Anda di halaman 1dari 6

Praktikum Organik 2

ISOLASI MINYAK ATSIRI


Yoga Pratama*, Adventus Reno, Afiata S., Clara Oktavia, Desy A.N.A, Irwanda P.,
Maysyarah, Misnawati, Mirna T., Nursia, Sarina L., Siti N.S.,
Fath Dwisari
Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi
Email: pratamayoga41@yahoo.co.id

ABSTRAK
Isolasi minyak atsiri dengan menggunakan rangkaian alat destilasi uap kemudian di
ekstraksi untuk mendapatkan senyawa murni dari bunga melati. Proses destilasi ini dilakukan
selama 2 jam pada pemanasan antara 62-68 OC agar menghasilkan minyak murni. Setelah
didapat minyak dimurnikan dengan penambahan Na2SO4. Minyak atsiri yang diperoleh
sebesar 1,7 gram dan diperoleh juga indeks bias melati yang didapatkan 1,349 pada suhu
27,5oC.. Sedangkan air indeks biasnya didapat sebesar 1,312 pada suhu 26,2oC.
Kata kunci: minyak atsiri, destilasi, bunga melati, indeks bias
PENDAHULUAN
Minyak atsiri didefinisikan secara
internasional sebagai produk dengan
destilasi. Destilasi uap atau proses yang
sesuai dari tumbuhan atau bagian
tumbuhan tersebut, berupa cairan aromatik
berminyak stabil, ditandai dengan bau yang
kuat. Jarang berwarna dan pada umumnya
dengan kerapatan yang lebih rendah dari
air. Minyak atsiri dapat disintesis dari
berbagai organ tanaman (bunga, tunas, biji,
daun, ranting, buah, batang dan akar)
(Miguel, 2010)
Isolasi minyak atsiri dapat dilakukan
dengan berbagai cara yaitu penyulingan,
ekstrksi
dengan
pelarut,
menguap,
ekstraksi, dengan lemak padat atau
pengepresan(Guanther, 1987; Ketaren,
1985)
a. Metode penyulingan dengan air
b. Penyaingan dengan cair dan uap
c. Penyulingan dengan uap (steam
destillation)
d. Metode pengepresan
e. Ekstraksi
dengan
pelarut
menguap

Pada
umumnya
perbedaan
komposisi minyak atsiri disebabkan oleh
perbedaan jenis tanaman penghasil,
kondisi iklim, tanah tempat tumbuh, umur
pohon, metode ekstraksi yang digunakan
dan cara penyimpanan minyak. Biasanya
minyak atsiri terdiri dari berbagai
komponen persenyawaan kimia yang
terbentuk dari unsur karbon (C), hidrogen
(H), oksigen (O), serta beberapa
persenyawaan kimia yang mengandung
unsur nitrogen dan belerang (Ketaren,
1985).
Masing- masing minyak atsiri
mempunyai
konstituen
kimia
yang
berbeda, tapi dari segi fisikanya banyak
yang sama. Minyak atsiri yang baru
diekstraksi
(segar)
umumnya
tidak
berwarna
atau
kekuning-kuningan
(Gunawan dan Mulyani, 2004).
Tujuan dari percobaan kali ini adalah
mengisolasi minyak atsiri dari sampel bahan
alami, memurnikan minyak atsiri yang telah
diperoleh serta menentukan sifat-sifat dari

Mengisolasi Minyak AtsiriKelompok 2

Praktikum Organik 2
minyak atsiri yang diperoleh. Adapun prinsip
dari percobaan kali ini adalah isolasi minyak
atsiri dengan proses destilasi dan ekstraksi.
Destilasi akan menghasilkan destilat yang
terdiri atas dua lapisan lalu dipisahkan
dengan ekstraksi agar dapat minyak atsiri
yang murni. Minyak atsiri yang diperoleh
dikeringkan dengan penambahan Na2SO4
anhidrat sehingga diperoleh minyak atsiri
murni.
Aplikasi dari percobaan ini pada
bidang
industri
makanan
sebagai
bahan penyedap dan penambah cita rasa,in
dustri farmasi sebagai obat anti nyeri, anti in
feksi, dan anti bakteri,
industri bahan pengawet sebagai insektisida
, industri kosmetik dan seperti sabun, pasta
gigi, lotion,, produk-produk kecantikan, dan
industri parfum.

