Anda di halaman 1dari 6

Konsep Hukum Kekekalan Energi

Dirimu pasti sangat pasti sering mendengar istilah ini, Hukum Kekekalan Energi (HKE).
Tetapi apakah dirimu memahami dengan baik dan benar apa yang dimaksudkan dengan
HKE ? apa kaitannya dengan Hukum Kekekalan Energi Mekanik ? jika kebingungan
berlanjut, silahkan pelajari materi ini sampai dirimu memahaminya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat banyak jenis energi. Selain energi potensial
dan energi kinetik pada benda-benda biasa (skala makroskopis), terdapat juga bentuk
energi lain. Ada energi listrik, energi panas, energi litsrik, energi kimia yang tersimpan
dalam makanan dan bahan bakar, energi nuklir, dan kawan-kawan. Pokoknya banyak
banget :) setelah muncul teori atom, dikatakan bahwa bentuk energi lain tersebut (energi
listrik, energi kimia, dkk) merupakan energi kinetik atau energi potensial pada tingkat
atom (pada skala mikroskopis disebut mikro karena atom tu kecil banget). cukup
sampai di sini ya penjelasannya mengenai energi potensial atau energi kinetik pada
tingkat atom intinya bentuk energi lain tersebut merupakan energi potensial atau
energi kinetik pada skala atomik jika penasaran, bisa request melalui kolom komentar.
Nanti akan anda pelajari pada pelajaran fisika di tingkat yang lebih tinggi.
Energi tersebut dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain.
Masa sich ? misalnya ketika dirimu menyalakan lampu neon, pada saat yang sama terjadi
perubahan energi listrik menjadi energi cahaya. Contoh lain adalah perubahan energi
listrik menjadi energi panas (setrika), energi listrik menjadi energi gerak (kipas angin) dll.
Proses perubahan bentuk energi ini sebenarnya disebabkan oleh adanya perubahan
energi antara energi potensial dan energi kinetik pada tingkat atom. Pada tingkat
makroskopis, kita juga bisa menemukan begitu banyak contoh perubahan energi.
Buah mangga yang menggelayut di tangkainya memiliki energi potensial. Pada saat batu
dijatuhkan, energi potensialnya berkurang sepanjang lintasan geraknya menuju tanah.
Ketika mulai jatuh, energi potensial berkurang karena EP berubah bentuk menjadi Energi
kinetik. Pada saat hendak mencapai tanah, energi kinetik menjadi sangat besar,
sedangkan EP sangat kecil. Mengapa demikian ? semakin dekat dengan permukaan
tanah, jarak buah mangga semakin kecil sehingga EP-nya menjadi kecil. Sebaliknya,
semakin mendekati tanah, Energi Kinetik semakin besar karena gerakan mangga makin
cepat akibat adanya percepatan gravitasi yang konstan. Ketika tiba di permukaan tanah,
energi potensial dan energi kinetik buah mangga hilang, karena h (tinggi) dan v
(kecepatan) = 0. ini salah satu contoh
Perubahan energi biasanya melibatkan perpindahan energi dari satu benda ke benda
lainnya. Air pada bendungan memiliki energi potensial dan berubah menjadi energi
kinetik ketika air jatuh. Energi kinetik ini dpindahkan ke turbin selanjutnya energi gerak
turbin diubah menjadi energi listrik luar biasa khan si energi :) ? Energi potensial yang
tersimpan pada ketapel yang regangkan, dapat berubah menjadi energi kinetik batu
apabila ketapel kita lepas busur yang melengkung juga memiliki energi potensial.
Energi potensial pada busur yang melengkung dapat berubah menjadi energi kinetik
anak panah.
Contoh yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pada perpindahan energi selalu
disertai dengan adanya usaha. Air melakukan usaha pada turbin, karet ketapel
melakukan usaha pada batu, busur melakukan usaha pada anak panah. Hal ini
menandakan bahwa usaha selalu dilakukan ketika energi dipindahkan dari satu benda ke
benda yang lainnya

