiap 12
jam.

Protokol 3

Protokol 3

Ht > 20%
kristaloid 67ml/kgbb/jam.
Observasi stlh 3-4
jam

Ht , frek. Nadi
, produksi urin
. Cairan
5ml/kgbb/jam
observasi setelah
2 jam.

Ada perbaikan
3ml/kgbb/jam.
Observasi 24-48
jam boleh
pulang
Tidak ada
perubahan
10ml/kgbb/jam
observasi setelah
2 jam.

Ada perbaikan
5ml/kgbb/jam.
Tidak ada
perbaikan
15ml/kgbb/jam.

Tidak ada
perbaikan/syok
tatalaksana
sindrom syok

PROTOKOL 4
Perdarahan spontan beri cairan sama dgn DBD tanpa syok
lainnya observasi pasien tiap 4-6 jam
Cek protrombin time, PTT (partial protrombin time), fibrinogen,
D-Dimer atau CT (clotting time), BT (blooding time)
Tranfusi komponen darah sesuai indikasi

PROTOKOL 5
Cairan + O2 2-4 liter/menit
Loading cairan 10-20 ml/ KgBB, evaluasi setelah 15-30 menit. Bila
renjatan telah teratasi jumlah cairan dikurangi 7 ml/KgBB/jam.
Bila keadaan tetap stabil 60-120 menit, pemberian cairan 5
ml/KgBB/jam.
Bila 24-48 jam renjatan teratasi, cairan perinfus dihentikan
Selain itu dapat diberikan O2 2-4 L/ menit.
Pantau tanda vital dalam 48 jam pertama kemungkinan terjadinya
renjatan berulang.
Periksa DPL, hemostasis, AGD, kadar Na, K, Cl, serta Ureum dan

PENCEGAHAN

Pencegahan utama demam berdarah terletak pada


menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD.
Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan
membrantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di
tempat-tempat pembiakannya.

PEMBERANTASAN
Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara 3M
yaitu :
1.
Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti :
Bak mandi/WC, drum, dll. (M1)
2.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong
Air, Tempayan, dll (M2).
3.
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air hujan (M3).

SELAIN ITU DITAMBAH DENGAN CARA LAIN YANG DISEBUT 3M


PLUS

Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis
seminggu sekali.
Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
Menaburkan bubuk Larvasida.
Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
Memasang kawat kasa.
Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
Menggunakan kelambu.
Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

Referensi
Sri Rejeki dkk. Naskah lengkap demam berdarah dengue. Balai
Penerbit FK UI.2005
Sri Rejaki dkk. Tatalaksana BDB di Indonesia.DepKes RI. 2006
Candra Aryu. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi,
Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan.FK UNDIP Semarang
2010
Faziah S. Epidemiologi dan pemberantasan demam berdarah
dengue (DBD) di indonesia. FKUSU 2004