Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman yang diiringi kemajuan teknologi, mendorong kita untuk senatiasa
berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal penguasaan teknologi informasi. Dalam hal ini
kita juga harus memperhatikan kode etik dalam IT. Kode etik Kode etik adalah sistem norma,
nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan
apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang
benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode
etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya
kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Ketaatan tenaga profesional
terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan
perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang bukan karena
paksaan. Adapun salah satu profesi TI yang akan dibahas adalah Teknisi Komputer. Teknisi
Komputer dibagi menjadi beberapa bagian-bagian sebagai berikut :
1. Practical CTS Teknisi Komputer yang dapat menangani dan merawat komputer beserta
perangkat pendukung utama.
2. Junior Technical Support, Teknisi Komputer yang dapat menangani dan merawat
komputer beserta perangkat pendukung utama.
3. Technical Support, Staf pendukung teknis komputer yang dapat mengoperasikan PC
stand alone, instalasi OS, instalasi dan konfigurasi jaringan, instalasi modem dan setting
konfigurasi komunikasi wireless, instalasi software anti virus, restore dan backup
system,penanganan awal atas masalah PC.
4. Senior Technical Support, Staf pendukung senior teknis computer yang dapat
mengoperasikan PC stand alone, instalasi OS, instalasi dan konfigursi jaringan, instalasi
modem dan setting konfigurasi. komunikasi wireless, instalasi software anti virus, restore
dan back up system, penanganan awal atas masalah PC, memperbaiki system jaringan,
menggunakan remote access, upgrade dan migrasi OS.

Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka
profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri. Kode etik bukan merupakan kode yang
kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau sudah
tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berangkat dari latar belakang yang sebelumnya telah di bahas, maka rumusan masalah
pada makalah ini ialah, Apakah yang dimaksud dengan etika profesi dan seperti apakah kode etik
profesi seorang Technical Engineer.
1.3 TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah :
Menagacu pada rumusan masalah diatas maka yang menjadi tujuan pada makalah ini
ialah ingin mengetahui Apakah yang dimaksud dengan etika profesi dan seperti apakah kode etik
profesi seorang Technical Engineer.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN KODE ETIK
Sebelum kita masuk pada Kode Etik Seorang Technical Engineer alangkah baiknya kita
mengetahui apa itu kode etik. Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu
kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat
kerja. Lalu apa saja tujuan dari pembuatan kode etik itu sendiri. Kode etik sendiri memiliki
tujuan yang akan membantu para Technical Engineer dalam bekerja. Berikut adalah tujuan dari
Kode Etik:
1. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
2. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
3. Untuk meningkatkan mutu profesi.

4. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.


5. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
6. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
7. Menentukan baku standarnya sendiri.
2.2 FUNGSI KODE ETIK
Kode etik profesi itu merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang
yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan
fungsi dari kode etik profesi:
1)

Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip

profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi
mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
2)

Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang

bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada
masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan
pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalangan sosial).
3)

Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang

hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana
profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan
profesi di lain instansi atau perusahaan.
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau
norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien,
antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan
pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa)
misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang
harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau
user, ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-

pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll). Kode etik
profesi Informatikawan merupakan bagian dari etika profesi.
Jika para profesional TI melanggar kode etik, mereka dikenakan sanksi moral, sanksisosial,
dijauhi, di-banned dari pekerjaannya, bahkan mungkin dicopot dari jabatannya.
2.3 KODE ETIK SEORANG TEKNISI KOMPUTER
Berikut merupakan Kode Etik seorang Technical Engineer dari IEEE:
Kami, anggota IEEE, dalam pengenalan akan pentingnya teknologi kami dalam
mempengaruhi kualitas kehidupan di seluruh dunia dan dalam penerimaan kewajiban kami pada
profesi kami, anggota-anggotanya dan masyarakat yang kami layani, dengan ini kami
menyatakan diri terikat pada perilaku etis dan profesional tertinggi dan setuju:
1. Menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas
pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara
terbuka fatktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan.
2. Menghindari konflik interes nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin, dan
membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul.
3. Akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang
tersedia.
4. Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
5. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan
konsekuensinya.
6. Menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang
lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah
menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami
7. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik perkerjaan teknis, mengakui dan
memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain

8. Memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti ras,
agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan
9. Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan
tindakan salah atau maksud jahat
10. Membatu rekan sejawat dan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan
mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini
2.4. KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG TEKNISI KOMPUTER
Untuk menjadi seorang teknisi komputer, ada beberapa dasar yang harus anda miliki. Berikut
penjelasannya:

Harus mengetahui dan menguasai berbagai macam dan tipe perangkat komputer yang ada
didalamnya.

Harus mengetahui berbagai permasalahan kerusakan pada komputer (troubleshooting)


dan menaganinya.

Mempunyai kemampuan umtuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman sebgai


panduan saat melakukan troubleshooting.

Memiliki kemampuan yang cukup dalam berbahasa inggris agar lebih mudah
mempelajari manual perangkat hardware maupun software Komputer.

Memiliki kemampuan untuk menghubungkan perangkat keras

Memiliki kemampuan untuk melakukan instalasi Microsoft Windows

Memiliki kemampun untuk melakukan instalasi Linux

Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti Internet Explorer,telnet,


ftp, IRC; Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server.

2.5 SIKAP YANG HARUS DIMILIKI SEORANG TEKNISI KOMPUTER


Selain harus menguasai berbagai macam teknik troubleshooting dan penanganannya,seorang
teknisi komputer juga harus mempunyai sikap yang baik sebgai seorang teknisi:

Belajar dari Pengalaman dan Pelatihan. Anda harus selalu mengupdate pengetahuan
dalam berbagai permasalahan dan penanganan berdasarkan pengalaman yang pernah
anda temui karena teknologi tidak pernah berhenti dan terus berkembang.

Meningkatkan Kemampuan, Yakni kemampuan dalam menggunakan pengetahuan pada


situasi hal baru.

Disiplin. Segala sesuatu yang dikerjakan oleh seorang teknisi komputer harus tertata
dengan baik, menghormati semua customer, dan yang paling penting adalah meyakinkan
persepsi customer terhadap masalah sebenarnya.

Kemampuan Berkomunikasi. Hal ini juga sangat perlu pada saat anda mengidentifikasi
masalah yang ada berdasarkan informasi dari Customer.

Mempunyai Kemampuan Berfikir Logis dan Kreatif. Hal ini penting agar dapat
memberikan penjelasan yang baik dan benar kepada customer sehingga mudah dipahami.

Sikap Rendah Hati. Hal ini penting karena sebagai teknisi komputer anda adalah pelayan
bagi Customer.

Cara Kerja yang Terperinci, yaitu dengan memperhatikan dan mengetahui seluruh sistem
dan cara kerja komputer sehingga pada saat anda melakukan troubleshooting, anda
mengikuti prosedur dengan benar dan mendapatkan hasil yang cepat dengan analisis yang
tepat.

Komitmen dalam Menyelasaikan Masalah. Ini merupakan tanggung jawab anda


sepenuhnya sebagai seorang teknisi komputer.

Dapat Menentukan Prioritas. Anda juga harus dapat mennetukan prioritas pekerjaan yang
harus segera anda tangani.

Berbagai Pengetahuan dengan Anggota tim (jika anda bekerja dalam tim) dan dengan
customer.

Minat akan Teknologi, selalu mengupdate pengetahuan mengenai komputer.

