Anda di halaman 1dari 22

PERCAYA DIRI

Percaya diri adalah bagian dari alam bawah sadar dan tidak terpengaruh oleh argumentasi yang
rasional. Ia hanya terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan. Maka untuk
membangun percaya diri diperlukan alat yang sama, yaitu emosi, perasaan, dan imajinasi.

Emosi, perasaan dan imajinasi yang positif akan meningkatkan rasa percaya diri. Sebaliknya emosi,
perasaan dan imajinasi yang negatif akan menurunkan rasa percaya diri. Bagaimana caranya supaya
diri kita selalu dikelilingi oleh energi positif yang maksimum? Simak kiat-kiat berikut ini :

1. Menghilangkan pengaruh negatif.


Sejak lahir dan sepanjang hidup kita mengalami rangsangan positif dan negatif dari lingkungan silih
berganti. Orang yang sepanjang hidupnya menerima rangsangan negatif relatif akan memiliki kadar
percaya diri yang rendah. Rangsangan negatif dapat berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat
sekitar, kantor atau lingkungan pekerjaan, sekolah dan sebagainya.

Apabila kita terperangkap dalam suatu kondisi hubungan antar manusia yang sangat buruk, segera
cari solusi. Cara pertama adalah dengan berdamai atau berkompromi dengan lingkungan. Terima
kondisi dengan ikhlas. Tapi kalau tidak membawa hasil positif, lebih baik keluar saja dari
lingkungan tersebut apapun resikonya.

2. Pengakuan dan Penghargaan


Pengakuan dan penghargaan orang lain terhadap keberadaan, perbuatan atau prestasi kita, akan
sangat meningkatkan rasa percaya diri. Masalahnya tidak banyak orang lain yang melakukan hal
itu. Hanya orang-orang positif yang mau melakukan hal itu.

Solusinya adalah bergabunglah dengan kelompok orang-orang yang positif. Cara lain, kita bisa
memulai dengan melakukan pengakuan dan penghargaan pada diri kita sendiri. Sekecil apapun
perbuatan positif yang kita lakukan, akui dalam diri kita, atau beri hadiah kecil-kecilan.

3. Pujian
Sama seperti halnya pengakuan, pujian dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Siapa yang tidak
senang kalau ada yang memuji penampilan, kepintaran atau keahlian kita. Pujian pun jarang
diberikan pada lingkungan orang yang mayoritas berpikiran negatif.

4. Memanjakan diri
Memanjakan diri itu penting dan perlu. Karena dengan begitu, kita akan merasa sebagai manusia
yang berharga dan bisa menghargai orang lain.

5. Beranggapan baik terhadap diri sendiri


Ini cara yang paling mudah untuk meningkatkan percaya diri kita, karena dapat dilakukan kapan
saja dan di mana saja.

6. Dapatkan input positif melalui panca indra


Input positif dapat diperoleh lewat kisah-kisah heroik, kisah sukses, kisah yang motivatif dan
emosional dari tokoh atau pebisnis yang sukses. Kisah-kisah tersebut dapat memotivasi kita untuk
berpikir dan bertindak positif. Kita bisa mendapatkan input tersebut dari buku, kaset, dan tv.

7. Biasakan bersikap positif


Mulailah bersikap positif dari diri sendiri dengan melakukannya pada kehidupan sehari-hari.
Pastikan memori kita hanya menyimpan peristiwa positif. Pandang orang lain secara imbang
dengan diri kita. Selalu berbuat jujur. Dan tunjukan bahwa kita memang punya rasa percaya diri.
1. Kenali terlebih dahulu sumber rasa tidak percaya diri Anda. Apakah sumber masalahnya karena
ketidak-PD-an atas penampilan fisik, atau keberadaan posisi Anda yang notabene lebih rendah
(misalnya Anda merasa tidak setara dan merasa kurang berharga), atau karena ketidaktahuan Anda
atas topik yang akan dibahas di hadapan atasan.

2. Buatlah daftar sumber ketidak-PD-an Anda karena setiap sumber akan berbeda cara
penanganannya. Cara ini dipandang dapat membantu Anda membaca peta permasalahannya dan
menemukan langkah penyelesaian. Harus dipahami bahwa setiap orang yang "paling percaya diri di
dunia sekali pun" memiliki ketidak-PD- annya masing-masing. Jadi itu persoalan yang umumnya
dihadapi setiap manusia.

3. Jangan berpikir bahwa Anda lebih buruk dibanding orang lain yang Anda temui dan sebaliknya
jangan juga berpikir bahwa orang lain lebih baik dari diri Anda. Setiap orang mempunyai "value"
masing-masing yang unik dan khas. Tidak seorang pun dilahirkan dalam keadaan sempurna meski
itu atasan kita. Temukan potensi terbaik dan khusus Anda. Dalam hal ini, Anda sendirilah yang
menjadi navigator dari potensi-potensi terbaik Anda. Temukanlah!

4. Berbicaralah dengan orang-orang yang ada di dalam meeting tanpa rasa ragu dan anggap saja
mereka juga ingin mendengarkan pendapat (masukan) Anda. Semuanya harus Anda sikapi sebagai
bagian dari belajar. Untuk membantu kesiapan dalam meeting, maka Anda harus tahu dan
mempersiapkan diri mengenai topik dan materi yang akan dibicarakan. Kadang orang menjadi tidak
PD karena tidak menguasai topiknya.

5. Untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri, identifikasikan kisah-kisah sukses yang
pernah Anda raih selama bekerja. Setiap orang punya kisah suksesnya masing-masing yang
memberikan keyakinan tertentu. Beri ruang pada diri Anda untuk merasa bangga dengan hal itu,
meski itu cerita kecil. Ekspresikan kebanggaan itu. Bersyukurlah dengan kesuksesan yang pernah
diraih. "Success breeds success" dan hal ini akan membangun kepercayaan diri baru dan motivasi
baru bagi Anda.

6. Di dalam keterlibatan pada setiap meeting, biasakan diri Anda memahami peta masalahnya dari
berbagai sudut pandang. Pahami cara berpikir para atasan yang memiliki perspektif strategis. Anda
sendiri harus berpikir pada "desired outcome" dari setiap materi pembicaraan dan sejauh mana
Anda bisa berperan dalam kesuksesan materi yang dibicarakan.

7. Berpikir positif dan jangan membiarkan lingkungan luar menurunkan harga diri Anda karena
Andalah yang memegang kendali atas potensi-potensi Anda ke depan. Berpikir, bertindak dan
berbicaralah secara positif dengan siapa saja yang ada di dalam meeting. Jika kata-kata kita dalam
meeting dipandang salah oleh atasan/manajemen, anggap saja itu sebagai bagian dari pembelajaran.

8. Selalu belajar "tersenyum" dan Anda bisa berlatih sendiri di depan kaca. Ini mengikuti filosofi
"facial feedback theory". Melihat diri Anda tersenyum di kaca akan membantu otak untuk
menginstruksikan sejumlah emosi positif dan membantu Anda tampil charming, bahagia dengan
diri Anda dan pada gilirannya memfasilitasi pembentukan speaking skill Anda dalam berbagai
meeting di perusahaan.
Lima Langkah Untuk Lebih Percaya Diri

BERI KOMENTAR

CETAK ARTIKEL INI

DAFTAR MAILING LIST

KIRIM KE TEMAN

KOMENTAR FANS HUGH JACKMAN


Rabu, 08 November 2006 18:10
KapanLagi.com - Tak dipungkiri, pasti kita semua ingin jadi lebih percaya diri dan merasa nyaman
tentang diri sendiri, sehingga dapat menjalankan kehidupan terbaik kita. Namun sayangnya,
menumbuhkan rasa percaya diri tidaklah semudah mengucapkannya. Berikut kami berikan
beberapa panduan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan harga diri:
1. Lakukan Sesuatu Yang Membutuhkan Keputusan Dan Tindakan
Anda mungkin telah lama berkeinginan menyambung hubungan dengan teman semasa kuliah, atau
mungkin telah lama ingin membersihkan rumah dan menyotir barang-barang yang tak berguna ke
gudang. Apapun itu, Anda akan merasa lebih percaya diri dengan merancang tujuan (walau hanya
tujuan kecil) dan bertindak untuk mencapainya.
2. Nikmati Hal Yang Anda Kerjakan Dengan Bagus
Apa Anda memiliki hobby atau olah raga yang sangat Anda nikmati? Seperti berenang atau yoga,
melukis atau menulis, hal yang menyita perhatian dan membuat Anda lupa waktu saat
mengerjakannya. Lalu, ini membuat Anda merasa kompeten dan mampu melakukannya dengan
baik. Melakukan hobby juga dapat jadi cara luar biasa untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.
Jika Anda tak memiliki hobby khusus atau hiburan yang dapat Anda nikmati, coba lakukan sesuatu
yang selalu ingin Anda coba. Bayangkan Anda melakukan itu, dan lalu lakukan! Tak perlu hal yang
besar, bisa juga hal sederhana seperti bergabung dengan club jalan sehat misalnya. Anda akan
menemukan diri Anda lebih terpusat dan bahagia dengan melakukan sesuatu yang membuat Anda
terlibat setidaknya selama seminggu sekali.
3. Ganti Fokus
Terbukti selama ini orang-orang yang memiliki rasa rendah diri biasanya adalah orang-orang yang
terlalu banyak berfokus pada diri sendiri. Anda dapat lebih meningkatkan rasa percaya diri dengan
mengerjakan sesuatu yang membuat Anda terfokus pada orang lain atau satu hal. Seperti saat Anda
bertemu orang-orang baru, Anda akan menemukan rasa gugup Anda menghilang begitu lebih
berfokus pada orang yang Anda temui, bukan diri sendiri. Pada akhirnya, Anda akan lebih mudah
berinteraksi dengan orang lain dan merasa lebih cerah.
4. Bersikap Rileks
Belajar tentang bagaimana bersikap rileks merupakan sebuah peningkatan hidup yang luar biasa.
Orang-orang yang bersikap rileks lebih sedikit mengalami masalah dengan kenangan buruk mereka
dan mengikuti alur kehidupan. Melakukan meditasi juga cara populer untuk menumbuhkan
perasaan rileks, Anda bisa memilih ikut yoga atau tai chi. Apapun metode yang Anda gunakan,
lakukan relaksasi dengan serius. Keuntunngan dari hal ini amat luar biasa untuk sekedar diabaikan
begitu saja. Jika selama ini Anda tak pernah memikirkan relaksasi sebagai hal penting, maka
pikirkanlah sekarang juga.
Buat Daftar Hal Yang Anda Kuasai
Buat daftar dalam skala kecil. Anda dapat membuat apapun yang berhasil Anda kuasai dalam
sebuah daftar, seperti misalnya: lulus ujian mengemudi dan mendapat SIM, mencetak angka
tertinggi saat main basket, mengatur tabungan dan masi banyak lagi. Mengetahui banyak hal yang
Anda kuasai akan membuat Anda menyadari akan apa yang telah Anda capai.
Lima hal yang kami sampaikan di atas merupakan prinsip dasar yang dapat Anda gunakan untuk
meningkatkan rasa percaya diri, namun Anda juga perlu menambah hal-hal ini secara permanen
dalam kehidupan Anda. Selalu tanamkan dalam pikiran, karena tak semua orang terlahir dengan
bakat percaya diri, kebanyakan dari kita harus bekerja untuk membangunya. Jadi, bangun rasa
percaya diri dan harga diri ini dari pikiran Anda sendiri dan lakukan setiap hari untuk membuat
Anda merasa nyaman. (confidence.com/erl)

