Anda di halaman 1dari 13

Nama

NRP

: Nurlaila Shofianita
: 1509100029
Evaluasi 2_Ekologi Lahan Basah

Parameter
PERSAMAAN
Covering area

MARINE AREA SYSTEM


Berupa

air

asin

ESTUARINE AREA SYSTEM

dengan Berupa

air

payau

PALUSRINE AREA SYSTEM

yang Semua

lahan

basah

yang

kisaran salinitas air laut

mempunyai kadar salinitas lebih bervegetasi baik yang berair

adalah 30-35,

rendah

dari

lautan

dan

lebih asin,

tawar

maupun

payau,

tinggi dari air tawar. Kisarannya berhutan atau ditumbuhi semak


Karakteristik habitat

antara 5 25 ppm.
Salinitas tinggi terutama di -Kisaran Salinitas

rawa

mempunyai

rendah dari lautan dan lebih

sifat

Cl mencapai 55% terutama

tinggi dari air tawar. Kisarannya

heterogen yang dipengaruhi

di

antara 5 25 ppm. Salinitas ini

oleh

dipengaruhi

tanah

daerah

laut
di

tropik,
daerah

dingin cukup rendah.


Ekosistem
laut
tidak
dipengaruhi oleh iklim dan

lebih -Ekosistem

daerah tropis, dengan ion

sedangkan
-

yang

cuaca.
Arus laut
berputar

yang
timbul

selalu
karena

pasang

oleh

surut,

keadaan
selain

itu

diakibatkan karena perubahan


penguapan

atau

perubahan

aliran air tawar musiman.


-Merupakan zona pasang surut ait
laut.

dan
kondisi
yang

karakteristik
hidrologi
komplek

spesifik lokasi.
-Ekosistem
rawa
bertopografi

dan
serta

umumnya

datar

yang

dicirikan oleh sifat hidrologi


yang dipengaruhi oleh diurnal
pasang surut, yang dikenal

perbedaan temperatur dan -Tempat bertemunya arus sungai

sebagai lahan rawa pasang

perputaran bumi.
Di daerah tropis, seperti di

surut,

Indonesia, air permukaan


laut mempunyai suhu lebih
tinggi dengan suhu air di
bagian bawahnya sehingga
air permukaan tidak dapat
bercampur dengan air di
lapisan

bawah.

antara

lapisan

dinamakan
termoklin.

Batas
tersebut
batas

Di

dengan

arus

pasang

yang

surut,

melebihi 3 bulan yang dikenal

menyebabkan suatu pengaruh

sebagai lahan rawa lebak.


-Sifat
tanahnya
juga
khas

yang kuat pada sedimentasi,


pencampuran air, dan ciri-ciri
fisika lainnya, serta membawa
pengaruh besar pada biotanya.
pencampuran kedua macam air
tersebut

menghasilkan

suatu

sifat fisika lingkungan khusus


yang tidak sama dengan sifat

air sungai maupun sifat air laut.


tropik, suhu laut sekitar -Merupakan pantai tertutup atau
-

murni

berada

dalam

keadaan cair pada suhu


tertinggi 1000 C dan suhu

semi

terbuka

terlindung
kecil,
bahkan

oleh

terumbu

ataupun
pulau-pulau
karang

dan

gundukan pasir

dan

tanah liat
0
terendah 0 C. Suhu alami -sebagai penyaring dari berjuta
air

laut

suhu

di

berkisar
bawah

antara
00

tergenang

berlawanan

daerah

25C.
Pada permukaan laut, air

atau

bahan

buangan

cair

bersumber dari daratan.

yang

dengan adanya mineral pirit


sebagai

pembentuk

tanah

sulfat masam, dan gambut


sebagai

bahan

dasar

pembentuk tanah gambut


-Karakteristik yang umum pada
lahan gambut adalah dicirikan
dengan

kandungan

bahan

organik yang tinggi, pH yang


rendah, Nilai KTK (Kapasitas
Tukar Kation) yang tinggi dan
nilai KB (Kejenuhan Basa )
yang rendah, hal ini berakibat
memberikan

kondisi

unsur

hara yang rendah.


-Berupa perairan yang dangkal,
melimpah vegetasi air dan

tersebut sampai 330 C. Di -Suhu air yang ada diestuaria

permukaan laut, air laut

lebih bervariasi dari pada di

membeku pada suhu 1,90

perairan

C. Perubahan suhu dapat

Suhu yang bervariasi secara

memberi pengaruh besar

vertical.

kepada sifat-sifat air laut

mempunyai

lainnya dan kepada biota

terbesar, dan perairan lebih

laut
Keberadaan

dalam kisaran suhunya lebih

tergantung

pantai

material

didekatnya.

