Anda di halaman 1dari 47

SEDIAAN SUSPENSI KLORAMFENIKOL PALMITAT 500mg/5ml

I.

TUJUAN PERCOBAAN
- Menentukan formulasi yang tepat pada sediaan suspensi dengan bahan aktif
-

Kloramfenikol palmitat
Mampu membuat sediaan suspensi dengan bahan aktif

palmitat
Mampu mengevaluasi sediaan suspensi dengan bahan aktif Kloramfenikol

Kloramfenikol

palmitat
II.

LATAR BELAKANG
Pada zaman sekarang ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
semakin berkembang dengan pesat, salah satunya di bidang Kefarmasian. Hal ini
dapat dilihat dari sediaan obat yang bermacam-macam yang dibuat oleh tenaga
farmasis, diantaranya yaitu ada sediaan padat (solid), setengah padat (semisolid),
dan cair (liquid).
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang
terdispersi dalam fase cair (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995). Dibuat
sediaan suspensi karena suspensi mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya
baik digunakan untuk pasien yang sukar menerima tablet dan kapsul, terutama
anak-anak, memiliki homogenitas tinggi, lebih mudah diabsorpsi daripada tablet
dan kapsul karena luas permukaan kontak antara zat aktif dan saluran cerna
meningkat, dapat menutupi rasa tidak enak dan pahit obat, dan mengurangi
penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air (Remington's Pharmaceutical
Sciences 15th edition, 1975). Sedangkan penggunaan sediaan yang dibuat yaitu
untuk oral. Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang
terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan
ditujukan untuk penggunaan oral (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995).
Sediaan yang akan dibuat berupa suspensi dengan bahan aktif Kloramfenikol
palmitat dengan dosis untuk dewasa yaitu 4 x 1 sendok takar @5-7,5 ml.
Sedangkan khasiat dari Kloramfenikol palmitat yaitu untuk mengobati demam
tifoidoleh H. influenza. Kloramfenikol palmitat dikontraindikasikan kepada bayi,
anak kecil di bawah 2 bulan, pasien dengan gangguan hati, gangguan darah dan
pasien yang hipersensitif. Efek samping dari Kloramfenikol palmitat yaitu reaksi
saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, anemia aplastic. (Farmakologi
dan Terapi edisi V, 2011).

Bahan aktif tidak larut dalam air (Farmakope Indonesia edisi V, 2014), maka
dibuat sediaan berupa suspensi. Kloramfenikol digunakan untuk pemakaian luar
dan rasanya sangat pahit (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995), maka dari itu
bahan aktif Kloramfenikol diganti menjadi Kloramfenikol palmitat. Bahan aktif
hampir tidak berasa (Farmakope Indonesia edisi V, 2014) sehingga akan
menurukan akseptabilitas terhadap pasien, maka dari itu dalam sediaan
ditambahkan pemanis (sweetening agent) yaitu sirupus simplex (HOPE 6th
Edition, 2009) dan Na-sakarin (HOPE 6th Edition, 2009) untuk menambah rasa
manis pada sediaan dan meningkatkan akseptabilitas terhadap pasien. Bahan aktif
memiliki pH sediaan yaitu 6,7 (The Pharmaceutical Codex 12th Edition, 1994),
maka pH sediaan yang akan dibuat yaitu 6,7.Bahan aktif harus terlindung dari
cahaya (Martindale 36, 2009), maka digunakan botol kaca berwarna coklat saat
penyimpanan.
III.

TINJAUAN PUSTAKA
1. Bahan aktif (Kloramfenikol palmitat)
Zat Aktif

Kloramfenikol palmitat
(Farmakope Indonesia edisi V hlm 690)

Struktur kimia

(Japan Pharmacopoeia 15 hlm 488)


Rumus molekul

C19H16ClNO4
(Farmakope Indonesia edisi V hal 566)

Titik lebur

87 sampai 95.
(Martindale 36 hlm239)

Pemerian

Serbuk hablur halus seperti lemak; putih; bau lemah; hamper

tidak berasa
(Farmakope Indonesia edisi V hlm 690)
Kelarutan

Tidak larut dalam air; mudah larut dalam aseton dan dalam
kloroform; larut dalam eter; agak sukar larut dalam etanol;
sangat sukar larut dalam heksan.
(Farmakope Indonesia edisi V hlm 690)

Stabilitas

Cahaya:Kloramfenikol

palmitat

harus

terlindung

dari

cahaya(Martindale 36 hlm 239)


Air: Kloramfenikol palmitat tidak stabil atau tidak larut
dalam air (Martindale 36 hlm 239)
pH: Suspensi Kloramfenikol palmitat memiliki pH=6,7(TPC
1994 hlm 789)
Panas: Tidak ditemukan di pustaka Journal Penelitian, ObatObat Penting, Materia Medika Indonesia edisi 1, Martindale
36, Farmakope Indonesia edisi IV, Farmakope Indonesia edisi
V, British Pharmacopoeia 2009, Japanese Pharmacopoeia 15th
Ed, USP NF 2009 (United States Pharmacopoeia 32 National Formulary 27), dan European Pharmacopoeia 5th Ed.
Inkompatibilita

Inkompatibel dengan senyawa berikut: aminophylline,

ampicillin,

asam

karbesilin,

klorpromazin

gentamicin

askorbat,

sulfat,

kalsium

HCl,

klorida,

garam

hydrocortisone,

sedium

erythromycin,

sodium

sukinat,

hydroxyzine HCl, methicillin sodium, oxytetraphate, garam


prochlorperazin,

promazine

HCl,

sulphafurazole

diethanolamine,

promethazine

HCl,

tetracycline

HCl,

tripelennamine HCl, vitamin B complex


(TPC 1994 hlm 789)
Keterangan lain

Kloramfenikol palmitat mempunyai potensi setara dengan


tidak kurang dari 555 g dan tidak lebih dari 595 g

Kloramfenikol, C11H12Cl2N2O5 per mg.


(Farmakope Indonesia edisi V hlm 690)
Penyimpanan

Dalam wadah tidak tembus cahaya.


(Farmakope Indonesia edisi V hal 567)

Kadar

Tidak ditemukan di pustakaJournal Penelitian, Obat-Obat

penggunaan

Penting, Materia Medika Indonesia edisi 1, Martindale 36,


Farmakope Indonesia edisi IV, Farmakope Indonesia edisi V,
British Pharmacopoeia 2009, Japanese Pharmacopoeia 15th
Ed, USP NF 2009 (United States Pharmacopoeia 32 National Formulary 27), dan European Pharmacopoeia 5th
Ed.

2. Sukrosa
Zat

Sucrose (HOPE 6th Edition page 703)

Sinonim

Beet sugar; cane sugar; a-D-glucopyranosyl-b-Dfructofuranoside; refined sugar; saccharose; saccharum; sugar.
(HOPE 6th Edition page 703)

Struktur

(HOPE 6th Edition page 703)


Rumus
molekul
Titik lebur

C12H22O11 (BM = 342,30)


(HOPE 6th Edition page 703)
160186oC (with decomposition)
4

(HOPE 6th Edition page 704)


Pemerian

Hablur putih atau tidak berwarna ; massa hablur atau


berbentuk kubus atau serbuk hablur putih ; tidak berbau ; rasa
manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus
( FI. IV halaman 762)

Kelarutan

Sangat mudah larut dalam air ; lebih mudah larut dalam air
mendidih, sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam
kloroform dam dalam eter.
(FI. IV halaman 762)

Stabilitas

Sukrosa memiliki stabilitas yang baik pada suhu ruangan dan


pada kelembaban yang relatif kecil. Menyerap 1% uap air yang
mana

dilepaskan

pada

pemanasan

90oC

Sukrosa

mengkaramel pada suhu 160oC. Larutan sukrosa dapat


berfermentasi oleh mikroorganisme tapi dapat resisten pada
konsentrasi yang tinggi. Konsentrasi 50-67%
(HOPE 6th halaman 704)
Inkompabilita

Sukrosa bisa mengandung logam ringan, yang mana dapat

menjadi inkompatibilitas dengan bahan lain. Sukrosa juga


dapat mengandung sulfit dari proses penyulingan. Dengan
kadar sulfit yang tinggi akan mengakibatkan perubahan warna
pada larutan.
(HOPE 6th, 2009. Halaman 706)

Keterangan

Sebagai bahan dasar gula, coating agent (penyalut), membantu

lain

proses granulasi, suspending agent, pemanis, pengikat, tablet,


pengencer, tablet dan kapsul, tablet filler, pengental,
theurapeutic agent. Sebagai sweetening agent = 67 %
(HOPE 6th Edition page 703)

Penyimpanan

Dalam wadah yang tertutup, sejuk dan kering


(HOPE 6th Edition page 706)

Kadar

Formulasi sirup oral : 67 %

penggunaan

Sweetening agent : 67 %
Tablet binder (dry granulation) : 220 %
Tablet binder (wet granulation) : 5067 %
Tablet coating (syrup) : 5067 %
(HOPE 6th halaman 704)

3. Methyl Paraben
Zat

Methyl Paraben(HOPE 6th Edition page 441)

Sinonim

Aseptoform

M;

CoSept

hidroksibenzoatester;
parahydroxybenzoas

M;