7 Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan


BERI KOMENTAR

CETAK ARTIKEL INI

DAFTAR MAILING LIST

KIRIM KE TEMAN

KOMENTAR FANS ANGIE


Selasa, 28 November 2006 11:09
KapanLagi.com - Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri
sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu
kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk
mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan.
Berikut kami sampaikan tujuh langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.
1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa
percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda,
mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut
memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu
saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan
berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.
2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif
- Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan
orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang
Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya,
jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta
pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.
3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika
Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada
saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan
itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.
4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering
mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda
tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.
5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri
sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan
ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda
melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa
melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.
6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah
sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak
akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak
mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri,
jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda
jadi terpuruk.
7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan
temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat
dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman.
Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang
tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda
selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik
untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan. (erl)

Rasa Percaya Diri


Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor yang dapat membawa
seseorang pada kesuksesan. Namun dalam kenyataannya untuk
memperoleh hal tersebut bukanlah persoalan yang mudah. Untuk itu
berikut adalah langkah yang dapat ditempuh untuk mulai
menumbuhkan raca percaya diri.
Pertama yang harus anda lakukan adalah mencari waktu luang yang
cukup untuk melihat bidang apa saja dalam kehidupan yang membuat
anda merasa mampu untuk menghadapinya. Tengoklah ke masa lalu
dan ingatlah hal-hal baik apa saja yang pernah anda lalui.
Dengan hati dan pikiran yang tenang buatlah semacam daftar yang
berisi kemampuan atau keahlian yang unik. Misalnya anda pandai
menggambar, menulis, membaca, berjalan cepat atau
keahlian/kelebihan lain yang mungkin tidak semua orang dapat
melakukannya sebaik anda. Tidak usah berpikir hal-hal besar, hal
sederhana pun jika dilatih terus-menerus akan menjadi nilai yang
sangat berharga yang patut dibanggakan. Jangan lupa juga untuk
mensyukuri apa yang anda miliki. Karena mungkin tidak semua orang
seberuntung anda. Misalnya saja dalam hal kesehatan, banyak orang
harus berjuang melawan penyakit tertentu, sedangkan anda tidak.
Intinya anda harus mengembangkan sisi positif dalam diri. Ingat pula
kejadian-kejadian yang membuat anda merasa bangga, kalau ini
sudah dilakukan maka anda telah selangkah lebih maju menjadi orang
yang penuh percaya diri.
Sekarang pikirkan rencana dan mimpi-mimp yang belum terwujud. Jika
anda merasa sulit untuk menemukan atau merasa sudah meraih
semua mimpi, cobalah berpikir untuk merambah ke bidang-bidang
yang belum pernah disentuh atau mencari sesuatu yang bisa
membuat anda lebih bahagia bersama orang yang dicintai.
Sebaliknya, jika anda merasa ada begitu banyak mimpi yang belum
tercapai, segera bangun berdiri dan buat rencana matang untuk
mengejarnya. Untuk bisa mencapai mimpi ini mungkin membutuhkan
waktu lama. Tapi jangan khawatir, memiliki rencana dan mengatur
strategi untuk mengejar mimpi merupakan satu hal yang akan
membuat hidup menjadi lebih bermakna. Jangan lupa untuk sesekali
melakukan kilas balik untuk mengetahui sampai sejauh mana
perkembangan yang telah dilalui, mungkin anda akan kaget melihat
hasilnya nanti.
Kepercayaan diri adalah sesuatu yang anda sendiri yang bisa
meraihnya, bukan orang lain. Untuk itu tetap semangat, sabar dan
terus berdoa menjadi sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Suskses
selalu. (ASP – Karier Kompas Rabu 19 November 2008).

Jika anda termasuk orang yang tidak atau kurang ‘pede’, jangan cuma diam.
Kembangkan rasa percaya diri anda! Dan jika anda sudah memiliki rasa percaya diri
yang baik, periharalah rasa pede tersebut, tentu saja agar rasa pede Anda tetap dalam
batas yang proporsional. Caranya? Lakukanlah hal-hal berikut ini:

Pujilah diri sendiri


# Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika Anda berhasil meraih
prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, “ya
saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras”. Kalau perlu
berikan hadiah pada diri sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang
telah lama anda iniginkan. Lagipula memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan
mengganggu orang lain dapat berpengaruh positif pada Anda. Tindakan ini dapat
membantu Anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama
dalam melaksanakan tugas-tugas Anda. Anda pun telah belajar menghargai diri sendiri.

