Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN

TITRASI REDOKS (PENENTUAN ASAM ASKORBAT)

Disusun Oleh :
KELOMPOK I
Adi agustiansyah

(061440411694)

Adhi prayogatama

(061440411693)

Agung aditya

(061440411695)

Akhmad hafiz aditya

(061440411696)

Apriansyah

(061440411697)

Cherly meigita

(061440411698)

Endah dhita pratiwi

(061440411700)

Kelas : 1 EG-C
Instruktur : Lety Trisnaliani ST.MT

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

1. Tujuan Percobaan
Mahasiawa dapat melakukan penentuan kadar vitamin C pada tablet hisap vitamin C
dengan metoda titrasi redoks.
2. Rincian Percobaan
1. Standardisasi larutan Baku
2. Penentuan kadar asam askorbat pada tablet hisap vitamin C
3. Dasar Teori
3.1. Vitamin C
Vitamin C atau asam askorbat merupakan zat pereduksi dan dapat ditetapkan
dengan titrasi redoks yang menggunakan larutan iod sebagai titran.
O
CH2OH-CHOH-CH-COH=COH-C=O

O
CH 2OH-CHOOH-CH-C-C-

C=O+2H++2I-

Asam Askorbat

Asam Dehidroaskorbat

Karena molekul itu kehilangan dua electron dalam titrasi ini, bobot ekivalennya
adalah separuh berat molekul nya, atau 88,07 g/ek.

3.2.

Larutan Iod
Iod hanya sedikit dapat larut dalam air (0,00134 mol/liter pada 250 C),
namunsangat larut dalam larutan yang mengandung ion iodide. Iod membentuk
kompleks triiodida dengan iodida.
I2 + H2O
I3Iod cenderung dihidrolisis, dengan membentuk asam iodida dan hiproiodit.
I2 + H2O
HIO + H+ + IKondisi yang meningkatkan derajat hidrolisis haruslah dihindari. Titrasi tak dapat
dilakukan dalam larutan yang sangat basa, dan larutan standar iod haruslah disimpan
dalam botol gelap untuk mencegah penguraian HIO oleh cahaya matahari.
2HIO

2H+ + 2I- + O2

Asam hiproiodit dapat juga diubah menjadi iodat dalam larutan basa.
3HIO + 3OH3.3.

2I- +IO3 - + 3 H2O

Standardisasi
Larutan iod standar dapat disiapkan dengan menimbang langsung ion murni dan
melarutkannya serta mengencerkannya dalam sebuah labu volometrik. Iod itu
dimurnikan demngan sublimasi dan ditambahkan kedalam larutan KI pekat, yang

ditimbang dengan tepat sebelum maupun sesudah penambahan iod. Tetapi larutan itu
biasanya distandardisasi dengan standar primer yaitu As2O3.
3.4.
Indicator Kanji
Warna larutan iod 0.1 M cukup tua sehingga iod dapat bertindak sebagai indicator
reaksinya sendiri. Iod juga memberikan suatu warna ungu atau lembayun pada pelarut
seperti karbon tetra klorida atau kloroform. Dan kadang-kadang digunakan dalam
mendeteksi titik akhir titrasi. Tetapi lebih lazim digunakan suatu larutan kanji, karena
warna biru tua kompleks pati ion berperan sebagai uji kepekaan terhadap ion. Kepekaan
itu lebih besar dalam larutan sedikit asam dari pada dalam larutan netral dan lebih besar
dengan adanya ion iodida.
Larutan kanji mudah terurai oleh bakteri, suatu proses yang dapat dihambat
dengan sterilisasi atau dengan penambahan suatu pengaawet. Hasil uraiannya
mengkonsumsi Iod dan berubah kemerahan. Merkurium (II) iodide asam borat atau
asam furoat dapat di gunakan sebagai pengawet. KondiIod dan berubah kemerahan.
Merkurium (II) iodide asam borat atau asam furoat dapat di gunakan sebagai pengawet.
Kondisi yang menimbulkan hidrolisis atau koagulasi kanji hendaknya di hindari.
Kepekaan indicator akan berkurang dengan naiknya temperature dan oleh beberapa
bahan organic seperti metal dan metil alcohol.
4. Alat yang digunakan
Neraca analitis
Kaca arloji
Erlenmeyer 250 ml
Buret 50 ml
Pipet ukur 25 ml
Gelas kimia 100 ml,250 ml
Labu takar 100 ml, 250 ml
Spatula
Bola karet
5. Gambar alat (TERLAMPIR)
6. Bahan yang digunakan
Tiga tablet vit. C 100 mg
Indikator kanji
Iod mutu reagnesia
Kl
AsO3
NaOH
Indikator pp
HCl 1: 1
Na2CO3 sebagai buffer

7. Keselamatan Kerja
Menggunakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan dan masker dalam
menangani larutan asam pekat.

