Anda di halaman 1dari 46

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015

MODUL

Kompresor, Fan dan Blower

PEMBIMBING

Ir. Bintang IM

Praktikum

: 28 Mei 2015

Penyerahan

: 4 Juni 2015

(Laporan)

Oleh

Kelompok :

10 (Sepuluh)

Nama

Dila Adila

(131411059)

Rima Agustin Merdekawati

(131411061)

Ulfa Nurul Azizah

(131411063)

Kelas

2A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2015

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Di dalam industri terdapat berbagai macam proses dengan menggunakan fluida gas. Untuk
memperlancar proses, fluida gas tersebut dialirkan menggunakan sebuah alat. Kompresor, fan
dan blower yang merupakan alat untuk mentransportasikan gas yang sering digunakan.
Fan, blower dan kompresor dibedakan oleh metode yang digunakan untuk menggerakan
udara, dan oleh tekanan sistim operasinya. The American Society of Mechanical Engineers
(ASME) menggunakan rasio spesifik, yaitu rasio tekanan pengeluaran terhadap tekanan hisap,
untuk mendefinisikan fan, blower, dan kompresor (lihat Tabel 1).
Tabel 1. Perbedaan antara Fan, Blower dan Kompresor

Perbandingan Spesifik
Fan
Blower
Kompresor

Sampai 1,11
1,11 1,20
> 1,20

Kenaikan Tekanan
(mmWg)
1136
1136 2066
-

Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

I.2 Tujuan
1. Memahami bagian-bagian penting dari compressor, fan dan blower
2. Dapat menguraikan dan merangakai kembali unit compressor, fan dan blower
3. Menggambarkan skema alat pada bagian penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda
4. Mengetahui metode perawatan dan perbaikan

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kompresor

Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara


menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara kempa
untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk
menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang
diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup pengaman, bila
tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis.
2.1.1 Klasifikasi Kompresor
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive
Displacement compressor dan Dynamic compressor (Turbo). Positive Displacement compressor,
terdiri

dari Reciprocating dan Rotary,

sedangkan Dynamic

compressor

(turbo)

terdiri

dari Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:

Gambar 1 Klasifikasi Kompresor


]Sumber : sinelectronic.blogspot.com, 2001

A. Kompresor Positive Displacement


Kompresor Positive Displacement adalah kompresor yang menghasilkan udara
bertekanan tinggi dengan jalan menurunkan besar volume. Jenis-jenis dari kompresor
positive displacement, yaitu :
1) Kompresor Torak (Reciprocating Compressor)
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk
mengkompresi baik udara maupun refrigerant. Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda
dengan karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir konstan pada kisaran tekanan
pengeluaran tertentu. Juga, kapasitas kompresor proporsional langsung terhadap
kecepatan. Keluarannya, seperti denyutan.
Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi; terdapat empat
jenis yang paling banyak digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balance
opposed,dan tandem. Jenis kompresor reciprocating vertical digunakan untuk
kapasitas antara 50 150 cfm. Kompresor horisontal balance opposed digunakan pada
kapasitas antara 200 5000 cfm untuk desain multitahap dan sampai 10,000 cfm
untuk desain satu tahap (Dewan Produktivitas Nasional,1993).
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal dimana
penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang
bekerja menggunakan dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda.Sebuah kompresor
dianggap sebagai kompresor satu tahap jika keseluruhan penekanan dilakukan
menggunakan satu silinder atau beberapa silinder yang parallel.

Gambar 2 Penampang Melintang Kompresor Reciprocating


Sumber : www.chem-is-try.org, 2009

2) Kompresor Rotari (Rotary Compressor)

Kompresor rotary merupakan kompresor kontinyu, dengan paket yang sudah


termasuk pendingin udara atau pendingin air. Kompresor ini mempunyai rotor sebagai
pengganti piston dan memberikan pengeluaran udara secara kontinyu tanpa denyutan.
Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan keluaran

a.

yang lebih tinggi dibandingkan kompresor reciprocating.


Jenis-jenis dari kompresor rotary, yaitu :
Kompresor Screw (Sekrup)
Kompresor Screw termasuk jenis kompresor perpindahan positif yang
tergolong macam kompresor putar (rotary). Kompresor ini menggunakan 2 helical
screw yang berputar menghasilkan udara terkompresi. Prinsip kerja dari pada
kompresor sekrup secara umum adalah : Kompresor screw mempunyai sepasang
rotari berbentuk sekrup yang satu mempunyai alur yang permukaannya cembung
dan yang satu permukaannya cekung. Pasangan rotar ini berputar dalam arah
saling berlawanan seperti sepasang roda gigi seperti diperlihatkan pada gambar
dibawah ini.

Gambar 3 Kompresor Screw (Sekrup)


Sumber : onnyapriyahanda.com, 2012

Kelebihan Kompresor Sekrup

Udara tekan yang dihasilkan dengan kompresor mempunyai beberapa


kelebihan dibandingkan dengan listrik dan tenaga hidrolik dalam hal-hal berikut
ini :
1) Konstruksinya dan operasi mesin serta fasilitasnya adalah sangat sederhana.

2) Pemeliharaan dan pemeriksaan mesin dan peralatan dapat dilakukan dengan


mudah.
3) Energi dapat disimpan .
4) Kebocoran udara yang dapat terjadi tidak membahayakan dan tidak
menimbulkan pencemaran.
b. Rotary vane compressor
Kompresor ini menggunakan vane atau blade pada sisi rotor. Udara yang
masuk dari sisi inlet akan dikompresi oleh sudut-sudut yang berputar di dalam
casing menuju sisi outlet.

Gambar 4 Kompresor Rotary Vane


Sumber : onnyapriyahanda.com, 2012

c. Scroll compressor
Kompresor ini menggunakan 2 vane yang berbentuk spiral, yang posisi
keduanya tidak sejajar.

Gambar 5 Kompresor Scroll


Sumber : onnyapriyahanda.com, 2012

B. Dynamic (Turbo)
Kompresor dinamik adalah kompresor yang menggunakan impeller atau vane
berputar untuk meningkatkan kecepatan dan pressure dari fluida (gas). Kompresor ini
menghasilkan udara kompresor yang besar pada tekanan rendah. Jenis-jenis dari
kompresor dynamic (turbo) yaitu :
1) Centrifugal Compressor
Kompresor sentrifugal merupakan kompresor dinamis yang tergantung pada
transfer dari energy putar impeller ke udara. Rotor melakukan pekerjaan ini dengan
mengubah energy kinetic menjadi tekanan udara. Prinsip kerja kompresor ini
menggunakan prinsip gaya sentrifugal yaitu udara masuk melalui sisi inlet di tengahtengah kompresor, lalu melewati impeller yang berputar dan melewati volute casing
sebelum keluar menuju outlet kompresor.
Contoh penggunaan kompresor sentrifugal antar lain pada mesin jet, turbin gas,
supercharger dan turbocharger pada mesin disesl, perusahaan kimia, air conditioning
dan refrigerator, dan lain sebagainya.

