Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum

Teknik Penyimpanan
dan Penggudangan

Hari, tanggal : Rabu, Mei 2015


Golongan
: P3
Dosen
: Dr. Ir. Sugiarto, M.Si
Asisten
:
1. Hanum R
(F34110094)
2. Indah Hardiyanti (F34110088)

PENYIMPANAN KOMODITI DAN PRODUK CAMPURAN

Muhammad Dzulfikri
Tuty Alawiyah
Rizkya Hatami
M. Alfi Husni

F34130071
F34130075
F34130086
F34120100

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kegiatan penyimpanan komoditas menjadi salah satu bagian yang tidak bisa
dipisahkan dalam pengelolaan bidang pertanian. Sifat komoditas pertanian yang sebagian
besar bersifat musiman mengharuskan dilakukannya penyimpanan untuk menjaga
ketersediaan komoditas. Banyak cara dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk
mempertahankan kondisi komoditas dalam rentang waktu tertentu. Salah satu cara yang
biasa dilakukan yaitu menempatakan komoditas dalam wadah atau ruangan yang
dikondisikan sebagai tempat penyimpanan.
Dari kenyataan adanya beberapa jenis komoditas yang rusak bila disimpan
dalam wadah yang sama memunculkan dugaan bahwa tidak semua jenis komoditas bisa
disimpan dalam satu wadah. Hal tersebut bila terbukti benar maka akan memberi gagasan
baru dalam teknik penyimpanan komoditas. Hal tersebut bisa menjadi bahan untuk perbaikan
teknik penyimpanan komoditas. Penggolongan komoditas menjadi penting dilakukan sebagai
dasar penetapan jenis komoditas yang boleh disimpan dalam wadah/tempat yang sama.

Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Menentukan pengaruh satu jenis komoditas terhadap komoditas lain yang berada
di sekitarnya.
2. Menentukan komoditas yang dapat disimpan secara bersama dalam satu tempat.
3. Menentukan komoditas yang harus disimpan secara terpisah dari komoditas lain.

METODOLOGI
Alat dan Bahan
Bahan yang dipergunakan dalam praktikum ini adalah keripik, jahe, tepung,
ikan asin, terasi, bawang merah dan bawang putih. Sedangkan peralatan yang
digunkan untuk praktikum ini diantaranya neraca, kemasan toples (wadah), dan
kemasan plastik LDPE.
Metode
Start

Komoditi dan Produk pertanian (3 macam)

Komoditi dan produk dikemas dalam kantung plastik

Komoditi dan produk terkemas disimpan dalam satu wadah yang


ditutup rapat kemudian disimpan dalam suhu kamar.

Setelah satu minggu amati setiap komoditi kemudian dicatat


perubahan yang terjadi (warna, aroma, rasa)

Komoditi dan produk apa yang dapat disimpan bersama dan yang
harus disimpan terpisah dilaporkan

Hasil pengamatan perubahan yang terjadi setelah satu minggu


penyimpanan

End

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengamatan
[terlampir]
Pembahasan
Pada proses penyimpanan campuran, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, antara lain jenis komoditi, bau masing-masing komoditi, warna
masing-masing komoditi, rasa, bahan baku komoditi, dan lingkungan penyimpanan.
Beberapa komoditi tidak bisa disimpan secara bersamaan dalam satu ruang. Hal ini
dikarenakan dapat menimbulkan efek kontaminan dari dan ke komoditi yang
bersangkutan baik dari segi rasa, bau, warna, atau bahkan tekstur. Tetapi ada
beberapa komoditi yang tahan tehadap efek kontaminan komoditi lain dalam
penyimpanan campuran. Komoditi tersebut biasanya bertekstur keras, padat, dan
tidak mengandung banyak air.
Salah satu penentu mutu suatu produk sebelum sampai ke konsumen adalah
penyimpanan. Penyimpanan merupakan proses pascapanen yang dilakukan untuk
mempertahankan mutu dan kualitas dari komoditi atau produk sampai ke tangan
konsumen. Proses penyimpanan yang baik akan menjaga mutu produk yang akan
disimpan. Sebaliknya penyimpanan yang buruk akan menurunkan mutu produk yang
akan disimpan atau dilakukan pengolahan. Lama penyimpanan, jenis komoditi dan
model penyimpanan akan menentukan hasil dari penyimpanan komoditi tersebut.
Model penyimpanan dapat dilakukan dengan penyimpanan komoditi yang seragam
atau penyimpanan komoditi yang beragam (Syarief dan Halid 1993).
Susu bubuk adalah bubuk yang dibuat dari susu kering yang solid. Susu
bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama daripada susu cair dan tidak perlu
disimpan di lemari es karena kandungan uap airnya sangat rendah. SUSU bubuk
merupakan alternatif pengganti susu segar. Susu bubuk banyak sekali ditemukan di
negara-negara berkembang karena biaya transportasi dan penyimpanannya sangat
murah (karena tidak membutuhkan penyimpanan yang penting seperti susu cair).
Susu kering dianggap tidak mudah rusak sama seperti makanan makanan kering
ainnya dikarenakan sedikitnya kandungan air (bakteri sangat cepat berkembangbiak
pada makanan yang basah) . Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa
rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan.
Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller
drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang
baik dan benar (Anonim 2015).