Hal yang luar biasa dalam fisika dan kehidupan kita sehari-hari adalah ketika energi
dipindahkan atau diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, ternyata tidak ada energi
yang hilang bin lenyap dalam setiap proses tersebut ini adalah hukum kekekalan
energi, sebuah prinsip yang penting dalam ilmu fisika. Hukum kekekalan energi dapat
kita nyatakan sebagai berikut :
Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain dan dipindahkan dari satu benda ke
benda yang lain tetapi jumlahnya selalu tetap. Jadi energi total tidak berkurang dan juga
tidak berkecambah eh bertambah, sorry
HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK
Penjelasan di atas bersifat kualitatif. Sekarang mari kita tinjau Hukum Kekekalan Energi
secara kuantitaif alias ada rumusnya jangan meringis dunk he8.
Oya, perlu anda ketahui bahwa pada contoh perubahan energi, misalnya energi listrik
berubah menjadi energi panas atau energi nuklir menjadi energi panas, perubahan
bentuk energi tersebut terjadi akibat adanya perubahan antara energi potensial dan
energi kinetik pada skala mikroskopis. Perubahan energi ini terjadi pada level atom
Pada Skala makroskopis, kita juga dapat menjumpai perubahan energi antara Energi
Kinetik dan Energi Potensial, misalnya batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu,
anak panah dan busur, batu dan ketapel, pegas dan beban yang diikatkan pada pegas,
bandul sederhana, dll.
Jumlah total Energi Kinetik dan Energi Potensial disebut Energi Mekanik. Ketika terjadi
perubahan energi dari EP menjadi EK atau EK menjadi EP, walaupun salah satunya
berkurang, bentuk energi lainnya bertambah. Misalnya ketika EP berkurang, besar EK
bertambah. Demikian juga ketika EK berkurang, pada saat yang sama besar EP
bertambah. Total energinya tetap sama, yakni Energi Mekanik. Jadi Energi Mekanik selalu
tetap alias kekal selama terjadi perubahan energi antara EP dan EK. Karenanya kita
menyebutnya Hukum Kekekalan Energi Mekanik.
Sebelum kita tinjau HKE secara kuantitaif (penurunan persamaan matematis alias rumus
Hukum Kekekalan Energi), terlebih dahulu kita berkenalan dengan gaya-gaya konservatif
dan gaya tak konservatif. Walaupun ini adalah pelajaran tingkat lanjut, tetapi sebenarnya
menjadi dasar yang perlu diketahui agar dirimu bisa lebih memahami apa dan
bagaimana Hukum Kekekalan Energi Mekanik dengan baik
Gaya-gaya konservatif dan Gaya-gaya Tak Konservatif
Mari kita berkenalan dengan gaya konservatif dan gaya tak-konservatif. Setelah
mempelajari pembahasan ini, mudah-mudahan dirimu dapat membedakan gaya
konservatif dan gaya tak konservatif. Pemahaman akan gaya konservatif dan tak
konservatif sangat diperlukan karena konsep ini sangat berkaitan dengan Hukum
Kekekalan Energi Mekanik. Langsung aja ya ? tetap semangat
Misalnya kita melemparkan sebuah benda tegak lurus ke atas. Setelah bergerak ke atas
mencapai ketinggian maksimum, benda akan jatuh tegak lurus ke tanah (tangan kita).
Ketika dilemparkan ke atas, benda tersebut bergerak dengan kecepatan tertentu
sehingga ia memiliki energi kinetik (EK = mv2). Selama bergerak di udara, terjadi

