Anda di halaman 1dari 18

Materi 4 :

HUBUNGAN ANTAR PENDAFTARAN TANAH (LAND REGISTRATION) DAN KADASTER (CADASTRE)

Persil dan pemilikan :

Persil dan pemilikan :

Extract from Swedish cadastral map

Extract from Swedish cadastral map Source : Land Registration and Cadastral Systems (Gerhard Larsson)

Source: Land Registration and Cadastral Systems (Gerhard Larsson)

Extract of Swiss Digital Cadastral Map

Extract of Swiss Digital Cadastral Map

Pendaftaran tanah (land registration)

• Simpson (1984) menyatakan bahwa

pendaftaran

tanah (land registration) harus secara jelas membedakan untuk kepentingan umum dan kepentingan individu”.

• Kepentingan umum : bahwa pendaftaran tanah terkait dengan kesejahteraan masyarakat (misal : inventarisasi sumberdaya tanah untuk tujuan fiskal atau untuk kelangsungan proses pembangunan).

• Kepentingan individu, maka harus memberi manfaat kepada individu warga negara (misal : untuk memberi jaminan perlindungan hukum kepemilikan hak atas tanah, penguasaan tanah, memudahkan dalam proses transaksi tanah secara aman, murah dan cepat).

Pendaftaran tanah

• Peter Dale (1987), menyatakan bahwa pendaftaran tanah merupakan proses pencatatan resmi (dilakukan oleh negara) hak atas bidang tanah yang terdefinisi dengan jelas. Sehingga register tanah merupakan catatan resmi hak atas tanah yang terdefinisi dengan jelas.

• Henssen (1987) memberikan pengertian bahwa pendaftaran tanah merupakan pencatatan yang terkait dengan publikasi transfer hak atas tanah (register legal, register tanah).

Dari uraian di atas maka pendaftaran tanah berfungsi sebagai :

• pencatatan berbagai jenis data secara umum ataupun individu atas bidang-bidang tanah (persil).

• Yang didaftar hanyalah status legal dari bidang tanah (pendaftaran hak atau pendaftaran akta), atau pendaftaran dalam hal terjadi perpindahan hak, dan daftar umum dari hak atas bidang tanah.

• Sistem pendaftaran hak (untuk negara-negara di bawah pengaruh Inggris).

dan daftar umum dari hak atas bidang tanah. • Sistem pendaftaran hak (untuk negara-negara di bawah

Kadaster (cadastre)

• Istilah kadaster kadang-kadang juga mencakup pengertian pendaftaran tanah, yang dalam hal ini adalah kadaster legal (legal cadastre).

• Pendaftaran tanah memberi keterangan prinsip siapa pemilik tanah dan dengan hak apa (siapa dan bagaimana pemilikannya?).

• Asal-usul kata cadastre tidak menentu, tetapi menurut Dale (1988) berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata ”Katastikon”, yang berarti buku catatan atau buku bisnis.

• Kata cadastre bisa juga berasal dari kata ”capitastrum” (bahasa Latin). Caput berarti satuan pajak dalam pajak tanah; capititio berarti pajak per-kepala. Sehingga capitastrum diartikan sebagai register/catatan pajak.

• Istilah kadaster secara umum pertama kali digunakan di negara-negara Eropa Barat pada awal abab 19, yaitu dilakukan oleh Napoleon dalam rangka pembebanan pajak atas tanah.

Perbedaan prinsip dari pendaftaran tanah dan kadaster :

Perbedaan prinsip dari pendaftaran tanah dan kadaster : SUBYEK/ PEMILIK HAK OBYEK /TANAH   CATATAN PENDUDUK

SUBYEK/

PEMILIK

HAK
HAK
dari pendaftaran tanah dan kadaster : SUBYEK/ PEMILIK HAK OBYEK /TANAH   CATATAN PENDUDUK    

OBYEK

/TANAH

 

CATATAN PENDUDUK

CATATAN PENDUDUK
 
   

PENEKANAN

PENDATARAN

PENDATARAN

TANAH

KEPEMILIKAN DAN

KEPEMILIKAN DAN
 

HAK LAIN

HAK LAIN PENEKANAN

PENEKANAN

 

KADASTER

pendaftaran tanah :

berkait dengan status

legal siapa pemilik tanah dan apa hak

kepemilikannya (siapa pemilik dan bagaimana pemilikannya?).

Kadaster :

memperlihatkan dimana tanah/properti terletak

dan ukurannya berapa (dimana dan berapa luas?).

• Kadaster : memperlihatkan dimana tanah/properti terletak dan ukurannya berapa (dimana dan berapa luas?).

BEBERAPA DEFINISI (KADASTER, PENDAFTARAN TANAH, SURVEI KADASTRAL)

• Simpson (1984). Daftar tanah untuk kepentingan pajak dikenal dengan kadaster. Kata kadaster diambil dari istilah Perancis dan berarti register umum dari kuantitas, nilai dan pemilikan harta tak bergerak (immovable property) dalam suatu negara, yang disusun sebagai dasar penentuan pajak. Sementera itu secara umum, survei kadastral berfungsi sebagai cara untuk menentukan atau mendefinisikan persil tanah yang akan dicatat, apapun tujuan pencatatan tanah. Sehingga tiap persil tanah mempunyai perbedaan dengan yang lain; dilengkapi dengan informasi terkait persil tanah itu sendiri.

