Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN

MULTIPLE FRAKTUR

A. KONSEP MULTIPLE FRAKTUR


1. Pengertian
Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal
yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang,fraktur patologis
terjadi tanpa trauma pada tulang yang lemah karena dimineralisasi yang
berlebihan ( Linda Juall C, 2002 ).

Fraktur merupakan gangguan sistem muskuluskeletal, dimana terjadi pemisahan


atau patahnya tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. (Doenges E

Marilyn, 2000).
Multiple fraktur adalah keadaan dimana terjadi hilangnya kontinuitas jaringan
tulang lebih dari satu garis ( Silvia A. Prince, 2000 ).

Fraktur Multipel adalah garis patah lebih dari satu tapi pada tulang yang berlainan
tempatnya, misalnya fraktur humerus, fraktur femur dan sebagainya.
2.

Etiologi
Fraktur disebabkan oleh trauma di mana terdapat tekanan yang berlebihan pada
tulang yang biasanya di akibatkan secara langsung dan tidak langsung dan sering
berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau luka yang di sebabkan oleh kendaraan
bermotor.
Penyebab patah tulang paling sering di sebabkan oleh trauma terutama pada
anak-anak, apabila tulang melemah atau tekanan ringan. (Doenges, 2000:627)
Menurut Carpenito (2000:47) adapun penyebab fraktur antara lain:
a. Kekerasan langsung
Kekerasan langsung menyebabkan patah tulang pada titik terjadinya kekerasan.
Fraktur demikian demikian sering bersifat fraktur terbuka dengan garis patah
b.

melintang atau miring.


Kekerasan tidak langsung
Kekerasan tidak langsung menyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari
tempat terjadinya kekerasan. Yang patah biasanya adalah bagian yang paling

c.

lemah dalam jalur hantaran vektor kekerasan.


Kekerasan akibat tarikan otot
Patah tulang akibat tarikan otot sangat jarang terjadi. Kekuatan dapat berupa
pemuntiran, penekukan, penekukan dan penekanan, kombinasi dari ketiganya,

a.

dan penarikan.
Menurut (Doenges, 2000:627) adapun penyebab fraktur antara lain:
Trauma Langsung

Yaitu fraktur terjadi di tempat dimana bagian tersebut mendapat ruda paksa
b.

misalnya benturan atau pukulan pada anterbrachi yang mengakibatkan fraktur.


Trauma Tak Langsung
Yaitu suatu trauma yang menyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari

c.

tempat kejadian kekerasan.


Fraktur Patologik
Yaitu struktur yang terjadi pada tulang yang abnormal (kongenital,peradangan,
neuplastik dan metabolik).

3.

Manifestasi Klinis
a. Manifestasi klinik dari faktur ,menurut Brunner and Suddarth,(2002:2358)
1) Nyeri terus-menerus dan bertambah beratnya sampai tulang diimobilisasi.
Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai almiah yang di
2)

rancang utuk meminimalkan gerakan antar fregmen tulang.


Setelah terjadi faraktur, bagian-bagian tidak dapat di gunakan dan cenderung
bergerak secara alamiah (gerak luar biasa) bukanya tetap rigid seperti
normalnya. Pergeseran fragmen tulang pada fraktur lengan dan tungkai
menyebabkan deformitas (terlihat maupun teraba) ekstermitas yang bisa
diketahui membandingkan ekstermitas yang normal dengan ekstermitas yang
tidak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada

integritas tulang tempat melekatnya otot.


3) Pada fraktur panjang terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena
kontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah tempat fraktur. Fragmen
4)

sering saling melingkupi satu samalain sampai 2,5-5 cm (1-2 inchi).


Saat ekstermitas diperiksa dengan tangan teraba adanya derik tulang
dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan
lainnya (uji krepitus dapat mengaibatkan kerusakan jaringan lunak yang lebih

5)

berat).
Pembengkakan dan perubahan warna lokal terjadi sebagai akibat trauma dari
pendarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini baru bisa terjadi setelah

b.

beberapa jam atau hari setelah cidera.


Menurut Santoso Herman (2000:153) manifestasi klinik dari fraktur adalah:
1) Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya samapi fragmen tulang
2)
3)

diimobilisasi, hematoma, dan edema.


Deformitas karena adanya pergeseran fragmen tulang yang patah
Terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang

melekat diatas dan dibawah tempat fraktur.


4) Krepitasi akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya.
5) Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit.

4.

Patofisiologi

5.

Pathway

6.

Pemeriksaan Diagnostik

7.

Penatalaksanaan Medik

B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


C. DAFTAR PUSTAKA