Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bali merupakan salah satu provinsi di negara Indonesia yang memiliki berbagai macam
keindahan alam yang masih alami dan terjaga keasriannya, serta memiliki objek-objek wisata
yang sudah terkenal keseluruh dunia, contohnya Taman Nasional Bali Barat yang berada di
kawasan Bali Barat (Jembrana) dengan Pulau Menjangan sebagai kawasan Taman Nasional.
Pulau menjangan merupakan sebuah pulau kecil yang terletak 5 mil dari barat laut Pulau
Bali. Pulau ini difungsikan sebagai sebagai Taman Nasional Bali Barat (TNBB)sebagaimana
fungsi Taman Nasional, di pulau ini terdapat menjangan (rusa) yang hanya ada di pulau
Menjangan tersebut. Hal inilah yang mendasari penamaan dari pulau tersebut.
Selain dijadikan TNBB, Pulau Menjangan ini difungsikan sebagai tempat
persembahyangan Agama Hindu yang mungkin cara persembahyangan di pulau ini sedikit
berbeda dengan tempat persembahyangan yang kita temui di tempat-tempat umum selain itu
juga Pulau Menjangan difungsikan sebagai objek wisata baik bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara yang menyukai snorkling ataupun hanya menikmati keindahannya.
Di Pulau Menjangan ini keadaan lingkungannya dapat dikatakan masih alami dan masih
terjaga keasriannya, itu dapat dilihat dari keadaan lingkungannya yang belum terjamah dan
terekplorasi sepenuhnya, hanya beberapa bagian dari Pulau Menjangan yang terekplorasi
secara baik sedangkan sebagian lagi belum tereksplorasi bahkan tak terjamah kehidupan,
mungkin dengan inilah menjangan-menjangan tersebut bisa hidup tentram tanpa ganguan
manusia.

Lingkungan di sekitar pulau Menjangan ini juga dapat dikatakan masih baik namun
keberadaan manusia untuk menggunakan dan mengekplorasi sumber daya yang ada di Pulau
Menjangan ini juga perlu untuk meningkatkan taraf kehidupan penduduk sekitar, namun
keberadaannya masih minim, karena minimnya kehidupan sosial yang ada di pulau inilah
yang menyebabkan pulau ini seperti tidak berpenghuni dan terbengakalai begitu saja.
Dampak pengaruh cuaca, ada atau tidaknya sumberdaya, serta letak geografisnya yang
mungkin menjadi kendala serta hambatan kehidupan sosial dan budaya yang berlangsung di
Pulau Menjangan terhambat dan tidak mengalami perkembangan. Dengan adanya perataan
penduduk khususnya di PulauMenjangan ini, mungkin kedepannya dapat meningkatkan
kehidupan sosial budaya yang seperti di daerah pariwisata Bali lainnya yang mengandalkan
kehidupan sosial budaya sebagai daya tariknya.
Dengan latar belakang tersebut, kami selaku penulis mecoba meneliti pengaruh
lingkungan yang berjudul Pengaruh Lingkungan Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Di
Pulau Menjangan
1.2 Rumusan Masalah
Lingkungan merupakan faktor utama dalam melaksanakan kegiatan sosial budaya,
dengan lingkungan inilah kita megetahui tingkat sosial budaya yang terjadi di suatu daerah,
sehingga diperlukan suatu studi yang mampu menggambarkan secara utuh mengenai
pengaruh lingkungan tersebut. Oleh sebab itu, pengaruh lingkungan ini kami angkat dalam
penelitian kami. Rumusan masalah yang dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah pengaruh lingkungan terhadap kehidupan sosial budaya di Pulau


Menjangan.
2

2. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan proses perkembangan sosial budaya


yang berlangsung di PulauMenjangan terhambat
3. Bagaimanakah keadaan pura-pura yang terletak pada pulau Menjangan

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian


Adapun tujuan penelitian kami ialah:
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap kehidupan sosial
budaya di Pulau Menjangan.
2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab terhambatnya proses perkembangan
kehidupan sosial budaya di Pulau Menjangan
3. Untuk mengetahui keadaan pura-pura yang terletak pada pulau Menjangan
Adapun manfaat dari penelitian kami ialah :
1. Mengetahui dan menambah wawasan terhadap pengaruh lingkungan alam terhadap
tingkat kehidupan sosial budaya yang berlangsung di pulau Menjangan
2. Memberikan masukan terhadap pemerintah Kabupaten supaya lebih memperhatikan
kehidupan sosial budaya pada suatu daerah supaya tercapai pemerataan penduduk dan
lebih dapat memerhatikan objek-objek wisata serta lokasi persembahyangan umat
beragama di masing-masing kabupatennya.
1.4 BatasanPermasalahan
Kami selaku penulis membatasi permasalahan kami agar materi yang kami angkat tidak
terlalu luas, kami hanya melakukan pengamatan sekitar Pulau Menjangan, Bali.