BEBERAPA DEFINISI

• Dale (1988), Kadaster merupakan daftar publik (public register) yang pada umumnya berisi catatan tentang kuantitas, nilai, dan kepemilikan persil tanah dalam suatu negara. Kadaster dan survei kadastral sangat terkait dengan tanah, hukum dan manusia. Kadaster secara umum adalah register terkini dan sistematik yang memuat informasi tentang persil tanah meliputi luasan, nilai dan kepemilikan.

register terkini dan sistematik yang memuat informasi tentang persil tanah meliputi luasan, nilai dan kepemilikan.

BEBERAPA DEFINISI

• Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa :

– Kadaster adalah metode inventarisasi publik data properti dalam suatu negara atau daerah yang didasarkan pada survei batas-batas bidang tanah,

– tiap bidang tanah secara sistematis dilakukan identififasi sebagai tanda secara spesifik.

– Gambaran dari properti dan identitas persil digambarkan dalam peta skala besar yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan register tiap properti, kondisi, ukuran, nilai dan hak-hak atas persil.

BEBERAPA DEFINISI

1. Majalah Urban Edge, vol. 9, no. 6, June/July 1985.

– Kadaster merupakan register resmi tentang lokasi, batas-batas, pemilikan, nilai dan atribut lain.

– Semua informasi terkait dengan identitas persil tanah. Kadaster harus secara sistematis mencakup semua persil dalam suatu wilayah dan secara berkala dilakukan pengkinian data.

– Survei kadastral merupakan penentuan batas-batas persil tanah.

– Secara umum pengertian kadaster dan pendaftaran tanah saling tumpang-tindih dan kadang membingungkan untuk membedakannya. Namun sebagai patokan bahwa kadaster lebih menekankan pada persil tanah dan aspek naturalnya, sedangkan pendaftaran tanah lebih menekankan pada aspek legal atas persil tanah.

– Istilah ”kadaster” di negara-negara Eropa daratan berarti catatan publik berisi kuantitas, nilai dan pemilikan persil tanah, dan kondisi seperti ini tidak terdapat di negara Inggris dan negara-negara di bawah pengaruhnya.

Perbandingan antara kadaster dan pendaftaran tanah :

Pendaftaran tanah,

– Merupakan catatan hak atas tanah (pendaftaran hak/title atau pencatatan akta/deed)

– Berisi juga catatan data yang terkait persil tanah (register legal)

– Registrasi dari hak atas tanah

Kadaster,

– Register publik yang memuat kuantitas, nilai dan pemilikan tanah

– Metode inventarisasi data persil tanah (hak legal, luas, lokasi, nilai) dalam suatu negara didasarkan hasil survei.

– Metode inventarisasi data persil tanah (hak legal, luas, lokasi, nilai) dalam suatu negara didasarkan hasil

JENIS KADASTER

Kadaster legal atau register hak berisikan informasi tentang transaksi tanah, pemilikan legal, dan batas- batas persil yang teliti. Hak-hak lain yang melekat pada persil tanah juga dicatat.

Kadaster fiskal memberikan informasi lokasi persil, ukuran, nilai dan pemilikan untuk tujuan pembebanan pajak. Data yang dicatat pada kadaster fiskal pada umumnya tidak seteliti pada kadaster legal.

Kadaster multiguna adalah bentuk kadaster yang saat ini dikembangkan, yang berisi data yang sama dengan kadaster legal atau fiskal, kemudian dilengkapi data lain, misal data penggunaan tanah, jenis tanah, dan sebaginya. Kadaster multiguna diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

KOMPONEN KADASTER MULTIGUNA

CATATAN PENGUASAAN DAN NILAI

CATATAN

SUMBERDAYA

CATATAN LAIN

CATATAN

ADMINISTRATIF

CATATAN LAIN YANG TERKAIT DENGAN PERSIL

ADMINISTRATIF CATATAN LAIN YANG TERKAIT DENGAN PERSIL IDENTITAS PERSIL PERTAMPALAN BATAS KADASTRAL IDENTITAS LAIN
ADMINISTRATIF CATATAN LAIN YANG TERKAIT DENGAN PERSIL IDENTITAS PERSIL PERTAMPALAN BATAS KADASTRAL IDENTITAS LAIN
IDENTITAS PERSIL
IDENTITAS PERSIL

PERTAMPALAN BATAS KADASTRAL

IDENTITAS LAIN

PERTAMPALAN DATA LAIN

PERTUKARAN DATA

BATAS KADASTRAL IDENTITAS LAIN PERTAMPALAN DATA LAIN PERTUKARAN DATA KONVENSI PETA DASAR KERANGKA KONTROL GEODESI
BATAS KADASTRAL IDENTITAS LAIN PERTAMPALAN DATA LAIN PERTUKARAN DATA KONVENSI PETA DASAR KERANGKA KONTROL GEODESI

KONVENSI

PETA DASAR

KERANGKA KONTROL GEODESI

Overlay layers

•

Titik kontrol

• Tutupan lahan

• Saluran/kolam

• Garis ketinggian

• Nama-nama obyek

• Pemilikan/Bidang

• Jalur pipa air

• Batas administrasi

• Saluran/kolam • Garis ketinggian • Nama-nama obyek • Pemilikan/Bidang • Jalur pipa air • Batas