Kayu manis adalah pohon yang termasuk ke dalam jenis rempah rempah
yang beraroma manis, dan pedas, orang biasanya menggunakan di dalam makanan
yang beraroma manis, anggur panas. Tanaman obat Kayu manis
(Cinnamomumburmanni) memiliki bentuk seperti semak dan pohon kecil, dengan
tinggi 5-15 m,kulit kayu memiliki bau yang khas. Daun berbentuk lonjong, panjang
4-14 cm,lebar 1,5-6 cm, permukaan atas halus, permukaan bawah berambut,
berwarna kelabu kehijauan. Kandungan kayu manis bisa dibagi menjadi dua macam
yaitu yang larutdalam air dan yang larut dalam minyak. Kalau kita memakai kayu
manis untuk bumbu masak dalam bentuk batangan maka yang kita dapatkan
hanya yang larutdalam air, sedangkan kalau kita memasukkan bubuk kayu manis,
kedua macam kandungan kayu manis bisa kita dapatkan (Rukmana 2004 ).
Teh adalah sejenis minuman yang di hasilkan dari pengolahan daun tanaman
teh (Camellia sinensis). Minuman teh mengandung kafein, teofilin, dan antioksidan
dengan kadar lemak, karbohidrat, dan protein mendekati nol persen. Teh sendiri
masuk dalam kelompok bahan penyegar dengan bau yang khas. Namun, teh memiliki
pengaruh terbesar pada perubahan parameter aroma terhadap produk yang lain
seperti mie instan, sosis dan kopi. Teh memiliki aroma dan bau yang sangat khas
karena ada kandungan total asam amino bebas, total polisakarida, dan kandungan
komponen bioaktif. Aroma teh juga dipengaruhi zat warna (klorofil) dalam daun
mendukung 0,019 % dari berat kering daun teh. Zat lainnya seperti karotenoid (zat
warna jingga) dalam daun teh dapat menentukan aroma teh, karena oksidasinya
menghasilkan substansi yang mudah menguap yang terdiri atas aldehid dan keton
tidak jenuh. Rasa yang terbentuk pada teh lebih dipengaruhi oleh adanya kandungan
katekin/tannin. Katekin teh memiliki sifat tidak berwarna, larut dalam air, serta
membawa sifat pahit dan sepat pada seduhan teh (Matz 1978).
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan
dan ekstraksi biji tanaman kopi yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi
bubuk. Kopi merupakan jenis minuman dengan citarasa sangat khas. Dengan
citarasanya yang khas ditambah adanya pengaruh fisiologis kesegaran setelah
minum menyebabkan kopi banyak diminati oleh konsumen di seluruh dunia. Pada
umumnya kopi dikonsumsi bukan karena nilai gizinya, melainkan karena nilai
citarasa dan pengaruh fisiologisnya tersebut. Karakteristik kopi sangat kompleks
dan sampai saat ini hanya dapat dinilai berdasarkan uji inderawi, karena belum
tersedia metode penilaian kuantitatif menggunakan alat yang dapat menilai
karakter kopi secara penuh.
Terasi udang adalah produk olahan hasil perikanan dengan menggunakan
bahan baku yang mengalami perlakuan fermentasi. Bahan aku utama untuk membuat

