Anda di halaman 1dari 31

Case Report Anestesi

ANESTESI PADA LIPOMA

BAB II
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Agama
Tgl MRS
No.RM
Tanggal Operasi

: Ny. Y
: Perempuan
: 46 tahun
: Cianjur
: Islam
: 23 April 2015
: 069560
: 24 April 2015

ANAMNESA
Keluhan Utama
benjolan dileher punggung

Riwayat Penyakit Sekarang


Benjolan dipunggung sejak 2 tahun, benjolan
dirasakan semakin membesar. Benjolan terasa
lunak. Benjolan tidak dirasakan nyeri saat
ditekan maupun tidak.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien belum pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya.
Pernah di operasi disangkal.

Riwayat Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit sama

Riwayat Alergi
Obat, makanan, cuaca tidak ada, asma tidak
ada

Riwayat psikososial
Pasien tidak merokok, tidak minum alkohol

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
BB
Tanda vital
TD
N
RR
S

: Tampak sakit sedang


: composmentis
: 78 kg
:
: 140/70 mmHg
: 76 x/menit
: 22 x/menit
: 36,4 oC

Kepala
Bentuk
Mata
Leher

: normocephal
: Konjungtiva tidak anemis
: Pembesaran KGB (-)

Thoraks
- Paru :
Inspeksi : Bentuk dada normal, pergerakan dinding
dada
simetris, tidak didapatkan retraksi sela
iga
Palpasi
: Vocal fremitus sama pada kedua lapang
paru
Perkusi
: Sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler di kedua lapang paru, tidak ada
ronchi ataupun wheezing pada kedua paru

Jantung :
Inspeksi

: Ictus Cordis tidak terlihat

Palpasi

: Teraba ictus cordis tidak teraba

Perkusi

: Batas jantung kanan relative di ICS V linea


parasternal
dextra , Batas janttung
kiri relative di ICS V linea mid clavicula sinistra

Auskultasi

: Bunyi Jantung I dan II regular, tidak didapat


murmur dan gallop

Abdomen :
Inspeksi

: datar

Palpasi

: Tidak terdapat nyeri tekan pada ke empat


kuadran abdomen

Perkusi

: Tympani di 4 kuadran abdomen

Auskultasi

: Peristaltik normal

Ekstremitas :
Superior : Akral hangat, CRT < 2 detik, tidak edema
Inferior : Akral hangat, CRT < 2 detik, tidak edema

Status Lokalis
StatusLokalis
Punggung
Inspeksi : Terdapat benjolan punggung,
Warna benjolan sama dengan warna kulit
sekitarnya.
Palpasi : Teraba massa di punggung,
ukuran 5x3 cm, konsistensi kenyal,
permukaan rata, mobile, tidak nyeri jika
ditekan

Pemeriksaan Penunjang

Resume

Perempuan, 46 tahun datang ke rumah sakit dengan


keluhan benjolan pada punggung .Benjolan dipunggung
sejak 2 tahun, benjolan dirasakan semakin membesar.
Benjolan terasa lunak. Benjolan tidak dirasakan nyeri saat
ditekan maupun tidak. Pemeriksaan fisik didapatkan dalam
batas normal, pemeriksaan

lokalis didapatkan adanya

benjolan punggung, Warna benjolan sama dengan warna


kulit sekitarnya. Teraba massa di punggung, ukuran 5x3
cm, konsistensi kenyal, permukaan rata, mobile, tidak nyeri
jika ditekan

KETERANGAN UMUM
-DIAGNOSA PRA BEDAH
Lipoma
-JENIS PEMBEDAHAN
Biopsi Eksisi

STATUS FISIK

American Society of Anesthesiologists (ASA) :


1. Pasien sehat organik, fisiologik, psikiatrik &
2. Pasien dgn peny. sistemik ringan atau sedang.
biokimia.
3. Pasien dgn peny. sistemik berat, aktivitas rutin terbatas.
4. Pasien dgn peny. Sistemik berat, tdk dapat melakukan
aktivitas rutin & penyakitnya merupakan ancaman
kehidupan sehari-harinya.
5. Pasien sekarat yg diperkirakan dengan atau tanpa
pembedahan hidupnya tidak akan lebih dari 24 jam.

