Anda di halaman 1dari 16

PENGERTIAN EVALUASI PENDIDIKAN

Untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Evaluasi Pendidikan


Dosen:
Dra. Hj. Ani Setiani, M.pd
Firman Sanjaya, S.pd

Oleh:
Elia Juniawati (125020074)

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN

2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya, kedua kalinya shalawat serta salam tak lupa pula penulis haturkan kepada
junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW, karena Beliaulah yang telah memperjuangkan
agama islam ini sehingga penulis dapat mengecap manisnya iman seperti yang penulis
rasakan hari ini.
Semoga segala bantuan serta bimbingan dari Dosen memperoleh balasan yang
berlipat ganda dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu
sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


Amiiiin..
Bandung,09 Februari 2015

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang .............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1
2.2
2.3
2.4

Pengertian pengukuran, penilaian, evaluasi .........................................3


Tujuan dan fungsi Evaluasi...................................................................5
Ciri-ciri Evaluasi...................................................................................7
Jenis-jenis Evaluasi...............................................................................7

BAB III PENUTUPAN


3.1 Kesimpulan.................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Apabila seorang guru ingin mengetahui apa hasil usahanya bagi murid-muridnya.
Apakah murid itu bisa berubah kearah yang di inginkan dan di cita-citakan, apakah
pengajaran yang di berikan menemui sasaran atau tidak, apakah bahan yang di ajarkan
telah di kuasai sampai taraf yang ideal atau belum, apakah sikapnya lebih positif
terhadap nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat atau tidak, untuk itu kita perlu
mengadakan evaluasi atau penilaian dengan mengumpulkan keterangan-keterangan
secara sistematis tentang pengaruh usaha kita untuk di analisa agar dapat di ketahui
apakah dan sampai manakah tujuan pelajaran telah tercapai.
Evaluasi pendidikan yang dilaksanakan selama ini dirasakan belum memberikan
distribusi yang cukup untuk peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan oleh
sistem evaluasi yang digunakan belum tepat atau pelaksanaan evaluasi belum seperti
2

yang diharapkan, oleh karena itu perlu dilakukan inovasi terhadap sistem evaluasi
pendidikan ke arah yang lebih baik, agar dapat mengukur semua kemampuan yang
dimiliki oleh peserta didik tanpa hanya mengukur ranah kognitifnya saja.
Dengan sistem evaluasi yang baik maka akan mendorong pendidik untuk menentukan
strategi mengajar yang baik sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk belajar yang
lebih baik dengan tujuan akhir meningkatnya kualitas pendidikan di Indonesia pada
umumnya, seperti yang diamanahkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan tujuan pendidikan nasional.
Dengan demikian kita mengetahui kebaikan dan kekurangan usaha kita yang
memperkaya pengalaman kita sebagai calon pengajar yang dapat kita gunakan untuk
masa-masa mendatang dengan anggapan bahwa keberhasilan sekarang juga akan
memberi hasil murid-murid yang baik di kemudian hari.

1.2 Rumusan masalah


Berikut saya paparkan beberapa rumusan masalah yang menjadi tolak ukur
pembehasan makalah ini adalah sebagai beriukut:
1) Pengertian penilaian, pengukuran dan evaluasi
2) Tujuan dan fungsi dari evaluasi
3) Ciri-ciri evaluasi
4) Jenis-Jenis Evaluasi
5) Tehnik-tehnik dan instrument dari evaluasi
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapat kita simpulkan tujuan dari makalah ini yaitu
sebagai berikut:
1) Agar mengetahui Pengertian dan perbedaan dari penilaian, pengukuran dan
evaluasi
2) Agar mengetahui dari Tujuan dan fungsi dari evaluasi
2

3) Agar mengetahui Ciri-ciri evaluasi seperti apa sehingga dapat


menyimpulkannya sendiri
4) Agar bisa mengetahui Jenis-Jenis Evaluasi berdasarkan partnya
5) Agar mengetahui Tehnik-tehnik dan instrument dari evaluasi tersebut

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian pengukuran , penilaian, evaluasi
a. Pengukuran
Pengukuran merupakan suatu proses pemberian angka kepada suatu atribut
atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut
aturan atau formulasi yang jelas. Berdasarkan pandangan tersebut, tampak bahwa
semua kegiatan di dunia ini tidak bisa lepas dari pengukuran.
Pengukuran pada dasarnya merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek
secara sistematik. Penentuan angka ini merupakan usaha untuk menggambarkan
karakteristik suatu objek kemampuan seseorang dalam bidang tertentu dinyatakan
dengan angka. Dalam menentukan karakteristik individu pengukuran yang dilakukan
harus sedapat mungkin mnegandung kesalahan yang kecil (Mardapi,2004).
b. Penilaian
3

Penilaian merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan.


Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan
kualitas pembelajaran dan kualitas penilaiannya. Penilaian didefinisikan sebagai
proses pengumpulan informasi tentang kinerja siswa, untuk digunakan sebagai dasar
dalam membuat keputusan (Weeden, Winter, dan Broadfoot: 2002; Bott: 1996;
Nitko: 1996; Mardapi: 2004).
Penilaian berdasarkan definisi diatas member penekanan pada usaha yang dilakukan
guru maupun siswa untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan
pembelajaran yang mereka lakukan yang dapat dijadikan sebagai umpan balik untuk
melakukan perubahan aktivitas bealajar mengajar yang lebih baik dari sebelumnya.
c. Evaluasi
Dalam mendefinisikan evaluasi, para ahli memiliki sudut pandang yang
berbeda sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Namun inti dari semua
definisi menuju ke satu titik, yaitu proses penetapan keputusan tentang sesuatu objek
yang dievaluasi.
Dalam konteks pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan hasil kerja siswa,
Nitko dan Brookhart (2007) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses penetapan
nilai yang berkaitan dengan kinerja dan hasil karya siswa. Fokus evaluasi dalam
konteks ini adalah individu, yaitu prestasi belajar yang dicapai kelompok siswa atau
kelas. Konsekuensi logis dari pandangan ini, mengharuskan
evaluator untuk mengetahui betul tentang tujuan yang ingin dievaluasi. Beberapa hal
yang dapat dijadikan sebagai objek evaluasi yaitu prestasi belajar, perilaku, motivasi,
motivasi diri, minat, dan tanggung jawab.
Evaluasi pengajaran dapat dikategorikan menjadi dua yaitu formatif dan sumatif.
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan
suatu pokok bahasan/topik yang tujuannya untuk memperbaiki proses belajarmengajar. Sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap
akhir satu satuan waktu yang di dalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan,
yang tujuannya untuk menetapkan tingkat keberhasilan peserta didik dalam kurun
waktu tertentu yang ditandai dengan perolehan nilai peserta didik dengan ketetapan
lulus atau belum.
Dua langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang itulah yang disebut
dengan mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan menilai. Kita dapat mengadakan
penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran.
4

Mengukur adalah memandingkan sesuatu dengan satu ukuran dan hasilnya di


presentasikan dalam bentuk angka
Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan menilai
dengan kualitas baik buruk
Evaluasi ialah meliputi kedua langkah tersebut yakni mengukur dan menilai.
Meskipun kini memiliki makna yang lebih luas, namun pada awalnya pengertian
evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.
Dalam mendefinisikan evaluasi, para ahli memiliki sudut pandang yang berbeda
sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Namun inti dari semua definisi
menuju ke satu titik, yaitu proses penetapan keputusan tentang sesuatu objek yang
dievaluasi.
Dalam konteks pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan hasil kerja
siswa, Nitko dan Brookhart (2007) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses
penetapan nilai yang berkaitan dengan kinerja dan hasil karya siswa. Fokus evaluasi
dalam konteks ini adalah individu, yaitu prestasi belajar yang dicapai kelompok
siswa atau kelas. Konsekuensi logis dari pandangan ini, mengharuskan evaluator
untuk mengetahui betul tentang tujuan yang ingin dievaluasi. Beberapa hal yang
dapat dijadikan sebagai objek evaluasi yaitu prestasi belajar, perilaku, motivasi,
motivasi diri, minat, dan tanggung jawab.
Menurut Ralph Tyler mendefinikan evaluasi bahwa sebuah proses
pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana
tujuan pendidikan yang sudah dicapainya, jika belum bagaimana yang belum dan
apa sebabnya, sehingga dapat digunakan untuk mengambil sebuah keputusan.
2.2 Tujuan dan fungsi dari evaluasi
Dengan mengetahui makna dari evaluasi atau penilaian tesebut dari segi
pendidikan maka dapat kita ketahui tujuan dari penilaian yaitu:
a. Penilaian sebagai selektif
Dengan cara penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau
penilaian terhadap siswanya. Penilaian ini mempunyai berbagai tujuan, antara lain:
Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu, kenaikan kelas,
mendapat beasiswa, dll.
b. Penilaian berfungsi diagonestik

Apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan,


maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping
itu, diketahui juga sebab-sebab kelemahan itu. Jadi dengan mengadakan penilaian,
sebenarnya guru mengadakan diagonesis kepada siswa tentang kebaikan dan
kelemahan ini, akan lebih mudah dicari untuk mengatasinya.
c. Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Dengan mengadakan penilaian dari beberapa siswa, sehingga ditemukanlah
kesamaan nilai setelah melakukan penilaian. Dari siswa yang memiliki nilai yang
sama ini dilakukanlah pengelompokkan, sehingga yang memiliki nialai yang sama aka
nada dalam satu kelompok dalam proses belajar.
d. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi yang selanjutnya ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana
suatu program berhasil diterapkan.
Sedangkan fungsi dari evaluasi itu sendiri adalah sebagai berikut:
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dan tujuan evaluasi itu
sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan di
muka tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data
pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan
keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Di samping itu, juga
dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk mengukur atau
menilai sampai di mana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatankegiatan belajar, dan metode-metode mengajar yang digunakan. Dengan demikian,
dapat dikatakan betapa penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajarmengajar.
Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat
dikelompokkan menjadi empat fungsi, yaitu:
1) Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah
mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu. Hasil
evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan unuk memperbaiki cara
belajar siswa (fungsi formatif) dan atau untuk mengsi rapor atau Surat Tanda Tamat
Belajar, yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya
seorang siswa dan suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif).
2) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Pengajaran sebagai
suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain.
6

Komponen komponen dimaksud antara lain adalah tujuan, materi atau bahan
pengajaran, metode dan kegiatan belajar-mengajar, alat dan sumber pelajaran, dan
prosedur serta alat evaluasi.
3) Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil-hasil evaluasi yang telah
dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau
data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya
seperti antara lain:
Untuk membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kekurangan atau
kemampuan siswa.
Untuk mengetahui dalam hal-hal apa seseorang atau sekelompok siswa
mememerlukan pelayana remedial.
Sebagai dasar dalam menangafli kasus-kasus tertentu di antara siswa.
Sehagai acuan dalam melayani kebutuhan-kebutuhan siswa dalam rangka
bimbingan karier.
4) Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang
bersangkutan. Seperti telah dikemukakan di muka, hampir setiap saat guru
melaksanaka kegiatan evaluasi dalam rangka menilai keberhasilan bealajar siswa
dan menilai program pengajaran, yang berarti pula menilai isi atau materi pelajaran
yang terdapat di dalam kurikulum. Seorang guru yang dinamis tidak akan begitu
saja mengikuti apa yang tertera di dalam kurikulum, ia akan selalu berusaha untuk
menentukan dan memilih materi materi mana yang sesuai dengan kondisi siswa
dan situasi lingkungan serta perkembangan masyarakat pada masa itu. Materi
kurikulum yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan
masyarakat akan ditinggalkannya dan diganti dengan materi yang diangap sesuai.
Benar apa yang dikatakan oleh para pakar kurikulum bahwa pada hakikatnya
kurikulum sekolah ditentukan oleh guru.
Meskipun pada umumnya di Indonesia kurikulum sekolah disusun seacra nasional
dan berlaku untuk semua sekolah yang sejenis dan setingkat, guru-guru dapat ikut
serta menyusun kurikulum, atau duduk dalam panitia penyusun kurikulum, atau
setidak-tidaknya memberikan saran dan pendapatnya. Sebaliknya, panitia penyusun
kurikulum biasanya mencari rnasukan-masukan dari para pelaksana kurikulum di
lapangan, termasuk para pengawas-penilik, kepala sekolah, dan guru-guru.

