Anda di halaman 1dari 49

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN

INDUSTRI

PENGETAHUAN DASAR
LISTRIK

TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

PENDAHULUAN
Pada dasarnya listrik
merupakan
tenaga alam yang telah ada sejak
diciptakan
alam
semesta
ini.
Berdasarkan
percobaan-percobaan
yang telah dilakukan oleh para ahli,
listrik berasal dari adanya gerakan
elektron-elektron dalam mengelilingi
inti atom.

Teori Elektron
Sebuah atom terdiri dari bagian kulit dan inti. Kulit atom
diisi oleh sejumlah elektron yang bermuatan negatif.
Elektron-elektron ini bergerak mengelilingi inti atom
dalam satu atau lebih lintasan yang berbentuk lingkaran.
Lintasan-lintasan ini hanya dapat diisi sejumlah
elektrondalam aturan tertentu, yaitu setiap lintasa adalah
2n2 (n=banyaknya lintasa yang dimulai dari lintasan yang
terdekat dengan inti).
Bila elektron memiliki tenaga listrik negatif, maka
inti atom ditetapkan memiliki tenaga listrik positif. Dalam
suatu inti atom terdapat proton dan neutron, baik proton
maupun neutron keadaannya tidak dapat berpindahpindah dari satu atom ke atom yang lain.

Gambar 1. Struktur Atom Hydrogenium; 1.Neutron; 2. Proton;


3.Nucleus;
4.Elektron; 5.Lintasan Elektron/garis edar
elektron

Dalam keadaan normal biasanya atom


bersifat netral, yaitu jumlah muatan positif
(proton) sama besar dengan muatan
negatifnya (elektron), oleh karena memiliki
kekuatan yang sama.

Schematic diagram of an atom


of the element carbon.
The nucleus contains six protons and six
neutrons. Electrons orbiting the
nucleus are confined to specific
orbits called energy-level shells.
A.

Three-dimensional representation
showing the first energy-level shells.
The first shell can contain two
electrons, the second eight.

B.

B. Two-dimensional representation
of the carbon atom to show the
number of protons and neutrons in
the nucleus and the number of
electrons in the energy-level shells.
The first energy-level shell is full
because it contains two electrons.
The second shell contains four
electrons and so is half full.

Elektron Bebas
Sebuah atom terdapat lebih dari satu elektron. Elektronelektron ini merupakan kelompok-kelompok yang terdiri dari 1
elektron hidrogen, 2 elektron helium, 6 elektron pada karbon
dan lain-lainnya. Dari kelompok-kelompok elektron tersebut ,
akan terdapatlah elektron-elektron yang tidak termasuk
kedalam kelompoknya. Elektron-elektron ini terpaksa bergerak
pada garis edar yang paling luar dan paling jauh dari inti
atomnya. Dengan jauhnya dari inti atom dan lemahnya daya
tarik terhadap intinya, maka elektron ini mudah lepas dari
garis edarnya dan kemudian berpindah keatom yang lain
disekitarnya. Elektron yang mudah berpindah-pindah tempat
dari satu atom ke atom yang lain disebut elektron bebas
Elektron bebas banyak terdapat di dalam bahan-bahan
yang bersifat metalis, seperti: besi, tembaga, perak, emas dan
lainnya. Sedangkan bahan yang bersifat non metalis, seperti:
gelas, ebonit, kayu, mika dan lainnya sangat sedikit memiliki
jenis elektron bebas.
Di dalam terjadinya peristiwa kelistrikan, elektronelektron bebas inilah yang memegang peranan penting.

Sifat Dua Muatan Listrik


Atom yang jumlah muatan elektronnya tidak sama
dengan jumlah muatan protonnya disebut sebagai
ion. Dalam teori elektron, ion-ion ditandai dengan ion
positif dan ion negatif. Terjadinya ion positif ialah
apabila pada atom terjadi kekurangan muatanmuatan lektron, sedangkan terjadinya ion negatif
ialah apabila pada atom terjadi kelebihan muatan
elektron. Baik kelebihan atau kekuranagan elektron
akan mengakibatkan tidak sama dengan jumlah
Ion Positif adalah atom yang kekurangan elektron, dengan
muatan protonnya.
demikian
maka pada atom ini akan selalu berusaha menarik

elektron-elektron dari atom lain sekitarnya sampai jumlah elektron


dan proton menjadi seimbang seperti yang diharuskannya.
Ion negatif adalah atom yang kelebihan elektron, dengan
demikian maka pada atom nya akan selalu berusaha melepaskan
elektron-elektronnya guna mengisis atom lain yang kekurangan
elektron.