E218;

metagin;

Metil

Methyl

methylis;methyl

asam

4-

Chemosept;

p-hydroxybenzoate;

Methyl Parasept; Nipagin M; SolbrolM; Tegosept M; Uniphen


P-23.
(HOPE 6th Edition page 441)
Struktur

(HOPE 6th Edition page 441)


Rumus
molekul
Titik lebur

C8H8O3 (BM = 152,15)


( HOPE 6th Edition page 441 )
125-1280C
(HOPE 6th Edition page 442)

Pemerian

Kristal berwarna atau kristal putih. Tidak berbau atau hampir


tidak berbau dan memiliki sedikit rasa

(HOPE 6th Edition page 442)


Kelarutan

Etanol 1 di 2, Etanol (95%) 1 dari 3, Etanol (50%) 1 dari 6,


Eter 1 dari 10, Gliserin 1 di 60, Minyak mineral praktis tidak
larut, Minyak kacang tanah 1 dari 200, Propilen glikol 1 dari 5,
Air 1 di 400, 1 dari 50 di 500C, 1 di 30 di 800C.
(HOPE 6th Edition page 443)

Stabilitas

Larutan Methylparaben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan


autoklaf pada suhu 1200C selama 20 menit, tanpa dekomposisi.
Larutan pada pH 3-6 stabil (kurang dari 10% dekomposisi)
sampai sekitar 4 tahun pada suhu kamar, sedangkan larutan
pada pH 8 atau di atas 8 terjadi hidrolisis cepat. pH aktivitas
antimikroba: 4-8
(HOPE 6thEdition page 443)

Inkompabilita

Aktivitas antimikroba Methyl paraben dan paraben lain sangat

kurang

dengan

adanya

surfaktan

nonionic.

Namun

propilenglikol (10%) telah terbukti mempotensiasi aktivitas


antimikroba dari paraben dan mencegah interaksi pada Methyl
paraben dan polisorbat. Inkompatibel dengan magnesium
trisilikat, tragakan, natrium alginate, sorbitol, minyak esensial,
dan atropine.
(HOPE 6thEdition page 443)
Keterangan

Digunakan sebagai pengawet antimikroba dalam kosmetik,

lain

produk makanan, dan formulasi farmasi.


(HOPE 6thedition page 441)

Penyimpanan

Methyl paraben harus disimpan dalam wadah yang tertutup


dalamsejuk dan kering.
(HOPE 6th edition page 443)

Kadar
penggunaan

IM, IV, SC injeksi= 0.065%0.25%


Larutan inhalasi = 0.025%0.07%

Intradermal injections= 0.10%


Formulasi cair untuk hidung = 0.033%
Ophthalmic preparasi= 0.015%0.2%
Larutan oral dan suspensi= 0.015%0.2%
Rektal preparasi= 0.1%0.18%
Topikal preparasi= 0.02%0.3%
Vaginal preparasi= 0.1%0.18%
(HOPE 6th Edition page 442)

4. Propyl Paraben
Zat

Propyl Paraben(HOPE 6th Edition page 596)

Sinonim

Aseptoform

P;

CoSept

P;

E216;

Propil

asam

4-

hidroksibenzoatester; Nipagin P; Nipasol M; propagin; Propyl


Aseptoform;

propilbutex;

parahydroxybenzoas;

Propyl

propil

Chemosept;

phydroxybenzoate;Propyl

Parasept; Solbrol P; Tegosept P; UniphenP-23.


(HOPE 6th Edition page 596)
Struktur

(HOPE 6th Edition page 596)


Rumus
molekul
Titik lebur

C10H12O3 (BM= 180,20)


(HOPE 6th Edition page 596)
96.0099.080C
8

propylis

(HOPE 6th Edition page 596)


Pemerian

Kristal putih, tidak berbau, tidak berasa


(HOPE 6th Edition page 596)

Kelarutan

Mudah larut di aseton dan eter, larut di Ethanol (95%) 1:1,1,


Ethanol (50%) 1:5,6, Glycerin 1:250, minyak air 1:3330,
minyak kacang 1:70, Propylene glycol 1:3,9, Propylene glycol
(50%) 1:110, Air 1:4350, pada suhu 1580C 1:2500 dan 1:225
pada suhu 800C
(HOPE 6th Edition page 597)

Stabilitas

Larutan Propyl paraben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan


autoklaf pada suhu 1200C selama 20 menit, tanpa dekomposisi.
pH aktivitas antimikroba= 4-8
(HOPE 6thEdition page 597)

Inkompabilita

Tidak kompatibel dengan alumunium silikat, magnesium

trisilikat, oksida besi kuning dan biru akan mengurangi


pengawet. Propyl paraben dapat berubah warna dengan
adanya besi dan terjadi hidrolisis oleh alkali lemah dan asam
kuat.
(HOPE 6thEdition page 597)

Keterangan

Digunakan sebagai pengawet antimikroba dalam kosmetik,

lain

produk makanan, dan formulasi farmasi.


(HOPE 6thedition page 596)

Penyimpanan

Propyl paraben harus disimpan dalam wadah yang tertutup


dalamsejuk dan kering.
(HOPE 6th edition page 597)

Kadar
penggunaan

IM, IV, SC injeksi= 0.005%0.2%


Larutan inhalasi= 0.015%
Intradermal injeksi= 0.02%0.26%

Formulasi cair untuk hidung = 0.017%


Ophthalmic preparasi= 0.005%0.01%
Larutan oral dan suspensi= 0.01%0.02%
Rektal preparasi= 0.02%0.01%
Topikal preparasi= 0.01%0.6%
Vaginal preparasi= 0.0%20.1%
(HOPE 6th Edition page 596)

5. Propilen Glikol
Zat

Propylene Glycol
( HOPE 6th Edition Page 592 )

Sinonim

1,2-Dihydroxypropane; E1520; 2-hydroxypropanol; methyl


ethyleneglycol;

methyl

glycol;

propane-1,2-

diol;propylenglycolum.
(HOPE 6th Edition page 592)
Struktur

( HOPE 6th Edition Page 592 )


Rumus

C3H8O2 (BM= 76.09)

molekul

(HOPE 6th Edition page 592)

Titik lebur

-590C

Pemerian

( HOPE 6th Edition Page 592 )


Cairan kental, jernih, tidak berwarna, rasa khas, praktis tidak
berbau, rasa sedikit pedas menyerupai glycerin.
( HOPE 6th Edition Page 592 )

Kelarutan

Dapat bercampur dengan aseton, kloroform, etanol (95%),


10

gliserin, dan air; larut pada 1 pada 6 bagian eter; tidak


larutdengan minyak minyak atau mineral tetap ringan, tetapi
akan larut beberapaminyak esensial.
( HOPE 6th Edition Page 592 )
Stabilitas

Pada suhu dingin, propilen glikol stabil dalam tertutup


kontainer, tetapi pada suhu tinggi, di tempat terbuka, ia
cenderung untuk mengoksidasi,sehingga menimbulkan produk
seperti propionaldehida, asam laktat, piruvatasam, dan asam
asetat. Propylene glycol stabil secara kimiawi saatdicampur
dengan etanol (95%), gliserin, atau air; larutan airdapat
disterilkan dengan autoklaf.
(HOPE 6thed halaman 593)

Inkompabilita

Propylene glycol tidak kompatibel dengan reagen pengoksidasi

sepertikalium permanganat.
(HOPE 6thed halaman 593)

Keterangan

Propylene glycol telah banyak digunakan sebagai pelarut,

lain

ekstraktan,dan

pengawet.

Propylene

glycol

umumnya

digunakan sebagai plasticizer dalam air. Propylene glycol juga


digunakan dalam kosmetik dan makananindustri sebagai
pembawa untuk emulsifier, sebagai kendaraan untuk rasa
dipreferensi untuk etanol, pengawet antimikroba; desinfektan;
humektan;

plasticizer;pelarut;

penstabil

agen;

air-larut

cosolvent.
(HOPE 6thed halaman 592)
Penyimpanan

Propylene glycol bersifat higroskopis dan harus disimpan di


wadah tertutup baik, lindungi dari cahaya, dalam keadaan
dingin, dan tempat kering.
(HOPE 6thed halaman 593)

Kadar

Humektan topika= l15%

penggunaan
11

Solusi pengawet, semisolids= 15-30%


Solvent atau cosolvent solusi Aerosol= 10-30%
Larutan oral= 10-25%
Parenteral= 10-60%
Topikal= 5-80%
(HOPE 6thed halaman 592)
6. HPMC
Zat

Hypromellose
(HOPE 6th Edition page 326)

Sinonim

Benecel

MHPC;

E464;

hydroxypropyl

methylcellulose;

HPMC;hypromellosum; Methocel; methylcellulose propylene


glycol ether; methyl

hydroxypropylcellulose;

Metolose;

MHPC; Pharmacoat; Tylopur; Tylose MO.


(HOPE 6th Edition page 326)
Struktur

(HOPE 6th Edition page 326)


Rumus
molekul
Titik lebur

CH3CH(OH)CH2
(HOPE 6th Edition page 326)
Mengcoklat pada suhu 190-2000C
(HOPE 6th Edition page 327)

Pemerian

Hypromellose adalah tidak berbau dan berasa, putih atau

12

krem-putihberserat atau butiran bubuk.


(HOPE 6th Edition page 327)
Kelarutan

Mudah terdispersi dalam air dan membentuk larutan koloidal;


Larut dalam air dingin, praktis tidak larut dalam air panas, di
alkohol, dalam aseton, dan toluena.
(Martindale 36 hlm 2144)

Stabilitas

Hypromellose adalah bahan yang stabil, meskipun bersifat


higroskopissetelah pengeringan.Solusi stabil pada pH 3-11.
Hypromellose mengalamitransformasi sol-gel reversibel pada
pemanasan dan pendinginan masing-masing. Suhu gelasi
adalah 50-900C, tergantungpada konsentrasi bahan. Untuk
suhudi bawah suhu gelasi, viskositas larutan menurunkarena
suhu meningkat. Di luar suhu gelasi,viskositas meningkat
karena suhu meningkat.Larutan air relatif tahan-enzim,
menyediakanstabilitas

yang

baik

viskositas

selama

penyimpanan jangka panjang.


(HOPE 6th Edition page 328)
Inkompabilita

Hypromellose

tidak

kompatibel

dengan

beberapa

agenpengoksidasi. Karenanonionik, hypromellose tidak akan


kompleks dengan garam logam atau ionorganik untuk
membentuk endapan tidak larut.
(HOPE 6th Edition page 328)

Keterangan

Hypromellose banyak digunakan untuk penggunaan oral,

lain

mata, hidung, topikal, dan dalam formulasi farmasi.


(HOPE 6th Edition page 326)

Penyimpanan

Dalam wadah yang tertutup, sejuk dan kering


(HOPE 6th Edition page 328)

Kadar
penggunaan

Formulasi cair untuk hidung= 0.1%


Thickening agent= 0.45%1.0%
13

Larutan oral= 0.25%5.0%


Pengikat tablet= 2.0%5.0%
(HOPE 6th Edition page 326)

7. Na-sakarin
Zat

Saccharin Sodium
(HOPE 6th Edition Page 608)

Sinonim

1,2-Benzisothiazolin-3-one

1,1-dioxide,

sodium

salt;

Crystallose;E954; gendorf 450; saccharinum natricum; sodium


o-benzosulfimide; soluble gluside; soluble saccharin; sucaryl
sodium.
(HOPE 6th Edition page 608)
Struktur

(HOPE 6th Edition Page 608)


Rumus
molekul

C7H4NNaO3S (BM=205.16)
(HOPE 6th Edition page 608)

Titik lebur

Terurai pada pemanasan

Pemerian

(HOPE 6th Edition Page 608)


Serbuk putih, tidak berbau atau sedikit aromatic, efflorescent,
bubuk Kristal. Memiliki rasa yang cukup manis dengna logam
atau rasa pahit bahwa pada tingkat normal penggunaan dapat
terdeteksi sekitar 25% dari populasi.

14

(HOPE 6th Edition Page 608)


Kelarutan

1:1,2 dalam air


1:102 dalam etanol
1:50 dalam etanol (95%)
1:3,5 dalam propilen glikol
Praktis tidak larut dalam Propan-2-ol
( HOPE 6th Edition Page 609 )

Stabilitas

Sakarin natrium stabil di bawah kisaran normal untuk


digunakan dalam formulasi. Hanya bila terkena tinggi suhu
(1250C) pada pH rendah (pH 2) selama lebih dari 1 jam tidak
mengalami

dekomposisi

yang

signifikan.

Konsentrasi

84%adalah yang paling stabil sedangkan bentuk sakarin


natrium76% akan kering di bawahkondisi kamar.
(HOPE 6th halaman 609)
Inkompabilita
s

Sakarin natrium tidak mengalamiMaillard browning.


(HOPE 6th halaman 609)

Keterangan

Sakarin natrium merupakan bahan pemanis intens yang

lain

digunakan pada minuman,produk makanan, dan formulasi


farmasiseperti tablet, serbuk, obat gula, gel,suspensi, cairan,
dan obat kumur, juga digunakan untuk vitamin.Sakarin
natrium jauh lebih larut dalam air dibandingkansakarin, dan
lebih sering digunakan dalam formulasi farmasi.Daya pemanis
adalah sekitar 300-600 kali darisukrosa. Natrium sakarin dapat
meningkatkan rasa dan dapat digunakanuntuk menutupi
beberapa karakteristik rasa menyenangkan.
(HOPE 6th halaman 608)

Penyimpanan

Simpan dalam wadah kedap udara


(Martindale 36 hlm 1960)
15

Kadar

Dental paste/gel= 0.120.3

penggunaan

IM/IV injections= 0.9


Larutan oral= 0.0750.6
Sirup oral= 0.040.25
(HOPE 6th halaman 608)

8. Aquadest
Zat

Water (HOPE 6th Edition page 766 )

Sinonim

Aqua; aqua purificata; hydrogen oxide.


(HOPE 6th Edition page 766 )

Struktur

(HOPE 6th Edition page 766 )


Rumus
molekul
Titik lebur

H2O
(HOPE 6th Edition page 766 )
0oC
(HOPE 6th Edition page 766 )

Pemerian

Air adalah cairan bening, berwarna tidak berbau, tidak berasa.


(HOPE 6th Edition page 766 )

Kelarutan

Larut dengan sebagian besar pelarut polar


(HOPE 6th Edition page 766 )

Stabilitas

Secara kimia air stabil di semua bentuk fisikanya yaitu (uap,


air, cairan)
(HOPE 6th Edition page 766 )

Inkompabilita

Dalam formula farmasi, air dapat bereaksi dengan obat

obatan dan eksipien lain yang rentan terhadap hidrolisis pada


saat suhu ditinggikan. Air bereaksi secara kuat dengan logam
16

alkali dan bereaksi cepat dengan alkali tanah dengan


oksidasinya seperti kalsium oksida dan magnesium oksida. Air
juga bereaksi dengan garam tidak hidrat menjadi garam hidrat
dengan berbagai komposisi dan bahan organic dan kalsium
karbida.
(HOPE 6th halaman 768)
Keterangan

Air sebagai bahan mentah, bahan dan pelarut pada suatu

lain

proses, formula dan pembuatan dari produk kefarmasian,


bahan aktif farmasi, perantara analisis bahan reaksi.
(HOPE 6th Edition page 766 )

Penyimpanan

Dalam wadah tertutup rapat.


(HOPE 6th Edition page 768 )

Kadar

Nilai khusus air yang digunakan untuk aplikasi tertentu dalam

penggunaan

konsentrasi hingga 100%


(HOPE 6th Edition page 766 )

IV.

TINJAUAN PUSTAKA SUSPENSI


Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang
terdispersi dalam fase cair. Suspensi dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu suspensi
yang siap digunakan atau yang dikonstitusikan dengan sejumlah air untuk injeksi
atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan (Farmakope Indonesia edisi
IV, 1995).
Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk
penggunaan oral (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995).
Syarat suspensi: (Farmakope Indonesia edisi V, 2014)
1. Suspense tidak boleh diinjeksikan secara intravena dan intratekal
2. Suspense yang dinyatakan untuk digunakan dengan cara tertentu harus
mengandung zat antimikroba
3. Dapat ditambahkan zat yang sesuai untuk meningkatkan kekentalan sehingga
pengendapan partikel tidak membentuk pengerasan dan pemadatan sehingga
sulit terdispersi kembali
17

4. Suspense harus dikocok sebelum digunakan untuk menjamin distribusi bahan


padat yang merata dalam pembawa sehingga menjamin keseragaman dan
dosis yang tepat
5. Suspense harus disimpan dalam wadah tertutup rapat
Keuntungan dan kekurangan sediaan: (Remington's Pharmaceutical
Sciences 15th edition, 1975).
Keuntungan:
1. Baik digunakan untuk pasien yang sukar menerima tablet kapsul, terutama
anak-anak
2. Homogenitas tinggi
3. Lebih mudah diabsorpsi daripada tablet kapsul karena luas permukaan kontak
antara zat aktif dan saluran cerna meningkat
4. Dapat menutupi rasa tidak enak pahit obat (dari larut tidaknya)
5. Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air
Kekurangan:
1. Kestabilan rendah (pertumbuhan Kristal jika jenuh, degradasi, dan lain-lain
2. Jika membentuk caking akan sulit terdispersi kembali sehingga
homogenitasnya turun.
3. Alirannya menyebabkan sukar dituang
4. Ketepatan dosis lebih rendah daripada bentuk sediaan larutan
5. Pada saat penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahan system disperse
(caking, flokulasi, deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi perubahan
temperature
6. Sediaan suspense harus dikocok terlebih dahulu untuk memperoleh dosis yang
diinginkan
V.

