Anda di halaman 1dari 7

1.

Hepatitis B
n
o
1.

Nama
Imunisasi
BCG

Cara Pemberian

Dosis

Efek Samping

Kontra Indikasi

Sebelum
disuntikkan vaksin
BCG harus dilarutkan
terlebih dahulu
dengan menggunakan
alat suntik steril (ADS
5 ml).
Disuntikkan
intrakutan di daerah
lengan kanan atas
(insertio musculus
deltoideus), dengan
menggunakan ADS
0,05 ml

0,05 ml
untuk bayi
kurang
dari 1
tahun dan
0,1 ml
untuk
anak (>1
tahun)

3 minggu
setelah
penyuntikan,
akan terbentuk
luka pada
tempat
penyuntikan dan
akan sembuh
dalam 2-3
bulan dengan
meninggalkan
jaringan parut
berdiameter 48mm.
Menandakan
sudah pernah di
vaksin BCG dan
vaksin berhasil.
Vaksin BCG tidak
menjamin 100%
terlindung dari
TBC, namun
dapat terhindar
dari TBC yang
berat seperti
TBC millier.

Adanya
penyakit kulit
yang
berat/menahu
n seperti :
eksim,
furunkulosis
dan
sebagainya.

diberikan pada umur


sebelum 3 bulan.
namun dianjurkan
pemberian imunisasi
BCG pada umur antara
0-12 bulan.

Hepatitis

Vaksin disuntikkan

Pembesaran
limfe di daerah
leher atau
ketiak. Tidak
perlu
pengobatan.
Sangat jarang
terjadi.
Pada umumnya

Mereka yang
sedang
menderita
TBC.

Hipersensitif

B PID
(Prefill
Injection
Device)

dengan 1 (buah) HB
PID, pemberian
suntikan secara intra
muskuler, sebaiknya
pada anterolateral
paha.
Pemberian sebanyak 1
dosis
Dosis diberikan pada
usia 0-7 hari
Imunisasi Hepatitis B-1
diberikan dalam kurun
waktu 12 jam setelah
lahir
Imunisasi Hepatitis B-2
diberikan setelah 4
minggu dari imunisasi
hepatitis B-1, saat bayi
berumur 1 bulan.
Interval imunisasi
hepatitis B-2 dengan
hepatitis B-3 minimal
2 bulan, terbaik 5
bulan.
Imunisasi hepatitis B-3
diberikan pada umur
3-6 bulan
usia 5 tahun anak
belum pernah
memperoleh imunisasi
hepatitis B,
secepatnya diberikan
imunisasi hepatitis B
dengan jadwal 3 kali
pemberian.

terjadi reaksi
lokal yang
ringan dan
sementara,
seperti nyeri
pada tempat
suntikan.Kadang
-kadang dapat
terjadi demam
selama 1-2 hari
setelah
penyuntikan.

terhadap
komponen
vaksin.
Seperti vaksin
lain, vaksin ini
tidak boleh
diberikan pada
penderita
infeksi berat
yang disertai
kejang

Polio

OPV = Diberikan
secara oral (melaalui
mulut)

1 dosis
adalah 2
(dua) tetes
sebanyak
Setiap membuka vial
4 kali
baru harus
(dosis)
menggunakan penetes pemberian
(dropper) yang baru.
, dengan
interval
setiap
Untuk
dosis
imunisasi
minimal 4
dasar
minggu
(polio-2, 3,
4) diberikan
pada umur
2,4, dan 6
bulan,
interval
antara dua
imunisasi
tidak
kurang dari
4 minggu.
OPV
diberikan 2
tetes peroral.
IPV dalam
kemasan
0,5 ml,
intramuscul
ar. Vaksin
IPV dapat
diberikan
tersendiri
atau dalam

Pada umumnya
tidak
memberikan
dampak.
Namun pada
sebagian kecil
anak yang
menerima
vaksin polio,
dapat
mengalami
pusing, diare
ringan dan nyeri
otot.

Pada individu
yang
menderita
immune
deficiency.
Tidak ada efek
yang
berbahaya
yang timbul
akibat
pemberian
polio pada
anak yang
sedang sakit.
Namun jika
ada keraguan,
misalnya
sedang
menderita
diare maka
dosis ulangan
dapat
diberikan
setelah
sembuh

kemasan
kombinasi
(DPT/IPV).
4

DPT

Campak

Pemberian dengan
cara intramuscular

Dosis DPT
adalah 0,5
ml, ( untuk
DPT primer diberikan 3 imunisasi
kali sejak umur 2
dasar
bulan ( tidak boleh
maupun
diberikan < 6 minggu) ulangan.)
dengan interval 4-8
minggu. Interval
terbaik diberikan 8
DPT-1
minggu, jadi
umur 2
bulan,
DPT- umur
4 bulan
dan DPT-3
umur 6
bulan.