Buatlah orang lain menghormati Anda


# Ingat, Anda tidak dapat memaksa orang lain menghormati Anda jika Anda sendiri
tidak menghormati diri sendiri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan
gaya berpakaian yang tidak sopan adalah contoh bahwa Anda sendiri tidak
menghormati diri sendiri. Jika Anda tidak dapat menghormati diri sendiri bagaimana
orang lain mau menghormati Anda?. Jika Anda merasa orang lain menghormati Anda,
tentu Anda akan merasa akan lebih pede mekakukan apapun. Tentu saja Anda bisa
membuat orang lain agar menghormati Anda tanpa terkesan Anda ‘gila hormat’ bukan?

Jangan Takut Gagal


# Orang yang takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa ‘pede’ yang lebih baik. Mereka
yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini
jelas akan mengahambat kemajuan karir Anda. Jika Anda pernah mengalami kegagalan
di masa lalu jangan jadikan kegagalan itu sebagai masalah ‘traumatis’. Tapi sebaliknya
jadikan kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang
lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut ‘gagal’ otomatis rasa percaya
diri Anda akan tumbuh. “Kegagalan adalah Sukses yang Tertunda”.

Buatlah target sukses yang lebih luas


# Membatasi target sukses hanya membuat Anda terbelenggu pada ukuran sukses yang
sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika anda sudah mencapai kesuksesan yang
diinginkan, Anda akan merasa puas dan membuat Anda berhenti sampai disitu.
Sehingga Anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras. Karena itu jangan batasi target
kesuksesan Anda. sekali Anda menargetkan kesuksesan, Anda akan sulit untuk lebih
maju dan berkembang. Dan ingat, setiap kali Anda memimpikan sukses, setiap kali itu
pula Anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.

Yakinlah bahwa Anda bisa


Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan dan menyelesaikan
pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan demikianAnda telah
berpikir positif terhadap diri sendiri. Hal ini dapat memberi kekuatan dan
menumbuhkan percaya diri pada Anda setiap kali Andainigin melakukan sesuatu.

Pada dasarnya rasa pede ini perlu untuk membantu dan mendorong kesuksesan Anda
tetapi jangan sampai rasa pede itu membuat Anda sombong dan besar kepala. Dan yang
perlu Anda catat, rasa ‘pede saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk
menggapainya perlu dibarengi usaha, ‘kerja keras, dan doa. Semoga Sukses.

Jika anda termasuk orang yang tidak atau kurang ‘pede’, jangan cuma diam.
Kembangkan rasa percaya diri anda! Dan jika anda sudah memiliki rasa percaya diri
yang baik, periharalah rasa pede tersebut, tentu saja agar rasa pede Anda tetap dalam
batas yang proporsional. Caranya? Lakukanlah hal-hal berikut ini:

Pujilah diri sendiri


# Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika Anda berhasil meraih
prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, “ya
saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras”. Kalau perlu
berikan hadiah pada diri sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang
telah lama anda iniginkan. Lagipula memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan
mengganggu orang lain dapat berpengaruh positif pada Anda. Tindakan ini dapat
membantu Anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama
dalam melaksanakan tugas-tugas Anda. Anda pun telah belajar menghargai diri sendiri.

Buatlah orang lain menghormati Anda


# Ingat, Anda tidak dapat memaksa orang lain menghormati Anda jika Anda sendiri
tidak menghormati diri sendiri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan
gaya berpakaian yang tidak sopan adalah contoh bahwa Anda sendiri tidak
menghormati diri sendiri. Jika Anda tidak dapat menghormati diri sendiri bagaimana
orang lain mau menghormati Anda?. Jika Anda merasa orang lain menghormati Anda,
tentu Anda akan merasa akan lebih pede mekakukan apapun. Tentu saja Anda bisa
membuat orang lain agar menghormati Anda tanpa terkesan Anda ‘gila hormat’ bukan?

Jangan Takut Gagal


# Orang yang takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa ‘pede’ yang lebih baik. Mereka
yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini
jelas akan mengahambat kemajuan karir Anda. Jika Anda pernah mengalami kegagalan
di masa lalu jangan jadikan kegagalan itu sebagai masalah ‘traumatis’. Tapi sebaliknya
jadikan kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang
lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut ‘gagal’ otomatis rasa percaya
diri Anda akan tumbuh. “Kegagalan adalah Sukses yang Tertunda”.

Buatlah target sukses yang lebih luas


# Membatasi target sukses hanya membuat Anda terbelenggu pada ukuran sukses yang
sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika anda sudah mencapai kesuksesan yang
diinginkan, Anda akan merasa puas dan membuat Anda berhenti sampai disitu.
Sehingga Anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras. Karena itu jangan batasi target
kesuksesan Anda. sekali Anda menargetkan kesuksesan, Anda akan sulit untuk lebih
maju dan berkembang. Dan ingat, setiap kali Anda memimpikan sukses, setiap kali itu
pula Anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.

Yakinlah bahwa Anda bisa


Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan dan menyelesaikan
pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan demikianAnda telah
berpikir positif terhadap diri sendiri. Hal ini dapat memberi kekuatan dan
menumbuhkan percaya diri pada Anda setiap kali Andainigin melakukan sesuatu.

Pada dasarnya rasa pede ini perlu untuk membantu dan mendorong kesuksesan Anda
tetapi jangan sampai rasa pede itu membuat Anda sombong dan besar kepala. Dan yang
perlu Anda catat, rasa ‘pede saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk
menggapainya perlu dibarengi usaha, ‘kerja keras, dan doa. Semoga Sukses.

