Anda di halaman 1dari 21

Proses Industri Kimia II

Ethylen Diklorida
Penyaji Oleh :
PUTRI INGGIT ISTIQOMAH

4 KF
061330401064

INDUSTRI KIMIA DARI SENYAWA C2


INDUSTRI ETILEN DIKLORIDA

Etilen diklorida atau 1,2-dichloroethan di masa lalu lebih


dikenal dengan nama Dutch Oil. Zat ini pertama kali berhasil
disintesa oleh ilmuwan-ilmuwan Belanda, yaitu dari gas etilen dan
gas klorin di akhir abad ke-18. Etilen merupakan bahan baku yang
digunakan hampir semua proses produksi vinil klorida di dunia.
Proses produksi vinil klorida yang dipraktekkan secara
komersial, saat ini merupakan kombinasi seimbang dari dua jenis
proses untuk menghasilkan etilen diklorida yang merupakan
produk-antaran dalam proses produksi vinil klorida. Etilen
diklorida juga digunakan sebagai zat-antara dalam proses
pembuatan berbagai zat-zat organic.

Klasifikasi Proses
Proses pembuatan Etilen Diklorida dapat dibedakan menjadi 3
(tiga) proses, yaitu:
1. Reaksi dari klorine dengan ethylene dalam fase gas atau cairan.
2. Melalui produk dari kloronisasi langsung dari ethane untuk ethyl
klorida.
3. Melalui produk dari kloronisasi hidrokarbon.

Reaksi Kimia
A. Reaksi Utama

CH2 = CH2 + Cl2 ClCH2 .CH2Cl


B. Reaksi Sampingan
C2H4 + H2 C2H6
C2H6 + CH4 + 3Cl2 C3H6Cl2 + 4 HCl
H2 + Cl2 2HCl
2NaOH + 2HCL 2NaCl + 2H2O

Kegunaan
Ethylene dichloride ini digunakan sebagai :

Bahan baku pembuatan vinyl chloride


monomer (VCM) yang mana selanjutnya VCM
tersebut diubah menjadi poly vinyl chloride
(PVC) yang dikenal sebagai bahan baku plastik.
Pelarut pada industri tekstil, karet, tinta, dan
cat
Pengolahan lemak binatang
Pelarut untuk mengekstraksi minyak dari bijibijian, vitamin dari minyak ikan dan nikotin
dari tembakau.

Sifat fisik dan kimia bahan


baku
Etilen
Sifat Fisika
Rumus Molekul

: C2H4

Berat Molekul
: 28,05 gr/mol
Titik didih pada 1 atm
: -103,9 0 C
Titik lebur pada 1 atm
: -169,1 0 C
Suhu Kritis
: 9,9 0 C
Tekanan Kritis
: 50,5 atm
Density
: 0,5684 kg/l
Viskositas Cairan
: 0,715 cp
Panas laten penguapan
: 113,39 kcal/g
Panas laten peleburan
: 28,547 kcal/g
Panas Pembakaran
: 12.123,70 kcal/g
Konduktivitas Thermal : 0,011 Btu/Jft 2 F

Sifat Kimia

Polimerisasi

Etilen dapat dipolimerisasikan dengan cara memutuskan ikatan


rangkapnya dan bergabung dengan molekul etilen yang
membentuk molekul yang lebih besar pada tekanan dan
temperatur tertentu.
Reaksi :
N (CH2=CH2) (-CH2-CH2-)n
Oksidasi
Etilen dapat dioksidasi sehingga akan menghasilkan senyawasenyawa etilen oksida, etilendioksida, etilen glikol.
Reaksi :
CH2= CH2 + O2 C2H4O
Etilen dapat juga dioksidasi oleh asam asetat dan oksigen
menghasilkan vinil asetat dengan katalis Palasium, AluminaSilika pada temperatur 175 200 oC dan tekanan 0,4 1 Mpa.
Reaksi :
CH2= CH2 + CH3COOH + O2 H2C=CHOCOCH3 + H2O