Gerakan Elektron Bebas


Setiap elektron mempunyai tenaga yang dapat mendorong
dirinya sendiri dengan kecepatan yang besar, dari sini terjadilah
gaya yang melawannya . Bila gaya tarik yang menuju inti atom
disebut gaya sentripetal, maka sebagai lawannya terdapat gaya
tolak yang melawan gaya sentripetal yaitu gaya sentrifugal. Makin
mendekati inti, akan semakin besar gaya sentrifugalnya dan
dengan sendirinya akan semakin besar lagi kecepatannya.
Sebaliknya bila elektron menjauhi inti, maka akan semakin
berkurang gaya sentrifugalnya dan dengan sendirinya akan
semakin berkurang pula kecepatannya.
Arah gerakan elektron bebas kadang-kadang tidak
beraturan, sehingga tidak memberi kesan adanya perpindahan
elektron-elektron dari satu tempat ketempat lain secara teratur.
Selain daripada itu gerakan elektron bebas yang tidak teratur
tersebut tidak mengakibatkan perubahan apapun juga pada
keadaan atom-atom netral yang bersangkutan .

ARAH PERGERAKAN ELEKTRON TERATUR

ARAH PERGERAKAN ELEKTRON TIDAK BERATURA

Gambar 2. Arah gerakan elektron bebas yang tidak


beraturan

Pada gerakan elektron bebas yang teratur akan


nampak suatu perpindahan elektron dari satu atom ke
atom yang lain disampingnya secara estafet dan
terus-menerus. Gerakan elektron bebas yang
beraturan ini disebut aliran elektron. Proses
perpindahan elektron-elektron dari satu atom ke atom
yang lain disebut electrification

Gambar 3. Arah gerakan elektron bebas yang teratur

Aliran Listrik
Gerakan elektron bebas yang teratur akan menuju suatu
arah dengan ketetapan sebagai berikut: Apabila elektron
mengalir ke kanan, maka arus proton mengalir ke kiri.

Gambar 4. Proses Perpindahan elektron bebas; 1.Atom


bermuatan positif;
2.Atom netral; 3.Elektron bebas.

Langkah pertama : misalnya atom D bermuatan

positif dengan demikian maka atom D akan menarik


elektron bebas yang mendekat padanya dari atom C
Langkah kedua : atom D telah menjadi netral ,
sedangkan atom C sekarang kehilangan sebuah
elektron bebas karena dilepas ke atom D. Sekarang
atom C bermuatan positif dan segera menarik
elektron bebas dari atom B.
Langkah ketiga Atom B bermuatan positif dan
segera menarik elektron bebas dari atom A.
Demikianlah seterusnya sampai atom A kehilangan
elektron bebas pula dan segera menarik elektron
bebas dari atom lainnya yang terdekat.

Dari uraian tersebut dapatlah diambil suatu


kesimpulan
:
Bila
terdapat muatan
yang berbeda akan terjadi gaya-gaya
listrik
Gerakan elektron bebas yang teratur akan mengalir secara
estafet (berantai)
Aliran elektron seolah-olah berlawanan dengan arus protonnya
Aliran elektron yang teratur menghasilkan arus listrik
Aliran listrik terdiri dari sejumlah elektron-elektron yang sangat
banyak, mengalir melalui suatu penghantar