PENDEKATAN FORMULA

18

No
.
1

Nama Bahan

Jumlah

Kegunaan

Kloramfenikol palmitat

10% b/v

Sirupus simplex

25% b/v

Zat aktif
Pemanis dan pengental

Methyl paraben

0,015%b/v

Propyl paraben

0,01%b/v

Propilen Glikol

10% b/v

HPMC

2,5% b/v

Na-sakarin

0,2% b/v

KH 2 P O4

0,2408%b/v

(HOPE 6th Edition page 703)


Pengawet
(HOPE 6thedition page 441)
Pengawet
(HOPE 6thedition page 596)
Wetting agent dan pelarut
pengawet
(HOPE 6th halaman 592)
Suspending agent
(HOPE 6th Edition page 326)
Pemanis
(HOPE 6th Edition page 608)
Dapar
(Farmakope Indonesia edisi V
hal 1727)
Dapar

Na 2 HP O4

10
11

HCl 0,4 N
Pasta Jeruk

2 tetes
10 tetes

12

Oleum aurantii

2 tetes

13

Aquadest

Ad 100% v/v

1.
2.
3.
4.
5.
6.

0,75%b/v

(Farmakope Indonesia edisi V


hal 1727)
Adjust pH
Pewarna
Odoris/pewangi
(Martindale 36 hal 2357)
Pelarut
(HOPE 6th Edition page 766 )

Spesifikasi
Bentuk sediaan: Suspensi dengan bahan aktif Kloramfenikol palmitat
Warna : Orange
Rasa : Manis dengan bau jeruk
pH : 6,7
Kadar : 10 %
Volume
: 60 ml/ botol
7. Viskositas
: 80 mPa s (80 cP) pada suhu 25oC

Perhitungan dosis
Dosis= 4dd 500-750 mg p.c (Obat-Obat Penting edisi 6 hlm 86)
Dosis yang digunakan= 500mg/5ml
19

- Dosis dewasa

- Dosis dewasa

500mg

750mg

/1x
500 mg
x
x=

/1x

500 mg
5 ml

500 mg x 5 ml
500 mg

750 mg
x

500 mg
5 ml

750 mg x 5 ml
500 mg

x=

x= 5ml

x= 7,5ml

1x= 5ml

1x= 7,5ml

Jadi, dosis untuk dewasa= 4 x 5-7,5ml


Perhitungan Kadar
500mg
/5ml
500 mg
5 ml
x=

x
60 ml

500 mg x 60 ml
5 ml

x= 6000mg=6g
Kadar
6g
60 ml x 100%= 10%
Jadi, kadar Kloramfenikol palmitat yang digunakan adalah 10%
VI.

PENIMBANGAN
Dibuat sediaan 4 botol (@60 ml) = 240 ml
Tiap botol dilebihkan 2%
= 60 ml + (2% x 60 ml)
= 61,2 ml
Total 4 botol
= 4 x 61,2 ml = 244,8ml
Total 4 botol dilebihkan 10%
= 244,8 ml + ( 10% x 244,8 ml )
= 269,28ml 280 ml

No

Nama Bahan

Jumlah yang Ditimbang

.
10 g
100 ml

x 280 ml= 28 g

Kloramfenikol palmitat

Sirupus simplex

25 g
100 ml x 280 ml= 70 g

Methyl paraben

0,015 g
100 ml x 280 ml= 0,042 g

20

Propyl paraben

0,01 g
100 ml x 280 ml= 0,028 g

Propilen Glikol

10 g
100 ml x 280 ml= 28 g

HPMC

2,5 g
100 ml x 280 ml= 7 g

Na-sakarin

0,2 g
100 ml x 280 ml= 0,56 g

KH 2 P O4

0,2408 g
100ml x 280 ml= 0,67 g

Na 2 HP O4

10
11
12
13

HCl 0,4 N
Pasta Jeruk
Oleum aurantii
Aquadest

0,75 g
100 ml

x 280ml= 2,1 g

2 tetes
10 tetes
2 tetes
Ad 280ml

Perhitungan ADI Propilen Glikol


ADI= 25 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 592)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
25 mg/kgBB x 70 kg= 1750 mg= 1,75 g
Propilen glikol yang digunakan untuk sediaan 280ml= 10%
Propilen glikol untuk 60ml (per botol)
10 g
100 ml

x=

x
60 ml

10 g x 60 ml
100 ml

x= 6 g

Propilen glikol yang digunakan per botol (60ml)

Dosis sehari= 20 ml
Propilen glikol yang digunakan tiap 20 ml

21

6g
60 ml

x=

x
20 ml

6 g x 20 ml
60 ml

x= 2 g

dalam 20ml mengandung 2 g propilen glikol


2g
70 kg

ADI=

x=

x
1 kg

2 g x 1 kg
70 kg

x= 0,02g= 20mg
Jadi, penggunaan propilen glikol melampaui kadar ADI

Perhitungan ADI Methyl paraben


ADI= 10 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 444)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
10 g/kgBB x 70 kg= 700 mg= 0,7 g
Methyl paraben yang digunakan untuk sediaan 280ml= 0,015%
Methyl paraben untuk 60ml (per botol)
0,015 g
100 ml

x=

x
60 ml

0,015 g x 60 ml
100 ml

x= 0,009 g

Methyl paraben yang digunakan per botol (60ml)

Dosis sehari= 20 ml

22

Methyl paraben yang digunakan tiap 20 ml


0,009 g
60 ml

x=

0,009 g x 20 ml
60 ml

x= 0,003 g
ADI=

x=

x
20 ml

dalam 20ml mengandung 0,003 g Methyl paraben

0,003 g
70 kg

x
1 kg

0,003 g x 1 kg
70 kg

x= 0,00004g= 0,04mg
Jadi, penggunaan Methyl paraben melampaui kadar ADI

Perhitungan ADI Propyl paraben


ADI= 10 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 598)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
10 mg/kgBB x 70 kg= 700 mg= 0,7 g
Propyl paraben yang digunakan untuk sediaan 280ml= 0,01%
Propyl paraben untuk 60ml (per botol)
0,01 g
100 ml

x=

x
60 ml

0,01 g x 60 ml
100 ml

x= 0,006 g

Propyl paraben yang digunakan per botol (60ml)

Dosis sehari= 20 ml
23

Propyl paraben yang digunakan tiap 20 ml


0,006 g
60 ml

x=

x
20 ml

0,006 g x 20 ml
60 ml

x= 0,002 g
ADI=

x=

dalam 20ml mengandung 0,002 g Propyl paraben

0,002 g
70 kg

x
1 kg

0,002 g x 1 kg
70 kg

x= 0,00002 g= 0,02 mg
Jadi, penggunaan Propyl paraben melampaui kadar ADI

Perhitungan ADI Na-sakarin


ADI= 5 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 609)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
5mg/kgBB x 70 kg= 350 mg= 0,35g
Na-sakarin yang digunakan untuk sediaan 280ml= 0,2%
Na-sakarin untuk 60ml (per botol)
0,2 g
100 ml

x=

x
60 ml

0,2 g x 60 ml
100 ml

x= 0,12 g

Na-sakarin yang digunakan per botol (60ml)


24

Dosis sehari= 20 ml
Na-sakarin yang digunakan tiap 20 ml
0,12 g
60 ml

x=

x
20 ml

0,12 g x 20 ml
60 ml

x= 0,04 g
ADI=

x=

dalam 20ml mengandung 0,04 g Na-sakarin


0,04 g
70 kg

x
1 kg

0,04 g x 1 kg
70 kg

x= 0,0005g= 0,5mg
Jadi, penggunaan Na-sakarin melampaui kadar ADI

Perhitungan Dapar
pH sediaan= 6,7

- Massa garam = M x BM
Na 2 HP O4
(
= 0,053 M x 142

pKa phospat= 7,21

pH= pKa + log

[garam]
[asam]
[garam]
[asam]

6,7 = 7,21 + log


log

[garam]
[asam]

= 7,52 g
- Konversi untuk optimasi 60 ml

= -0,51

Massa

24,086 g= 1,445g
[garam]
[asam] = 0,3

Kadar=

2,408%

25

asam=

1,445 g
60 ml

60 ml
1000 ml

x 100% =

[garam]= 0,3 [asam]


0,45 g

- = 2,3C x

Massa garam=

+
H 3 O

+
H 3 O

Ka+

Ka

Kadar=

= antilog (-pKa)
7,21
= antilog (-7,21) = 10

0,45 g
60 ml

60 ml
1000 ml

x 7,52 g=

x 100% = 0,75 %

Ka

[H+]

- Sediaan 4 botol

= antilog (-pH)
6,7

= antilog (-6,7) = 10

- Massa asam
280 ml
1000 ml x 2,408 g= 0,674 g

10
6,7
(7,21)(10 )
0,1 = 2,3C x [ (107,21+ 106,7 )2 ]

1,23 x 1014
0,1 = 2,3C x [ 6,82 x 1014 ]

- Kadar
0,674 g
280 ml

0,1 = 2,3C x [0,187]

- Massa garam
280 ml
1000 ml x 7,52 g= 2,1 g

0,1 = 0,43 C
0,1
0,43

- Kadar

C= 0,23 M

2,1 g
280 ml

C=

- C= [garam] + [asam]
0,23 M= 1,3 [asam] + [asam]
0,23= 1,3 [asam]
Asam=

x 100% = 0,2408%

0,23
1,3

Asam= 0,177 M
26

x 100% = 0,75%

- C= [garam] + [asam]
0,23= x + 0,177
x= 0,053 M
- Massa asam = M x BM
= 0,177 M x 136,08 g

KH 2 P O4

= 24,086 g

Perhitungan HPMC
Untuk produk oral= 2-5% (HOPE 6th Edition page 326)
HPMC yang digunakan= 2,5%
2,5 g
HPMC yang ditimbang= 100 ml x 280ml= 7 g
Dilarutkan dalam air panas 20-30%
Air panas yang digunakan= 20%
20 ml
Air panas yang diukur= 100 ml x 280ml= 56ml

VII.

PROSEDUR PEMBUATAN
A. Pembuatan aqua bebas CO2(FI IV hlm 1124)
1. Ambil 1 L air ke dalam beaker glass 1 L
2. Masukkan ke dalam Erlenmeyer 1 L, lalu panaskan di atas hot plate
3. Setelah air mendidih, kemudian tunggu sampai 5 menit atau lebih
4. Setelah mencapai waktu yang ditentukan, erlemeyer 1 L ditutup
5.

menggunakan gumpalan kapas


Jika sudah tertutup rapat, matikan api, dinginkan

B. Kalibrasi
Kalibrasi botol coklat 60 ml
1. Masukkan air keran sebanyak 61 ml ke dalam gelas ukur 250 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam botol coklat 60 ml
3. Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, botol siap dipakai

Kalibrasi beaker glass utama


1. Masukkan air keran sebanyak 280 ml ke dalam gelas ukur 500 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam beaker glass 500 ml
3. Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, beaker glass siap
dipakai

Kalibrasi beaker glass untuk sirupus simplex


1. Masukkan air keran sebanyak 100 ml ke dalam gelas ukur 100 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam beaker glass 250 ml

27

3.

Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, beaker glass siap
dipakai

C. Penimbangan bahan
1. Timbang Kloramfenikol palmitat sebanyak 28 g dengan menggunakan
kertas perkamen besar di atas timbangan analitik.
2. Timbang Sukrosa sebanyak 65 g dengan menggunakan kertas perkamen
besar di atas timbangan analitik.
3. Timbang Methyl paraben sebanyak 0,042 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
4. Timbang Propyl paraben sebanyak 0,028 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
5. Timbang Propilen glikol sebanyak 28g dengan menggunakan beaker glass
100 ml dengan menggunakan timbangan analitik
6. Timbang HPMC sebanyak 7 g dengan menggunakan kertas perkamen di
atas timbangan analitik.
7. Timbang Na-sakarin sebanyak 0,56 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
KH 2 P O4
8. Timbang
sebanyak0,67

g dengan menggunakan kertas

perkamen di atas timbangan analitik.


Na 2 HP O4
9. Timbang
sebanyak2,1 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
D. Pembuatan sirupus simplex
1. Masukkan sukrosa yang telah ditimbang (65 g) ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi (250 ml).
2. Tambahkan aquadest hingga batas kalibrasi.
3. Panaskan dalam hot plate hingga sukrosa melarut dengan sempurna
sambil sesekali diaduk dengan menggunakan batang pengaduk.
4. Serkai larutan selagi panas dengan kain batis, sisihkan hingga dingin.
5. Timbang larutan sirupus simplex sebanyak 70 g dengan beaker glass 100
ml di atas timbangan analitik.
E. Pembuatan Dapar phospat
KH 2 P O4
1. Masukkan

yang telah ditimbang sebanyak 0,67 g ke dalam

beaker glass 50 ml.


2. Tambahkan aquadest sebanyak 2 ml, aduk dengan menggunakan batang
pengaduk hingga larut.

28

3. Masukkan

Na 2 HP O4

yang telah ditimbang sebanyak 2,1 g ke dalam

beaker glass 50 ml.


4. Tambahkan aquadest sebanyak 2 ml, aduk dengan menggunakan batang
pengaduk hingga larut.
5. Masukkan garam phospat (
dalam beaker glass berisi

Na 2 HP O4

) yang telah dilarutkan tadi ke

KH 2 P O4

yang telah dilarutkan. Aduk ad

homogen.

F. Pembuatan HPMC
1. Siapkan mortir. Isi dengan air panassebanyak 56ml.
2. Taburkan HPMC yang telah ditimbang sebanyak 7 g secara perlahan-lahan
sedikit demi sedikit ke dalam mortir.
3. Biarkan hingga HPMC terbasahi air. Jika ada yang belum terbasahi,
teteskan dengan air panas menggunakan pipet tetes sampai seluruhHPMC
terbasahi
4. Aduk dengan menggunakan stamper, tambahkan air panas sedikit demi
sedikit menggunakan pipet tetes sambil diaduk hingga homogen dan
terbentuk massa gel HPMC.
G. Pembuatan suspensi Kloramfenikol palmitat 10%
1. Siapkan mortir.
2. Masukkan kloramfenikol palmitat yang telah ditimbang sebanyak 28g ke
dalam mortir, gerus dengan menggunakan stamper ad halus.
3. Teteskan propilen glikol dengan pipet tetes sampai zat aktif terbasahi
seluruhnya. Gerus dengan menggunakan stamper ad homogen.
4. Masukkan gel HPMC yang telah dibuat tadi sedikit demi sedikit ke dalam
mortir. Gerus perlahan dengan menggunakan stamper ad homogen.
5. Masukkan sisa propilen glikol ke dalam mortir. Gerus dengan
menggunakan stamper ad homogen.
6. Larutkan Methyl parabenyang telah ditimbang sebanyak 0,042 g dengan
sebagian propilen glikol yang telah ditimbang sebelumnya di dalam
beaker glass 50 ml, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga
larut. Masukkan ke dalam mortir, Gerus dengan menggunakan stamper ad
homogen.
7. Larutkan Propyl parabenyang telah ditimbang sebanyak 0,042 g dengan
sebagian propilen glikol yang telah ditimbang sebelumnya di dalam
29

beaker glass 50 ml, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga


larut. Masukkan ke dalam mortir, Gerus dengan menggunakan stamper ad
homogen.
8. Encerkan Sirupus simplex yang telah ditimbang sebanyak 70 g dengan 5
ml aquadest, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga
homogen.Masukkan ke dalam mortir, Gerus dengan menggunakan
stamper ad homogen.
9. Larutkan Na-sakarinyang telah ditimbang sebanyak 0,56 g dengan
sebagian aquadest di dalam beaker glass 50 ml, aduk dengan
menggunakan batang pengaduk hingga larut. Masukkan ke dalam mortir,
Gerus dengan menggunakan stamper ad homogen.
10. Masukkan dapar phospat yang telah dibuat ke dalam mortir, Gerus dengan
menggunakan stamper ad homogen. Masukkan ke dalam beaker glass
utama yang telah dikalibrasi. Bilas mortir dengan aquadest sebanyak 2 ml,
hasil bilasan masukkan ke dalam beaker glass utama.
11. Tambahkan aquadest ke dalam beaker glass utama hingga 80% batas
kalibrasi, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen.
12. Lakukan pengujian pH larutan, apakah sudah sesuai dengan pH sediaan
yang diinginkan, jika belum tambahkan adjust pH (NaOH 0,1 N atau HCl
0,1 N) secukupnya hingga mencapai pH sediaanyang diinginkan.
13. Tambahkan pewarna Pasta jeruksebanyak10 tetes ke dalam beaker glass
utama sambil diaduk dengan menggunakan batang pengadukhingga warna
larutan menjadi orange.
14. Tambahkan Oleum aurantii sebanyak 2 tetes ke dalam beaker glass utama
sambil diaduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga bau khas zat
aktif hilang.
15. Tambahkan aquadest ke dalam beaker glass utama hingga batas kalibrasi,
aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen
16. Masukkan ke dalam botol-botol yang telah dikalibrasi hingga batas
kalibrasi (61ml), tutup botol, beri etiket lalu masukkan ke dalam kemasan
sekunder beserta brosur dan sendok takar.

VIII. DATA PENGAMATAN EVALUASI SEDIAAN


30

No
Jenis evaluasi
1.

Prinsip
evaluasi

Jumla
h

1.2

Syarat

sampel

FISIKA
Evaluasi

1.1

Hasil pengamatan

Organoleptik

meliputi uji
bau,rasa dan

Pengukuran

warna
Pengukuran pH

pH

dilakukan
menggunakan

Sediaan memiliki bau


3 botol

jeruk, rasa manis, dan


warna orange

3 botol

Bau= jeruk
Rasa= manis
Warna=
orange

pH= 6,7

indikator.
Tidak ada

Tuang isi

satu wadah

perlahan-lahan

pun

dari dalam

volumenya

wadah ke dalam
1.3

Volume

gelas ukur

terpindahkan

kering dan telah

kurang dari
1 botol

60ml

volume yang

dikalibrasi

tertera pada

secara hati-hati

etiket ( FI V

(FI V halaman

halaman

1614)
1.4

95% dari

3 botol

Bobot jenis

Gunakan

(FI V hal

piknometer

suatu zat

1553)

yang bersih dan

adalah hasil

kering, timbang

yang

piknometer

diperoleh

kosong (W1)

dengan

lalu isi dengan

membagi

air suling dan

bobot zat

timbang (W2).

dengan

Buang air

bobot air

suling tersebut,

dalam
31

1,02 /ml

1615)
Bobot jenis

keringkan
piknometer lalu
isi dengan
cairan yang
akan diukur BJ

piknometer.

nya dan

(FI V hal

timbang (W3).

1553)

Hitung dengan
rumus :
dt =

w3w1
w2w1

Pengujian
dilakukan
menggunakan
viscometer
1.5

Viskositas

Brookfield
(Modul

1 botol

0,8 P= 80 cP

Praktikum
Farmasi
Fisika, 2002
hlm 17-18)
Partikel
Homogenitas

1.6

1.7

berukuran

(Goeswin

Mengamati

seragam dan

Agus,

keseragaman

terdistribusi

teknologi

distribusi dan

farmasi dan

ukuran partikel

merata

liquida hlm

di kaca arloji.

dinyatakan

1 botol

Homogen

secara

127)

sebagai

Volume

Tuangkan

0= = 1

homogen.
Nilai tidak

sedimentasi

sediaan 1 botol

1 hari= = 0,80

lebih dari 1

(Teori dan

ke dalam gelas

Praktek

ukur, tutup

1 botol

2 hari= = 0,83

32

dengan kertas
perkamen,
amati
pengendapan
yang terjadi tiap
0, 1 hari, 2
hari, dan 6 hari.
Setiap selang
waktu sesuai
Farmasi

dengan yang
telah

Industri
Lachman, 3
ed hlm 492493)

ditentukan,

6 hari= = 0,86

lakukan
pengamatan,
Ukur volume
sediaan (Ho)
dan volume
sediaan yang
jernih (Hv),
hitung dengan
rumus:
=

1.8

Hv
Ho

Kemampuan

Sediaan

redispersi

disimpan dalam

(Teori dan

botol bening,

Praktek

diamkan selama

Farmasi

0, 1 hari, 2

Industri

hari, dan 6 hari.

Lachman, 3

Setiap selang

ed hlm 492-

waktu sesuai

493)

dengan yang

1 botol

0= 0 kali
1 hari= 10 kali
2 hari= 13 kali
6 hari= 40 kali

telah
33

Teredispersi
kembali

ditentukan,
amati dan
kocok botol
dengan
kemiringan 900
sampai sediaan
teredispersi
kembali. Hitung
berapa kali tiap
mengkocok
botol.
Suspensi
Distribusi
ukuran partikel
1.9

(Martin,
Physical
Pharmacy,
hlm 430-431)

diencerkan dan

Partikel

dibuat sediaan

berukuran

yang cukup di
atas objek glass.

1 botol

Diamati

merata.

mikroskop

KIMIA
Tetapkan kadar
Keseragaman

2.1

sediaan
(FI IV hlm
999)

2.2
2.3

Identifikasi

10 satuan satu
per satu seperti
tertera pada

3 botol

Penetapan
kadar dalam
monografi
Dengan cara
kromatografi

3 botol

Penetapan

(FI V hlm691)
Dengan cara

3 botol

kadar zat aktif

kromatografi

sediaan

cair kinerja

sediaan

terdistribusi
secara

menggunakan
cahaya

2.

seragam dan

tinggi
34

(FI V hlm 691)


3.

BIOLOGI
Penetapan
dengan

3.1

Uji potensi

lempeng-

untuk

silinder atau

antibiotik

"lempeng" dan

(FI V hlm

penetapan

891-899)

dengan cara

3 botol

"tabung" atau
3.2

Uji efektivitas

turbidimetri.
Menggunakan

pengawet

mikroba uji

bakteri

(FI IV hlm

dalam agar

viabel pada

3 botol

854)

a. Jumlah

hari ke 14
berkurang
hingga tidak
lcbih dari
0,1% dari
jumlah awal.
b. jumlah
kapang dan
-khamir
viable
selama 14
hari pertama
adalah tetap
atau kurang
dari jumlah
awal
c. Jumlah
tiap mikroba
uji selama
hari tersisa

35

dari 28 hari
pengujian
adalah tetap
atau kurang
danbilangan
yang disebut
pada a dan
b.

Perhitungan Bobot Jenis


W1 = 26,024 g
W2 = 36,308 g
36,485 g+36,596 g+36,655 g
W3 =
3
109,736 g
3

= 36,578 g

w3w1
w2w1

dt =
=

36,578 g26,024 g
36,308 g26,024 g

10,554 g
10,284 g

= 1,02 g/ml

Perhitungan volume sedimentasi

0=

Hv
Ho

1 hari=

Hv
Ho

2 hari=

Hv
Ho

60
60

=1

48 ml
60 ml

= 0,80

50 ml
6 oml

= 0,83

36

6 hari=
IX.

Hv
Ho

52ml
60 ml

= 0,86

PEMBAHASAN
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang
terdispersi dalam fase cair (FI IV hlm 17). Dibuat sediaan suspensi karena
suspensi mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya baik digunakan untuk
pasien yang sukar menerima tablet dan kapsul, terutama anak-anak, memiliki
homogenitas tinggi, lebih mudah diabsorpsi daripada tablet dan kapsul karena luas
permukaan kontak antara zat aktif dan saluran cerna meningkat, dapat menutupi
rasa tidak enak dan pahit obat, dan mengurangi penguraian zat aktif yang tidak
stabil dalam air (RPS ed. 15 Vol. 3 hlm 1538-1539). Sedangkan penggunaan
sediaan yang dibuat yaitu untuk oral. Suspensi oral adalah sediaan cair
mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan
pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk penggunaan oral (FI IV hlm 17).
Pada praktikum kali ini dibuat sediaan suspensi dengan bahan aktif
Kloramfenikol palmitat. Formula yang digunakan yaitu Kloramfenikol palmitat
sebanyak 10% b/v, Sirupus simplex sebanyak 25%

/v, Methyl paraben sebanyak

0,015% b/v, Propyl paraben sebanyak 0,01% b/v, Propilen Glikol sebanyak 10% b/v,
HPMC sebanyak 2,5% b/v, Na-sakarin sebanyak 0,2% b/v,
0,2408% b/v,

Na 2 HP O4

KH 2 P O4

sebanyak

sebanyak 0,75% b/v, HCl 0,4 N sebanyak 2 tetes, Pasta

Jeruk sebanyak 10 tetes, Oleum aurantii sebanyak 2 tetes, dan Aquadest sebanyak
100% v/v.
Sediaan yang akan dibuat berupa suspensi dengan bahan aktif Kloramfenikol
palmitat dengan dosis untuk dewasa yaitu 4 x 1 sendok takar @5-7,5 ml.
Sedangkan khasiat dari Kloramfenikol palmitat yaitu untuk mengobati demam
tifoidoleh H. influenza. Kloramfenikol palmitat dikontraindikasikan kepada bayi,
anak kecil di bawah 2 bulan, pasien dengan gangguan hati, gangguan darah dan
pasien yang hipersensitif. Efek samping dari Kloramfenikol palmitat yaitu reaksi
saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, anemia aplastic. (Farmakologi
dan Terapi ed. V hlm701-702).
Kloramfenikol bekerja dengan menghambat sintesis protein kuman. Obat ini
terikat pada ribosom subunit 50s dan menghambat enzim peptidil transferase
sehingga ikatan peptide tidak terbentuk pada proses sintesis kuman. Efek toksik
37

kloramfenikol pada system hemopoetik sel mamalia diduga berhubungan dengan


mekanisme kerja obat ini. Kloramfenikol umumnya bersifat bakteriostatik
(menghambat pertumbuhan bakteri). Pada konsentrasi tinggi kloramfenikol
kadang-kadang bersifat bakterisid (membunuh) terhadap kuman-kuman tertentu.
Setelah pemberian oral, kloramfenikol diserap dengan cepat.kadar puncak dalam
darah tercapai dalam 2 jam. Masa paruh eliminasinya pada orang dewasa kurang
lebih 3 jam. Kira-kira 50% kloramfenikol dalam darah terikat dengan albumin.
Obat ini didistribusikan secara baik ke berbagai jaringan tubuh, termasuk jaringan
otak, cairan serebro spinal dan mata. Kloramfenikol yang diberikan oral telah
diekskresi melalui ginjal. Dari seluruh kloramfenikol yang diekskresi melalui
urin, hanya 5-10% dalam bentuk aktif. Sisanya terdapat dalam bentuk glukuronat
taau hidrolisat lain yang tidak aktif. Banyak pendapat mengenai indikasi
penggunaan kloramfenikol, tetapi sebaiknya obat ini hanya digunakan unruk
mengobati demam tifois tau meningitis oleh H.influenzae. infeksi lain sebaiknya
tidak diobati dengan kloramfenikol bila masih ada atimikroba lain yang lebih
aman dan efektif. Kloramfenikol dikontraindikasikan untuk bayi, anak kecil di
bawah 2 bulan, pasien dengan gangguan hati, gangguan darah dan pasien yang
hipersensitif. Kloramfenikol tidak lagi menjadi pilihan utama untuk mengobati
penyakit tersebut karena telah tersedia obta-obat yang lebih aman. Walaupun
demikian, pemakaiannya sebagai lini pertama dapat dibenarkan bila resistensi
belum merupakan masalah. Efek samping dari Kloramfenikol palmitat yaitu
reaksi saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, anemia aplastic.
(Farmakologi dan Terapi ed. V hlm701-702).
Bahan aktif tidak larut dalam air (Farmakope Indonesia edisi V hlm 690),
maka dibuat sediaan berupa suspensi. Kloramfenikol digunakan untuk pemakaian
luar dan rasanya sangat pahit (Farmakope Indonesia edisi IV hlm 189), maka
dari itu bahan aktif

Kloramfenikol diganti menjadi Kloramfenikol palmitat.

