Anda di halaman 1dari 74

BAB 1

Pendahuluan

Latar Belakang
Torsio testis

SALAH SATU
KASUS
KEGAWATDA
RURATAN
UROLOGI

Dapat terjadi pada semua usia

Penundaan penanganan torsio testis

Ultrason
ografi
modalita
s
utamak
elainan
kelainan
pada
skrotum

Tujuan Penulisan

Metode Penulisan

BAB 2
Tinjauan Pustaka

TORSIO TESTIS

Anatomi

Anatomi Sistem Reproduksi Pria

Skrotum
Kantong kulit
Dua lapis
kulit
Fasia superfisialis.
Fasia superfisialis terdapat
otot polos yang tipis tunika
dartos,

Vaskularisasi
Arteriae pudenda interna.
Arteriae pudendae externae
Arteria cremasterica
Vena scrotales mengiringi
arteri-arteri tersebut.

Persarafan
nervus genitofemoralis (L1,L2)
cabang sensoris permukaan skrotum
ventral dan lateral.
Cabang nervus ilioinguinalis (L1), juga
untuk permukaan skrotum ventral.
nervus pudendalis (S2-S4) untuk
permukaan skrotum dorsal.
nervus cutaneus femoris posterior
(S2,S3) untuk permukaan skrotum
kaudal.

Funikulus spermatikus
Menggantung testis dalam skrotum
Berisi struktur-struktur yang melintas
ke dan dari testis:
ductus deferens
arteri yang memasok darah testis
dan jaringan sekitar
serabut saraf simpatis dan
parasimpatis
pembuluh limfe

Pada fasia cremasterica terdapat


ikal-ikal
(loops)
musculus
cremaster secara refleks
mengangkat testis ke dalam
skrotum,
terutama
sewaktu
dingin
Persarafan m.cremaster dari
ramus
genitalis
nervi
genitofemoralis (L1,L2).

Tunika vaginalis
Kantong peritoneal membungkus testis
Lamina visceralis melekat pada testis dan
epididimis.
Lamina parietalis berbatasan langsung
pada fasia spermatica interna
Epididimis
Gulungan pipa yang berbelit-belit
Terletak pada permukaan kranial dan
dorsolateral testis.

Funikulus Spermatikus

Testis
Terletak dalam skrotum.
Permukaannya tertutup oleh lamina
visceralis tunikae vaginalis, kecuali
pada tempat perlekatan epididimis
dan funikulus spermatikus.
Saraf
autonom

dari
plexus
testikularis.
serabut parasimpatis dari nervus
vagus
serabut
simpatis
dari
segmen

Testis

Definisi

Torsio funikulus spermatikus intravaginalis


Bisa
disebabkan
oleh
perkembangan
abnormal dari tunika vaginalis dan funikulus
spermatikus
Insersi abnormal yang tinggi dari tunika
vaginalis
funikulus panjang dan bebas
testis kurang melekat pada tunika
vaginalis viseralis.
Testis yang demikian mudah memuntir dan
memutar funikulus spermatikus.

Torsio testis ekstravaginal


Pada masa janin dan neonatus
lapisan parietal yang menempel
belum
banyak
jaringan
penyanggahnya

testis,
epididimis, dan tunika vaginalis
mudah
sekali
bergerak

memungkinkan untuk terpluntir

Epidemiologi

Kelainan yang cukup sering.


Termasuk 3 penyebab tersering nyeri
skrotum akut, selain epididimitis dan torsi
dari appendix testis
Merupakan kegawat daruratan urologi
yang paling sering pada laki-laki dewasa
muda

Angka kejadian 1 diantara 4000 orang dibawah


usia 25 tahun dan
Paling banyak diderita oleh anak pada masa
pubertas (12-20 tahun)
Trauma faktor penyebab pada sekitar 50%
pasien
Juga dapat timbul ketika seseorang sedang
tidur karena spasme otot kremaster.

ETIOLOGI
Kelainan sistem
penyangga testis

Faktor
predisposisi lain
Testis berotasi
Funikulus
spermatikus
terpeluntir
Aliran darah
terhenti
Iskemia testis
Nekrosis

Nyeri
menjalar
ke

Pembengka
kan pada
testis

Mual dan
muntah

Demam

Beberapa kelainan sistem penyanggah


testis:
Inversi testis penyebab kelainan yang
paling sering. Testis mengalami rotasi
testis terletak melintang
Tunika vaginalis yang letaknya lebih tinggi
dari biasanya testis menggantung
didalam tunika
Terpisahnya epididimis dari badan testis
torsio pada pedikel yang
menghubungkan testis dengan epididimis

Kelainan Anatomis pada Torsio Testis

Beberapa keadaan yang menyebabkan


pergerakan berlebihan testis:
Trauma
Perubahan suhu yang mendadak
(seperti saat berenang)
Latihan yang berlebihan
Celana yang terlalu ketat
Mengeran saat defekasi

Torsio testis komplit rotasi sebesar 360


atau lebih
Torsio testis parsial rotasi kurang dari 360
Terpuntirnya funikulus spermatikus
obstruksi aliran darah testis mengalami
hipoksia, oedema dan iskemia
Tindakan penyelamatan testis harus segera
dalam waktu 6-8 jam.
Jika dibiarkan lebih dari 24 jam maka dapat
terjadi nekrosis testis.

