Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH BAHASA INDONESIA

ANALISIS TIPOGRAFI JUDUL FILM


PADA POSTER FILM 12 MENIT

Disusun oleh:
Lintang Woro Hayuningsih
11141046

PROGRAM STUDI S1 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL


SEKOLAH TINGGI SENI RUPA DAN DESAIN VISI INDONESIA
Tahun Akademik 2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmat, inayah, taufik dan hidayahnya, sehingga makalah dengan judul Analisis
Tipografi Judul Film Dalam Poster Film 12 Menit ini dapat terselesaikan tepat
waktu.
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kesesuaian dan ketepatan
pemilihan tipografi judul film pada poster film 12 Menit dengan isi cerita film
tersebut juga kesesuaiannya dengan teori prinsip tipografi. Tidak dapat dipungkiri
pemilihan tipografi judul film dinilai penting karena pemilihan tipografi yang
tepat pada judul film tidak hanya dapat memberikan gambaran pada target audiens
mengenai isi cerita film tersebut tetapi juga dapat menarik dan memancing rasa
ingin tahu mereka untuk menonton.
Makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu tanpa
adanya bimbingan, dorongan, dan semangat dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini, disampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
mendukung dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini disadari masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.
Sehingga segala kritik dan saran yang membangun sangat di harapkan untuk
perbaikan lebih lanjut.

Yogyakarta, 3 Desember 2012

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

1.4 Manfaat Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Tipografi

2.2 Poster Film

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Tipografi Judul Film pada Poster Film 12 Menit

3.2 Analisis

BAB IV PENUTUP

Daftar Pustaka

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Dewasa ini geliat perfilman Indonesia semakin besar. Menurut survei
yang dilakukan oleh Kompas, produksi film layar lebar Indonesia pada tahun
2013 mencapai 106 judul film dan pada tahun 2014 angka tersebut meningkat
sebanyak 18,4 persen. Namun, peningkatan pada produksi film tersebut tidak
diiringi dengan peningkatan jumlah penonton film Indonesia itu sendiri. Dari
687 koresponden yang menonton film di bioskop, hanya 7,4 persen yang
memilih untuk menonton film Indonesia. Sementara 51,8 persen lainnya lebih
memilih menonton film Indonesia di rumah dan 28,2 persen sisanya mengaku
tidak pernah menonton film Indonesia1.
Salah satu cara yang dapat mendongkrak jumlah penonton untuk
menonton film Indonesia yaitu dengan mempromosikan film-film tersebut
melalui media poster. Dengan desain poster film yang menarik serta dapat
menggambarkan inti dari cerita film itu sendiri dinilai dapat menarik banyak
penonton untuk menonton.
Poster film yang baik, yaitu jika semua elemen-elemennya bisa saling
mendukung satu sama lain untuk menggambarkan pesan film itu sendiri dan
membuat target audiens tertarik untuk menonton. Salah satu elemen penting
yang mendukung keberhasilan dari suatu poster film yaitu elemen tipografi
pada judul film. Pemilihan tipografi yang tepat pada judul film tidak hanya
dapat memberikan gambaran pada target audiens mengenai isi cerita film
tersebut tetapi juga dapat menarik dan memancing rasa ingin tahu mereka
untuk menonton. Namun beberapa pemilihan tipografi pada judul film

Agung Budi Santoso, Survei Membuktikan, Komedi, Cinta, Action, Tiga Besar Genre Film Paling
Disukai Orang Indonesia, http://www.tribunnews.com/seleb/2014/09/15/komedi-cinta-action-tiga-besargenre-film-paling-disukai-orang-indonesia, diakses tanggal 2 Desember 2014, 10.16 WIB.

khususnya pada film Indonesia kadang bertolak belakang pada karakteristik


cerita film itu sendiri, hiperbola, atau sama dengan judul film lainnya.
Film 12 Menit merupakan salah satu film Indonesia yang tayang
pada tahun 2014. Dalam penulisan ini akan dipaparkan analisis mengenai
tipografi judul film 12 Menit untuk mengetahui kesesuaian tipografi yang
digunakan dengan konsep isi cerita film tersebut dan kesesuaiannya dengan
teori prinsip tipografi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dipaparkan di atas,
dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :
1.2.1 Apakah pemilihan tipografi judul film pada poster film 12 Menit
sudah tepat dan sesuai dengan inti dari cerita film tersebut?
1.2.2 Apakah tipografi yang digunakan sesuai dengan teori prinsip tipografi?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui ketepatan dan
kesesuaian pemilihan tipografi judul film pada poster film 12 Menit dengan
konsep cerita film tersebut.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan ini ialah dapat memberikan informasi dan
pengetahuan pada pembaca mengenai pemilihan tipografi yang tepat dan
sesuai dengan teori prinsip tipografi.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tipografi
2.1.1 Pengertian Tipografi
Tipografi merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan
pemilihan dan penataan huruf. Sedangkan menurut Sihombing,
tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi
verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif2.
Menurut Rustan, secara tradisional istilah tipografi berkaitan erat
dengan setting huruf dan pencetakannya namun kini tipografi lebih
dimaknai sebagai segala disiplin yang berkenaan dengan huruf. Pada
prakteknya, saat ini tipografi telah jauh berkolaborasi dengan bidangbidang lain, seperti multimedia dan animasi, web dan online media
lainnya, sinematografi, interior, arsitektur, desain produk, dan lain-lain
yang berkenaan dengan huruf.3
2.1.2 Legibility dan Readability
Legibility dan readability merupakan dua aspek penting dalam
penilaian terhadap tipografi sebagai penyampai pesan, yang erat
kaitannya dengan faktor optis.
Legibility berhubungan dengan kemudahan mengenali dan
membedakan masing-masing huruf/karakter. Sementara readibility
berhubungan dengan tingkat keterbacaan suatu teks. Legibility lebih
kepada kejelasan karakter satu-persatu, sedangkan readability lebih
kepada keseluruhan teks yang telah disusun dalam suatu komposisi.
Legibility dapat menciptakan readability, karena jika masing-masing

Danton Sihombing, Tipografi dalam Desain Grafis, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001,

Surianto Rustan, Font & Tipografi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011, p. 16.

p. 58.

karakter/huruf bisa dibedakan, maka keseluruhan teks juga akan mudah


dibaca.4
Dalam desain grafis, legibility merupakan permasalahan yang
sangat kompleks. Permasalahan tersebut dikarenakan kondisi yang
majemuk dari audiennya, seperti masalah psikologis dan fisiologis yang
dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatan membaca
serta memahami isi dari sebuah naskah.5
2.1.3 Tipografi sebagai Penyampai Pesan
Dalam komunikasi visual, aspek fisik dan non fisik yang
terkandung pada typeface merupakan alat untuk menyampaikan
ide/konsep/pemikiran atau disebut juga dengan pesan. Agar pesan dapat
tersampaikan dan dimengerti secara efektif, antara typeface dan
pesannya harus sesuai.6
Pemilihan jenis huruf dan cara pengelolaannya sangat penting
karena akan sangat menentukan keberhasilan desain komunikasi visual.
Dibaca-tidaknya suatu pesan tergantung pada penggunaan huruf
(typeface) dan cara penyusunannya. Informasi yang semenarik mungkin
tidak akan dapat menarik pembaca jika dalam penyampaiannya
menggunakan tipografi yang buruk.7
Lazio Moholy berpendapat bahwa tipografi merupakan alat
komunikasi. Oleh karena itu tipografi harus bisa berkomunikasi dalam
bentuknya yang paling kuat, jelas, dan terbaca. Eksekusi terhadap
desain tipografi dalam aspek legibility akan mencapai hasil yang baik
bila melalui proses investigasi terhadap makna naskah, alasan mengapa
naskah harus dibaca, serta siapa yang akan membacanya.8

Ibid., p 74.
Danton Sihombing, Op. Cit., p. 64.
6
Surianto Rustan, Op. Cit., p. 112.
7
Rakhmat Supriyono, Desain Komunikasi Visual Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Penerbit Andi,
2010, p. 23.
8
Adi Kusrianto, Pengantar Desain Komunikasi Visual, Yogyakarta: Penerbit Andi, 2009, p. 191.
5

2.2 Poster Film


Poster merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk
mempromosikan suatu produk ataupun acara. Poster juga dianggap sebagai
salah satu strategi pemasaran yang baik. Perpaduan antara tipografi, warna,
tekstur serta komposisi dalam poster sebagai media penyampai informasi
akan dapat menarik perhatian orang-orang yang melihatnya.9
Poster film merupakan salah satu jenis poster yang bertujuan untuk
mempromosikan suatu film. Poster film harus bisa bercerita. Semua
elemennya

harus

bisa

saling

mendukung

satu

sama

lain

untuk

menggambarkan pesan filmya dan membuat target audiens tertarik untuk


menonton.10

Riska, 20 Contoh Desain Poster yang Meningkatkan Mood Design,


http://blog.sribu.com/2014/11/11/20-contoh-desain-poster-yang-meningkatkan-mood-design/, diakses tanggal
23 November 2014, 10.16 WIB.
10
Surianto Rustan, Layout Dasar dan Penerapannya, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011,
p. 111.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Tipografi Judul Film pada Poster Film 12 Menit

Gambar 1 Tipografi pada Poster Film 12 Menit


Sumber: https://twitter.com/bim_production

Film 12 Menit merupakan salah satu film drama Indonesia yang


dirilis di tahun 2014. Film ini merupakan film yang diadaptasi dari novel
karangan Oka Aurora yang menceritakan kisah nyata kehidupan anak-anak
marching band di Kota Bontang, Kalimantan Timur yang tergabung dalam
grup Marching Band Bontang Pupuk Kaltim. Film ini menceritakan
perjuangan keras mereka untuk berlatih marching band selama ribuan jam
untuk tampil hanya 12 menit di kejuaraan tingkat nasional.
Cerita film ini mengarah pada tiga tokoh utama yaitu Elaine, Tara, dan
juga Lahang. Mereka merupakan pemain baru dari grup Marching Band
Bontang Pupuk Kaltim. Film ini bercerita mengenai konflik yang dialami
masing-masing dari ketiga tokoh utama ketika mereka dihadapkan oleh
pilihan. Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda-beda namun,
mereka disatukan dalam sebuah pilihan yang sama, yakni sama-sama ingin
mendapatkan pengakuan dan mencapai impian sesuai ukuran masing-masing.

Untuk menggambarkan cerita film tersebut, pada poster film


digambarkan ilustrasi para tokoh utama yang menggunakan seragam
marching band. Selain dengan ilustrasi, cerita film tersebut juga digambarkan
pada penggunaan tipografi judul film. Pada pemilihan tipografi judul film,
digunakan jenis font sans serif tebal dengan penggunaan warna kuning. Selain
itu penggambaran cerita juga ditonjolkan pada penambahan ilustrasi pemain
drum pada tipografi judul film. Tepatnya terletak diantara penulisan angka 1
dan 2.
3.2 Analisis
Pada judul film 12 Menit, jenis font yang digunakan yaitu jenis font
sans serif tebal dengan modifikasi pada penulisan angka 12. Kesan yang
ditimbulkan dari jenis font pada judul film tersebut adalah keras dan
kuat/kokoh. Pemilihan jenis font tersebut dinilai dapat menggambarkan pesan
inti dari film tersebut yaitu mengenai perjuangan keras dan juga tekad yang
kuat para tokoh di film untuk mendapatkan pengakuan dan dapat meraih
impian atau cita-cita mereka.
Pemilihan warna yang tepat pada judul film juga dinilai penting. Hal
ini dikarenakan, secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu
mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu
memberikan respons secara psikologis.11 Pada judul film 12 Menit ini,
warna yang digunakan adalah warna kuning. Menurut Kusrianto, respons
psikologis yang mampu ditimbulkan oleh warna kuning adalah optimis,
harapan, filosofi, ketidakjujuran/kecurangan, pengecut, pengkhianatan.
Dalam hal ini, warna kuning pada judul film tersebut ingin menimbulkan
kesan optimisme pada target audiens. Sesuai dengan tujuan dari film ini, yaitu
film yang dapat memotivasi dan menginspirasi penontonnya untuk optimis
dalam perjuangan meraih impian.
Warna kuning pada penulisan judul membuatnya jelas terlihat dan
kontras dengan warna background poster yang cenderung gelap. Warna
11

Adi Kusrianto, Op. Cit., p. 47.

kontras pada penulisan judul menjadikan judul tersebut sebagai pusat


perhatian dari poster film tersebut secara keseluruhan.
Penulisan angka 12 pada judul mengalami modifikasi, dengan
menggabungkan angka 1 dan 2 serta menambahkan elemen gambar siluet
pemain drum dengan menggunakan prinsip ruang-negatif. Penambahan
ilustrasi pemain drum tersebut menegaskan bahwa film tersebut merupakan
film yang menceritakan tentang marching band.
Menurut

Rustan,

legibility

berhubungan

dengan

kemudahan

mengenali dan membedakan masing-masing huruf/karakter.12 Dalam hal


legibility, penulisan judul film 12 Menit dinilai kurang legible. Terlihat dari
penulisan angka 1 dan 2 yang terpotong karena adanya penambahan
ilustrasi siluet pemain drum membuat angka 1 dan 2 menjadi tidak jelas
terbaca.
Menurut Rustan readibility berhubungan dengan tingkat keterbacaan
suatu teks. Legibility lebih kepada kejelasan karakter satu-persatu, sedangkan
readability lebih kepada keseluruhan teks yang telah disusun dalam suatu
komposisi. Legibility dapat menciptakan readability, karena jika masingmasing karakter/huruf bisa dibedakan, maka keseluruhan teks akan mudah
dibaca. Dalam hal readability, penulisan judul film 12 Menit kurang jelas
terbaca, karena tingkat legibility yang kurang pada penulisan angka 1 dan
2 yang disatukan sehingga menjadi terlihat seperti huruf R.

12

Surianto Rustan, Loc. Cit.

BAB IV
PENUTUP

Tipografi merupakan salah satu elemen utama dalam poster terutama pada
penulisan judul dalam poster film. Pemilihan tipografi judul film dinilai tepat jika
bisa mewakili konsep dan karakteristik dari cerita film itu sendiri. Pemilihan
tipografi pada poster film 12 Menit sudah dinilai tepat karena sudah mampu
menggambarkan mengenai inti dari film yaitu kisah perjuangan keras para pemain
marching band dalam meraih impian mereka.
Namun, tipografi yang baik untuk judul film tidak hanya dapat
menggambarkan pesan dari film tersebut, tetapi juga memiliki tingkat keterbacaan
yang jelas agar pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti secara tepat oleh
target audiens.

DAFTAR PUSTAKA
Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta:
Penerbit Andi.
Riska. 20 Contoh Desain Poster yang Meningkatkan Mood Design. Dalam
http://blog.sribu.com/2014/11/11/20-contoh-desain-poster-yangmeningkatkan-mood-design/. Diakses 23 November 2014. Pukul 10.16
WIB.
Rustan, Surianto. 2011. Font & Tipografi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
_____. 2010. Layout Dasar dan Penerapannya. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Santoso, Agung Budi. Survei Membuktikan, Komedi, Cinta, Action, Tiga Besar
Genre Film Paling Disukai Orang Indonesia. Dalam
http://www.tribunnews.com/seleb/2014/09/15/komedi-cinta-action-tigabesar-genre-film-paling-disukai-orang-indonesia. Diakses 2 Desember
2014. Pukul 10.16 WIB.
Sihombing, Danton. 2001. Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Supriyono, Rakhmat. 2010. Desain Komunikasi Visual Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Penerbit Andi.

Anda mungkin juga menyukai