Reaksi lokal
pada tempat
penyuntikan
seperti
kemerahan,
nyeri dan
bengkak.

Sebelum disuntikkan
vaksin campak
terlebih dahulu harus
dilarutkan dengan
pelarut steril yang
telah tersedia yang

Demam. Demam
terjadi 5-6 hari
sesudah
imunisasi dan
berlangsung
selama 2 hari.

Dosis
pemberian
0,5 ml
pada usia
9-11 bulan

Demam ringan
Anak menjadi
gelisah dan
terus menangis
sesudah
disuntik.
Kejang demam.
Sangat jarang,
namun dapat
terjadi
sehubungan
dengan demam
yang muncul.
Kejadian paling
serius yang
dapat terjadi
adalah reaksi
anafilaksis atau
ensefalopati.
Individu yang
mengidap
penyakit
immune
deficiency atau
individu yang

berisi 5 ml cairan
pelarut
disuntikkan secara
subkutan dalam pada
lengan kiri atas.

Demam dapat
mencapai
39,5C.
Ruam / bercak
merah pada
tubuh. Hal ini
dapat timbul
pada hari ke 710 setelah
imunisasi dan
berlangsung
selama 2-4 hari.
Reaksi terberat
yang dapat
terjadi adalah
gangguan pada
fungsi saraf
pusat. Hal ini
timbul 30 hari
setelah
imunisasi.
Reaksi seperti ini
dapat terjadi
namun sangat
jarang.

diduga
menderita
gangguan
respon imun
karena
leukemia,
lymphoma.

Imunisasi tambahan
1 Hib
a. Manfaat
Melindungin tubuh dari virus Haenophilus influenza type B, yang bisa
menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada
katup pita suara dan tabung suara)
b. Waktu pemberian
Pada usia 2, 4, 6, 15 bulan
c. Catatan khusus
Dapat diberikan secara terpisah atau kombinasi
2 Pneumokokus (PCV)
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari bakteri pneumukokus yang bisa menyebabkan
meningitis, pneumonia, dam infeksi telinga.
b. Waktu pemberian

Umur 2, 4, 6 bulan serta 12 15 bulan


c. Catatan khusus
Apabila ibu belum memberikannya hingga usia anak di atas 1 tahun,
PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anak
sudah 2 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali
3 Influenza
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari berbagai jenis virus influenza
b. Waktu pemberian
Setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa
c. Catatan khusus
Untuk usia diatas 2 tahun, vaksin dapat diberikan dalam bentuk
semprotan pada saluran pernapasan
4 MMR (Measles, Mumps, Rubella)
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, rubella (campak jerman).
MMR merupakan pengulangan vaksin campak, ditambah dengan
gondongan dan rubella.
b. Waktu pemberian
Usia 15 bulan dan diulang saat anak berusia 6 tahun
c. Catatan khusus
Bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak pada
usia 9 bulan
5 Tifoid
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan
demam tifoid (tifus)
b. Waktu pemberian
Pada usia di atas 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun
c. Catatan khusus
Terdapat dua jenis, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan pada anak
diatas 6 tahun
6 Hepatitis A
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari virus Hepatitis A yang menyebabkan penyakit
hati
b. Waktu pemberian
Pada usia di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 12 bulan
7 Varisela
a. Manfaat
Melindungi tubuh dari cacar air
b. Waktu pemberian
Pada umur di atas 5 tahun
8 HPV (Humanpapilloma Virus)
a. Manfaat

Melindungi tubuh dari Humanpapilloma virus yang menyebabkan


kanker mulut rahim
b. Waktu pemberian
Pada anak umur diatas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1
2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian
9 Vaksin tetanus
Penyakit tetanus masih terdapat di seluruh dunia, karena
kemungkinan anak mendapatkan luka tetap ada, misalnya terjatuh,
luka tusuk, luka bakar, koreng, gigitan binatang, gigi bolong, radang
telinga. Luka tersebut merupakan pintu masuk kuman tetanus yang
dikenal dengan sebagai Clostridium tetani.
Pemberian imunisasi yaitu pada anak usia di atas 10 tahun serta
suntikan secara berkala setiap 5 tahun.