Anda di halaman 1dari 3

Diskriminasi Hukum di Indonesia

Driskriminasi merupakan pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu,


dimana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini
disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Perbedaan
disini dilihat dari segi suku, ras, kelamin, agama, dan kepercayaan jika seseorang sudah
membedakan orang lain dengan latar belakang tersebut dapat dikatakan sudah melakukan
tindakan diskriminasi. Diskriminasi hukum merupakan perbedaan yang dilihat dari cara
penegak hukum dalam memberikan sanksi terhadap seseorang, tetapi masih dapat
dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam bidang ekonomi maupun kekuasaan.
Hukum yang mudah diintervensi adalah hukum yang tanpa wibawa, dan
mencerminkan rendahnya integritas wibawa penegak hukumnya. Ketidakadilan menjadi
manifestasi kualitas dan kuantitas intervensi. Hukum kemudian tidak melahirkan keadilan,
tetapi menabur benih kekerasan yang nantinya akan berbuah kekacauan dari perkawinan
ketidakpuasan dan kondisi saat kekerasan itu termanifestasi. Salah satu bentuknya adalah
mudahnya masyarakat melakukan main hakim sendiri (eigenrechting). Dalam cakupan yang
lebih luas kemungkinan terjadinya revolusi sosial. Jadi diskriminasi hukum dimaksudkan
adanya ketidak adilan penegak hukum dalam menegakkan hukum khususnya di Indonesia.
Terjadinya diskriminasi hukum di Indonesia tidak lain dikarenakan kurang tegasnya
hukum di Indonesia yang mana hukum tersebut masih dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak
yang memiliki kemampuan dalam bidang ekonomi maupun kekuasaan sehingga hukum
tersebut dapat disalah gunakan. Hal ini terjadi karena setiap warga negara yang memiliki
kasus hukum apabila mereka memiliki kemampuan dalam ekonomi dan kekuasaan mereka
mampu membeli hukum tersebut dengan harapan mereka dapat membela diri dan
dibebaskan dari kasus hukum tersebut. Berbeda dengan warga negara yang memiliki latar
belakang ekonomi yang kurang meampu dan tidak memiliki kekuasaan apabila memiliki
kasus hukum umumnya mereka tidak dapat membela diri mereka dan menemrima segala
sanksi atas perbuatan melanggar hukum.
Dapat dilihat bahwa apabila sebuah hukum sudah dapat dibeli atau dimanfaatkan
oleh orang-orang yang mampu dalam hal ekonomi dan memiliki kekuasaan ini akan

mengakibatkan terjadinya diskriminasi hukum, karena orang-orang yang kurang mampu


dalam bidang ekonomi dan tidak memiliki kekuasaan posisinya akan lebih lemah daripada
mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang ekonomi maupun yang memiliki
kekuasaan.
Contohnya yaitu apabila ada seseorang yang terlibat kasus pencurian sesuai pasal 362
KHUP yaitu: "Barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau
sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum,
diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau
denda paling banyak sembilan ratus rupiah". Bagi orang yang memiliki
kekuasaan dan ekonomi yang cukup mereka bisa membebaskan diri dengan cara
tertentu, tetapi tidak bagi mereka yang kurang mampu dan tidak memiliki
kemampuan ekonomi mereka harus menerima konsekuensi atas perbuatannya
tersebut.

Dari diskriminiasi hukum tersebut timbullah berbagai permasalahan sosial yang


mengjangkit masyarakat mulai dari kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
hingga tindakan yang semena-mena yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki
kemampuan ekonomi dan kekuasaan.
Hukum di Indonesia sangat menunjukkan ketidak adilan kepada warga negaranya.
Berbeda dengan hukum di negara lain yang benar-benar memberikan jaminan kepada warga
negaranya apabila warga negaranya tersebut melakukan pelanggaran akan dijatuhkan
hukuman sesuai dengan hukuman yang berlaku bagi negara tersebut. Apabila Indonesia dapat
menerapkan hukuman dengan sebenar-benarnya akan terciptalah keadilan dan tidak terjadi
diskriminasi hukum
Contoh negara dengan penegakkan hukum yang kuat ialah China mereka benar-benar
berusaha menciptakan keadilan dan jaminan kepada setiap warga negaranya, disana apabila
terjadi kasus pelanggaran hukum pemerintah akan langsung memberikan sanksi sesuai
dengan hukum yang berlaku dalam negara tersebut. Oleh karena itu pemerintah Indonesia
perlu mencontoh negara lain yang benar-benar berusaha menciptakan keadilan dengan
menegakkan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Seharusnya pemerintah lebih menegakkan keadilan dalam memberikan


suatu hukuman seadil-adilnya, contohnya didalam kasus pencurian menurut
Pasal 362 KHUP yaitu: "Barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya
atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan
hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun
atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah". Dari pasal tersebut penegak
hukum sebaiknya menegakkan keadilan tanpa melihat status seseorang baik
dari kalangan atas maupun bawah. Penegak hukum juga harus bisa memberikan
jaminan keadilan kepada masyarakat, apabila hukum tidak ditegakkan dengan
seadil-adilnya hal yang terjadi adalah timbulnya diskriminasi hukum.

Anda mungkin juga menyukai