terasi udang yaitu udang segar dan udang kering. Bahan baku kering secara
organoleptik mempunyai karakteristik sebagai berikut, kenampakan: utuh, bersih,
warna spesifik jenis. Baunya spesifik jenis dan teksturnya padat dan kompak (SNI
2009). Terasi memiliki nilai gizi yang cukup tinggi karena kandungan protein, lemak
dan mineralnya tinggi. Protein yang terkandung didalam terasi sebagian besar sudah
berupa protein terdenaturasi, bahkan dalam bentuk asam-asam amino sehingga
mudah diserap oleh tubuh. Vitamin-vitamin dam terasi juga cukup banyak
diantaranya vitamin B12 (Indriati, et al 1991)
Mie instan adalah mie yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur
dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan
air panas dan bumbu - bumbu yang sudah ada dalam paketnya. Sedangkan keripik
adalah produk yang mempunyai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama.
Keripik memiliki pori-pori dan memiliki kadar air yang sangat rendah. Semakin
lama penyimpanan, kadar air dalam keripik semakin meningkat, hal ini disebabkan
karena uap air diudara terserap masuk melewati pori-pori ditandai dengan
kerenyahan keripik yang berkurang. Hal ini disebabkan karena air akan melarutkan
dan melunakan matriks pati atau protein yang ada pada sebagian besar bahan pangan
yang mengakibatkan perubahan kekuatan mekanik termasuk kerenyahan (Katz dan
Labuza 1981).
Bumbu nasi goreng merupakan produk olahan hasil pertanian yang
mencampurkan beberapa komoditas seperti bawang putih, bawang merah, cabai,
garam, dan rempah rempah lainnya. Bumbu nasi goreng sangat berpengaruh kuat
terhadap komiditi yang disimpan didekatnya karena bumbu nasi goreng memiliki
komposisi yang terdiri dari rempah-rempah yang mempunyai bau yang menyengat
(Heath 1981).
Biskuit harus disimpan menggunakan kemasan yang kedap terhadap cahaya,
uap air dan oksigen. Kemasan yang digunakan pada biskuit ini bertujuan untuk dapat
menjaga mutu dan kualitas biskuit selama penyimpanan. Biskuit sangat rentan
mengalami kerusakan oleh mikroorganisme sehingga akan mempengaruhi tekstur,
ukuran, warna, dan flavor. Kondisi penyimpanan menyebabkan zat gizi yang ada di
dalamnya menjadi berkurang dan dapat mempengaruhi perkembangan
mikroorganisme yang akan menyebabkan kerusakan. Suhu penyimpanan juga perlu
diperhatikan karena dapat mempengaruhi aktivitas air. Aktivitas air yang tinggi akan
menyebabkan kondisi menjadi lembab sehingga mempengaruhi kualitas dari produk
yang disimpan (Matz 1978).
Bawang putih bubuk berwarna krem atau putih. Bubuk ini merupakan hasil
dehidrasi siung dan memiliki karakteristik flavor dan aroma yang kuat bila
direhidrasi. Karakteristik flavor akan terjaga dengan baik selama penyimpanan.
Namun karena sifat higroskopis yang dimiliki, maka penyimpanan harus benar-benar

rapat atau produk akan menjadi menggumpal, lengket dan flavor menjadi kurang
kuat. Sifat flavor ini sangat berpengaruh terhadap cita rasa dan keaslian bawang putih
tersebut (Wati 2008).
Lada atau merica merupakan tanaman rempah-rempah. yang mempunyai
nama Latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan
kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada bersifat sedikit pahit,
pedas, hangat, dan antipiretik. Untuk penyimpanan jangka panjang pada merica,
bentuk bubuk lebih berpotensi gampang hilang aromanya daripada bentuk utuh
(Rukmana 2003).
Royko bubuk merupakan bumbu masakan instan yang terbuat dari rempahrempah yang digunakan untuk penyedap rasa makanan. Penyimpanan royko bubuk
dapat dilakukan dengan cara disimpan pada tempat tertutup atau terbuka sama seperti
bumbu instan nasi goreng yang telah disebutkan diatas.
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir
gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue kering, biskuit, mi, cake,
roti, dan lain-lain. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis,
trigo, yang berarti gandum. Tepung terigu mengandung banyak zat pati yaitu
karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung
protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan
yang terbuat dari bahan terigu (Salam, 2012). Dalam penyimpanan tepung terigu ini
rentan berkutu, berjamur dan berbau apek atau tengik. Jika tanda-tanda tersebut
terjadi pada tepung terigu dapat dikatakan telah terjadi kerusakkan. Namun jika
tepung terigu hanya kutuan masih dapat dipergunakan. Tepung terigu dapan disimpan
pada tempat sejuk dan kering, wadah tertutup, gunakan daun salam, atau gunakan
arang (Paran 2009)
LDPE (Low Density Polyethylene) merupakan jenis platik yang biasa dipakai
untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lunak. Sifat mekanis
jenis platik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak
berlemak, pada suhu dibawah 60 derajat celcius resisten terhadap senyawa kimia,
daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, namun kurang baik untuk gas-gas lain
seperti oksigen. Plastik berbahan LDPE sulit dihancurkan, tetapi baik untuk tempat
makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas
dengan bahan ini. Pembungkusan produk dengan plastik LDPE dapat menurunkan
kecepatan kehilangan air sehingga komoditi tetap berada dalam kondisi normal.
Pengemasan dilakukan dengan pertimbangan paling penting seperti sifat
permeabilitas dari bahan pengemas. Semakin besar ukuran pori atau
permeabilitasnya, maka semakin besar pula laju difusi (gerak molekul) yang
melewati plastik pengemas sehingga sirkulasi udara menjadi lebih besar. Bahan
kemasan dari plastik yang memiliki permeabilitas tinggi adalah LDPE tetapi dalam

