Anda di halaman 1dari 5

TINGKATAN KESADARAN

1.1

Jenis-Jenis Tingkatan Kesadaran


Ada beberapa jenis tingkatan kesadaran, yaitu sebagai berikut :
Kompos Mentis
Keadaan waspada dan terjaga pada seseorang yang bereaksi
sepenuhnya dan adekuat terhadap rangsang visual, audiotorik dan
sensorik.
Inkompos Mentis ( Apatis, delir, somnolen, sopar, koma)

Apatis
Sikap acuh tak acuh, tidak segera menjawab bila ditanya.

Delir
Kesadaran menurun disertai kekacauan mental dan motorik,
seperti : desorientasi, irirtatif, salah persepsi terhadap rangsangan
sensorik, sering timbul ilusi dan halusinasi.

Somnolen
Penderita mudah dibangunkan, dapat bereaksi secara
motorik/ verbal yang layak tetapi setelah memberi respon, IQ
terkena kembali bila rangsangan dihentikan.

Sopar ( Stupor)
Penderita hanya dapat dibangunkan dalam waktu tingkat oleh
rangsangan nyeri yang hebat dan berulang-ulang.

Koma

Tugas KMB I. Tingkatan Kesadaran

Tidak ada sama sekali jawaban terhadap nyeri yang


bagaimanapun hebatnya.

1.2

Penentuan Tingkat Kesadaran


Batas antara berbagai tingkat kesadaran tidak jelas. Untuk
menentukan derajat gangguan kesadaran dapat digunakan :

Glosgow Coma Scole = 8


Diperkirakan untuk Teasdale & Jannet 1974 yang banyak
digunakan didalam klinik.

1.3

Glosgow Pitsburgh Coma Scale = 2

Cara Mengukur GCS


Pada kesadaran tingkat kesadaran dinilai 3 aspek, yaitu sebagai berikut :
1. Kemampuan membuka mata (Eye opening = E)
Kemampuan membuka mata, meliputi :
a. Dapat membuka mata sendiri secara spontan = 4
b. Dapat membuka mata atas perintah = 3
c. Dapat membuka mata atas rangsang nyeri = 2
d. Tidak dapat membuka mata dengan rangsangan apapun = 1
Kemampuan membuka mata (E)
a = 4, b = 3, c = 2, d = 1
2. Aktivitas motorik (Motorik response = M)
Dinilai anggota gerak yang memberikan reaksi paling baik dan
tidak dinilai pada anggota gerka dengan fraktur/ kelumpuhan.
Biasanya dipilih lengan karena geraknnya lebih bervariasi.
Aktivitas motorik, meliputi :

Tugas KMB I. Tingkatan Kesadaran

a. Mengikuti perintah = 6
b. Adanya gerakan untuk menyingkirkan rangsangan yang diberikan
pada beberapa tempat =5
c. Gerakan fleksi cepat disertai dengan abduksi bahu = 4
d. Fleksi lengan disertai adduksi bahu = 2
e. Ekstensi lengan disertai adduksi bahu = 2
f. Tidak ada gerakan = 1
Aktivitas motorik (M)
a = 6, b = 5, c = 4, d = 3, e = 2, f = 1
3. Kemampuan berbicara (Verbal response =V)
Menunjukkan fungsi otak dengan integritas paling tinggi.
Kemampuan berbicara, meliputi :
a. Orientasi yang baik mengenai tempat, orang dan waktu.
b. Dapat diajak berbicara tetapi jawabab kacau.
c. Mengeluarkan kata-kata yang tidak dimengerti.
d. Tidak mengeluarkan kata-kata yang hanya bunyi.
e. Tidak keluar suara.
Kemampuan berbicara (V)
a = 5, b = 4, c = 3, d = 2, e = 1
Rumus :
E+M+V=
Bergeser antara 3 dan 15. Teasdale & Jannet menentukan pada 700
kasus trauma kepala.
Skor E + M + V sebagai berikut :
9 tidak ada kasus koma

Tugas KMB I. Tingkatan Kesadaran

Nilai 8 = 58% dengan koma


7 koma 100%
Selanjutnya nilai jawaban
Nilai GCS tertinggi 15 dan terendah 3. E, M, V jika dihubungkan
dengan kasus trauma kapatis maka :
GCS : 14-15 = CKR (Cedera Kepala Ringan).
GCS : 19-13 = CKS (Cedera Kepala Sedang).
GCS : 3-8 = CKB (Cedera Kepala Berat).

Sumber :
http://kosmojaya.com
http://republika.co.id

Tugas KMB I. Tingkatan Kesadaran

Tugas KMB I. Tingkatan Kesadaran