Anda di halaman 1dari 19

PERANCANGAN ALAT PROSES

PERANCANGAN TANGKI PENYIMPANAN METHANOL


70%
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Mata Kuliah Perancangan Alat Proses

1.
2.
3.
4.
5.

Disusun oleh :
Alief dammar G. E.
Ari Fitriyadi
Bagus Nugroho
Galuh Noermansyah
Ongky

(2011430100)
(2011430101)
(2011430104)
(201143
(201143

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
JAKARTA
2015

Tinjauan Pustaka
Tangki merupakan salah satu bagian terpenting dalam setiap
alat proses. Pada sebagian besar alat proses, tangki sangat
diperhatikan dengan beberapa modifikasi sesuai keperluan yang
memungkinkan alat beroperasi pada fungsi yang dikehendaki.
Biasanya tahap awal dari perancangan tangki adalah pemilihan
tipe/bentuk yang paling sesuai dengan konsisi operasi yang
diinginkan. Faktor terpenting yang sesuai yang mempengaruhi
pemilihan ini adalah:
1. Fungsi dan lokasi tangki
2. Sifat alamiah dari fluida yang akan digunakan
3. Suhu dan tekanan operasi
4. Volume yang dibutuhkan atau kapasitas untuk proses yang
akan digunakan
Tangki dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsional operasi,
suhu dan tekanan operasi, konstruksi material, dan geometri dari
tangki itu sendiri. Tipe tangki yang paling banyak dijumpai dapat
diklasifikasikan berdasarkan bentuk geometri tangki.
1. Open and closed tanks
2. Flat-bottomed
3. Tangki silindris dengan atap dan dasar tertutup rapat
4. Spherical
Tangki pada setiap klasifikasi ini banyak digunakan sebagai
tangki penyimpanan dan tangki proses untuk fluida. Range dari setiap
proses untuk tangki dapat disesuaikan, dan tidak mudah untuk
memenuhi semua kebutuhan dalam berbagai aplikasi. Sangat
mungkin untuk menunjukkan beberapa kegunaan umum dari
tipe/bentuk umum tangki. Liquid yang tidak berbahaya dalam jumlah
yang besar, seperti larutan garam atau larutan yang encer, dapat
disimpan dalam sebuah kolam jika hanya dalam jumlah yang kecil,
atau dalam bak terbuka yang terbuat dari besi, kayu, atau tangki
yang terbuat dari beton untuk jumlah yang besar. Jika fluidanya
bersifat toksik, mudah terbakar, atau kondisi penyimpanan dalam
bentuk gas, atau jika tekanannya lebih besar dari tekanan atmosferik,
system tertutup sangat diperlukan. Untuk penyimpanan fluida pada
tekanan atmosferik, biasanya digunakan tangki silinder dengan dasar
yang datar dan tutup yang berbentuk kerucut. Bentuk lingkaran
digunakan untuk tekanan tangki dimana volume yang dibutuhkan
besar. Untuk volume yang lebih kecil dengan tekanan, tangki silindris
dengan tutup lebih ekonomis.
1.a Open Vessel (Tangki Terbuka)
Open vessel biasanya digunakan sebagai surge tank diantara
operasi, sebagai vats untuk proses batch dimana material tercampur,
sebagai setting tank, decanter, reactor, reservoir dan lain-lain.
Sebenarnya, tangki tipe ini lebih murah daripada tangki tertutup

dengan konstruksi dan kapasitas yang sama. Untuk memutuskan


menggunakan open tangki ini atau tidak tergantung pada fluida yang
ditangani dan tergantung pada proses operasinya. Untuk larutan tidak
terlalu encer dengan jumlah besar dapat disimpan dalam sebuah
kolam. Sebenarnya kolam tidak dapat juga dikatakan sebagai tangki.
Untuk itu tempat penyimpanan sederhana dapat dibuat dengan
material yang murah, seperti lempung. Tidak semua tipe lempung
dapat digunakan untuk kolam penyimpanan, clay misalnya dengan
sifat yang tak mudah tertembus oleh air atau kedap air dapat
digunakan.
Sebagai contoh penggunaan dari kolam yang terbuat dari
lempung pada proses dimana garam dikristalisasi dari air laut dengan
evaporasi dengan bantuan sinar matahari. Apabila fluida yang
digunakan lebih mempunyai nilai tempat penyimpanan yang lebih
baik sangat diperlukan. Tangki sirkular besar yang terbuat dari baja
atau beton banyak digunakan untuk kolam pengendapan dengan
pengeruk yang berputar akan memisahkan endapan ke dasar tangki.
Tangki tipe ini, harus memiliki range diameter dari 100-200 ft dan
dengan kedalaman beberapa feet. Open tangki yang lebih kecil
biasanya digunakan untuk bentuk sirkular dan terbuat dari baja
ringan, pelat beton, dan kadang-kadang dari kayu. Material lain dapat
digunakan pada penggunaan terbatas dengan korosi yang cukup
tinggi atau masalah kontaminasi sering dijumpai. Bagaimanapun
pada umumnya proses di industri sebagian besar tangki yang
digunakan terbuat dari baja karena harga yang relative murah dan
fabrikasi yang mudah. Pada beberapa kasus, beberapa tangki dilapisi
dengan rubber, kaca, atau plastic untuk meningkatkan ketahanan
terhadap korosi. Pada industri makanan umumnya tangki digunakan
untuk fermentasi, dimana potongan kayu digunakan pada pembuatan
wine dan sejenis minuman keras lainnya. Redwood atau Cyprus tank
sering digunakan untuk reservoir penampungan air. Kayu juga
digunakan untuk meletakkan baja untuk menangani larutan
hidroklorat encer, laktat, asam asetat dan larutan garam. Kayu juga
merupakan kebutuhan mutlak karena harganya yang murah pada
proses penyamakan, pemasakan bir, dan industri fermentasi. Pada
industri makanan dan farmasi biasanya diperlukan untuk
menambahkan material pada open tangki dalam proses persiapan
campuran. Tangki terbuka kecil atau ketel biasanya digunakan untuk
keperluan-keperluan tertentu. Baja yang dilapisi kaca, tembaga,
monel, dan tangki yang terbuat dari stainless-steel biasanya
digunakan untuk ketahan terhadap korosi dan mencegah kontaminasi
pada proses material.
b. Closed Vessel
Fluida yang mudah terbakar, fluida yang bersifat toksik, dan gas
harus disimpan pada tangki tertutup. Bahan kimia berbahaya, seperti
asam dan kaustik akan mengurangi resiko yang dapat ditimbulkan
jika disimpan pada tangki tertutup. Minyak yang mudah terbakar dan
produk lain yang sejenis mengharuskan untuk menggunakan tangki
dan tangki tertutup pada industri perminyakan dan petrokimia.

Penggunaan tangki secara luas pada bidang ini telah menghasilkan


usaha yang sangat penting bagi American Petroleum Institute untuk
menstandarisasi perancangan untuk kebutuhan keamanan dan
ekonomi. Tangki digunakan untuk menyimpan crude oil dan produk
dari industri perminyakan umumnya dirancang dan dibuat sesuai
dengan standar API 12 C, spesifikasi API untuk tangki penyimpanan
minyak mentah. Ini merupakan referensi standar yang digunakan
untuk perancangan tangki pada industri perminyakan, tapi juga
berguna sebagai referensi untuk aplikasi lain.
2. Tangki dengan Flat Bottoms
Perancangan tangki yang paling ekonomis yang beroperasi
pada tekanan atmosferik adalah tangki silindris yang diposisikan
vertical dengan dasar yang datar dan tutup berbentuk kerucut. Pada
kasus yang menggunakan umpan yang dipengaruhi oleh gravitasi,
tangkinya diletakkan pada ketinggian tertentu dari atas tanah, dan
dengan dasar yang datar yang dilengkapi dengan kolom-kolom dan
penampang kayu bersilang dengan tiang penyangga dari baja.
Silindris, dasar yang datar, tutup berbentuk kerucut dan dilengkapi
dengan saluran udara atau lubang angin yang menyebabkan fluida
terekspansi dan terkontraksi sebagai akibat dari temperature dan
volume yang fluktuatif. Tangki dengan diameter yang lebih besar dari
24 ft dapat dilengkapi dengan tutup yang tersendiri, tangki dengan
diameter yang lebih besar serta lebih dari 48 ft, biasanya
membutuhkan sekurang-kurangnya 1 kolom sentral sebagai support.
Tangki dengan diameter yang lebih besar biasanya dirancang dengan
kolom yang banyak
atau dengan pelampung, atau atap yang
berjembatan yang akan naik atau turun sesuai dengan ketinggian
fluida didalam tangki. Jika atap yang berbentuk kubah digunakan,
tekanan 2,5 sampai 15 lb per meter persegi dapat digunakan. Tangki
ini biasanya diameternya tidak terlalu besar namun lebih tinggi untuk
memberikan kapasitas yang lebih besar dari tangki dengan atap yang
berbentuk kerucut.
3. Tangki silindris dengan atap dan dasar yang tertutup rapat
Cylindrical Tangki yang tertutup rapat pada dasar dan atapnya
digunakan jika tekanan uap dari fluida yang disimpan memerlukan
perancangan yang lebih kuat lagi. Ada kode-kode yang dikembangkan
oleh American Petroleum Institute dan American Society of
Mechanical Engineer untuk menetukan perancangan tangki. Tangki
tipe ini biasanya memiliki diameter 12 ft. Field-erected tangki
memiliki diameter melebihi 35 ft dan panjangnya 200 ft. Jika harus
menyimpan fluida dengan jumlah besar, tangki yang berbentuk
seperti baterai digunakan. Bentuk atap yang tertutup rapat yang
bermacam-macam digunakan sebagai atap pada tangki yang
berbentuk silinder. Atap yang tertutup rapat ada yang berbentuk
hemi-spherical, elips, torispheris, bentuk standar, bentuk kerucut, dan
bentuk toriconical. Untuk beberapa keperluan tertentu lempengan
tipis digunakan untuk menutup bagian atas tangki. Namun jarang
digunakan untuk tangki yang besar. Untuk tekanan kode tidak

