Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

JENIS-JENIS FRAKTUR SPESIFIK

Pembimbing:
dr. Bambang Agus Teja Kusumah, Sp.OT

Disusunoleh:
R. Caesar R.P.W.

G4A013001

SuryoAdiKusumo B.

G4A013002

Indah Permata Sari

G4A013003

Firda Sofia

G4A014009

SMF ILMU BEDAH


RSUD PROF. MARGONO SOEKARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO

2015LEMBAR PENGESAHAN
TUGAS
JENIS-JENIS FRAKTUR SPESIFIK

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti program profesi dokter di
Bagian Ilmu Bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

DisusunOleh :
R. Caesar R.P.W.

G4A013001

Suryo Adi Kusumo B.

G4A013002

Indah Permata Sari

G4A013003

Firda Sofia

G4A014009

Padatanggal,Mei2015

Mengetahui
Pembimbing,

dr. Bambang Agus Teja Kusumah, Sp.OT

Fraktur Colles
Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan (dinner fork
deformity). Pasien terjatuh dalam keadaan tangan terbuka dan pronasi, tubuh
beserta lengan berputar ke ke dalam (endorotasi). Tangan terbuka yang terfiksasi
di tanah berputar keluar (eksorotasi/supinasi).

Manifestasi Klinis
o Fraktur metafisis distal radius dengan jarak 2,5 cm dari permukaan sendi
distal radius
o Dislokasi fragmen distalnya ke arah posterior/dorsal
o Subluksasi sendi radioulnar distal
o Avulsi prosesus stiloideus ulna.
Penatalaksanaan
Pada fraktur Colles tanpa dislokasi hanya diperlukan imobilisasi dengan
pemasangan gips sirkular di bawah siku selama 4 minggu. Bila disertai dislokasi

diperlukan tindakan reposisi tertutup. Dilakukan dorsofleksi fragmen distal, traksi


kemudian posisi tangan volar fleksi, deviasi ulna (untuk mengoreksi deviasi
radial) dan diputar ke arah pronasio (untuk mengoreksi supinasi). Imobilisasi
dilakukan selama 4 - 6 minggu.
Fraktur Smith
Fraktur Smith merupakan fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena
itu sering disebut reverse Colles fracture. Fraktur ini biasa terjadi pada orang
muda. Pasien jatuh dengan tangan menahan badan sedang posisi tangan dalam
keadaan volar fleksi pada pergelangan tangan dan pronasi. Garis patahan biasanya
transversal, kadang-kadang intraartikular.

Manifestasi Klinis
Penonjolan dorsal fragmen proksimal, fragmen distal di sisi volar pergelangan,
dan deviasi ke radial (garden spade deformity).

Penatalaksanaan
Dilakukan reposisi dengan posisi tangan diletakkan dalam posisi
dorsofleksi ringan, deviasi ulnar, dan supinasi maksimal (kebalikan posisi Colles).
Lalu diimobilisasi dengan gips di atas siku selama 4 - 6 minggu.
Fraktur Galeazzi
Fraktur Galeazzi merupakan fraktur radius distal disertai dislokasi sendi
radius ulna distal. Saat pasien jatuh dengan tangan terbuka yang menahan badan,
terjadi pula rotasi lengan bawah dalam posisi pronasi waktu menahan berat badan
yang memberi gaya supinasi.

Manifestasi Klinis
Tampak tangan bagian distal dalam posisi angulasi ke dorsal. Pada
pergelangan tangan dapat diraba tonjolan ujung distal ulna.
Penatalaksanaan
Dilakukan reposisi dan imobilisasi dengan gips di atas siku, posisi netral
untuk dislokasi radius ulna distal, deviasi ulnar, dan fleksi.
Fraktur Montegia
Fraktur Montegia merupakan fraktur sepertiga proksimal ulna disertai
dislokasi sendi radius ulna proksimal. Terjadi karena trauma langsung.

Manifestasi Klinis
Terdapat 2 tipe yaitu tipe ekstensi (lebih sering) dan tipe fleksi. Pada tipe
ekstensi gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi.
Sedangkan pada tipe fleksi, gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang
menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk menentukan ada/tidaknya
dislokasi. Lihat kesegarisan antara kondilus medialis, kaput radius, dan
pertengahan radius.

Penatalaksanaan
Dilakukan reposisi tertutup. Asisten memegang lengan atas, penolong
melakukan tarikan lengan bawah ke distal, kemudian diputar ke arah supinasi
penuh. Setelah itu, dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula.
Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90 dan
posisi lengan bawah supinasi penuh. Bila gagal, dilakukan reposisi terbuka
dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw).
Fraktur Greenstick
Fraktur dimana salah satu sisi tulang patah dan sisi lain bengkak. Sering
terjadi pada anak anak.

Manifestasi klinis
Gejala dari fraktur greenstick seperti fraktur yang lain yaitu nyeri yang
terus menerus, hilangnya fungsi, deformitas, krepitasi, pembengkakan lokal dan
hilang warna.

Penatalaksanaan
Prinsip penanganan fraktur adalah reduksi. Reduksi fraktur berarti
mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis. Reduksi
tertutup, mengembalikan fragmen tulang ke posisinya (ujung - ujungnya saling
berhubungan) dengan manipulasi dan traksi manual. Alat yang digunakan
biasanya traksi, bidai dan alat yang lainnya. Reduksi terbuka, dengan pendekatan
bedah. Alat fiksasi interna dalam bentuk pin, kawat, sekrup, plat, paku.
Imobilisasi,

dapat

dilakukan

dengan

metode

eksterna

dan

interna

Mempertahankan dan mengembalikan fungsi Status neurovaskuler selalu dipantau


meliputi peredaran darah, nyeri, perabaan, gerakan. Perkiraan waktu imobilisasi
yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang mengalami fraktur adalah kurang
lebih 3 bulan.

Daftar Pustaka

Apley, A. Graham , Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, Widya Medika,
Jakarta, 1995.
Dunphy & Botsford (1985), Pemeriksaan Fisik Bedah, Yayasan Essentia Medica,
Jakarta.