Alkilasi
Etilen

dapat dialkilasi dengan katalis tertentu, misalnya alkilasi fiedel-craft,


mereaksikan etilen dengan benzena untuk menghasilkan produk etilbenzen dengan
katalis AlCl3 pada suhu 400oC.
Reaksi :
CH2= CH2 +C6H6 C6H5C2H5
Klorinasi
Etilen dapat diklorinasi oleh klorine menjadi dikloro etan dan dengan klorinasi
lanjutan akan terbentuk trikloroetan.
Reaksi :
CH2= CH2 + Cl2 ClCH2CH2Cl
ClCH2CH2Cl + Cl2 CH2ClCHCl2 + HCl
Oligomerisasi
Etilen dapat dioligomerisasi, misalnya menjadi Linear Alfa Olefini (LAO), C 10 C14
dengan rantai lurus dan alifatik alkohol. Reaksi dijalankan pada suhu 80 120 oC
dengan tekanan 20 Mpa.
Reaksi :
Al(C2H5)3 + n C2H4 AlR1R2R3
Hidrogenasi
Etilen dapat dihidrogenisasi secara langsung dengan katalis nikel pada suhu 300 oC.
Reaksi :
C2 H 4 + H 2 C2 H 6
Atau direaksikan dengan katalis Platina pada suhu kamar.

Adisi
Etilen klorohidrin terbentuk melalui reaksi

adisi antara etilen dengan asam hipoklorit


pada suhu 20 30oC dan tekanan 2,5 atm.
Reaksi :
HOCl + C2H4 CH2OHCH2Cl
Memiliki kelarutan yang tinggi pada air ( 3.5

mg/100g H2O, 17 0C)

Klorin
Sifat Fisika

Rumus Molekul

: Cl2

Berat Molekul

: 71 gr/ml

Titik didih
Titik cair

: -34,6 0C
: 15 0C pada 5,7 atm

Titik leleh

: -101,6 0C

Kelarutan dalam air

: 1 volume air dari 10C

Tingkat absorbsi

: 2,7 volume gas Cl2

Merupakan oksidator kuat


Berwarna kuning agak kehijauan dan berbau khas dan menusuk

Sifat Kimia
Toksisitas

: pada 0,35-2 ppm merupakan konsentrasi maksimum.

Klorin memiliki tujuh elekton pada kulit terluar pada klorin, sehingga sifat

klorin tidak stabil dan sangat reaktif agar klorin bisa mendapatkan stuktur
seperti gas mulia.
Klorin

bersifat oksidator. Hal ini terlihat dari kemampuannya untuk


mengoksidasi atom-atom besi dan mangan.

Klorin dapat membantu reaksi pembakaran dengan menghasilkan panas

dan cahaya.
Dalam air laut maupun sungai, klorin akan terhidrolisis membentuk asam

NaOH

Sifat Fisik
Rumus molekul : NaOH
Massa molar : 39,9971 g/mol
Penampilan zat : padatan putih
Densitas : 2,1 g/cm, padat
Titik leleh : 318C (591 K)
Titik didih : 1390C (1663 K)
Kelarutan dalam air : 111 g/100 ml (20C)
Kebasaan : (pKb) -2,43

Sifat Kimia
Senyawa ini sangat mudah terionisasi membentuk ion

natrium dan hidroksida.


Bila dibiarkan di udara akan cepat menyerap karbondioksida
dan lembab
NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air

Metana
Sifat Fisik
Rumus Molekul : CH4
Berat Molekul: 16 gr/mol
Specific gravity : 0,415 (-164C)
Titik didih pada 1 atm: -161,4C
Titik lebur pada 1 atm
: -182,6C
Suhu kritis : -82,4C
Volume kritis : 99 cc/gmol
Sifat Kimia
Oksidasi
Bereaksi dengan oksigen membentuk CO 2 dan H2O.
Reaksi : (Contoh : Pembakaran Metana)
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
Dalam keadaan oksigen minim terjadi reaksi tidak
sempurna :
CH4 + 3/2 O2 CO + 2H2O

Hidrogen

Sifat Fisik
Fasa (suhu dan tekanan ruang) : Gas
Berat molekul (kg/mol) : 2,02 kg/mol
Titik didih @ 1 atm : -252,7 oC
Titik leleh @ 1 atm : -259,1 oC
Suhu kritis
: -239,9 oC
Tekanan kritis
: 12,8 atm
Density kritis
: 0,031 gr/ml
Density
: 0,0352 gr/ml
Viskositas
: 0,013 Cp
Specific panas : 19,7 g/mol oK

Sifat kimia
Reaksi hidrogen dengan halogen membentuk asam
hidrohalogenida
H2 + X2 2HX
Reaksi hidrogen dengan oksigen membentuk air
H2 + O2 H2O
Reaksi hidrogen dengan karbon membentuk methane
2H2 + C CH4
Reaksi hidrogen dengan nitrogen membentuk ammonia
3H2 + N2 2NH3
Reaksi hidrogen dengan logam membentuk logam hibrida
H2 + M MH2
Reaksi hidrogen dengan oksida logam membentuk logam dan air
H2 + MO M + H2O
Reaksi hidrogenasi ikatan tak jenuh
RCH=CHR + H2 RCH2CH2R

Etana
Sifat Fisik
Tidak larut dalam air, dan larut dalam pelarut

non polar misalnya CCl4


Sifat kimia
Pembakaran sempurna menghasilkan CO2,
H2O dan energy.
Alkana dapat mengalami reaksi
subtitusi/pengganti dengan halogen.