BAB II

PEMBAHASAN
Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia.
Sejak dilahirkan manusia sudah berada dalam lingkungan baru dan asing baginya. Dari
lingkungan baru inilah sifat dan perilaku manusia terbentuk dengan sendirinya. Lingkungan
yang baik akan membentuk pribadi yang baik, sementara lingkungan yang buruk akan
membentuk sifat dan perilaku yang buruk pula. Anak-anak berkembang dari suatu hubungan
interaksi antara gerakan-gerakan dalam dan kondisi lingkungan luar. Lingkungan akan
mengubah dan membentuk prilaku manusia yang ada di dalamnya. Manusia akan berinteraksi
dan berusaha untuk bertahan dalam lingkungan dimana dia berada. Akal memang bagian diri
dari manusia yang dikaruniakan Tuhan sejak kita lahir.
Dengan akal ini manusia dapat berfikir, namun akal tidak akan berguna apabila tidak
ada lingkungan disekitarnya yang akan diubah. Dari lingkunganlah yang akan membantu
suatu individu mengetahui apa-apa saja yang patut ia lakukan ketika ia berinteraksi satu
dengan lainnya. Dengan denikian, lingkungan dengan kehidupan memiliki ikatan yang sangat
erat yang tak bisa diputuskan satu dengan lainnya, kehidupan tidak akan berjalan dengan baik
tanpa adanya hubungan yang baik dengan lingkungan. Begitu pula dengan kehidupan sosial
budaya, budaya itu lahir dan biasanya hanya dimiliki oleh suatu masyarakat disuatu tempat
(khusu) dengan satu tempat dengan tempat lainnya biasanya memiliki budaya yang berbedabeda. Melihat dari kata penyusunnya sosial memliki arti segala sesuatu mengenai masyarakat
atau kemasyarakatan serta kata budaya yang memiliki arti pikiran dan akal budi. Jadi dapat
disimpulkan kehidupan sosial budaya ialah kehidupan dengan segala hal yang diciptakan oleh
manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya untuk dan atau dalam kehidupan masyarakat.
Lingkungan disini bisa dikatakan tempat berlangsungnya interkasi atau hubungan sosial itu
terjadi dengan landasan inilah yang menguatkan hubungan yang terjalin antara kedua hal
tersebut.
4

Dengan berdasarkan uraian diatas peranan lingkungan alam terhadap tingkat


kehidupan sosial budaya di pulau menjangan memiliki andil yang cukup besar dan dapat
diurauikan seperti:
Pulau menjangan merupakan pulau yang tersusun dari karang-karang yang mengalami
pengangkatan dari dasar laut dengan membutuhkan waktu yang cukup/relative lama 20
tahun sehingga terbentuklah sebuah pulau baru. Dengan demikian Lingkungan di sekitar
pulau menjangan ini sangatlah memengaruhi kehidupan sosial dan budaya, seperti yang kami
amati bersama di pulau tersebut kurang terekplorasi dan kurang terjamah. Dengan tanahnya
yang hanya terdiri dari karang-karang atau koral yang telah mati dan mengeras tersebut
sehingga tanah di pulau Menjangan ini tak dapat dimanfaatkan atau dialih fungsikan dalam
sector pertanian sehingga tidak memungkinkan untuk terbentuknya kehidupan sosial
khusunya aktivitas jual beli atau perdagangan di pulau ini. Dilihat juga dari segi pengairan,
pulau tersebut hanya mengandalkan air laut yang disaring dengan metode sumur dan susah
mendapatkan air tawar dipulau ini. Dengan jarangnya hujan di pulau ini, ketersediaan air
tawar ini dapat dikatakan minim atau bahkan tidak ada, mungkin hanya air hujan saja yang
dapat diandalkan sebagai sumber mata air tawar ditambah dengan jarangnya turunnya hujan
di pulau tersebut yang menyebabkan membutuhkan usaha ekstra jika ingin mengekplorasi
pulau tersebut lebih dalam lagi.
Lingkungan sudah jelas memengaruhi kehidupan sosial budaya , itu dapat dilihat dari
tidak adanya penduduk tetap di pulau tersebut, ini dikarenakan susahnya aksesibilitas ke
pulau tersebut, seperti yang kita tahu jalan ke pulau tersbut hanya dengan boat penduduk
disekitar. Ini mungkin dapat dikatakan salah satu kendala untuk menuju ke pulau tersebut,
dengan kapasitas boat yang terbatas serta kurangnya peranan pemerintah terhadap akses ke
pulau tersebutlah yang menyebabkan kehidupan sosial budaya di pulau tersebut tidak
mengalami perkembangan. Kebudayaan di pulau tersebut dapat dikatakan sudah dimulai dari
5

