Anda di halaman 1dari 38

Assalamualaikum

wr.wb.

Akulturasi Bud
a ya
Islam, Hindu-B
uddha,
dan Asli

Akulturasi Budaya Islam, Hindu-Buddha,


dan Asli

KELOMPOK
2
Anggota :
1. Iis Kholilah
2. Nanda Safira
3. Nur Putra Setiawan
4. Paramitha S.Z
5. Sinta Rosdiana

Masuknya suatu kebudayaan asing ke


dalam lingkup suatu masyarakat dapat
menimbulkan tiga kemungkinan, yaitu :
kedua kebudayaan itu akan
berakulturasi, berjauhan, atau salah
satu hancur.
Unsur-unsur yang dapat mempersatukan
tradisi sejarah Indonesia berasal dari
unsur lokal, Hindu-Budha, dan Islam
Unsur-unsur tersebut saling berakulturasi
dan membentuk perpaduan budaya di
Indonesia

Akulturasi

Akulturasiadalah suatu proses sosial yang


timbul manakala suatu kelompokmanusia
dengankebudayaantertentu dihadapkan
dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.
Kebudayaan asing itu lambat laun diterima
dan diolah ke dalam kebudayaannya
sendiri tanpa menyebabkan hilangnya
unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Budaya Asli / Tradisi Lokal


Bangsa Indonesia sebenarnya mempunyai unsur-unsur
budaya Indonesia asli. Selain itu, juga telah mengenal
kebudayaan Macro & Micro Cosmos, yang merupakan
keyakinan adanya supranatural atas kehidupan bumi.
Kepercayaan dan tradisi lokal dalam masyarakat yang masih
terdapat sisa-sisa tradisi meghalithikum (adalah kebudayaan
yang menghasilkan bangunan-bangunan dari batu besar,
seperti menhir adalah tugu yang melambangkan arwah
nenek moyang sehingga menjadi benda pujaan. Dolmen
adalah bentuknya seperti meja batu berkakikan tiang satu
dan merupakan tempat sesaji). Pada dasarnya tertumpu pada
keyakinan tentang adanya aturan tetap yang mengatasi
segala yang terjadi dalam alam dunia. Tradisi kepercayaan
dan sistem sosial budaya adalah produk masyarakat lokal
dalam menciptakan keteraturan. Seperti tradisi lokal itu
adalah melakukan upacara adat, menghadirkan tata cara
menanam dan memanen, melakukan selamatan serta
melakukan upacara peralihan hidup.

Contoh Tradisi Lokal :


Di Tapanuli, kepercayaan lokal dikenal dengan
nama parmalim atau agama si Raja Batak. Di
Kepulauwan Mentawai disebut Sabulungan, di
Dayak disebut Kaharingan, di Toraja disebut
Aluk to dolo. Di Sulawesi Tengah di sebut
Parandangan, di Sumbawa disebut Baramarapu,
di Nias disebut Ono niha. Di Sika (Maumere)
disebut Ratu bita bantara. Kepercayaan lokal
tersebut memang berbeda di setiap daerah, hal
itu menunjukkan keragaman budaya yang ada
di Indonesia.
Masyarakat Jawa telah mengenal cerita wayang
yang merupakan asli budaya Jawa.

Masuknya Budaya Hindhu- Buddha di Indonesia

Masuknya budaya Hindu-Budha di


Indonesia menyebabkan munculnya
Akulturasi. Kebudayaan Hindu-Budha
yang masuk di Indonesia tidak diterima
begitu saja melainkan melalui proses
pengolahan dan penyesuaian dengan
kondisi kehidupan masyarakat
Indonesia tanpa menghilangkan unsurunsur asli.

Kebudayaan Hindu-Budha yang masuk di


Indonesia tidak diterima begitu saja karena :
Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar
kebudayaan yang cukup tinggi sehingga masuknya
kebudayaan asing ke Indonesia menambah
perbendaharaan kebudayaan Indonesia.
Kecakapan istimewa yang dimiliki bangsa Indonesia
atau local genius merupakan kecakapan suatu bangsa
untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan
mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan
kepribadian bangsa Indonesia.
Pengaruh kebudayaan Hindu hanya bersifat melengkapi
kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Perpaduan
budaya Hindu-Budha melahirkan akulturasi yang masih
terpelihara sampai sekarang. Akulturasi tersebut
merupakan hasil dari proses pengolahan kebudayaan
asing sesuai dengan kebudayaan Indonesia.

Masuknya pengaruh budaya dan agama


Hindu-Budha di Indonesia dapat dibedakan
atas 3 periode, yaitu :
Periode Awal (Abad V-XI M)

Periode Tengah (Abad XI-XVI M)


Periode Akhir (Abad XVI-sekarang)

1
2

Periode Awal (Abad V-XI


M)
Pada periode ini, unsur Hindu-Budha
lebih kuat dan lebih terasa serta
menonjol sedang unsur/ ciri-ciri
kebudayaan Indonesia terdesak. Terlihat
dengan banyak ditemukannya patungpatung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan
Budha di kerajaan-kerajaan seperti Kutai,
Tarumanegara danMataramKuno.

Periode Tengah (Abad


XI-XVI M)
Pada periode ini unsur Hindu-Budha dan Indonesia
berimbang. Hal tersebut disebabkan karena unsur HinduBudha melemah sedangkan unsur Indonesia kembali
menonjol sehingga keberadaan ini menyebabkan
munculnyasinkretisme(perpaduan dua atau lebih aliran).
Hal ini terlihat pada peninggalan zaman kerajaaanJawa
Timurseperti Singasari, Kediri, dan Majapahit. Di Jawa
Timur lahir aliranTantrayanayaitu suatu aliran religi
yang merupakan sinkretisme antara kepercayaan
Indonesia asli dengan agama Hindu-Budha.
Raja bukan sekedar pemimpin tetapi merupakan
keturunan para dewa. Candi bukan hanya rumah dewa
tetapi juga makam leluhur.

Periode Akhir (Abad XVIsekarang)


Pada periode ini, unsur Indonesia lebih kuat
dibandingkan dengan periode sebelumnya,
sedangkan unsur Hindu-Budha semakin surut
karena perkembangan politik ekonomi diIndia.
DiBalikita dapat melihat bahwa Candi yang
menjadi pura tidak hanya untuk memuja dewa.
Roh nenek moyang dalam bentukMeru Sang
Hyang Widhi Wasadalam agama Hindu sebagai
manifestasi Ketuhanan Yang Maha Esa. Upacara
Ngaben sebagai objek pariwisata dan sastra lebih
banyak yang berasal dari Bali bukan lagi dari India.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang
Bidang Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni &
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Budaya Teknologi Kalender

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang
Bidan Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni &
Pemerintahan Pendidikan
g
Budaya Teknologi Kalender
Sosial

Sebelum pengaruh budaya Hindu-Budha


masuk, bangsa Indonesia talah
menggunakan bahasa melayu kuno dan
Jawa kuno. Setelah masuknya HinduBudha masyarakat menggunakan bahasa
sansekerta dan bahasa podi.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang
Bidang Ekono
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni &
Pemerintahan Pendidikan
Sosial mi
Budaya Teknologi Kalender

Dalam ekonomi tidak begitu besar


pengaruhnya pada masyarakat
Indonesia. Hal ini disebabkan karena
masyarakat telah mengenal pelayaran
dan perdagangan jauh sebelum masuknya
pengaruh Hindu-Budha di Indonesia.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Bidang Ekonomi
Sistem
Sosial
Pemerintah
an

Bidang
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni &
Pendidikan
Budaya Teknologi Kalender

Sebelum masuknya Hindu-Budha di Indonesia dikenal sistem


pemerintahan oleh kepala suku yang dipilih karena memiliki
kelebihan tertentu jika dibandingkan anggota kelompok lainnya.
Ketika pengaruh Hindu-Budha masuk maka berdiri Kerajaan
yang dipimpin oleh seorang raja yang berkuasa secara turuntemurun. Raja dianggap sebagai keturuanan dari dewa yang
memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja. Sehingga memperkuat
kedudukannya untuk memerintah wilayah kerajaan secara turun
temurun serta meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang Kepercayaan Seni & Bidang
Sistem
Pemerintahan Pendidika
Sosial
Budaya Teknologi Kalender
n

Masuknya Hindu-Budha juga mempengaruhi kehidupan


masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab
sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan.
Namun dengan masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat
Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis.
Bukti pengaruh dalam pendidikan di Indonesia yaitu :