Perairan

kisaran

yang

pada

tidak jika disbanding dengan

litoral,

lautan.

neritic,

bathyal,

Karena

ombak

abyssal. Di zona bathyal,

bergantung pada luas perairan

cahaya

terbuka yang diatasnya angina

tidak

mampu

dapat

bertiup,

berarti

pada

daerah perairan yang sempit


menghasilkan
kecil.
-Kekeruhan
aliran

ombak

terjadi

sungai

kekeruhan
mendekati

pada

yang
saat

maksimum

suatu

estuaria
konsentrasi

organic

yang
kondisi

oksigen rendah dan bersifat


asam.
-Kondisi suhu yang berfluktuasi
umumnya
menguntungkan

cahaya

kecil.
zonasi, -Ombak dan arus minimal, Paling

dekomposisi

mengakibatkan

permukaan

terdapat 4 zona yaitu zona

menembus.

pohon rawa.
-Mengalami

kehidupan ikan.
-

kurang
bagi

plankton dan atau kecepatan


angin.
-Kelarutan

oksigen

berkurang
naiknya

dalam

seiring

suhu

dan

air

dengan
salinitas,

jumlah oksigen dalam air akan


bervariasi

sesuai

dengan

variasi parameter.
-Konsentrasi dari DOM (senyawa
organik
(partikel

Biota yang mendiami

Organisme
daerah

yang

ekosistem

memiliki

hidup
air

terlarut)

dan

senyawa

POM

organik)

sebagai

karbon

organik

di

perairan

estuari

berada

di

antara laut dan sungai.


di Lingkungan estuary merupakan Berdasarkan vegetasinya, rawa
laut kawasan

karakteristik bagi

yang sangat penting dapat dibedakan menjadi rawa

berjuta

hewan

dan berhutan

tertentu, seperti hewan dan tumbuhan. Salah satu tumbuhan berhutan,


tumbuhan

tingkat

rendah khas

adalah

memiliki tekanan osmosis sel mampu


kira-kira

sama

tekanan

osmosis

mangrove,

beradaptasi

yang berdasarkan

dan
atau
jenis

rawa

tak

bahakan
vegetasi

dengan dominan, misalnya rawa bakau,

dengan genangan air laut dengan kisaran rawa nipah, dan rawa rumput.
air

laut salinitasnya cukup lebar. Pada Sedangkan

fitoplankton

di

maka itu adaptasinya tidak habitat mangrove ini lah kita perairan
terlalu

sulit.

hewan

Sedangkan, akan

bersel

menemukan

rawa

umumnya

beberapa didominasi oleh Desmidiaceae

banyak, spesies hewan yang hidupnya dan Mesotaeniceae serta sedikit

misalnya ikan, cara adaptasi sangat tergantung dari kawasan alga biru-hijau, serta didominasi
yang dilakukan dengan cara lingkungan ini. lingkungan yang oleh
melakukan
sedikit

banyak
air

secara

osmosis,

garam

mineral

Copepoda,

minum, sangat kaya akan nutrient yang Cladocera dan Rotifera. Untuk

mengeluarkan

pengeluaran

zooplankton

urin, menjadi unsure terpenting bagi ikan tertentu, biasanya yang

dilakukan pertumbuhan
sedangkan Inilah

phytoplankton. mendiami

sebenarnya

dikeluarkan keunikan

kunci

lingkungan

adalah

ikan

rawa,

dari seperti sepat rawa, gurami, dll.

estuary. Makrozobenthos

di

perairan

secara aktif melalui insang. Sebagai kawasan yang sangat rawa juga berjumlah melimpah
Selain

itu,

zooplankton, kaya akan unsur hara (nutrient) pada vegetasi air. Vegetasi air

fitoplankton dan detritus juga estuary di kenal dengan sebutan meliputi


mendiami

ekosistem

dalam jumlah besar

ini daerah
ground)

pembesaran
bagi

invertebrate

eceng

gondok,

(nursery klambang, pandan duri, dll.

berjuta

ikan,

(Crustacean,

Bivalve, Echinodermata, annelida


dan masih banyak lagi kelompok
infauna). Tidak jarang ratusan
jenis ikan-ikan ekonomis penting
seperti siganus, baronang, sunu

dan

masih

menjadikan

banyak
daerah

lagi
estuari

sebagai daerah pemijahan dan


pembesaran, selain itu daerah
estuary ini digunakan sebagai
tempat ruaya bagi jutaan jenis
Kondisi

eksisting

Indonesia

burung pantai.
di Ekosistem laut di Indonesia Beberapa wilayah
memiliki luas kurang lebih 5,6 Indonesia
juta

km2

dengan

sumberdaya,

pesisir

yang

di Salah satu kekayaan dan

mempunyai keanekaragaman alam

potensi wilayah estuaria cukup luas, yaitu Indonesia adalah berupa


terutama terdapat

di

perikanan laut yang cukup Sumatera,

wilayah

pesisir potensi lahan rawa yang

Kalimantan,

pesisir besar. Luas lahan rawa

besar, baik dari segi kuantitas utara Jawa dan Irian Jaya. Untuk diperkirakan meliputi areal
maupun
Namun
dapat

diversitasnya. kawasan estuary sendiri, belum 33,4-39,4 juta ha yang


berbagai

ancaman ada

menurunkan

informasi

kualitas luasannya,

dan produktifitasnya.

