Anda di halaman 1dari 9

1

Seni Menjual Tanpa Jualan

Salam Pembuka
Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis, apapun jenisnya, barang, jasa,
toko online, affiliasi, dsb., maka aktivitas yang namanya Selling atau Jualan adalah
hal yang mutlak. Namun ada masanya kita merasa jualan itu semakin tidak
mudah. Baik itu bagi pebisnis baru ataupun yang sudah senior.
Pernah dengar prinsip:
Konsumen hanya SUKA MEMBELI, tapi TIDAK SUKA DITAWARI
Coba saja ada salesman door to door ke rumah Anda, apa Anda akan
menyambutnya dengan sukacita ?.
Alih alih bermuka manis, tutup dan kunci pintu dan membuat suara hening, yang
dilakukan agar salesman itu pergi.
Atau bagi Anda yang jualan di bidang B2B, targetnya tentu perusahaan
perusahaan. Kalau yang coba coba melakukan canvasing dengan door to door ke
perusahaan, jarang yang bisa sampai resepsionis, di gerbang masuk saja sudah
ditahan satpam karena belum punya janji dengan orang perusahaan.
Semakin derasnya arus informasi, semakin juga membuat konsumen semakin
cerdas sebelum membeli dengan mudahnya mereka mengumpulkan informasi
yang relevan mengenai barang atau jasa yang akan mereka beli.
Mungkin masih banyak lagi sebab lainnya yang menyebabkan jualan dirasa
semakin tidak mudah.
Maka dengan segala daya upaya, perkenanlah saya selaku newbie ini memberikan
sedikit sharing mengenai bagian kecil dari teknik jualan tanpa harus prospek Anda
merasa takut ditawari dan secara bertahap siap membeli.
Ok sobat sobat, selamat menikmati mini ebook ini

Salam Sukses
2

Seni Menjual Tanpa Jualan

MEREKA BELUM SIAP MEMBELI


Ada yang sudah pernah denger nama Chet Holmes..?
Pasti udah dong, nah barusan ane sebutin hehehe.. canda bos.. serius amat
Pertama kali tau Chet Holmes adalah ketika liat video Business Mastery nya Tony
Robbins. Doski jadi salah satu pembicara utama.
Selidik selidik, doski yang beberapa tahun ke belakang udah meninggal ini, adalah
salah satu ahlinya dalam bidang penjualan dan pertumbuhan bisnis serta telah
membantu banyak perusahaan besar seperti Pacific Bell, NBC, Citibank, Warner
Bros, dll.
Nah ceritanya dalam salah satu bukunya, doski ini menyampaikan hasil 20 tahun
penelitian terhadap konsumen. Hasilnya adalah.. eng ing. eng.
3%
Langsung Beli
6,7 %
Berpotensi Beli
30%
Tak Terpikirkan Beli
30%
Merasa Tidak tertarik Beli
30%
Yakin Tidak Tertarik Beli

Seni Menjual Tanpa Jualan

Nah ternyata sodara sodara, kebanyakan prospek atau calon pembeli belum siap
beli, buktinya
Cuma 3% yang bener bener siap langsung beli
Cuma 6,7 % yang berpotensi beli dengan berbagai alasan misalnya
kebetulan ingin mengganti produk/ jasa sejenis dengan yang baru, baru
samapi tertarik saja dengan penwaran dabn belum akan beli,dsb.
Sisanya 3 jenis prospek yang totalnya 90 % (masing masing 30% dari total
prospek) bisa dikatakan belum siap , belum tertarik, dan belum ter edukasi
buat beli produk/ jasa kita.
Nah, terus bagaimana meningkatkan jangkauan penjualan kita agar bisa
menggapai yang 97 % itu?

Seni Menjual Tanpa Jualan

STUDI KASUS

1. Sebuah perusahaan penyedia Alat Tulis Kantor mulai melirik prospek yang
97%. Dengan cara jualan sekarang, merka baru sadar hanya menyentuh
kalangan yang 3 % saja. Mualilah perusahaan ini membuat strategi dengan
membuat konten menarik berupa informasi yang mereka rasa cukup
bermanfaat yaitu membuat artikel yang berjudul : 5 Pemborosan
Administrasi & Operasional yang Mungkin Masih Anda lakukan. Hasilnya.
seiring waktu penjualan mereka meningkat.
2. Sebuah toko sepatu menerapkan strategi menyentuh prospek yang 97%
tersebut. Mereka mulai melakukan sedikit penelitian tentang hubungan
antara sepatu dan kesehatan kaki. Dan.. taraaaa akhirnya mereka berhasil
membuat konten berupa hubungan kualitas kesehatan kaki. Ilmu Temuan
Baru tersebut segera dipajang di toko sepatu mereka dan di training kan
pada para pegawai toko mereka. Setelah menerapkan strategi itu hasilnya
adalah.
Sepatu yang terjual meningkat
Loyalitas pelanggan terhadap merk meningkat
Nama baik toko & pelayanannya menjadi bagus
Hubungan dengan pelanggan semakin baik
3. Dalam sebuah buku tentang periklanan, diceritakan bahwa dahulu sebuah
perusahaan ban terkenal meminta bantuan David Ogilvy, bapak periklanan
dunia, untuk mempublikasikan produknya. David Ogilvy saat itu
menyarankan agar perusahaan ban tersebut membuat sebuat konten yang
bermanfaat. Hasilnya .. lahirlah konten yang relevan dengan produk yaitu
Tips agar Selamat Selama Berkendaraan