Bahan aktif hampir tidak berasa (Farmakope Indonesia edisi V hlm 690)
sehingga akan menurukan akseptabilitas terhadap pasien, maka dari itu dalam
sediaan ditambahkan pemanis (sweetening agent) yaitu sirupus simplex (HOPE
6th Edition page 703) dan Na-sakarin (HOPE 6th Edition page 608) untuk
menambah rasa manis pada sediaan dan meningkatkan akseptabilitas terhadap
pasien. Sirupus simplex dibuat dari sukrosa 65g+aquadest ad 100ml yang
dipanaskan hingga sukrosa melarut dengan sempurna. Sediaan disimpan dalam
38

jangka waktu lama sebagai multiple dose, dan sediaan terkandung sukrosa dan air
sebagai nutrisi dan medium pertumbuhan mikroba, dengan demikian akan rentan
terkontaminasi mikroba, maka sediaan ditambahkan pengawet, yaitu pengawet
Methyl paraben dan Propyl paraben (HOPE 6thedition page 441& 596). Agar
pengawet dapat bekerja dengan efektif maka dikombinasikan pengawet Methyl
paraben dan Propyl paraben. Digunakan pengawet Methyl paraben dan Propyl
paraben karena menyesuaikan dengan pH sediaan yang dibuat= 6,7 dengan pH
aktivitas antimikroba Methyl paraben dan Propyl paraben yaitu 4-8 (HOPE
6thedition page 441& 596). Methyl paraben dan Propyl paraben sukar larut dalam
air, mudah larut dalam propilen glikol (HOPE 6thedition page 441& 596), maka
Methyl paraben dan Propyl paraben dilarutkan dalam propilen glikol. Bahan aktif
memiliki pH sediaan= 6,7 (TPC 1994 hlm 789), maka pH sediaan yang akan
dibuat= 6,7. Untuk mempertahankan pH sediaan yang diinginkan, ditambahkan
Dapar Phospat untuk mempertahankan pH sediaan(Farmakope Indonesia edisi V
hlm 1727). Untuk mencapai pH sediaan yang di inginkan, ditambahkan adjust pH
HCl 0,1 N atau NaOH 0,1 N (jika perlu). Bahan aktif harus terlindung dari cahaya
(Martindale 36 hlm 239), maka digunakan botol kaca berwarna coklat saat
penyimpanan. Untuk memperlambat pengendapan sediaan, mencegah penurunan
partikel, dan mencegah penggumpalan resin dan bahan berlemak, ditambahkan
suspending agent yaitu HPMC untuk memperlambat pengendapan sediaan,
mencegah penurunan partikel, dan mencegah penggumpalan resin dan bahan
berlemak (HOPE 6th Edition page 326). Untuk menurunkan tegangan permukaan
bahan dengan air (sudut kontak) dan meningkatkan dispersi bahan yang tidak
larut, ditambahkan wetting agent yaitu propilen glikol untuk menurunkan
tegangan permukaan bahan dengan air (sudut kontak) dan meningkatkan dispersi
bahan yang tidak m larut (HOPE 6thed halaman 592). Agar warna dan bau sirup
lebih menarik, ditambahkan colouring agent dan flavouring agent Pasta Jeruk dan
oleum aurantii (Martindale 36 hlm 2357). CO2 dapat mempengaruhi pH sediaan
karena dapat terlarut ke dalam air dan membentuk ion H + sehingga dapat
mengubah pH sediaan, maka digunakanlah pelarut air bebas CO 2. Pada pembuatan
sediaan tiap botol dilebihkan 2% yaitu menjadi 61,2ml, ini dilakukan untuk
menjamin kehilangan volume pada setiap botol sesuai yang tertera pada label dan
etiket dan memenuhi syarat volume terpindahkan. Untuk volume total juga

39

dilebihkan sebanyak 10% untuk menjamin agar tidak terjadi kehilangan volume
total sediaan.
Eksipien yang digunakan diantaranya: Sirupus simplex 25%, Methyl paraben
0,015%, Propyl paraben 0,01%, Propilen Glikol 10%, HPMC 2,5%, Na-sakarin
0,2%,

KH 2 P O4

0,2408%,

Na 2 HP O4

0,75%, HCl 0,4 N 2tetes, Pasta

Jeruk10 tetes, Oleum aurantii 2 tetes, dan Aquadest ad 100%.


Sediaan dibuat secara berurutan mulai dari pembuatan air bebas CO 2, kalibrasi
yang terdiri dari kalibrasi botol coklat 60ml, beaker glass utama (500 ml), dan
kalibrasi beaker glass untuk sirupus simplex (250ml), lalu dilanjutkan dengan
penimbangan formula atau bahan-bahan yang telah dilakukan perhitungan
sebelumnya, pembuatan sirupus simplex, pembuatan dapar phospat, pembuatan
gel HPMC, dan pembuatan suspensi 10%. HPMC dibuat di dalam mortir karena
HPMC mudah terdispersi dalam air dan membentuk larutan koloidal (Martindale
36 hlm 2144).
Selama praktikum saya melakukan kalibrasi botol kaca berwarna coklat
sebanyak 61 ml, kalibrasi beaker glass utama 500 ml, kalibrasi beaker glass untuk
membuat sirupus simplex, dan penimbangan.
Setelah sediaan dibuat dan dimasukkan ke masing-masing botol yang telah
dikalibrasi sebelumnya dan ditutup rapat dilakukan evaluasi, diantaranya ada
evaluasi organoleptik, yaitu meliputi evaluasi bau, rasa dan warna. Sediaan yang
telah jadi memiliki bau jeruk, rasa manis, dan warna orange.
Yang kedua yaitu evaluasi evaluasi pengujian pH sediaan. Sediaan diukur
pHnya menggunakan pH indikator dengan cara mencelupkan indikator ke dalam
sediaan yang telah dibuat 80% dari volumekeseluruhan dan disamakan warnanya
dengan pH yang tersedia, pH yang didapat yaitu 9. Karena pH sediaan yang telah
jadi melebihi dari pH sediaan yang dispesifikasikan yaitu 6,7, maka ditambahkan
adjust pH HCl 4 N sebanyak 2 tetes dan dikur pHnya kembali dengan
menggunakan indikator pH, diperoleh pH sediaan yaitu 7.
Yang ketiga yaitu evaluasi volume terpindahkan (FI V halaman 1615). 1
botol dituangkan ke dalam gelas ukur 500 ml, ditutup dengan kertas perkamen,
dan dibiarkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, diukur volume dalam gelas
ukur. Diperoleh volume yaitu 60ml. Pada evaluasi volume terpindahkan,
syaratnya yaitu tidak ada satu wadah pun volumenya kurang dari 95% dari
volume yang tertera pada etiket (FI V halaman 1615). Hasil volume sediaan

40

yang diperoleh yaitu 60ml (tidak kurang dari 95%). Sediaan dapat dinyatakan
memenuhi syarat evaluasi.
Yang keempat yaitu evaluasi bobot jenis (FI V hal 1553). Piknometer yang
bersih dan kering ditimbang di atas timbangan analitik saat kosong sebagai W 1,
saat diisi aquadest sebagai W2, dan saat diisi sediaan sebagai W3. Lalu dihitung
menggunakan rumus bobot jenis, diperoleh bobot jenis sediaan yaitu 1,02 g/ml.
Yang kelima yaitu evaluasi viskositas (Modul Praktikum Farmasi Fisika,
2002 hlm 17-18). Pengujian dilakukan menggunakan viscometer Brookfield.
Viskositas sediaan yang diperoleh yaitu 80cP.
Yang keenam yaitu evaluasi homogenitas. Teteskan menggunakan pipet tetes
sediaan dari dalam botol ke kaca arloji, ratakan dengan sudip, amati ukuran
partikelnya. Syaratnya yaitu jika ukuran partikel yang sama semua disebut
homogen dan jika ukuran partikel ada yang berbeda disebut tidak homogen. Hasil
pengamatan yang didapatkan yaitu sediaan termasuk homogen karena ukuran
partikelnya sama semua.
Yang ketujuh yaitu evaluasi volume sedimentasi. Tuangkan sediaan 1 botol ke
dalam gelas ukur, tutup dengan kertas perkamen, amati pengendapan yang terjadi
tiap 0, 1 hari, 2 hari, dan 6 hari. Setiap selang waktu sesuai dengan yang telah
ditentukan, lakukan pengamatan, ukur volume sediaan (Ho) dan volume sediaan
yang jernih (Hv), hitung dengan membagi volume sediaan (Ho) dan volume
sediaan yang jernih (Hv). Syaratnya yaitu nilai tidak lebih dari 1. Hasil yang
diperoleh yaitu pada 0 nilai = 1, pada 1 hari nilai = 0,80, pada 2 hari nilai =
0,83, dan pada 6 hari nilai = 0,86. Berdasarkan hasil evaluasi volume
sedimentasi dapat dinyatakan baik karena nilai mendekati 1. Pada awal evaluasi
tidak terdapat endapan pada gelas ukur dan ketika dibiarkan selama 1 hari
endapan terbentuk banyak sehingga bagian yang jernihnya dapat terlihat dengan
jelas dan dapat diukur volumenya. Pengukuran bagian volume yang jernih di
lihat dari bagian yang tidak terdapat partikel melayangnya atau dengan kata lain
sama dengan jernih, bagian tersebut yang dapat dikatakan sebagai Hv sehingga
dapat diukur bagian yang jernihnya. Semakin lama sediaan dibiarkan, endapan
yang terbentuk semakin sedikit dan volume yang jernihnyapun semakin
bertambah sehingga nilai semakin mendekati 1.
Yang kedelapan yaitu evaluasi kemampuan teredispersi. Sediaan disimpan
dalam botol bening, diamkan selama 0, 1 hari, 2 hari, dan 6 hari. Setiap selang
41

