Anda di halaman 1dari 2

Nama : R.

Mahdian Qurrota Ayun


NIM : 2014-32-138

Mata Kuliah : Farmakologi Gizi


Dosen
: Eddy Purwoto, M. Farm

OBAT KANKER : METOTREKSAT


a) Nama generic : Metotreksat.
b) Nama kimia : 4-amino-4-deoxy-10-methylpteoryl-L-glutamic acid.
c) Struktur kimia : C20H22N8O5.
d) Sifat fisikokimia
Serbuk kristal berwarna kuning atau oranye, higroskopis, praktis tidak larut dalam
air, alkohol, terurai dalam larutan asam mineral, basa hidroksida dan karbonat.
e) Indikasi
Leukemia limfositik akut, koriokarsinoma, kanker payudara, leher dan kepala,
paru, buli-buli, sarkoma osteogenik.
f) Efek samping dan Kontraindikasi
Toksisitas obat ini juga terutama mengenai saluran cerna, sumsum tulang dan
mukosa mulut. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan gangguan
sumsum tulang, hati dan terutama gangguan ginjal karena metotreksat hanya
dieliminasi melalui ginjal.
g) Sediaan dan Posologi
Metotreksat tersedia dalam bentuk tablet 2,5 mg dan bubuk untuk suntikan dalam
vial 25, 50, 100, dan 250 mg. Untuk kariokarsinoma diberikan dosis tunggal 15
mg/m2 oral atau IM selama 5 hari karena dalam dosis terbagi metotreksat lebih
toksik. Pengobatan biasanya diulang setelah 1-2 minggu. Pengobatan diteruskan
sebanyak 2 regimen pengobatan setelah titer gonadotropin korionik kurang dari 50
IU/24 jam.
h) Stabilitas dan Penyimpanan
Tablet dan vial disimpan pada suhu kamar (15-25oC), hindari cahaya matahari
langsung.
i) Interaksi dengan obat lain
Kombinasi metotreksat dengan klorambusil dan daktinomisin efektif terhadap
karsinoma testis, limfoma limfositik stadium III dan IV terutama pada anak, dan
memberikan remisi temporer pada mikrosis fungoides. Dalam kombinasi dengan
berbagai antikanker, metotreksat digunakan pada karsinoma mama, paru dan
ovarium, limfoma Burkitt dan limfoma non-Hodgkin.
j) Farmakodinamik
Onset kerja: Antirematik 3-6 minggu, tambahan perbaikan bisa dilanjutkan lebih
lama dari 12 minggu. Metotreksat berikatan dengan dihidrofolat reduktase,

menghambat pembentukan reduksi folat dan timidilat sintetase, menghasilkan


inhibisi purin dan sintesis asam timidilat. Metotreksat bersifat spesifik untuk fase
S pada siklus sel. Mekanisme kerja metotreksat dalam artritis tidak diketahui, tapi
mungkin mempengaruhi fungsi imun. Dalam psoriasis, metotreksat diduga
mempunyai kerja mempercepat proliferasi sel epitel kulit.
k) Farmakokinetik
Absorpsi:
Oral. Cepat diserap baik pada dosis rendah (<30 mg/m2). Tidak lengkap setelah
dosis tinggi. IM : Lengkap.
Distribusi: Penetrasi lambat sampai cairan fase 3 (misal pleural, efusi, ascites).
Eksis lambat dari kompartemen ini (lebih lambat dari plasma), melewati plasenta,
jumlah sedikit masuk kelenjar susu, konsentrasi berangsur-angsur dikeluarkan di
ginjal dan hati. Ikatan protein : 50%.
Metabolisme : <10%. Degradasi dengan flora intestinal pada DAMPA dengan
karboksipeptida. Oksidasi aldehid konversi metotreksat menjadi 7-OH metotreksat
di hati. Poliglutamat diproduksi secara mempunyai kekuatan sama dengan
metotreksat, produksinya tergantung dosis, durasi dan lambat dieliminasi oleh sel.
Eliminasi: Ekskresi : Urin (44%-100%), feses (jumlah kecil).
Toksin : Toksisitas obat ini juga terutama mengenai saluran cerna, sumsum tulang
dan mukosa mulut. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan gangguan
sumsum tulang, hati dan terutama gangguan ginjal karena metotreksat hanya
dieliminasi melalui ginjal.

OBAT KANKER DARI BAHAN ALAM : DAUN SIRSAK


a) Absorpsi : Oral. Di absorpsi di lambung dan usus halus.
b) Distribusi : Hasil absorpsi di salurkan ke sel-sel tubuh melalui darah dan diikat
oleh protein plasma dengan berbagai ikatan lemah.
c) Metabolisme : Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial,
reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine. Daun sirsak
bermanfaat menghambat sel kanker dengan menginduksi apoptosis, antidiare,
analgetik, anti disentri, anti asma, anthelmitic, dilatasi pembuluh darah,
menstimulasi pencernaan, mengurangi depresi.
d) Ekskresi : Sisa-sisa metabolisme di lakukan oleh ginjal melalui air seni atau urine.
e) Toksin : Dalam periode penggunaan yang lama akan dapat mematikan bakteri
baik dalam tubuh.