Tentang Percaya Diri


Saya ingin menunjukan kepada Anda bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri lebih
mendasar. Bukan hanya dari luarnya saja. Penampilan fisik memang akan meningkatkan percaya
diri, tetapi yang lebih penting dari itu semua ialah masalah mental. Dan saya akan tunjukan kepada
Anda bagaimana mengubah pola pikir Anda menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

"Anda harus percaya diri"

Seringkah mendengar kalimat seperti itu?

"Masalah bagaimana cara percaya diri?"

Perkataan dan suruhan tidak akan membuat orang percaya diri. Percaya diri adalah masalah pola
pikir yang letakanya ada di dalam pikiran bawah sadar. Perlu proses bagaimana mengubah pola
yang ada di dalam pikiran bawah sadar. Tidak cukup hanya dengan menyuruh orang percaya diri.

Dan pada lensa ini Anda akan mendapatkan panduan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri.

Materials you'll need

Saya sudah menyiapkan berbagai perangkat yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan
percaya diri berupa ebook, audio, dan video yang bisa Anda dapatkan di Percaya Diri

Langkah Pertama

Langkah pertama untuk meningkatkan percaya diri ialah dengan melenturkan sikap Anda saat ini.
Artinya Anda membuka pikiran untuk berubah. Melepaskan sumbat-sumbat emosi yang
menghalangi proses pembentukan kepercayaan diri. Untuk melakukan ini, diperlukan sebuah proses
bertahap. Memang tidak mudah untuk mengubah diri yang sudah kaku atau membeku, namun
dengan menggunakan video yang telah saya siapkan, kekakuan Anda akan melentur dan siap
berubah.

Langkah kedua

Langkah kedua ialah dengan membangun pola pikir percaya diri dalam diri Anda. Caranya dengan
memasukan berbagai input dalam pikiran Anda yang didesain sedemikian rupa sehingga terbentuk
sebuah pola pikir baru. Memang tidak mudah, karena di jaman informasi saat ini pikiran kita
diserbu dengan berbagai berita yang negatif yang bisa merusak pikiran Anda. Anda harus memiliki
cara agar input yang memberdayakan lebih kuat dan bisa mengalahkan informasi yang negatif.

Langkah Ketiga

Dan yang ketiga ialah menjaga rasa percaya diri Anda agar tidak hilang. Harus ada suatu
pemeliharaan untuk memperkuat tingkat percayaan diri sampai memiliki kekuatan yang memadai
sehingga tidak mudah dirusak. Hal ini diperlukan sebab, hal-hal yang merusak percaya diri justru
lebih banyak dibandingkan hal yang memberdayakannya. Kabar baiknya, sekali Anda mencapai
tahap tertentu, tingkat percaya diri Anda akan terus meningkat seperti efek bola salju.
Artikel Bebas
22 Maret 2005 - 14:41
6 Tips Tampil Percaya Diri
Kawan? yang kurang pede, ini dibawah ada tips? khusus, semoga
bermanfaat

• BERDIRI TEGAK, Langkah pertama yang bisa kamu lakukan


adalah merubah penampilan, berdirilah yang tegak, busungkan dada
dan coba tampillah sempurna. Pokoknya jangan sampai kelihatan
lecek dech, soalnya penampilan seseorang akan menentukan
penilaian orang lain, buatlah kesan pertama begitu menggoda
selanjutnya terserah anda.

• BERSIKAP ASERTIF, Mulai sekarang cobalah merubah sikap,


jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata
ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain
akan berkomentar apa tentang diri kamu. Dan jangan takut bikin
perubahan.

• OBYEKTIF MENILAI DIRI SENDIRI. No body's perfect, nggak


ada orang lain di dunia ini yang sempurna, dan nggak ada juga orang
di dunia ini yang benar? nggak berguna. Karenanya jujurlah menilai
diri sendiri, jangan selalu menganggap dirimu tidak mampu dan
orang lain selalu lebih unggul. Semuanya sama meski punya keahlian
yang berbeda, jadi buat apa minder....??? Nggak ada untungnya.

• BUANG RASA TAKUT. Biasanya orang yang gak pede selalu


kesulitan untuk mengungkapkan siapa dirinya pada orang lain. Cara
mudah untuk berani menghadapi oarang lain adalah menatap mata
lawan bicara kita, tapi jangan memandanginya. Menatap lain dengan
memandang, kalau memandang biasanya kamu memperhatikan
lawan bicaramu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana mimik
wajahnya. Boleh saja seperti itu asal jangan kelewatan, apalagi kalo
sampi ngiler nggak karuan.

• SEDIKIT BASA BASI. Cobalah untuk bersikap basa basi, tapi


jangan sampai basi beneran karena akan membosankan. Tidak
semuanya basa-basi itu jelek kok, untuk meningkatkan rasa percaya
diri kemu boleh juga mencobanya.

• BICARALAH YANG LUGAS. salah satu ciri orang yang kurang


pede adalah tidak bicara secara lugas, selalu muter?. Dan biasanya
terlalu banyak berkata, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, anu dan yang
sejenisnya, misalnya. " saya akan eeeee, anu, saya kan anu......".
Tips Kalau Anda Mau Percaya Diri
Jakarta, Kompas
Oleh: SAMUEL MULIA, Penulis Mode dan Gaya Hidup

Kalau banyak dari kita membeli barang-barang mahal nan mewah, sebut saja tas mahal, mobil
mahal, sepatu mahal, bahkan punya rumah mahal di daerah kelas atas, maka dari sejuta
alasan yang akan diberikan, jika Anda menanyakan mengapa mereka membelinya, pasti saya
yakin ada saja yang mengatakan bahwa semua itu akan menambah kepercayaan diri.

