Anda di halaman 1dari 8

Bab IV Analisa Dan Pembahasan

4.1 Data Hasil Pengujian


Analisis dan aplikasi kincir angin dan pompa torak untuk sistem sirkulasi air
laut di tambak garam dilakukan dengan kondisi desain kincir angin plat datar tipe
trapezium.
Kondisi rancangan dari kincir yang diuji adalah:
-

Tipe kincir angin poros horizontal model trapezium plat datar


Bahan blade
: Plat alumunium 1 mm :
D
2,3 m
Diameter rotor ( r )
: 2300 mm

Sudut serang blade

: 550

Tinggi menara dari permukaan air

: 2000 mm

Jari-jari lingkaran engkol

: 75 mm

2m
0,075 m

Panjang poros kincir

: 500 mm

0,5 m

Putaran rotor ( V =4,75 m/ s )

: 63,2 rpm

Massa engkol

: 0,5 kg

- Mass jenis udara, ( udara )


-

Tip Speed Ratio (TSR),

: 1,17 kg/m3

: 1,0

Spesifikasi pompa :
-

:
:
:
:
:
:

Jenis pompa
Bahan silinder pompa
Diameter pompa
Panjang langkah torak (L)
Tinggi angkat
Debit pompa
Massa jenis air,

g
:
H
:
q (debit pompa)

9,81 m/s2
0,50 m
: 0.0005 m3/s

air

pompa torak
pipa PVC
2,5 inch = 0,064 m
150 mm
: 0,15 m
500 mm
: 0,5 m
30 liter/menit : 0,5 liter/s

: 1000 kg/m3

20

massa engkol (m)


wb
Ph

: 0,5 kg
: 4,905 N
: 2,454 W

4.1.1 Analisis Daya


1. Daya angin
Daya angin yang dimaksud adalah daya yang terkandung di angin dengan
besarnya putaran rotor turbin angin dan kecepatan angin yang ditentukan (contoh
perhitungan dibuat pada kecepatan angin 3 m/s), daya angin dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan.
1
Pa= udara ( Ar ) (v)3
2
dimana ;
1
Ar = dr2
4
dr

= diameter rotor = 2300 mm = 2,3 m

1
A r = ( 2 , 3 m)2
4
A r =4,155 m2
udara=1,17 kg/m

v =3 m/ s

Sehingga;

21

1
3
2
3
Pa= ( 1,17 kg/m )( 4,155 m ) (3 m/s)
2
Pa=65,624 Watt
2. Daya kincir angin, Pk
Daya turbin merupakan daya output dari turbin angin yakni hasil kali antara
torsi dan kecepatan sudut rotor kincir. Berdasarkan torsi rotor, maka daya turbin
terdiri atas dua yaitu daya berdasarkan torsi rotor yang dihitung menurut debit air
rancangan dan daya berdasarkan torsi rotor yang dihitung menurut debit air dari hasil
pengukuran di lapangan.
Pk =T x
Volume air Vp berdasarkan hasil rancangan, pada satu kali langkah torak,
dengan L (0,15 m) adalah panjang langkah:
Vp = Ap . L
1
A p= ( d p )2
4
1
A p= ( 0,064 m )2
4
A p=0,0032m2
2

Vp = 0 , 0032 m

. 0,15

= 0,000475 m3/putaran
Jika jumlah putaran rotor rancangan n adalah 63,2 rpm, maka debit pompa adalah:

22

q = Vp . n
= 0,000475 m3/putaran . 63,2 rpm/60 s
= 0,0005 m3/s
a. Torsi, T
Torsi rotor berdasarkan data rancangan diperoleh dari mekanisme sistem engkol
dan sistem hidrolis sehingga perhitungan torsi, T

menggunakan persamaan;

T =T engkol +T hidrolis
T engkol =Fengkol r
T engkol =( mengkol g ) r
T engkol =( 0,5 kg 9,81 m/ s2 ) 0,075 m
T engkol =0,368 N m
Torsi hidrolis dihitung berdasarkan Gambar 4.1 di bawah ini:

Gambar 4.1. Mekanisme engkol pada turbin angin pengerak pompa torak dengan jarijari engkol b (0,075 m) dan panjang batang torak l (1,5 m)

Gaya hidrolis rancangan dengan tinggi angkat H (0,5 m) dan diameter pompa, Ap =

23

Vp/L,
F

gAp H
cos

Momem akibat gaya hidrolik F, dengan jari-jari engkol b, torsi hidrolik rancangan,
T hidrolis = F.b
Sudut didapat dari arc sin (b/l) = arc sin (0,075/1,5) = 2,8660,
Maka momen atau torsi hidrolis rancangan dapat dihitung,
Thidrolis

gV p Hb
L cos

T hidrolis=

( 1000 kg /m3) ( 9,81 m/s2 ) 0,000475m3 ( 0,5 m ) x (0,075 m)


( 0,15 m ) cos 2,8660

T hidrolis=1, 757 Nm
Sehingga torsi total rancangan,
T =0,368 N m+1 , 757 Nm
T =2,125 Nm

b. Kecepatan sudut ()
Perhitungan kecepatan sudut menggunakan persamaan
=

V x TSR 3 m/ s x 1
rad
=
=2,60 9
0,5 x d r 0,5 x 2.3m
s

Sehingga daya turbin rancangan diperoleh:

24

Pk =2 , 125 Nm x 2 ,609 rad / s


Pk =5 , 544 Watt
Melalui prosedur perhitungan yang sama untuk daya turbin yang diukur di
lapangan, dengan debit air terukur 10 liter/s pada kecepatan angin rata-rata 4,75 m/s
dan putaran rotor yang diukur adalah 43,67 rpm, maka diperoleh volume air setiap
putaran adalah 0,000229 m3. Kecepatan sudut rotor diperoleh 4,573 rad/s dan torsi
hidrosis berdasarkan debit air terukur adalah 0,847 Nm, sehingga torsi total
pengukuran adalah
T =0,368 N m+0,847 Nm

T =1,215 Nm
Jadi daya turbin terukur adalah,
Pk =1,215 Nm x 4,573rad /s
Pk =5,556 Watt
3. Koefisien daya (Cp)
Koefisien daya (Cp) adalah perbandingan antara daya yang dibangkitkan oleh
turbin angin dengan daya angin. Daya angin pada kecepatan angin 3,0 m/s adalah
65,624 Watt dan pada kecepatan angin rata-rata 4,75 m/s adalah 260,485 Watt,
sehingga koefisien daya rancangan (Cp) dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan;
Cp=

P k 5 , 544 W att
=
=0,0 84
P a 65,624 W att

25

Sedangkan koefisien daya terukur adalah,


Cp=

Pk
5,556 W att
=
=0,0 21
P a 260,485 W att

4. Daya Hidrolis
Daya Hidrolis diperoleh dari,
Ph= air g q H
Berdasarkan debit pompa hasil rancangan, yaitu 0,5 liter/s (0,0005 m3/s) dan debit
pompa hasil pengukuran, yaitu 0,167 liter/s (0,000167 m3/s), maka daya hidrolis
pompa adalah,
Daya hidrolis rancangan,
Ph=1000

kg 9,81m
m3

0,0005
0,5m
3
2
s
m
s

= 2,454 Watt
Daya hidrolis pengukuran,
Ph=1000

kg 9,81m
m3

0,000 167
0,5 m
3
2
s
m
s

= 0,818 Watt
5. Efisiensi Mekanik Pompa
Efisiensi mekanik pompa merupakan hasil pembagian daya hidrolis pompa
terhadap daya turbin yang diberikan, berdasarkan persamaan berikut,
m Pk Ph
, atau
P
m h
Pk
Efisiensi mekanik pompa menurut data rancangan,
2,454 Watt
m
x 100%
8,777 Watt
= 27,96 %
Efisiensi mekanik pompa menurut data hasil pengukuran,

26

0,818Watt
x 100%
5,556 Watt

= 14,71 %

27