zaman dahulu, itu dibuktikan dengan adanya 9 Pura persembahyangan bagi umat Hindu
dengan diantaranya adanya akulturasi budaya yang menguatkan bahwa pulau ini sudah
mengalami perkembangan budaya.
Sewaktu pengamatan kami lakukan hanya ada beberapa orang saja dan itupun hanya
berfungsi sebagai pekerja bangunan dan tidak menetap di pulau menjangan tersebut. Selain
aksesibilitas yang mengalami kendala, faktor lain pun juga memengaruhi, seperti faktor
sumber daya. Sumber daya juga mengambil peranan yang besar dalam berkembangnya
kehidupan sosial budaya pada suatu tempat atau daerah. Dengan minimnya sumber daya,
kehidupan di daerah tersebut akan terganggu., seperti pulau Menjangan tersebut. Seperti yang
kita ketahui bersama adanya sumberdaya-lah yang mengundang suatu kelompok atau
masyarakat agar menetap dan memanfaatkannya.
Faktor-faktor yang memengaruhi berkembangnya kehidupan sosial disuatu daerah
yaitu interaksi sosial masyarakat yan terpenting, dengan adanya hubungan sosial inilah yang
dapat mengembangkan sosial budaya. Seperti yang kita ketahui bersama, budaya merupakan
hasil cipta, rasa dan karsa, dan tanpa adanya interkasi sosial akan menyebabkan susahnya
berkembangnya kehidupan sosial budaya di suatu daerah, dengan alasan inilah yang semakin
menambah kesan buruk untuk memulai kehidupan baru di Pulau Menjangan. Selain faktor
lingkungan alam atau eksternal, faktor dari dalam atau internal juga yang memngaruhi
keinginan manusia untuk memulai merantau untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik
kedepannya.

Keadaan pra-pura yang terdapat dipulau Menjangan tersebut dapat dikatakan dalam
keadaan yang baik sejalan dengan adanya proses pembaruan dan perbaikan terhadap 9 pura
diantaranya:
6

1. Pura Taman Pingit Klenting Sari


2. Pura Pesraman Agung Kebo Iwa (Hyang Brahma Ireng)
3. Pura Pagoda Agung Dewi Kwam Im
4. Pura Pendopo Agung Dalem Lingsir Gajah Mada (Hyang Wisnu Murti)
Beliau juga terkenal dengan sumpahnya yaitu Sumpah Palapa yang isinya Lamun
Huwus Kalah Nusantara Isun Amukti Palapa Lamun Huwus Kalah Ring Gurun, Ring Seram,
Ring Tanjung Pura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompu, Bali, Sundha, Palembang, Tumasik.
Samana Isun Amukti Palapa Beliau juga memiliki hubungan dengan yaitu Patih Gajah
Mada.
5. Pura Puncak Penataran Agung Pingit Klenting Sari (Sang Hyang Pasupati Siwa
Nunggal)
6. Pura Ida Betara Dalem Lingsir Waturenggong dan Dalem Airlangga
7. Patung Ganesha
Dalam mitologi, Ganesha dianggap telah menulis epik Mahabharata dengan
gading yang rusak dan didiktekan oleh Rsi Vyasa. Umat Hindu yang memuja Dewa Ganesha
adalah untuk memohon berkah Tuhan agar dapat mencapai keberhasilan dalam dunia fisik
untuk selanjutnya mencapai kesempurnaan. Dewa Ganesha adalah dewa yang harus terlebih
dahulu dipuja sebelum melakukan pemujaan kepada dewa atau dewi lain atau perayaan
lainnya. Dalam mitologi Hindu, Dewa Ganesha adalah putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati
(bentuk lain dari Dewi Durga) adalah Dewa Siwa juga memerintahkan agar Ganesha dipuja
pertama kali dalam semua upacara keagamaan sebelum memuja dewa lainnya.