perubahan energi kinetik menjadi energi potensial. Semakin ke atas, kecepatan bola
makin kecil, sedangkan jarak benda dari tanah makin besar sehingga EK benda menjadi
kecil dan EP-nya bertambah besar. Ketika mencapai titik tertinggi, kecepatan benda = 0,
sehingga EK juga bernilai nol. EK benda seluruhnya berubah menjadi EP, karena ketika
benda mencapai ketinggian maksimum, jarak vertikal benda bernilai maksimum (EP =
mgh). Karena pengaruh gravitasi, benda tersebut bergerak kembali ke bawah. Sepanjang
lintasan terjadi perubahan EP menjadi EK. Semakin ke bawah, EP semakin berkurang,
sedangkan EK semakin bertambah. EP berkurang karena ketika jatuh, ketinggian alias
jarak vertikal makin kecil. EK bertambah karena ketika bergerak ke bawah, kecepatan
benda makin besar akibat adanya percepatan gravitasi yang bernilai tetap. Kecepatan
benda bertambah secara teratur akibat adanya percepatan gravitasi. Benda kehilangan
EK selama bergerak ke atas, tetapi EK diperoleh kembali ketika bergerak ke bawah.
Energi kinetik diartikan sebagai kemampuan melakukan usaha. Karena Energi kinetik
benda tetap maka kita dapat mengatakan bahwa kemampuan benda untuk melakukan
usaha juga bernilai tetap. Gaya gravitasi yang mempengaruhi gerakan benda, baik ketika
benda bergerak ke atas maupun ketika benda bergerak ke bawah dikatakan bersifat
konservatif karena pengaruh gaya tersebut tidak bergantung pada lintasan yang dilalui
benda, tetapi hanya bergantung pada posisi awal dan akhir benda.
Contoh gaya konservatif lain adalah gaya elastik. Misalnya kita letakan sebuah pegas di
atas permukaan meja percobaan. Salah satu ujung pegas telah diikat pada dinding,
sehingga pegas tidak bergeser ketika digerakan. Anggap saja permukaan meja sangat
licin dan pegas yang kita gunakan adalah pegas ideal sehingga memenuhi hukum Hooke.
Sekarang kita kaitkan sebuah benda pada salah satu ujung pegas.
Jika benda kita tarik ke kanan sehingga pegas teregang sejauh x, maka pada benda
bekerja gaya pemulih pegas, yang arahnya berlawanan dengan arah tarikan kita. Ketika
benda berada pada simpangan x, EP benda maksimum sedangkan EK benda nol (benda
masih diam).
Ketika benda kita lepaskan, gaya pemulih pegas menggerakan benda ke kiri, kembali ke
posisi setimbangnya. EP benda menjadi berkurang dan menjadi nol ketika benda berada
pada posisi setimbangnya. Selama bergerak menuju posisi setimbang, EP berubah
menjadi EK. Ketika benda kembali ke posisi setimbangnya, gaya pemulih pegas bernilai
nol tetapi pada titik ini kecepatan benda maksimum. Karena kecepatannya maksimum,
maka ketika berada pada posisi setimbang, EK bernilai maksimum.
Benda masih terus bergerak ke kiri karena ketika berada pada posisi setimbang,
kecepatan benda maksimum. Ketika bergerak ke kiri, Gaya pemulih pegas menarik
benda kembali ke posisi setimbang, sehingga benda berhenti sesaat pada simpangan
sejauh -x dan bergerak kembali menuju posisi setimbang. Ketika benda berada pada
simpangan sejauh -x, EK benda = 0 karena kecepatan benda = 0. pada posisi ini EP
bernilai maksimum.
Proses perubahan energi antara EK dan EP berlangsung terus menerus selama benda
bergerak bolak balik.
Pada penjelasan di atas, tampak bahwa ketika bergerak dari posisi setimbang menuju ke
kiri sejauh x = -A (A = amplitudo / simpangan terjauh), kecepatan benda menjadi
berkurang dan bernilai nol ketika benda tepat berada pada x = -A. Karena kecepatan
benda berkurang, maka EK benda juga berkurang dan bernilai nol ketika benda berada
pada x = -A. Karena adanya gaya pemulih pegas yang menarik benda kembali ke kanan