Daya Elektromotoris
Untuk mendorong suatu benda diperlukan tenaga. Begitu pula untuk
menggerakan elektron-elektron agar dapat bergerak sebagaimana yang
diperlukan,memerlukan pula suatu tenaga. Tenaga yang dapat menggerakan
elektron-elektron dalam suatu penghantar disebut daya elektromotoris
(electromotive force) disingkat emf. Daya elektromotoris sering pula disebut
gaya gerak listrik (ggl).
Suatu alat atau pesawat yang dapat menghasilkan gaya gerak listrik
(daya elektromotoris) disebut sumber aliran elektron atau sumber listrik.
Sebagai sumber listrik atau pembangkit listrik, dikenal beberapa cara, yaitu:

Sumber

pembangkit listrik karena adanya aksi kimia,


misalnya: batu baterai dan aki
Sumber pembangkit listrik karena adanya induksi magnetik
misalnya: Dinamo, generator
Sumber pembangkit listrik karena adanya pemanasan,
misalnya: thermocouple
Sumber listrik karena adanya prinsip pencahayaan,
misalnya: Quartz Crystals, Photoelectric Cell.

Arus Listrik
Aliran listrik (elektron) yang bergerak pada suatu
penghantar listrik dengan kecepatan tertentu disebut Arus
Listrik. Timbulnya arus listrik karena terdapatnya beda
potensial pada dua ujung penghantar. Sedangkan terjadinya
beda potensial pada dua tempat penghantar disebabkan
karena adanya salah satu ujung penghantar mendapatkan
suatu tenaga yang mendorong elektron-elektron untuk
berpindah tempat.
Seperti halnya dengan air, gerak aliran elektron ini
akan menuju pada tempat yang lebih lemah tekanannya.
Besar kecilnya arus listrik, tergantung dari tenaga yang
dihasilkan oleh pembangkit listriknya itu sendiri.

Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi


syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban

Agar dapat digunakan, jumlah tenaga


dorong listrik yang tersedia harus cukup
banyak/besar
sehingga
dapat
dimanfaatkan jika dibutuhkan. Selain dari
pada itu penggunaan listrik harus dapat
diatur sesuai dengan keperluan. Listrik
harus dapat dialirkan dan juga harus
dapat diputuskan, disini kita harus dapat
menjamin mengalirkan listrik ke tempat
yang diperlukan dengan aman.

Kecepatan pemindahan sejumlah elektron dalam


waktu tertentu disebut laju arus. Dalam perhitungan
laju arus atau kuat arus ditulis dengan notasi huruf I.
Satuan untuk ukuran arus listrik dinamakan Ampere
(A). Jika sejumlah listrik dari satu coulomb (IC)
dipindahkan melalui sebuah penampang pada suatu
tempat dalam suatu rangkaian dalam waktu satu detik
(1s), maka besar arus itu kita sebut satu Ampere (1A).

Difinisi : Amper adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118
milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik.
Hubungan antara laju arus atau kuat arus (I), jumlah muatan listrik (Q) dan
waktu(t) ditulis dengan rumus :

1 (satu) Coulomb = 6,28 x 1018 electron


Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

Kejadian-Kejadian Yang Disebabkan Oleh Arus Listrik


Bila arus mengalir pada konduktor atau elektrolit akan
menyebabkan tiga kejadian :

Pembangkitan panas, contohnya headlight, cigarette lighter, dll.


Aksi kimia terjadi pada elektrolit battery yang memungkinkan
arus dapat mengalir.
Pembangkitan magnet, bila arus listrik mengalir pada kumparan
(relay, selenoid, dll)

Contoh soal mengenai Kuat arus listrik.


Sebuah batere memberikan arus 0,5 A kepada sebuah lampu selama 2
menit. Berapakah banyaknya muatan listrik yang dipindahkan ?.
Jawab : Diketahui : I = 0,5 amp
t = 2 menit.
Ditanyakan : Q (muatan listrik).
Penyelesaian :
t = 2 menit = 2 x 60 = 120 detik
Q=Ixt
= 0,5 x 120 = 60 coulomb.

