Anda di halaman 1dari 1

Saya setuju jika 25 perusahaan manufaktur grand jean memakai pusat laba sebagai dasar

pertanggung jawabannya, dibandingkan memakai pusat biaya sebagai pusat


pertanggungjawabannya. Karena dengan memakai pusat laba ruang lingkup
pertanggungnjawaban manajemen pelaksana akan lebih luas dan juga tujuan dari bagian
produksi akan selaras dengan tujuan keseluruhan perusahaan. Jika menggunakan pusat laba,
kinerja mereka dilihat berdasarkan laba yang diperoleh. Maka, untuk mendapatkan laba yang
semaksimal mungkin mereka harus meminimumkan biaya sebisa mungkin. Dibandingkan
dengan menggunakan pusat biaya, perusahaan manufaktur memiliki tujuan hanya untuk
memenuhi angka anggaran dan memenuhi kuota yang dialokasikan untuk setiap perusahaan.
Tidak ada insentif untuk pabrik melebihi produksi. Sebaliknya, itu membuat hal-hal sulit bagi
mereka karena mereka harus memenuhi peningkatan kuota dan terpaksa melakukan penimbunan
stok di akhir periode, untuk memenuhi dimana permintaan melebihi quota. Karena, para
manajemen pelaksana tidak mempunyai kewenangan untuk mengubah quota sebagai pusat beban
dan juga tidak ada hadiah uang atau reward lainnya untuk mengkompensasi kenaikan dalam
tanggung jawab atau persyaratan, dengan kata lain mereka tidak termotivasi untuk mencapai
efisiensi yang lebih tinggi. Maka dari itu, dengan memakai pusat laba para manajemen pelaksana
akan memiliki wewenang dan juga terdorong untuk mengubah quota sesuai yang digunakan.

Dengan menggunakan pusat laba juga dapat diketahui sejauh mana total waktu produksi untuk
masing-masing celana yang dibuat untuk dasar pelaksanaan anggaran biaya, mengetahui berapa
lama produksi diperlukan pada celana untuk menentukan standar waktu yang biasa digunakan.
Sehingga anggaran yang dibuat akan benar-benar sesuai dan tepat. Juga, dengan menggunakan
pusat tanggung jawab laba dapat mengatasi masalah dengan perubahan perkiraan permintaan
yang sering dilakukan oleh bagian pemasaran, karena manajemen dapat mengubah quota sesuai
dengan yang seharusnya.