jelas

mengenai tersebar di empat pulau besar

tetapi

luasan yaitu Kalimantan, Sumatera,

komunitas mangrove di Indonesia Papua dan


sebagai

bagian

dari

kawasan Sulawesi.

estuary saat ini mencapai 24 ribu


Kerawanan
habitat

kehilangan -

km2.
Kerusakan terumbu karang -Global
akibat

penjarahan

liar

change

yang

terus -Kondisi tanah yang masam dan

menerus terjadi menyebabkan

miskin hara menjadi

menyebabkan biota yang

kekhawatiran

berasosiasi

tingginya kenaikan permukaan

habitat
Overeksploitasi
dengan

kehilangan

air laut (Sea level Rise) yang


ikan

menggunakan

teknologi yang merusak


Pembuangan imbah ke laut
dapat

menyebabkan

pencemaran dalam skala


-

luas
Penambangan

semakin

secara

otomatis

dapat

menyebabkan daerah estuari


cenderung tergeser ke daratan,
sehingga komunitas mangrove
sebagai

biota

khas

dapat

mengalami perubahan struktur


pasir

laut

secara liar juga menjadi


penyebab kerusakan laut.

komunitas dalam skala luas.


Selain

itu,

dapat

memicu

semakin tingginya erosi.


-Laut dijadikan sebagai tempat
pembuangan
manusia,
dapat

limbah

hal

ini

tentu

mengancam

estuary
sedimen,
tersebut
komponen

sebagai
dapat
fisik

lahan rawa di Indonesia


umumnya disebabkan
beberapa hal yakni
penebangan liar,
perambahan, kebakaran
hutan dan eksploitasi lahan
gambut, lemah dan
kurangnya kesadaran dan
pengertian masyarakat akan

saja

rawa, masih lemahnya

fungsi

mengubah
yatu

salinitas, kekeruhan, dan suhu


yang paling utama.

melakukan pengelolaan.
-Kerusakan hutan alam atau

fungsi manfaat ekosistem

limbah
air,

sehingga sulit untuk

oleh

penyaring

karena

tantangan dari habitat ini,

penegakan hukum (law


enforcement) serta masih
lemahnya policy dan
pengelolaan hutan rawa.

-Berkurangnya populasi tertentu


akibat overeksploitasi
-Semakin
meningkatnya
penebangan

hutan

dan

jeleknya pengelolaan lahan di


darat,

dapat

sedimentasi

meningkatkan
di

estuaria.
-Pola pemanfaatan
hayati

laut

wilayah
sumberdaya

yang

tidak

memperhatikan daya dukung


produktifitas
kawasan

pada

estuaria,

sumberdaya

suatu
seperti

perikanan,

sehingga

kawasan

sungai

tersebut

mendapat
menyebabkan

tekanan

muara
terus
dan

menurunnya

produktifitasnya
-Meningkatnya pembangunan di
lahan atas (up-land) menjadi
kawasan Industri, pemukiman,

pertanian menjadikan sumber


limbah

yang

dengan

aliran

bersama-sama
sungai

akan

memperburuk kondisi wilayah


estuaria.
-Kegiatan-kegiatan kontruksi yang
berkaitan

dengan

usaha

pertanian, seperti pembuatan


saluran irigasi, drainase dan
penebangan

hutan

akan

mengganggu pola aliran alami


daerah tersebut.
PERBEDAAN
Parameter
paling penting

pembeda 1. Selalu
dengan
tinggi.
2. Memiliki
selalu

tergenang
kadar

air 1. Kadar

salinitas

salinitas

fluktuatif,

laut

berputar

karena

yang

dipengaruhi

atau

perubahan

pasang surut, yang dikenal

aliran air tawar musiman di

sebagai lahan rawa pasang

timbul

perputaran bumi.
3. Ekosistem
laut

dan

dipengaruhi oleh iklim dan

surut,

atau

oleh

diurnal

tergenang

melebihi 3 bulan yang dikenal

lebih bervariasi dari pada di


perairan

tidak

yang

perubahan

zona pasang surut.


perbedaan 2. Suhu air yang ada diestuaria

temperatur

hidrologi

karena

penguapan
arus

cenderung 1. sifat

Hal

ini

pantai

sebagai lahan rawa lebak.


didekatnya. 2. Sifat tanahnya juga khas

sebagian

karena

biasanya diestuaria volume air

dengan adanya mineral pirit


sebagai

pembentuk

tanah

cuaca.

lebih

kecil

permukaan

sedangkan
lebih

luas
besar,

dengan demikian pada kondisi

sulfat masam, dan gambut


sebagai

bahan

dasar

pembentuk tanah gambut

atmosfer yang ada air estuaria


ini mudah cepat panas dan
Biota eksotik penciri

lebih cepat dingin.