Tegangan Listrik
Menurut teori elektron, jika sebuah benda bermuatan positif
kalau benda tersebut kehilangan elektron dan jika bermuatan negatif
kalau benda tersebut kelebihan elektron. Dalam keadaan berbeda
muatan inilah munculnya tenaga potensial yang berada di antara
benda-benda itu. Tenaga potensial dapat menunjukan kemampuan
melaksanakan kerja. Oleh karena itu bila sepotong kawat penghantar
dihubungkan di antara kedua benda yang berbeda muatan
menyebabkan terjadinya perpindahan energi di antara benda-benda
itu. Peralihan energi ini berlangsung terus selama ada beda tegangan.
Terjadinya beda tegangan disebabkan tiap muatan mempunyai tenaga
potensial untuk menggerakan suatu muatan lain dengan cara menarik
atau menolak.
Beda tegangan dapat dihasilkan dengan memberikan tekanan
listrik dari suatu pembangkit listrik pada salah satu tempat
penghantar. Baterai atau generator dapat bertindak sebagai pompa
listrik untuk menghasilkan tegangan di antara dua titik. Satuan untuk
mengukur tegangan listrik adalah volt.
Beda tegangan di antara terminal-terminal dari PLN ada yang
110 volt atau 220 volt, beda tegangan di antara dua terminal aki
adalah 6 volt atau 12 volt, sedangkan beda tegangan pada baterai

Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:

V = W/Q [volt]

Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb

Hambatan Listrik
Hambatan ialah gesekan atau rintangan yang diberikan
suatu bahan terhadap suatu aliran arus. Dengan adanya
gesekan atau rintangan ini, menyebabkan gerak elektron
berkurang. Hambatan-hambatan ini yang menghalangi
gerak elektron disebut resistansi. Jadi resistansi adalah
hambatan listrik, makin besar resistansi sebuah
penghantar, semakin kecil arus listrik yang mengalir.
Sedangkan alat resistansi disebut resistor atau tahana
(ditulis dengan notasi huruf R). Akibat adanya gesekan
atau rintangan (resistansi) pada aliran elektron, maka
sejumlah energi listrik berubah menjadi energi panas.
Resistor (hambatan) dapat pula berupa lampu atau
elemen pemanas. Tetapi kawat yang panjangpun dapat
memberikan hambatan tertentu.

Dalam hal tahanan terhadap aliran listrik, maka benda-benda


digolongkan ke dalam tiga kategori.
Konduktor
Konduktor adalah material (benda-benda) yang dapat dialiri arus
dengan mudah (emas, perak, tembaga, logam).
Semi Konduktor
Semi konduktor adalah material dimana arus listrik dapat mengalir
tetapi tidak semudah konduktor (silikon, germanium).
Isolator
Isolator adalah material yang tidak dapat dialiri arus sama sekali
(karet, kaca, plastik).

Hubungan Antara Diameter Dan Panjang Konduktor Dengan Tahanan

Bila arus listrik mengalir pada jarak yang jauh (kabel yang
panjang), maka tahanan akan menjadi lebih besar.
Kesimpulannya, tahanan listrik pada suatu konduktor akan
berbanding lurus dengan panjang konduktor dan
berbanding terbalik terhadap luas penampang konduktor.
Bahan
Alumunium
Emas

Hambatan
0,03
0,022

Tembaga (lunak)

0,0167

Tembaga (keras)
Platina
Timah

0,0175
0,12
0,13

Bahan
Besi
Perak
(lunak)
Perak
(keras)
Seng
Baja
Kuningan

Hambatan
0,13
0,016
0,018
0,12
0,10 0,25
0,07

Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik


Tahanan listrik pada konduktor akan berubah-ubah
dengan ada-nya perubahan temperatur, biasanya
tahanan akan naik bila temperatur naik.
Bila sebuah lampu dihubungkan dengan battery melalui
kawat, dan kawat tersebut kemudian di-panaskan
dengan api, maka lampu akan menjadi redup.