Gambar 6 Kompresor Sentrifugal


Sumber : onnyapriyahanda.com, 2012

2) Axial Compressor
Kompresor ini terdiri atas blade yang berputar pada rotor dan blade yang diam di
sisi stator. Kompresor ini menggunakan gaya axial dengan aliran udara yang searah
dengan sumbu poros.

Gambar 7 Kompresor Axial


Sumber : en.wikipedia.org, 2012

3) Ejector
Ejector merupakan peralatan yang sederhana yang menggunakan aliran fluida jet
bertekanan sangat tinggi untuk memampatkan (compress) gas. Peralatan seperti ini
banyak digunakan untuk aplikasi vacuum (hampa).

Gambar 8 Ejector
Sumber : www.scribd.com

Table 1 Perbandingan Antar Kompresor

Item

Reciprocatin
g

Efisiensi pada
Tinggi
beban penuh

Baling-Baling
Putar

Ulir Putar

Mediumtinggi

Tinggi

Buruk
:
Tinggi karena Buruk : dibawah
Efisiensi pada
dibawah
bertahap-tahap 60%
beban
beban sebagian
60% beban
(staging)
penuh
penuh

Sentrifugal

Tinggi

Buruk
:
dibawah
60% beban
penuh

Efisiensi tanpa
beban
(daya
Tinggi (10sama
dengan
25%)
persen
beban
penuh)

Medium
40%)

Tingkat
kebisingan

Bising

Tenang

Tenang jika
Tenang
tertutup

Ukuran

Besar

Kompak

Kompak

Penggantian

Sedang

Rendah

(30

Tinggi
TinggiBuruk (25 Medium
60%)
(20 30 %)

- Rendah

Kompak
Rendah

minyak pelumas

medium
Hampir
ada

tidak Hampir
tidak ada

Hampir
tidak ada

Getaran

Tinggi

Perawatan

Sangat
Banyak bagian Sedikit bagian sedikit
peralatan yang peralatan yang bagian
dipakai
dipakai
peralatan
yang dipakai

Kapasitas

Rendah-tinggi

Rendah-medium

Rendahtinggi

Mediumtinggi

Tekanan

Mediumsangat tinggi

Rendah-medium

Mediumtinggi

Mediumtinggi

Sensitif
terhadap
debu
dan
udara

Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

2.1.2 Komponen Kompresor


a. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga sebagai
tempat kedudukan bantalan, poros engkol, silinder dan tempat penampungan minyak
pelumas.

Gambar 9 Kerangka Kompresor


Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

b. Batang penghubung (connecting rod)


Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui kepala silang,
batang penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga mampu menahan beban pada
saat kompresi.

Gambar 10 Batang Penghubung


Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

c. Kepala silang (cross head)


Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak. Kepala silang
dapat meluncur pada bantalan luncurnya.

Gambar 11 Kepala Silang


Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

d. Silinder (cylinder)
Silinder mempunyai bentuk silindris dan merupakan bejana kedap udara dimana torak
bergerak bolak-balik untuk mengisap dan memampatkan udara. Berfungsi sebagai tempat
kedudukan liner silinder dan water jacket.
Silinder harus kuat menahan beban tekanan yang ada. Silinder untuk tekanan kurang
dari 50 kgf/cm2 (4.9 Mpa) pada umunya menggunakan besi cor sebagai bahan silindernya.
Bagian dalam silinder diperhalus sebab cincin torak akan meluncur pada permukaan dalam
silinder. Dinding bagian luar silinder diberi sirip-sirip

untuk memperluas permukaan

sehingga lebih cepat/kuat memancarkan panas yang timbul dari proses kompresi di dalam
silinder. Kompresor dengan pendingin air diperlengkapi dengan selubung air di dinding
luar silinder.

Gambar 12 Silinder
Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

e. Liner silinder (cylinder liner)


Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses ekspansi,
pemasukan, kompresi, dan pengeluaran.
f. Front and rear cylinder cover
Merupakan tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank end/rear cover
yang berfungsi untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar silinder
g. Water Jacket
Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin
h. Torak (piston)

Torak merupakan komponen yang betugas untuk Sebagai elemen yang menghandel
gas/udara pada proses pemasukan (suction), kompresi (compression) dan pengeluaran
(discharge), sehingga torak harus kuat menahan tekanan dan panas. Torak juga harus dibuat
seringan mungkin untuk mengurangi gaya inersia dan getaran.

Gambar 13 Piston

i. Cincin torak (piston rings)


Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak dengan dinding
liner silinder. Cincin torak dipasangkan pada alur-alur torak dan berfungsi sebagai perapat
antara torak dan dinding silinder. Jumlah cincin torak bervariasi tergantung perbedaan
tekanan sisi atas dan sisi bawah torak. Pemakaian 2 s.d. 4 cincin torak biasanya dipakai
pada kompresor dengan tekanan kurang dari 10 kgf/cm2.
j. Poros Engkol (Crank Shaft) dan Batang Torak (piston rod)
Poros engkol dan batang torak mempunyai fungsi utama untuk mengubah gerakan
putar menjadi gerak bolak-balik. Secara konstruksi, poros engkol dan batang torak
kompresor hampir sama dengan yang terdapat pada motor bakar. Ujung poros engkol
berhubungan dengan transmisi daya dari sumber penggerak. Poros engkol dan batang torak
biasa terbuat dari baja tempa.
Secara spesifik, poros engkol berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi
gerak lurus bolak balik (translasi)sedangkan batang torak berfungsi meneruskan gaya dari
kepala silang ke torak.

Gambar 14 Poros Engkol (Crank Shaft)


Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

Gambar 15 Batang Torak (Piston Rod)


Sumber : maintenance-group.blogspot.com, 2010

k. Cincin Penahan Gas (packing rod)


Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance) antara bagian yang
bergerak (batang torak) dengan bagian yang diam (silinder). Cincin penahan gas ini terdiri
dari beberapa ring segment.

l. Ring Oil Scraper


Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.
m. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara, kedalam atau keluar
silinder. Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup sendiri akibat adanya perbedaan
tekanan yang terjadi antara bagian dalam dengan bagian luar silinder.
Jenis-jenis katup yang biasa digunakan adalah jenis katup pita, katup cincin, katup
kanal dan katup kepak.

Gambar 16 Kontruksi Katup Pita


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

Gambar 17 Kontruksi Katup Cincin


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

Gambar 18 Kontruksi Katup Kanal


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

Gambar 19 Kontruksi Katup Kepak


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

n. Peralatan Pembantu
Untuk dapat bekerja dengan sempurna, kompresor diperlengkapi dengan beberapa
peralatan pembantu yang antara lain adalah sebagai berikut :
(1) Saringan udara
Jika udara yang diisap kompresor mengandung banyak debu maka silinder dan
cincin torak akan cepat aus bahkan dapat terbakar. Karena itu kompresor harus
diperlengkapi dengan saringan udara yang dipasang pada sisi isapnya.
Saringan yang banyak dipakai saat ini terdiri dari tabung-tabung penyaring yang
berdiameter 10 mm dan panjangnya 10 mm. Tabung ini ditempatkan di dalam kotak
berlubang-lubang atau keranjang kawat, yangdicelupkan dalam genangan minyak.
Udara yang diisap kompresor harus mengalir melalui minyak dan tabung yang lembab
oleh minyak.
Dengan demikian jika ada debu yang terbawa akan melekat pada saringan sehingga
udara yang masuk kompresor menjadi bersih. Aliran melalui saringan tersebut sangat
turbulen dan arahnya membalik hingga sebagian besar dari partikel-partikel debu akan
tertangkap di sini.

Gambar 20 Saringan Udara


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

(2) Katup pengaman


Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap tingkat kompresor.
Katup ini harus membuka dan membuang udara ke luar jika tekanan melebihi 1,2 kali
tekanan normal maksimum dari kompresor. Pengeluaran udara harus berhenti secara
tepat jika tekanan sudah kembali sangat dekat pada tekanan normal maksimum.

Gambar 21 Katup Pengaman


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

(3) Tangki udara


Tangki udara dipakai untuk menyimpan udara tekan agar apabila ada kebutuhan
udara tekan yang berubah-ubah jumlahnya dapat dilayani dengan lancar. Dalam hal
kompresor torak di mana udara dikeluarkan secara berfluktuasi, tangki udara akan
memperhalusaliran. Selain itu, udara yang disimpan di dalam tangki udara akan
mengalami pendinginan secara pelan-pelan dan uap air yang mengembun dapat
terkumpul di dasar tangki untuk sewaktu-waktu dibuang. Dengan demikian udara yang
disalurkan ke pemakai selain sudah dingin, juga tidak lembab.

Gambar 22 Unit Kompresor dengan Tangki Udara


Sumber : hamimnova.files.wordpress.com, 2004

(4) Peralatan Pembantu


Kompresor untuk keperluan-keperluan khusus sering dilengkapi peralatan bantu antara
lain : peredam bunyi, pendingin akhir, pengering, menara pendingin dan sebagainya
sesuai dengan kebutuhan spesifik yang dibutuhkan sistem.
(5) Peralatan pengaman yang lain
Kompresor juga memiliki alat-alat pengaman berikut ini untuk menghindari dari
kecelakaan.
- Alat penunjuk tekanan, rele tekanan udara dan rele tekanan minyak

Alat penunjuk temperatur dan rele thermal (temperatur udara keluar, temperatur
udara masuk, temperatur air pendingin, temperatur minyak dan temperatur
bantalan).
Rele aliran air (mendeteksi aliran yang berkurang/berhenti).

2.2 Fan dan Blower


Hampir kebanyakan pabrik menggunakan fan dan blower untuk ventilasi dan untuk proses
industri yang memerlukan aliran udara. Fan secara luas digunakan di industri dan pengaplikasian
komersial seperti ventilasi, material handling, boiler, refrigerasi, dust collection, aplikasi
pendingin dan lainnya. Pada industri, fan pada umumnya digunakan untuk pasokan ventilasi atau
udara pembakaran, untuk mensirkulasi udara atau gas lainnya melewati alat dan untuk
mengeluarkan udara atau gas lainnya dari alat.
Sedangkan blower yang merupakan mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan
atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu juga
sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Biasanya pada industri kimia, alat
ini digunakan untuk mensirkulasikan gas-gas tertentu di dalam tahap proses-proses secara
kimiawi dikenal dengan nama booster atau circulator. Bila untuk keperluan khusus, blower
kadang kadang diberi nama lain misalnya untuk keperluan gas dari dalam oven kulkas disebut
dengan nama exhouter. Blower dapat juga digunakan untuk menghasilkan tekanan negatif untuk
sistem vakum di industri. Blower dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi daripada fan, sampai
1,20 kg/cm2.
2.2.1 Klasifikasi
2.2.1.1 Klasifikasi Fan
Secara umum, fan dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
a. Fan sentrifugal menggunakan impeler berputar untuk menggerakan aliran udara.
b. Fan aksial menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan.
A. Fan Sentrifugal
Fan sentrifugal meningkatkan kecepatan aliran udara dengan impeler berputar.
Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian diubah ke

tekanan. Fan ini mampu menghasilkan tekanan tinggi yang cocok untuk kondisi
operasi yang kasar, seperti sistim dengan suhu tinggi, aliran udara kotor atau lembab,
dan handling bahan. Fan sentrifugal dikategorikan berdasarkan bentuk bladenya.

Gambar 23 Fan Sentrifugal


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Jenis-jenis dari fan sentrifugal, yaitu :


1) Fan radial dengan blade datar

Gambar 24 Fan radial dengan blade datar


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Cocok untuk tekanan statis tinggi (sampai1400 mmWC) dan suhu tinggi.
Rancangannya sederhana sehingga dapat dipakai untuk unit penggunaan

khusus
Dapat beroperasi pada aliran udara yang rendah tanpa masalah getaran
Sangat tahan lama

Kerugian
:
Hanya cocok untuk laju aliran udara rendah sampai medium

2) Fan yang melengkung ke depan dengan blade yang melengkung ke depan

Gambar 25 Fan dengan blade melengkung


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Dapat menggerakan volum udara yang besar terhadap tekanan yang relative

rendah.
Ukurannya relatif kecil
Tingkat kebisingannya rendah (disebabkan rendahnya kecepatan) dan sangat

cocok untuk digunakan untuk pemanasan perumahan, ventilasi


Kerugian
:
Hanya cocok untuk layanan penggunaan yang bersih, bukan untuk layanan

kasar dan bertekanan tinggi.


Keluaran fan sulit untuk diatur secara tepat.
Penggerak harus dipilih secara hati-hati untuk menghindarkan beban motor

berlebih sebab kurva daya meningkat sejalan dengan aliran udara.


Efisiensi energinya relative rendah (55-65%)

3) Backward inclined fan, dengan blades yang miring jauh dari arah perputaran (jenis
blade : datar, lengkung dan airfoil)

Gambar 26 Backward inclined fan

Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Dapat beroperasi dengan perubahan tekanan statis (asalkan bebannya tidak

berlebih ke motor).
Cocok untuk sistim yang tidak menentu pada aliran udara tinggi
Fan dengan blade datar lebih kuat, dengan blades lengkung lebih efisien
(melebihi 85%), dengan blades air-foil yang tipis adalah yang paling efisien

Kerugian
:
Tidak cocok untuk aliran udara yang kotor (karena bentuk fan mendukung

terjadinya penumpukan debu)


Fan dengan blades air-foil yang tipis akan menjadi sasaran erosi dan kurang
stabil karena mengandalkan pada pengangkatan yang dihasilkan oleh tiap
blade.

B. Fan Axial
Fan aliran aksial dirancang untuk menangani laju alir yang sangat tinggi dan
tekanan rendah. Fan aksial menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan. Cara
kerja fan seperti impeler pesawat terbang: blades fan menghasilkan pengangkatan
aerodinamis yang menekan udara. Fan ini terkenal di industri karena murah,
bentuknya yang kompak dan ringan.

Gambar 27 Fan Axial


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Jenis-jenis dari fan axial, yaitu :


1) Fan propeller

Gambar 28 Fan Propeller


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Menghasilkan laju aliran udara yang tinggi pada tekanan rendah
Tidak membutuhkan saluran kerja yang luas (sebab tekanan yang
dihasilkannya kecil)
Murah sebab konstruksinya yang sederhana
Kerugian
:
Efisiensi energinya relative rendah
Agak berisik
2) Fan pipa aksial, pada dasarnya merupakan fan propeller yang ditempatkan di
bagian dalam silinder

Gambar 29 Fan Pipa Aksial


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Tekanan lebih tinggi dan efisiensi operasinya lebih baik daripada fan

propeller
Menciptakan tekanan yang cukup untuk mengatasi kehilangan di saluran
dengan ruang yang relatif efisien, yang berguna untuk pembuangan

Kerugian
:
Relatif mahal

Kebisingan aliran udara sedang

3) Fan dengan baling-baling aksial

Gambar 30 Vane Axial Fan


Sumber : www.energyefficiencyasia.org, 2006

Keuntungan :
Cocok untuk penggunaan tekanan sedang sampai tinggi (sampai 500

mmWC), seperti induced draft untuk pembuangan boiler


Dapat dengan cepat dipercepat sampai ke nilai kecepatan tertentu (disebabkan
putaran massanya yang rendah) dan menghasilkan aliran pada arah

berlawanan, yang berguna dalam berbagai penggunaan ventilasi


Kebanyakan energinya efisien (mencapai 85% jika dilengkapi dengan fan
airfoil dan jarak ruang yang kecil)

Kerugian
:
Relatif mahal dibanding fan impeller
2.2.1.2 Klasifikasi Blower
A. Blower Sentrifugal
Blower sentrifugal terlihat lebih seperti pompa sentrifugal daripada fan.
Impelernya digerakan oleh gir dan berputar 15.000 rpm. Pada blower multi-tahap,
udara dipercepat setiap melewati impeler. Pada blower tahap tunggal, udara tidak
mengalami banyak belokan, sehingga lebih efisien.
Blower sentrifugal beroperasi melawan tekanan 0,35 sampai 0,70 kg/cm2, namun
dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi. Satu karakteristiknya adalah bahwa aliran
udara cenderung turun secara drastis begitu tekanan sistem meningkat, yang dapat
merupakan kerugian pada sistem pengangkutan bahan yang tergantung pada volum

udara yang mantap. Oleh karena itu, alat ini sering digunakan untuk penerapan
sistem yang cenderung tidak terjadi penyumbatan.
Dari bentuk sudut (blade) impeller ada 2 jenis blower yaitu :
a) Forward Curved Blade
Forward Curved adalah bentuk blade yang arah lengkungan bagian ujung
terpasang diatas searah dengan putaran roda. Pada forward curved terdapat
susunan blade secara paralel (multi blade) keliling shroud. Karena bentuknya,
maka pada jenis ini udara atau gas meninggalkan blade dengan kecepatan yang
tinggi sehingga mempunyai discharge velocity yang tinggi dan setelah melalui
housing scroll sehingga diperoleh energi potensial yang besar.

Gambar 31 Forward Curved Blade


Sumber : repository.usu.ac.id

b) Backward Curved Blade.


Type ini mempunyai susunan blade yang sama dengan forward curved
blade, hanya arah dan sudut blade akan mempunyai sudut yang optimum dan
merubah energi kinetik ke energi potensial (tekanan secara langsung). Blower ini
didasarkan pada kecepatan sedang, akan tetapi memiliki range tekanan dan
volume yang lebar sehingga membuat jenis ini sangat efisien untuk ventilator.

Gambar 32 Backward Curved Blade


Sumber : repository.usu.ac.id

Keterangan Gambar 21 dan Gambar 22 :

1. Shroud
2. Hub (pusat)
3. Blade (bilah / pisau)
c) Radial Blade
Di dalam pemakaiannya dirancang untuk tekanan statis yang tinggi pada
kapasitas yang kecil. Namun demikian perkembangan saat ini jenis bentuk
radial blade dibuat pelayanan tekanan dan kecepatan putaran tinggi.

Gambar 33 Radial Blade Blower


Sumber : www.peerlessblowers.com, 2000

B. Blower Positive Displacement


Blower jenis positive displacement memiliki rotor, yang "menjebak" udara dan
mendorongnya melalui rumah blower. Blower ini menyediakan volum udara yang
konstan bahkan jika tekanan sistemnya bervariasi. Cocok digunakan untuk sistem
yang cenderung terjadi penyumbatan, karena dapat menghasilkan tekanan yang
cukup (biasanya sampai mencapai 1,25 kg/cm2) untuk menghembus bahan-bahan
yang menyumbat sampai terbebas. Mereka berputar lebih pelan daripada blower
sentrifugal (3.600 rpm) dan seringkali digerakkan dengan belt untuk memfasilitasi
perubahan kecepatan.
Jenis positive displacement blower yang sering digunakan adalah rotary blower
(blower rotary) yaitu :
a) Vane Blower
Pada umumnya digunakan untuk kapasitas yang kecil dengan fluida yang
bersih. Ditinjau dari bentuk dan cara kerja elemen impeler vane blower dibagi
menjadi dua type yaitu : Slanding vane dan Fleksibel vane.

Slanding vane adalah impeller yang berputar terdapat suatu mekanisme yang
dapat bergerak slading ( keluar masuk ) didalamnya dan lazim disebut vane.
Karena gerakan impeller eksentrik terhadap casing maka terjadilah perubahan
ruang dimana udara atau gas dialirkan oleh vane tersebut. Jumlah vane untuk
satu blower bervariasi tergantung besarnya kapasitas dan tekanan discharger
yang diharapkan.

Flexible vane adalah : pada bagian luar impeller terdapat sirip sirip yang
flexible dan karena gerakan impeller eksentrik terhadap casing maka vane
akan diperoleh tekanan udara yang ada diruang casing lalu tekanan udara atau
gas itu dipindahkan keluar.

2.2.2 Komponen Sistem Fan

Gambar 34 Contoh Komponen Sistem Fan


Sebuah system fan khusus terdiri dari sebuah fan, motor elektrik, system penggerak,
saluran atau pipa, perangkat control aliran, dan peralatan pendingin udara (filter, koil
pendingin, heat exchanger, dll). Sistim fan ini penting untuk menjaga pekerjaan proses
industry.

Penggerak Utama
Kebanyakan fan di industry didorong oleh motor listrik arus bolak-balik (AC).
Kebanyakan motor induksi disediakan dengan 3 fase, 240- atau 280- volt listrik.
Komponen lain dari penggerak utama adalah pengontrol motor (motor controller).
Controller adalah mekanisme saklar yang menerima sinyal dari rangkaian daya rendah

(seperti saklar on/off) dan memberikan energy pada motor dengan enghubungkan atau
melepaskan gulungan motor ke tegangan listrik. Soft starter adalah perangkat yang sering
dipasang denga motor controller untuk mengurangi tegangan listrik terkait dengan startup pada motor besar.

Sistem Penggerak
System penggerak sering menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi
energy dan menurunkan biaya system operasi secara keseluruhan. Ada 2 jenis utama dari
system penggerak yaitu direct drive dan belt drive. Gear drive juga digunakan tetapi
kurang umum.
Dalam system direct drive, fan terpasang pada poros motor. Ini merupakan system
sederhana yang efisien tapi memiliki fleksibilitas kurang sehubungan dengan penyesuaian
kecepatan. Karena sebagian besar fan dioperasikan dengan motor induksi, kecepatan
rotasi dari fan direct drive dibatasi dalam beberapa persen dari kecepatan motor sinkron
(umumnya 1200, 1800 dan 3600 rpm).
Adjustable speed drive (ASD) biasa digunakan di dalam direct drive untuk
meningkatkan fleksibilitas kecapatan rotasi. ASD pada umumnya digunakan untuk fan
yang beroperasi pada berbagai kondisi. Pada fan axial, direct drive memiliki beberapa
keuntungan penting. Aplikasi pada suhu rendah dan system udara yang bersih sangat
cocok untuk direct drive.
Belt drive memberikan fleksibilitas dalam pemilihan kecepatan kipas. Jika perkiraan
awal salah atau persyaratan system berubah, belt drive memungkinkan fleksibilitas dalam
mengubah kecepatan fan. Pada fan axial, belt drive menjadi keuntungan dalam aplikasi
pada suhu tinggi atau lingkungan yang korosif.
Ada beberapa jenis belt drive diantaranya standard belt, V-belt, cogged V-belt dan
synchronous belt. Secara umum, synchronous belt adalah yang paling efisien karena
menggunakan tipe mesh yang membatasi slip dan dapat menurunkan biaya operasi.
Synchronous belt biasanya menghasilkan kebisingan lebih dari belt lainnya. Sedangkan,
V-belt paling sering digunakan karena efisiensinya, biaya operasinya yang rendah,
fleksibilitas operasi dan operasi yang kuat.
Cogged V-belt pada umumnya memiliki efisiensi sekitar 70-80%. Tetapi sistem ini
cenderung lebih mahal daripada alternative belt drive. Cogged belt ini cenderung
memerlukan pemeriksaan lebih sering dan lebaih baik dalam aplikasi dengan akses yang
sangat terbatas.

Ductwork dan piping


Untuk kebanyakan system fan, udara diarahkan melalui saluran atau pipa. Umumnya,
saluran terbuat dari lembaran logam dan digunakan dalam system tekanan rendah,
sedangkan pipa yang lebih kuat digunakan pada aplikasi tekanan tinggi.
Saluran yang lebih besar menciptakan resistensi aliran udara lebih rendah
dibandingkan saluran kecil. Meskipun biaya awal saluran besar lebih tinggi dalam bahan
dan pemasangan tetapi akan mengurangi biaya energy karena gesekan yang rendah.
Pertimbangan lain dalam saluran adalah bentuk dan tingkat kebocoran. Saluran bulat
memiliki luas permukaan yang lebih kecil dibandingkan saluran persegi panjang sehingga
kebocoran yang terjadi akan berkurang. Dalam laju udara panas atau dingin, luas
permukaan ini juga mempengaruhi jumlah panas yang ditransfer ke lingkungan.

Perangkat Control Aliran


Perangkat control aliran ini terdiri dari peredam di bagian inlet dan outlet fan serta
baling-baling di saluran masuk fan. Baling-baling inlet menyesuaikan output fan ke
dalam 2 cara utama yaitu dengan cara menciptakan pusaran dalam aliran udara yang
berdampak udara menabrak blade atau dengan memblokir udara sekaligus yang
membatasi jumlah udara masuk ke fan. Pusaran udara ini akan membantu mengurangi
tenaga fan.
Peredam dapat digunakan untuk memblokir udara masuk atau keluar fan dan untuk
mengontrol aliran udara di cabang system. Peredam mengontrol aliran udara dan
mengubah jumlah pembatas dalam suatu aliran udara. Meningkatkan pembatasan
menghasilkan penurunan tekanan yang lebih besar di seluruh peredam, sedangkan
penurunan pembatasan akan mengurangi perbedaan tekanan dan memungkinkan aliran
udara lebih.

