Anda di halaman 1dari 2

Mengapa kuliah di fakultas yang dipilih?

Saya memilih fakultas Teknik Kimia dengan konsentrasi Teknik Pengendalian


Pencemaran Lingkungan (MTPPL) untuk studi S2 saya karena bagi saya ilmu keteknikan adalah
ilmu yang riil dan nyata. Banyak fenomena alam yang dapat diketahui penyebab dan akibatnya.
Lebih daripada itu dapat dilakukan upaya-upaya penanganan kasus dalam industri sesuai dengan
prinsip-prinsip keteknikan. Harapan saya latarbelakang studi S1 dan S2 saya yang berbeda
namun masih sejalan memberikan warna yang baru bagi pihak lain yang nantinya bekerja sama
dengan saya karena ilmu yang saya miliki lebih luas dan menyeluruh.
Bagi saya memang bukan hal yang mudah mempelajari ilmu teknik kimia yang
merupakan hal baru bagi saya karena studi S1 saya di Jurusan Kimia. Ilmu kimia yang saya
dapatkan di jenjang S1 saya jadikan sebagai pondasi awal untuk menempuh studi di jenjang S2.
Saya memahami sepenuhnya bahwa kedua ilmu ini tidak dapat disamakan ataupun
dibandingkan. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Kemauan dan tekad yang kuat
mendorong saya untuk dapat menyelesaikan studi S2 saya ini tepat waktu.
Apa yang ingin dilakukan dalam waktu 5 tahun setelah menyelesaikan studi S2?
Pengendalian pencemaran lingkungan merupakan prioritas saya. Setelah menyelesaikan
studi S2 saya akan melamar pekerjaan di perusahaan atau industri kimia di bagian instalasi
pengolahan air limbah (IPAL). Setelah diterima saya akan mengecek dan menganalisis sistem
pengolahan limbah yang ada diindustri tersebut. Jika terdapat kesalahan sistem dan atau kinerja
yang dilakukan kurang optimal saya akan berusaha memperbaikinya dengan menerapkan
prinsip-prinsip dan kaidah keilmuan yang sudah saya dapatkan selama menempuh studi. Dalam
kurun waktu 5 tahun tersebut saya juga akan mencoba menggerakkan masyarakat disekitar
lingkungan tempat tinggal saya dan dilokasi lain untuk bersama-sama memiliki kepedulian

terhadap lingkungan sekitar. Sebagai contoh dengan membuat tempat sampah organik dan
anorganik, memilahnya kemudian mengolahnya dan lebih lagi kegiatan yang dilakukan ini dapat
menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga mereka.
Kontribusi apa yang dapat disumbangkan kepada bangsa Indonesia khususnya
masyarakat di daerah asal?
Sebagian manusia beranggapan bahwa kesuksesan terbesar dalam hidup adalah
berbanding lurus dengan pangkat, jabatan, dan harta kekayaan. Bagi saya pribadi kesuksesan
dipandang dari bagaimana orang tersebut memaknai hidup dan bermanfaat bagi orang-orang
disekitar dan bukan dari hal-hal yang besar dan hebat melainkan dari hal-hal yang kecil dan
sederhana. Selama kuliah saya meluangkan sedikit waktu bersama-sama yang lain memerangi
kemiskinan secara intelektual. Bersama suatu komunitas kami hadir dalam masyarakat dengan
bertindak secara lokal untuk memerangi kemiskinan. Minat dan kepeduliaan yang sama telah
mempersatukan kami untuk melibatkan diri pada usaha untuk mengurangi kesenjangan sosial.
Secara konkret mendampingi anak-anak dalam belajar guna meretas kemiskinan intelektual.
Kami juga mencoba menanamkan nilai moral dengan tujuan agar memiliki kualitas hidup yang
lebih baik dan semakin memanusiakan manusia. Melalui kegiatan ini harapan kami sebagai
kaum muda penerus masa depan bangsa juga saya pribadi pada khususnya dapat menjadi motor
penggerak perubahan. Memberikan keteladanan kehidupan yang baik kepada adik-adik
dampingan kami. Kebiasaan dan nilai moral yang coba kami tanamkan boleh mereka tularkan
kepada orang-orang disekeliling mereka nanti sehingga pada waktunya nanti seluruh manusia di
Indonesia boleh berperan pada kemajuan bangsa dan negara Indonesia.