waktu sesuai dengan yang telah ditentukan, amati dan kocok botol dengan
kemiringan 900 sampai sediaan teredispersi kembali. Hitung berapa kali tiap
mengkocok botol. Hasilnya pada waktu 0 sediaan teredispersi kembali setelah
dikocok sebanyak 0 kali. Pada waktu 1 hari, sediaan teredispersi kembali setelah
dikocok sebanyak 10 kali. Pada waktu 2 hari, sediaan teredispersi kembali
setelah dikocok sebanyak 13 kali. Dan pada wkatu 6 hari, sediaan teredispersi
kembali setelah dikocok sebanyak 40 kali. Berdasarkan hasil evaluasi
kemampuan redispersi sediaan dapat dinyatakan kurang baik karena dari hari ke
hari persebaran partikel dari sediaan semakin lama untuk kembali.
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sediaan dinyatakan memenuhi
syarat yang ditentukan walaupun terdapat hasil evaluasi yang tidak memenuhi
persyaratan namun merupakan parameter kritis.
Penggunaan dapar phospat berfungsi untuk mempertahankan pH sediaan
larutan yang dibuat. Digunakan dapar phospat karena pKa dapar phospat (7,21)
berdekatan dengan pH sediaan (6,7). Dapar phospat dibuat dari asam kuat dan
basa konjugasi. Fungsi dari dapar yaitu untuk mengatur dan mempertahankan pH,
memperbesar potensial pengawet, dan meningkatkan kelarutan (Pharmaceutics,
The Science of Dosage Form Design, ME. Aulton, hal 277).
Pada saat optimasi, pada pembuatan, saat penggerusan dengan stamper di
dalam mortir terdapat busa. Ini terjadi karena menggerusnya terlalu cepat dan
kuat. Seharusnya dengan perlahan sehingga busa yang timbul tidak akan banyak
atau tidak timbul busa sama sekali. Ini juga timbul karena kelemahan dari HPMC
yang ketika dibuat massa gel dalam pengadukan atau penggerusan akan timbul
busa.
X.

KESIMPULAN
Formulasi yang tepat untuk sediaan yang dibuat adalah sebagai berikut.
No
.
1

Nama Bahan

Jumlah

Kegunaan

Kloramfenikol palmitat

10% b/v

Sirupus simplex

25% b/v

Zat aktif
Pemanis dan pengental

Methyl paraben

0,015%b/v

Propyl paraben

0,01% /v
42

(HOPE 6th Edition page 703)


Pengawet
(HOPE 6thedition page 441)
Pengawet

(HOPE 6thedition page 596)


Wetting agent dan pelarut
5

Propilen Glikol

10% b/v

HPMC

2,5% b/v

Na-sakarin

0,2% b/v

KH 2 P O4

0,2408%b/v

pengawet
(HOPE 6th halaman 592)
Suspending agent
(HOPE 6th Edition page 326)
Pemanis
(HOPE 6th Edition page 608)
Dapar
(Farmakope Indonesia edisi V
hal 1727)
Dapar

Na 2 HP O4

10
11

HCl 0,4 N
Pasta Jeruk

2 tetes
10 tetes

12

Oleum aurantii

2 tetes

13

Aquadest

Ad 100% v/v

0,75%b/v

(Farmakope Indonesia edisi V


hal 1727)
Adjust pH
Pewarna
Odoris/pewangi
(Martindale 36 hal 2357)
Pelarut
(HOPE 6th Edition page 766 )

Dari hasil sediaan yang didapat sediaan memiliki bau jeruk, rasa manis, dan
warna orange. Pada pengujian pH didapatkan pH 7.Sediaan memiliki dosis untuk
dewasa yaitu 4 x 1 sendok takar @5-7,5 ml.Sedangkan khasiat dari
Kloramfenikol palmitat yaitu untuk mengobati demam tifoidoleh H. influenza.
Kloramfenikol palmitat dikontraindikasikan kepada bayi, anak kecil di bawah 2
bulan, pasien dengan gangguan hati, gangguan darah dan pasien yang
hipersensitif. Efek samping dari Kloramfenikol palmitat yaitu reaksi saluran
pencernaan seperti mual, muntah, diare, anemia aplastic. (Farmakologi dan
Terapi ed. V hlm701-702). Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sediaan
dinyatakan memenuhi syarat yang ditentukan walaupun terdapat hasil evaluasi
yang tidak memenuhi persyaratan namun merupakan parameter kritis.

XI.

DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Goeswin. 2012. Sediaan Farmasi Likuida-Semisolida. Bandung: Penerbit
ITB
43

BMJ Group. 2009. British National Formulary (BNF). London: BMJ Group and
the Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.
Council of Europe. 2001. European Pharmacopoeia, Fifth Edition. Europe:
Directorate for The Quality of Medicines of The Council of Europe (EDQM)
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia,edisi IV,
Jakarta: Departemen Kesehatan.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Farmakope Indonesia,edisi V,
Jakarta: Departemen Kesehatan.
Lawrence. 2007. United States Pharmacopeia 30 - National Formulary 25. United
States:
Rowe, Raymond C.2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. 6th ed.,London
: Pharmaceutical Press.
Sweetman, S.C. 2009. Martindale 36 The Complete Drug Reference. London:
Pharmaceutical Press.
Syarif, Amir, dkk. 2012. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI
The Council of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. 1994. The
Pharmaceutical Codex, 12th ed, Principles and Practice of Pharmaceutik. London:
Pharmaceutical Press.
The Departemen of Health, Social Service and Public Safety. 2009. British
Pharmacopoeia. London: Pharmaceutical Press.
The Minister and Health. 2006. The Japanese Pharmacopoeia fifteenth. Japan:
Ministry of Health.
Tjay Tan , dan Tahardha Kirana. 2007. Obat-Obat Penting (Khasiat, Cara,
Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya) Edisi keenam. Jakarta: PT. ELEX
MEDIA KOMPUTINDO.

44

XII.

LAMPIRAN
KEMASAN

45

Klorpen
Kloramfenikol Palmitat

ETIKET

KOMPOSISI
Tiap 5ml mengandung :
Kloramfenikol palmitat........ 500mg
FARMAKOLOGI

Klorpenmengandung

Kloramfenikol
Palmitat
yangberkhasiat untuk mengobati demam tifoid. Kloramfenikol
bekerja dengan menghambat sintesis protein kuman. Obat ini
terikat pada ribosom subunit 50s dan menghambat enzim peptidil
transferase sehingga ikatan peptide tidak terbentuk pada proses
sintesis kuman. Efek toksik kloramfenikol pada system
hemopoetik sel mamalia diduga berhubungan dengan mekanisme
kerja obat ini. Kloramfenikol umumnya bersifat bakteriostatik
(menghambat pertumbuhan bakteri). Pada konsentrasi tinggi
kloramfenikol kadang-kadang bersifat bakterisid (membunuh)
terhadap kuman-kuman tertentu. Setelah pemberian oral,
kloramfenikol diserap dengan cepat.kadar puncak dalam darah
tercapai dalam 2 jam. Masa paruh eliminasinya pada orang dewasa
kurang lebih 3 jam. Kira-kira 50% kloramfenikol dalam darah
terikat dengan albumin. Obat ini didistribusikan secara baik ke
berbagai jaringan tubuh, termasuk jaringan otak, cairan serebro
spinal dan mata. Kloramfenikol yang diberikan oral telah
diekskresi melalui ginjal. Dari seluruh kloramfenikol yang
diekskresi melalui urin, hanya 5-10% dalam bentuk aktif. Sisanya
terdapat dalam bentuk glukuronat taau hidrolisat lain yang tidak
aktif.
INDIKASI
Untuk mengobati demam tifoid
CARA PAKAI
Untuk Dewasa:
Sehari 4 x 1 sendok takar @5-7,5ml
KONTRAINDIKASI
Bayi, anak kecil di bawah 2 bulan, pasien dengan gangguan hati,
gangguan darah dan pasien yang hipersensitif.

BROSUR

EFEK SAMPING
Reaksi saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, anemia
aplastic.
SIMPAN DI BAWAH SUHU 250C DALAM
TERTUTUP RAPAT. LINDUNGI DARI CAHAYA.
KOCOK
HARUS DENGAN RESEP

46
No. Reg. DKL 1500600433A1
PT. PHARAFAM FARMA
BANDUNG INDONESIA

BOTOL

47