Rangkaian Alat

Gambar 1.1 Rangkaian Alat Destilasi

HASIL DAN PEMBAHASAN


METODOLOGI
Alat
Alat-alat yang digunakan dalam
percobaan kali ini adalah batang pengaduk,
botol semprot, gelas beaker, bulp, corong,
gelas kimia, perangkat destilasi, erlenmeyer,
kaca arloji, pipet volume, spatula, batang
pengaduk, dan pemanas, piknometer,
refraktometer
Bahan
Bahan- bahan yang digunakan
dalam percobaan ini adalah akuades,
Na2SO4 anhidrat, bunga melati.
Cara Kerja
Masukan 100 gram bahan alami
kering yang telah halus dan ditambah
dengan akuades secukupnya pada labu
destilasi. Lakukan destilasi selama 2 jam.
Destilat yang diperoleh terdiri atas 2 lapisan.
Pisahkan lapisan minyak atsiri dengan
menggunakan corong pisah. Keringkan
minyak
atsiri
dengan
menambahkan
Na2SO4 anhidrat sehingga diperoleh atsiri
bebas air. Ditentukan indeks bias air dan
minyak atsiri.

Hasil
Pelakuan
1.

Pengamat

an
Dimasukan sampel Melati:
bunga melati kering

43,34 gram

yang

Erlenmeyer

telah

dan
dengan

ditambah

71,1 gram

akuades

secukupnya
2

halus

pada

labu destilasi
Didestilasi selama 2

Ditambah

jam

air
secukupny

3.

Dipisahkan lapisan

a
Hasil

minyak

destilat

atsiri

dengan

erlenmeyer

menggunakan

72,8 gram

corong pisah
4. .dikeringkan minyak Ditentukan
atsiri
dengan indeks bias
menambahkan

Mengisolasi Minyak AtsiriKelompok 2

Praktikum Organik 2
Na2SO4
anhidrat dengan
sehingga
diperoleh refraktomet
atsiri bebas air.
er

5.

Ditentukan indeks

Indeks bias

bias air dan minyak

air

atsiri.

suhu

1,312

26,2oC
Indeks bias
atsiri 1,349
suhu
27,5oC
Minyak Atsiri merupakan salah
satu produk bahan rempah rempah.
Minyak atsiri lazim disebut minyak yang
mudah menguap ( volatile oils). Minyak
atsiri umumnya berwujud cair, diperoleh
dari bagian tanaman akar, kulit batang,
daun, buah, biji atau bunga dengan cara
destilasi uap, ekstraksi atau dipres
(ditekan). Minyak sereh, minyak daun
cengkeh, minyak akar wangi, minyak nilam,
minyak kenanga, minyak kayu cendana
merupakan beberapa bahan ekspor minyak
atsiri Indonesia. Minyak atsiri awalnya
digunakan sebagai bahan pewangi, parfum,
obat-obatan, dan bahan aroma makanan.
Dalam perkembangan sekarang hasil
sintesis senyawa turunanan minyak atsiri
dapat digunakan sebagai feromon, aditif
biodisel, antioksidan, polimer, aromaterapi,
penjerap logam, sun screen block dan
banyak lagi kegunaan lainnya. (Asep
Kadarohman )
Pada percobaan destilasi uap ini
bertujuan untuk membuat minyak atsiri
melati dari bunga melati. Pembuatan
minyak melati ini banyak memiliki manfaat
dalam
kehidupan
sehari-hari,
untuk
membuatnya minyak melati ini, langkahlangkah yang harus dilakukan yaitu,

memasukkan bunga melati ke dalam labu


destilasi sebanyak 43,34 gram, dan pada
labu destilasi yang lain di isi dengan air
yang
kegunaannya
adalah
untuk
melarutkan senyawa polar yang ada pada
bunga melati sert memisahkan dari
senyawa nonpolar seperti minyak atsiri dari
bunga melati. Suhu yang dipanaskan pada
proses
destilasi
sebesar
60-68oC
merupakan suhu untuk minyak yang
terkandung
menguap.
Pada
proses
pemanasan
alirkan
uapnya
agar
menghasilkan minyak atsiri. Pada metode
distilasi uap ini temperatur dari komponen
yang dipisahkan dapat diturunkan dengan
cara
menguapkannya
kepada
uap
pembawa (carrier), biasanya uappelarut.
Temperatur penguapan dalam hal ini lebih
rendah dari temperatur didih senyawasenyawa yang dipisahkan. Hal ini juga
untuk menjaga agar senyawa-senyawa
komponen yang dipisahkan tidak rusak
karena panas. Jika pelarutnya air maka uap
pelarut adalah uap air. Uap pelarut ini akan
membawa serta kompnenpada waktu
menguap. Campuran ini mengembun
bersama walaupun komponen tidak dapat
bercampur
dengan
pelarut.
Pada
temperatur kamar setelah campuran
didinginkan, ciran pembawa akan terpisah
dari komponentarget karena berbeda
massa jenis dan akan terpisahkan dengan
mudah karena gaya gravitasi. Campuran
komponen
dengan
pelarutnya
akan
dipisahkan
kemudian
(Wonorahardjo,
2013:93).
Setelah proses destilasi selesai,
minyak melati yang dihasilkan tidak trlalu
banyak, hanya 1,7 gram menghitungnya
dari hasil berat destilat dengan erlenmeyer
72,8 gram dikurang berat erlenmeyer 71,1
gram.
Minyak
yang
dihasilkan
mengeluarkan wangi khas dari bunga
melati. Kadar minyak yang dihasilkan
sedikit hal ini karena waktu kontak antara
uap air dan minyak tidak cukup lama untuk
menguapkan minyak yang terkandung di