Hukum Ohm
Hubungan antara arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan
listrik dalam suatu rangkaian dinyatakan dalam hukum ohm :
a. Bila hambatan tetap, arus dalam setiap rangkaian adalah

berbanding langsug dengan tegangan. Bila tegangan


bertambah, maka aruspun bertambah. Dan bila tegangan
berkurang maka aruspun berkurang.
b. Bila tegangan tetap, maka arus dalam rangkaian menjadi
berbanding terbalik terhadap rangkaian itu. Bila hambatan
bertambah, maka arus berkurang dan bila hambatan
Satuan
dari hambatan
listrik
adalah ohm (simbol dibaca =
berkurang
maka arus
bertambah
Omega). Hukum Ohm dapat dinyatakan dalam bentuk rumus,
dasar rumusnya dinyatakan sebagai berikut :
R =

E
I

atau

E = I x R

atau

I =

E
R

R = menunjukan banyaknya hambatan listrik ()


I = menunjukan banyaknya aliran arus listrik (A)
E = menunjukan banyaknya tegangan listrik di dalam rangkaian
tertutup (V)

Daya Hantar
Daya hantar didifinisikan sbb :
Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan
penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan
yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya
hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik.
Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar
arus.

Dimana :
R = Tahanan kawat listrik [ /ohm]
G = Daya hantar arus [Y/mho]

Tahanan pengahantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas


penampangnya.
Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan penampang q serta
tahanan jenis (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah :

Dimana :
R = tahanan kawat [ /ohm]
= panjang kawat [meter/m]
= tahanan jenis kawat [mm/meter]
q = penampang kawat [mm]

Daya Listrik
Pada lampu pijar, tenaga listrik diubah menjadi
bentuk tenaga cahaya dan panas. Andaikata sebuah lampu
menyala dalam waktu satu jam, maka selama itu lampu
menggunakan sejumlah tenaga tertentu. Bila lampu itu
menyala selama dua jam, sudah tentu lampu itu
menggunakan tenaga sebanyak dua kali lipat dari yang satu
jam.
Dari uraian diatas, dapatlah diambil suatu kesimpulan :
Jumlah tenaga yang digunakan, berbanding lurus dengan
waktu menyala lampu.
Bila kita meninjau jumlah tenaga yang digunakan dalam
satu detik (satuan waktu), maka akan didapat daya atau
penggunaan daya listrik.
Besaran daya ditulis dengan notasi huruf P,
Sedangkan satuan daya disebut Watt yang ditulis dengan
notasi huruf W. Dalam rangkaian listrik, dapat berbanding

Satuan pengukuran daya listrik :

Simbol
Dibaca
Perkalia
n

Satuan
Dasar
W
Watt

Daya Kecil

Daya Besar

mW
Milliwatt

kW
Kilowatt

MW
Megawatt

1 x 10-3
1/1.000

1 x 103
1.000

1x 106
1.000.000

Tenaga Listrik
Sejumlah daya listrik dapat berupa tenaga atau energi.
Dengan tenaga listrik kita bisa mendapatkan panas,
cahaya, gerakan dan lain-lain. Terjadinya tenaga listrik
bila ada elektron-elektron bebas yang didorong pada
suatu penghantar. Akibat adanya tekanan listrik maka
terbentuklah potensial listrik.
Satuan jumlah daya listrik dinamai Watt (Watt).
Apabila daya listrik (W) yang dapat menimbulkan daya
listrik (P) dalam waktu tertentu (t), maka besarnya
tenaga listrik dapat ditulis dengan rumus :
W
W
P
T

=
=
=
=

P x t
Tenaga listrik dalam kilowatt hour (KWh)
Daya listrik dalam kilowatt (KW)
Waktu dalam jam (hour)

Difinisi : rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm2 luas
penampang kawat
Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat
arus dan penampang kawat.

Rapat Arus.

Dimana :
S = Rapat arus [ A/mm]
I = Kuat arus [ Amp]
q = luas penampang kawat [ mm]

RANGKAIAN LISTRIK
Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban

Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui
beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan
Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada
suatu rangkaian harus tertutup.

Hubungan Seri
Yang dimaksud dengan hubungan seri adalah : jika beberapa
lampu dihubungkan secara berderet satu sama lain, sehingga
arus mengalir secara beranting dimulai dari yang pertama,
kedua, ketiga dan seterusnya. Selain lampu, hubungan seripun
sering diterapkan dalam pemasangan sel-sel sumber listrik dari
prinsip kimia. Misalnya: Jika beberapa sel dihubungkan secara
berderet satu sama lain, dimana bagian positif dari sel pertama,
dihubungkan dengan bagian negatif dari sel kedua, dan
seterusnya, maka kita dapatkan sejumlah tiga sel dalam
berhubungan secara seri.

