Anda di halaman 1dari 9

INDUSTRI

ALKOHOL

Bahan baku : - Etylen, bahan bergula( tetes tebu, gula tebu, gula bit), Bahan berpati ( gandum,
singkong, jagung dll), biomasa( kayu, daun, ranting kulit kacang dll)
Kegunaan : Bahan baku pembuatan asetaldehid, bahan bakar, minuman, farmasi, antiseptik,
pelarut.
Sifat-sifat:
- Larut sempurna dalam air.
- Bersifat antiseptik
-

Mudah terbakar

- Berbau khas
Proses pembuatan
1. Secara kimia .
2. Secara bioproses.
1. Pembuatan etanol secara kimia
Hidrasi Etylen
Pada tahun 1930 Union Carbide menhidrasi etylene secara tak langsung.
C2H4 + H2SO4
C2H5SO4H + H2O

C2H5SO4H
C2H5OH + H2SO4

Pada tahun 1947, Shell Oil Company menghidrasi etylen secara langsung menggunakan katalis
H3PO4 Charcoal.
C2H4 + H2O

C2H5OH

Cara kimia ini sudah ditinggalkan karena harga etylen lebih mahal dibanding dengan alkohol.

2. Pembuatan Etanol secara bioproses.


Etanol dapat dibuat dari glukosa dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh mikrobia species
Saccharomyces cereviceae.
Reaksi : C6H12O6

2C2H5OH + 2CO2

Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis: sukrosa, pati, lignoselulosa (biomasa). Etanol yang
diperoleh secara bioproses disebut dengan bioetanol.
Konversi beberapa tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat menjadi bioetanol.
Bahan baku

Kandungan gula

Bioetanol hasil

Rasio bahan baku dan etanol

(kg)

( liter)

hasil

( 1000 kg)

-Ubi kayu

250 -300

166,6

6,5 : 1

-Ubi jalar

150 -200

125

8:1

Jagung

600 -700

200

5:1

Sagu

120 -160

90

12 :1

Tetes

500

250

4:1

Bahan baku Pati/ starch.


Pati adalah polimer dari glukosa sehingga kalau diuraikan akan menjadi molekul glukosa. Tahap
pertama pembuatan etanol dari pati adalah menghidrolisis pati. Hidrolisis dapat dilakukan secara
kimia maupun secara enzimatis.
( C6H10O5)n + H2O

n C6H12O6

Hidrolisis pati secara kimiawi dikatalisis oleh asam ( H2SO4/HCl) pada suhu 140 160 oC

Hidrolisis enzimatis dikatalisis enzim a amilase dan enzim glukoamylase . Enzim amylase
atau -D-1,4-glukon-glukano-hidrolase adalah enzim yang dapat memecah ikatan pada bagian
tengah pati sehingga disebut endoamylase. Enzim ini dihasilkan oleh mikroba : Baccilus stearo
thermophilus, Baccilus subtilis, Aspergilus niger, Aspergilus Orizae. Hasil pemecahan adalah DGlukosa, maltosa dan dextrin. Enzim Glukoamilase atau -1,4-glukan glukohidrolase adalah
enzim yang memecah pati dari ujung rantai polimer. Glukoamilase dihasilkan oleh jamur spesies
Aspergilus dan Rhizopus, beberapa khamir dan bakteri. Hidrolisis pati dengan enzim lebih
menguntungkan karena :Tidak membutuhkan energi yang besar ( reaksi dapat berlangsung
pada suhu rendah). Proses pembuatan etanol dari bahan pati secara enzimatis melalui tahap :
-Gelatinasi dan Liquifaksi
- Sakharifikasi
- Fermentasi
Proses Gelatinasi dan Liquifaksi.
Gelatinasi adalah proses pembentukan gelatin dari pati. Pati dilarutkan dalam air sampai
konsentrasi 27-30 % kemudian dipanaskan pada suhu 95oC sambil diaduk sampai terbentuk
gelatin Tujuan pembentukan gelatin adalah :
-Untuk memecah granula pati agar mudah berkontak dengan enzim dan air .
-Mensterilkan bahan ( karena pemanasan) agar tidak mudah terkontaminasi.
Liquifaksi adalah : proses pencairan gel.
Tujuannya adalah untuk memudahkan pemecahan pati oleh enzim glukoamylase sehingga
didapat konversi yang tinggi. Proses liquifaksi dilakukan pada gelatin dengan menambahkan
enzim a amylase pada suhu 80 90oC dengan pH 6,5.
Proses Sakharifikasi
Adalah proses penyempurnaan hidrolisis pati oleh enzim glukoamilase pada suhu 50-60oC
dengan pH 4,5 -6. Pengaturan pH dilakukan dengan larutan asam biasanya digunakan HCl.

