Anda di halaman 1dari 2

21

BAB V
PEMBAHASAN
Percobaan Heat Conduction atau panas konduksi ini bertujuan untuk
mempelajari tentang bagaimana suatu panas dapat berpindah dari suatu titik
menuju titik lainnya melalui suatu media penghantar yang berupa material logam.
Perpindahan panas dari suatu material ke material lain (dari suatu titik ke titik
yang lain dalam satu material atau pada material yang berbeda) ini terjadi secara
konduksi, artinya panas berpindah dari material yang satu ke material yang
lainnya melalui suatu bahan konduktor di mana tidak terjadi perpindahan massa
atau perpindahan dari materi itu sendiri. Jadi panas yang merambat melalui media
menyebabkan pergerakan molekul-molekul logam yang semakin cepat

dan

menimbulkan benturan-benturan sehingga terjadilah perpindahan panas tersebut.


Percobaan panas konduksi ini dilakukan dengan dua cara yaitu secara
linier dan radial. Pada percobaan secara linier panas akan merambat dalam arah
linier sepanjang media penghantar dalam hal ini adalah logam kuningan dan
stainless steel. Mula-mula panas akan merambat pada sisi muka logam penghantar
dan terus melalui badan logam hingga panasnya ditransferkan ke media yang lebih
dingin dalam hal ini adalah air yang dipompakan melalui suatu pompa.
Dengan demikian nilai panas yang dikandung oleh media logam
penghantar akan berbeda-beda besarnya sepanjang arah linier logam. Hal ini
dikarenakan panas yang ditransfer akan bergerak merambati media penghantar
sepanjang penampang penghantar tersebut dan semakin jauh jarak yang ditempuh
maka nilai panas yang terbawa akan semakin berkurang karena panas yang
terbawa telah ditransferkan pada titik terdahulu yang telah dilewati
Sedangkan percobaan secara radial dilakukan dengan tujuan untuk melihat
seberapa besar atau seberapa banyak panas dapat dipindahkan secara konduksi
bila dibandingkan dengan system yang menggunakan cara linier (garis lurus).
Pada sistem ini panas akan dipindahkan pada arah radial (melalui jari-jari media
yang berbentuk seperti cakram).
Besarnya panas yang dapat dipindahkan oleh suatu bahan tergantung pada

22

banyak faktor diantaranya panjang media penghantar, luas penampang, hambatan


dari bahan tersebut, dan tentunya adalah jenis bahan itu sendiri. Pada umumnya
semua jenis logam merupakan penghantar yang baik. Jenis logam yang paling
umum digunakan orang adalah tembaga dan alumunium.
Pada percobaan secara linier kita mengetahui profil temperatur secara
linier sehingga kita bisa menghitung laju panas perpindahan panas. Harga T 1 lebih
besar dari harga T2, harga T2 lebih besar dari harga T3, harga T3 lebih besar dari
harga T4, dan begitulah seterusnya sampai dengan T9, begitu juga untuk radial hal
ini disebabkan oleh adanya aliran panas dari stavolt (T1, T2, T3) ke daerah
pendingin (T7, T8, T9) melalui material logam (T4, T5, T6) sehingga panas akan
diberikan terlebih dahulu kepada sisi terdekat dari heater yaitu dengan urutan T1 >
T2 > T3 .T8 > T9. Temperatur pada T9 merupakan titik yang paling dingin karena
paling jauh dari sumber panas dan paling dekat dengan air pendingin.
Harga Q dihitung pada tiap beda temperatur yang didapat dari percobaan.
Ternyata harga Q yang didapat dari perhitungan lebih besar dari harga Q yang
disupply. Hal ini disebabkan oleh pembacaan temperatur pada saat harga Q pada
wattmeter belum cukup stabil dan juga laju panas selalu tak menentu atau selalu
berubah-ubah. Juga adanya pengaruh dari jenis bahan dan ketebalan bahan yang
dipakai.
Percobaan ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan
luas penampang, tebal penampang dan jenis bahan terhadap profil temperatur
sepanjang konduktor panas. Ternyata semua hal diatas memberi pengaruh yang
besar dari perhitungan laju perpindahan panas, dimana pada teori luas penampang
tidak mempengaruhi hasil perhitungan laju perpindahan panas. Terjadinya
perbedaan ini disebabkan oleh laju alir Q supply yang selalu berubah-ubah
maupun galat yang disebabkan oleh alat sehingga pembacaan temperatur menjadi
sulit.