2.2.3 Operasi Alat


Operasi blower atau fan hampir sama dengan operasi pompa, waktu menstart atau menstop
haruslah dicekin terlebih dahulu untuk mengurangi beban penggeraknya. Tetapi hanya satu
hal saja yang perlu diperhatikan selama pengoperasian, yakni pengecekkan yang dilakukan
sesekali terhadap temperatur dan jumlah oil atau dapat dilihat dari batas kerja / jam kerjanya.
Operasi pompa yang dimaksud diatas, waktu menstart atau menjalankan adalah:
a. Tutup discharge valve
b. Buka suction valve

c. Lakukan drain dan vent


d. Nol kan Indukator PG
e. Switch on (beban nol) tunggu keadaan normal, amati getaran, bunyi, suhu, pressure head,
pemakaian daya, tetesan cairan pada sel pompa atau sambungan pompa.
f. Keadaan normal tercapai
- Buka discharge valve
- Amati pemakaian daya pada pompa
- Batas maksimum pembebanan
Dan saat menstop atau menghentikan pompa adalah :
a. Tutup penuh discharge valve
b. Lakukan pencatatan : getaran, suhu, pemakaian daya, pressure head-maksimum
c. Keadaan normal tercapai switch off
d. Tutupkan suction valve
e. Lakukan drain
f. Periksa keadaan pompa
g. Pulihkan rangkaian pipa saluran

BAB 3
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Tabel 3.1 Alat yang digunakan
Nama Alat
Kompresor
Fan
Blower
Kunci Pas
Palu
Obeng
Tang
Tabel 3.2 Bahan yang digunakan
Nama Bahan
Ampelas 1000 mesh
Lap

Jumlah
1
1
1
3
1
2
1

p
u
d
o
js
tc
M
lb
im
k
g
n
a
r
e
f
,w
3.2 Skema Kerja

3.3 Sketsa Kerja Kompresor

Arus
listrik

Menggerakan

Motor

Memutar

Torsi

Menaik turunkan

Torak

Udara masuk

Pelat

Udara keluar

Katup Kendali

Pada tekanan tertentu akan berhenti

Tangki
Penampu

3.3 Sketsa Kerja Blower/Fan


Arus
listrik

Menggerakkan

Motor

Angin

Propeller

Impeller

Udara keluar

BAB 4
DATA PENGAMATAN
4.1 Data Pengamatan Kompresor
No
1.

2.

Gambar

Keterangan
Kompresor
merupakan alat yang digunakan untuk
mengalirkan/memindahkan/transporta
si fluida seperti udara atau gas. Arti
singkatnya merupakan alat penghasil
udara mampat.

Spesifikasi alat
Design pressure 8 bar
hydraulic test 12 bar

3.

Frame
Fungsi
utama
adalah
untuk
mendukung seluruh beban dan
berfungsi juga sebagai tempat
kedudukan bantalan, poros engkol,
silinder dan tempat penampungan
minyak pelumas.

Stator
adalah bagian pada motor listrik atau
dinamo listrik yang berfungsi sebagai
stasioner dari sistem rotor. Jadi
penempatan
stator
biasanya
mengelilingi rotor, stator bisa berupa
gulungan kawat tembaga yang
berinteraksi dengan angker dan
membentuk medan magnet untuk
mengatur perputaran rotor.
Rotor
adalah bagian dari motor listrik yang
berputar pada sumbu rotor. Perputaran
rotor di sebabkan karena adanya
medan magnet dan lilitan kawat email
pada rotor. Sedangkan torsi dari
perputaran rotor di tentukan oleh
banyaknya lilitan kawat dan juga
diameternya.

4.

Bagian dalam pada Kompresor


1. Batang
penghubung
(connection rod)
Berfungsi meneruskan gaya
dari poros engkol ke batang
torak melalui kepala silang,
batang penghubung harus kuat
dan tahan bengkok sehingga
mampu menahan beban pada
saat kompresi.
2. Kepala Silang (cross head)
Berfungsi meneruskan gaya
dari batang penghubung ke
batang torak. Kepala silang
dapat meluncur pada bantalan
luncurnya.
3. Torak atau piston
Torak merupakan komponen
yang betugas untuk Sebagai
elemen yang menghandel
gas/udara
pada
proses
pemasukan
(suction),
kompresi (compression) dan
pengeluaran
(discharge),
sehingga torak harus kuat
menahan tekanan dan panas.

5.

4.2 Data Pengamatan Blower


No

Gambar

Keterangan

1.

Blower
merupakan mesin atau alat yang
digunakan untuk menaikkan atau
memperbesar tekanan udara atau gas
yang akan dialirkan dalam suatu
ruangan tertentu juga sebagai
pengisapan atau pemvakuman udara
atau gas tertentu
Impeler
Meningkatkan kecepatan alirn
fluida.

2.

4.3 Data Pengamatan Fan


No
1.

Gambar

Keterangan
Tampak belakang dan tampak
samping dari fan .

Yang ditunjukkan oleh panah


disamping merupakan outlet udara.

2.

Tampak depan dari fan


1. Fan Propeller
Cara kerja fan propeller
seperti impeler pesawat
terbang: blades fan
menghasilkan pengangkatan
aerodinamis yang menekan
udara.

2. Yang ditunjukkan oleh panah


merupakan penutup dari fan
propeller. Pada penutup ini
terdapat penyaring untuk
inlet udara

3.

Kipas angin (fan)


Perangkat mekanis yang digunakan
untuk membuat aliran gas kontinu
seperti udara.

4.

Stator

5.

Rotor

BAB 5
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
5.1 Pembahasan
5.1.1 Dila Adila (131411059)

Praktikum kali ini melakukan perawatan dan perbaikan terhadap kompresor, fan dan blower.
Adapun tujuan dari praktikum ini agar dapat memahami bagian-bagian penting dari kompresor,
fan dan blower, dapat menguraikan dan merangkai kembali unit kompresor, fan dan blower,
kemudian dapat menggambarkan skema alat pada bagian penting dari 3 arah yang berbeda serta
mengetahui metode perawatandan perbaikan.
Kompresor adalah mesin yang digunakan untuk menaikkan tekanan udara dengan cara
memampatkan gas atau udara yang kerjanya didapat dari poros. Sumber arus listrik memutar
motor dan mengerakkan torsi untuk mengangkat dan naik turun torak, jika torak naik maka
menekan udara keluar jika torak turun menghidap udara masuk. Kompressor dilengkapi dengan
tabung untuk menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan
yang diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup pengaman,
bila tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan menutup secara otomatis.
Komponen-komponen kompresor yaitu; kerangka (frame), batang penghubung (connecting rod),
kepala silang (cross head) , silinder (cylinder), liner silinder (cylinder liner), front and rear
cylinder cover, water jacket, torak (piston) , cincin torak (piston rings), poros engkol (crank
shaft) dan batang torak (piston rod) , cincin penahan gas (packing rod) , ring oil scraper, katup
kompresor (compressor valve).
Adapun cara perawatan kompresor yang baik dan umum dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil
glass
2. Tutup semua kran
3. Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
4. Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada
motor.
5. Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
6. Start/On pada switch (recoil untuk engine dan

gunakan

pengaturan

gas

untuk start, setelah stabil, kembalikan pada posisi awal).


7. Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali
hidup/On pada

bar

(untuk

kompresor

berkapasitas

12

bar

akan

mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9 bar)

8. Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
9. Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam
tangki melalui drain valve.
10. Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
11. Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
12. Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup
untuk hidup dan mati, minimal 5-10 menit.
13. Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
14. Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung
(letakan di tempat terlindung).
15. Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin
(sebaiknya tiap hari).
Fan secara luas digunakan di industri dan pengaplikasian komersial seperti ventilasi,
material handling, boiler, refrigerasi, dust collection, aplikasi pendingin dan lainnya. Pada
industri, fan pada umumnya digunakan untuk pasokan ventilasi atau udara pembakaran, untuk
mensirkulasi udara atau gas lainnya melewati alat dan untuk mengeluarkan udara atau gas
lainnya dari alat. Sedangkan blower yang merupakan mesin atau alat yang digunakan untuk
menaikkan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan
tertentu juga sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Operasi blower atau
fan hampir sama dengan operasi pompa, waktu menstart atau menstop haruslah dicekin terlebih
dahulu untuk mengurangi beban penggeraknya. Tetapi hanya satu hal saja yang perlu
diperhatikan selama pengoperasian, yakni pengecekkan yang dilakukan sesekali terhadap
temperatur dan jumlah oil atau dapat dilihat dari batas kerja / jam kerjanya. Komponen utama
dari blower dan fan adalah Propeller/Impeller dan motor. Sedangkan perawatan untuk blower
dan fan adalah sebagai berikut:
-

Pemeriksaan periodik semua komponen sistem


Pelumasan bantalan dan penggantian
Pengencangan belt dan penggantian
Perbaikan atau penggantian motor
Pembersihan fan
5.1.2 Rima Agustin Merdekawati (131411061)

Pada praktikum kali ini dilakukan identifikasi dan perawatan pada alat kompresor, blower dan
fan. Identifikasi dilakukan dengan cara membongkar alat, mengamati serta menggambar bagianbagian alat kemudian merangkaikannya kembali. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk
mengetahui bagian-bagian dari kompresor,blower dan fan serta mengetahui metoda cara umum
perawatan dan perbaikan kompresor, blower dan fan.
Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara
menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan didalam tangki udara kempa
untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk
menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang
diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup pengaman, bila
tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis.
Komponen utama dari kompresor terdiri dari kerangka (frame), poros engkol (crank
shaft), batang penghubung (connecting rod), kepala silang (cross head), slilinder (cyilinder),
linier silinder (cyilinder linier) front and rear cyilinder cover, water jacket, torak (piston), cincin
torak, batang torak, cincin penahan gas, ring oil scraper, dan katup kompresor. Dalam kompresor
juga terdapat peralatan bantu diantaranya saringan udara,katup pengaman, tangki udara,
peralatan pengaman yang lain, dan peralatan khusus. Pemeliharaan dan pengecekan kompresor
dilakukan terhadap komponen-komponen penunjang antara lain :

Pelumasan
Tekanan minyak pelumas kompresor harus secara visua ldiperiksa setiap hari dan
saringan minyak pelumasnya diganti setiap bulan.

Saringan udara
Saringan udara masuk sangat mudah tersumbat terutama pada lingkungan yang berdebu.
Saringan harus diperiksadan diganti secarateratur.

Traps kondensat
Banyak sistem memiliki traps kondensat untuk mengumpulkan (untuk traps yang
dipasang dengan sebuah kran apung) dan menguras kondensat dari sistem. Traps manual
harus secara berkala dibukadan ditutup kembali untuk menguras fluida yang

terakumulasi, trapsotomatis harus diperiksa untuk memastikan bahwa tidak ada


kebocoran udara tekan.

Pengering udara
Udara kering merupakan energy yang intensif. Untuk pengering yang didinginkan,
periksa dang anti saringan awal secara teraturkarena pengering tersebut seringkali
memiliki lintasan kecil di bagiandalamnya yang dapat tersumbat oleh bahan pencemar.
Pengeringregenerative memerlukan sebuah penyaring penghilang minyak pada
saluranmasuknya karena mereka tidak dapat berfungsi dengan baik jika minyak pelumas
dari kompresor melapisi bahan penyerap airnya. Suhu pengeringanyang baik harus dijaga
dibawa 100oF untuk mnghindari peningkatanpemakaian bahan penyerap airnya, yang
harus diganti lagi setiap 3-4 bulantergantung pada laju kejenuhan.

Periksa kebocoran dan kehilangan tekanan diseluruh system secara teratur.


Hindari praktek yang tidak benar, untuk memastikan penggunaan udara yang bebas kadar

air pada titik penggunaan.


Atur seluruh operasi titik penggunaan pada tekanan serendah mungkin dengan

menggunakan regulator yang baik.


Matikan pasokan udara ke peralatan produksi yang sedang tidak bekerja.
Pantau penurunan tekanan dalam system pemipaan.
Gunakan teknologi pengeringan yang member tekanan maksimum yang diperbolehkan
untuk titik pengembunan.

Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan di
tempat terlindung).

Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya
tiap hari).

Pilihlah suku cadang kompresor yang terbaik.


Blower merupakan mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau memperbesar

tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu juga sebagai
pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Fan dan blower berkerja dengan
prinsip yang sama yaitu digerakkan oleh motor dan pusat motor (rotor) akan bergerak, volite
membuka tutup ketika ada udara masuk dan memutar propeler/impeller dan udara pun keluar.

