Anda di halaman 1dari 10

Tubuh Serangga

Tubuh dibalut kerangka luar yg keras


sehingga bila terjadi pertambahan
ukuran tubuh harus didahului ganti
kulit (ekdisis). Tubuh terdiri dari ruasruas (19-20) yang dibagi menjadi:
1. Kepala (Caput) bisa ditemukan mata,
antena, mulut
2. Torak (dada) terdiri 3 ruas (protorak,
mesotorak, metatorak). Masingmasing ruas dilengkapi sepasang
tungkai/kaki. Pd meso dan metatorak
juga terdapat masing-masing
sepasang sayap

3. Antena satu pasang


4. Kaki/tungkai 3 pasang
5. Abdomen. Dibagian ujung ada ovipositor atau ejakulator
dan embelan lain yg membantu dlm peletakan telur. Pada
sisi samping (lateral) ruas abdomen dilengkapi spirakel,
muara saluran nafas.
Diantara bagian tubuh serangga abdomen yang paling
lembut.
Antena serangga mempunyai banyak bentuk, dpt dijadikan
acuan dlm identifikasi
Alat mulut serangga terbagi menjadi beberapa tipe
disesuaikan dgn cara makan. Cara makan menentukan
bentuk kerusakan yg diakibatkannya (gejala). Gejala
juga diakibatkan respon tanaman akibat racun yg
dihasilkan selama proses makan

Sayap serangga mempunyai tekstur yg keras dan membran.


Sayap depan bermacam-macam bentuk dan teksturnya,
dan dpt dijadikan penciri ordo. Sayap belakang umumnya
membraneus. Pd sayap terdapat venasi. Adanya sayap
menandakan serangga telah memasuki masa dewasa
(imago).
Tungkai serangga ada yg mengalami perubahan bentuk
(modifikasi) disesuaikan dengan kegunaan utk membantu
aktivitas disamping untuk berjalan. Serangga yg kurang
aktif bergerak/ pindah tempat tungkai mengalami reduksi,
ukuran relatif kecil dibandingkan ukuran tubuh

Serangga mempunyai sayap depan


lurus dgn tekstur liat (tegmina).
Tipe mulut menggigit mengunyah,
mempunyai mandibel yg kuat. Daun
yg dimakannya akan robek atau
bolong. Serangga dewasa (imago)
dan serangga muda (nimfa)
mempunyai tipe mulut sama.
Keduanya mempunyai habitat dan
jenis makanan yg sama. Ordo ini yg
banyak tercatat sebagai hama dari
keluarga belalang.
Bentuk antena spt cambuk (setae),
makin keujung diameter mengecil

lanjutan
Belalang aktif pd siang hari shg
bila cahaya matahari kurang
akan istirahat. Ada juga jenis
belalang yg aktif malam hari
Perkembangan atau tahapan
hidup serangga dari telur
sampai dewasa
(metamorfosa) tergolong
paurometabola. Pd
metamorfosa ini bentuk
imago dan nimfa sama,
dibedakan dari segi ukuran
dan pertumbuhan sayap.

Pada jenis yg mempunyai ukuran sayap sampai menutup


abdomen kemampuan terbang sangat baik
Imago mempunyai umur yg relatif lama.
Berbiak dgn cara bertelur. Telur akan diletakan di dalam
tanah, tapi pd belalang sexava telur diselipkan
dibatang/cabang
Beberapa contoh hama tergolong Orthoptera: balalang
kembara, belalang kayu, orong-orong, jangkrik, belalang
sexava

Lebih dikenal bangsa kepik, biasa


menghasilkan bau tak sedap sbg upaya
pertahanan.
Sayap depan disebut hemielitra, sebagian
(dibagian ujung) membran dan di pangkal
berupa elitra (mengeras).
Metamorfosisnya tergolong
paurometabola, sama spt metamorfosis
pada Orthoptera.
Tipe mulut menusuk-mengisap. Mulut disebut
stilet spt jarum dibungkus rostrum,
digunakan menusuk jaringan dan lalu
mengisap cairan tanaman. Umumnya akan
menyerang di jaringan yg msh muda

Akibat serangan terbentuk bercak disekitar tpt


serangan, layu, gugur. Bagian yg diserang pucuk,
tangkai bunga, buah muda, atau ranting.
Telur yg berbentuk spt tong diletakan berjajar
di atas permukaan bagian tanaman
Aktif mulai pagi sampai sore (diurnal),
menghindari sinar matahari yg terik. Siang hari
cenderung bersembunyi. Mempunyai keahlian purapura mati jika diganggu sbg taktik menghindari
musuh
Ketika msh muda cenderung menggerombol,
cara makan dan jenis makanannya sama
dgn imago

Contoh keluarga kepik yg menjadi


hama:
Dasynus piperis (kepik buah
lada); Helopeltis spp. (kepik buah
kakao); Walang sangit
(Leptocoriza oratorius); kepik
hijau (Nezara viridula)