8. Langka Kerja
8.1 Pembuatan larutan Iod
Menimbang 12,7 gr Iod kemudian menaruh kedalam gelas kimia 250 ml
Menambahkan 40 gr Kalium Iodida dan 25 ml air, mengaduk dan memindahkan
ke labu ukur 1 liter, mengencerkan dan menghomogenkan.
8.2 Pembuatan larutan As2O3
Menimbang As2O3 1,25 gr, kemudian menaruh kedalam gelas kimia 250 ml
Menambahkan dan melarutkan 3 gr NaOH dan 10 ml air
Kemudian menambahkan 50 ml air dan 2 tetes indicator pp
Menambahkan HCl 1: 1 sampai warna merah muda indicator menghilang
Kemudia menambahkan 1 ml HCl berlebih.
Memindahkan larutan ke dalam labu ukur 250 ml dan mengencerkan sampai
tanda batas.
8.3 Setandardisasi larutan Iod
Memipet 25 ml larutan arsenit Ke dalam Erlenmeyer 250 ml
Mengencerkan dengan 50 ml air
Dengan hati hati menambahkan sedikit NaHCO3
Setelah gelegak hebat itu berhenti , menambahkan 3 gr NaHCO3 untuk

membufferkan larutan.
Menambahkan 5 ml indicator kanji.
Menitrasikan dengan Iod sampai pertama kali munculnya warna biru tua yang
bertahan + 1 menit

8.4 Penentuan Vitamin C


Menimbang dengan tepat tiga tablet vitamin C, dan menaruh dalam Erlenmeyer

250 ml.
Melarutkan dalam 50 ml air
Mempolang palingkan labu agar vitamin C larut
Menambahkan 5 ml indicator kanji
Menitrasikan dengan larutan I2 sampai muncul warna biru tua pertama kali yang
bertahan + 1 menit.

9. Data Pengamatan
9.1 Standardisasi Larutan Iod

No. Percobaan

Volume Iod (ml)

1.
2.
3.

33
22
30

9.2 Penentuan Vitamin C


No. Percobaan

Volume Iod (ml)

1.
2.
3.

34
5,7
5,8

10. Perhitungan
10.1 Penentuan Vitamin C
Gr
VI2 x NI2 = BE (Vitamin C)

Standardisasi Larutan IOD


Gr As 2 O3
BE AS 2 O3 = VI2 x NI2
1,25 gr
49,46 gr / ek
NI

= 0,0283 Lt x NI2
0,0283<
0,025 ek

= 0,89 ek/lt = 0,89 N

Penentuan Vitamin C
I.

VI2 x NI2

Gr
BE (Vitamin C)

0,0283lt x 0,89 N

Gr

Gr
88,07 gr /ek

= 2,57 gr

11. Pertanyaan
1. Apakah perbedaan Iodometrik dan Iodimetrik ?
2. Unsur atau senyawa apakah yang dapat ditentukan pada Iodimetrik ?
Jawaban :
1. Perbedaan Iodometrik dan Iodimetrik :
Iodometrik adalah titrasi dimana analit bertindak sebagai oksidator. Mula-mula
direaksikan dengan ion iodida berlebih, kemudian iodium yang terjadi

dititrasikan dengan larutan tiosulfat.


Iodimetrik adalah titrasi dimana analit bertindak sebagai reduktor langsung
dititrasi dengan larutan (titrasi langsung).

2. Arsen
Belerang
Timah putih
Kerosanida
Tiosulfat
Vitamin C

12. Analisis Pengamatan


Pada percobaan kali ini dilakukan penentuan kadar vitamin C pada tablet
hisap vitamin C dengan metode titrasi redoks. Dalam percobaan ini langkah pertama
yang kami lakukan adalah membuat larutan iod larutan iod digunakan sebagai titran
pada saat standarisasi dan penentuan vitamin c kemudian langkah selanjutnya adalan

pembuatan larutan As2O3 sebagaistandar primer

Dalam hal ini, larutan Iod harus

dimasukkan kedalam botol gelap dan dijauhkan dari kontak langsung dengan sinar
matahari karena hal tersebut dapat menyebabkan penguraian HIO oleh cahaya
matahari. Pada percobaann ini larutan Iod distandardisasi dengan As 2O3 untuk hasil
perhitungan normalitas Iod. Dalam menstandardisasikan larutan Iod terjadi
perubahan warna yang dapat terlihat yaitu dari warna yang mula-mula sebelumnya
bening berubah warna menjadi warna biru tua. Sedangkan pada penentuan vitamin C
perubahan warna yang terjadi ialah warna yang mula-mula sebelumnya berwarna
kuning muda berubah warna menjadi warna biru tua.
13. Kesimpulan
Pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :
Analit dan volume titran berbanding lurus sehingga semakin pekat larutan maka akan
semakin lama waktu yang dibutuhkan dan volume titran semakin besar.
Larutan kanji yang juga berpengaruh dalam titrasi pembentukan vitamin C. Karena
apabila temperatur kanji semakin kecil, maka larutan tersebuat akan semakin lama
mengalami perubahan. Namun, apabila temperatur besar maka larutan tersebut akan
cepat berubah warna.
NI2 pada praktek NI2 ialah 0,89 N.
Pada penentuan vitamin C, gram vitamin C yang didapat rata-rata ialah 2,57gr

Jobsheet.2014.Petunjuk Praktikum Kimia terapan. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya


Sumber Lain :
http://id.wikipedia.org/Iodometrik.html
http://chemicalengginer.blogspot.com/laporan-uji-kadarvitc/0782211rgsfc.html
http://www.eclipse.com/sumberiodiometrik.html