Anda di halaman 1dari 5

1

I. PEMASANGAN GIFT

NO

KOMPONEN KERJA

PERSIAPAN ALAT (25%)


1. Kaus kaki (tubular stockinette)
2. Plester gulung(bahan-bahan gift) sesuai ukuran.
3. Pengalas gift ( Bahan halus)
4. Bak / timba air
5. Alas.
6. Gunting
7. Gergaji gift

II

PELAKSANAAN (70%)
1.
Jelaskan prosedur untuk menghilangkan kecemasan
pasien. Jika menggunakan plester yakinkan pasien
bahwa klien akan merasakan panas akibat reaksi kimia
bahan-bahan gift
2.
Cuci dan keringkan bagian tubuh pasien yang akan
dilakukan pemasangan gift
3.
pasang alas bawah bagian pasien yang akan dipasang
gift
4.
Apabila pemasangan di daerah tangan lepaskan cincin
atau gelang.
5.
Kaji kondisi kulit sekitar pemasangan gift.Catat
kemerahan,memar dan luka terbuka.Hal ini
memudahkan mengidentifikasi keluhan paska
pemasangan gift.
6.
Kaji status neuromoskuler : Palpasi nadi bagian
bawah,kaji fungsi saraf meliputi sensasi dan
gerakan,perubahan warna, suhu,CRT, pada jari tangan
atau kaki.
7.
Posisikan bagian tubuh klien yang akan dipasang gift
sesuai dengan yang diiindikasikan dokter selama
pemasangan.
8.
Pasang kaus kaki di sepanjang bagian tubuh pasien
yang akan dilakukan pemasangan gift, lebihkan
beberapa cm pada kedua ujung kemudian bungkus
dengan bahan halus.
9.
Siapkan pemasangan gift plester:
a.
Letakkan satu roll plester gift ke dalam bak air,rendam
semua bagian. Setelah gelembung udara berhenti, peras
dengan lembut dan berikan kepada dokter yang akan
memasangnya.Sementara dokter memasang roll
pertama,siapkan roll kedua sebagaiman yang pertama.
b.
Setelah dokter memasang setiap roll dokter akan
menghaluskan permukaan gift,menghilangkan kerutan
sebelum pemasangan roll terakhir dokter akan menarik

NILAI
MAKSIMAL

NILAI
YG
DICAPAI

10.
11.

12.
III

ujung kaos kaki.menekuknya diatas gift agar terhindar


dari iritasi kulit srta mencegah rusaknya gift.
Gunakan standart atau telapak tangan untuk mendukung
posisi terapeutik hingga mengering (6-8 menit)
Periksa sirkulasi darah bagian bawah,palpasi nadi,kaji
warna,suhu, CRT. Tentukan status neurologi dengan
bertanya ke pasien adanya parestesia, menurunkannya
gerakan pada sendi yang tepasang gift. Bandingkan
dengan anggota sebelah yang tidak terpasang gift.
Bandingkan dengan anggota sebelah yang tidak
terpasang gift.
Rapikan pasien dan alat-alat.

Sikap (5%)
1. Bekerja dengan cekatan,hati-hati
2. Sopan
3. Menjaga privacy klien
Rekomendasi
Pembimbing
NILAI

3
II. PERAWATAN PASIEN DENGAN TRAKSI

NO

KOMPONEN KERJA

PERSIAPAN ALAT

II

PELAKSANAAN (70%)
Prosedur perawatan skin traksi :
1. Mempertahankan keefektifan therapy skin traksi:
Observasi dan hindari terlipat atau mengkerutnya
balutan traksi
Beri tahu pasien untuk mempertahankan posisi dan
gaya tarikan pada tulang yang berlawanan dengan
gaya tarik beban traksi
2. Mencegah timbulnya komplikasi kerusakan kulit:
Monitor secara berkala keadaan kulit setelah kontak
dengan balutan traksi
Istirahatkan beban traksi,monitor keadaan kulit,
tumit, dan tendon archiles 3 kali sehari
Palpasi kulit yang terpasang balutan untuk
memastikan ada tidaknya ketegangan otot/hari.
Lakukan perawatan kulit di punggung dan daerah
kulit yang tertekan lainnya untuk mencegah
terjadinya dekubitus
Pasien ditempatkan pada tempat tidur dengan kasur
udara jika perlu.
3. Mencegah timbulnya komplikasi tekanan saraf otot
droop:
Monitor tekanan balutan area di bawah lutut (nervus
peroneal)
Monitor sensasi (apakah ada rasa terbakar/ panas) d
an kemampuan klien dalam menggerakkan jari kaki.
4. Mencegah timbulnya komplikasi gangguan sirkulasi
pembuluh darah :
Monitor sirkulasi darah kaki dan tangan selama 15
menit tiap 2 jam sekali.
Monitor denyut nadi,kapiler refill,warna kulit, suhu
secara periodik.
Anjurkan klien menggerakkan jari kaki setiap jam
ketika tidak tidur.
Monitor munculnya tanda-tanda DVT yaitu :
ketegangan otot, dan Homans Sigh positif
Prosedur perawatan skleletal traksi
1. Mempertahankan keefektifan theraphy skeletal traksi :
Monitor posisi dan beban secara periodik
Monitor posisi, ketegangan dan ikatan tali skeletal

NILAI
MAKSIMAL

NILAI
YG
DICAPAI

4
traksi secara periodik
Beritahu pasien untuk mempertahankan posisi dan
gaya tarikan pada tulang yang berlawanan dengan
gaya tarikan beban traksi.
Monitor dan pertahankan posisi kaki dalam posisis
netral da datar
2. Mencegah timbulnya komplikasi pada kulit.
Monitor adanya tanda-tanda kemerahan dan lecet
pada sekitar tumit,tendon,bawah lutut dan siku,dll.
Berikan alas pada bagian-bagian seperti tumit,siku
dan area tertekan lainnya untuk mencegah dekubitus
Sediakan gantungan untuk berpegangan pada klien
sehingga bila dia ingin berubah posisi atau gerak
tidak bertumpu pada tumit dan siku
Jika pasien tidak bisa menggunakan gantungan, maka
pasang perlak bawah punggung pasien dan perawat
memobilisasi klien dengan menarik perlak tersebut.
Lakukan perawatan kulit di punggung dan daerah
area yang tertekan lainnya untuk mencegah timbulnya
dekubitus.
Pertahankan kain kasur/laken kering dan tidak terlipat
Pasien ditempatkan pada tempat tidur dan kasur udara
(jika ada)
3.
Mencegah timbulnya komplikasi neoruvaskuler
Monitor status neurovaskuler ekstremitas yang
terpasang skeletal traksi setiap 4 jam sekali
Beri tahu pasien untuk segera melaporkan kepada
petugas bila mengalami perubahan sensasi dan
gangguan pergerakan.
4.
Mencegah timbulnya komplikasi pada sirkulasi
pembuluh darah:
Anjurkan klien untuk melakukan gerakan-gerakan
fleksi-ekstensi sendi tumit dan kontraksi isometrik
otot kaki 10 kali/jam ketika tidak tidur.
Berikan stoking elastis jika diperlukan
Monitor munculnya tanda-tanda DVT yaitu :
ketegangan otot,bengkak dan Humans Sign positif.
III

Sikap (5%)
1. Bekerja dengan cekatan,hati-hati
2. Sopan
3. Menjaga privacy klien
Rekomendasi
Pembimbing
NILAI