Anda di halaman 1dari 5

1.

Bendungan
- Panjang bendungan bagian bawah 395 m sesuai dengan jarak kontur
pada elevasi 135m.
- Ketinggian Bendungan 35 m dari dasar sungai.
- Kemiringan sebelah kiri dan kanan berbeda dikarenakan menggunakan
bendungan urugan tanah :
Sebelah kiri = 1:2,2
Sebelah kanan
= 1:2
- Berdasarkan kemiringan tersebut diperoleh panjang bendungan bagian
atas yaitu : 246,91 m
- Rumus untuk mencari lebar bendungan : 3,6 x H1/3 3.
- Berdasarkan rumus diatas didapatkan lebar bendungan bagian atas
adalah 14 m, yang mana hasil tersebut diambil angka yang paling
aman untuk bendungan urugan tanah.
- Untuk mendapatkan lebar bendungan bagian bawah, kemiringan yang
digunakan untuk mendapatkan lebar bendungan yang bagian bawah
adalah 1:0,34.

1.1Tampak depan Bendungan

1.2 Tampak samping Bendungan

1.2Tampilan 3 dimensi Bendungan

2. Cover DAM

Panjang dan tinggi cover dam diambil dari bendungan yaitu:


Panjang bendungan bagian bawah 99 m.
Tinggi Bendungan 8,75 m.
Kemiringan bendungan dipakai 1:2 sehingga diperoleh panjang
bendungan yang bagian atasnya yaitu 64,2 m
Lebar bendungan bagian bawah pun diambil dari dari lebar
bendungan bagian bawah yaitu 10,5 m
Kemiringan yang dipakai untuk lebar bendungan ini adalah 1:0,5.
Berdasarkan kemiringan tersebut maka diperoleh lebar bendungan
yang bagian atasnya yaitu 1,75.

2.1Tampak Depan Cover dam.

2.2Tampak samping Cover DAM.

2.3Tampilan 3 dimensi cover DAM.


3. Diversion Tunnel
- Debit rencana = 2100 m3/s
- Bentuk Diversion Tunnel yang digunakan ialah persegi
- Panjang total diversion tunnel yaitu 890,34
- Rumus yang di gunakan untuk mendapatkan dimensi diversion Tunnel :
I = H/L
A = DxH
R = A/P
V = 1/n x R2/3x I1/2
Q=AxV
- Untuk mendapatkan nilai H mengunakan metode trial and eror yang
mana nilai debitnya harus lebih dari sama dengan debit rencana
- Tabel metode trial and eror :

Berdasarkan metode trial dan eror maka didapat nilai D dan Hnya :
D = 60 m
H = 56 m
Gambar diversion Tunnel