(menuju posisi setimbang), benda memperoleh kecepatan dan Energi Kinetiknya lagi. EK
benda bernilai maksimum ketika benda tepat berada pada x = 0, karena laju gerak
benda pada posisi tersebut bernilai maksimum. Benda kehilangan EK pada salah satu
bagian geraknya, tetapi memperoleh Energi Kinetiknya kembali pada bagian geraknya
lain. Energi kinetik merupaka kemampuan melakukan usaha karena adanya gerak.
setelah bergerak bolak balik, kemampuan melakukan usahanya tetap sama dan
besarnya tetap alias kekal. Gaya elastis yang dilakukan pegas ini disebut bersifat
konservatif.
Apabila pada suatu benda bekerja satu atau lebih gaya dan ketika benda bergerak
kembali ke posisi semula, Energi Kinetik-nya berubah (bertambah atau berkurang), maka
kemampuan melakukan usahanya juga berubah. Dalam hal ini, kemampuan melakukan
usahanya tidak kekal. Dapat dipastikan, salah satu gaya yang bekerja pada benda
bersifat tak-konservatif. Untuk menambah pemahaman anda berkaitan dengan gaya tak
konservatif, kita umpamakan permukaan meja tidak licin / kasar, sehingga selain gaya
pegas, pada benda bekerja juga gaya gesekan. Ketika benda bergerak akibat adanya
gaya pemulih pegas, gaya gesekan menghambat gerakan benda/mengurangi kecepatan
benda (gaya gesek berlawanan arah dengan gaya pemulih pegas). Akibat adanya gaya
gesek, ketika kembali ke posisi semula kecepatan benda menjadi berkurang. Karena
kecepatan benda berkurang maka Energi Kinetiknya juga berkurang. Karena Energi
Kinetik benda berkurang maka kemampuan melakukan usaha juga berkurang. Dari
penjelasan di atas kita tahu bahwa gaya pegas bersifat konservatif sehingga
berkurangnya EK pasti disebabkan oleh gaya gesekan. Kita dapat menyatakan bahwa
gaya yang berlaku demikian bersifat tak-konservatif. Perlu anda ketahui juga bahwa
selain gaya pemulih pegas dan gaya gesekan, pada benda bekerja juga gaya berat dan
gaya normal. Arah gaya berat dan gaya normal tegak lurus arah gerakan benda,
sehingga bernilai nol (ingat kembali pembahasan mengenai usaha yang telah dimuat
pada blog ini).
Secara umum, sebuah gaya bersifat konservatif apabila usaha yang dilakukan oleh gaya
pada sebuah benda yang melakukan gerakan menempuh lintasan tertentu hingga
kembali ke posisi awalnya sama dengan nol. Sebuah gaya bersifat tak-konservatif apabila
usaha yang dilakukan oleh gaya tersebut pada sebuah benda yang melakukan gerakan
menempuh lintasan tertentu hingga kembali ke posisi semula tidak sama dengan nol.
Penjelasan panjang lebar mengenai gaya konservatif dan gaya tak konservatif di atas
bertujuan untuk membantu anda lebih memahami Hukum Kekekalan Energi Mekanik.
Mengenai gaya konservatif dan gaya tak konservatif, selengkapnya dapat anda pelajari
pada jenjang yang lebih tinggi (universitas dan kawan-kawan).
Sekarang, mari kita kembali ke Hukum Kekekalan Energi Mekanik. Istirahat aja dulu ah,
cape :)
Apabila hanya gaya-gaya konservatif yang bekerja pada sebuah sistem, maka kita akan
tiba pada kesimpulan yang sangat sederhana dan menarik yang melibatkan energi.
Apabila tidak ada gaya tak-konservatif, maka berlaku Hukum Kekekalan Energi Mekanik.
Sekarang mari kita turunkan persamaan Hukum Kekekalan Energi Mekanik..
Misalnya sebuah benda bermassa m berada pada kedudukan awal sejauh h1 dari
permukaan tanah (amati gambar di bawah). Benda tersebut jatuh dan setelah beberapa
saat benda berada pada kedudukan akhir (h2). Benda jatuh karena pada benda bekerja
gaya berat (gaya berat = gaya gravitasi yang bekerja pada benda, di mana arahnya

tegak lurus menuju permukaan bumi).


