Anda di halaman 1dari 2

1.

Injeksi Suspensi
Suspensi sediaan steril adalah sediaan steril yang mengandung partikel-partikel
yang terdispersi dalam cairan pembawa. Pembawa suspensi parenteral dapat
menggunakan pembawa air ataupun minyak nabati. Penggunaan suspensi parenteral
terbatas pada rute subkutan dan intramuscular. Syarat sediaan injeksi suspensi yaitu:
a. Mengandung <5% zak aktif
b. Ukuran partikel 5-10 m harus dapat melewati jarum suntik dengan mudah
c. Distribusi ukuran sempit, tidak boleh caking pada penyimpanan
d. Steril
e. Bebas pirogen
f. Stabil secara fisik dan kimia selama penyimpanan
Faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan formula sediaan suspensi steril :
a. Ukuran partikel pada rentang yang cukup kecil, agar dapat bercampur dengan
cairan tubuh
b. Pemilihan jenis bahan pensuspensi dihubungkan dengan stabilitas pada proses
sterilisasi serta konsentrasi bahan suspensi yang akan berpengaruh pada viskositas
sediaan
c. Kemampuan redispersibilitas dalam pembawa tergantung dari sifat permukaan
partikel yang terdispersi
a. Suspensi Dalam Minyak
Umum digunakan
Pembawa atau eksipien yang larut harus isotonic
Menggunakan pengental seperti: PVP, PVA HPMC, PEG 300, dextran,
gelatin, Na alginate
Menggunakan surfaktan seperti: tween 80, lechitin, sorbitan ester, cremophor
Menggunakan pengawet: bila diperlukan
Contoh: injeksi Hydrocortison asetat dab injeksi metal prednisolon
b. Suspensi Dalam Minyak
Pelepasan lambat atau depot
Menggunakan pengental, contohnya alumunium mono stearat
Menggunakan minyak yang mudah dimetabolisme (minyak kacang, minyak
wijen)
Persyaratan: bil iodium, bil peroksidasi rendah (farmakope)
Contoh: injeksi penisilin
c. Metode Sterilisasi
Pre-sterilisasi wadah dan peralatan
Serbuk zat aktif disterilkan: oven, gas, radiasi UV/ gamma
Larutkan semua eksipient dalam air dan disterilkan dalam autoklaf

Bahan pengental dikembangkan menggunakan metode yang sesuai dan


disterilkan bersama fase air atau serbuk steril bahan pengental dikembangkan
menggunakan metode yang sesuai
Sediaan akhir suspensi disiapkan secara aseptic
2. Injeksi Rekonstitusi
Injeksi rekonstitusi adalah sediaan parenteral berbentuk serbuk yang dilarutkan
terlebih dahulu kedalam pelarut yang sesuai ketika akan digunakan. Injeksi rekonstitusi
cocok untuk zat aktif mudah terhidrolisis. Injeksi rekonstitusi ada dua jenis yaitu injeksi
rekonsrirusi larutan sejati dan injeksi rekonstitusi suspensi. Cairan yang digunakan untuk
rekonstitusi yaitu WFI, BSWFI, NaCl 0,9% dan pembawa khusus, disertakan dalam
ampul terpisah.
A. Injeksi Rekonstitusi Larutan Sejati
Zat aktif terhidrolisis dan termolabil : (lyophilized)
Zak aktif dan semua eksipient dilarutkan dalam air, kemudian difiltrasi
membran dan dikering bekukan (lyophilisasi). Hasil lyophilisasi lebih
hidrofilik sehingga lebih mudah direkonstitusi dengan pembawa
Zak aktif terhidrolisis dan termolabil : (dry filled powder)
Serbuk disterilisasi dengan cara panas atau radiasi, kemudian diisikan dalam
vial secara aseptic
B. Injeksi Rekonstitusi Suspensi
Dry filled powder
Serbuk zat aktif dapat disterilkan dengan cara filtrasi sebelum dilakukan
kristalisasi, sterilisasi gas (kontaminan residu gas), radiasi
Jarang ditambahkan suspending agent
Untuk mendapatkan efek tiksotropik dapat digunakan suspending agent atau
bahan pengental yang mengembang dengan cepat dalam air
3. Formulasi Injeksi Suspensi Methyl prednisolon Sodium Succinat