Anda di halaman 1dari 8

ANATOMI KADAL (Mabouya multifasciata)

Oleh :
Nama
: Wardatul Izzah
NIM
: B1J013112
Rombongan :VII
Kelompok : 1
Asisten
: Marifah

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014
I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kadal (Mobouya multifasciata) merupakan salah satu hewan
Vertebrata yang digolongkan ke dalam kelas reptil. Kadal merupakan
hewan yang biasa hidup di tempat lembab dan mempunyai kebiasaan
tinggal di daerah persawahan dan dekat dengan perairan. Tubuh kadal
tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat tanduk di sepanjang
permukaan tubuhnya tanpa adanya kelenjar-kelenjar lendir. Ciri-ciri umum
dari hewan anggota famili ini antara lain : kepala ditutupi kepingan yang
mengeras dan teratur secara simetris, deretan sisik pada bagian

punggung dan perut terlihat menumpuk, lidahnya panjang dan dapat


dikeluarkan dan dimasukkan, tubuh berbentuk silindris, ujung kepala
mengerucut dan mempunyai kaki yang berjari lima.
Tubuh kadal terdiri dari kepala (caput) yang betuknya pipih dan
meruncing

ke

bagian

ujungnya,

badan

(truncus)

berbentuk

bulat

memanjang dengan sisik berwarna kuning kecoklatan sampai coklat tua,


dan ekor (cauda) yang berbentuk bulat panjang meruncing ke ujungnya,
cukup kukuh dan bersisik. Kadal biasanya mempunyai dua pasang
anggota badan yang bersifat pentadactil (jarinya lebih dari lima). Kadal
mempunyai ekor tunggal dan mudah putus sebagai alat perlindungan diri
dari predator atau biasa dikenal autotomi. Kadal mempunyai tanduk pada
sisik yang berguna untuk mencegah hilangnya kelembaban dari tubuh
juga untuk memudahkan bergerak. Kadal memiliki lidah yang bercabang
yang mempunyai fungsi untuk mendeteksi adanya mangsa di sekitar
lingkungannya.
Kadal tergolong ordo squamata yang mencakup 6.000 spesies
yang masih hidup. Kadal yang memiliki sub-ordo lacertilian mencakup
kira-kira 180 spesies dan sekitar 20 genus yang tersebar di seluruh benua
Eropa, Asia, dan Afrika. Pada praktikum ini menggunakan kadal (Mobouya
multifasciata), karena kadal mudah di dapat dan sebagai wakil dari kelas
reptilia yang tidak berbahaya. Selain itu struktur anatominya mudah
dipelajari serta diamati.
B. Tujuan
Tujuan dari pratikum kali ini adalah untuk mengetahui morfologi
dan anatomi Kadal (Mobouya multifasciata).

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Reptilia adalah kelompok hewan vertebrata yang hidupnya merayap


atau melata di dalam habitatnya. Reptil juga tergolong ke dalam hewan
yang berdarah dingin, yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu
lingkungan. Walaupun berdarah dingin reptil melakukan pembiakan di
darat. Tubuh reptil ditutupi oleh sisik-sisik atau plot-plot dari bahan
tanduk (horny scales or plates) yang kering atau tanpa kelenjer.

Umumnya

reptil

mempunyai

dua

pasang

kaki,

masing-masing

mempunyai lima jari yang bercakar, tetapi pada jenis-jenis tertentu


kakinya mereduksi atau sama sekali tidak ada. Rangka dari bahan tulang,
oksipital, kondil hanya satu. Tipe gigi pada reptil adalah labyrinthodont
(pada reptile fosil), acrodont, pleurodont, dan thecodont. Jantungnya
mempunyai empat ruangan, dua atrium dan dua ventrikel, tetapi pada
sekat dari ventrikel kanan dan kiri belum sempurna benar. Habitat hidup
di darat, air tawar atau air laut, di daerah tropis dan daerah temperate
(Carr,1977).
Reptil terdiri dari empat ordo yaitu Testudinata, Rhynchochephalia
atau Tuatara, Squamata dan Crocodilia. Sub kelas dari Testudinata adalah
pleurodira, cryptodira, paracrytodira. Sub ordo dari Squamata adalah
sauria (kadal) dan serpentes (ular). Sub ordo dari Crocodilia adalah gavial,
alligator, dan crocodilidae (Pope, 1956). Oleh karena itu, untuk membuat
suatu system klasifikasi diperlukan adanya pengamatan morfologi. Dari
pengamatan morfologis dapat diukur parameter morfologinya sehingga
dapat dilakukan pengindentifikasiannya dan berakhir dengan pembuatan
kunci determinasi dari reptil.
Adapun ciri-ciri umum anggota ordo Squamata antara lain tubuhnya
ditutupi oleh sisik yang terbuat dari bahan tanduk. Sisik ini mengalami
pergantian secara periodik yang disebut molting. Sebelum mengelupas,
stratum germinativum membentuk lapisan kultikula baru di bawah
lapisan yang lama. Pada Subordo Ophidia, kulit/ sisiknya terkelupas
secara

keseluruhan,

sedangkan

pada

Subordo

Lacertilia,

sisiknya

terkelupas sebagian. Bentuk dan susunan sisik-sisik ini penting sekali


sebagai dasar klasifikasi karena polanya cenderung tetap. Pada ular sisik
ventral melebar ke arah transversal, sedangkan pada tokek sisik
mereduksi menjadi tonjolan atau tuberkulum. Anggota squamata memiliki
tulang kuadrat, memiliki ekstrimitas kecuali pada Subordo Ophidia,
Subordo

Amphisbaenia,

dan

beberapa

spesies

Ordo

Lacertilia.

Perkembangbiakan ordo squamata secara ovovivipar atau ovipar dengan


vertilisasi internal. Persebaran Squamata sangat luas, hampir terdapat di
seluruh dunia kecuali Arktik, Antartika, Irlandia, Selandia Baru, dan
beberapa pulau di Oceania (Weber, 1915).
Klasifikasi Mabouya multifasciata adalah sebagai berikut :
Phylum

: Chordata

Subphylum : Vertebrata
Classis

: Reptilia

Ordo

: Squamata

Sub ordo

: Lacertilia

Familia
Genus

: Scincidae
: Mabouya

Spesies

: Mabouya multifasciata

III.

MATERI DAN METODE


A. Materi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak preparat


dan gunting bedah.
Bahan yang digunakan adalah kadal (Mabouya multifasciata) dan
kloroform.
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut :
1. Kadal dibius menggunakan klorofom, kemudian diletakan pada bak
preparat.
2. Pembedahan dimulai dengan pengguntingan di depan lubang kloaka
ke sisi kiri dan kanan tubuh kearah depan melewati kaki sampai ke
tengah rahang bawah.

3. Bagian-bagian organ dalam dari kadal diamati.


4. Sistem respirasi, pencernaan, maupun reproduksi diamati.

B.

PEMBAHASAN

Hasil pengamatan anatomi didapatkan bahwa Kadal (Mabouya


multifasciata) terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, badan, dan ekor.
Kadal mempunyai dua pasang kaki yang terletak pada bagian bawah
depan sepasang dan bawah belakang sepasang. Kulit kadal umumnya
tertutup oleh lapisan squama epidermal yang menanduk, di bawahnya
disokong oleh lamina derminalis yang menulang. Lubang pelepasan
berupa celah transversal (Radiopoetro, 1977).
Sistem pencernaan kadal dibangun oleh kelenjar racun dari
kelenjar saliva. Mulut mamalia mengeluarkan cairan enzim pencernaan.
Modifikasi racun saliva terdapat 2 perbedaan racun, tergantung pada
jenis kadal (Moment, 1967).

Sistem

pencernaan

Kadal

terdiri

dari

hepar,

gastrum,

lien,

pancreas, duodenum, ductus choleodocus, rectum dan kloaka. Reptilian


selain mempunyai kelenjar ludah yang letaknya di dasar rongga mulut,
dilengkapi juga kelenjar rongga mulut di depan antar lidah dan bagian
depan dari rahim bawah. Kerongkongan adalah salah satu organ
pencernaan makanan yang terletak di sebelah dorsal dari tenggorokan,
dinding kerongkongan sebagian besar strukturnya terdiri dari otot polos.
Paru-paru kadal sudah berkembang baik dan ukurannya cukup
besar. Bagian sirkulasi kadal berupa jantung yang dibungkus membran
transparan

(pericardium)

dan

dibatasi

oleh

endokardium.