2.6 CONTOH KASUS


Sebut saja si A, adalah seorang teknisi computer yang biasa menerima permintaan
perbaikan atas beberapa kerusakan computer. Suatu ketika, si A memiliki langganan Mr. X yang
biasa minta bantuannya bila ada pemasalahan dengan komputernya. Mr X menunjukkan salah
satu laptopnya yang rusak karena tidak bisa 'booting'. setelahj di check oleh si A, dia
menyampaikan ke Mr. X, bahwa hard disk laptopnya rusak, dan harus segera di ganti. Tahu
kondisinya seperti tersebut, kemudian Mr. X meyakinkan utk menanyakan ke A apakah data
yang ada di komputernya masih bisa diselamatkan bila dilakukan penggantian.
Dengan sangat yakin, si A menjawab, bahwa data masih bisa diselamatkan, dengan cara
memindahkan data yg ada ke harddisk pengganti. dan Di jamin semua data tidak akan hilang.
Mr X sangat senang mendengar jawaban tsb. sehingga Mr. X menyetujui untuk mengganti
hardisk yang rusak tersebut.
singkat cerita, Si A berhasil melakukan perbaikan dengan menggati hardisk yg rusak,
kemudian menyelamatkan dan memindahkan data dari hardisk yang rusak ke hardisk yang baru.
setelah selesai, Si A memberikan semua hasilnya ke Mr.X, dan Mr. X mengecek semua data yg
ada. 100% semua data terselamatkan.Si A mendapat imbalan atas jasa yg dilakukannya,
kemudian si A juga mengembalikan Hardisk yg rusak ke Mr.X. Dalam cerita tsb diatas. secara
umum, tidak ada permasalahan.
Namun permasalahan kemudian muncul, ketika Mr.Z, datang dengan tuduhan
pelanggaran UU ITE 2008, yang di tuduhkan ke "A", karena telah melakukan pemindahan data
tanpa hak ..... dan seterusnya (seperti bunyi salah satu pasal dalam UU ITE).
Si A sangat kaget dengan tuduhan tersebut,.. dengan wajah bingung dan lunglai dia
terbengong dan tidak mengerti apa yang terjadi. Kemudian Mr.Y, menjelaskan Bahwa, laptop yg
dibawa oleh Mr.X yg diperbaiki dan diganti hardisknya, yg datanya dipindahkan. beberapa

datanya

adalah

milik

Mr.Z.

Dan karena, A melakukan pemindahan data tanpa hak (seperti yg ada di UU ITE), maka Mr. Z
melaporkannya dan menuduhnya telah melanggar UU ITE tersebut. Apa yang terjadi, Si A tidak
bisa berbuat apa2, seorang teknisi dengan gaji pas pasan dan dengan penghasilan minim
tersangkut dengan UU ITE.
Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang teknisi computer harus
berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Karena sesuatu yang kecil, yakni tidak sengaja
memindahkan file yang tidak seharusnya di pindahkan , bisa menjadi masalah yang besar dan
berhubungan dengan hukum karena melanggar UU ITE.

BAB III
PENUTUP

1.1

KESIMPILAN

1. Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan
2.

tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.


Dari contoh kasus sebelumnya dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang teknisi computer
harus berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Ia harus memiliki softskill dan hardskill
dalam standarisasi profesinya. Karena sesuatu yang kecil, yakni tidak sengaja memindahkan file
yang tidak seharusnya di pindahkan , bisa menjadi masalah yang besar dan berhubungan dengan
hukum karena melanggar UU ITE.
1.2

SARAN

1. Seorang teknisi computer harus berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Ia harus memiliki
softskill dan hardskill dalam standarisasi profesinya. Karena sesuatu yang kecil, yakni tidak
sengaja memindahkan file yang tidak seharusnya di pindahkan , bisa menjadi masalah yang besar
dan berhubungan dengan hukum karena melanggar UU ITE.
Dan menjelaskan bahwa etika profesi sebagai seorang teknisi computer harus diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA

http://blog.uin-malang.ac.id/chumai/2011/06/21/tugas-uts-etika-profesi/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/berbagai-profesi-di-bidang-it/
http://images.pramudya06.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SGyWoQoKCqsAAFtnqf41/t
ks_komp.pdf?key=pramudya06:journal:4&nmid=103912033
http://opensource.telkomspeedy.com/forum/viewtopic.php?id=14351