Bahan baku lignoselulosa


Lignoselulosa adalah istilah untuk selulosa yang direkatkan dengan lignin misalnya batang,
ranting pohon. Selulosa adalah rantai lurus polimer dari 1-4-b -D-glukosa. Selulosa terdiri dari
7000 15000 molekul glukosa anhydrus. Keberadaannya dalam dinding sel tanaman bersama-

sama dengan hemiselulosa dan lignin. Untuk menghidrolisis selulosa dapat dilakukan dengan
cara kimia maupun enzimatis dan akan dihasilkan glukosa. Sedangkan hidrolisis hemiselulosa
akan menghasilkan xilosa. Hidrolisis selulosa secara kimia dilakukan dengan katalis H2SO4 1%
pada suhu 215 oC menghasilkan konversi 50 %.
Sedang hidrolisis enzimatis menggunakan enzim selulase yang dihasilkan oleh jamur spesies
Trichoderma dan Aspergilus berlangsung pada suhu kamar. Sebelum dihidrolisis dengan enzim,
harus dilakukan proses delignifikasi dengan larutan basa/ enzim lignolitik. Lignin tidak dapat
dihidrolisis dengan enzim selulase sehingga kalau tidak dihilangkan akan menghambat kontak en

Bahan bergula : Misal tetes.


Bahan ini yang saat ini di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan etanol,
karena Indonesia mempunyai banyak pabrik gula. Prosesnya lebih sederhana dibanding dengan
bahan baku pati atau lignoselulosa. Tahapan prosesnya meliputi :
-

Pengolahan tetes.

Sterilisasi tetes.

Pengembangbiakan ragi.

Fermentasi.

Pengolahan Tetes.
Pengolahan tetes bertujuan untuk mendapatkan media pertumbuhan ragi dan media fermentasi
yang optimum. Pengolahan tetes meliputi pengaturan pH, kadar gula dan nutrisi.
Tetes dari pabrik gula masih terlalu pekat ( 85o brix/ 55%), yang terdiri dari 70 % sukrosa dan 30
% glukosa. Untuk pertumbuhan ragi perlu diencerkan sampai 12o- 15o brix dan untuk fermentasi
diencerkan sampai 24o brix.
Sterilisasi Tetes
Tujuan sterilisasi tetes adalah untuk mencegah kontaminasi dari mikroba lain pada saat
pertumbuhan ragi maupun dalam proses fermentasi.
Sterilisasi dilakukan dengan pasteurisasi tetes pada suhu 75oC selama 30 menit kemudian
didinginkan sampai 30oC.

Pengembangbiakan ragi/ yeast


Tujuan pengembangbiakan ragi adalah untuk memperbanyak sel-sel ragi sehingga cukup
optimum untuk fermentasi. Pengembangbiakan ragi dilakukan secara bertahap agar ragi mampu
beradaptasi dengan media tumbuh.
Ragi yang baik adalah :
-

Mampu berkembang biak dengan cepat

Tahan terhadap kadar alkohol tinggi.

Mempunyai sifat yang stabil

Cepat beradaptasi dengan media fermentasi.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan ragi/yeast.


1. Nutrisi
Nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ragi adalah : Karbon (berasal dari gula), Nitrogen
( Urea, (NH4)2SO4 , (NH4)3PO4 , Pepton ), Phospor ( NPK, TSP ) , Mineral2 dan Vitamin2 dalam
jumlah sangat kecil ( trace).
2. pH
pH optimum untuk pertumbuhan ragi adalah 4,8 -5
Pengaturan pH dilakukan dengan menambahkan asam sulfat/ Na2CO3 .
3. Temperatur
Temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan ragi adalah 28 30oC.
4. Aerasi
SaccharomycesCereviceae bersifat fakultatif aerob. proses pertumbuhan dan perkembangbiakan
ragi bersifat aerob, tetapi pada proses fermentasi ragi bersifat an aerob.
Tahap-tahap pengembangan ragi.
Pembuatan starter.
Tetes dengan kepekatan 8 obrix sebanyak 175 ml ditambah dengan nutrisi (NH4)3PO4 0,1 % , pH
diatur 4-4,5 , dimasukkan ke erlenmeyer dan disterilkan dengan autoclave.
Setelah dingin diinokulasikan kultur murni Yeast ( Spesies Sacharomyces ) yang ada dalam agar