Sistem

respiratoria terdiri dari struktur yang terletak diantara nostril dan paruparu yaitu glottis dan laring (Parker dan Hanswell, 1962).
Respirasi dimulai dengan masuknya udara ke nares externa
kemudian masuk ke nares interna melalui glottis sebagai celah lingua
menuju ke laring. Laring tersusun atas tiga buah tulang rawan dan berisi
beberapa pasang pita suara. Menuju trakhea yang bercabang menjadi
dua bronchi yang kemudian masing-masing menuju paru-paru (Jasin,
1989).
Sistem urogenital kadal terdiri dari sepasang ginjal, dari ginjal
keluar ureter yang bermuara di kloaka. Pada pangkal ureter terdapat
vesica urinaria. Organ urogenital jantan terdiri atas sepasang testis,
epidermis, vas deferens, dan sepasang hemipenis. Hemipenis merupakan
alat kopulasi yaitu untuk memasukkan sperma dalam tubuh kadal betina,
sehingga kadal jantan mengadakan fertilisasi internal (Jasin, 1989).
Rahang pada mulut kadal bermacam-macam bentuknya sesuai
dengan bentuk dan ukuran giginya. Ekskresi kadal adalah semisolid
seperti burung dan kebanyakan reptil lainnya. Kadal jantan mempunyai 2
hemipenis yang terletak di samping kloaka (Storer dan Usinger, 1961).
Warna

sisik

pada

tubuhnya

tergantung

dari

umur,

jenis

kelamin, dan keadaan


fisiologis tubuhnya. Kadal jantan memiliki kepala yang besar dari kepala
betina. Ekornya secara khas mirip cambuk dan bentuknya bulat dan
panjang meruncing ke ujungnya dan mudah putus. Perbedaan antara
kadal betina dan kadal jantan adalah pada kadal jantan terdapat
sepasang testis, sedangkan pada kadal betina memiliki ovarium. Kadal
jantan testis yang sebelah kiri lebih tinggi daripada testis yang sebelah

kanan, sepasang ginjal dan hemipenis. Kadal betina memiliki sepasang


ostium tuba, oviduct, dan ovarium (Bratowidjoyo, 1993).
Testis pada kadal jantan mempunyai kecenderungan bahwa satu
testis lebih tinggi dari testis yang lain. Bagian dari ductus wolffi dekat
testis berkelok-kelok untuk membentuk epididimis. Ductus wolffi ke arah
posterior menjadi ductus deferens yang biasanya lurus tetapi ada pula
yag berkelok-kelok (Radiopoetro, 1977).

V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Kadal

(Mabouya

multifasciata)

termasuk

Phylum

Chordata,

Subphylum : Vertebrata, Class : Reptilia, Ordo : Squamata, Subordo :


Lacertilia, Famili : Scincidae, Genus : Mabouya, Spesies : Mabouya
multifasciata.
2. Tubuh kadal terbagi tiga yaitu: kepala, badan, dan ekor. Kadal
mempunyai sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi, peredaran
darah, dan persyarafan.
3. Sistem pencernaan pada kadal terdiri dari hepar, gastrum, lien,
pankreas, duodenum, ductus choleodocus, rectum dan kloaka.
4. Sistem respirasi pada kadal terdiri dari trachea, larink, bronchus dan
pulmo.
5. Sistem ekskresi kadal terdiri dari ginjal, kantong kemih, dan ureter.

6. Sistem genitalia Kadal jantan terdiri dari testis, epididymis, dan


ductus wolffi. Sedangkan Kadal betina memiliki sepasang ostium
tuba, oviduct, dan ovarium.
B. SARAN
Saran

untuk

praktikum

ini

adalah

sebaiknya

setiap

kelompok

disediakan alat praktikum yang lengkap, sehingga tidak terjadi saling


meminjam alat antar kelompok ketika pembedahan berlangsung.

DAFTAR REFERENSI
Brotowijoyo, 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Carr, A.1977. The Reptil he life. Time Books inc Alexandria
Jasin, M. 1989. Sistematik Hewan. Sinar Wijaya, Surabaya.
Moment, G. B. 1967. General Zoologi. Bentley Glass, Boston.
Parker and Haswel. 1978. Text Book of Zoology 2 Vertebrates. The Mac
Millan Press, New York.
Pope, CH. 1956. The Reptile World. Routledge and Kegal Paul Ltd : London
Radiopoetra. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer, Tracy and Usinger, R. 1961. Elements of Zoology. Mc Graw Hill
Book Company, London.
Weber, M. 1915. The reptilia of The Indo-Australian Archipelago.
Amsterdam