Seni Menjual Tanpa Jualan

4 Poin Dasar Strategi Konten


Dalam studi kasus diatas kita sudah mendengar 3 kata yang sering disebutka yaitu
Strategi, Konten, Relevansi, Manfaat. Mari kita bahas sama sama..
Startegi
Chet Holmes menjelaskan bedanya strategi dan taktik. Kita merayu prospek
langsung agar membeli itu taktik, sifatnya jangak pendek. Kita membuat konten
yang bermanfaat untuk 97 % prospek dan seiring dengan waktu mereka ter
edukasi hingga akhirnya membeli.. itulah strategi, sifatnya lebih luas dan jangka
panjang.
Konten
Seni menjual tanpa jualan yang akan kita bicarakan adalah konten marketing. Kita
tidak menjual langsung, tapi meng edukasi pprospek hingga mereka siap
membeli. Konten bisa berupa artikel, video, training, hasil cetak seperti brosur/
flyer, dll.
Relevansi
Konten yang diberikan hendaknya berhubungan dengan produk yang hendak
diperkenalkan. Aneh duonk kalo kita ngasih konten Cara Tampil Sexy di Pesta
kepada prospek produk Jilbab Muslimah:P
Manfaat
Pastikan konten benar benar bermanfaat. Bukan tips tips murahan yang terlalu
mainstream, tidak unik, banyak berserakan di pasaran, atau bahkan sama sekali
tidak bermanfaat untuk prospek.

Manfaat konten marketing ini dapat Anda lihat di studi kasus toko sepatu yang
diatas ya.

Seni Menjual Tanpa Jualan

7 Ceklis Agar Konten Marketing Anda Sukses

Berikut ini adalah 7 Ceklis sebelum kita membuat konten marketing yang sukses.
Arti dari sukses disini adalah diharapkan bisa menarik hingga prospek terkonversi
menjadi pembeli. Ok langsung sajah.. ini ceklisnya:
1.Tentukan niche/ ceruk pasar Anda
Target pasar kita hendaknya sudah ditentukan agar kita dapat lebih memahami
ceruk pasar kita dengan lebih spesifik, mulai dari jenis kelamin, kebiasaan, hoby,
dsb. Sehingga sasaran tembak kita lebih jelas dan kita bisa siapkan amunisi yang
tepat , efektif langsung ditembakkan ke sasaran.
2.Ketahui formula pertanyaan 5W+1H sebelum Anda menentukan konten yang
tepat & bermanfaat.Know the 5 Ws for your target market
Who Siapa yang akan menjadi audiens konten marketing Anda ?
What Apa yang Anda ingin audiens lakukan setelah mereka mendapatkan
konten tersebut ?
When Kapan Anda ingin audiens mendapatkan konten tersebut ?
Where Dimana sebaiknya audiens Anda mendapatkan konten tersebut ?
Why Kenapa sebaiknya audiens mempehatikan konten tersebut ?
How Bagaimana cara Anda agar audiens tetap kembali untuk
mendapatkan konten tersebut ?
3.Tentukan tujuan Anda dalam mempublikasikan konten ini. Apakah hanya untuk
branding, mengumpulkan prospek, meningkatkan penjualan, atau mengumpukan
email list mereka ?
4.Percantik visual Anda. Konten pada dasarnya hanya tulisan, namun visualnya
juga entah berupa desain, infographic, atau video merupakan hal yang tidak kalah
penting untuk menguatkan dan mempercantik konten yang Anda publikasikan.

Seni Menjual Tanpa Jualan

5.Pastikan konten Anda bermanfaat dan layak untuk di share oleh audiens.
6.Miliki ciri khas dari konten yang Anda publikasikan. Kalau konten anda
mempunyai format atau pola yang khas baik dari sisi gaya penulisan ataupun
desainnya, maka audiens akan mudah mengenali dan mengingat Anda sebagai
pembuat kontennya
7.Tentukan channel yang tepat untuk mempublikasikan konten Anda. Social
media yang tepat, portal berita yang tepat, milis yang tepat, offline di lokasi
prospek Anda berkumpul, dll.

Seni Menjual Tanpa Jualan

Salam Penutup
Terima kasih sobat semua sudah membaca karya newbie ini. Semoga bisa
bermanfaat walau hanya beberapa lembar halaman.
Mini Ebook ini tidak akan bermanfaat keculai dicoba praktekan untuk mengukur
besarnya manfaat yang didapat.
Salam Sukses untuk Anda
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
by
TipsKonten.Blogspot.com

Penting Untuk Anda..!

7 Kesalahan SMS Marketing yang Wajib Anda Hindari


Silahkan menikmati artikel tersebut di blog kami (langsung klik saja ya) :
http://goo.gl/ejcJZR

Seni Menjual Tanpa Jualan

Beri Nilai