Anda di halaman 1dari 2

Deviasi konjugat

Gangguan bola mata akibat lesi di korteks serebri


Lesi harus dibedakan yaitu kesi iritatif dan lesi destruksi paralitik. Lesi di
area 8 menimbulkan deviasi kedua bola mata dan kepala ke sisi kontralateral.
Gejala ini timbul biasanya pada epilepsi fokal. Pada keadaan tersebut kedua bola
mata dan kepala berputar ke sisi badan yang berkejang tonik, setelah itu dapat
mucul kejak tonik klonik yang disusul hilangnya kesadaran. Lesi destruktif atau
paralitik biasanya terjadi akibat infark serebri, yang menimbulkan deviasi ke sisi
ipsilateral.
Gangguan bola mata akibat lesi di batang otak
Lesi dibedakan menjadi lesi suprauklear, nuklear, internuklear dan
radikular. Lesi supranuklear berarti lesi yang memutuskan jaras yang
menghantarkan impuls kepada inti nervus okulomotorius, nervus troklearis dan
nervus abdusens. Lesi nuklear menduduki inti atau salah satu inti saraf okular.
Lesi internuklear memutuskan hubungan antara kedua belah inti saraf okular.
Lesi radikular adalah lesi yang memutuskan saraf okular sebelum muncul pada
permukaan batang otak.

Lesi supranuklear di mesensefalon


Paralisis gerakan konjugat vertikal (ke atas maupun ke bawah). Jika
lesi menduduki bgian posterior kolikulus superior maka paralisis ke
bawah, tidak dapat melakukan gerakan konvergensi. Paralisis
gerakan konjugat vertikal ke atas dikenal dengan sindrom Parinaud
yang biasanya berhubungan dengan tumor glandula pinealis.
Lesi supranuklear di pons
Gangguan gerakan horisontal, yang rusak biasanya serabut-serabut
yang menghubungkan inti vestibular dan inti nervus abdusens.
Sebelum gangguan melirik muncul dapat ditemukan nistagmus saat
melirik ke sisi lesi. Sikap bola mata yang terkena sedikit
menyimpang ke sisi yang sehat.
Lesi supranuklear di medula oblongata
Gangguan yang timbul yaitu nistagmus (horisontal, vertikal,
rotatorik dan hilangnya gerakan konvergensi). Hal ini terjadi karena
terputusnya hubungan inti saraf okular dengan susunan vestibular
dan spinoserebral.
Lesi internuklear
Yang mengalami kerusakan adalah fasikulus longitudinalis lateralis
dengan gejala oftalmoplegia internuklearis anterior dan posterior
Jika lesi unilateral maka gejala oftalmoplegia internuklearis anterior
dapat berupa: paralisis dari salah satu atau dua sisi otot rektus
internus pada waktu melakukan konjugat horisontal, bola mata
masih dapat melakukan gerakan konvergen, nistagmus pada mata
yang berdeviasi ke samping dan bola mata pada sisi lesi tampak
lebih tinggi.
Lesi nuklear

Paralisis gerakan bola mata ke sisi lesi karena lesi nuklear di inti
nervus abdusens, kalau yang terkena kedua belah inti nervus maka
mata tidak dapat bergerak ke samping (sindrom Mobius) biasa
disertai paralisis nervus fasialis ipsilateral. Lesi di inti troklearis yang
ipsilateral menimbulkan kelumpuhan otot oblikus superior
kontralateral. Lesi di inti nervus okulomotorius merupakan bagian
dari sindrom oftalmoplegia internuklearis dan paralisis gerakan
melirik pontin.

2009-061-262