Sifat Fisik dan Sifat Kimia


Produk
Produk Utama

Ethylene Diklorida (C2H4Cl2)

Sifat Fisika
Berat Molekul

: 98,97 gr/mL

Titik didih

: 83,7 0C

Titik leleh

: -35,3 0C

Titik Nyala

: 15,5 0C

Temperatur nyala

: 412 0C

Densitas

: 1,257 g/mL ( T=20 0C)

Sifat Kimia
Eksploitasi Limit :
Persentase terendah
Persentase tertinggi

: 6,2%
: 15,9 %

Batas Maksimum Toksisitas : 75-100 ppm

Produk Samping
Asam Klorida (HCl)
Sifat Fisika
Rumus molekul : HCl
Massa molar : 36,46g/mol
Penampilan : Cairan tak berwarna sampai
dengan kuning pucat
Densitas :1,18 g/cm3 (variable)
Titik leleh : 27,32C (247K)
Titik didih : 110C (383 K)
Kelarutan dalam air : Tercampur penuh
Keasaman : (pKa) 8,0
Viskositas : 1,9 mPas pada 25C

Sifat Kimia
Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa
ia dapat berdisosiasi melepaskan satu H + hanya sekali.
HCl + H2O H3O+ + Cl
Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl . Asam klorida oleh
karenanya dapat digunakan untuk membuat garam klorida.
Asam monoprotik memiliki satu tetapan disosiasi asam, Ka, yang
mengindikasikan tingkat disosiasi zat tersebut dalam air.

Dari tujuh asam mineral kuat dalam kimia, asam klorida merupakan
asam monoprotik yang paling sulit menjalani reaksi redoks. Ia juga
merupakan asam kuat yang paling tidak berbahaya untuk ditangani
dibandingkan dengan asam kuat lainnya. Asam klorida dalam
konsentrasi menengah cukup stabil untuk disimpan dan terus
mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam
klorida merupakan reagen pengasam yang sangat baik.
Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk
menentukan jumlah basa.

Propylene cloride
Sifat Fisika
Rumus Molekul : C3H6Cl2
Berat Molekul: 112,99 gr/mL
Titik didih : 95-96 0C
Titik leleh : -100 0C
Spgr : 1,156

Sifat Kimia
Reaksi pembentukannya adalah :
Reaksi Substitusi
CH3CH2 - CH3 + Cl2

CH2ClCH2CH2Cl
Reaksi Adisi (reaksi penjenuhan)
CH2 = CH2 = CH2 + Cl2
CH2ClCH2 - CH2Cl

Diagram alir

2.2.8. Fungsi Alat


Reaktor
: Alat yang digunakan sebagai tempat reaksi antara etilene
dan klorin untuk membentuk etilen diklorida.
Reaktor Heat Control Loop : Alat pertukaran panas untuk menjaga pada
temperature 45-500 c dan 1,5-2 atm
Kondenser : Tempat mendinginkan zat yang melaluinya serta melakukan
pemisahan antara fase gas dan cair.
Refrigerator : Alat yang digunakan untuk mendinginkan bahan yang berfase
gas hingga terpisah anatara fase gas dan fase cair.
Scrubber
: Alat yang digunakan untuk menetralkan sifat asam HCl
Acid wash : Alat pencuci yang digunakan untuk memisahkan asam dari
campurannya dengan larutan pencuci NaOH 6-8%.
Separator : Memisahkan produk dengan NaCl dan H2O
Cooler
: Mendinginkan zat yang keluar dari bagian bawah reaktor
Destilator : Alat yang digunakan untuk memisahkan etilen klorida dari
komponen lainnya dengan perbedaan titik didih.

2.2.5. Data Kuantitatif


Basis : 1 ton C2H4Cl2 (95% yield)
Etilen
0.30 ton
Klorin
0.75 ton
Etilen dibromida katalis
secukupnya
Air pendingin
48 ton
Co-produk : HCl,propilen klorida, polyshloroethanes
Kapasitas Produksi 30-150 ton/hari