Anda di halaman 1dari 4

CTM (Chlorpheniramine Maleat)

pH 4-5
Pemerian (Depkes RI, 1979 Hal

Serbuk hablur, putih, tidak berbau, dan rasa pahit

154)
Kelarutan (Depkes RI, 1979

Larut dalam 4 bagian air, dalam 10 bagian etanol 95%,

Hal 154)

10 bagian kloroform, dan sukar larut dalam eter dan

Titik leleh (Depkes RI, 1979

benzen
132-1350C

Hal 154)
Inkompatibilitas (Depkes RI,

Inkompatibel dengan kalsium klorida, kanamisin sulfat,

1979 Hal 154)

noradrenalin acid tartrat, pentobarbital sodium, dan


meglumine adipiodone

Stabilitas
Panas
Hidrolisis/oksidasi
Cahaya

Harus terlindung cahaya


(Depkes RI, 1979 Hal 154)
Kesimpulan :
Bentuk zat aktif yang digunakan (basa/asam/garam/ester) : asam
Bentuk sediaan : injeksi
Cara sterilisasi sediaan : Autoklaf 121C, 15 menit
Kemasan : vial
1. Natrium Klorida
Pemerian (Rowe,

Serbuk kristal putih atau kristal tidak berwarna, rasa asin,

2009 Hal 637)

kristalnya berbentuk kubik, NaCl padat tidak mengandung air,

Kelarutan (Rowe,

dibawah 0oC garam akan mengkristal seperti dihidrat


Larut dalan 2,8 bagian air, 10 bagian gliserin, 250 bagian etanol

2009 Hal 637)

95%

Titik leleh (Rowe,

8040C

2009 Hal 637)


Inkompatibilitas

Korisif terhadap besi, bereaksi berbentuk presipitat dengan perak,

(Rowe, 2009 Hal

timah dan garam merkuri. Kelarutan metil paraben berkurang

637)

ketika berada dalam larutan natrium klorida, viskositas gel


karbomer dan solusi dari hidroksietil selulosa atau hidroksipropil

selulosa berkurang dengan penambahan natrium klorida


Stabilitas
Panas

Serbuk natrium klorida yang kurang dari 30 m akan terbentuk

Hidrolisis/oksidasi tablet dengan deformasi, larutan natrium klorida stabil tapi dapat
terjadi pemisahan ketika berkontak dengan wadah gelas tertentu
Cahaya
(Rowe, 2009 Hal
637)
2. Natrium Benzoat
Pemerian (Rowe,

Granul atau serbuk hablur, tidak berbau atau praktis tidak berbau.

2009 Hal 627)


Kelarutan (Rowe,

Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan lebih

2009 Hal 627)


Titik leleh
Inkompatibilitas

mudah larut dalam etanol 90 %.


Inkompatibel dan gelatin, garam besi, garam kalsium dan garam

(Rowe, 2009 Hal

dari logam berat, termasuk perak dan merkuri.

627)
Stabilitas
Panas
Hidrolisis/oksidasi Stabil diudara
Cahaya
(Rowe, 2009 Hal
627)
3. Natrium Dihidrogen Fosfat (NaH2PO4 )
Pemerian (Rowe,
2009 Hal 659)

Tidak berbau, tidak berwarna atau putih, kristal agak melumer.


Bentuk anhidrat berbentuk bubuk kristal putih atau butiran.

Kelarutan (Rowe,

Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol 95 %.

2009 Hal 659)


Titik leleh
Inkompatibilitas

1.Inkompatibel dengan basa dan karbonat

(Rowe, 2009 Hal

2.Tidak boleh dicampurkan dengan aluminium, kalsium,

659)

magnesium atau garam akan mengikat fosfat dan dapat merusak


penyerapan dari saluran pencernaan
3.Pada sediaan parenteral Interaksi antara kalsium dan fosfat,

Stabilitas

dapat mebentuk endapan kalsium fosfat


Secara kimiawi stabil, meskipun agak melumer.

Panas

Pada pemanasan pada 1000C, dihidrat kehilangan semua

Hidrolisis/oksidasi airnya kristalisasi. Pada pemanasan lebih lanjut, meleleh dengan


dekomposisi pada 2050C, membentuk natrium hidrogen pirofosfat,
Cahaya
Na2H2P2O7. Pada 2500C ia meninggalkan residu akhir natrium
(Rowe, 2009 Hal
metafosfat (NaPO3).
659)

4. Dinatrium Hidrogen Fosfat (Na2HPO4 )


Pemerian (Rowe,

Tidak berbau, tidak berwarna atau putih

2009 Hal 656)


Kelarutan (Rowe,

Sangat mudah larut dalam air terutama air panas atau mendidih,

2009 Hal 656)


Titik leleh
Inkompatibilitas

tidak larut dalam etanol 95%


Inkompatibel dengan alkaloid, antipiren, chloral hydrate, lead
acetate, pyrogallol, resorcinol and calcium gluconate, and
ciprofloxacin.

(Rowe, 2009 Hal


656)
Stabilitas

Bentuk anhidrat bersifat higroskopis

Panas

Ketika dipanaskan sampai 400C akan sekering dodekahidrat; di

0
Hidrolisis/oksidasi 100 C kehilangan nya air kristal; dan pada panas kusam-merah
(sekitar 2400C) akan berubah menjadi pirofosfat (Na4P2O7 )
Cahaya

(Rowe, 2009 Hal


656)
Aqua Pro Injeksi
Pemerian

Cairan, jemih, tidak berwarna; tidak berbau.

(Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, 1995
Hal 112)
Kelarutan
Titik leleh
Inkompatibilitas

Stabilitas
Panas

Hidrolisis/oksidasi
Cahaya
Kegunaan (Departemen

Pelarut

Kesehatan Republik
Indonesia, 1995 Hal 112)
Penyimpanan
(Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, 1995
Hal 112)

Dalam wadah dosis tunggal, dari kaca a tau plastik, tidak


lebih besar dari 1liter .Wadah kaca sebaiknya dari kaca Tipe I
atau Tipe II.