Ketika berada pada kedudukan awal, benda memiliki Energi Potensial sebesar EP1 (EP1 =
mgh1). Ketika berada pada kedudukan awal, benda memiliki Energi Potensial sebesar
EP2 (EP2 = mgh2). Usaha yang dilakukan oleh gaya berat (w = weight = berat huruf w
kecil. Kalo huruf W besar = usaha = work) dari kedudukan awal (h1) menuju kedudukan
akhir (h2) sama dengan selisih EP1 dan EP2. Secara matematis ditulis :
W = EP1 EP2 = mgh1 mgh2
Misalnya kecepatan benda pada kedudukan awal = v1 dan kecepatan benda pada
kedudukan akhir = v2.. Pada kedudukan awal, benda memiliki Energi Kinetik sebesar EK1
(EK1 = mv12). Pada kedudukan akhir, benda memiliki Energi Kinetik sebesar EK2 (EK2
= mv22). Usaha yang dilakukan oleh gaya berat untuk menggerakan benda sama
dengan perubahan energi kinetik (sesuai dengan prinsip usaha dan energi yang telah
dibahas pada pokok bahasan usaha dan energi-materinya ada di blog ini). Secara
matematis ditulis :
W = EK2 EK1 = mv22 mv12
Kedua persamaan ini kita tulis kembali menjadi :
W=W
EP1 EP2 = EK2 EK1
mgh1 mgh2 = mv22 mv12
mgh1 + mv12 = mgh2 + mv22
Jumlah total Energi Potensial (EP) dan Energi Kinetik (EK) = Energi Mekanik (EM). Secara
matematis kita tulis :
EM = EP + EK
Ketika benda berada pada kedudukan awal (h1), Energi Mekanik benda adalah :
EM1 = EP1 + EK1
Ketika benda berada pada kedudukan akhir (h2), Energi Mekanik benda adalah :
EM2 = EP2 + EK2
Apabila tidak ada gaya tak-konservatif yang bekerja pada benda, maka Energi Mekanik
benda pada posisi awal sama dengan Energi Mekanik benda pada posisi akhir. Secara
matematis kita tulis :
EM1 = EM2
Jumlah Energi Mekanik benda ketika berada pada kedudukan awal = jumlah Energi
Mekanik benda ketika berada pada kedudukan akhir. Dengan kata lain, apabila Energi
Kinetik benda bertambah maka Energi Potensial harus berkurang dengan besar yang

sama untuk mengimbanginya. Sebaliknya, jika Energi Kinetik benda berkurang, maka
Energi Potensial harus bertambah dengan besar yang sama. Dengan demikian, jumlah
total EP + EK (= Energi Mekanik) bernilai tetap alias kekal bin konstan ;) Ini adalah
Hukum Kekekalan Energi Mekanik untuk gaya-gaya konservatif.
Apabila hanya gaya-gaya konservatif yang bekerja, maka jumlah total Energi Mekanik
pada sebuah sistem tidak berkurang atau bertambah. Energi Mekanik bernilai tetap atau
kekal.
Wah. akhirnya pembahasan mengenai Hukum Kekekalan Energi Mekanik berakhir. :)
mohon maaf lahir dan batin jika penjelasan panjang lebar di atas membuat dahimu
berkerut. Baca perlahan-lahan sambil dipahami ya. jika kebingungan berlanjut, silahkan
pelajari kembali. Jangan lupa bertanya melalui kolom komentar di bawah apabila dirimu
tersesat
Sekarang, mari kita lanjutkan ke pelajaran berikutnya : penerapan hukum kekekalan
energi mekanik pada berbagai jenis gerakan..

http://fisikablogscience.blogspot.com/2009/12/hukum-kekekalan-energimekanik.html