Gambar 6. Pemasangan hubungan seri pada sel dan bagan arah


arus menurut
perjanjian

Rangkaian seri mempunyai karakteristik :


Tahanan total / kombinasi (combined resistance) selalu lebih besar
dari nilai tahanan terbesar.
Arus yang mengalir pada tiap-tiap hambatan sama.
Tegangan sumber adalah hasil penjumlahan tegangan-tegangan
jatuh ( Voltage drop ).

Dalam hubungan seri masing-masing bagian


yang dilalui arus listrik merupakan penghantar bagi
bagian yang lainnya. Oleh karena itu bila tiga lampu
yang dihubungkan secara seri dengan sebuah sel,
salah satu lampunya putus atau dilepas, maka
terputuslah hubungan seri itu sehingga lampu-lampu
lainnya pun akan ikut tidak menyala.
Di dalam rangkaian tertutup yang dihubungkan
secara seri aliran arus di sembarang tempat dalam
rangkaian adalah sama. Sedangkan jumlah tegangan
dan jumlah hambatan dapat berubah-ubah.

Rangkaian seri mempunyai karakteristik :


Tahanan total / kombinasi (combined resistance) selalu lebih besar
dari nilai tahanan terbesar.
Arus yang mengalir pada tiap-tiap hambatan sama.
Tegangan sumber adalah hasil penjumlahan tegangan-tegangan
jatuh ( Voltage drop ).

Untuk mengetahui besarnya jumlah tegangan dan jumlah


hambatan pada rangkaian seri, dapat menggunakan rumus :
Jumlah tegangan : E total = E1 + E2 + E3 + ..
Jumlah hambatan : R total = R1 + R2 + R3 + ..
Keterangan :
E total
= Jumlah semua sumber listrik yang
mengakibatkan
tegangan
R total
= Jumlah semua hambatan
E1 / E2 / E 3
= Tegangan setiap komponen
R1 / R 2 / R 3
= Hambatan setiap komponen
En
= Tegangan pada n buah komponen
Rn
= Hambatan pada n buah komponen
Arus listrik yang mengalir : I = V =
V
R0
R1+R2

Hubungan Paralel
Jika beberapa lampu dihubungkan dalam dua jepitan yang sama, maka lampulampu tersebut dinamakan hubungan paralel atau hubungan sejajar. Dalam
pemasangan baterai atau sel yang dihubungkan secara paralel haruslah
bagian positif dihubungkan ke bagian positif, sedangkan bagian negatif
dihubungkan kebagian negatif. Dalam hal ini masing-masing baterai/ sel
haruslah mempunyai gaya gerak listrik (ggl) yang sama

Gambar 7. Rangkaian paralel tiga lampu dengan baterai dan


bagannya

Berbeda dengan rangkaian seri, pada rangkaian


paralel walaupun terjadi pemutusan hubungan
tidak akan mengganggu rangkaian kecuali pada
rangkaian
yang
diputuskannya.
Pemutusan
hubungan
pada
rangkaian
paralel
akan
mengakibatkan arus akan berhenti dalam cabang
yang dibuka(diputuskan) dihubungannya saja. Hal
ini akan menghasilkan jumlah arus dari baterai
dikurangi oleh suatu pemutusan hubungan dalam
setiap cabang dari rangkaiannya.

Rangkaian pararel mempunyai karakteristik :


Tahanan kombinasi selalu lebih kecil dari nilai tahanan terkecil.
Tegangan pada tiap-tiap tahanan adalah sama.
Arus total adalah penjumlahan dari arus-arus yang melewati tiaptiap tahanan.

Arus yang melewati R1 : I1 =

V
R1

Arus yang melewati R2 : I2 = V


R2

Cara Pemasangan Alat Ukur.


Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan
atau beban, karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya
pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan
tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil.

alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik
adalah amperemeter

MAKASIH