Manifestasi Klinis
Pada
Dapat
nyeri

Klinis Torsio Testis

Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

Ultrasonografi Doppler
Aliran darah Intratestikular dapat divisualisasikan

Pandangan Transversal
Mediastinum Testis (tanda panah)

Pandangan Longitudinal
Mediastinum Testis (tanda panah)

Caput epididimis berbentuk semilunar dengan

Pandangan Longitudinal Caput Epididimis (H)

Pandangan Longitudinal Korpus dan


Kauda Epididimis (*)

Pandangan Tranversal Pembuluh Darah


Testis. Arteri Kapsular (panah hitam) terletak
perletak perifer

Pandangan Tranversal Arteri


yang Melewati Mediastinum

Pandangan Gray-scale Arteri yang


Melewati Mediastinum (*) dengan Vena
Disekitarnya

USG Doppler pada Torsio


Testis
S

Kelebihan

Temuan USG Doppler pada Torsio


Testis
Terpuntirnya funikulus spermatikus yang
membengkak. Pada USG gray-scale
memperlihatkan gambaran ekhogenik massa
ekstratestikular
Berubahnya aliran darah
Pada torsio inkomplit ditandai dengan peningkatan
indeks resistif (RI > 0.75) yang menandakan adanya
hipoperfusi
Pada torsio komplit ditandai dengan hilangnya aliran
darah pada testis dan epididimis

Bertambahnya ukuran dari testis dan epididimis

Echotexture homogen
Merupakan temuan awal sebelum nekrosis
Echotexture heterogen
Merupakan temuan akhir (setelah 24 jam),
telah terjadi nekrosis
Daerah hipoekoik menandakan nekrosis
Daerah hiperekoik menandakan perdarahan
(jika testis mengalami reperfusi)
Penebalan dari kulit skrotum disertai hiperemis
dan peningkatan aliran darah pada pemeriksaan
USG Doppler di sekitar testis kanan, namun
tidak ada yang mencapai testis kanan tersebut

Pandangan Longitudinal Torsio Testis.


Tampak pembesaran epididimis yang
juga avaskular

Torsio Testis pada testis kanan

Torsio Testis pada testis kiri

Skintigrafi
Nuklir

Gambaran torsio testis durasi torsio


1. Pada torsio akut (<7 jam)
aliran darah tidak asimetris pada fase
funikulus spermatikus/ hemiskrotal
Kk proyeksi aktivitas kecil di medial arteri
iliaka akibat terhambat aktivitas proksimal
funikulus spermatikus yang mengalami torsio
(nubbin sign)
Gambaran fase jaringan cold area pada
testis

intigrafi pada Torsio Testis Akut dengan gambaran photopenic a

2. Early missed torsion (7-24 jam)


- peningkatan perfusi pada area skrotum (a.
pudenda)
- skrotum eritem dan udem hot rim (halo)
sekitar testis yang defisien foton (photopenic
area) sentral ovoid (DWS) / sirkuler (Anak)
- nubbin sign

3. Missed torsion (>24 jam)


peningkatan aliran dari a. pudenda
intensifikasi halo

Skintigrafi pada missed torsion


dengan gambaran hot rim
disertai photopenic area18

Epididimitis akut area hemiskrotum

fokal / difus yang aktivitasnya meningkat


Torsio apendiks testis
normal/peningkatan/ penurunan aktivitas
Abses, tumor,hematoma aktv
menurun + dikelilingi hot rim = torsio testis

sensitivitas 90%
spesifisitas 60%
sensitiv >>> diagnosis pada

neonatus
(USG Doppler sulit)

(+) palsu
Abses, tumor atau hematom hot
rim. Epididimis hiperemik
disalahartikan sebagai halo

(-) palsu
kesalahan teknis
pengambilan/ interpretasi

(+)
lebih sensitif

(-)
USG lebih
cepat,lebih mudah
efek radiasi
tempat >>>
USG Doppler
akurat >>>

jarang digunakan*
*(klinis meragukan /usg tidak
jelas)

Diagnosis Banding (klinis)


Torsio apendiks testis

Tumor testis

Diagnosis Banding (radiologi)


Epididimo-orkitis
peningkatan aliran
darah

Epididimo-orkitis pada potongan longitudinal testis kiri menunjukkan peningkatan


vaskularisasi difus

Abses testis
daerah avaskular heterogen
pada testis

Abses Testis pada


Ultrasonografi

Abses Testis pada USG


Doppler

Tumor testis

pembesaran testis
heterogen
aliran darah tetap terliha
beberapa daerah nekrosis
(avaskular)

Tumor Testis Seminoma


pada Ultrasonografi

Tumor Testis Seminoma


pada USG Doppler

Torsi apendiks epididimis

gambaran avaskular pada


apendiks epididimis dan testis
peningkatan vaskularisasi sekitar
apendiks epididimis

Torsi apendiks epididimis


pada USG Doppler

Oedema skrotum akut


idiopatik

bengkak dinding skrotum + oedema


unilateral atau bilateral
hipervaskularisasi jelas dari dinding
skrotum yang menebal fountain
sign USG Doppler

Oedema skrotum pada USG

Oedema skrotum pada USG


Doppler

TATALAKSANA

Bedah Orkidopek Orkidektomi


si
Eksplorasi
bilateral

- infark testis
- nekrosis

KOMPLIKASI

PROGNOSIS

onset nyeri dan tatalaksana


a. <6 jam - kesembuhan 90100%
b. 12-24 jam - 20-50%
c. > 24 jam - 0-10%

torsio testis --> 32%


orkidektomi

BAB 3
Kesimpulan

Prognosis
Testis
Kegawatdaruratan
Tepat
Ultrasonografi
Cepat,
terselamatkan
Baik
mudah
Torsio
Diagnosis
Ultrasonografi
Skintigrafi
testis Doppler
Pemeriksaan
Cepat
Sensitif
Penunjang

TERIMA KASIH