Anda di halaman 1dari 40

Vina Tri Aditya

Maria Helena Wene

Lintasan ekstrapiramidal
Semua jaras, inti dan sirkuit yang

mempengaruhi aktivitas somatomotorik


selain lintasan piramidal
Terdiri dari :
korpus striatum
Globus polidus

inti-inti talamik
nukleus subtalamikus

substansia nigra
formasio refikularis batang otak
serebelum + korteks motorik tambahan (Area 4, 6

dan 8)

Lintasan sirkuit
1. Lintasan sirkuit pertama

Lintasan sirkuit pertama akan dilalui oleh impuls motorik


yang dicetuskan di area 4 dan 6, lalu dihantarkan ke inti
basal pons, korteks serebelum, inti dentatus, inti ruber dan
inti ventrolateralis dan akhimya kembali ke korteks motorik
Piramidal dan Ekstrapiramidal area tersebut
Feedback terganggu oleh karena lesi :
Ataksia
Dismetria
Tremor

2. Lintasan Sirkuit Kedua


Merupakan lintasan yang akan dilalui oleh impuls motorik dari
korteks serebri area 4, 4S dan 6, menuju ke substansi nigra,
putamen, globus palidus, inti ventrolateralis talami dan
kembali ke korteks motorik Piramidal dan Ekstrapiramidal
area 4, 4S dan 6
Akibat : - Tremor saat istirahat
- Gx motorik yg ditemukan pd Parkinson
Hipokinesia
Hipertonik

3. Lintasan Sirkuit Ketiga


Impuls motorik dan area 4S dan 8 akan melalui sirkuit
ini menuju ke inti kaudatus, globus palidus dan inti
ventrolateralis talami dan selanjutnya kembali ke
korteks motorik area Piramidal dan Ekstrapiramidal
area 6. Sebagian impuls tersebut akan diteruskan ke
inti Luys sebelum kembali ke korteks yang
bersangkutan
Lesi di Nukl. Caudatus & Globus Palidus
Khorea & atetosis
Lesi di Nukl. Luysi
Balismus

FUNGSI SUSUNAN
EKSTRAPIRAMIDAL
Regulasi & integrasi gerakan sekutu atau

pengurus komponen tonik dari gerakan


volunter
Mengintegrasikan aktivitas serebellum dalam
perencanaan untk mencetuskan impuls
motorik involunter & volunter

Gangguan
ekstrapiramidal

Gangguan Positip

Gangguan Negatip

Khorea
Chorea sancti viti (Latin for "St. Vitus' dance") adalah
suatu kelainan gerakan involunter kata chorea berasal
dari (salah satu istilah tarian), Dimana terdapat
gerakan yang cepat dari tangan dan kaki seperti orang
menari atau bermain piano
Gerakan involunter yang sifatnya cepat, berulangulang, tidak beraturan dari otot-otot sebelah distal
(jati, tangan, dan lengan), wajah lidah atau kepala
biasanya disebabkan karena lesi pada korpus
striatum

Patofisiologi
Jika terdapat gangguan pada striatum akan
mengakibatkan destruksi neuron-neuron
kolinergik intrastriatal dan neuron-neuron
GABA-ergik striatopallidal, maupun striato
Kolinergik intratriatal nigra. Maka neuron-neuron yang ada di
GABA sel
substansia nigra tidak ada yang menghambat.
Akibatnya neuron yang tersisa di striatum
Sriatum
mengalami pacuan yang berlebihan oleh
dopamin menghasilkan output abnormal
palidal ke thalamus manifes motoriknya
Ascending
adalah
khorea.
dopaminergik
Descending
GABA-ergik

Globus palidus

nitrostriatal

Substansia Nigra

Causa
Herediter: Penyakit Huntington
20% dari anak dan dewasa muda dengan

demam rematik akan berkembang menjadi


Sydenham chorea sebagai komplikasinya.
Chorea juga dapat disebabkan karena obatobatan seperti levodopa, anti-convulsan, anti
psikotik, kelainan metabolik dan vaskuler.
Ensepalopati statik seperti pada cerebral
palsy

Jenis :
1. Khorea Huntington
Diwariskan scr autosomal dominan dengan omset
pada midde lifa & menyebabkan kematian dalam
10 12 tahun
Neuron-neuron menghilang & terjadi glosis pada
globus palidus & talamus serebellum atrofi ke
tidak seimbangan neurotransmiter
Gx : - demensia
- khoreo-atetosis pada kedua sisi ekstremitas
- hipotoni
Tx : Dopaminergik antagonis
- Haloperidol 4x (1-4)mg
- Clorpromazin 3x 50mg
Terapi suportif

2. Khorea Sydenham
- Disebabkan gangguan imunologik sehubungan dengan infeksi
Streptokokus atau demam reumatik
- Patofisiologi
vaskulitis nekrosis di talamus, nuk. keudatus & putamen
- Usia px 5 15 th : Pr > Lk
- Gx : - gerak involunter cepat & tidak teratur arahnya pada
lengan dan tangan
- hipotoni
- Reflek Patela gerakan pendular

- Dx :

- Tx :

- Gambaran Klinis
- Lab. Darah LED meninggi
- EKG karditis reumatik
- ASTO titer meninggi
- Haloperidol
- Carbamazepin
- Asam Valproat
- Untuk infeksinya : Penisiline dosis tinggi

Distonia
Dipertahankannya suatu sikap

abnormal yang berkepanjangan oleh


karena kontraksi tonik satu atau
sekelompok otot yang bersifat
involunter yang disebabkan oleh lesi
pada berbagai tingkat di dalam
sistem ekstrapiramidal & mungkin
juga pada korteks serebri
Primary dystonia Disebabkan oleh

kelainan central nervus neuron,


kerusakan dapat terjadi pada basal
ganglia dan kelainan GABA (Gamma
aminobutyric acid)
Secondary dystonia Biasanya
dikarenakan oleh kelainan yang
menyebabkan kerusakan otak,
ketidakseimbangan kimiawi, trauma,
obat-obatan dan penyakit neuro
(Wilsons)

Klasifikasi Distonia
Cervical distonia (Spasmodik Torticollis).

Menyebabkan kepala berotasi pada satu sisi


Blepharospasm. Terdapat kelainan pada otot
mata seperti seringnya mengedipkan mata,
atau menutup paksa mata.
Dystonia Musculorum Deformans. onset pada
anak-anak, bersifat Autosomal resesif awalnya
defornitasi fleksi dari kaki yang muncul saat
berjalan, gerakan terjadi scr generalisata dgn
postur dr kepala, badan tubuh di anggota gerak

Klasifikasi Distonia
Focal hand dystonia (Writers cramp) terjadi

pada satu atau beberapa otot pada tangan


yang dapat terlihat pada waktu menulis dan
bermain musik instrumen dimana terjadi
kontraksi otot involunter.

Terapi
Trihexilphenidin (Anti parkinson)
Diazepam (Pelumpuh otot )
Acetilcholin (anti colinergik)

Hemibalismus
Suatu Gerakan involunter yang bangkit berulang-

ulang, menyerupai gerakan volunter pada waktu


melempar atau mengayunkan sesuatu akibat
kontraksi otot-otot proksimal. Gerakan ini
berlangsung terus menerus, hanya berhenti
waktu tidur sehingga sangat melelahkan. Bila
mengenai kedua sisi tubuh disebut balismus.
Gangguan pada inti Luys akan membangkitkan
hemibalismus. Dalam klinik dapat dijumpai
hemibalismus sebagai gejala penyakit tertentu
misalnya kelumpuhan otak tipe subkortikal
bersama Gerakan Involunter lainnya
Tx: Haloperidol dan Diazepam

Tremor
suatu Gerakan involunter yang timbul

berulang-ulang, cepat dan beraturan, terdiri


atas kontraksi sekelompok otot rangka
dengan fungsi berlawanan secara bergantian
dan berirama
Jenis tremor:
1. tremor fisiologis
tremor pada jari-jari tangan dan kaki yang
timbul
karena stres

2. tremor patologis

Tremor Patologis
1. Tremor serebelum (intention tremor)
Bersifat khas, bertambah jelas saat

melakukan gerakan
muncul bila gerakan akan berhenti ("terminal
tremor) atau bila tangan sedang
mempertahankan suatu posisi/sikap tertentu
Terjadi akibat gangguan serebellum

Pengobatan tremor serebelum sangat sulit,


dapat dicoba pemberian sedatif walaupun
hasilnya kurang memuaskan

2. Tremor parkinson
Resting/static tremor
Pada sindroma parkison
Frekuensi 6-10 x/detik
Mengenai sendi pergelangan tangan &

sendi metakarpofalangeal
Timbul saat istirahat

3. Tremor Esensial
Bersifat herediter, diturunkan secara autosom dominan

sehingga disebut tremor heredofamilial, inherited tremor


atau hereditary tremor
Kelainan ini timbul akibat lesi pada serebelum
etiologi dan patologinya sampai sekarang belum diketahui
Tremor bangkit secara berirama dengan frekuensi 4--10
siklus per detik,
Dimulai pada jari-jari tangan lalu menyebar ke proksimal
dan jarang pada tungkai, kepala atau lidah .
Perjalanan penyakit berlangsung progresif tetapi lambat
Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit dalam
keluarga tanpa disertai gejala lain dan progresinya lambat.
Pengobatan sukar karena resisten terhadap obat-obatan.
Prognosis jelek, tremor menetap selama hidup

4. Tremor Iatrogenik
Timbul akibat intoksikasi obat terhadap

sistem Extrapiramidal daerah substansi nigra


atau serebelum,
Obat-obat golongan adrenergik, prostigmin,
fenitoin, metoklopramid, reserpin, fenotiasin
dan butirfenon
Dengan sedativa dan penghentian obat,
tremor akan hilang