Mengisolasi Minyak AtsiriKelompok 2

Praktikum Organik 2
dalam bunga. Selain itu terdapat kesalahan
dalam preparasi sampel yang tidak
mencapai berat 100 gram.
Gambar 1.2 Hasil Destilat

cayaha, penggembalaan kejadian, total


refleksi, ini adlah pembiasan (refraksi) atau
reflaksi total cahaya yang digunakan.
Sebagai prisma umum menggunakan

Sedikitnya minyak atsiri yang


didapat mungkin juga pengaruh bunga yang
digunakan harus dalam kondisi kering
karena bunga dengan kondisi basah yang
biasa disebabkan karena embun dapat
menimbulkan ketengikan pada lemak yang
disebabkan oksidasi lemak karena adanya
kandungan H2O. Kondisi bunga yang
masih kuncup serta mekar penuh juga tidak
dapat digunakan untuk menghasilkan
semua tiga prinsip, satu dengan insdeks
bias dikenal (Prisma). Cahaya merambat
dalam transisi antara pengukuran prisma
dan media sampel (n cairan) dengan
kecepatan yang berbeda indeks bias
diketahui dari media sampel diukur dengan
defleksi cahaya (Wikipedia Commons,
2010).

minyak atsiri selain karena tidak dapat


mekar dan tidak harum, bunga pada kondisi
kuncup sangat sulit digunakan untuk proses
enfleurasi karena bunga harus diletakkan
dengan posisi seluruh bagian menempel
pada lemak sehingga lemak dapat
mengadsorbsi minyak di seluruh kelopak
bunga. Bunga dengan kondisi mekar penuh
aroma harumnya telah banyak yang
menguap
sehingga
tidak
dapat
dimanfaatkan baik (Suyanti et al,2004).

Secara umum indeks bias minyak


melati yang dihasilkan tidak berbeda jauh
antar variabel. Penentuan indeks bias
dilakukan dengan refraktometer pada suhu
kamar. Indeks bias minyak melati umumnya
diatas 1,400, namun pada indeks bias
melati yang didapatkan 1,349 pada suhu
27,5oC Nilai indeks bias dipengaruhi salah
satunya dengan adanya air dalam minyak
Semakin banyak kandungan airnya maka
semakin kecil nilai indeks biasnya. Ini
karena sifat dari air yang mudah untuk
membiaskan
cahaya
yang
datang.
Sedangkan air indeks biasnya didapat
sebesar 1,312 pada suhu 26,2oC.
SIMPULAN

Gambar 1.3 Refraktometer


Refraktometer adalah alat ukur
untuk menentukan indeks bias cairan atau
padat, bahan transparan dan refractometry.
Prinsip pengukuran dapat dibedakan, oleh

Kesimpulan
adalah

Mengisolasi Minyak AtsiriKelompok 2

dari

percobaan

ini

Praktikum Organik 2
aMengisolasi minyak atsiri bunga melati
dapat
dilakukan
dengan
metode
destilasi, ekstraksi
bMemurnikan minyak atsiri dengan hasil
destilasi yang kemudian ditambahkan
Na2SO4.
c Hasil mendapatkan minyak atsiri dari
bunga melati sebesar 1,7 gram

Miguel M.G. 2010. Anhoxidant and Anti


Inftramory Activities of Essential Oils. A
Short Review

Daftar Pustaka

Wikipediaa Commons. 2010. Gambar


Refraktometer.
http://www.wikipedia.com.
Diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul
10.00 WIB

Guanther, E. 1987. The Essential Oil. Alih


bahasa Ketaren. UI Press. Jakarta
Gunawan dan Mulyani. 2004. Ilmu Obat
Alam. Jilid I. Swadaya. Jakarta
Kadarohman, Asep. Minyak Atsiri sebagai
Teaching
Material
dalam
Proses
Pembelajaran
Kimia.
(http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5
&cad=rja&uact=8

S.Prabawati, Suyanti, et al.


Perbaikan
cara
ekstraksi
Meningkatkan Rendemen Minyak
Melati Gambir Skala Pilot. Balai
Penelitian dan Pengembangan
Panen Pertanian: Jakarta

Wonorahardjo,
Surjani.
Metode
Pemisahan
Akademia Permata

Ketaren S. 1985. Pengantar Teknologi


Minyak Atsiri. Balai Pustaka. Jakarta

Mengisolasi Minyak AtsiriKelompok 2

2004,
Untuk
Bunga
Besar
Pasca

2013.MetodeKimia.Jakarta:

Anda mungkin juga menyukai