penggunaannya sebagai bahan pengemas ikan asin, terasi, bawang merah, bawang
putih, dan jahe karena komoditas tersebut memiliki bau yang menyengat dan akan
mengkontaminasi bahan lain apabila disimpan dalam keadaan dicampur dengan
bahan jenis lain. LDPE juga kurang cocok jika digunakan dalam kondisi tertutup
rapat (Wirartakusumah 2012).
Semua respon yang ditunjukkan dalam hasil praktikum kali ini menunjukkan
bahwa LDPE tidak mampu melindungi dari kontaminasi antar produk, dikarenakan
kemampuan dalam menahan transfer gas pada keduanya terbatas. Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan pada produk campuran didapatkan hasil sebagai berikut.
Hasil pengamatan 1 yaitu susu bubuk, bubuk kayu manis dan teh serbuk. Hasil yang
didapatkan terjadi perubahan bau pada susu bubuk dan teh serbuk, perubahan bau ini
diakibatkan terkontaminasi oleh aroma serbuk kayu manis. Sedangkan
pada bubuk kayu manis baunya tidak terjadi perubahan bau. Hal ini terjadi
karena kayu manis yang termasuk kedalam golongan rempahrempah. Golongan rempah-rempah umumnya memiliki aroma yang
khas dan cukup menyengat (Rukmana 2004). Selain itu produk
yang berbentuk serbuk pada dasarnya memiliki sifat higroskopis
yaitu dapat menyerap air dari dalam udara sehingga mudah
terkontaminasi bau yang dibawa oleh udara.
Hasil pengamatan kelompok 2 yaitu kopi, terasi, dan mie kering yang
disimpan tercampur dihasilkan data bahwa terjadi perubahan pada parameter bau dan
rasa. Kopi, terasi, dan mie kering mengalami perubahan bau yang sangat signifikan
tercampur dengan terasi karena kopi dan terasi memiliki aroma yang kuat yang
saling mempengaruhi. Warna pada terasi mengalami sedikit perubahan dari pada
sebelumnya karena dipengaruhi efek paparan cahaya matahari.
Sedangkan pada kopi dan mie tidak mengalami perubahan warna.
Hasil pengamatan kelompok 3 yaitu mie kering, teh, dan bumbu nasi goreng
yang dicampurkan. Produk ini mengalami perubahan bau pada mie kering dan teh
karena bau bumbu nasi goreng yang sangat menyengat. Hal ini menyebabkan aroma
asli dari mie kering dan teh sedikit hilang dan tertutupi oleh aroma bumbu nasi
goreng. Warna pada ketiga produk tidak mengalami perubahan. Parameter
selanjutnya yaitu rasa. Rasa pada mie kering berubah menjadi sedikit terasa seperti
bumbu nasi goreng, Hal ini terjadi karena mie tidak memiliki aroma dan
rasa sehingga mudah terkontaminasi oleh aroma dan rasa produk
dengan aroma dan rasa yang lebih kuat.
Hasil pengamatan kelompok 4 produk yang dicampur yaitu biskuit, bawang
putih bubuk, dan terasi. Pengamatan ini dihasilkan bahwa bau dari bawang putih dan
biskuit mulai menghilang karena bau dari terasi yang sangat menyengat, sedangkan