Dengan digunakannya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa dalam


kehidupan sebagian masyarakat Indonesia.
Telah dikenal juga sistem pendidikan berasrama (ashram) dan
didirikan sekolah-sekolah khusus untuk mempelajari agama HinduBudha.
Bukti lain tampak dengan lahirnya banyak karya sastra bermutu
tinggi yang merupakan interpretasi kisah-kisah dalam budaya HinduBudha. Contoh :Empu Tantular dengan karyanya Sutasoma.
Pengaruh Hindu Budha nampak pula pada berkembangnya ajaran
budi pekerti berlandaskan ajaran agama Hindu-Budha.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Pemerintahan Pendidikan
Sosial

Seni & Bidang


Sistem
Kepercayaa
Budaya Teknologi Kalender
n

Sebelum masuk pengaruh Hindu-Budha ke


Indonesia, bangsa Indonesia mengenal dan
memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh
nenek moyang (animisme dan dinamisme).
Masuknya agama Hindu-Budha mendorong
masyarakat Indonesia mulai menganut agama
Hindu-Budha walaupun tidak meninggalkan
kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah
nenek moyang dan dewa-dewa alam. Telah terjadi
semacam sinkritisme yaitu penyatuaan pahampaham lama seperti animisme, dinamisme,
totemisme dalam keagamaan Hindu-Budha.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni & Bidang
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Buday Teknologi Kalender
a

1) Seni Bangunan
Seni bangunan tampak pada bangunan candi
sebagai wujud percampuran antara seni asli
bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha.
Candi merupakan bentuk perwujudan
akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan
India.Candi merupakan hasil bangunan
zaman megalitikum yaitu bangunan punden
berundak-undak yang mendapat pengaruh
Hindu Budha. Contohnya candi Borobudur.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni & Bidang
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Buday Teknologi Kalender
a

2) Seni Rupa
Seni rupa tampak berupa patung dan relief.
Patung dapat kita lihat pada penemuan
patung Budha berlanggam Gandara di Bangun
Kutai. Serta patung Budha berlanggam
Amarawati di Sikending (Sulawesi Selatan).
Selain patung terdapat pula relief-relief pada
dinding candi seperti pada Candi Borobudur
ditemukan relief cerita sang Budha serta
suasana alam Indonesia.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni & Bidang
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Buday Teknologi Kalender
a

3) Seni Sastra dan Aksara


Periode awal di Jawa Tengah pengaruh
sastra Hindu cukup kuat.Periode
tengah bangsa Indonesia mulai
melakukan penyaduran atas karya
India.Contohnya: Kitab Bharatayudha
merupakan gubahan Mahabarata oleh
Mpu Sedah dan Panuluh.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang
Bidang Ekonomi
Bidang
Sistem
Kepercayaan Seni &
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Buday Teknologi Kalender
a
4) Seni Wayang
Seni wayang yang sudah popular dalam kehidupan masyarakat
Indonesia (khususnya masyarakat Jawa) bersumber dari cerita
Ramayana dan mahabrata yang berasal dari India. Namun,
penampilan wujud tokoh dalam wayang tersebut adalah budaya
Indonesia yang antara daerah satu dan lainnya berbeda. Baik
dalam agama Hindu maupun Budha, keduanya mempercayai
adanya hukum karma dan reinkarnasi. Kedua hukum tersebut
mengandung makna filosofis, yaitu bahwa manusia harus berbuat
kebaikan, kebenaran, dan kejujuran agar lepas dari samsara atau
penderitaan. Sedangkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia
sejak dulu telah berkembang suatu konsep berupa petuahpetuah, nasehat atau pesan yang mengandung makna filosofis
tentang kebenaran, kejujuran dan kebaikan.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Kepercayaan Seni & Bidang
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Budaya Teknologi Kalender

Pengaruh Hindu-Budha terhadap perkembangan


teknologi masyarakat Indonesia terlihat dalam bidang
kemaritiman, bangunan dan pertanian. Perkembangan
kemaritiman terlihat dengan semakin banyaknya kotakota pelabuhan, ekspedisi pelayaran dan perdagangan
antar negara. Selain itu, bangsa Indonesia yang
awalnya baru dapat membuat sampan sebagai alat
transportasi kemudian mulai dapat membuat perahu
bercadik.Perpaduan antara pengetahuan dan teknologi
dari India dengan Indonesia terlihat pula pada
pembuatan dan pendirian bangunan candi baik candi
dari agama Hindu maupun Budha.