PRA-OPERATIF
Dipuasakan 6-8 jam sebelum op. :
Intake oral terakhir : 22.00 WIB
Saat di ruang persiapan, pasien di infus cairan RL.
Lalu pasien masuk ruang op jam 09.00 WIB
Dilakukan pemasangan manset tekanan darah dan
pengukur saturasi 02.

PROSEDUR ANESTESI
1. METODE
: Umum
2. PREMEDIKASI : Tidak dilakukan
3. HASIL
: Memuaskan
(+)
Depresi Sirkulasi
(-)
Depresi Pernapasan
(-)
Depresi Psikis
(-)
Tachycardi
(-)
Kenaikan Suhu Badan (-)

ANESTESI UMUM
1. INDUKSI
: Sempurna
2. TEKNIK
: Semi-Closed
3. PENGATURAN NAPAS : Controlled
(+)
Assisted
(+)
4. MEDIKASI
: Fentanyl 50g
Rocuronium Bromide 20mg
Propofol 100mg
Dexametasone 5mg
Sulfat Atropine 0,25mg
Neostigmine 0,5mg
Ondancentrone 4mg
Ketorolac 30mg

ANESTESI UMUM

5. PEMBERIAN CAIRAN : RL 500cc

6. MAINTENANCE

: O2
2L
N2O
2L
Sevoflurane

2%

MONITORING
1. 09.00: Pasien masuk OK
TD 146/76mmHg, Nadi 88x/menit, Saturasi 99%
2. 09.05: Pasien di induksi menggunakan obat Fentanyl
50g, Rocuronium Bromide 20mg dan Propofol
100mg, dilakukan pemasangan LMA dan diberikan
maintenance O2:2L, N2O:2L dan Sevoflurane:2%
3. 09.20 : Diberikan terapi Dexametasone 5mg
4. 09.25 : Jahit lapisan terakhir kulit diberikan Sulfat
Atropine 0,25mg dan Neostigmine 0,5mg
5. 09.30 : Operasi selesai diberikan Ondancentrone 4mg
dan Ketorolac 30mg

INTRA-OPERATIF
1. LETAK PENDERITA
2. INTUBASI
3. PENYULIT INTUBASI
4. PENYULIT WAKTU
ANESTESI/OPERASI
5. LAMA OPERASI

: Miring
: Oral
No.tube LMA no.3
: Tidak ada
: Tidak ada
: <1 jam

21

Tanda tanda vital


Intraoperatif
Jam

Jam

Tek. darah
Tek.
darah
09.00 WIB
146/76mmHg

Nadi

Nadi
88x/mnt

RR

09.15 WIB

100 x/mnt

18x/mnt

140/60 mmHg

09.00 WIB
09.30 WIB146/76mmHg
130/80 mmHg

20x/mnt

RRSpO2
99%
98%

SpO2

88x/mnt20x/mnt 20x/mnt
99%

99%

09.15 WIB 140/60 mmHg

100 x/mnt

18x/mnt

98%

09.30 WIB 130/80 mmHg

95 x/mnt

20x/mnt

99%

95 x/mnt

22

Keadaan Pasien Pasca


Operasi
Keadaan umum
:

Tampak Sakit Sedang


Kesadaran
: Sadar
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah
:
120/80 mmHg
Nadi
: 90 kali/menit
Respirasi
: 20kali/menit
Suhu
: 36.6 C

Aldrette score

Jam
WK

10.50

Merah
muda (2)

RR

C*

Nafas

120/80

dalam

mmHg

(2)

(2)

Score

KS

ACT

Sadar

Gerak 4

(2)

ext (2)

10

22

Tinjauan Pustaka
Lipoma
Lipoma adalah tumor jinak jaringan lemak
yang berada di bawah kulit yang tumbuh
lambat, berbentuk lobul masa lunak yang
dilapisi oleh pseudokapsul tipis berupa
jaringan fibrosa.

Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakkan,


dan tidak nyeri. Pertumbuhannya sangat lambat dan
jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan
berukuran kecil, namun dapat tumbuh hingga mencapai
lebih dari diameter 6 cm.
Biasanya suatu lipoma dikulit hanya dirasakan
mengganggu kosmetik oleh penderitanya.Sangat jarang
suatu lipoma dikulit akan menekan struktur lain yang
akan menyebabkan gangguan.
Suatu lipoma sangat jarang berubah menjadi suatu
keganasan, misalnya suatu liposarkoma. Liposarkoma
praktis tidak pernah timbul dari suatu lipoma.

Posisi Lateral Dekubitus


Lateral dekubitus adalah posisi dimana pasien
miring bertumpu pada satu sisi badan. Dalam
pengertian ini, right lateral decubitus berarti
pasien posisi miring bertumpu pada sisi kanan
(sisi kanan menempel meja operasi), demikian
juga sebaliknya. Sisi bawah yang menempel
meja operasi disebut dependen, sedangkan sisi
atas disebut nondependen. Posisi ini dapat
bervariasi tergantung pada lokasi operasi. Posisi
lateral dekubitus memberikan akses yang
optimal pada sebagian besar operasi paru,
pleura, esophagus, mediastinum dan vertebra.

Membaringkan pasien pada posisi miring


dapat menimbulkan risiko. Bila pasien
ditidurkan, harus dalam kondisi yang
dalam untuk menghindar reflek batuk.
Perlu diperhatikan beberapa hal khusus
untuk menghindari adanya komplikasi.
Chest Roll berupa gulungan kain
diletakkan di sebelah kaudal aksila
dependent sehingga aksila tidak
menempel meja operasi. Hal ini bertujuan
untuk mencegah penekanan struktur
neurovaskuler, meliputi arteri dan pleksus
brakhialis oleh kaput humeri.

Posisi pipa ET harus dicek ulang setelah


pasien diposisikan miring, karena
perubahan posisi leher dapat
mempengaruhi posisi pipa ET.

Diagram skematik menunjukkan distribusi ventilasi pada pasien posisi lateral


dekubitus dengan dada tertutup yang sadar (kiri) dan terbius (kanan). Induksi
anestesi menyebabkan pengurangan volume pada kedua paru.Pada kurva pressurevolume paru nondependen (atas) bergeser dari bagian yang flat menjadi ke bagian
yang curam. Hal ini menggambarkan bahwa pada pasien terbius yang bernafas
spontan, sebagian besar ventilasi tidal menuju pada paru nondependent (yang
perfusinya rendah) dibandingkan pada paru dependen (yang perfusinya lebih besar)

DAFTAR PUSTAKA
.Dobson, M.B.,ed. Dharma A., Penuntun Praktis Anestesi. EGC, Jakarta , 1994
Ganiswara, Silistia G. Farmakologi dan Terapi (Basic Therapy Pharmacology). Alih
Bahasa: Bagian Farmakologi FKUI. Jakarta, 1995
Latief SA, dkk. 2010. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Edisi Kedua. Bagian
Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. Jakarta,
Morgan GE, Mikhail MS. Clinical Anesthesiology. 4th ed. Appleton & Lange.
Stamford, 1996
Sabiston, DC. Buku Ajar Bedah Bagian 1. EGC, Jakarta, 1995
Soerasdi E., Satriyanto M.D., Susanto E. Buku Saku Obat-Obat Anesthesia Seharihari. Bandung, 2010
Werth, M. Pokok-Pokok Anestesi. EGC, Jakarta, 2010
Latief SA, dkk. 2002. Petunjuk Praktis Anestesiologi, Edisi Kedua. Jakarta : Bagian
Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI.