Anda di halaman 1dari 5

OVULA

Ovula adalah sediaan padat yang digunakan melalui vaginal,


umumnya berbentuk telur, dapat melarut, melunak, meleleh pada suhu tubu
(FI III 1971)
sebenarnya ovula termasuk kedalam jenis supositoria, namun digunakannya
nama ovula agar merujuk pada bentuk sediaan dan rute pemeriannya yang
hanya lewat vaginal
Ovula adalah sediaan padat, umumnya berbentuk telur, mudah
melemah (lembek)dan meleleh pada suhu tubu, dapat melarut dan digunakan
sebagai obat luar khusus untuk vagina. Sebagian bahan dasar yang
digunakan untuk ovula harus dapat larut dalam air atau ,eleleh pada suhu
tubuh. Sebagian bahan dasar dapat digunakan lemak coklat atau campuran
PEG dalam berbagai perbandingan. Bobot ovula adalah 3g- 6g dan
umumnya 5g. Ovula agar disimpan dalam wadah tertutup baik dan sejuk.
Kelebihan ovula :
- Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan secara oral, karena
gangguan cerna, pingsan dsb.
- Dapat diberikan pada anak bayi, lansia yang susah menelan
- Bisa menghindari first fast efek dihati.
Kekurangan ovula :
- Daerah absorpsinya lebih kecil
- Absorpsi hanya melalui difusi pasif
- Pemakaian kurang praktis
- Tidak dapat digunakan untuk zat yang rusak pada pH rectum

Metode ovula :

Cetak menggunakan tangan : pencampuran, penggerusan, serta digulung


menjadi silinder lalu dipotong potong sesuai ukuran yang diinginkan,
gunakan talk agar tidak lengket ditangan

Percetakan kompresi dinding : pembuatan sediaan dengan menggunakan


alat yang dapat mencetak 1,2, dan 5 gram bobot supo.

percetakan dengan cara penuangan : cara ini umumnya digunakan pada


skala industri, cetakannya mampu mencetak hinggal 600 supo.

Langkah-langkah pemakaian ovula


1. Cucilah tangan dengan air dan sabun. Apabila ovula melunak, taruhlah di
dalam air dingin atau dimasukkan dalam lemari pendingin selama 30 menit
supaya mengeras kembali sebelum dibuka bungkusnya.

2. Bukalah bungkus ovula.

3. Bila menggunakan ovula aplikator, letakkan ovula pada lubang yang


terdapat pada aplikator. Pastikan bahwa sisi ovula yang ditaruh pada
aplikator adalah sisi tumpul dari ovula.

4. Duduklah dengan satu tangan menopang berat tubuh dan tangan lainnya
memegang aplikator yang sudah dipasangi ovula. Kedua kaki ditekuk
dengan posisi terbuka untuk mempermudah penggunaan ovula.

5. Masukkan ujung lancip ovula dengan bantuan aplikator ke lubang vagina.


Setelah aplikator berada di dalam vagina, tekan tombol pada aplikator
untuk melepaskan ovula.

6. Jika tanpa aplikator, masukkan ujung lancip vagina kurang lebih sedalam
telunjuk anda.

7. Rapatkan kedua kaki untuk beberapa detik. Tetaplah duduk sekitar 5 menit
untuk mencegah ovula keluar kembali.

8. Bersihkan aplikator dengan air hangat dan sabun, keringkan dan jagalah
agar tetap bersih. Cucilah kembali tangan dengan sabun untuk
membersihkan sisa obat yang mungkin menempel.