Komunitas khas yang dimiliki Ekosistem ini dihuni oleh biota Kekhasan

lahan

ekosistem

berkembangnya

ini

keberadaan
terumbu karang

adalah khusus

yang

khas

yaitu menyebabkan

komunitas mangrove, sebagai belt barrier

rawa

flora yang khas


pula, dengan keanekaragaman
yang cukup tinggi dan komplek.
Biota

yang

melimpah

di

ekosistem rawa berupa vegetasi


air dan pohon rawa. Sejumlah
tanaman buah-buahan khas di
lahan rawa seperti jenis durian
liar, manggis
liar, mangga rawa dan srikaya
liar,

merupakan

tanaman
rawa

buah

sebagian

eksotis

mempunyai

komersial yang tinggi.

lahan
potensi

Status

kondisi

Indonesia

ditinjau

lokasi

di Salah satu contoh ekosistem Salah


dari laut

di

Indonesia

satu

adalah estuary

di

contoh

ekosistem Salah satu contoh ekosistem

Indonesia

adalah palustrine di Indonesia adalah

kawasan Puntondo, Sulawesi Estuari Teluk Belawan, Sumatera Rawa


selatan. Komunitas terumbu Utara.
karang

yang

Kawasan

menyediakan diharapkan

Banjarbaru

dan

estuari Balandean, Kalimantan Selatan.

merupakan

suatu Umumnya

kawasan

rawa

fungsi ekologis bagi biota laut wilayah yang memiliki potensi kurang diminati untuk dikelola.
terancam rusak akibat tangan sumber daya alam yang sangat Kondisi
manusia

yang

di

cenderung potensial bagi upaya mendukung demikian,

tidak bertanggung jawab.

program

lokasi

dan

juga

sehingga

hanya

sebagai

lahan

pembangunan dipandang

berkelanjutan

ini

menjadi kurang potensial. Padahal flora

tumpuan harapan pembangunan khas kawasan ini masih bisa


nasional

Indonesia

mendatang.

di

Namun

masa dimanfaatkan.

beberapa

komponen di kawasan estuary


teluk

Belawan

menunjukkan

beroperasi

dengan

prinsip

manajemen

economic

growth

(EG), yaitu hanya berorientasi


pada

keuntungan

ekonomi,
memasukkan

dan

secara
belum
kegiatan

pemeliharaan kualitas lingkungan


didalam manajemennya.
Aplikasi solusi yang bisa Terumbu karang merupakan Solusi yang bisa ditawarkan Solusi
ditawarkan
konservasi

untuk rumah

bagi

hewan-hewan berupa

pemeliharaan

laut, utamanya ikan. Manfaat lingkungan

dalam

yang

bisa

ditawarkan

kualitas berupa konservasi flora khas


hal

ini kawasan rawa secara ek situ.

lain terumbu karang adalah termasuk menjalankannya dalam Upaya konservasi secara
penahan

ombak

wisata

dengan

bentuk

dan

dan

area kerangka suatu system ekologi eksitu

untuk

keindahan yang saling memberi, pemakaian kelestarian

warna

ikut
plasma

yang bersama suatu sumber daya, dan tanaman buah-buahan

memukau. Kawasan terumbu saling memanfaatkan di antara eksotis lahan rawa.


karang

yang

indah

tidak komponen terkait di kawasan.

dibentuk dalam waktu yang Untuk itu dalam pengembangan


singkat.

Salah

karang

yaitu

bercabang

atau

satu

jenis suatu

komponen

karang selayaknya
Acropora kajian

hanya tumbuh 2,1 3,9 cm hubungan

sudah

dilakukan

menyeluruh
antar

suatu
tentang

komponen

per tahun. Solusi yang bisa secara holistic dalam perspektif


ditawarkan berupa konservasi ekosistem di kawasan. Salah satu
terumbu karang. Setidaknya metode yang dapat digunakan
dari

PPLH

setempat dalam

mengupayakan
program

perlindungan

suatu dengan

menganalisis
pendekatan

adalah
systemic

laut, thinking, yaitu memandang suatu

menjaga
nutfah

dimana ada sanksi tegas bagi system secara holistik.


pelanggar

serta

program

restorasi komunitas terumbu


karang berupa transplantasi
karang

misalnya,

walaupun

memerlukan waktu bertahuntahun


upaya

tetapi

setidaknya

tersebut

mengembalikan
terumbu karang.

dapat
komunitas