8. Pura Giri Segara Dharma Kencana


Giri yang berarti bumi atau wilayah, Dharma yang berarti kebenaran dan Kencana
yang berarti garis. Dengan demikian Pura Segara Giri Dharma Kencana memiliki arti
7

Pura yang berada pada wilayah garis kebenaran. Pura ini merupakan sebuah Pura yang
berkaitan erat dengan perjalanan Dang Hyang Siddhimantra ke Bali. Menurut wacana
Guru Spiritual Sejati Kundalini, Bapak I Putu Ngurah Ardika, S.Sn, Pura ini awalnya
adalah sebuah perbatasan antara pulau Bali dan pulau Jawa. Perbatasan inilah yang
nantinya cikal bakal Pulau Menjangan yang kini sangat di lestarikan oleh umat Hindu
Bali. Disebutkan di pulau inilah sejatinya Dang Hyang Siddhimantra menorehkan
tongkatnya untuk membelah pulau Jawa dan Bali sampai torehan beliau ke Pantai Segara
Rupek. Sehingga dengan sejarah tersebut lahirlah Pulau Menjangan dan dibangun Pura
untuk menghormati jasa beliau yang bernama Pura Segara Giri Dharma Kencana.

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan, kami selaku peneliti
menyimpulkan bahwa kehidupan sosial budaya di pulau tersebut dipengaruhi oleh faktorfaktor internal atau dari dalam serta faktor dari luar atau eksternal. Contoh dari faktor internal
ialah tiap pribadi seorang tidak menginginkan kehidupan yang lebih baik dengan memilih
untuk merantau, kebanyakan orang berpikir merantau hanyalah embuat kehidupannya
menjadi lebih buruk padahal jika seoran memilih untuk merantau dan tetap berusaha tidak
menutup kemungkinan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik daritempat asalnya.
Selain faktor internal, faktor eksternal seperti keberadaan sumberdaya, keadaan alam,
kehidupan osial yang terjadi atau yang terbentuk juga mengambil peranan yang cukup untuk
memengaruhi minat untuk mengekplorasi di pulau tersebut, dapat serta faktor-faktor lainnya
yang tak dapat kami amati di pulau Menjangan tersebut dikarenakan kurangnya waktu, selain
itu ketersediaan transportasi juga memegang peranan penting dalam terbentuknya kehidupan
sosial di pulau Menjangan tersebut mengingat hanya satu jalan saja untuk menuju dan
meninggalkan pulau tersebut. Melihat keadaan pura disana yang sudah terawat kami selaku
penulis dapat menyimpulkan bahwa pura-pura tersebut tidak dapat menjaga keadaanya
sendiri melainkan membutuhkan bantuan manusia, sedangkan di pulau Menjangan tersebut
hanya terdapat uruh yang melanjutkan pembangunan pura tersebut.Demikianlah hal yang
dapat kami simpulkan berdasarkan data pengamatan yang telah kami lakukan di Pulau
Menjangan, Bali.

3.2 Saran dan Rekomendasi


Peneliti sanagat berharap adanya berbagai kalangan terutama yang memiliki keahlian
dalam permasalahan tersebut untuk mengkaji dan meneliti lebih dalam. Sebab, peneliti hanya
mengadakan pengkajian dari kulit luarnya saja dalam permasalahan pengaruh lingkungan
terhadapa kehidupan social budaya di pulau Menjangan tersebut.
Kepada pihak pemerintah ,segenap orang tua, guru ,masyarakat serta pihak yang
bersangkutan lainnya ,agar kiranya lebih memperhatikan pemerataan penduduk supaya
sumber daya yang telah disediakan tidak terbengkalai dan dapat dimanfaat semaksimal
mungkin selain itu juga lebih dapat mengenalkan kelebihan yang dimiliki oleh suatu daerah
supaya menarik minat orang untuk mengekplorasi dan mengekspose apa-apa saja yang telah
ada dan apa yang telah diciptakan disuatu daerah.

10

Gambar-gambar selama penelitian:

11

12

13