Mioklonus
Adlh kontraksi suatu otot atau sekelompok

otot yang tidak disadari & bersifat mendadak,


mengakibatkan gerakan yang dapat dilihat
pada tempat/sendi yang bersangkutan.
gerak tidak berirama, tidak sinkron,
multipleks, spontan atau dengan rangs.
sensorik & kadang dapat bersifat lokal & ritmik
akibat lesi SSP karena : gangguan metabolik,
lesi fokal atau g3 struktur SSP dari familial
Tx :
karbidopa dan prekursor serotonin (5hidroseri
triptofan=5HTP) meninggikan
kadar serotonin
sentral

Athetosis
Gerakan involunter pada anggota gerak, juga

mirip gerakan seorang penari tetapi lebih kasar


dan tidak beraturan
Terdiri atas gerakan supinasi-pronasi dan fleksiekstensi secara berselingan yang disertai
hiperkinesia otot.
Gerakan ini tidak hanya terbatas pada
tangan/lengan tetapi juga pada otot-otot wajah,
lidah, leher dan kaki/tungkai
Gerakan atetotik seringkali sukar dibedakan dari
gerakan koreatik sehingga disebut koreo-atetotik

Tics
suatu gerakan motorik maupun suara/ ucapan

yang bersifat involunter, datangnya secara


tiba-tiba, cepat berulang non ritmik,
stereotipik dan tidak bertujuan
Tidak dapat dihindari tetapi dapat ditekan
secara volunter untuk beb erapa waktu
Dapat kambuh dalam keadaan stres
Berkurang saat tidur atau waktu membaca

Jenis tics:
Tics sederhana misalnya tics fasialis
Tics konvulsif atau tics herediter multipleks
(sindrom gilles de la tourette)
Gx

: - gerak involunter kompleks:


* tics respiratoris & vokal
* ekholalia/suka meniru
* suara menggonggong/bersiul
* menggerutu, batuk-batuk
- perubahan kepribadian : suka marah/mengomel
- koprolalia

Terapi
Somatoterapi
Haloperidol
Clonidin
Pimozine
Lorazepam

: 0,5 40 mg/hari
: 0,1 0,6 mg/hari
: 1 20 mg/hari
: 0,5 2,5 mg, 3xsehari

Psikoterapi
Terapi pendekatan

RIGIDITAS
Salah satu gambaran parkinsons disease
Kekakuan dirasakan pemeriksa saat
melakukan gerak secara pasif anggota
gerak pada pasien
Tahanan yang timbul dirasakan sama pada
seluruh tingkatan

PLASTIC or LEAD PIPE RIGIDITYSaat


tremor terjadi superimpos bersama

rigiditas : COGWHEELING

GERAK VOLUNTAR
1. Hipokinesa = tuna gerak
tidak ada gerak meski tidak ada
kelumpuhan
juga terdapat pada Penderita Parkinsons
disease
2. Bradikinesa
kelambatan dari gerak

Parkinson
adalah bagian dari Parkinsonism secara
patologis adanya degenerasi ganglia basalis
tidak untuk substansia nigra yang disertai
adanya lewy bodier (inklusi sitoplasmik
eosinofilik) yang menyebabkan kekurangan
dopamine.
Parkinsonism adalah
Sindroma tremor istirahat, rigiditas,
bradikinesia dan hilangnya reflek postural
akibat kekurangan kadar dopamin karena
berbagai sebab.

Klinis Penyakit Parkinson


TRIAS :

1.Tremor :

1. Tremor
2. Akinesia/ bradikinesia
3. Rigiditas
- saat istirahat
- meningkat saat emosi
- menghilang saat tidur
- menghilang saat kerja
- tangan-jari menghitung uang
- kaki dan mulut
- frekuensi 4 6 Hz

Akinesia/Bradikinesia :
sulit memulai
sulit melaksanakan gerakan
sulit berhenti
sulit mengurangi gerak
sulit melakukan gerakan bersamaan
a. Wajah : - muka topeng
- tidak ada ekspresi
- kedipan mata jarang
b. Jalan : - langkah kecil
- lambaian (-)
- sulit memutar balik
c. bicara : - monoton, lamban
- tanpa lagu suara

Rigiditas

- hipertoni pada seluruh gerakan


- Cogwheel phenomenon
(penaikan tonus otot agonis & antagonis)

Penatalaksanaan
Umum (Supportive) :
Pendidikan
Penunjang
Latihan fisik
Nutrisi

TERAPI :
- Antagonis NMDA : Amantadin 100-300 mg/hari
- anti kolinergik : triheksifenidil (Hcl artane);
benztropin (cogentin) dan biperiden (akineton)
- Dopaminergik : Levodopa + carbidova
(Madopar) 3x100mg
- Dopamin agonis : bromokriptin dimulai 2,5
mg/hari dinaikkan sampai 40-45 mg perhari
tergantung respon
- Selegiline (inhibitor MAO B) : dosis 10 mg/hari

Rehabilitasi Medik
Tujuan :
Memperbaiki kualitas hidup serta mengatasi
masalah-masalah :
Abnormalitas gerakan
Kecenderungan postur tubuh yang salah
Gejala otonom
Gangguan perawatan diri
Perubahan psikologik