Saya adalah salah satu korban pemikiran semacam itu. Tanpa mengurangi rasa hormat dan
syukur --karena saya sebetulnya sangat menghormati dan bersyukur-- kepada Tuhan Yang
Maha Esa, Pencipta langit dan bumi dan makhluk di dalamnya, saya terlahir dengan fisik
sederhana dan biasa-biasa saja. Kecil, kurus, dan... hidup, itu kata teman saya.

Ganteng? Itu tak herlaku untuk saya. Waduh... dibandingkan dengan pria-pria lainnya, saya
tidak masuk hitungan. Kalau dimisalkan sebuah lomba, mau masuk semifinal saja mungkin
saya harus perlu katebelece. Bahkan, kalaupun ada 100 atau bahkan 500 pria terganteng,
saya pun juga tak akan masuk ke dalamnya. Nomor 499 saja pun masih jauh rasanya.

Karena saya jauh dari sosok seperti Marcellino Lefrand atau Ari Wibowo, bahkan Tora Sudiro,
maka dalam perjalanan hidup ini saya pernah mempunyai periode tak percaya diri. Dulu saya
tak pernah memikirkan ini bakal terjadi. Dan waktu itu terjadi dan saya menyadarinya, hati ini
sempat tidak menerima. Kok pendeklah, kok jeleklah, kok ini, kok itu, dan seterusnya, dan
seterusnya.

Kalau fisik saya tak seberapa, keadaan finansial dan karier saya boleh dikatakan lumayan.
Dengan keadaan itu, saya mulai mengenal enaknya bisa beli barang-barang mahal, mulai dari
tas, kemudian sepatu, kemudian baju. Jadwal perjalanan saya melintasi benua juga
menambah kepercayaan diri saya. Bayangkan saja, pria yang tadinya biasa-biasa saja, fisik
yang sama sekali tidak menarik, tiba-tiba bisa terbang ke sana kemari, beli jas Armani, dan
sepatu John Lobb.

Seperti narkoba

Semua itu membuat saya kemudian merasa barang-barang mahal ini adalah sarana agar saya
bisa terus merasakan hadirnya percaya diri. Harus diakui keadaan itu sangat nikmat dilakoni.
Saat itu saya herterima kasih di dunia ini ada barang bermerek. Barang yang ternyata
membantu saya menepis, paling tidak, kesedihan saya sebagai manusia yang fisiknya
dilahirkan biasa-biasa saja, bahkan tak ada geregetnya, untuk dapat sejenak merasa senang
bisa membuat orang menoleh kepada saya yang tidak saya dapatkan dari keadaan lahir.

Akhirnya saya sering melarikan diri bersembunyi, dan memeluk barang-barang mahal itu
sebagai senjata untuk memesona orang lain, untuk menerima hormat orang lain dan untuk
dapat diakui.

Semua itu seperti narkoba. Saya seperti tak lagi bisa memercayai kemampuan saya sebagai
manusia, tetapi malah menggantungkannya pada harang-barang itu. Saya tidak malah
mencoba memesona orang dengan kepribadian saya, tetapi justru dengan menyodorkan
barang-barang itu ke hadapan mereka. Saya menjadi senang dibicarakan orang karena
barang-barang itu ketimbang saya yang punya otak sedikit encer.

Dengan waktu yang bergulir dan kematangan jiwa, kini saya berpikir bagaimana mungkin saya
bisa percaya diri dengan bantuan benda-benda mati itu? Bagaimana mungkin saya mencari
kepercayaan diri di balik logo-logo barang mahal itu? Bagaimana mungkin kepercayaan diri
saya cuma seharga barang mahal itu?

Itu bukan kepercayaan diri yang saya dapatkan, itu cuma ego yang terpuaskan yang membuat
saya malah cenderung menjadi sombong. Dan saat saya merasa punya kepercayaan diri
dengan benda mati mahal itu, saat itu justru saya sedang benar-benar dalam keadaan tidak
percaya diri. Itu sebuah rasa percaya diri yang semu.

Saya tak akan berhenti membeli barang-barang mahal karena sejujurnya saya tak mampu
berhenti terpukau. Tetapi, kini saya tahu, saya membeli hanya untuk kesenangan ego semata,
bukan membeli karena saya mencari tempat perlindungan. Sepengetahuan saya juga, butik
bernama Prada, Dior, dan nama-nama lainnya hanya menjual tas, baju, dan sepatu. Di etalase
mereka pun tak pernah tertulis: Di sini menjual kepercayaan diri buatan Perancis.

Tips Kalau Anda Mau Percaya Diri

1. Sadarilah sejak awal bahwa kata percaya diri itu berarti Anda yang percaya kepada diri
Anda. Percaya diri tak berarti percaya pada sebuah benda, sebuah logo, atau sebuah merek,
tetapi Anda titik. Jadi, kalau percaya diri yang mau ditingkatkan, yang harus naik kelas itu
Anda, yang ditingkatkan itu Anda, bukan benda-benda mati, mahal nan mewah itu. Itu
namanya bukan percaya diri, tetapi percaya benda mati.