diberikan oleh ASME, tangki biasanya dilengkapi dengan penutup


yang standar. seharusnya tangki yang membutuhkan kode konstruksi
dilengkapi oleh ASME-dished atau ellipticaldished. Biasanya yang
sering digunakan sebagai atap untuk pressure tangki berbentuk elips.
Sebagian besar alat proses pada industri kimia dan petrokimia seperti
kolom distilasi, desorber, absorber, scrubber, heat exchanger,
pressure-surge tank, dan separator biasanya menggunakan tangki
berbentuk silindris dengan kedua ujung yang tertutup rapat yang satu
dengan yang lainnya.
4. Tangki spherical
Tempat penyimpanan untuk volume yang besar dengan tekanan
yang sedang biasanya dibuat dalam bentuk lingkaran atau berbentuk
lingkungan. Kapasitas dan tekanan yang digunakan dalam tangki tipe
ini bervariasi. Range kapasitas berkisar antara 1000-25000 bbl, dan
range tekanan berkisar 10 psig untuk tangki yang lebih besar dan 200
psig untuk tangki yang lebih yang kecil. Gambar 2.2 menunjukkan
tangki yang berbentuk silindris yang diposisikan secara horizontal
yang berbentuk seperti baterai dan tangki spherical untuk
menyimpan produk minyak yang bertekanan diatas 100 psig.
Saat gas disimpan di bawah tekanan, volume penyimpanan
yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan tekanan penyimpanan.
Pada umumnya, saat sejumlah gas disimpan dalam tangki yang
berbentuk spherical akan lebih ekonomis jika menggunakan volume
dengan jumlah besar, operasi penyimpanan dengan tekanan rendah.
Pada penyimpanan dengan tekanan tinggi volume gas menjadi
berkurang, karena itulah tangki spherical menjadi lebih ekonomis.
Ketika menangani gas dengan jumlah kecil, lebih menguntungkan jika
menggunakan tangki penyimpanan yang berbentuk silindris karena
biaya pembuatan menjadi faktor yang berpengaruh dan tangki
silindris yang kecil lebih ekonomis dari tangki spherical yang kecil.
Walaupun spherical vessel memiliki aplikasi proses yang terbatas,
mayoritas tekanan disebabkan oleh shell silindris. Head dapat dibuat
flat atau datar jika dinding penopangnya sesuai, tetapi lebih banyak
dijumpai yang berbentuk kerucut. Head adalah bagian tutup suatu
bejana yang penggunaan disesuaikan dengan tekan operasi bejana.
Kriteria dalam perancangan
Sebuah alat proses dapat rusak karena berbagai alasan :
1. Terjadinya deformasi elastis dan plastis yang berlebihan
Akibat dari deformasi ini adalahalat gagal melaksanakan
fungsinya dan rusak yang membahayakan Deformasi elastic terjadi
ketika benda mendapat beban dalam batas elastisnya. Hubungan
antara stress f dan strain adalah linier dengan slope E (modulu
Elastisitas). Begitu juga dengan lenturan (defleksi) harus dibatasi .
Persamaan-persamaan yang digunakan :
(1) Stress axial ( tarik dan tekan )
ft = P/ A dan fc = - P/A

(2) Hubungan stress dan strain pada daerah elastic


f=Ex
2. Instabilitas elastic
Adalah suatu fenomena yang berkaitan dengan struktur yang
memiliki kekakuan yang terbatas yang terkena beban tekan, momen
lentur dan kombinasi beban tersebut. Contoh yang khas terjadinya
backing pada bejana silindris dengan tekanan luar dan vakum. Hal
ini biasanya berkaitan dengan bejana yang berdinding tipis. Bentuk
instabilitas elastisitas yang paling sederhana adalah instabilitas pada
kolom yang terjadi karena beban tekan axial pada ujung-ujung kolom
tersebut. Stress kritis (fcr)yang terjadi diperkirakan dengan rumus
EULER : fcr = c2 E / (j/k)2
dimana:
c : konstanta yang harganya di pengaruhi kondisi ujung-ujung kolom
j/k : rasio
3. Instabilitas plastis
Kriteria yang paling banyak digunakan adalah mempertahankan
stress yang terjadi berada dalam daerah elastis bejana konstruksi
untuk mencegah deformasi plastis yang terjadi jika yield point
terlewati.

4. Brittle rupture
Kecenderungan untuk mempergunakan bejana berkonstruksi
baja berkekuatan tinggi dengan kualitas yang lebih rendah menaikkan
kemungkinan failure karena rupture.
5. Creep
Kriteria perencanaan yang telah diuraikan pada dasar keadaan
strain (regangan) dibawah beban tidak berubah dengan waktu dan
untuk bahan ferrous dibawah beban sampai suhu 650O R. diluar suhu
tersebut maka material akan mengalami creep dibawah beban.
Yang mengakibatkan kenaikan strain dengan waktu. Laju creep
tergantung pada material stress dan suhu operasi.
6. Korosi
Adalah peristiwa pengerusakkan pada metal yang disebabkan
karena peristiwa kimiawi dan electron kimia. Berbagai macam korosi
yang dikenal, yaitu :
Uniform corrosion
Intergranular corrosion
Galvanic corrosion
Stress corrosion
Salah satu pencegahan korosi adalah penambahan tebal metal pada
dinding bejana.

Pressure vessel merupakan tangki yang digunakan untuk


penyimpanan fluida. Biasanya fluida yang disimpan dalam pressure
vessel merupakan fluida yang memiliki karakteristik maupun
perlakuan khusus
Jenis Jenis Pressure Vessel
1. Cylindrical Pressure Vessel
a. Vertical Cylindrical Pressure Vessel
b. Horizontal Cylindrical Pressure Vessel
2. Spherical Pressure Vessel
Komponen Komponen Pressure Vessel
-Shell
-Head
- Flanged Head
-Hemispherical Head
-Ellipsoidal Head
-Torispherical Head
- Conical Head
-Toriconical Head
-Miscellaneous
- Support
-Accessories

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Pressure


Vessel
-Pengaruh Korosi
-Faktor Keamanan
-Proses Pembuatan Pressure Vessel

PERANCANGAN TANGKI PENYIMPANAN METANOL


70%

Fungsi: Menyimpan bahan baku Metanol 90% selama satu bulan dengan
kebutuhan produksi 3000 Kg/jam
Tujuan:

a. Menentukan tipe tangki


b. Menentukan bahan konstruksi tangki
c. Menentukan kapasitas tangki
d. Menentukan diameter dan tinggi tangki
e. Menentukan tebal dinding tangki
f. Menentukan jumlah plate dan tebal shell tiap plate
g. Menentukan tinggi head dan tebal head tangki

a.

Menentukan Tipe Tangki


Dalam perancangan dipilih tangki silinder tegak dengan dasar datar
(flate bottom) dan atasnya berbentuk kerucut (conical roof) dengan
pertimbangan :

Kondisi tangki pada tekanan 1 atm dan suhu 30 0C.

Konstruksi sederhana sehingga harga lebih ekonomis.


b.

Menentukan Bahan Konstruksi Tangki


Dalam perancangan dipilih bahan konstruksi tangki carbon steel SA 283
Grade C, dengan pertimbangan :

Memiliki allowable working stress cukup besar.

Menyesuaikan dengan sifat fisis bahan baku.

Kondisi penyimpanan pada suhu 30 0C dan tekanan 1 atm.

Harganya relatif murah.


c.

Menentukan Kapasitas Tangki


1. Menghitung density campuran metanol dan air
Komponen

Massa (kg)

(kg/liter)

Volume (liter)

CH3OH

2700

0,7820

3452,69

H 2O

300

0,9957

301,30

Jumlah

3000

3753,99

Pada kondisi suhu 30 0C


metanol = 0,7820 kg/liter
air = 0,9957 kg/liter

campuran =
= 0,79915 kg/liter
= 49,889 lb/ft3
2. Menghitung kebutuhan metanol
Kebutuhan metanol

= 3000 kg/jam

Dirancang untuk persediaan satu bulan, maka metanol yang harus


disediakan :

= 3000 kg/jam x

x 30 hari

= 2160000 kg x 2,2046 lb/kg


= 4761936 lb
3. Menghitung volume campuran masuk tangki :

Volume tangki

=
= 95450,62 ft3
= 2702,86 m3

Menggunakan factor keamanan 10%, Maka Volume tangki menjadi


= 95450,62 ft3 x 1,1

Volume tangki

= 104995,682 ft3
= 2973,15 m3
d.

Menentukan Diameter dan Tinggi Tangki


Untuk tangki berukuran besar dan tertutup digunakan persamaan 3.12,
Brownell and Young

H ..................................................................................................(1)
Dari persamaan 3.12, Brownel and Young

...........................................................................................(2)

V =
V = 5,5873 x H3
H=

V
5,5873

1/ 3

104995,682
5,5873

= 26,59 ft
= 8,10 m
Diameter tangki :

D=

x 26,59 ft

1/3

= 70.91 ft
= 21.61 m
Dari Appendix E, Brownell and Young hal 346, ukuran standar tangki
yang digunakan adalah :
D = 70 ft
H = 30 ft
V = 20560 bbl = 4357,70 m3
Sehingga dalam perancangan direncanakan menggunakan satu tangki.
Hal ini dikarenakan ukuran standar tangki yang akan digunakan mencukupi
kapasitas metanol yang masuk tangki, yaitu 2973,15 m3.
e. Menentukan Jumlah Plate dan Tebal Shell Tiap Plate
Dari Appendix E untuk D = 70 ft dan H = 30 ft, terdapat 5 buah course.
Direncanakan menggunakan lebar plate komersial 6 ft sehingga untuk
tinggi 30 ft dipakai plate dengan ketebalan berbeda.

6 ft
6 ft
6 ft
6 ft
6 ft

Bahan yang dipilih adalah carbon steel SA 283 Grade C ( tabel 13.1, hal
251, Brownell) dengan karakteristik :
F = 12650 psi
E = 85 %
C = 0,125
Tebal dinding tangki dihitung dengan persamaan 3.16, hal 45, Brownell :

ts

C ...........................................................................................(3)
Dimana :
ts = tebal shell, in
F = stress yang diijinkan, psia
E = effisiensi pengelasan
D = diameter tangki, in
p = tekanan tangki, lb/in2
C = corrosion allowance, in

...........................................................................................(4)
= densitas air pada 60 0F = 62,37 lb/ft3
H = tinggi dari dasarcourse ke puncak, ft
P = tekanan dalam tangki, psi
Dari persamaan 3 dan 4 diperoleh :

ts =

+C

+ 0,125

= 0,016918 (H-1) + 0,125

Direncanakan menggunakan shell plate dengan 72 in Butt-welded course


(Appendix E, Brownell and Young). Untuk ukuran standart D = 70 ft dan
H = 30 ft digunakan 5 course dengan ukuran berbeda.
Course 1
ts = 0,016918 (H-1) + 0,125
= 0,016918 ( 30 -1) + 0,125
= 0,6156 in
Dari ketentuan seperti pada hal 346, Brownell and Young dipilih tebal
shell standar 5/8 in. Direncanakan menggunakan 10 plate untuk tiap
coarse dan allowance untuk vertical welded joint (jarak sambungan antar
plate) = 5/32 in, lebar = 6 ft.

L=

(Brownell and Young, hal 55)

Dimana :
L = panjang tiap plate, ft
D = diameter dalam tangki + tebal shell
N = jumlah plate
Weld length = n x allowable welded joint
Sehingga :

L=
L = 21,96 ft
Jadi course 1
Panjang plate = 21,96 ft
Lebar plate = 6 ft
Tebal plate = 5/8 in
Course 2
ts = 0,016918 (H-1) + 0,125

= 0,016918 ( 24 -1) + 0,125


= 0,5141 in
Dipilih tebal shell standar 5/8 in.

L=
L = 21,96 ft
Jadi course 2
Panjang plate = 21,96 ft
Lebar plate = 6 ft
Tebal plate = 5/8 in
Course 3
ts = 0,016918 (H-1) + 0,125
= 0,016918 ( 18 -1) + 0,125
= 0,4126 in
Dipilih tebal shell standar 1/2 in.

L=
L = 21,95 ft
Jadi course 3
Panjang plate = 21,95 ft
Lebar plate = 6 ft
Tebal plate = 1/2 in
Course 4
ts = 0,016918 (H-1) + 0,125
= 0,016918 (12 -1) + 0,125
= 0,31 in
Dipilih tebal shell standar 3/8 in.

L=
L = 21,95 ft
Jadi course 4
Panjang plate = 21,95 ft
Lebar plate = 6 ft
Tebal plate = 3/8 in
Course 5
ts = 0,016918 (H-1) + 0,125
= 0,016918 (6 -1) + 0,125
= 0,21 in
Dipilih tebal shell standar 1/4 in.

L=
L = 21,95 ft
Jadi course 5
Panjang plate = 21,95 ft
Lebar plate = 6 ft
Tebal plate = 1/4 in

f. Menentukan Top Angle untuk Conical Roof


Top angle untuk conical tangki dengan diameter lebih dari 60 ft adalah 3
x 3 x 3/8 (hal 53, Brownell and Young)
Bila digunakan 10 plate tiap angle, maka panjang tiap section :

L=
L = 21,98 ft

g.

Menentukan Tinggi Head dan Tebal Head Tangki

Menentukan Tinggi Head Tangki

Sudut
Sin

adalah sudut cone roof terhadap garis horisontal


= D/(430. ts)
= 70/(430 x 3/8 )
= 11,56

Tinggi head dihitung dengan persamaan :


tan

= h/(0,5D)

tan 11,56= h/0,5 x 70


h

= 0,5 x 70 x tan 11,56


= 7,16 ft

Menentukan Tebal Head tangki


Tekanan penyimpanan = 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan 10 %
Sehingga tekanan tangki menjadi
P

= 1,1 x 14,7 psi


= 16,17 psi

tebal head tangki (Th) dapat dihitung dengan persamaan :

Th =

(Pers. 6-154, Brownell)

=
= 0,77 in
Digunakan Th standar = 13/16 in

Kesimpulan Spesifikasi Tangki


Fungsi: Menampung Metanol 70% untuk persediaan selama 30 hari
Kondisi
:
Temperatur : 30 0C
Tekanan
: 1 atm
Wujud
: cair
Tipe
: Silinder vertikal dengan flat bottom dan head conical roof
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-283 Grade C
Jumlah
: 1 buah
Diameter
: 70 ft
Tinggi
: 30 ft
Jumlah Course
: 5 buah
Course 1
:
Panjang plate : 21,96 ft
Lebar plate
: 6 ft
Tebal shell
: 5/8 in
Course 2
:
Panjang plate : 21,96 ft
Lebar plate
: 6 ft
Tebal shell
: 5/8 in
Course 3
:
Panjang plate : 21,95 ft
Lebar plate
: 6 ft
Tebal shell
: 1/2 in
Course 4
:
Panjang plate : 21,95 ft

Lebar plate
Tebal shell
Course 5
:
Panjang plate
Lebar plate
Tebal shell

: 6 ft
: 3/8 in
: 21,95 ft
: 6 ft
: 1/4 in

Tinggi head : 7,16 ft


Tebal head : 13/16 in
Tinggi total : 31,16 ft

Daftar Pustaka
Brownell, Lloyd E., Young, Edwin H.. 1959. Process Equipment Design:
Vessel Design. New Delhi: Wiley Eastern Limited.
Ulrich, Gael D. 1984. A Guide to Chemical Engineering Process Design
and Economics. Singapore: John Wiley & Sons.