Anda di halaman 1dari 3

Menurut Robert, 1981 defenisi Adsorpsi adalah merupakan suatu proses

yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat pada padatan dan
akhirnya membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan tersebut. Contohnya:
pembersihan air dengan karbon aktif, dll. Menurut Weber,1972 Dalam adsorpsi
digunakan istilah adsorbat dan adsorban, dimana adsorbat adalah substansi
yang terserap atau substansi yang akan dipisahkan dari pelarutnya, sedangkan
adsorban adalah merupakan suatu media penyerap yang dalam hal ini berupa
senyawa karbon.
Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2127183-defenisiadsorpsi/#ixzz1w3tn7Jjf
Adsorpsi adalah proses fisik atau kimia dimana senyawa berakumulasi di
permukaan(interface) antar dua fase. Interface merupakan suatu lapisan yang
homogen antara dua permukaan yang saling berkontak. Substansi yang diserap
disebut adsorbat sedangkan material yang berfungsi sebagai penyerap disebut
adsorben.
1. Menurut weber (1982) dan Benefield (1982) mekanisme yang terjadi
pada
proses
adsorpsi
yaitu:
Molekul-molekul adsorben berpindah dari fase bagian terbesar larutan ke
permukaan interface, yaitu lapisan film yang melapisi permukaan
adsorben atau eksernal.
2. Molekul adsorben dipindahkan dari permukaan ke permukaan luar dari
adsorben (exterior surface)
3. Molekul-molekul adsorbat dipindahkan dari permukaan luar adsorben
menyebar menuju pori-pori adsorben. Fase ini disebut dengan difusi pori
4. Molekul adsorbat menempel pada permukaan pori-pori adsorben.
Menurut Smisek (1970) umumnya adsorpsi ion logam dari larutan ke
permukaan adsorben merupakan adsorpsi fisik dimana gaya yang bekerja antar
logam berat dari permukaan karbon aktif adalah gaya Van der Walls dimana
tidak terjadi reaksi reaksi secara kimia atau pengikatan secara ionik logam
dengan adsorben.
Ada dua metode adsorpsi yaitu adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia. Perbedaan
dasar antara adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia adalah sifat dari gaya-gaya
yang menyebabkan ikatan adsorpsi tersebut
1. Adsorpsi fisika

Ikatan Van der Walls, Reversible, karena proses penyerapan dapat lepas
kembali ke dalam pelarut, Kalor adsorpsi kecil yaitu 5-10 kkal/mol,
Kecepatan pembentukan ikatan cukup tinggi, Regenerasi dapat
dilakukan, Terjadi pada suhu rendah, makin tinggi suhu tingkat
penyerapan semakin kecil.

2. Adsorpsi kimia
Ikatan kimia Irreversible, karena proses penyerapan tidak dapat dilepas
kembali ke dalam pelarut, Kalor adsorpsi besar yaitu 10-100 kkal/mol,
Kecepatan pembentukan ikatan bisa lambat bisa cepat, tergantung
besarnya energi aktivasi. Regenerasi tidak dapat dilakukan, Terjadi pada
suhu tinggi, makin tinggi suhu tingkat penyerapan semakin besar.

Kromatografi partisi
Prinsip kromatografi partisi dapat dijelaskan dengan hukum partisi yang dapat
diterapkan pada sistem multikomponen yang dibahas di bagian sebelumnya.
Dalam kromatografi partisi, ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses.
Dalam percobaan, zat terlarut didistribusikan antara fasa stationer dan fasa
mobil. Fasa stationer dalam banyak kasus pelarut diadsorbsi pada adsorben
dan fasa mobil adalah molekul pelarut yang mengisi ruang antar partikel yang
teradsorbsi.
Umumnya zat terlarut dibawa melewati media pemisah oleh aliran suatu
pelarut berbentuk cairan atau gas yang disebut eluen. Fase diam dapat
bertindak sebagai zat seperti penyerap alumina yang diaktifkan, silikagel, dan
resin penukar ion, atau dapat bertindak melarutkan zat terlarut sehingga
menjadi partisi antara fase diam dan fase gerak. Dalam proses terakhir ini
suatu lapisan cairan pada suatu penyangga yang iner berfungsi sebagai fase
diam. Partisi merupakan mekanisme pemisahan yang utama dalam
kromatografi gas, cair, kertas, dan bentuk kromatografi kolom yang disebut
kromatografi cair-cair. Dalam praktek, seringkali pemisahan disebabkan oleh
suatu kombinasi efek adsorpsi dan partisi.

KROMATOGRAFI KOLOM

Kromatografi Kolom merupakan salah satu cara kromatografi yang sering


digunakan. Peralatan yang digunakan untuk cara ini cukup sederhana.
Terjadinya pemisahan dapat secara adsorpasi, partisi atau keduanya.
Macam-macam Kromatografi Kolom :
1.1

KROMATOGRAFI KOLOM ADSORPSI

Prinsip dari permisahan komponen-komponen adalah adsorpsi diantara


permukaan padatan - cairan (solid liquid interface). Supaya didapatkan
permisahan yang baik. senyawa-senyawa didalam campuran harus mempunyai
afinitas yang berbeda terhadap Zat penyerap dan harus ada saling interaksi di
antara zat penyerap dan komponen. Pada saat zat penyerap yang ditambah
dengan contoh dialiri pelarut. komponen-komponen didalam campuran akan
bergerak turun dengan kecepatan tertentu hingga tcrjadi pemisahan di dalam
kolom yang disebut kromatogram. Kecepatan bergerak dari tiap komponen
berbeda-beda dan di pengaruhi oleh partikel didaerah permukaan mutu dari
zat. Kemampatan dari zat penyerap dan atografi.

KROMATOGRAFI KOLOM PARTISI


Pada kromatografi partisi, zat yang harus dipisahkan terbagi antara dua
cairan yang tidak saling bercampur. Salah satu cairan, yaitu fase diam,
umumnya diadsorpsikan pada penyangga padat, karena itu mempunyai area
permukaan yang sangat luas terhadap pelarut yang mengalir atau fase gerak.
Kontak cairan dengan cairan secara berturutan yang berulang kali terjadi,
menghasilkan efisiensi pemisahan yang tak dapat dicapai dengan cara
ekstraksi cair-cair biasa.
Sumber: http://analismuslim.blogspot.com/2011/08/kromatografi.html