2. Mau menambah percaya diri tak bisa hanya bermodalkan keadaan lahiriah semata. Apalagi
kalau lahiriahnya seperti saya. Kepala Anda juga mesti diisi dengan berbagai macam
pengetahuan dan informasi. Kalaupun Anda bisa nyerocos dalam tujuh bahasa—di luar bahasa
daerah—tetapi apa yang Anda bicarakan hanya berkisar berlian dan membedah isi majalah
People, sebaiknya Anda tak usah bangga dahulu.

3. Bergaul. Bersosialisasilah seluas-luasnya, bukan sebanyak-banyaknya. Luas itu artinya Anda


bergaul di berbagai macam kalangan, tanpa punya prasangka dan batasan apa pun. Semua
kalangan memiliki keunikannya sendiri. Anda akan menjadi manusia yang lebih terbuka
dengan mencoba menyelami aneka rupa kalangan ini. Tak perlu banyak-banyak yang Anda
kenal, nanti malah jadi arisan.

4. Jangan biasakan bersembunyi di balik orang lain untuk menjadi percaya diri. Kalau Anda
memang hanya kenal adiknya Titi DJ, bilang saja, ”Oh gue kenal tuh sama Samuel.” Tak perlu
mengatakan, ”Oh gue kenal sama adiknya Titi DJ.” Yang Anda kenal Samuel, adiknya Titi DJ.
Anda tak kenal Titi DJ, bukan? Jadi jangan membuat orang berasumsi Anda kenal dengan Titi
DJ seolah-olah pergaulan Anda begitu hebatnya.

Atau suatu hari teman Anda mengajak pergi dan kebetulan dia mengenal Dian Sastro dan
mengajaknya pergi bersama. Ketika ditanya apa yang Anda lakukan kemarin, Anda bilang saja
pergi ke Ancol. Tak perlu mengatakan, ”Kemarin gue sama Dian Sastro ke Ancol.” Yang kenal
Dian dan mengajaknya pergi itu teman Anda dan bukan Anda. Oke?

5. Biasakan menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan tak perlu petantang-petenteng.
Percaya diri itu bukan artinya Anda membeberkan kehebatan pribadi Anda. Ingat akan
pepatah yang mengatakan, padi yang makin berisi itu makin merunduk.*
Memupuk Rasa Percaya Diri
Oleh Jacinta F. Rini Team e-psikologi

Jakarta, 16 Oktober 2002

Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede"
dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah
mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga
dewasa bahkan sampai usia lanjut. Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan
pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri tersebut.
Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih
ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri
sendiri, “dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?” ada juga yang
berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang
kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!”

Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa
rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri
dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-
hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurnag percaya diri dapat diperbaiki,
langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab
dalam artikel ini.

Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk
mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang
dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala
sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya
beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu
dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan
yang realistik terhadap diri sendiri.

Karakteristik

Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri

Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional,
diantaranya adalah :

• Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan,


penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain
• Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau
kelompok
• Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri
• Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
• Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari
usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak
tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
• Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya
• Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak
terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri

Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:

• Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan


penerimaan kelompok
• Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan
• Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah
kemampuan diri sendiri – namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap
diri sendiri
• Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
• Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk
berhasil
• Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
• Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak
mampu
• Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada
keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)
Perkembangan Rasa Percaya Diri

Pola Asuh

Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui
proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor
yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini,
merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan
diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih,
perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan
membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan
bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat
bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi
atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh
menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap
diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.
Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik,
sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan
hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan
dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan
overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak
belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua.
Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak
pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara
kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.
Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang
kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak,
mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri,
tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering
menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh
kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak
diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang
orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau,
orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.
Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan
dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang
yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh
menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus
menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk
menjadi diri sendiri – mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu
lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.

Pola Pikir Negatif

Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-
orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh
cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu
dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola
pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:

• Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa
begitu”). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.
• Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek”
• Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan
berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata
kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.
• Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa
dirinya memang pantas dikritik.
• Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti
“saya memang bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb....
• Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara
tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika
diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu
tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.
• Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-
besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu
kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.

Memupuk Rasa Percaya Diri

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam
diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat
mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak
menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

1.

Evaluasi diri secara obyektif

Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang
pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum,
keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua
asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama
ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang
lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang
lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths,
Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi
pengembangan diri yang lebih realistik.
2.

Beri penghargaan yang jujur terhadap diri

Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua
itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini.
Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau
menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan
berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala
cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis,
penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-
matian menutupi keaslian diri.

3.

Positive thinking

Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda.
Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan
biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan
berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran
negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena
keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya
untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat
bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.

4.

Gunakan self-affirmation

Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang
membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:
• Saya pasti bisa !!
• Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup
saya !
• Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat
berharga karena membantu saya memahami tantangan
• Sayalah yang memegang kendali hidup ini
• Saya bangga pada diri sendiri

5.

Berani mengambil resiko

Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang
dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan
strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak
perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri
sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih
buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko.
Ingat: No Risk, No Gain.
6.

Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan

Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang
tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu
tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang
dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa
bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang,
keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang
selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan
keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan
keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat
hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri
yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu”
hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa
Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.

7.

Menetapkan tujuan yang realistik

Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan
tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan
memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya
diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah
terjadinya resiko yang tidak diinginkan.

Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda
dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis
kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda
mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya
diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan
rasa percaya diri yang bersifat semu.
Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun
lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga
tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang
keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang
begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di
mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang
tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah
spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak
itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya
sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat,
menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri
pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor
pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar
orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa.
(jp)

Haree Genee, krisis PD?? Nggak banged!!


16-06-2007 07:13:38 WIB Oleh : Dani Ardiansyah

Pernah dengar PD, bukan perang dunia loh, tapi Percaya Diri. Sepertinya, masalah krisis
kepercayaan diri (krisis PD) menjadi salah satu masalah klasik yang selalu dialami oleh
sebagian remaja kita. Padahal, sebetulnya, masalah itu kalo dibiarin berlama-lama bisa
menjadi bumerang buat diri kita sendiri loh. Bisa jadi, potensi yang ada dalam diri kita justru
terhambat karena hanya sebuah permasalahan yang sebenarnya nggak perlu jadi masalah.
Nah, kita akan coba ulas sejauh mana pengaruh kepercayaan diri mempengaruhi keberhasilan
seseorang, dan bagaimana cara mengatasi krisis PD yang berlebihan.

Memiliki rasa percaya diri (PD) itu penting lho. Kalau punya PD tinggi, kita bisa
mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita secara optimal. Nggak perlu lagi deh kita
merasa minder atau malu-malu ketika harus tampil di pasar, ups… di depan umum
maksudnya. Pada kesempatan apapun. Dengan PD, kita juga bisa jadi tambah pinter, karena
kita juga jadi berani angkat tangan untuk bertanya. Dan bisa jadi juga kita dikenal oleh
banyak orang karena nggak minder dalam pergaulan.

Nah, kira-kira apa ya, yang bisa menyebabkan kita suka minder atau kurang PD? Ternyata
banyak juga alasannya. Ini dia sebab-sebabnya supaya kita bisa terhindar dari kekurangan
rasa percaya diri :

1. Kita suka mikir yang enggak-enggak tentang diri kita sendiri. Aduh jangan mandang
sebelah mata sama diri sendiri dong!. Kalau ngerasa malu dengan fisik kita, yakinkan di hati
kalau semua itu adalah anugrah Tuhan yang pasti ada manfaatnya. Contoh : kalo punya
jempol tangan yang pendek, agak gemuk dan ga enak diliat, pasti tetep ada manfaatnya,
buat smsan misalnya. Kan nyambung tali silaturrahim itu penting, tul nggak??

2. Takut salah bisa membuat kita nggak maju. Kalo kita selalu ngerasa takut salah dalam
melakukan sesuatu, ya nggak akan pernah bisa berhasil. Makanya jangan pernah takut salah.
Kalo takut salah, mendingan ke laut aja. Karena, kesalahan adalah langkah awal menuju
keberhasilan. Tokoh-tokoh besar dunia yang penemuannya sekarang bermanfaat buat kita
juga, dulunya selalu melakukan kesalahan, tapi mereka terus mencoba untuk memperbaiki
kesalahannya. So, jangan pernah takut salah!!

3. Kalo kita bergaul sama pengecut, otomatis kita juga akan jadi pengecut, karena pergaulan
kita mempengaruhi kepribadian kita, karena kita berada di lingkungan yang mayoritas tidak
punya rasa PD tinggi. Percaya deh, sedikit banyak, kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan di
mana kita berada. Kan kata Rasullullah juga, “Dirimu adalah sebagaimana temanmu”

4. Kita sering terpengaruh dengan pendapat orang lain, dan malangnya tidak semua pendapat
itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung. Tugas kita adalah
mengolahnya, sekaligus untuk evaluasi diri. Seandainya pendapat itu justru membuat kita
menjadi mundur atau ragu-ragu, nah boleh deh ditolak.

Intinya, hilangkan jauh-jauh rasa minder dalam diri kita, nggak usah liat kekurangan yang
ada, perbaiki kesalahan yang kita buat, dan perkaya diri kita dengan ilmu. Otomatis,
sekurang-kurangnya kita dalam banyak halpun pasti akan tertutupi oleh kelebihan yang kita
punya meskipun sedikit, yang penting PD dulu. Tapi ingat..!!! Jangan berlebihan, karena
sesuatu yang berlebihan itu nggak bagus. Jangan over PD! Positive thinking bout our self is
must be!!
Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?
Kepercayaan-diri adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan
mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan
diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap
kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang
dimilikinya.

Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap
dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap
kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang
hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang
mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

Buat kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau merasa telah
kehilangan kepercayaan diri, mungkin langkah-langkah dibawah ini bisa dijadikan proses
latihan:

1. Menciptakan definisi diri positif.

Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah
mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa
kita lakukan adalah:

* Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang
diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan
yang merusak atau yang menghancurkan.
* Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
* Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari
mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.

Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti
misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban
masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya
dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk
membangun kepercayaan diri.

2. Memperjuangkan keinginan yang positif

Merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target
baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita
lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah
yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang
sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Pada akhirnya kita hanya akan menjadi
lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita.

3. Mengatasi masalah secara positif

Memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang
menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede
kita. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi
masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus
pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali
bermasalah.

4. Memiliki dasar keputusan yang positif.


Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu
yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan.
Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah
secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa
maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan
cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang
tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh
lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.

5. Memiliki model / teladan yang positif

Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan
dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain
yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan
orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a)
pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang
lain).