Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

BRONKOPNEUMONIA

Bidang studi

: Ilmu Keperawatan Anak

Pokok Pembahasan

: Bronkopneumonia

Sub pokok pembahasan

: Pencegahan dan Cara Penanganan Bronkopneumonia

Sasaran

: Pasien rawat inap di ruang anak dan orang tua.

Tempat

: Ruang Anak (Seruni) RSUD. Dr.Moh.Soewandhie

Hari/tanggal

: Selasa, 29 Mei 2015

Waktu

: 25 menit

Oleh

: Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan


DIII Keperawatan Kampus Soetomo
Tingkat II / Semester IV
Yuslimatul Jannah

I. Tujuan Instruksional
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan selama , keluarga pasien dapat mengetahui/
b.

memahami tentang cara penanganan bronkopneumonia.


Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan selama diharapkan keluarga pasien dapat
menjelaskan tentang
1) Pengertian Bronkopneumonia
2) Penyebab Terjadinya Bronkopneumonia
3) Tanda dan Gejala Bronkopneumonia
4) Pertolongan atau Pengobatan pada Penderita Bronkopneumonia
5) Komplikasi dari Bronkopneumonia
6) Pencegahan pada Penyakit Bronkopneumonia

II. Materi Terlampir


Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Pengertian Bronkopneumonia
2. Penyebab Terjadinya Bronkopneumonia
3. Tanda dan Gejala Bronkopneumonia
4. Pertolongan atau Pengobatan pada Penderita Bronkopneumonia
5. Komplikasi dari Bronkopneumonia
6. Pencegahan pada Penyakit Bronkopneumonia
III. Media
a. Leaflet
IV. Metode Penyuluhan
a. Diskusi
b. Tanya jawab
V. Setting Tempat
: tempat tidur anak
: Orangtua anak
: Penyuluh

VI. Kegiatan Penyuluhan

No

Waktu
Pembukaan

1.
(5 menit)

Kegiatan Penyuluhan
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menggali
pengetahuan
keluarga

pasien

tentang

Bronkopneumonia
4. Menjelaskan

tujuan

Penyuluhan
5. Membuat kontrak waktu
Kegiatan
2.

inti

1. Menjelaskan tentang
a. Pengertian
Bronkopneumonia
b. Penyebab
dari

Respon Peserta
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan

dan

memperhatikan
3. Menjawab pertanyaan
4. Mendengarkan
dan
memperhatikan
5. Menyetujui
kontrak
waktu
1. Mendengarkan

dan

memperhatikan
penjelasan Penyuluh

(15 menit)

Bronkopneumonia
c. Tanda dan Gejala dari
Bronkopneumonia
d. Pertolongan
atau
Pengobatan
Bronkopneumonia
e. Komplikasi
dari
Bronkopneumonia
f. Pencegahan
pada
Bronkopneumonia
2. Memberikan
kesempatan
untuk bertanya
3. Menjawab

pertanyaan

2. Aktif bertanya
3. Mendengarkan

peserta
Penutup

1. Menyimpulkan materi yang

1. Mendengarkan

(5 menit)

disampaikan oleh penyuluh


2. Mengevaluasi peserta atas

Memperhatikan
2. Menjawab pertanyaan

3.

penjelasan

yang

yang diberikan

disampaikan dan penyuluh


menanyakan

kembali

3. Menjawab salam

mengenai materi penyuluhan


3. Salam Penutup

VII.

Evaluasi Lisan
1. Apa pengertian Bronkopneumonia ?
2. Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya Bronkopneumonia ?
3. Sebutkan tanda dan gejala Bronkopneumonia ?
4. Bagaimana pertolongan pada Bronkopneumonia
5. Bagaimana cara pencegahan Bronkopneumonia ?

dan

VIII.

Materi
BONKOPNEUMONIA
A. Pengertian
Bronchopneumonia adalah radang

pada

paru-paru

yang

mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu area atau lebih yang
berlokasi di dalam bronki dan meluas ke parenkim paru (Brunner dan
Suddarth, 2001).
Pneumonia sebagai akibat infeksi mungkin didapatkan secara
transplasenta, perinatal, atau pasca lahir. (Nelson,2000)
Bronkho pneumonia adalah salah satu peradangan paru yang terjadi
pada jaringan paru atau alveoli yang biasanya didahului olehinfeksi traktus
respiratus bagian atas selama beberapa hari. Yang dapat disebabkan oleh
bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing
lainnya. (Dep. Kes. 1993 : Halaman 106).
B. Penyebab (Etiologi)
1. Bakteri
Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme
gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan
streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus
influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa.
2. Virus
Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi
droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab
utama pneumonia virus.
3. Jamur
Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar
melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya
ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.
4. Protozoa
Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC).
Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi.
(Reeves, 2001)
C. Tanda dan Gejala Bronkopneumonia
1. Biasanya didahului infeksi traktus respiratoris atas
2. Demam (390 400C) kadang-kadang disertai kejang karena demam
yang tinggi

3. Anak sangat gelisah, susah bernafas


4. Pernapasan cepat dan dangkal disertai pernapasan cuping hidung dan
sianosis sekitar hidung dan mulut.
5. Kadang-kadang disertai mual dan diare
6. Adanya bunyi tambahan pernapasan seperti ronchi, whezing.
7. Rasa lelah akibat reaksi peradangan dan hipoksia apabila infeksinya
serius.
(Roudolph 2007)
D. Pertolongan atau Pengobatan pada Penderita Bronkopneumonia
1. Antibiotic seperti ; penisilin, eritromicin, kindomisin, dan sefalosforin.
2. Terapi oksigen (O2)
3. Nebulizer, untuk mengencerkandahak yang kental dan pemberian
bronkodilator.
4. Istirahat yang cukup
5. Kemoterafi untuk mikoplasma pneumonia dapat diberikan eritromicin
4x 500 mg/ hari atau tetrasiklin 3-4 x 500mg/ hari.
Bronkopneumonia adalah penyakit saluran pernafasan yang dapat
disembuhkan dengan cara : pengobatan yang teratur dan pola hidup sehat.
Segera bawa anak ke rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan
terdekat bila timbul gejala Bronkopneuminia.
(Betz & Sowden 2002)
E. Komplikasi Bronkopneumonia
1. Atelektasis
:Pengembangan paru yang tidak sempurna.
2. Emfisema
: Terdapatnya pus pada rongga pleura.
3. Abses paru
:pengumpulan pus pada jaringan paru yang meradang.
4. Infeksi sistomik
5. Endokarditis :peradangan pada endokardium.
6. Meningitis
: Peradangan pada selaput otak. (Rita & Suriadi 2005)
F. Pencegahan pada Penyakit Bronkopneumonia
1. Hindari anak dari paparan asap rokok, polusi dan tempat keramaian
yang berpotensi penularan.
2. Hindari kontak anak dengan penderita ISPA (Infeksi Saluran
Pernafasan)
3. Membiasakan pemberian ASI
4. Segera berobat jika terjadi demam, batuk, dan pilek, terlebih disertai
suara sesak dan sesak pada anak.
5. Imunisasi Hb untuk kekebalan terhadapa hameophilus influenza.
(Roudolph 2007)

IX.

Sumber

1. Rita & Suriadi ( 2001 ) Asuhan Keperawatan Pada An ak Edisi. I Jakarta :


EGC
2. Roudelph, ( 2007 ) Buku Peditria Rubolph Edisi , 20. Volume Jakarta :
EGC
3. Rcevers,Chalene. J et all.2000.Keperawatan medical Bedah. Jakarta:
Salemba Medika
4. Dongoes. Marlym.2002.Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3 Jakarta :
EGC.