Hasil Akulturasi Budaya Asli Indonesia


dan Budaya Hindhu- Buddha
Sistem
Bidang Ekonomi
Bidang
Seni & Bidang
Sistem
Kepercayaan
Pemerintahan Pendidikan
Sosial
Budaya Teknologi Kalender

Diadopsi dari sistem kalender/penanggalan


India. Hal ini terlihat dengan adanya :
Penggunaan tahun Saka di Indonesia. Tercipta
kalender dengan sebutan tahun Saka yang dimulai
tahun 78 M (merupakan tahun Matahari, tahun
Samsiah) pada waktu raja Kanishka I dinobatkan
jumlah hari dalam 1 tahun ada 365 hari.
Ditemukan Candrasangkala/ Kronogram ada dalam
rangka memperingati peristiwa dengan tahun/
kalender saka. Candrasangkala adalah angka huruf
berupa susunan kalimat/ gambaran kata. Bila berupa
gambar harus diartikan dalam bentuk kalimat.

Masuknya Budaya Islam ke


Indonesia
Bersamaan dengan masuk dan
berkembangnya agama Islam, berkembang
pula kebudayaan Islam di Indonesia. Unsur
kebudayaan Islam itu lambat laun diterima
dan diolah ke dalam kebudayaan Indonesia
tanpa menghilangkan kepribadian
Indonesia, sehingga lahirlah kebudayaan
baru yang merupakan akulturasi
kebudayaan Indonesia dan Islam. Akulturasi
kebudayaan Indonesia dan Islam itu juga
mencakup unsur kebudayaan Hindu-Budha.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Seni Rupa
Kalender
Bangunan Pemerintahan
Aksara

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender

1) Masjid
Dilihat dari segi arsitektuknya, masjid-masjid kuno
di Indonesia yang menampakan gaya arsitektur
asli Indonesia, ciri-ciri sebagai berikut :
) Atapnya bertingkat/tumpang dan ada puncaknya
(mustaka).
) Pondasinya kuat dan agak tinggi.
) Ada serambi di depan atau di samping.
) Ada kolam/parit di bagian depan atau samping.
Contoh : Masjid Agung Cirebon, Masjid Agung Demak,
Masjid Baiturahman di Aceh

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender

Sedangkan gaya arsitektur bangunan masjid yang


mendapat pengaruh Islam ialah sebagai berikut:
Ada hiasan kaligrafi
Memiliki kubah

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender
2) Makam
Ciri-ciri dari wujud akulturasi padabangunan makam terlihat dari:
a. makam-makam kuno dibangun di atas bukit atautempat-tempat yang keramat.
b. makamnya terbuat dari bangunan batu yang disebutdengan Jirat atau
Kijing,nisannya juga terbuat dari batu.
c. di atas jirat biasanya didirikan rumah tersendiriyang disebut dengan cungkup
atau kubba.
d. dilengkapi dengan tembok atau gapura yangmenghubungkan antara makam
dengan makam atau kelompok-kelompok makam. Bentukgapura tersebut ada
yang berbentuk kori agung (beratap dan berpintu) dan adayang berbentuk candi
bentar (tidak beratap dan tidak berpintu).
e. Di dekat makam biasanya dibangun masjid, makadisebut masjid makam dan
biasanya makam tersebut adalah makam para wali atauraja. Contohnya masjid
makam Sendang Duwur di Tuban.
Pengaruh budaya Islam terlihat pada huruf dan bahasa Arab, misalnya Makam
Puteri Suwari di Leran (Gresik) dan Makam Sendang Dhuwur di atas bukit
(Tuban).