miring, kemudian diinkubasi selama 24 jam sambil di shaker. Pertumbuhan diamati dengan
mikroskop maupun dari timbulnya gas. Setelah inkubasi inokulum dipindahkan ke botol dengan
volume 20 liter yang diisi dengan tetes steril 10o brix , nutrisi dan H2SO4 untuk mengatur pH.
Jumlah sel diamati dan setelah mencapai fase logaritmik ( inkubasi 24 jam) dipindahkan ke
tangki starter dengan volume 100 liter dengan tetes steril 12obrix. Tangki dilengkapi dengan
aerasi dan pendingin ( air yang disemprotkan diatas tangki) agar suhu tidak lebih 30oC karena
pada saat pembiakan sel ragi juga terjadi reaksi pembentukan etanol meskipun sedikit. Jika
jumlah sel ragi dianggap cukup maka siap dipindahkan ke tangki fermentasi.
Fermentasi
Fermentasi adalah proses perubahan bahan secara kimia dengan bantuan aktifitas mikrobia.
Fermentasi gula menjadi etanol dibantu dengan aktifitas mikrobia. Seperti: yeast seperti
Saccharomyces anamenesis, Schizosaccharomyces Pombe, Saccharomyces
Cereviceae.Disamping itu jenis bakteri zymomonas mobilis dapat juga digunakan. Yeast yang
paling banyak digunakan adalah Saccharomyces Cereviceae karena mempunyai unjuk kerja yang
baik. Jika gula berasal dari hidrolisis biomasa (lignoselulosa) yeast ini tidak mampu mengubah
xylosa menjadi etanol.
Yeast dibedakan menjadi dua golongan yaitu :
1. Top yeast : ragi yang aktif pada permukaan media. Contoh ragi untuk industri alkohol
dan anggur
2. Bottom yeast : ragi yang aktif pada bagian bawah media , ragi ini hanya mampu
menghasilkan alkohol sedikit. Jenis ragi ini digunakan pada pabrik bir.
Fermentasi yang dilakukan di pabrik secara batch pada suhu 30oC (untuk mempertahankan suhu
dilakukan pendinginan ) ,pH 4-5 waktu fermentasi 30 40 jam.
Reaksi : C6H12O6

C2H5OH + CO2 + Q

Tetes yang difermentasi mempunyai kepekatan 24oBrix dan akan dihasilkan alkohol dengan
konsentrasi 8 10 %. Gas CO2 yang dihasilkan dialirkan ke scrubber untuk memisahkan
etanol yang terbawa gas CO2, dan gas CO2 dapat diolah lebih lanjut.
Hasil fermentasi ( disebut beer) dialirkan ke bak penampung untuk selanjutnya dipurifikasi.

Purifikasi
Cairan dari tangki fermentasi terdiri dari : air, etanol, sisa nutrisi, ragi, gula, aldehid dan alkohol
lainnya. Untuk mendapatkan etanol dengan kadar yang tinggi maka dilakukan pemisahan dengan
cara distilasi.
Kolom

Rektifikasi

Kolom ini befungsi untuk menaikkan kemurnian alkohol dari 50% menjadi 65 % (v) yang
didapat sebagai hasil atas bersama dengan air dan sedikit

aldehid. Propanol, butanol dan

pentanol serta alkohol lainnya didapat sebagai hasil tengah kolom yang dikenal dengan minyak
fusel. Hasil bawah terdiri dari air dan sedikit alkohol dapat direcovery. Hasil atas kolom ini
diumpankan ke kolom purifikasi, sedang minyak fusel dapat diolah menjadi ester asetat.
Kolom

Purifikasi

Kolom ini menghasilkan hasil atas etanol dengan kadar maksimum 95,6% (v) karena pada
kondisi ini sistem etanol-air ada pada kondisi azeotrop. Untuk mendapatkan Etanol dengan
kemurnian yang lebih tinggi dilakukan pengubahan komposisi etanol-air yaitu dengan cara:
1. Menambahkan dehydrating agent (misal gliserol) untuk mengikat

air dalam campuran

kemudian didistilasi.
2.Menambahkan benzene kemudian didistilasi. Alkohol yang didapat dengan cara ini tak dapat
digunakan sebagai bahan minuman karena benzene bersifat carcinogenic.
3. Campuran alkohol air dipisahkan dengan membran. Cara ini masih terus dikembangkan untuk
mendapatkan kemurnian alkohol yang tinggi. Hasil bawah kolom ini adalah air dengan sedikit
alcohol
Macam Produk Etanol :
1. Alkohol teknis : yaitu alkohol dengan kadar 95% ( V) , alkohol ini digunakan untuk
bahan baku pembuatan senyawa lain seperti aldehid, asam asetat, spiritus dan lain-lain.

2. Alkohol absolut : yaitu alkohol dengan kadar >99 % , alkohol jenis ini digunakan untuk
keperluan farmasi, pembuatan gasohol.