Perbedaan antara fan dan blower yaitu fan menghasilkan aliran gas dengan sedikit tekanan
dan volume gas yang lebih besar, sementara blower menghasilkan rasio tekanan yang
relatif lebih tinggi dengan volume aliran gas yang lebih besar. Pemeliharaan rutin untuk
mempertahankan tingkat kinerja. Kegiatan pemeliharaan meliputi :
-

Pemeriksaan periodik semua komponen sistem


Pelumasan bantalan dan penggantian
Pengencangan belt dan penggantian
Perbaikan atau penggantian motor
Pembersihan fan

5.1.3 Ulfa Nurul Azizah (131411063)


Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan,komponen dan teknik perawatan
yang dapat dilakukan pada kompresor, fan dan blower. Pertama membongkar kompressor dengan
cara membuka baut-baut yang terdapat pada kompresor dengan menggunakan kunci dan obeng.
Setelah kompresor di bongkar pisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam kompresor
dan pelajari mekanisme kerjanya dan gambarkan lalu pasangkan kembali komponen-komponen
seperti semula. Hal yang sama dilakukan juga pada teknik perawatan fan dan blower. Dari hal
tersebut didapat ada beberapa perbedaan namun pada dasarnya fungsi semua alat tersebut adalah
meniupkan angin.
1. Kompressor
Seperti namanya maka yang dihasilkan adalah angin bertekanan tinggi, mesin ini digerakana
oleh engine atau motor listrik, seperti pada tukang tambal ban, atau untuk industri biasanya angin
yang dihasilkan untuk menggerakkan sistem pneumatic, silinder, soleniod valve dll. Ada
beberapa jenis kompressor, yang populer adalah piston dan screw, untuk tekanan biasanya
memakai screw tapi untuk menghasilkan flow/debit besar maka dipakai model piston.Praktek
perawatan kompresor yang baik dan benar akan meningkatkan efisiensi kinerja sistem. Untuk
keperluan tersebut maka perlu pemeliharaan dan pengecekan secara terjadwal. Waktu untuk
perawatan dan pengecekan kompresor, yaitu: Selalu mengacu pada maintenance instructions atau
service manual yang dikeluarkan oleh manufacture.
Pemeliharaan dan pengecekan kompresor dilakukan terhadap komponen-komponen
penunjang antara lain :

1) Pelumasan. Tekanan minyak pelumas kompresor harus secara visual diperiksa setiap
hari dan saringan minyak pelumasnya diganti setiap bulan.
2) Saringan udara. Saringan udara masuk sangat mudah tersumbat terutama pada
lingkungan yang berdebu. Saringan harus diperiksadan diganti secara teratur.
3) Traps kondensat. Banyak sistem memiliki traps kondensat untuk mengumpulkan (untuk
traps yang dipasang dengan sebuah kran apung) dan menguras kondensat dari sistem.
Traps manual harus secar berkala dibuka dan ditutup kembali untuk menguras fluida
yang terakumulasi, traps otomatis harus diperiksa untuk memastika bahwa tidak ada
kebocoran udara tekan.
4) Pengering udara. Udara kering merupakan energy yang intensif. Untuk pengering yang
didinginkan, periksa dang anti saringan awal secara teratur karena pengering tersebut
seringkali memiliki lintasan kecil di bagian dalamnya yang dapat tersumbat oleh bahan
pencemar. Periksa kebocoran dan kehilangan tekanan diseluruh sistem secara teratur.
5) Atur seluruh operasi titik penggunaan pada tekanan serendah mungkin dengan
menggunakan regulator yang baik.
2. Blower
Seperti prinsip kompresor juga digerakkan oleh mesin penggerak bisa aja motor listrik
atau engine, tp pada blower biasanya angin bertekanan tidak terlalu besar dan dipakai untuk
membawa muatan produk, atau produk berupa bubuk/biji aakan ditiup oleh blower ini.
Blower bisa dipake sebagai peniup tapi bisa juga dibalik untuk tekanan vakum sebagai
penyedot.
3. Fan
Banyak sekali macam, yang seringkali dilihat adalah kipas angin, exhaust fan, yang jelas
hanya berupa baling-baling, dan ada yang centrifugal juga untuk menghisap atau meniup
dalam debit yang cukup besar karena harus memakai jalur pipa/ducting.Fan dan blower pada
umumnya memiliki karakteristik yang serupa, sehingga perawatan keduanya pun akan sama.
Pemeliharaan rutin:
Pemeliharaan ini rutin untuk mempertahankan tingkat kinerja. Kegiatan pemeliharaan
meliputi :
- Pemeriksaan periodik semua komponen sistem
- Pelumasan bantalan dan penggantian
- Pengencangan belt dan penggantian
- Perbaikan atau penggantian motor
- Pembersihan fan dan blower

5.2 Kesimpulan

Komponen utama pada kompresor adalah kerangka (frame), batang penghubung, kepala
silang (cross head), silinder, linier silinder water jacket, torak piston, cincin torak, poros
engkol, batang torak, ring oil scrapper, katup kompresor.
Adapun cara perawatan kompresor yang baik dan umum dilakukan adalah sebagai
berikut :
16. Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil
glass
17. Tutup semua kran
18. Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
19. Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada
motor.
20. Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
21. Start/On pada switch (recoil untuk engine dan

gunakan

pengaturan

gas

untuk start, setelah stabil, kembalikan pada posisi awal).


22. Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali
hidup/On pada

bar

(untuk

kompresor

berkapasitas

12

bar

akan

mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9 bar)
23. Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
24. Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam
tangki melalui drain valve.
25. Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
26. Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
27. Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup
untuk hidup dan mati, minimal 5-10 menit.
28. Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
29. Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung
(letakan di tempat terlindung).
30. Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin
(sebaiknya tiap hari).

Komponen utama dari blower dan fan adalah Propeller/Impeller dan motor.
Sedangkan perawatan untuk blower dan fan adalah sebagai berikut:

Pemeriksaan periodik semua komponen sistem


Pelumasan bantalan dan penggantian
Pengencangan belt dan penggantian
Perbaikan atau penggantian motor
Pembersihan fan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (Online) Tersedia : http://www.scribd.com/doc/68359152/31/Prinsip-Kerja-Kompresor.
Diakses pada 08 September 2012.
Anonim. Fan and Blowers. (Online) Tersedia : http://www.scribd.com/doc/73457180/FanBlower. Diakses pada : 27 Desember 2012.
Wijaya,

Rudy.

Mengenali

Peralatan

Kompresor.

(Online)

Tersedia

http://www.scribd.com/doc/61022496/Mengenali-Peralatan-Kompresor-RW. Diakses pada


08 September 2012.
Wijaya, Budi Hendarto. Komponen Utama Compressor dan Fungsinya. (Online) Tersedia :
http://maintenance-group.blogspot.com/2010/09/komponen-utama-compressor-danfungsinya.html. Diakses pada 08 September 2012.
Jobsheet. Utilitas. Politeknik Negeri Sriwijaya. 2010

Abiemanyu. Komponen Kompresor. Diunduh pada 03 Juni 2015 pada 08:32PM.

Tampubolon, Maria. Makalah Kompresor. www.academia.edu, 2015.