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender

3) Istana
Bangunan istana yang berasal dari peninggalan
zaman Hindu-Budha sudah tidak dapat ditamukan
lagi pada zaman Islam. Hal ini karena istana pada
zaman itu dibuat dari bahan yang mudah hancur.
Berbeda dengan bangunan istana para Sultan yang
umumnya dibuat dari batu bata dengan semen
sebagai perekatnya. Istana raja merupakan benteng
pertahanan terakhir dari suatu Negara
ataukerajaan.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender

Dalam perkembangan sejarah Islam dikenal adanya kalifah,


artinya seorang pengganti setelah Nabi wafat yang bertugas
mengurus Negara dan agama, serta melaksanakan hukum
Islam dalam kehidupan Negara.
Pengaruh agama Islam di Indonesia juga terjadi dalam bidang
pemerintahan sehingga terjadi akulturasi antara kebudayaan
Islam dan kebudyaan pra-Islam. Sebelum masuknya agama
Islam, di Indonesia telah berkembang sistem pemerintahan
dalam bentuk kerajaan. Raja mempunyai kekuasaan besar dan
bersifat turun-temurun. Masuknya pengaruh Islam
mengakibatkan perubahan struktur pemerintahan dalam
penyebutan raja. Raja tidak lagi dipanggil maharaja, tetapi
diganti dengan julukan sultan atau sunan (susuhunan),
panembahan, dan maulana. Pada umumnya nama raja pun
disesuaikan dengan nama Islam (Arab).

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni Sastra &
Seni
Seni Rupa
Seni Musik & Seni Tari Sistem
Aksara
Bangunan Pemerintahan
Kalender

Akulturasi bidang seni rupa terlihat pada


seni kaligrafi atau seni khot, yaitu seni yang
memadukan antara seni lukis dan seni ukir
dengan menggunakan huruf Arab yang
indah dan penulisannya bersumber pada
ayat-ayat
suci Al Qur'an dan Hadits.Adapun fungsi seni
kaligrafi adalah untuk motif batik, hiasan
pada masjid-masjid, keramik, keris, nisan,
hiasan pada mimbar dan sebagainya.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa
Pemerintahan
Bangunan

Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem


Aksara
Kalender

1) Seni Sastra
Kesusastraan pada zaman Islam banyak
berkembang di daerah sekitar selat Malaka (daerah
Melayu) dan Jawa. Pengaruh yang kuat dalam karya
sastra pada zaman Islam berasal dari Persia.
Misalnya, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Bayan
Budiman, dn Cerita 1001 Malam. Di samping itu,
pengaruh budaya Hindu-Budha juga terlihat dalam
karya sastra Indonesia. Misalnya, Hikayat Pandawa
Lima, Hikayat Sri Rama, Hikayat Kuda Semirang,
dan Syair Panji Semirang.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa
Pemerintahan
Bangunan

Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem


Aksara
Kalender

2) Aksara
Akulturasi kebudayaan Indonesia dan Islam
dalam hal aksara diwujudkan dengan
berkembangnya tulisan Arab Melayu di
Indonesia, yaitu tulisan Arab yang dipakai
untuk menulis dalam bahasa Melayu. Tulisan
Arab Melayu tidak menggunakan tanda a, i,
u seperti lazimnya tulisan Arab. Tulisan Arab
Melayu disebut dengan istilah Arab gundul.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari
Bangunan Pemerintahan
Aksara

Sistem
Kalender

Akulturasi pada seni musik terlihat pada


musik qasidah dan gamelan pada saat
upacara Gerebeg Maulud.
Di bidang seni tari terlihat pada tari
Seudati yang diiringi sholawat nabi,
kesenian Debus yang diawali dengan
membaca Al Qur'an yang berkembang
di Banten, Aceh, dan Minangkabau.

Hasil Akulturasi Budaya Islam dan


Budaya Asli Indonesia
Sistem
Seni
Seni Rupa Seni Sastra & Seni Musik & Seni Tari Sistem
Bangunan Pemerintahan
Aksara
Kalender

Wujud akulturasi budaya Indonesia dan Islam dalam sistem kalender


dapat dilihat dengan berkembangnya sistem kalender Jawa atau
Tarikh Jawa. Sistem kalender tersebut diciptakan oleh Sultan Agung
dari Mataram pada tahun 1043 H atau 1643 M. Sebelum masuknya
budaya Islam, masyarakat Jawa telah menggunakan kalender Saka
yang dimulai tahun 78 M. Dalam kalender Jawa, nama bulan adalah
Sura, Safar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab,
Ruwah, Pasa, Syawal, Zulkaidah, dan Besar. Nama harinya adalah
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad yang dilengkapi
hari pasaran, seperti Legi, Pahing, Pon, Wege, dan Kliwon.

Sekian dan
Terimakasih..
Wassalamualaiku
m wr.wb.