Anda di halaman 1dari 3

NOTA MEMORI BANDING

No. 15/Pid.B/2009/PN-Lsm

Kepada Yth ;
Bpk/Ibu
Ketua Pengadilan Tinggi Aceh
di
Banda Aceh

Assallamuallaikum Wr.Wb

Sesuai perkara kami selaku terdakwa No. 15/Pid.B/2009/PN-Lsm yang telah diputus oleh

Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada Tanggal 04 Januari 2010 dengan isi putusannya sebagai

berikut :

1. Menyatakan Terdakwa Muslim Bin Abdullah telah terbukti secara sah dan meyakinkan

bersalah melakukan tindak pidana Penganiayaan ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) Bulan ;

3. Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 2000,- (dua ribu

rupiah) ;

Atas putusan Pengadilan Negeri Lhokseumawe tersebut diatas kami menghormatinya,

namun atas nama keadilan yang kami rasakan kami keberatan dengan dasar pertimbangan yang

tidak digali secara utuh oleh Majelis Hakim tersebut.

Adapun yang menjadi dasar kami adalah sebagaimana yang kami utarakan dibawah ini :

1. Majelis Hakim tidak mendalami fakta hukum bahwa yang melakukan pemukulan terhadap

saksi korban Sudirman Bin M. Yunus bukan hanya terdakwa tetapi juga dilakukan oleh

Sdr. Jafaruddin, Sdr. Ibrahim pada hari Kamis Tanggal 06 Maret 2008 sekitar Pukul

09.45 Wib di Kantor Keuchik/Kepala Desa Pusong Lama Kec. Banda Sakti, Pemkot

Lhokseumawe ;

Konklusinya yang memukul saksi korban Sudirman Bin M. Yunus ada 3 (tiga) orang.

Dalam pertimbangan unsur ad. 3 Menyebabkan orang lain terluka dan menderita sakit.

Bagaimana Majelis Hakim bisa memastikan luka pipi kiri 5 cm x 3 cm x 1 cm dan korban

mengalami pitam-pitam dan susah bernafas akibat Terdakwa pukul atau Sdr. Jafaruddin

atau Sdr. Ibrahim, sementara Visum Et Repertum No. 143/RS/PMI/VR/VI/2008 Tanggal


05 April 2008 yang dibuat oleh Dokter. Iskandar Albini tidak menyebutkan penyebabnya

adalah akibat pemukulan tersebut.

Dan kalau Majelis Hakim membebankan apa yang dilakukan oleh Sdr. Jafaruddin atau

Sdr. Ibrahim, yang ikut memukul Sdr. Sudirman Bin M Yunus hanya kepada Terdakwa

sendiri, inilah oleh kami dirasakan tidak adil dalam putusan tersebut.

2. Majelis Hakim tidak mempertimbangkan secara mendalam sebab terjadinya peristiwa

pemukulan tersebut, karena disebabkan sikap saksi korban yang memancing emosional.

“Menunjuk Terdakwa dan mengatakan Terdakwa tidak tahu apa-apa tentang data BRR,

bantuan rumah di Desa Pusong Lama”

Perbuatan saksi korban tersebut telah menginjak harkat dan martabat Terdakwa selaku orang

yang dihormati di Desa Pusong Lama (Keuchik/Kepala Desa Pusong Lama) ;

3. Bahwa selaku Kepala Desa (Keuchik) Terdakwa sebagai tokoh yang dihormati di Desa

Pusong Lama dan sebagai Keuchik mempunyai tugas sosial yang tidak terbatas di Pusong

Lama dalam mengurus masyarakat Pusong Lama, sehingga putusan Pengadilan Negeri

Lhokseumawe No. 15/Pid.B/2009/PN-Lsm yang menghukum kami selama 3 (tiga) Bulan,

sangat memberatkan kami selaku Keuchik/Kepala Desa dalam menjalankan fungsi atau

tugas sebagai Keuchik/Kepala Desa ;

4. Majelis Hakim tidak konsisten dalam putusannya, dimana dasar pertimbangan hal-hal yang

meringankan disebutkan :

• Terdakwa sebagai Kepala Desa/Keuchik masih dibutuhkan oleh masyarakatnya.

• Terdakwa sopan dipersidangan.

• Terdakwa berterus terang dalam persidangan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi

perbuatannya.

• Terdakwa belum pernah dihukum.

Seharusnya Majelis Hakim dengan mempertimbangkan hal meringan tersebut diatas

khususnya

“Terdakwa sebagai Kepala Desa/Keuchik Pusong Lama yang masih dibutuhkan oleh

masyarakatnya dan terdakwa belum pernah dihukum”

Dalam menjalani fungsi Kepala Desa/Keuchik yang mengurus masyarakat Pusong Lama

dalam segala hal, putusan yang mencerminkan rasa keadilan dan korelatif dengan
pertimbangan hal yang meringankan dalam putusan tersebut adalah mempertimbangkan

Pasal 14.a KUHP yakni menjatuhkan Hukuman Percobaan terhadap kami selaku

Terdakwa ;

5. Kami selaku Terdakwa dalam perkara pidana No. 15/Pid.B/2009/PN-Lsm sangat berharap

kepada Ketua Pengadilan Tinggi Aceh Cq. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi sebagai Judex

Facti untuk memberi putusan arif kepada kami yang mencerminkan rasa keadilan kepada

kami yang pada saat ini berkedudukan sebagai Kepala Desa/Keuchik sehigga putusan

Pengadilan Tinggi mengakomodir tujuan penjatuhan pidana yakni aspek kemanfaatan

(Utilitas Teory) yakni dengan mempertimbangkan dan menerapkan Pasal 14.a KUHP yakni

menjatuhkan Hukuman Percobaan kepada kami ;

Demikian Nota Memori Banding ini kami buat dengan harapan Bpk/Ibu Ketua

Pengadilan Tinggi dan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Aceh memberi putusan kepada kami

dengan mempertimbangkan Pasal 14. a KUHP.

Lhokseumawe, 22 Januari 2010


Hormat Kami

(Muslim Bin Abdullah)