terasi sama seperti awal pengamatan. Parameter selanjutnya yaitu warna, yang pada
ketiga produk menagalami perubahan warna. Bawang putih dan biscuit mengalami
warna yang menjadi sedikit berubah menjadi kecoklatan, sedangkan pada terasi
warna menjadi sedikit memudar. Menurut literatur yaitu menurut SNI (2009), terasi
memiliki bau yang spesifik jenis (ikan atau udang) yang dihancurkan dan
difermentasi melalui proses anaerobik sehingga terasi memberikan citarasa yang
khas dan aroma yang semakin kuat. Namun, jenis pengemasan dari terasi
mempengaruhi penyebaran aroma terhadap produk dan komoditi yang lain. Oleh
karena itu, terasi yang disimpan dengan produk dan komoditas lain akan mengalami
perubahan terutama pada aroma dan rasa. Pada hasil pengamatan yang menunjukan
bahwa putih masih masih terpengaruh kuat oleh pengaruh terasi karena bau terasi
sangat kuat dan bahan baku terasi yang masih kuat. Bubuk bawang putih banyak
digunakan untuk membumbui berbagai produk sosis kering Eropa, salami dan lainlain. Penggunaan yang tepat dalam produk ini akan menghasilkan flavor unik yang
berbeda namun tidak terlalu kuat. Bentuk bubuk sebenarnya bukan bentuk yang ideal
sebagai bahan flavor karena banyaknya komponen aromatik ringan yang hilang
selama proses dehidrasi (Santoso 1991).
Hasil pengamatan kelompok 5 menunjukkan bahwa mie, kopi, dan merica
tidak terlalu saling mempengaruhi satu sama lain. Warna dan rasa pada mie, kopi,
dan merica tidak terdapat perubahan, tetapi aroma pada kopi dan merica mengalami
perubahan yang sangat drastis. Pada kelompok 6 menunjukkan bahwa bumbu nasi
goreng instan, royko bubuk, dan tepung terigu mempengaruhi satu sama lain pada
aroma. Bumbu nasi goreng dan royko bubuk mengalami perubahan aroma sedikit,
sedangkan tepung terigu mengalami perubahan. Pada rasa yang mengalami
perubahan hanya tepung terigu.
Hasil pengamatan yang telah dilakukan memberikan informasi bahwa, pada
proses penyimpanan campuran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain
jenis, bau masing-masing, warna masing-masing, rasa, bahan baku, dan lingkungan
penyimpanan komoditi atau produk. Beberapa komoditi atau produk tidak bisa
disimpan secara bersamaan dalam satu ruang. Hal ini dikarenakan dapat
menimbulkan efek kontaminan dari dan ke komoditi atau produk yang bersangkutan
baik secara rasa, bau, warna, atau bahkan tekstur. Tetapi, ada beberapa komoditi atau
produk yang tahan tehadap efek kontaminan komoditi lain dalam penyimpanan
campuran. Komoditi atau produk tersebut biasanya bertekstur keras, padat, dan tidak
mengandung banyak air (Kartika 1988).
Komoditas yang bisa disimpan pada tempat yang sama adalah jenis komoditas
yang sama klimakterik ataupun nonklimakterik. Komoditas yang menghasilkan banyak
etilen tidak boleh disimpan dengan komoditas yang sensitif dengan etilen. Dua jenis
komoditas yang menghasilkan etilen dan tidak sensitif terhadap etilen bisa disimpan dalam

satu wadah seperti apel dan semangka. Kedua jenis komoditas tersebut bisa disimpan pada
tempat yang sama karena keduanya tidak peka terhadap etilen sehingga tidak memengaruhi
tingkat respirasi. Komoditas lain seperti alpukat dan tomat justru tidak boleh disimpan dalam
tempat yang sama. Hal tersebut karena tomat akan mengalami percepatan kematangan
karena efek etilen yang dikeluarkan alpukat. Alpukat sendiri tidak terlalu terpengaruh etilen
yang diproduksinya karena alpukat termasuk jenis komoditas yang tidak peka terhadap
etilen.
Secara umum, komoditas klimakterik tidak boleh disimpan dalam satu tempat
dengan komoditas yang menghasilkan etilen tinggi. Sebaliknya, komoditas nonklimakterik
boleh disimpan dalam satu tempat dengan jenis komoditas yang menghasilkan etilen tinggi.
Hal tersebut karena tidak adanya kesensitifan komoditas nonklimaterik terhadap etilen
sehingga respirasi dalam tubuhnya tidak terpengaruh. Contoh bebuahan nonklimakterik yaitu
terong belanda (Julianti 2010). Tidak terjadi masalah bila terong belanda disimpan dalam
tempat yang sama dengan buah penghasil etilen tinggi seperti mangga. Hal tersebut
dikarenakan terong belanda tidak sensitif terhadap etilen yang dikeluarkan oleh mangga
sehingga tidak terjadi percepatan respirasi pada terong belanda.

