Anda di halaman 1dari 56

PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

1. DIAGRAM LISTRIK PLTD.


Diagram listrik adalah gambar rangkaian listrik yang menjelaskan sambungan pengawatan
dari beberapa peralatan listrik yang secara keseluruhannya ditampilkan dalam satu gambar
sehingga logikanya jelas dimengerti.
Penampilan peralatan maupun pengawatan digambarkan dalam bentuk simbol atau lambang
yang dibuat berdasarkan standar yang berlaku.
1.1. Simbol Listrik
Penggunaan simbol listrik bertujuan untuk :
a]. Penyederhanaan membuat diagram listrik
b]. Penyeragaman pemahaman antara perencanaan, pelaksanaan pemasangan,
pemeriksaan, pengoperasian dan pemeliharaan suatu instalasi listrik terhadap :
Nama perlengkapan
Spesifikasinya
Cara pemasangannya
Letak pemasangannya
Cara kerjanya.
Simbol listrik ada yang berbentuk gambar saja, ada juga yang berbentuk gambar dan
dilengkapi dengan kode-kode angka atau huruf yang dimaksudkan untuk
membedakan antara peralatan satu dengan lainnya.
Simbol listrik harus dihapal agar dapat mempercepat pemahaman diagram listrik.
Pada simbol listrik berikut ini diperlihatkan simbol listrik yang di kutip dari SPLN
4 :1987 dan Standar Listrik Indonesia (SLI).

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


1

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

SIMBOL LISTRIK UNTUK DIAGRAM PUSAT DAN GARDU INDUK.

Gambar 1a. Simbol-Simbol Listrik.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
2

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 1b. Simbol-Simbol Listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


3

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 1c. Simbol-Simbol Listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


4

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 1d. Simbol-Simbol Listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


5

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 1e. Simbol-Simbol Listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


6

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 1f. Simbol-Simbol Listrik.

Transformator dan Reaktor


Dua bentuk lambang ditunjukan untuk jenis transformator yang sama :
Bentuk 1 menggunakan lingkaran untuk menyatakan masing-masing belitan.
penggunaannya disarankan terbatas untuk gambar garis tunggal bentuk ini tidak
digunakan untuk lambang inti transformator.
Bentuk 2 menggunakan lambang untuk menyatakan setiap belitan.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


7

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Lambang Umum

Gambar 2a. Lambang Umum Transformator.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


8

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 2b. Lambang Umum Transformator.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


9

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 2c. Lambang Umum Transformator.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


10

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Contoh Transformator Ukur.

Gambar 3. Transformator Ukur.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


11

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Konverter Tenaga.
Lambang blok untuk Konventer Tenaga.

Gambar 4. Lambang Konverter Tenaga.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


12

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

1.2. Diagram Listrik.


Diagram listrik yang digunakan untuk menggambar secara umum suatu rangkaian peralatan yang terdapat disatu pusat listrik biasanya dibuat dalam bentuk diagram garis
tunggal, yaitu gambar rangkaian peralatan yang antara satu dan yang lainnya dihubungkan dengan sebuah garis.
Garis tersebut dapat menunjukkan hubungan listrik maupun cara kerja suatu rangkaian.
Sedangkan daerah yang digunakan untuk mengambarkan rangkaian listrik yang sebenarnya disebut diagram pengawatan.
Diagram pengawatan diperlukan saat pemasangan, pemeriksaan dan pemeliharaan
karena pada gambar ini terlihat hubungan pengawatan antara satu peralatan dengan
peralatan lainnya dari terminal-terminal yang ada pada pada peralatan tersebut.
Pada masa lalu diagram pengawatan suatu unit pusat lsitrik, bisa dibuat dalam satu
gambar dengan ukuran yang besar, tetapi pada saat ini hal tersebut jelas tidak mungkin
karena semakin banyaknya peralatan yang dipasang dipusat listrik, yang menyebabkan
rumitnya membuat maupun membaca gambar.
Cara membuat diagram pengawatan saat ini dibuat dengan lembar-lembar kecil, dimana
antara lembar satu dengan yang lainnya bisa berhuhubungan untuk mengetahui
hubungan tersebut biasanya pada ujung garis di berikan tanda / kode tertentu.
Diagram instalasi tenaga listrik di PLTD di bawahnya ada tiga macam yaitu :
1.

2.

3.

Diagram listrik sistem tenaga yaitu gambar dari listrik yang dibangkitkan oleh
generator dari hubungan dengan busbar (Rel pengumpul) sampai dengan kesaluran
distribusinya.
Diagram listrik alat bantu (Auxilldries) yaitu rangkaian listrik untuk motor
penggerak alat bantu mesin misalnya, pompa-pompa. kompresor dan lain-lain.
Diagram listrik arus searah, yaitu rangkaian listrik sumber arus searah dari betere,
untuk menjalankan /mengendalikan listrik termasuk cara pengisian sumbernya arus
searahnya.
Di bawah ini ditampilkan diagram garis tunggal peralatan listrik PLTD besar
sesuai SPLN 1/7-4 : 1984 dan PLTD Udiklat Bogor.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


13

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM SUSUNAN PERALATAN PANEL KONTROL PLTD BESAR

Gambar 5. Diagram susunan peralatan Panel Kontrol.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


14

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM GARIS TUNGGAL INSTALASI LISTRIK SISTEM TENAGA DI PLTD

Gambar 6. Diagram garis tunggal instalasi listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


15

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM GARIS TUNGGAL SISTEM TENAGA


DARI GENERATOR / TRAFO KE BUSBAR

Gambar 7. Diagram garis tunggal sistem tenaga.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


16

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM GARIS TUNGGAL SISTEM TENAGA SALURAN MASUK ( IN COMING )

Gambar 8. Diagram garis tunggal sistem tenaga saluran masuk.

DIAGRAM GARIS TUNGGAL DAN PENGAWATAN SISTEM TENAGA


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
17

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

SALURAN KELUAR ( OUT GOING FEEDER )

Gambar 9. Diagram garis tunggal sistem tenaga saluran keluar.

DIAGRAM GARIS TUNGGAL SISTEM TENAGA


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
18

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

SALURAN PEMAKAIAN SENDIRI.

Gambar 10. Diagram garis tunggal sistem tenaga saluran pemakaian sendiri.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


19

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM PENGAWATAN SISTEM TENAGA SALURAN PEMAKAIAN SENDIRI.

Gambar 11. Diagram pengawatan sistem tenaga saluran pemakaian sendiri.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


20

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM GARIS TUNGGAL INSTALASI LISTRIK ALAT BANTU

Gambar 12. Diagram garis tunggal instalasi listrik alat bantu.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


21

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM PENGAWATAN INSTALASI MOTOR LISTRIK.

Gambar 13. Diagram pengawatan instalasi motor listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


22

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

DIAGRAM GARIS TUNGGAL SISTEM PENGISIAN BATERE,


PENGUKURAN DAN PENGAMANAN.

Gambar 14. Diagram garis tunggal sistem pengisian batere.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


23

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

2. PERALATAN INSTALASI LISTRIK.


2.1. Peralatan Listrik pada PHB TM.
2.1.1. Peralatan hubung.
Jenis Jenis Pemisah.
Pemisah (PMS) adalah alat yang dipergunakan untuk menyatakan secara visual
bahwa suatu peralatan listrik sudah bebas dari tegangan kerja, oleh karena itu
pemisah tidak diperbolehkan untuk dimasukkan atau dikeluarkan pada rangkaian
listrik dalam keadaan berbeban.
Untuk tujuan tertentu pemisah penghantar atau kabel dilengkapi dengan pemisah
tanah (pisau pertanahan / earthing blade).
Umumnya antara pemisah penghantar atau kabel dan pemisah tanah terdapat alat
yang disebut interlock, dengan terpasangnya interlock ini maka kemungkinan
kesalahan opreasi dapat dihindarkan.
Macam dan Jenis Pemisah.
a. Pemisah Bumi (Pisau Pentanahan).
Berfungsi untuk mengamankan peralatan dari sisi tegangan yang timbul
sesudah SUTM diputuskan atau induksi tegangan dari penghantar atau kabel
dan pemisah tanah terdapat alat yang disebut alat interlock ini maka
kemungkinan kesalahan operasi dapat dihindarkan.
b. Pemisah Peralatan.
Berfungsi untuk mengisolasi peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi
yang bertegangan. Pemisah ini harus dimasukkan atau dibuka dalam keadaan
tanpa beban.

Gambar 15. Pemisah.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
24

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

1] Jenis Pemisah beban (LBS = Load Break Switch).


Alat terhubung jenis ini konstruksi kontak pemutusnya (interuptornya)
terbuka, sehingga cara kerjanya bisa terlihat secara visual.
Berbeda dengan jenis pemisah yang tanpa dilengkapi alat untuk peredam
busur api, jenis pemisah beban dilengkapi peredam busur api, yaitu : pegas
kompresi dan hembusan udara.
Oleh karena itu LBS boleh dioperasikan untuk memasukan maupun melepas
beban, yang tentu saja harus dibatasi besarnya arus beban tersebut sesuai
dengan ketentuan pabrik.

Gambar 16. Pemisah beban.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


25

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Keterangan gambar :
1. Arus Masuk
2. Kotak atas berbentuk tulip
3. Ujung pelindung / tirai api diam
4. Ujung pelindung
5. Pipa kontak bergerak
6. Kontak bawah berbentuk tulip.
7. Arus keluar
8. Tabung / silinder kompresi
9. Torak
10. Klep
11. Nozzle, pentil, pipa lobang.
12. Kerangka, Chassis

2]

Instalasi Listrik PLTD

13. Isolator penyangga.


14. As (Shaft) pengendali
15. Pegas penutup dan pemutus.
16. Tangkai, batangan.
17. As (Shaft) pengendali.
18. Slinger (Bld), pengayun.
19. Isolator penggerak.
20. Batang penghubung.
21. Sekrup pengatur pemutus.
22.Pegas penekan ujung pelindung.
23. Ruang pengunci.

Jenis Pemutus Tenaga.


a. Digunakan sebagai pemutus sirkit dalam keadaan berbeban karena terjadinya
gangguan pada sirkit (feeder).
b. Dipasang pada saluran masuk atau saluran keluar.
c. Media peredam busur listrik yang digunakan adalah :
Minyak (OCB)
Gas (SF6CB)
Hampa Udara (VCB)
Tekanan Udara (ACB)
d. Untuk memasukan dan melepas alat hubungnya (interuptor), dibutuhkan
tenaga yang cukup besar, sebanding dengan kapasitasnya dan dengan
kecepatan yang tinggi. oleh karena itu dibutuhkan peralatan mekanik yaitu
dengan memanfaatkan tenaga yang sebelumnya diisikan pada pegas dengan
cara pegas direnggangkan ataupun ditekan.
Untuk mengisi tenaga pada pegas dapat dilakukan secara manual diengkel
dengan tangan, ataupun digunakan dengan motor listrik, untuk memasukan
dan melepaskan PMT pada setiap perangkat selalu dilengkapi tombol ON dan
OFF yang dilakukan setempat. Bila diinginkan pengoperasian jarak jauh
(Remote Control) atau pengoperasian secara otomatis, maka PMT harus di
lengkapi dengan closing dan stripping coil.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


26

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

PMT dengan media minyak (OCB = Oil Circuit Breaker).

Gambar 17. PMT Jenis Minyak

Keterangan :
1. Lubang pengisi minyak.
2. Terminal atas.
3. Tabung pelindung Epoxi Resin.
4. Terminal bawah.
5. Alat kerja mekanis.
6. Bangku duduk.
7. Gelas penglihat.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


27

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

PMT dengan peredam hampa udara, VACUM CIRCUIT BREAKER (VCB).

Gambar 18. PMT dengan peredam hampa udara.

Keterangan :
1. Ruangan yang betul-betul hampa
2. Ruangan bagian pengikat
3. Cincin pengumpul
4. Pegas baja
5. Kontak gerak
6. Kontak diam
7. Tuas pengunci
8. Plat baja
Didalam ruangan yang hampa udara kontak-kontak bekerja membuka aliran listrik
Ruangan hampa merupakan isolator yang baik, sehingga tidak terjadi busur api.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


28

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

PMT dengan media udara (GAS).


ACB = Air Circuit Breaker.
GCB = Gas Circuit Breaker.

Gambar 19. PMT dengan media udara (GAS).

Bila ada komando trip, maka valve trip membuka.


Gas/udara tekanan tenaga dari tangki mengalir ke unit pemutus dan mendorong

piston sehingga kontak membuka.


Gas/udara mengalir melalui Nosel di dalam kontak diam, dengan arah gas meng-

hadap dengan busur api.


Busur api dipadamkan oleh gas / udara yang bertekanan.
Gas/udara bertekanan rendah dan melalui saklar tekanan, menjalankan kompresor

untuk menaikan tekanan gas /udara.


Untuk menutup kembali kontak-kontak, closing valve dibuka, sehingga gas/udara
bertekanan tinggi menekan piston ke bawah.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


29

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

2.1.2. Perlengkapan Sambungan.


Kabel dan Rel.
Berfungsi sebagai penghubung, penerus, pengumpul, dan pembagi arus di

dalam PHB.
Jenis kabel N2 XSY. NA2XSY, N2XSEBY, NA2XSEBY, N2XSEFBY,
NA2XSEFBY, NA2XSEBY, N2XSEFGBY, NA2XSEFGBY.

Hal yang harus diperhatikan :


Penampang kabel dan rel harus sesuai dengan pengaman yang

melindunginya
Warna kabel dan rel.

- Merah
untuk fasa
- Kuning
untuk fasa
- Hitam
untuk fasa
- Biru
untuk fasa
- Kuning Hijau
untuk fasa
Bahan dan kemampuan rel

Dari bahan tembaga atau logam lain, dan harus mempunyai kemampuan
dengan besarnya arus yang mengalir.
Terminal kabel (cable sealing end)

R
S
T
Netral
pembumian/pengaman

Harus bahan yang sama dengan kabel dan busbarnya.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


30

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 20. Perlengkapan sambungan.


2.1.3. Perlengkapan Bantu Pengukuran dan Pengaman.
Trafo Arus (CT).
Trafo menurunkan arus sesuai dengan perbandingan (ratio) dan sekaligus
menurunkan tegangannya.
Dipasang untuk pengukuran arus, daya, energi, faktor daya.
Dipasang untuk pengaman : arus lebih, beban lebih, daya balik, rele arah, rele
differensial.
Nilai standar arus primer pengenal dari trafo arus adalah 10 -12,5 15 20 25
30 25 30 40 50 60 75 Amper dan perkalian atau pecahan
desimalnya.
Angka yang bergaris lebih disukai.
Nilai standar arus skunder pengenal adalah 5 Amper, keluar (daya) dari trafo arus
adalah nilai pilihan adalah 5 amper, keluaran (daya) dar itrafo arus adalah : 2,5
-50 -10 15 dan 30 VA penandaaan terminal transformator arus, ditunjukkan
seperti tabel dibawah ini.

Gb. 21. Transformator


Rasio tunggal

Gb. 22. Transformator dengan sadapan


antara pada belitan sekunder.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


31

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gb. 23. Transformator dengan


2 seksi belitan primer
dimaksud untuk hubungan
seri maupun paralel

Instalasi Listrik PLTD

Gb. 24. Transformator dengan sadapan


belitan sekunder masing-masing
dengan inti magnitnya sendiri
(dua alternatif penandaan untuk
terminal sekunder)

Trafo Tegangan (PT).


Untuk menurunkan tegangan dengan perbandingannya :
Dipasang untuk pengukuran : Tegangan, frekuensi, daya, energi, faktor daya.
Dipasang untuk pengaman : Tegangan lebih, tegangan turun, beban lebih, daya balik,
rele arah.

a
Gb. 25. Transformator fasa tunggal
dengan terminal terisolasi penuh
dan sisi sekunder tunggal

Gb. 26. Transformator fasa tunggal dengan


terminal netral primer mempunyai
pengurangan isolasi dan sisi
sekunder tunggal

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


32

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gb. 27. Transformator fasa tunggal


dengan dua sisi sekunder

Gb. 29. Transformator fasa tunggal dengan


satu sisi sekunder berterminal ganda

Instalasi Listrik PLTD

Gb. 28. Transformator fasa tiga


dengan dua sisi sekunder

Gb. 30. Transformator fasa tiga


dengan sisi sekunder
berterminal ganda

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


33

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gb. 31. Transformator fasa


tunggal dengan dua
sisi sekunder
berterminal ganda

Gb. 32. Transformator fasa


tunggal dengan
satu belitan
tegangan sisa

Instalasi Listrik PLTD

Gb. 33. Transformator fasa


fasa tiga dengan
satu belitan
tegangan sisa

Ada dua jenis trafo tegangan, yaitu Trafo tegangan fasa tiga dan Trafo tegangan
fasa tunggal. tegangan primer pengenal adalah disesuaikan dengan tegangan
sistem.
Bila dihubungkan dengan fasa dan tanah maka nilainya harus merupakan 1/3
kali dari tegangan nominal sistem tegangan nominal sistem tegangan skunder
pengenal yang digunakan dilingkungan PLN adalah 100 V dan 110 V.
Nilai nilai di atas digunakan untuk trafo fasa tunggal pada sistem fasa tunggal
dan dihubungkan fasa tiga, yang tegangan primernya adalah nilai tegangan
skunder dibagi 3, sehingga rasio tegangannya tetap.
Keluar (daya) pengenal trafo tegangan dinyatakan dalam VA dan besarnya 10,
15, 25, 30, 50, 75, 100, 150, 200, 300, 500 VA.
Panandaan terminal untuk primer adalah hurup kapital A,B,C dan N, sedangkan
pada sisi skunder a, b, c dan n, huruf N menunjukkan terminal untuk di nyatakan.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


34

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Bila ada terminal denga huruf kecil da dan dn adalah terminal untuk belitan
tegangan sisa, yang kumparan akan menghasilkan tegangan pada kondisi gangguan tanah.
2.1.4. Komponen Alat Kontrol.
Berfungsi sebagai pengendali sirkit komponen alat kontrol yang dimaksud antara
lain : saklar / tombol kontrol, lampu signal, kabel penghubung terminal
penghubung sepatu kabel. Untuk mempermudah pengoperasian oleh operator
maka tombol dan lampu signal harus mempunyai tanda / warna yang sesuai,
misalnya :
- Tombol warna merah untuk mematikan (OFF)
- Tombol warna hijau untuk menhidupkan (ON)
- Tombol signal warna merah untuk tanda OFF
- Tombol signal warna hijau untuk tanda ON

Saklar / tombol berfungsi untuk memasukan dan melepaskan kontaktor


sebagai penghubung sumber listrik ke alat-alat bantu.
Lampu signal berfungsi untuk menandai bekerja atau tidaknya alat-alat bantu
Kabel penghubung dan terminal berfungsi untuk mengubungkan sirkit
sistem tenaga yaitu antara sumber listrik sampai dengan ke beban serta untuk
penghubung alat-alat kontrol maupun hubungan ke alat-alat ukur, ukuran
kabel minimal 1 mm2

2.1.5. Pembumian.
Ada tiga macam pembumian yang dipasang pada PHB-TM yaitu :
1. Pembumian kerangka / badan peralatan listrik (kubikel)
2. Pembumian sisi keluar dari PMT
3. Pembumian titik netral trafo ukur.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


35

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 34. Pembumian.

Pembumian badan / kerangka peralatan bertujuan untuk mengamankan


bagian konduktip dari badan / kerangka peralatan terhadap bahaya tegangan
sentuh yang diakibatkan terjadinya kegagalan isolasi dari peralatan yang
bertegangan.
Pembumian sisi keluar dari PMT bertujuan sebagai pengaman agar bila PMT
dalam keadaan keluar maka sisi keluar PMT masih bertegangan.
Hal ini bisa saja terjadi dengan kemungkinan kemungkinan :
1. Kerja kontak kontak hubung saat posisi keluar tidak normal, baik satu fasa,
dua fasa, maupun tiga fasa masih masuk, sedangkan indikator tentang hal itu
tidak ada.
2. Adanya sumber listrik lain dari sisi keluar yang tidak diketahui sebelumnya
3. Bila pada sisi keluar berupa seluruh udara dengan penghantar terbuka, bisa
di mungkinkan terhubung dengan penghantar bertegangan atau awan yang
bermuatan listrik, termasuk petir.
4. Adanya kapasitas dari saluran yang panjang, sehingga walaupun sumber
tegangan sudah dikeluarkan, pada penghantar masih ada sisa muatan.
Tegangan sentuh maupun tegangan pada sisi keluar PMT tersebut jelas sangat
membahayakan terhadap keselamatan jiwa, untuk itu hal ini harus dihilangkan,
cara nya adalah menghubungkan bagian yang seperti di atas ke bumi.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


36

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Untuk menghindari kesalahan operasi antara PMT dan PMS bumi dalam satu sel
kubikel diperlukan pemasangan interlock, yaitu ketergantungan kerja salah satu
alat tertentu terhadap alat yang lain.
Yaitu : PMS dapat masuk bila PMS bumi keluar dan PMS bumi dapat masuk bila
PMT keluar.
Cara interlock dapat dilakukan pada peralatan mekaniknya ataupun listriknya.
Pembumian titik netral pada trafo arus bertujuan sebagai sirkit tertutup dari
kumparan skunder yaitu sebagai penghantar untuk mengalirkan arus dari CT
keperalatan ukur, atau pengaman kembali ke CT.
Sedangkan pembumian titik netral pada trafo tegangan sisi primer maupun
sekunder bertujuan untuk mendapatkan titik netral = 0 sehingga di dapatkan
tegangan yang seimbang pada sisi skunder, selain itu berfungsi juga sebagai
sirkit untuk pengaman trafo tegangan terhadap gangguan hubung singkat fasa ke
bumi.
Jenis elektrode bumi dan pemasangannya.

1]

Elektrode bumi dapat dibuat dari beberapa jenis berkonstruksi, yaitu :


Elektrode Pita, yaitu Elektrode yang dibuat dari penghantar berbentuk pita, kawat
bulat atau kawat bulat pilin.
Umumnya elektrode pita di tanam secara dangkal yaitu 0,5 sampai 1 meter dari
permukaan tanah
Resistant pembumian sebagian besar tergantung pada panjang elektrode dan
sedikit tergantung pada luas penampangnya.
Elektrode pita radial harus disusun simetris dengan sudut antara jari-jarinya tidak
kurang dari 60 susunan lebih dari enam jari-jari tidak mengurangi resistants
pembumian yang berarti.
Cara pemasangan elektrode zig zag mengelombang menghasilkan resistants
pembumian yang lebih besar untuk panjang elektrode yang sama.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


37

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 35. Cara pemasangan elektrode pita.

2]
3]

Elektrode Pita, yaitu elektrode yang terbuat dari plat besi, baja profil, plat baja
berlapis tembaga atau logam lain yang dipancangkan ke dalam bumi.
Elektrode pita dimasukan tegak lurus ke dalam bumi, resistant pembumiannya
sebagian besar tergantung dari luas penampang dan kedalaman elektrode ditanam
di dalam bumi.

Jika diinginkan, memperkecil resistans pembumian dapat dilakukan dengan cara


menanamkan beberapa elektrode yang berjarak minimum dua kali panjang
efektifnya.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


38

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 36. Cara pemasangan elektrode batang.

4]
5]

6]

Elektrode Batang, yaitu elektrode yang terbuat dari pipa besi, baja profil, batang
baja berlapis tembaga atau logam lain yang dipancangkan ke dalam bumi.
Elektrode batang dimasukan tegak lurus ke dalam bumi, resistant pembumiannya
sebagian besar tergantung dari panjang / dalamnya elektrode ditanam di dalam
bumi dan sebagian kecil tergantung pada ukuran penampangnya.
Jika diinginkan, memperkecil resistans pembumian dapat dilakukan dengan cara
menanamkan beberapa elektrode yang berjarak minimum dua kali panjang
efektifnya.
Elektrode Plat, yaitu elektrode yang terbuat dari pelat logam tembaga atau bahan
lainnya dengan ukuran disesuaikan dengan resistans pembumian yang diinginkan
Pada umumnya ukurannya adalah 1 meter x 0,5 meter. Elektrode pelat ditanam
tegak lurus kedalam tanah, sisi atas harus terletak minimum 1 meter di bawah
permukaan tanah.
Untuk memperoleh resistans pembumian lebih rendah, maka hal itu dilakukan
dengan memperalel beberapa elektrode yang berjarak minimal 3 meter.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


39

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 37. Cara pemasangan elektrode plat.


Resistant Jenis Tanah dan Resistant Pembumian.
Resistant Jenis Tanah.
Resistant Jenis Tanah berbeda beda bergantung jenis tanahnya.
Tabel 1.
Resistant Jenis Tanah.
1
Jenis Tanah

2
Tanah
Rawa

Resitans
Jenis
(Ohm m)

30

3
Tanah
Liat &
Tanah
Ladang
100

4
Pasir
Basah

200

5
Krikil

500

6
Pasir dan
Kerikil
Kering

7
Tanah
Bebatuan

1000

3000

Resistans Pembumian.
Resistans pembumian dari elektrode bumi pada jenis tanah dan keadaan tanah
serta pada ukuran dan susunan elektrodenya.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
40

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Tabel 2.
Resistans pembumian pada resistans jenis Q1 = 100 Ohm-meter.
1
Jenis Elektrode

2
3
4
5
Pita atau Penghantar
Pilin

Panjang (m)
Resistans
Pembumian (Ohm)

20
20

25
10

50
5

7
8
9
Batang atau Pita
Panjang (m)

100
3

1
70

2
40

3
30

5
20

10
11
Pelat
Vertikal
dengan sisi atas
1 m dibawah
permukaan tanah
0,5 x 1
1x1
35
25

Ukuran resistans jenis lain (Q) maka resistans pembumian adalah perkalian nilai
tabel dengan :
Q
Q
q
q
Bahan dan ukuran elektrode

=
q

Q
100
q
q

Sebagai bahan elektrode digunakan dari tembaga, baja digalvanisasi atau baja
berlapis tembag. Bahan lain dapat digunakan bila bahan yang tersebut di atas
tidak sesuai dengan kondisi setempat. misalnya pada perusahaan kimia.
Ukuran minimum elektrode dapat dipilih dengan memperhatikan pengaruh dari
KHA nya. Jika keadaan tanah sangat korossif atau jika digunakan elektrode baja
yang tidak digalvanisasi, dianjurkan menggunakan luas penampang atau tebal
sekurang-kurangnnya 150% dari yang ditentukan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


41

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Tabel 3.
Ukuran Minimum Elektrode Bumi.

No.

Bahan
Jenis
Elektrode

Elektrode Pita

Elektrode Batang

Elektrode Pelat

Baja digalvanisasi dengan

Baja berlapis

Tembaga

proses pemanasan
- Pita baja 100 mm2
setebal minimum
30 mm
- Penghantar pilin 95 mm2
(bukan kawat halus)

tembaga
50 mm2

- Pipa baja 25 mm
- Baja Propil (mm)
L 55 x 65 x 7
U 6,5
T 6 x 50 x 3
- Batang propil yang
setaraf
Pelat besi tebal 3 mm luas
0,5 m2 sampai 1 m2

Baja berdiameter
15 mm dilapisi
tembaga setebal
2,5 mm

Pita tembaga 50
mm2 tebal
minimum 2 mm
Penghantar pilin
32 mm2 (bukan
kawat halus)

Pelat tembaga 2
mm luas 0,5 mm2
sampai 1 mm2

2.2. Peralatan Listrik pada PHB-TR.


2.2.1. Peralatan Hubung/

Saklar Tiga Kutub.


Digunakan untuk penghubung antar busbar tegangan rendah ke rangkaian
beban (alat bantu).

Kontaktor.
Digunakan untuk memasukan dan melepas sirkit lisreik untuk beban (alat
bantu) pemasangan dikoordinaiskan dengan alat pengaman (Rele Thermis),
sehingga pada waktu terjadi gangguan kontraktor dapat lepas secara
otomatis.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


42

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 37. Peralatan hubung.

2.2.2. Alat Pengaman.

Pelebur.

Fungsi pelebur adalah sebagai pengaman gangguan hugung singkat yang


terjadi pada beban atau sepanjang saluran ke beban.
Rele Thermis.

Fungsi Rele Thermis adalah pengaman gangguan beban lebih dari beban
Miniatur Circuit Breaker (MCB).
Fungsi sama dengan Rele Thermis, tetapi pemasangannya di letakkan
sebelum kontraktor.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


43

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Keterangan :
1. Bahan BMC untuk bodi dan
tutup
2. Peredam busur api
3. Blok sambungan untuk
pemasangan ST dan UVT
4. Penggerak lepas-sambung
5. Kontak bergerak
6. Data kelistrikan dan pabrik
pembuat
7. Unit magnetik trip

Gambar 38. Alat pengaman.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
44

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

2.2.3. Alat Ukur.


Untuk pengukuran terhadap masing-masing beban, dipasang amper meter
dengan cara pengukuran sekunder (menggunakan trafo arus / CT).

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


45

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 39. Diagram garis tunggal pengukuran


pada PHB-TR Instalasi Listrik Alat Bantu
Pengukuran sisi masuk PHB TR selain pengukuran arus pada masing-masing
fasa juga dilakukan pengukuran tegangan, menggunakan satu volt meter dengan
saklar pemilihnya serta satu buah Kwh meter 3 fasa 4 kawat.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


46

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 40. Diagram Pengawatan dan Pengukuran


Sisi Masuk pada PHB TR
2.3. Peralatan Listrik pada Sistem Arus Searah.
2.3.1. Kegunaan Listrik Arus Searah.
Sumber arus searah dibutuhkan untuk beberapa keperluan antara lain :
a. Sebagai sumber listrik untuk pelaksanaan start dan stop mesin.
b. Sebagai sumber listrik untuk kumparan kontraktor alat-alat bantu.
c. Sebagai sumber listrik untuk alat kontrol dan proteksi.
d. Sebagai sumber listrik untuk indikator, alarm dan signal.
e. Sebagai sumber listrik untuk motor peralatan hubung.
f. Sebagai sumber listrik untuk perlengkapan telekomonikasi.
g. Sebagai sumber listrik untuk penerangan darurat.
2.3.2. Perlengkapan Sumber Arus Searah.
Sumber arus searah biasa disebut baterai, menurut bahan elektrolitnya ada dua
jenis yaitu :
a. Baterai timah hitam dengan bahan elektrolit larutan asam belerang (H2SO4)
b. Baterai alkali dengan bahan elektrilit larutan alkali / potassium hydroksida
(KOH) baterai jenis ini banyak dipakai di PLTD besar.
Untuk pengisian listrik baterai dilakukan oleh Battery charger dan dipasang
berdekatan dengan cell batere.
Pada Battery charger dipasang alat petunjuk, biru pada voltmeter dan ampere
meter yang bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan dan arus pengisian.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Batere Timah Hitam

Batere Alkali

Gambar 41. Macam-macam Batere.


2.3.3. Spesifikasi Umum Batere Timah Hitam.
a. Elektrolitnya berupa larutan asam belerang (H2SO4)
b. Tegangan tiap sel :
Dalam keadaan terisi (in charge) dengan pengisian terapung

c.
d.
e.
f.
g.

(Permanent Floating)
Pengisian cepat
Pengosongan tanpa Rectipier

: 2,18 Volt
: 2,25 Volt
: 2 1,8 Volt

(dalam keadaan pengosongan normal 10 jam)


Suatu batere dengan tegangan 125 volt terdiri dari 60 bua sel
Ukuran dari batere tipe ini lebih besar bila dibanding dengan batere
alkali
berat jenis (Spesifikasi grafity) dari elektrolitnya tergantung dari keadaan
pengisian (charge)
Umurnya dapat mencapai 7 8 tahun
Harganya lebih mudah dari batere alkali.

2.3.4. Spesifikasi Umum Batere Alkali.


a. Elektrolitnya berupa larutan alkali (Kalium Hydroxsida, KOH)
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
48

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

b. Tegangan tiap sel (tergantung dari pabrik) sebagai contoh


Dalam keadaan pengisian secara terapung

c.
d.
e.
f.

(Permanent Floating)
Dalam keadaan pengisian cepat
Dalam pengosongan tanpa Rectivier

: 1,40 Volt
: 1,45 Volt
: 1,3 1,25 Volt

(dalam keadaan pengosongan normal 10 jam).


Suatu batere dengan tegangan 125 volt terdiri dari 92 buah sel
Berat jenis (Spesifikasi grafity) dari elektrolitnya tidak tergantung dari
keadaan pengisian, jadi praktis tetap.
Umurnya dapat mencapai 10 tahun atau lebih
Harganya lebih mahal dari batere timah hitam.

2.3.5. Spesifikasi Umum Batere Charger.


1. Masukan tegangan arus bolak-balik (AB).
Tegangan AB : 208 240 380 415 480 600 Volt 10 %.
Frekwensi
: 50 atau 60 Hz.
Fasa
: 3 fhasa.
2. Keluaran tegangan arus searah (AS)
Maksimum tegangan AS, Nominal
Maksimum
24
32,4
48
60,8
120
153,8
240
307,6
241
3. Jarak Tegangan AS.
Pada pengisian nominal : dari 95% tegangan nominal hingga tegangan

4. Stabilitas tegangan

keluaran maksimum
Pada pengisian cepat

: dari tegangan

pengisian hingga tegangan


keluaran
maksimum
: % tanpa beban 10 % pada beban penuh
terhadap tegangan masuk.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


49

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

5. Arus

: rata rata di atas 10 A, batas yang dibolehkan


105 %.
6. Pengaturan pengisian tegangan.
Pengatur tegangan.
Saklar pengisian normal dan pengisian cepat.
7. Meter Indikator.
Ampere meter terletak pada panel
Volt meter terletak pada panel
LED sebagai lampu signal bila ada salah satu rangkaian yang rusak
Lampu panel akan menyala bila alat tidak bekerja baik.

2.3.6. Keuntungan Batere Alkali dibandingkan Batere Timah Hitam.


a. Lebih tahan terhadap goncangan dan getaran (mekanisme).
b. Cukup tahan terhadap arus pengosongan yang besar atau bila terjadi hubung
singkat.
c. Tak ada proses pembentukan garam.
d. Tidak mengeluarkan gas-gas yang menyebabkan korosi.
e. Perubahan kapasitas akibat arus pengosongan, kesil sekali.
f. Cukup tahan terhadap pengisian lebih.
g. Pemelilharaannya mudah.

2.3.7. Pengisian Batere.


a. Prinsip Pengisian Batere.
Batere sudah ditentukan polaritasnya, sebelum diisi dengan alat pengisi

(Charger).
Harus dilakukan penyambungan yang benar dengan menentukan

polaritas positif charger disambung dengan polaritas positif batere dan


polaritas negatif charger disambung dengan polaritas negatif batere.
Bilamana polaritas terbalik, akan berakibat merusak dan mempercepat
berkurangnya elektrolit.
Pastikan bahwa tegangan DC charger sedikit lebih tinggi dari tegangan
batere sehingga ampere meter charger menunjukkan kearah positif ( + ).

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


50

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
I

RD
E

Instalasi Listrik PLTD

Dalam keadaan ini berlaku :


V = E + I Rd
V = Tegangan Potensial
E = Tegangan Sumber
I = Arus
Rd = Tahanan dalam
Jadi tegangan yang dipasang pada terminal batere
harus leibh besar dari gge batere dengan harga
sebesar jatuh tegangan I.Rd.

Gb. 42. Pengisi batere.


Sumber arus yang bekerja atas dasar reaksi kimia dapat berupa elemen
kering atau elemen basah.
Suatu elemen kering yang sering dipakai adalah elemen karbon-seng yang
dipakai untuk lentera tangan (senter).
Suatu elemen basah yang sering dipakai pada mobil adalah dari jenis asam
sulfat timbel, yang dirakit sebagai disebut batere.
Pada elemen kering biasanya setelah digunakan beberapa lama, simpanan
muatan listrik akan habis. Sedangkan pada beberapa jenis dari elemen basah
setelah digunakan, muatan listrik akan berkurang tetapi dapat diisi kembali
sehingga dapat menyimpan muatan kembali. Karena itu jenis ini disebut pula
Penyimpan atau Akimilator.

b. Cara Pelaksanaan Pengisian.


Pengisian (charging) pada batere timah hitam.
Setiap sel bataere diisi dengan cairan elektrolit yaitu berupa larutan asam
belerang dengan berat jenis 1,190 gr/cm3 pada suhu 15 C sehingga pelatpelat positif dan negatif harus terendam dalam elektrolit sampai batas
yang ditentukan, kemudian batere ditutup dan disimpan pada tempat
yang aman.
Setelah batere terisi dengan elektrolit, biarkan selama tidak lebih dari 24
jam sehingga pelat positif dan negatif serta pemisah antar pelat
(separator) mendapat kesempatan menyerap cairan elektrolit. Selama
dibiarkan dalam waktu yang ditentukan tersebut, maka elektrolit menjadi
berkurang, kemudian diberi tambahan elektrolit dengan berat jenis yang
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
51

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

sama sampai dengan batas yang ditentukan. Kemudian batere diisi


(charging) dengan arus searah dalam keadaan tidak berbeban dengan arus
pengisian secara bertahap.

Pengisian (charging) pada batere alkali


Setiap sel batere diisi dengan elektrolit berupa larutan alkali (KOH)
dengan berat jenis1,180 0,020 gr/cm3 pada temperatur 20 C, sehingga
pelat-pelat positif dan negatif harus terendam dalam elektrolit sampai
batas yang ditentukan, kemudian batere ditutup dan disimpan pada
tempat yang aman.
Setelah batere terisi dengan elektrolit, biarkan selama tidak lebih dari 24
jam sehingga pelat- pelat positif dan negatif serta pemisah antar pelatpelat (separator) mendapat kesempatan menyerap cairan elektrolit.
Selama dibiarkan dalam waktu yang ditentukan tersebut, maka elektrolit
menjadi berkurang, kemudian diberi tambahan elektrolit dengan berat
jenis yang sama sampai dengan batas yang ditentukan.
Kemudian batere diisi (charging) dengan arus searah selam 10 sampai 15
jam dengan besarnya arus pengisian 0,2 x CA dalam keadaan tidak
berbeban. Selama pengisian berlangsung dengan arus pengisian 0,2 x
CA, maka akan timbul gas, kemudian besarnya tegangan yang telah
dimiliki batere selama pengisian tersebut diukur dengan menggunakan
Celtester.
Jika tegangan tiap-tiap cel telah mencapai 1,65 volt, maka pengisian
dihentikan dan diperiksa batas tinggi elektrolit setelah pengisian tersebut
dan tambahkan air batere seperlunya, jika elektrolitnya berkurang.
Kemudian biarkan selam 1 jam setelah pengisian tersebut.

Berikut ini tabel pengisian dan pengosongan batere 50 AH


Arus Pengisian /
Pengosongan (A)

Waktu Pengisian /
Pengosongan (H)

50
25
10
5

1
2
5
10

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


52

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
2
1

Instalasi Listrik PLTD


25
50

Tegangan pengisian diatur harus lebih tinggi dari tegangan nominal batere
Kerugian pengisian batere () untuk.
Elektrolit H2SO4 0,7 0,8
Elektrolit KOH 0,55 0,65
Misalkan batere Timah Hitam kapasitas 100 Ah, apabila proses pengisian
selama 10 jam dengan arus pengisian 10 A, maka pembentukan kapasita sadalah
: 10 x 10 x 0,7 = 70 Ah.
Kerugian yang terjadi 100 Ah 70 Ah. Untuk mengurangi kerugian tersebut
perlu dinaikan arus pengisian sebagai berikut :
apabila arus pengisian tetap dipertahankan untuk jangka waktu 10 jam, maka
arus pengisian 10 A dibagikan dengan Randemen () adalah :
10 A
= 14 Ampere
0,7 q
Untuk periode waktu 10 jam
Jadi arus yang diberikan 14 A / 10 jam. Berat jenis (BD) elektrolit tembahan
naik selama pengisian akibat penguapan. Ini artinya elektrolit tambah kental.

2.3.8. Kapasitas dan Tegangan Batere.


1. Kapasitas Batere.
Kapasitas batere bergantung pada jumlah, rancangan dan ukuran pelat dan
banyak elektrolit. Banyaknya energi yang dapat diberikan oleh setiap batere

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


53

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

yang terisi penuh juga bergantung pada beberapa variabel seperti laju
pengosongan temperatur dan berat jenis elektrolit.
Karena
banyak variabel yang terlibat, ada beberapa metode untuk
mengolongkan kapasitas batere. Umumnya kapasitas setiap batere dapat
dinyatakan dalam ampere jam (Ampere-Hour, AH), yang hanya merupakan
perkalian sederhana dari arus pengosongan dalam ampere waktu
pengosongan dalam jam. Tetapi mengingat batere kerap kali disesuaikan
dengan jenis pelayanan tertentu, maka rating (beban daya) yang diizinkan
dapat disarankan pada kebutuhan pelayanan tersebut. Apabila Ampere-Jam
beban daya yang diizinkan pada laju pengosongan terus- menerus selama 8
jam untuk 25 Ampere, maka batere mempunyai kapasitas 8 x 25 Ampere atau
20 Ah.
Pemakaian / pengeluaran arus lebih kecil 25 A akan menjadikan waktu
pengosongan lebih dari 8 jam. waktu pengosongan yang panjang adalah cara
yang dianjurkan dalam penggunaan kapasitas batere.
Kapasitas batere adalah kemampuan batere untuk menampung sejumlah
tenaga listrik.
Hal hal yang dapat mengakibatkan menurunnya kapasitas batere adalah :
o Ketidak sempurnaan pembuatannya dalam pabrik
o Penyimpanan yang terlalu lama di dalam gudang sebelum batere operasi.
o Pengisian yang berlebihan hal tersebut akan mengakibatkan penurunan /
memperpendek umur batere.
o ketidak normalan pengisian

batere

(batere

charger),

sehingga

mengakibatkan tenaga yang terlalu rendah dan mengakibatkan batere


senantiasa dalam pengosongan / discharger.

2. Tegangan Batere.
Untuk memperoleh gge yang lebih tinggi dipasang beberapa elemen dalam
seri seperti diperlihatkan dalam gambar 11.4-7

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


54

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Gambar 43. Elemen dihubungkan Seri.


Untuk batere atau elemen pada gambar 11.4-7 digunakan gambar simbol seperti
diperlihatkan dalam gambar 11.4-8.
Gbr. 11.4-8

Garis panjang mewakili pelat yang mempunyai potensi yang lebih tinggi, atau
lebih positif (+) dari pada potensial dari pelat lainnya yang lebih rendah yang
diwakili oleh garis pendek yang diberi tanda (-).
Perbedaan potensial itulah dalam keadaan elemen tidak memberi arus, yang
disebut gaya gerak elektrik (gge).
Tanda (+) dan (-) adalah tanda polaritas atau tanda kutub. Suatu kutub diberi
nilai potensialnya. Misalnya jika kutub (-) diberi nilai 0 Volt, maka kutub (+)
harus diberi nilai potensial yang sama dengan besarnya beda potensial antara
kutub (-) dan kutub (+). Simbol untuk potensial adalah V, untuk potensial titik A
simbolnya VA.

Contoh soal : Apabila batere seri gambar. 11.4-8 diatas masing-masing mempunyai :
a. Beberapa gge terdapat antara terminal A dan E.
b. Beberapa potensial terminal A,B,C,D dan E jika potensial di E dan C.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


55

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instalasi Listrik PLTD

Jawab :
a. gge antara terminal A dan E adalah 4 x 1,5 V = 6 V
b. jika potensial di E, VE diberi nilai 0V, maka VD = 1,5 V, Vc = 3 V, VB =
4,5 V dan VA = 6 V
Jika Potensial di C, Vc diberi nilai 0V, maka VE = -3 V
VD = 1,5 V, Vc = 0 V
VB = 1,5 V dan VA = 3 V.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


56