Demikianlah betapa penting peranan dan fungsi evaluasi bagi pengembangan dan
perbaikan kuirikulum.
2.3 Ciri-ciri evaluasi
Inti dari ciri-ciri sebuah evaluasi biasanya dilakukan oleh pengajar yang berupa
memberikan tes maupun non tes dalam rangka menentukan apakah peserta didiknya
menguasai atau tidaknya suatu suatu materi atau pembelajaran yang telah diberikannya.
Terkadang juga peserta didik dapat melakukan evaluasi kepada guru dengan melakukan
pertanyaan dari refrensi lain dimana ada perbedaan antara penjelasan guru dengan
refrensi yang telah dipelajarinya.
2.4 Jenis-jenis evaluasi
1. Jenis Evaluasi Berdasarkan Tujuan
a. Evaluasi Diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah
kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
b. Evaluasi Selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih siswa yang
paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
c. Evaluasi Penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan
siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
d. Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan
meningkatan proses belajar dan mengajar.
e. Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan
kemajuan bekerja siswa.
2. Jenis Evaluasi Berdasarkan Sasaran
a. Evaluasi Konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai
rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang
muncul dalam perencanaan
b. Evaluasi Input

Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun
strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
c. Evaluasi Proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai
kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor
hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
d. Evaluasi Hasil Atau Produk
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai
dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan
atau dihentikan.
e. Evaluasi Outcom Atau Lulusan
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yankni
evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
3. Jenis Evalusi Berdasarkan Lingkup Kegiatan Pembelajaran
a. Evaluasi Program Pembelajaran
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program
pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspek-aspek program pembelajaran yang
lain.
b. Evaluasi Proses Pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara proses pembelajaran dengan garisgaris besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran.

c. Evaluasi Hasil Pembelajaran


Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan
pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek
kognitif, afektif, psikomotorik.
4. Jenis Evaluasi Berdasarkan Objek Dan Subjek
a. Berdasarkan Objek
-

Evaluasi Input
Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian, sikap, keyakinan.
9

Evaluasi Transformasi
Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran antara lain
materi, media, metode dan lain-lain.

Evaluasi output
Evaluasi dari segi output adalah tingkat pencapaian atau prestasi belajar yang
berhasil diraih peserta didik setelah mereka terlibat dalam proses pendidikan
selama jangka waktu yang telah ditentukan.
Evaluasi Terhadap Lulusan Yang Mengacu Pada Ketercapaian Hasil
Pembelajaran Berdasarkan Subjek

Evaluasi internal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya
guru.

Evaluasi eksternal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya
orangtua, masyarakat.

2.5 Tehnik-tehnik dan instrument


Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun evaluasi
belajar adalah sebagai berikut:
a. Menentukan atau merumuskan tujuan evaluasi
Untuk dapat merumuskan tujuan evaluasi yang baik, seorang pengajar perlu
memikirkan apa jenis dan fungsi tes yang akan disusunnya, sehingga dapat
menentukan bagaimana karakteristik soal-soal yang disusunnya.
b. Mengidentifikasi hasil belajar yang diukur dengan tes tersebut
c. Menentukan hasil belajar yang spesifik atau akurat
d. Merinci bahan pelajaran yang akan diukur dengan tes tersebut
e. Menyiapkan tabel yang digunakan untuk dasar penyususnan tes
Dengan menggunakan tabel seorang pengajar dapat menentukan jumlah dan
jenis soal yang diperlukan, sesuai dengan tujuan intruksional dari tiap pokok
pembahasan.
10

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Untuk meningkatkan mutu pembelajaran dibutuhkan sistem evaluasi yang
tepat,karena peserta didik memiliki berbagai kemampuan yang berbeda-beda maka
sistem evaluasi yang digunakan harus terintegrasi dan mampu mengukur semua
kemampuan yang ada pada peserta didik.
Evaluasi pendidikan tidak hanya digunakan untuk mengukur ranah kognitif peserta didik
saja. Adapun ranah yang diukur dengan menggunakan nontes ini adalah kognitif,
psikomotorik, perseptual, komunikasi nondiskursip, dan ranah afektif.

11

DAFTAR PUSTAKA
Prof. dr. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: bumi aksara, 2009),
Prof. dr. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,
http://sbrrhapsody.blogspot.com/2012/04/fungsi-evaluasi-dalam-proses-belajar.html

12

13