Anda di halaman 1dari 5

TEORI KONSTITUSI (3)

(KONSTITUSIONALISME)

Oleh:

DR. Nimatul Huda, SH, Mhum.

Bahan Kuliah Program Pascasarjana FH UNS 2012

KONSTITUSIONALISME

Menurut Carl J. Friedrich konstitusionalisme ialah:


Gagasan

bahwa

pemerintah

merupakan

suatu

kumpulan

kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat,


tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan
akan

menjamin

pemerintahan

itu

bahwa
tidak

kekuasaan

yang

disalahgunakan

mendapat tugas untuk memerintah.

diperlukan
oleh

mereka

untuk
yang

ESENSI KONSTITUSIONALISME

Pertama , ialah konsep negara hukum (atau di negeri-negeri


yang terpengaruh oleh sistem hukum Anglo Saxon disebut rule

of law ) yang menyatakan bahwa

kewibawaan hukum secara

universal

negara,

dengan

mengatasi
itu

hukum

kekuasaan
akan

mengontrol

dan

sehubungan

politik

(dan

tidak

sebaliknya).

Kedua , ialah konsep hak-hak sipil warga negara dijamin oleh


konstitusi

dan

kekuasaan

negara

pun

akan

dibatasi

oleh

konstitusi, dan kekuasaan itu pun hanya mungkin memperoleh


legitimasinya dari konstitusi saja.

KONSENSUS MENJAMIN TEGAKNYA


KONSTITUSIONALISME
Ada tiga elemen kesepakatan (consensus), yaitu:
1)

Kesepakatan

tentang

tujuan

atau

cita-cita

bersama

( the

general goals of society or general acceptance of the same


philosophy of government ).
2)

Kesepakatan
pemerintahan

tentang
atau

the

rule

of

law

penyelenggaraan

sebagai

landasan

( the

basis of

negara

government ).
3)

Kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedurprosedur

ketatanegaraan

procedures ).

( the

form

of

institutitons

and

lANJUTAN

Kesepakatan pertama, untuk menjamin kebersamaan dalam


kerangka kehidupan bernegara, diperlukan perumusan tentang
tujuan-tujuan atau cita-cita bersama yang biasa juga disebut
sebagai falsafah kenegaraan atau staatsidee (cita negara)
yang berfungsi sebagai filosofische grondslag dan common

platforms atau kalimatun sawa di antara sesama warga


masyarakat dalam konteks bernegara.

Kesepakatan

kedua,

adalah

kesepakatan

bahwa

basis

pemerintahan didasarkan atas aturan hukum dan konstitusi.

Kesepakatan ketiga, adalah berkenaan dengan (a) bangunan


organ

negara

dan

prosedur-prosedur

yang

mengatur

kekuasaannya, (b) hubungan-hubungan antar organ negara itu


satu sama lain, serta (c) hubungan antara organ-organ negara
itu dengan warga negara.

Anda mungkin juga menyukai