PENUTUP
Simpulan
Penyimpanan campuran merupakan penyimpanan berbagai macam produk
yang memiliki sifat berbeda-beda. Hal tersebut memungkinkan terjadinya
kontaminasi antar produk sehingga pengelompokan produk perlu dilakukan.
Kontaminasi dapat berupa perubahan warna, aroma, maupun rasa dari produk.
Simpulan dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara umum untuk bahan
kering dan tidak berbau menyengat tidak akan menimbulkan efek kontaminasi
seperti pada kelompok bahan mie instan, gula, dan keripik nangka. Bahan cair
dengan aroma menyengat seperti susu dan kopi dapat mengkontaminasi aroma
produk lain terutama untuk produk dengan sifat kering dengan aroma tidak
menyengat seperti tepung. Berbeda dengan tepung, zat aditif pada produk seperti
susu bubuk dan biskuit dapat mengkontaminasi rasa dari produk lain. Rasa alami dan
aroma suatu produk seperti rempah-rempah (merica) yang sangat kuat juga dapat
mempengaruhi rasa dan aroma produk lain. kontaminasi terhadap aroma produk
lebih mendominasi dari pada kontaminasi rasa, dan kontaminasi terhadap warna
produk sangat jarang terjadi. Demikian, produk dengan aroma dan rasa yang kuat
mampu mengkontaminasi produk lain dan harus disimpan tersendiri dengan kemasan
yang baik, sedangkan produk dengan aroma dan rasa yang rendah dapat disimpan
bersama namun tetap dengan pertimbangan tertentu seperti zat aditif pada produk.
Saran
Sebaiknya pelaksanaan praktikum dilakukan lebih serius lagi agar seluruh
praktikan dapat memahami materi penyimpanan komoditi dan produk campuran ini.
Sebaiknya, dilakukan metode lain untuk melakukan pengamatan produk campuran
ini agar data yang dihasilkan lebih lengkap, terperinci, dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Apriadji. 2008. Menu 2 Minggu Bekal Kantor. Jakarta : Gramedia Pustaka

Heath HB. 1981. Source Book of Flavor. The AVI Publishing Company, Inc.
Westport.
Indriati, N., Tazwir dan E. s. Heruwati. 1991. Penyebab Kerusakan Pada Iakan Asin
Pengencer dan Grosir di Jakarta. Jurnal Penelitian Pascapanen Perikanan.
71 : 49-55.
Julianti, Elisa. "Pengaruh Tingkat Kematangan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Buah
Terong Belanda (Cyphomandra betacea)." Jurnal Hortikultura Indonesia 2.1 (2012).

Kartika. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta(ID): UGM Press.
Katz E E dan Labuza T P. 1981. Effect of Water Activity on the Sensory Cripnessand
Mechanical Deformation of Snack Food Product. Dalam: J. Food. Sci 46:403.
Matz S. 1978. Cookies And Cracker Technology. United States Of America (US) :
The Avi Publishing Company.
Paran. 2009. 100+ Tips Antigagal Bikin Roti, Cake, Pastry, dan Kue Kering. Jakarta :
Penerbit PT Kawan Pustaka.
Rukmana. R. 2003. Usaha Tani Lada Perdu. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

Rukmana R. 2004. Tanaman Rempah dan Obat. Jakarta [ID]:


Penerbit Kanisius.
Santoso H. B. 1991. Bawang Putih. Yogjakarta (ID): Penerbit Kanisius.
Standar Nasional Indonesia. SNI. 2009. Terasi Udang. SNI 2716.1-2009
Wati. 2008. Mempelajari Pengaruh Varietas, Penyimpanan dan Persiapan Bawang
Putih Terhadap Rasa dan Aroma Bawang pada Produk Kacang Salut.
[skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor.